BERSAMBUNG
“Kenapa? Leleran ya lihat aku begini, sabar dulu yaa, lagi merah!” ceplos Barbie tertawa dan tak ragu bukan handuknya perlihatkan dia sedang pakai pembalut yang baru.Gunung kembarnya yang bikin Ryan leleran terpampang jelas dengan ujung puting warna pink.Ryan ikutan tertawa, namun dengan gemas dia mendekat dan mereka saling berciuman lumayan lama.Ryan bahkan tak ragu meremas si kembar hingga Barbie mau tak mau mendesah menahan rangsangan yang timbul akibat ulah Ryan.“Gila…aku yang lama-lama nggak tahan,” bisik Barbie tertawa kecil dan mendorong tubuh Ryan, karena ciuman Ryan mulai turun ke dadanya.Kini hubungan mereka pun makin dekat saja. Setelah Barbie berpakaiaan, mereka serius pasang mata dan telinga, setelah aksi nekat yang mereka tadi malam.Tepat dugaan Ryan dan Barbie, Al Tahyan Farisi marah bukan kepalang, 9 anak buahnya tewas, 4 sandera bebas.Geger bukan main kelompok ini, sibuk mencari siapa yang telah menyerbu vila tersebut dan membebaskan para sandera tersebut.Tiba
Namun saat ini gaya pendiamnya Ryan dan Balang ambyar dengan adanya Barbie yang memang suka bercanda. Ketiganya sama-sama nyetil dan langsung akrab.Hanya Abuya yang tetap dengan gayanya, serius dan jarang bercanda.“Senjata yang hebat,” cetus Balang, saat Abuya membagikan senjata-senjata berat yang sengaja di bawanya buat Ryan, Barbie dan Balang, serta satu buatnya, lengkap dengan amunisinya.Bahkan masing-masing juga dibekali granat tangan yang berjumlah 15 buah per orang, tak perlu lagi Abuya atau Barbie ajari, Ryan dan Balang sudah paham cara menggunakannya.Belum cukup hanya itu, 4 stel seragam militer pun di berikan."Tuan Balang jangan gunakan seragam militer itu, justru akan membuat repot, apalagi ada lambang PBB-nya," kata Abuya saat menyerahkan seragam buat anak muda ini."Siap tuan Abuya, aku sebenarnya bingung, mau pakai apa," sahut Balang dan mulai lepas seragamnya.Saat itulah Ryan kaget melihat bahu kiri Balang, ada tato yang menurun ke lengan bisepnya ...wajah laki dan
Inilah kecerdikan Barbie, dengan serbuan mendadak yang mereka lakukan, Al Tahyan Farisi tentu tak sempat lagi minta bantuan ke anak buahnya, yang berada jauh dari Istananya ini.Balang dan Ryan seakan berlomba menembaki anggota milisi Al Tahyan ini, mereka bahkan sudah mulai masuk ke ruangan Istana ini dan di sini pertempuran semakin seru.Pengawal-pengawal Al Tahyan tak mau mati konyol, walaupun mata mereka sepet karena mengantuk, tapi mereka dengan gigih lakukan perlawanan. “Ha-ha-ha matiiiii kalian anjing-anjing zionis dan Amerika,” teriak Balang dan dia dengan ganas menembaki semua pengawal-pengawal itu.Senjata mesinnya yang memuat ratusan amunisi menyalak tanpa ampun dan mengenai puluhan anggota milisi ini.Saat menoleh ke samping dia senyum kecil melihat Ryan juga sudah masuk ke dalam istana ini.“Awaasss…!” teriak Ryan dan dengan cepat Ryan memberondong dua orang pengawal yang bersiap menembak Balang yang saat itu menoleh ke arahnya.“Thanks Abangkuuuu, aku hutang nyawa deng
“Jadi….?” Ryan kaget saat si Barbie berbisik dia sebenarnya sudah bersih sejak dua harian yang lalu.“Yo’i honey, aku sebenarnya dah bersih, sengaja biar energy kamu tak terkuras. Kini mau gaya apa, hayooo ajahhh” cetus Barbie tertawa, lalu sodorkan melon gedenya ke wajah Ryan.Ibarat orang kehausan, apalagi baru saja alami ketegangan luar biasa, Ryan pun sepuasnya menyedot dua buah melon kenyal itu.Barbie sampai pejamkan mata, antara geli, mulai terangsang dan sakit campur aduk melanda dirinya.Barbie tak mau kalah dan dia yang sudah pernah melihat rudal balistik Ryan dari rekaman yang dia hapus, kala hajar Zoona dan Iqaala.Kini sama dengan kedua wanita itu, Barbie juga terkagum-kagum dengan bentuk ‘aneh’ senjata maut ini.Gaya 69 favorit semua pecinta senggama pun tersaji di sofa ini. Ryan kagum juga melihat bentuk perabotan Barbie yang lebih bagus dari milik Zoona dan Iqaala."Aneh...masih rapet...padahal kata Zoona dan Iqaala, si barbie ini lebih hot saat bercinta dan jam terbang
Ryan tak akan lupa, tabungannya ludes dan hampir saja bikin dia jadi miskin, gara-gara tabungannya terkuras.Kini dia sudah ganti pesawat untuk kembali ke Jakarta, Ryan milih kursi super VIP yang ada tempat tidurnya dari maskapai terkenal asal Dubai ini. Untung saja dia bersama Letnan Elita tak sengaja menemukan harta karun dan kini dia telah menjadi miliuner. Bahkan berlian yang ia temukan masih dia simpan dan kini di bawanya di dalam ransel, tidak masuk bagasi.Anehnya sampai kini Letnan Elita belum pernah mengontaknya…hal ini bikin Ryan bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan si Letnan cantik itu?Kenapa sampai lost kontak hingga kini, Ryan juga selalu gagal mengontaknya, ponsel Elita tak pernah aktif lagi…?Akhirnya, setelah penerbangan hampi 10,5 jam, Ryan kembali mencium udara Indonesia, dia sampai pejamkan mata dan menghirup udara saat turun dari tangga pesawat dan di tonton dua pramugarai cantik, yang berbisik menatap wajah tampannya.Saat Ryan berbalik lalu kedipkan mata, ke
Begitu turun dari mobilnya, Ryan terkaget-kaget saat tubuh kokohnya di dorong seseorang tiba-tiba, dan yang bikin ia melongo yang mendorongnya balik ke mobil adalah…Rebecca Alona.Si artis cantik ini juga duduk di sampingnya dan buru-buru menutup pintu mobil ini.“Bryan jalankan mobil, kita bicara di tempat sepi, atau tempat yang aman. Ada yang ingin aku sampaikan ke kamu,”Rebecca bicara dengan agak tergesa, sehingga Ryan yang masih kebingungan buru-buru jalankan mobilnya.Sepanjang jalan Ryan yang masih kebingungan dengan sikap Rebecca hanya konsen ke setiran. Rebecca sengaja rahasikan maksudnya, sebelum tiba di sebuah kafe yang sangat eksklusive atas petunjuk Rebecca."Jalankan saja mobilnya, nanti aku aka cerita dengan komplet."Rebecca seolah paham Ryan ingin bertanya kenapa dia bersikap agak aneh, yang tahu-tahu mengajak Ryan pergi dari halaman kantor PH milik Mami Latini ini secara tiba-tiba. Setelah sampai di sebuah kafe ekslusife. “Sebelum aku cerita apa yang terjadi, kam
Sebuah nama sudah dikantongi Ryan, walaupun Rebecca Alona hanya sebut dugaan saja. Kalau nama itulah penggarong duitnya, tapi Ryan janji pelan-pelan akan selidiki nama ini.Rebecca malah terkaget-laget, saat Ryan dengan apa adanya bilang, sudah putuskan mundur permanen dari dunia entertainmen mulai saat ini.Apalagi saat ia lihat perannya sudah di gantikan artis lain, yang wajahnya tak mirip dengannya. Rebecca juga akui, pengganti Ryan aktor brbakat, walaupun soal ketampanan jauh lebih tampan Ryan.Rebecca juga cerita, Ryan sudah di putus kontraknya sebagai bintang susu formula, yang ia ketahui dari Mami Latini.“Waahh sayang banget Ryan, padahal kamu ada di puncak? Bahkan andai kamu comeback saat ini, pasti akan jadi kejutan besar, dan kamu bakalan jadi artis nomor 1 di Indonesia, apa nggak bisa di rubah?!!”Rebecca menyayangkan keputusan mengejutkan Ryan ini. Tapi Ryan sudah bulat dengan keputusan ini dan tak bakal mau mengubahnya.“Tak apa Rebecca, duniaku bukan di sana, jiwaku tak
Ting tong…Ryan yang baru saja pulang dari kampus lalu bergegas pintu ke depan, setelah bel rumahnya berbunyi hingga 3X.“Siapa yang datang bertamu ke rumahku yaa, perasaan hanya Balang dan Rebecca yang tahu aku tinggal di sini,” batin Ryan bingung sendiri.Begitu pintu di buka, Ryan sesaat terkejut, seraut wajah cantik jelita dengan tubuh semampai dan penampilan higtclass sudah berdiri di depannya.“Rose…!”“Boleh aku masuk Bryan eh Ryan?” Rose kini memandang Ryan yang walaupun tak seglowing dulu, apalagi kini wajah Ryan agak brewokan, tapi d matanya malah makin maskulin dan terlihat sebagai laki-laki sejati.“Masuklah Rose, tumben kamu tahu alamatku…juga nama asliku?” Ryan kini sengaja berbasa-basi, lalu tak ragu perlebar daun pintu, sehingga Rose melenggang masuk.“Bagus juga rumah kamu Ryan, biarpun minimalais tapi bikin adem dan nyaman…?” Rose sengaja tidak menjawab ucapan Ryan.Ryan tentu saja masih terkaget-kaget, Rose sudah tahu dan panggil nama aslinya, padahal seingatnya baru
“Rileks saja, jangan tegang…asal kamu tahu Hagu, rohku ini kenapa masih gentayangan? Itu karena yang bisa menyempurnakan rohku adalah keturunanku yang ke 7. Nah, semua keturunan segarisku terus aku pantau…!” sahut roh Datuk, sehingga Hagu tentu saja makin bingung sendiri.Anehnya si roh Datuk ini menatap foto di dinding. "Brandon, Kanah, aku sudah bimbing salah satu keturunan kalian ke sini..tenang saja, dia bisa selesaikan semua masalah!" kata si roh Datuk ini.Makin kagetlah si Hagu, apa arti dari ucapan roh gentayangan ini. Bingung apa hubungannya dengannya? Itulah yang bikin Hagu tak habis pikir sekaligus penasaran, mana roh ini tak mau lagi menjelaskan soal ini.Saat Hagu dengan tangan gemetaran menaruh rokoknya, roh Datuk Hasim Zailani tiba-tiba lenyap, hampir terjengkang dan mau copot jantung Hagu."Ya Tuhan, ini mimpi apa benaran sih?" Hagu sampai berkali-kali cubit lengannya. Dia boleh berani dengan musuh-musuhnya, tapi kalau bertemu roh, mana malam-malam begini lagi, nyali
“Jadi begini kisahnya mas Hagu, mendiang nenekku yang bernama Rose dulu pernah dekat dengan seorang lelaki, bolehlah di bilang kekasihnya di masa muda. Nah, oleh si pria itu, rumah berikut sertifikatnya di berikan buat nenek aku. Kebetulan, pria yang di foto itu kakeknya si pria itu dan ibunya itu otomatis nenek buyutnya,” Sofia mulai bercerita.“Waah beruntung juga nenekmu itu Sofia di kasih rumah, lalu…maksudnya lanjutkan kisahnya?” cetus Hagu lagi makin tertarik.“Nenek aku pesan ke almarhum ibu, agar foto itu jangan di buang dan biarkan di sana. Biar sebagai pengingat siapa pemilik asli rumah ini.”Rose dulu saat muda adalah kekasih dari Radin, mereka sempat menjalin cinta, namun karena hubungan ini tak berlanjut, Rose lalu menikah dengan orang lain.Setelah berumah tangga, suami Rose ternyata ringan tangan dan mengkhianatinya, Rose bahkan sempat koma dan suaminya di hajar Radin hingga masuk penjara. Sebelum meninggal dunia, Rose mempunyai anak perempuan, yang juga ibunda dari So
“Om…sudah sampai di Jakarta!”“Oh yaa…baiklah terima kasih!” Hagu pun tak ragu keluar dari taksi gelap ini, mobil taksi ini gelap ini langsung tancap gas.“Masa ini Jakarta…? Katanya banyak gedung bertingkat dan di maan-mana macet, ini yang bertingkat nggak seberapa?” batin Hagu kebingungan sendiri. Dia sama sekali tak sadar, saat ini berada di Kota Sukabumi.Hagu lalu mampir ke sebuah warung, karena perutnya lapar.“Ini benarkah Jakarta?” tanya Hagu pada pemilik warung yang sediakan pesanannya.“Hah…Om salah, ini kota Sukabumi, Om nyasar yaa?” sahut di pemilik warung ikutan bingung, Hagu tentu saja terkejut bukan main.“Apa…jadi ini bukan Jakarta?” Hagu sampai berhenti makan.“Rupanya tuan nyasar, kalau mau ke Jakarta masih jauh, kalau perjalanan lancar minimal 3,5 sampai 4 jam dari sini. Tapi kalau macet bisa 6-7 jam baru sampai!” sahut si pemilik warung, lalu pergi meninggalkan Hagu, untuk layani pengunjung warung lainnya. Hagu duduk termenung dan mengingat wajah si sopir taksi ge
Di kamar lainnya, Hagu sama sekali tak bisa pejamkan mata. Pemuda ini berdiri di balkon kamarnya dan menatap Kota Kuala Lumpur, sambil termenung ingat mimpinya tadi sore yang baginya sangat aneh dan membuat bulu kuduknya sering berdiri tanpa bisa di cegah.“Aneh sekali, kenapa aku bisa mimpi kakek Datuk Hasim Zailani dan aku di sebut cucu buyutnya…?” batin Hagu sambil kembali isap rokoknya, benar-benar puyeng kepala pemuda ini.Akhirnya saat jarum jam sudah menunjuk ke angka pukul 2 malam, barulah Hagu bisa tidur nyenyak, tanpa mimpi.Balanara paham ‘sahabat’ barunya ini pusing tak punya identitas, karena paspornya tertinggal di Bangkok.Balanara lalu kontak staf di kantornya, agar membantu Hagu urus paspor dan surat-surat lainnya ke kedutaan Suriah yang ada di ibukota Malaysia ini.“Agar kamu tak di tangkap aparat saat berkeliaran di Kuala Lumpur, nanti biar anak buahku di kantor bantu kamu,” saran Balanara, Hagu pun mengangguk dan benar-benar sangat berterima kasih dengan 'Abangnya'
“Kelak kamu akan tahu, belum saatnya kamu kini tahu. Kamu masih banyak PR yang harus diselesaikan cucuku. Sekalian bantu saja keluarga si Balanara juga keluarga si Ryan ya, dia bukan orang lain denganmu,” sahut pria tampan dalam foto tersebut.“I-iya Om...eh kek…maksudnya apa? Aku ada hubungan dengan Balanara dan Om Ryan?” sahut Hagu masih gugup.Namun orang foto itu malah seperti kembali ke asal, tidak lagi bicara, foto besar itu tetap hanya berupa foto, tidak lagi terlihat hidup atau bicara.“Mas…mas…bangun, ini kopi panas silahkan di minum, nggak enak kalau dingin!”Hagu kaget, ia ternyata ketiduran, matanya sampai liar menatap kiri dan kanan, saat mentok ke foto tadi, bulu kuduknya kembali meremang.“Astagaa…aku ketiduran dan…bermimpi!” batin Hagu sambil menatap lurus foto itu.“Waah enak banget kamu, baru ku tinggal 30 menitan lebih, langsung molor,” ceplos Balanara.Hagu tentu saja kebingungan, perasaan di baru saja masuk di ruangan ini, kenapa malah di bilang lebih 30 menitan..
“Ha-ha-ha…bagaimana kalau mampir ke rumahku atau tepatnya rumah kakek buyutku, kita bisa ngobrol santai di sana, tapi bukan di Penang sini, di Kuala Lumpur!”Tiba-tiba tanpa di duga Hagu, Balanara mengundang ke rumahnya, padahal mereka baru kenal tanpa sengaja di tempat ini.Bukannya menolak, entah karena dorongan apa, Hagu mengiyakan saja, terlebih dia juga bingung mau kemana…!Hagu kaget saat Balanara di jemput mobil mewah yang langsung membawa mereka ke Bandara Penang Airport dan Hagu makin kagum, Balanara naik private jet, yang akan langsung menerbangkan mereka ke Kuala Lumpur.Awalnya heran juga Hagu, kok ada pemuda se tajir Balanara mau nangkring di kafe kelas biasa di Penang sini.“Jangan kaget yaa…kakek buyutku itu dulunya salah seorang taipan di sini. Lalu menurun ke kakekku dan akhirnya sampai ke ayahku. Aku ini generasi ke 5 dari kakek buyutku itu,” cerita Balanara saat mereka sudah berada dalam private jet mewah ini.“Jangan-jangan Anda ini keturunan Hasim Zailani,” ceplos
Hagu ternyata komit dengan niatnya, uang dari kelompok Al Harun dulu, benar-benar dia bagi-bagikan buat siapa saja yang membutuhkan dan Boby, Sari dan Ona kini giliran yang dapat uang darinya.Begitu sampai di pelabuhan Muara Sungai Mekong, tanpa buang waktu, Hagu cs beli tiket kapal fery, kini tujuan mereka ke Malaysia.Kalau sebelumnya mereka melewati sungai, kini mereka melewati Laut Cina Selatan yang sangat luas dan wajah ke 4 nya kini lega bukan main, sebab sudah berhasil keluar dari mimpi buruk.Padahal sebelumnya bermimpi akan dapat kerja enak dan gaji tinggi, hingga rela meninggalkan negeri sendiri.Diam-diam sebenarnya masih banyak warga Indonesia yang terjebak di sana. Boby, Sari dan Ona hanyalah 3 orang yang beruntung selamat setelah bertemu Hagu.Akhirnya, sampailah mereka di pulau Penang Malaysia.Boby, Sari dan Ona terkejut, saat Hagu bilang akan bertahan di Malaysia, dia tak ikut menuju ke Indonesia.“Kalian lanjutkan saja perjalanan ke Indonesia, aku ingin bertahan di
Dari ngantuk berubah jadi lenguhan manja dan akhirnya Crea pasrah menikmati layanan istimewa pemuda ini, yang tak ada puas-puasnya melumat apem rimbunnya tersebut.Crea sudah mengajari bebek berenang dan kini si bebek makin tak terkendali."Tahu enak gini, si Arai dulu ku sikat juga,' batin Hagu makin mabuk olehh nafsunya sendiri.Hagu yang baru pertama kali adu kelamin, kembali mengajaknya melayang di babak kedua.Kali ini Crea tak segan ‘ajari’ bebek berenang ini gaya-gaya yang mendebarkan jakun. Hagu…makin tenggelam dalam indahnya percintaan dengan Crea.Yang namanya nikmat pasti ingin mengulang dan terus mengulang, begitu juga keduanya. Apalagi Hagu dia tak bisa ngerem nafsunya dengan Crea. Paginya Boby, Sari dan Ona saat sarapan yang di sediakan ART Crea sampai saling pandang, saat terdengar suara desahan di kamar sang tuan rumah.Sari dan Ona sampai senyum-senyum di kulum dan mereka agak memerah wajahnya. Boby yang aslinya ada dikit-dikit ngondek mengedipkan mata pada dua sahab
Tiba-tiba Hagu kaget, saat tangan lentik Crea meraba pahanya, jantung Hagu kontan berdetak kencang. Anehnya kali ini dia diam saja, beda saat bersama Arai, tangan wanita itu dulu di kibaskan.“Kata orang, kalau di pegang langsung tegang, benaran perjaka!” canda Crea sambil berbisik, sampai dengus nafasnya menerpa wajah Hagu.“Masa sih, jadi kamu belum percaya…coba pegang!” tantang Hagu mulai terbawa suasana.Dan Hagu kaget setengah enak, saat tangan lentik dan halus Crea mulai menyelusup ke celana nya dan memegang ularnya…dan dalam hitungan detik pelan-pelan mulai terbangun.“Benaran perjaka tuan, sudah mulai keras…besar lagi,” bisik Crea terkaget-kaget sekaligus mulai terbakar sendiri. Tak menyangka pemuda ini memiliki size di atas rata-rata. Tak ada apa-apanya milik mantan suamiku, batinnya.Di usianya yang sudah hampir 22 tahunan, inilah pertama kalinya benda keramat milik Hagu di pegang seorang wanita dewasa.Reaksi Hagu…diam saja menikmatin, tanpa ada niat menghentikan ulah nakal