Share

Kamu bisa memilikinya

Penulis: Blue Rose
last update Terakhir Diperbarui: 2024-10-29 19:42:56

Dia tertidur tapi sayangnya dia bermimpi buruk, dia melihat Diana menatapnya dengan tatapan benci dan jijik dimatanya, bahkan senyumannya yang selalu lembut menjadi senyum mengejek dan acuh tak acuh seperti bukan melihat dia sebagai sahabat tapi sebagai musuh atau seseorang yang sangat dia benci.

Rama yang berada didalam mimpi itu terus menatap Diana tanpa berkedip dia seperti tidak peduli apakah Diana menatapnya seperti itu atau tidak dia tetap akan menatap dalam dalam pada gadis di depannya, seperti hanya ada Diana saja di matanya.

Mereka berdua berada di sebuah taman yang sangat akrab ini adalah taman yang sering dikunjungi oleh Diana saat dia bosan atau ingin mencari udara segar, taman ini banyak ditumbuhi berbagai bunga dari mawar, anggrek dan juga melati, tapi entah kenapa dia merasa suasana taman yang dia rasa sangat akrab dan hangat menjadi sangat dingin dan sunyi, karena hanya ada mereka berdua saja ditaman itu, tidak ada orang lain, sampai dia melihat dua ora

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

  • Pernikahan tidak selalu indah   Kamu mencoba menipu perasaanmu sendiri?

    Diana dan Nathan sudah selesai memakan makanan mereka, setelah itu seperti biasa Nathan mencium kening Diana dan dia langsung berangkat ke kantornya.Diana yang ditinggal sendiri dirumah sangat bosan dia hanya diam sambil menatap kelayar TV yang masih hitam belum dia hidupkan sama sekali. Dia sangat bosan dia melirik ringan kearah jam dinding yang menunjukan pukul setengah sepuluh, dia rasa jam bergerak dengan sangat lama, dia berbaring diatas sofa sambil mencoba menuntup matanya tertidur, tapi sayangnya sudah beberapa kali dia tutup matanya dia tidak bisa tidur sama sekali.Dia hanya bisa berguling-guling diatas sofa, menjangkau ponselnya dan melihat tiga panggilan tidak terjawab di ponselnya dan nomor yang meneleponnya adalah nomor baru yang tidak dia tau sama sekali siapa itu, sebenarnya dia sangat malas menelepon balik jika ada nomor baru masuk keponselnya, tapi karena dia pikir mungkin saja itu penting dia hanya bisa menelepon balik, menunggu selama beberapa menit

  • Pernikahan tidak selalu indah   Aku tidak membutuhkan simpatimu!

    Beberapa jam yang lalu sebelum Diana ditelpon oleh David dan Kirana menelepon Rama.David sedang duduk diatas sofa, sebang membaca sebuah data dengan indentitas seseorang bahkan juga ada beberapa informasi tentang kehidupan masa lalu orang itu tertera dengan lengkap didalamnya.David membacanya dengan sedikit simpati diwajahnya, memang kehidupan masa lalu orang yang didalam data itu sangat tidak menyenangkan, bahkan bisa dikatakan sangat buruk, jadi bahkan dia seperti membenci seseorang yang dia pikir merebut semua yang dia miliki dari dulu dan sekarang.Sebenarnya dia sudah mengetahui ini sejak beberapa hari yang lalu hanya karena dia penasaran saja kenapa orang itu bisa membenci seseorang yang bahkan dia rasa paling baik dan juga lembut, teryata masalahnya berada dimasa lalunya yang sangat buruk.Dia sebenarnya adalah orang yang cukup baik dan juga pengertian, dia hanya merasa ini adalah perhatian orangtuanya terhadapnya dan ingin membuatnya memiliki ke

  • Pernikahan tidak selalu indah   Terima kasih banyak Nov

    Mereka berempat langsung berbalik secara bersamaan dan melihat seorang perempuan yang cantik dengan rambut yang diikat kuncir kuda, menggunakan baju gaun berwarna biru selutut dengan jaket panjang berwarna putih menutupi atas tubuhnya dia terlihat sederhana, tetapi saat melihat tatapan acuh tak acuhnya dan juga sedikit tempramen dinginnya dia terlihat seperti perempuan yang sulit didekati, dan ini adalah Novita dia yang berbicara.Diana ingin membuka mulutnya dan bertanya kenapa dia ada disini, tetapi Novita yang awalnya berjalan selangkah demi selangkah kearah mereka berempat dan sudah tepat berhenti didepan mereka dia, pertama melirik Diana dan mengedipkan matanya tanpa disadari oleh Kirana, David dan juga Rama.Diana yang mengerti bahwa Novita ingin menyuruhnya tidak usah berkata apa-apa, dia mengangguk dengan ringan dan hanya terus berdiri diam, dia bahkan tidak menyadari bahwa sejak tadi Rama yang sedang berdiri disebelah Kirana sedang menatapnya lekat-lekat denga

  • Pernikahan tidak selalu indah   Aku akan mengajakmu ke suatu tempat

    David hanya diam, dia tidak lagi mengejar Kirana bahkan arah jalan yang mereka berdua lalui sekarang berbeda. Kirana juga tidak peduli dengan apa yang akan dilakukan David dia hanya terus berjalan tanpa menoleh kebelakang.Dia berjalan tanpa tau arah, bahkan sekarang dia saja tidak tau apa yang harus dia lakukan, jujur saja dia sudah lelah dan muak dengan semua lelaki yang selalu ada disekeliling Diana bahkan dia menjadi sangat membenci mereka, terumata David yang entah sejak kemarin selalu mengikutinya dan bahkan selalu ada ditempat yang bahkan dia sendiri yang tau, dia awalnya berpikir ini hanya kebetulan tetapi semakin dia pikirkan semakin dia merasa aneh dan curiga kepada David, dia berpikir pasti david mengikutinya dan memantau semua gerak geriknya untuk dia beritahukan kepada Diana.Dia sekarang sudah sampai didepan kafe, dia duduk dengan perlahan sambil menatap gelas kosong yang ada diatas meja, sambil memikirkan beberapa hal yang acak dibenaknya.Kirana

  • Pernikahan tidak selalu indah   Kenapa dia bisa menyukaimu?

    Novita ingin melangkah maju dia berniat untuk mendatangi Billy yang sedang berdiri diam ditempatnya, tetapi baru saja dia melangkah untuk pertama kaliannya, Diana langsung mengulurkan tangannya untuk mengehntikan Novita.Dia menaikan satu alisnya dan berkata dengan berbisik sambil menatap Diana, "Na, apa yang kamu lakukan?".Diana menggelengkan kepalanya dengan perlahan dan berkata, "Kamu kesana mau apa Nov?".Novita menjawab dengan biasa tetapi didalam hatinya dia ingin bergegas bertanya kepada Billy siapa perempuan itu!, dia berkata, "Aku ingin menanyakan Billy siapa perempuan itu?, dan kenapa dia bisa menyukainnya!.Diana tersenyum tanpa daya dan bebisik, "Jangan kesana Nov, aku rasa sekarang bukan waktu yang tepat untuk kamu mendatangi Billy?."Novita menatap Diana dan berkata dengan nada biasa, "Kenapa Na, bukannya disana tidak ada orang lain selain Billy?".Dia ingin menunjuk tempat Billy berdiri dan berkata dia hanya berdiri sendiri, tetapi tanpa dia ketahui seorang perawat lel

  • Pernikahan tidak selalu indah   Apa yang kalian bicarakan berdua?

    Mereka berdua hanya diam, sampai Novita dan Billy yang sudah melepaskan pelukan mereka, berjalan dengan perlahan kearah Diana dan Dani yang sekarang berdiri bersebelahan.Novita berjalan kesebelah Diana dan Billy juga berjalan kesebelah Dani, setelah sampai dia bertanya kepada Diana, "Na, apa yang kalian bicarakan berdua tadi?".Diana mengantupkan bibirnya dan menggelengkan kepalanya tidak mengatakan apa-apa, hanya tersenyum sedikit.Novita hanya bisa tersenyum, tetapi dia masih melanjutkan pertanyaanya dengan berbisik, "Tapi... kamu tau siapa perempuan yang menyatakan perasaannya tadi kepada Billy?".Diana mengangguk dengan ringan, membuka mulutnya dan menceritakan apa yang diceritakan oleh dani, tetapi dia menyembunyikan beberapa cerita bahwa Billy menunggu seorang perempuan selama bertahun-tahun dan dia sendiri tau siapa perempuan itu yaitu Novita, tetapi dia tidak ingin mengungkapkanny sekarang lebih baik dia simpan dulu kenyataan itu dan lihat apakah

  • Pernikahan tidak selalu indah   Kenapa kamu bepikir seperti itu?

    Setelah Billy melepaskan bibirnya dari bibir Novita, perempuan yang berada dipelukannya menjadi terengah-engah dan kakinya menjadi lunak seperti jelly untung saja ada tangan Billy di pingangnya yang menahannya dengan erat jika tidak dia akan terjatuh.Billy hanya bisa tersenyum tanpa daya sambil manahan tubuh Novita, dia mendekatkan bibirnya ketelinga Novita sambil berbisik, "Maaf".Novita tidak tau ingin tersenyum atau menangis dia memang menerima ciuman yang terlalu ganas oleh Billy tetapi dia juga tidak bisa menanggung malu karena masih ada dua orang berada dibelakang mereka sedang terdiam dan dia tidak tau ekspresi apa yang mereka berdua miliki sekarang apa terkejut atau hanya diam sambil menatap mereka.Dan ucapan Billy tadi membuat telingannya gatal, karena dia merasakan nafas hangat menyapu telingannya membuatnya geli dan juga sedikit malu, juga membuat wajahnya menjadi panas, dan memerah, dia menjadi malu sekarang, untuk kata-kata Billy tidak dia jawab s

  • Pernikahan tidak selalu indah   Apa ini penyakit yang serius?

    Ketika mereka berdua sampai diruangan, mereka meihat Diana yang terbaring lesu diatas kasur sengan wajah yang terlihat pucat, Novita yang terkejutdan ada sedikit rasa khawatir dengan keadaan temannya itu langsung berjalan dengan terburu-buru menuju kasur tempat Diana berbaringan sekarang.Diana yang melihat Novita mendekat hanya bisa tersenyum lemah, dia tidak mengatakan apa-apa membuatnya semakin khawatir, dia duduk ditepi kasur sambil berkata dengan lembut, "Na kenapa wajahmu pucat... apa sakit perutmu dan mual kamu kambuh lagi?".Kata-kata terkahir diucapakan Novita dengan sangat pelan dan bahkan Billy dan Nathan tidak mendengar apa yang dia ucapkan.Diana mengangguk sambil tersenyum sedikit kearah Novita yang sekarang sedang duduk disebelahnya, Novita hanya bisa menghela nafas sambil melihat perempuan yang berbaring disebelahnya,sambil membalas senyuman Diana dengan tersenyum kembali.Tatapan mata Nathan hanya terpaku kearah Diana sejak tadi, dia sang

Bab terbaru

  • Pernikahan tidak selalu indah   Cerita Tambahan

    Sembilan bulan telah berlalu sejak kejadian itu, Diana lambat laun sudah menerima semua kenyataan itu, untuk kedua orang tua yang sudah merawatnya dia tidak pernah menemui mereka lagi sejak itu, yah mereka juga tidak berada di indonesia untuk saat ini ataupun sembilan bulan lalu.Dia hidup dengan bahagia karena dia sudah tau semuanya dimasa lalu dan dia merasa perasaan dan hatinya sudah terisi semua saat ini, Karena sejak saat itu pertemanannya dengan Kirana menjadi sangat baik, bahkan mereka tidak menjadi musuh lagi, tapi sayangnya Kirana sekarang tidak berada di indonesia dia kembali keluar negeri.Diana sekarang sedang berada dirumah sendirian, tetapi dia sedang asik menatap layar ponselnya dengan tersenyum, karena dia sedang membalas pesan teks temannya yaitu Novita, dia ingin mengajak Diana untuk membantunya memilih baju pernikahan, saat menerima pesan itu dia sangat bersemangat dia juga ingin tau baju pengantin apa yang bagus dipakai oleh temannya ini.Beberapa seminggu yang lal

  • Pernikahan tidak selalu indah    Tapi Inilah kenyataannya (Akhir)

    David dan Kirana masih berada didalam mobil, Kirana melirik david dari sudut matanya dan berkata dengan nada ringan, "David aku sudah memutuskan, sepertinya aku ingin mejelaskan semua hal yang kutahu kepada Diana dan beberapa dendam dan kenyataan yang harus dia tau, agar kami tidak salah paham lagi dan aku tidak mau menyimpan dendam lagi dengan Diana."David menganggukan kepalanya, menatap Kirana dan berkata dengan lembut, "kamu ingin memberitahunya kapan?".Kirana berpikir selama beberapa saat setelah itu dia balas menatap David dengan berkata, "Sepertinya besok, lebih cepat lebih baik dan besok juga hari libur."David tersenyum sedikit dan berkata dengan nada biasa, "Oke, dan kamu ingin berbicara empat mata saja dengan Diana?".Kirana menggelengkan kepalanya perlahan-lahan, dan menjawab dengan ketegasan dimata putih hitamnya, "Tidak, aku akan mengajak Diana, Novita, Nathan, kamu, dan Rama."Mendengar ucapan Kirana membuat David seketika terkejut, dia tidak tau kenapa Kirana harus me

  • Pernikahan tidak selalu indah   Aku berjanji mas

    Diana bermimpi dia sebuah tempat yang dia rasa akrab, dia menyapu sekelilingnya dia entah kenapa merasa tempat ini sangatlah akrab, dia seperti pernah melihat tempat ini, tetapi dia tidak terlalu ingat di mana dia pernah melihatnya, seperti penuh dengan banyak kenangan, dia mengulurkan tangannya kedepan dan menatap tangannya yang sangat kecil, dia terkejut, dia bingung kenapa tangannya sangat kecil seperti umur 8 atau 10 tahun, menghela nafas dengan kasar, dia hanya bisa menerima kenyataan bahwa dia menjadi gadis kecil sekarang, bahkan dia ingin sekali mencari cermin untuk melihat wajahnya.Tetapi dia juga ingin mencari suaminya, mungkin saja dia bertemu suaminya yang juga menjadi anak kecil seperti dia, apakah itu akan sangat imut?Dia sangat penasaran dan tanpa sadar tersenyum lucu.Sampai seseorang perawat masuk kedalam ruangannya untuk memeriksa keadaanya, perawat itu menatap Diana kecil dia berkata, "Adek apakah kamu masih mengalami pusing kepala?."Di

  • Pernikahan tidak selalu indah   Apa semua kutahu itu salah?

    David mengendarai mobilnya seperti apa yang dikatakan oleh Kirana, saat sampai dipersimpangan jalan, Kirana melihat ada toko yang menjual bunga, dia menoleh kearah David yang duduk disebelahnya, dia juga mendengar David sedang bersenandung tampak bahagia, tetapi dia tidak tau kenapa lelaki itu bisa bahagia, dia melirik David dari sudut matanya dan berkata dengan ringan, "Berhenti." David langsung mengerem mendadak, untung saja Kirana sudah siap dan memegang pegangan mobil yang ada disebelahnya jika tidak, wajahnya sudah menghantam kaca mobil, David yang terkejut itu, langsung menoleh kearah Kirana yang seperti tersenyum tetapi tidak tersenyum menatapnya berkata, "Aku keluar dulu, kamu tunggu disini." David mengangguk, setelah itu Kirana keluar dari mobil dan masuk kedalam toko bunga. Di dalam toko bunga Kirana, membeli sepaket bunga melati sekaligus dengan pandan dan juga air yang berada didalam botol, pemilik toko itu tersenyum kearah Kirana dan berkata, "Apa ini digunakan untuk me

  • Pernikahan tidak selalu indah   Mas berharap kamu memang benar dia

    Nathan yang tampak sangat gugup dan ketakutan terjadi sesuatu dengan Diana, dan tanpa pikir panjang saat melihat rumah sakit, dia langsung menghentikan mobilnya dan membawa Diana secara horizontal untuk masuk kedalam rumah sakit.Dokter dan perawat melihat Nathan masuk, mereka langsung membawa kursi roda, dan Nathan mendudukkan Diana diatasnya dengan lembut, saat sudah melihat pasien di atas kursi roda, perawat langsung membawa Diana yang tidak sadarkan diri ke ruangan UGD.Dan Nathan dengan khawatir menunggu diluar ruangan, dia mondar-mandir didepan pintu, sambil menggigit jarinya, tampak sangat putus asa dan sangat khawatir, bahkan seperti sikap acuh tak acuh dan dingin Nathan, tidak terlihat sama sekali sekarang, hanya digantikan dengan perasaan gugup dan takut diwajahnya.Dia tidak mau memberitahu ibunya kalau Diana sedang ada dirumah sakit, dia ingin memberitahu ibunya saat Diana sudah sadarkan diri, karena dia takut ibunya sangat khawatir.

  • Pernikahan tidak selalu indah   Kirana aku merindukanmu

    Kirana berbalik dan menatap lelaki itu dengan terkejut, penampilan lelaki itu bisa dibilang dia memiliki rambut coklat pendek, dengan kulit putih, dengan wajah tampan, bibir merah, dan gigi putih, mata berwarna coklat, hidung mancung dan setelan baju biasa ditubuhnya, dengan senyum bahagia di wajahnya dia menatap Kirana yang juga berbalik mentapnya. Kirana yang melihat wajah familiar dan senyum familiar itu ingin langsung berbalik dan kabur, tetapi lelaki itu langsung memeluk tubuh Kirana dengan erat ada sedikit rasa sedih dinadanya berkata, "Kirana aku merindukanmu." Merasakan tubuhnya dipeluk dengan erat, kirana langsung mengerutkan kening, Kirana meronta-ronta dipelukan lelaki itu, untuk melepaskannya, tetapi bukannya dilepaskan, lelaki itu memeluknya semakin erat. Kirana tidak tahan lagi dan meraung dengan kesal, "Jonathan kenapa kamu memelukku, lepaskan aku sekarang juga!." lelaki yang bernama jonthan itu, seperti tidak mendengarkan ucapan Kirana dia masih s

  • Pernikahan tidak selalu indah   Apa kamu benar menyukaiku?

    David mengejar Kirana sampai kedepan kafe, tetapi Kirana tidak menyadari bahwa David mengejarnya dan sekarang tepat berdiri dibelakangnya sambil tersenyum menatap bahu Kirana, dia lebih tinggi dari Kirana, jika dijejerkan Kirana tingginya hanya sampai bahunya saja, dia ingin mendekati Kirana dan memeluknya, untuk pertama kalinya dalam hidupnya ingin memeluk seseorang dan melindunginya bahkan ingin merubahnya menjadi lebih baik, untuk masa lalu yang sudah lewat bahkan jika dia dulu membenci perempuan yang ada dihadapannya ini, dia tidak peduli lagi.Karena tujuan utamanya sekarang adalah memiliki perempuan ini sepenuhnya dari hati, pikirin bahkan tubuh, tapi mungkin itu hanya hayalannya saja, setiap dia bertemu dengan perempuan ini dia selalu saja menjauh darinya, seperti tidak memperdulikannya, padahal dia sudah berkali-kali mengejarnya meyatakan perasaannya, tetapi sayangnya perempuan ini tidak peka atau hanya mengira dia berbohong?, Padahal dia sudah mengatakan yang seju

  • Pernikahan tidak selalu indah   Mereka sangat imut

    Ketika mereka sampai jembatan itu sangat sepi bahkan satu orang lewatpun tidak ada sama sekali, tetapi pemadangan diseberang jembatan itu cukup bagus dan juga udaranya sangat sejuk.Nathan yang keluar terlebih dahulu, setelah itu diikuti oleh Diana, yang langsung mengangkat kepalanya sedikit keatas untuk merasakan dan menghirup udara sejuk, dia sekarang sedang berdiri diatas jembatan dengan kedua tangannya menyentuh pinggiran pagar jembatan, Nathan juga berdiri disebelahnya dan menatapnya dalam diam, dia bahagia melihat istrinya yang tampak menikmati tempat ini.Diana menoleh dan menatap suaminya dengan senyum lembut dibibirnya matanya yang tampak meyipit memberikan ilusi, bahwa saat melihat mata itu seseorang yang menatapnya akan melihat perempuan itu sangat bahagia.Tapi memang benar Diana sangat bahagia, karena saat mendengar cerita dan langsung datang ketempatnya langsung benar-benar berbeda, bahkan dia sangat senang bisa tau tempat yang disukai oleh suaminy

  • Pernikahan tidak selalu indah   Perempuan yang selama ini aku tunggu adalah kamu

    Novita yang terkejut karena dilempar oleh Diana, walapun itu tidak sakit, karena Billy dengan cepat menangkap tubuhnya, walapun dia terpana, karena mungkin keinginannya yang terlalu besar dan cepat untuk melindungi Novita dia langsung menangkap tubuh Novita dengan cepat.Novita mencium bau parfum dari tubub Billy yang sangat nyaman, membuatku ketagian dan memeluk Billy semakin erat, Billy yang dipeluk semakin erat oleh Novita membuatnya melebarkan matanya, dia sebenarnya bahagia dipeluk seperti itu oleh Novita, tetapi disisi lain dia takut jika dia dipeluk oleh perempuan yang dia suka terlalu lama, dia takut dia tidak bisa menahan dirinya.Billy mengigit bibirnya keras, seperti menahan dirinya untuk tidak mendorong Novita untuk menciumnya.Setelah lama mereka berpelukan, Novita dengan cepat melepaskan pelukannya dari tubuh Billy, Billy merasa lengannya kosong, dia hanya bisa menghela nafas perlahan, dan menatap Novita yang masih saja tampak merajuk didepannya.

DMCA.com Protection Status