Beranda / Fantasi / Perjuangan Cinta Surga / Part 71 Harapan Dila

Share

Part 71 Harapan Dila

Penulis: Yuni Ayu Izma
last update Terakhir Diperbarui: 2021-10-05 09:32:19

Mama Dila langsung berjalan ke arah Diki dan ia langsung melayangkan pukulan yang bertubi-tubi kepada Diki. "Mama, hentikan jangan sakiti Diki," ucap Novi yang berusaha membujuk Dila yang melanjutkan pukulannya kepada Diki.

"Kami melakukannya atas unsur cinta." lanjut Novi dan Dila menghentikan aktivitasnya yang membuat Diki merasa aman dari amukan mama Dila.

"Benarkah?" tanya Dila menatap ke arah Novi dan Novi tersenyum manis.

"Iya Ma." jawab Novi.

"Alhamdulillah, kalau kalian saling mencintai dan aku setuju kalian menikah secepatnya." sahut Dila.

"Jadi, tanggal berapa kalian akan melangsung acara pernikahan?" tanya Dedi menatap ke arah Diki dan Novi.

"Satu minggu lagi." jawab Diki dengan entengnya tanpa memikirkan bagaimana persiapan pesta pernikahan.

"Secepat itu kah," ucap Novi dengan menyerhitkan keningnya.

 

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

  • Perjuangan Cinta Surga   Part 72 Tetap Bersama

    Hari yang ditunggu telah tiba. Pagi-pagi sekali, Novi telah didandani oleh para tata rias make up artis terkenal di dunia. Mama Dila menginginkan anak dan menantunya tampil sempurna di mata semua orang. Kini, Novi telah mengenakan baju pengantin berwarna ungu Lylac yang warnanya terhits saat ini. Diki yang telah menyelesaikan pakaian pengantin lelaki, ia langsung berjalan menuju ke arah ruang kamar pengantin mereka.Cekrek!Setelah pintu ruang kamarnya terbuka, ia melihat punggung wanita yang menutupi seluruh tubuhnya. Iya, Diki memberikan saran kepada Mama Dila agar konsep pesta pernikahannya bersama Novi lebih prioritas tentang agama Islam dan inilah pilihan hati Diki menatap Novi yang sedang mengenakan gaun pengantin muslim berwarna tosca. Walaupun, Diki belum melihat wajah cantik Novi. Tetapi, ia senang atas keinginannya tercapai.Diki melangkahkan kakinya menuju ke arah Novi. Novi menoleh ke arah belakang, ternyata

    Terakhir Diperbarui : 2021-10-07
  • Perjuangan Cinta Surga   Part 73 Permintaan Papa Dedi

    "Ehem." deheman Dissa berhasil mengalihkan pandangan Diki yang menatap penuh cinta ke arah Novi."Sudah waktunya makan malam, mama menyuruh kita ke ruang makan." Dissa tersenyum manis di depan kedua kakak iparnya.Diki mengangguk cepat dan ia menoleh ke arah Novi."Mari kita makan." ajak Diki sambil menggenggam telapak tangan Novi dengan mesra."Ehem." deheman Dissa berhasil mengalihkan pandangan Diki yang menatap penuh cinta ke arah Novi."Sudah waktunya makan malam, mama menyuruh kita ke ruang makan." Dissa tersenyum manis di depan kedua kakak iparnya.Diki mengangguk cepat dan ia menoleh ke arah Novi."Mari kita makan." ajak Diki sambil menggenggam telapak tangan Novi dengan mesra.Diki dapat melihat dengan jelas senyuman kecut Dissa saat melihat kemesraan dirinya bersama Novi. Dissa seperti obat nyamuk saja yang mengganggu mereka."Ya

    Terakhir Diperbarui : 2021-10-08
  • Perjuangan Cinta Surga   Part 74 Diva Mencari Papa Diki

    Setelah menyelesaikan acara makan malam bersama dan Diki menyetujui keputusan Papa Dedi untuk menginap di mension Richard.Saat ini, Diki berada di dalam kamar pribadinya di mension Richard. Meskipun, sudah satu tahun tidak ditempatinya. Ruang kamarnya tetap bersih dan terawat dengan baik.Diki mendudukkan dirinya di atas kasur empuk dan ia menatap ke sekeliling ruang kamarnya. Diki membiarkan Novi dan kedua anaknya berada di ruang keluarga, ia merasa capek karena mengganti pakaian kedua anaknya yang selalu mau dirinya yang berganti pakaian."Huh, capeknya hari ini. Sebanyak drama yang aku lalui hingga duduk nyaman di ruang kamar lamaku." Diki mengambil foto dirinya yang masih single di atas meja yang terletak di sebelah kasur tidur.Diki tersenyum manis menatap dirinya yang sedang berpose wajah datar dan dingin."Cueknya diriku dulu, dengan memberikan senyuman di depan kamera pun aku tidak mau." Diki menar

    Terakhir Diperbarui : 2021-10-08
  • Perjuangan Cinta Surga   Part 75 Diki Salah Paham

    Di dalam ruangan yang mewah itulah Diki sedang mengamati peninggalan barang-barang yang diberikan oleh mantan kekasihnya. Sebenarnya. Diki heran dengan dirinya yang tertarik menyimpan kenangan pahit itu. Diki rela mengangkut semua barang itu untuk ia bawa ke rumah kedua orang tua kandungnya.Diki membuang nafas kasar dan ia memejam kedua matanya sejenak."Ada apa denganku? Kenapa aku suka menyimpan benda rongsokan ini." lirih Diki.Entahlah, ada rasa bimbang di hati kecil Diki yang tanpa menyadari masih ada rasa cinta pada Mega."Ayolah Diki! Jangan berlarut dalam masa lalu yang suram. Bukan kamu yang meninggalkannya. Justru, Mega yang sengaja mengkhianatimu. Lupakan dia, jangan pernah memuja wanita lain kecuali istri sahmu." batin Diki untuk menyemangati diri sendiri.Diki mendengar samar-samar suara cadel dari luar ruangan, lantas, Diki langsung melangkah keluar dari ruangan dan ia melangkahkan kaki menja

    Terakhir Diperbarui : 2021-11-16
  • Perjuangan Cinta Surga   Part 76 Resiko Bercerai

    Novi yang merasa diacuhkan oleh Diki, ia benar-benar menyesal mengatakan kata tajam kepada Diki."Aku menyesal atas perkataanku dapat menyakiti hatinya." batin Novi menundukkan kepalanya."Mama...""Aunty..."Novi mengangkat kepalanya menuju ke arah sumber suara cadel. Disana, ia melihat kedua anak kembarnya dan anak dari Dissa berjalan cepat menuju mendekatinya."Mama, kenapa duduk sendirian disini," ucap Diva seraya menyerahkan air putih kepada Novi."Mama capek saja." sahut Novi memberikan senyuman tulus pada Diva, Dino dan Dandi."Aunty, mama aku buatin makanan kebab dan teh poci. Enak banget harumnya, ayo kita kesana." Ajak Dandi sambil menarik lengan tangan Novi. Sehingga, pemilik tangan pun memilih berdiri dari duduknya."Iya sayang, Aunty mau mencoba masakan mama kamu." Novi mengikuti langkah kaki kecil dari ketiga anak kecil yang berjalan lebih dulu dari dirinya.Langkah kaki memasuki ruang dapur yang dimana sudah

    Terakhir Diperbarui : 2021-11-17
  • Perjuangan Cinta Surga   Part 77 Diki Menemukan Novi dan Kedua Anaknya

    Setelah mendengar nasehat dari Dissa agar melupakan masa lalunya dan tidak menyakiti Novi. Diki berinisiatif ingin merencanakan sesuatu. Walaupun rencananya kali ini sedikit mainstream tapi Diki harus melakukannya."Aku memang mencintai Novi dan memiliki kedua anak dari rahimnya. Tapi, aku berhak untuk menguji cintanya padaku." batin Diki.Diki menghabiskan air minumnya dan ia pamit undur diri pada keluarganya. Diki bangun dari duduknya tapi sebelum melangkah menuju ke arah anak tangga, Diki menghentikan langkah kakinya sejenak di tempat kursi duduk Novi. Diki ingin mengajak Novi untuk berbicara empat mata di ruang kerjanya.Kelihatannya Novi mengikuti keinginan Diki dan Diki melanjutkan langkah kakinya menuju anak tangga.Cekrek!Diki membuka pintu di ruang kerjanya yang terlihat sebuah kursi kebesarannya, meja kerja yang diletakkan dengan laptop dan printer, lemari kaca, sofa untuk bersantai

    Terakhir Diperbarui : 2021-11-25
  • Perjuangan Cinta Surga   Part 78 Novi Pergi

    "Papa!" panggil Dino dan Diva secara bersamaan.Dino dan Diva turun dari kursinya, mereka berlari kecil menuju ke arah Diki. Diki melihat kedua anaknya yang memeluk kakinya, Diki menundukkan kepalanya menatap kedua anaknya dan ia mengelus kepala anaknya dengan sayang."Anak Papa yang pintar, kalian sudah makan?" ucap Diki bertanya pada kedua anaknya."Sudah Pa, Diva sama Dino ditraktir sama om Dimetri." sahut Diva jujur begitupun dengan Dino mengarahkan mainan baru untuk dilihat oleh Diki."Aku juga dibelikan mainan baru, Pa." balas Dino membuat Diki benar-benar geram dengan sikap Novi yang berani menerima pemberian orang lain.Diki tidak ingin melihat kedua anaknya takut dengan dirinya. Diki memanggil dua bodyguard dari empat bodyguard untuk menyuruh kedua anaknya untuk menunggu di dalam mobil dulu."Kalau anak Papa, sudah makan. Lebih baik kalian masuk ke dalam mobil dulu. Papa ingin

    Terakhir Diperbarui : 2021-11-25
  • Perjuangan Cinta Surga   Part 79 Membawa Novi Pulang

    Setelah puas menatap ruangan mewah disekelilingnya. Diki pun berjalan dengan gontai ke arah kamarnya, namun melihat kini tertuju pada pintu kamar yang dulu pernah di tempati oleh Novi. Dengan perlahan-lahan Diki pun membuka pintu kamar itu dan menampilkan lampunya, Diki menatap kesekeliling kamar itu. Kamar yang terlihat kosong karena barang-barang dan pakaian Novi sudah di pindah ke kamarnya setelah menikah.Tatapan mata Diki pun terhenti di laci sebelah tempat tidur yang terlihat sedikit terbuka, di bukanya laci itu ada kertas di atas sebuah kotak kecil. Diki pun membuka selembaran kertas tersebut yang ternyata merupakan tulisan dari Novi. 'Untuk Tuan muda Diki yang terhormat.'"Jika Tuan Diki sudah menemukan kertas ini berarti Tuan sudah mengingatku, karena Tuan sudah mencari sampai ke kamar ini (jangan marah Tuan aku hanya bercanda hehehe...). Tuan maafkan aku yang harus pergi tanpamu, aku harus pergi untuk pergi menepati janji

    Terakhir Diperbarui : 2022-01-15

Bab terbaru

  • Perjuangan Cinta Surga   Part 100 Mencintai Selama-Lamanya - Epilog

    "Tapi aku tetap menginginkannya! Dan ingin sekali bertemu dan meminta pada Beri. Tapi, Kak Beri melarangku untuk pergi kekampus selama tiga hari." keluh Mini. "Kau tenang saja! Masalah Beri biar aku yang menanganinya," ucap Novi. "Besok aku yang akan meminta maaf kepada kamu sekaligus berterima kasih kepada kamu." "Benarkah?" tanya Mini, yang dijawab anggukan kepala oleh Novi. "Terima kasih Novi, aku sangat beruntung bisa memiliki sahabat sepertimu." tubuh mini memeluk Novi. "Aku juga beruntung memiliki sahabat sepertimu." balas Novi, dengan tersenyum. Sementara itu dari kejauhan, Pak Lang menatap pada Nona Mini dan Nona Novi yang sedang berbicara.Dengan tersenyum, Pak Lang langsung melaporkan kejadian yang dilihatnya kepada Nyonya Dila. Karena sudah menjadi tugas Pak Lang untuk melaporkan segala sesuatu yang terjadi dimansion utama tanpa ada yang disembunyikan. keesokan harinya, seperti yang sudah terlihat Novi kepada Mini. Saat ini Novi sudah

  • Perjuangan Cinta Surga   Part 99 Kau Tidak Mencintaiku

    Akhirnya Mini dan Rangga pulang ke mension dan sepertinya dewa Fortuna tidak berpihak pada Rangga. Perlahan Mini membuka pintu kamar mandi, sambil menyembunyikan tubuhnya dibalik pintu. Sebab, ia merasa malu dengan tubuhnya yang tidak mengenakan apa pun. "Kak, aku menstruasi."lirih Mini. "Menstruasi?"tanya Rangga sambil berfikir dan langsung menepuk keningnya saat sadar apa dari kata menstruasi. "Kenapa sekarang harus keluar? Apa tidak bisa dihentikan dulu?"keluh Rangga menatap kearah miliknya yang masih berdiri tegak karena belum tersalurkan sama sekali. "Dihentikan? Memangnya air yang bisa dihentikan!" Sungut Mini.*** Mension Keluarga Richard. Novi yang baru pulang dari kantor bersama Diki, langsung ditarik oleh Mini kehalaman belakang mansion. Mini sudah tidak sabar untuk menceritakan semua yang terjadi pada hari ini. Dari sejak kejadian dikampus, sa

  • Perjuangan Cinta Surga   Part 98 Cinta?

    keesokan harinya.  Rencana yang sudah disusun rapi dari kemarin oleh Diki, Novi, Mini dan Beri langsung dijalankan oleh Beri dan juga Mini.  Di area kampus, mereka selalu jalan berdua.  Membuat semua mahasiswa yang lain ikut iri dengan wanita Beri yang bisa jalan bersama blasteran secantik Mini.  Sedangkan Beri yang selalu bercita-cita memiliki seorang istri blesteran agar bisa mengubah keturunannya, merasa sangat bahagia dekat dengan Mini.  Walaupun kedekatan mereka hanya karena sebuah misi, tapi Beri berusaha untuk menjadi teman dan sahabat yang baik untuk Mini.  Sementara itu diperusahaan Dimitri.  Rend. Rangga kembali mendapatkan informasi dan foto-foto Mini dengan seorang pria.  "Ini kan pria yang kemarin?"  gumam Rangga menatap foto Mini bersama Beri yang sedang duduk di kursi taman kampus.  Rangga terdiam sewaktu-waktu dan langsung meletakan ponselnya.  Ada perasaan marah dalam diri Rangga saat melihat Mini kembali dekat dengan pria yan

  • Perjuangan Cinta Surga   Part 97 Membantu Mini

    Kafe Buaya DaratSetelah sempat mengunjungi halaman parkir kampus. Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke cafe Buaya Darat yang berada di jalan JI. Senopati yang tidak jauh dari tempat kampus tersebut. Mereka berempati berbicara dengan sangat serius, terutama Novi yang sangat bersemangat untuk menjalankan misi yang ada di kepalanya. "Jadi, bagaimana Ber?" tanya Novi. "Kau mau membantu Mini?" pinta Novi dengan wajah yang penuh harap. Beri menatap kearah Novi dan Mini secara bergantian, lalu menghela nafasnya dengan berat. "Kenapa setiap kali bertemu denganmu, aku selalu dimintai tolong!" gumam Beru dengan menggarukan kepalanya yang tidak gatal. "Tapi Nov, kalau pun Beri mau membantuku untuk membuat Kak Rangga cemburu. Bagaimana caranya?" tanya Mini. "Kita tidak boleh membawa orang luar kedalam mansion utama? Lalu, bagaimana bisa Kak Rangga melihatku dengan Beri?" tanya Mini dengan mengerutkan kening

  • Perjuangan Cinta Surga   Part 96 Diki Dan Novi Memperhatikan Mini Tertawa Lepas

    Tiga hari kemudian. Novi yang diperbolehkan untuk ikut kekampus Mini, merasa sangat bahagia karena akhirnya bisa terbebas dan tidak berada didekat Diki. Namun rasa bahagia itu lenyap seketika saat Novi memasuki mobil yang ternyata sudah ada Diki yang duduk di kursi penumpang dengan gaya coolnya. "Aku kira kau tidak ikut bersama kami!" gerutu Novi pada Diki, sambil menatap malas menjnu suaminya terlihat datar tanpa ekspresi apa pun. Sementara Mini sudah duduk didepan bersama dengan Leo yang menyetir mobil. "Mana mungkin aku membiarkan istri tercintaku pergi sendirian!" Dafa menatap kearah Novi dengan seringai licin diwajahnya."Kau itu tidak bisa membedakannya ya! Mana yang pergi sendiri? Mana yang pergi berdua? Aku kan pergi bersama Mini!" protes Mini dengan mengerucutkan keinginannya. "Sayang kau jangan protes! Atau kita akan pergi ke kantorku saja!" ancam Diki. "lya... Iya. Tapi kau tunggu di mobil! Jangan

  • Perjuangan Cinta Surga   Part 95 Benar Apa Salah?

    "Ah iya, boleh aku minta susu hangat."  pinta Novi.  "Susu hangat?" tanya Pak Lang dengan tatapan heran karena setahu Pak Lang, Nona Novi tidak suka susu. "Pak Lang!"  seru Novi.  "Baik Nona."  Pak Lang langsung berjalan kedapur.  "Aman." Novi mengusap punggungnya,l dan bersiap kembali untuk menguping.  "Apa mereka sudah tidur ya?"  gumam Novi karena dari tadi tidak mendengar apapun dan dari arah belakang, Novi merasa bahunya di tepuk oleh seseorang.  "Taruh saja di meja Pak,"  ujar Novi tanpa menengok kearah belakang.  Namun bahunya kembali ditepuk dari belakang.  Membuat Novi merasa sangat kesal.  "Aku sudah bilang taruh saja di --" Novi langsung terdiam saat melihat orang itu yang menepuk bahunya adalah Diki.  "Sayang." Novi langsung tertawa dengan kaku.  "Sedang apa kau disini?"  tanya Diki dengan dingin.  "Aku... Aku sedang menguping."  jawab Novi sambil berl

  • Perjuangan Cinta Surga   Part 94 Kamu Membutuhkan Sesuatu?

    "Aku tidak peduli? Yang aku inginkan hanya satu anak darimu, tidak peduli kau mau atau pun tidak."  Diki mulai mencium leher Novi dengan sangat lembut.  "Diki!" pekik Novi dengan merasa geli.  "Tapi, kau harus meminjam dulu, bahwa kau hanya meminta satu anak dariku."  "Aku janji satu dulu, setelah lahir kita bikin yang ke dua."  Diki membawa Novi dan menghempaskan di atas tempat tidur.  "Itu bukan satu, kau curang!" protes Novi.  "Kau kan yang bilang sendiri padaku, sepuluh anak pun kau sanggup untuk memberikannya padaku."  "Tapi kan, aku bilang kalau umurku sudah--" perkataan Novi terhenti saat bibir Diki memagut ini. Tok! Tok!Suara ketukan pintu membuat Diki dan Novi menikmati ciumannya.  "Tuan ini aku."  seru Leo dari luar pintu kamar.  "Sayang ada Leo," Diki pun langsung bangkit dan menikmati pakaiannya yang acak-acakan.  Menuju ke arah pintu.  "Bagaimana?"  tanya Diki. 

  • Perjuangan Cinta Surga   Part 93 Tolong Beri Aku Anak Lagi

    "Ada banyak faktornya, apa istri tuan menggunakan kb? Entah itu suntik kb atau minum pil kb atau kb yang lainnya?" tanya Dokter Maya. Diki pun langsung memberikan tatapan tajam pada Novi. "Apa kau menggunakan kb?" tanya Diki. "Ak-aku..." Novi merasa binggung harus menjawab jujur ​​atau bohong. "Kalau kau berbohong, aku tidak akan pernah memaafkanmu!" ancam Diki mencengkram tangan Novi."Aku-aku pakai suntik Kb." jawab Novi dengan ketakutan dan menundukkan kepalanya. Diki yang mendengar pengakuan Novi, ia langsung terkejut dan semakin mencengkram tangan Novi dengan kasar. "Sakit Diki," ucap Novi pelan yang mulai merasa sakit karena cengkraman tangan Diki yang menguat. Tanpa banyak berkata Diki langsung menarik Novi keluar dari ruangan Dokter Maya. Novi yang merasa ketakutan hanya bisa mengikuti Dafa dengan langkah-langkah yang terseret-seret. Sementara Dokter Maya yang melihat apa yang terja

  • Perjuangan Cinta Surga   Part 92 Kenapa Istriku Belum Hamil Lagi?

    "Ya kan Min?" tanya Novi pada Mini. "I-iya," jawa Mini. Dengan takut karena Kak Rangga pun menatap kearah dirinya dengan tajam. "Woi bro, apa kalian tahu kalau dua wanita ini sudah punya suami?" tanya Rangga dan langsung menggeser pria yang disebelah Mini dengan satu tangan. Kini Rangga duduk di samping Mini dengan melihat menuju pria yang kini duduk disebelahnya. Novi yang tahu kalau Diki sedang marah pada kedua pria tersebut, langsung menyuruh mereka untuk pergi. Namun pria yang disamping Novi tidak peduli, pria tersebut justru berani menatap kearah Diki dengan tajam. "Kalau sudah punya suami memangnya kenapa? Kalian hanya Bule nyasar di negara kami. Jadi, pergilah!" usir pria tersebut dengan tegas. Diki yang sudah mulai emosi, berusaha memukul pria yang tadi berbicara sombong kepadanya. Namun Rangga dan Novi langsung mencegahnya, Rangga yang sudah lebih berpengalaman pada masalah

DMCA.com Protection Status