Share

Bab 6

Author: Fortunata
last update Last Updated: 2023-01-06 10:03:50

Anna merasa haus. Akan tetapi, badannya juga tidak mengizinkan Anna beranjak dari tempat tidur. Kasur ini seolah memiliki magnet, Anna benar-benar di posisi yang sangat nyaman dengan bantal guling dalam pelukannya. Meski fisiknya nyaman dan tenang, suasana hati Anna seperti petasan yang meledak-ledak. Ia terus terngiang-ngiang sentuhan bibir Alex yang lembut. Anna benar-benar ingin berteriak sekarang juga, ia senang sekaligus gugup, bagaimana ia harus bersikap di depan Alex.

Usai pemberkatan pernikahan dan penobatan, mereka mengadakan perjamuan untuk para rakyat dan baru saja selesai sekitar setengah jam lalu. Sekarang, waktu sudah menunjukkan pukul 23:00. Sepanjang perjamuan, mereka berdua tak memiliki kesempatan untuk berbincang. Para pekerja istana dan rakyat selalu mengajak mereka untuk berinteraksi nyaris tanpa henti. Meski lelah, Anna bahagia pernikahannya mendapat berkat dari banyak orang. Ia tak berhenti untuk tersenyum.

“Lex, boleh minta tolong ambilkan air putih?” tanya Anna pada Alex yang baru saja membuka pintu kamar tidur mereka.

“Okeee…” kata Alex yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk. Meski agak heran karena permintaan mendadak Anna, Alex tetap mengambilkan segelas air putih untuk sang istri.

Anna refleks meminta tolong Alex untuk mengambilkan air. Mendengar langkah kaki yang tertuju ke kamar mereka membuat otak Anna bekerja ekstra berpikir harus bagaimana terhadap Alex. Akhirnya, hanya kalimat itu yang terucap dari mulutnya.

“Terima kasih,” kata Anna sambil menerima gelas berisi air dari suaminya.

“Na… Aku akan tidur di sofa, kau bisa beristirahat dengan nyaman.”

'Deg!'

Anna sangat terkejut.

Alex tak menginginkanku? - pikir Anna.

“Kenapa? Mengapa kau tidak tidur di sampingku?” tanya Anna dengan mata berkaca-kaca, ia hampir menangis.

Alex hanya diam dan menatap Anna sedih.

“Tidurlah, kau pasti lelah,” ujar Alex berbalik badan menuju sofa.

“Alexander von Pieterburg, aku akan sekali lagi mengulang pertanyaanku. Kenapa kau tak tidur disampingku?”

Anna mencengkram kuat lengan baju Alex dengan masih duduk di tempat tidur. Bertahun-tahun mengenal Anna, Alex sangat paham bahwa ketika Anna menyebut nama lengkap seseorang, perempuan itu sedang sangat marah.

“Kalau kau tetap pergi tidur di sofa tanpa memberi penjelasan apapun padaku, aku pastikan dokumen pengajuan cerai kita akan ada di mejamu besok pagi. Kau orang yang paling tahu bahwa aku tak pernah main-main dengan perkataanku,” kata Anna tenang. Meski Anna tak mengatakannya dengan nada tinggi, Alex paham bahwa ini adalah ancaman dari istrinya. Alex pun menoleh dan menatap Anna lama sebelum akhirnya duduk.

“Aku benar-benar takut ketika kau memasang wajah seperti itu.”

Anna diam, dia tidak butuh pengalihan topik ataupun basa-basi. Dia hanya butuh penjelasan mengapa suaminya itu enggan tidur disampingnya.

“Akkuuu… takut akan menyakitimu,” kata Alex.

“Menyakitiku, memang apa yang akan kau lakukan?”

“Aku… tak akan melakukannya.”

“Oke, akan kuganti pertanyaannya. Memangnya apa yang ingin kau lakukan sehingga akan menyakitiku?”

Wajah Alex memerah, pria itu juga menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Tunggu, jangan-jangan maksudmu?.…..”

Anna tak sanggup melanjutkan kalimatnya. Sepertinya Anna mulai mengerti apa maksud Alex. Wajah Anna juga mulai memerah.

“Kau pasti sangat lelah, Na. Selain itu, aku juga tak ingin memaksamu melakukan itu dengan orang yang tak kau cintai, jadi aku akan menunggu,” kata Alex.

Mengetahui Alex yang tak sadar bahwa Anna mencintainya, membuat Anna berpikir untuk sedikit menjahilinya.

“Benar kau akan menunggu? Bagaimana kalau dalam setahun atau dua tahun kemudian kau masih harus menunggu?” tanya Anna seraya mendekatkan wajahnya pada Alex.

Alex spontan menjauh. Namun semakin ia menjauh, Anna semakin mendekatkan wajahnya. Wajah Alex terlihat begitu imut sekarang.

“Tak masalah, kau akan di sisiku setiap hari. Itu lebih dari cukup.”

“Kau tak memiliki keinginan untuk merayuku agar aku menyukaimu lebih cepat?”

“Akuuuu… tak ingin memaksamu. Kau boleh melakukan semua yang sukai, termasuk jika itu berarti kau tidak mencintaiku. Kau sudah melalui tahun-tahun penuh tekanan, aku tak ingin kau mengalami itu lagi. Aku sungguh berharap kau bahagia, Na.”

Air mata Anna mulai mengalir. Ternyata pria ini benar-benar mencintainya.

“Na… Kau kenapa? Heiiii… jangan menangis,” ucap Alex lembut. Dia pun mulai memeluk Anna dan menepuk-nepuk pundaknya pelan. Anna menangis tersedu-sedu dalam pelukan suaminya.

“Lex, apa kau mencintaiku?” tanya Anna setelah tangisnya berhenti.

“Kenapa kau diam?” tanya Anna lagi setelah tak mendapat jawaban dari Alex.

Anna melepaskan pelukan suaminya. Wajah Alex murung.

“Bisakah aku tak menjawabnya?” tanya Alex.

“Kenapa?”

“Karena jawabanku akan membebanimu, Na.”

“Aku mencintaimu bodoh! Akan kutanya sekali lagi, apa kau mencintaiku Alexander von Pieterburg?”

“Na, aku tak salah dengar kan? Baru saja kau bilang kau mencintaiku kan?”

“Ya, aku mencintaimu, bahkan sudah sejak lama. Mengapa kau tak sadar itu? Kau sadar bahwa Valencia menyukaimu tapi tak menyadari perasaanku padamu?”

“Valencia terlalu berambisi, terlihat jelas apa yang dia inginkan. Sementara kau, aku tak bisa menebak apa yang kau pikirkan. Kau senang dan menangis seperlunya, kau memperlakukanku sama dengan orang lain.”

Anna tak bisa menyangkal itu, dia memang memperlakukan Alex sama seperti teman sekolahnya yang lain. Ia sebisa mungkin menyembunyikan perasaannya. Jika tidak, Ratih tak akan segan untuk mencambuknya.

“Sebisa mungkin aku memang tak ingin orang-orang di kediaman Sanjaya mengetahui perasaanku, Lex. Apalagi Valencia suka padamu, hanya akan menambah masalah di kehidupanku yang sudah penuh dengan masalah itu. Justru aku terkejut kau menyukaiku. Aku mengira kau tak menganggapku spesial, kau saja membalas pesan w******p ku paling cepat tiga hari.”

“Aku bersekolah di darat sambil mengurus kerajaan, aku menghubungimu secepat yang kubisa. Namun ternyata paling cepat itu tetap membutuhkan tiga hari.”

“Para dayang bercerita bahwa kau sudah menyukaiku sejak dulu. Berarti ucapan mereka benar?” ucap Anna tersenyum jahil.

“Jika kau sudah tahu, mari kita sudahi obrolan ini sekarang. Pria ini sudah menyukaimu sejak lama, dia tidak akan bisa tahan lebih lama lagi melihat wanita yang ia cintai mengenakan baju mini dan tembus pandang itu. Mari kita tidur.”

“Aku tak ingin tidur.”

“Karena aku tidur di sofa?” tanya Alex.

“Baiklah, aku akan tidur di sampingmu,” lanjut Alex setelah tak mendapat jawaban apapun dari Anna.

“Aku menginginkanmu,” jawab Anna. Ia melingkarkan tangannya ke leher Alex dan duduk di pangkuan suaminya. Anna dapat merasakan ada sesuatu dari balik celana Alex yang membesar.

“Kau akan kesakitan besok.”

“Cium aku,” kata Anna dengan tatapan menggoda.

Alex menyambut permintaan Anna dengan senang hati. Tak hanya bibir yang ia lumat habis, ia bahkan meninggalkan jejaknya di tubuh Anna sebanyak yang ia bisa.

***

Anna melewatkan sarapan, pinggang dan area kewanitaannya sakit luar biasa. Sepanjang pagi Anna sudah merintih dan menangis. Anna juga melarang Alex untuk memanggil dokter, dia malu jika ada yang tahu dirinya sakit karena malam panas yang telah dilalui dengan suaminya.

“Kau masih bisa tersenyum setelah membuat istrimu kesakitan seperti ini?” tanya Anna sambil mencubit pipi suaminya dengan kencang.

“Hehehe.”

Alex yang baru selesai meletakkan gelas bekas minum Anna ke meja kecil sebelah tempat tidur mereka, perlahan menindih tubuh mungil istrinya.

“Berraaattt, Lex. Kau tak sadar bahwa tubuhmu lebih besar dariku?” tanya Anna dengan bibir yang sudah mengerucut.

Alex pun kembali menautkan lidahnya dengan lidah sang istri. Bibir Anna sudah merah dan bengkak karena ulahnya.

“Tentu aku sadar bahwa aku lebih besar darimu. Tapi aku suka begini, aku paling suka berada di atasmu. Aku bisa melihat wajahmu sepuasnya. Na, aku sangat merindukanmu. Bertahun-tahun kita tidak bertemu. Aku akan benar-benar gila jika tahun ini kau belum berusia 21.”

“Bohong, kau bahkan menyuruhku mempertimbangkan ulang untuk menikah denganmu,” kata Anna sedih.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Related chapters

  • Pengantin sang Raja Naga   Bab 7

    Alex diam, ia tak menanggapi kalimat Anna. Alex menduga istrinya sedang manja dan ingin mendengar kalimat-kalimat gombal. Jika kondisi Anna diterjemahkan ke dalam bahasa anak-anak kekinian Jakarta, tipe bahasa cinta atau yang lebih dikenal sebagai ‘love languange’ Anna adalah ‘Words of Affirmation’. Alex merasa bahwa ia tak perlu lagi mengulanginya. Sebelum menikah, ia sudah mengutarakan bahwa tak ingin Anna berada dalam bahaya sehingga bersedia ditolak. Alexander tetap berpendirian bahwa 'bertindak' adalah bukti cinta yang sempurna, ia tak suka jika harus banyak bicara, terutama mengulang kalimat yang sudah pernah ia katakan.Alex pun hanya membenamkan kepalanya di pundak Anna dalam keadaan masih menindih istrinya. Tak hanya itu, Alex juga meletakkan tangan Anna dikepalanya untuk diusap-usap. Melihat tingkah manja suaminya, pipi Anna seketika membentuk gelembung tanda merajuk.“Karena kau tak menjawab pertanyaanku, aku tak mengizinkanmu untuk mencium dan melakukan hubungan suami-istr

    Last Updated : 2023-02-05
  • Pengantin sang Raja Naga   Bab 8

    “Iii…ini… benar bayi Yang Mulia,” ucap seorang wanita paruh baya ketakutan berhadapan dengan Alex. Mendengar kabar mengejutkan tadi, Alex dan Anna langsung menuju tempat wanita yang Diego maksud berada. Di sinilah mereka, ruang kerja Alex. Ruangan luas serba coklat dengan satu meja, kursi dan dua sofa. Anna langsung menatap Alex sinis seolah meminta penjelasan apa maksud dari semua ini. Alex pun memegang tangan Anna, malangnya, langsung mendapat penolakan dari wanita itu. “Kau sudah siap menerima hukumanmu kan wanita tua?” tanya Alex tenang. “Aaa… Apa maksud Yang Mulia? Anak perempuan ini benar adalah darah daging Yang Mulia,” jawab wanita itu dengan tangan gemetar. Keringat dingin bahkan membanjiri wajah dan lehernya. Bayi yang tidur tentram di pelukan wanita itu pun ikut terguncang. “Dia bukan anakku. Aku tak pernah berhubungan dengan wanita selain istriku. Jelas sekali kau berbohong. Sekarang ceritakan padaku yang sebenarnya. Siapa bayi ini dan mengapa kau menyebutnya sebagai

    Last Updated : 2023-02-05
  • Pengantin sang Raja Naga   Bab 9

    Di tempat tidur, Anna terlihat sedang tidur pulas. Alex hanya ingin memandang istrinya dan berniat tidur di ruangan lain hari ini. Alex khawatir Anna masih belum siap bertemu dengannya.“Mengapa kau hanya diam di sana seperti orang bodoh?” tanya Anna.Anna yang semula berbaring dengan posisi miring, beranjak untuk duduk. Di tengah cahaya malam yang masuk ke kamar melalui jendela besar kamar mereka, Anna duduk di tempat tidur dengan selimut menutupi kakinya. Wajahnya pun terlihat lelah.“Kau berantakan sekali, mandilah dulu. Setelah itu, baru kita bicara,” kata Anna memandang suaminya yang masih berdiri di depan pintu.“Aku mandi dulu,” jawab Alex pelan dan melangkah keluar kamar.Begitu suara langkah kaki Alex menjauh, rasa tegang Anna baru menghilang. Anna masih sangat takut dengan kejadian tadi siang.Anna sudah sering melihat para pria dan wanita muda berhalusinasi akibat pengaruh narkoba hingga overdosis. Tak berhenti di sana, Anna juga sering berinteraksi dengan rentenir, preman,

    Last Updated : 2023-02-05
  • Pengantin sang Raja Naga   Bab 10

    “Masih belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Suatu hari, bangsa duyung mulai menawarkan kerja sama untuk menghancurkan dunia manusia pada ketiga kerajaan lainnya. Akan tetapi, semua itu ditolak karena bertentangan dengan keinginan para dewa-dewi pencipta. Sehari setelah penawaran kerja sama berlangsung, titah dewa turun pada orang terpilih di masing-masing kerajaan. Semua isinya sama, tak boleh memulai perang untuk menghancurkan manusia,” jelas Theo panjang lebar. Pria itu kini sudah berdiri di samping Julie, tepatnya di samping kanan depan kursi Anna. “Hanya dengan penawaran kerja sama, mengapa mereka harus dijadikan musuh?” tanya Anna dengan kedua alis yang sudah berkerut. Theo dan Julie menghembuskan nafas kasar bersamaan, sementara Diego hanya bergeming. Anna tentu kebingungan melihat tingkah mereka. “Setelah penawaran ditolak, mereka menyerang semua kerajaan. Mereka tak begitu kuat dulu. Akan tetapi, mereka berhasil mencuri buku sihir terlarang d

    Last Updated : 2023-02-15
  • Pengantin sang Raja Naga   Bab 11

    “Masih belum menghasilkan apapun. Satu-satunya hal yang kuketahui hanya pelaku yang merupakan duyung muda, selain itu tak ada lagi. Hal yang bisa kita lakukan sekarang adalah memperketat penjagaan sambil terus berusaha,” jawab Alex. Ia benar-benar terlihat lelah. “Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu. Kau bisa melanjutkan pekerjaanmu,” kata Anna sambil mengemasi buku dan alat tulisnya yang juga dibantu oleh Julie. Masih saja dengan wajah cantik yang datar tanpa ekspresi. Melihat itu, Alex benar-benar frustasi. Alex sangat bingung bagaimana cara agar Anna tak meragukannya. Rasanya Anna tak akan mempercayainya hingga semua fakta terungkap. Akan tetapi, berapa lama baru akan terungkap? Ia merindukan senyum istrinya itu setengah mati. Berapa lama ini, Anna sengaja menghindar. Jika bertemu secara kebetulan, Anna juga tak tersenyum dan hanya lewat saja. Anna yang baru saja keluar dari ruang kerja Alex menghembuskan nafas kasar. Dia masih kurang nyaman untuk berte

    Last Updated : 2023-02-18
  • Pengantin sang Raja Naga   Bab 12

    “Jika berkenan, apa Duchess bersedia memberitahu rumor apa saja yang beredar tentangku?” tanya Anna hati-hati. Duchess Herta tersenyum. Ia bercerita bahwa di pesta-pesta teh para nyonya dan nona bangsawan, Anna masih menjadi topik hangat. Dimulai dari kisah Alex yang sehari-hari selalu ditakuti wanita karena selalu berekspresi tegas dan tidak peduli ketika ada wanita yang sengaja mendekat.“Benarkah suamiku seperti itu?” tanya Anna heran.“Tentu saja Yang Mulia. Yang Mulia Raja memang selalu menjaga etika terhadap wanita, tapi benar hanya sebatas itu saja. Yang Mulia Raja berdansa seperlunya dan juga tak terlihat melakukan pembicaraan pribadi dengan wanita manapun. Wajahnya pun selalu datar,” oceh Duchess Herta.Melihat Anna yang masih tidak percaya, Duchess Herta pun tersenyum. Wanita dengan gaun merah muda polos dan cukup tipis itu tak berhenti memamerkan deretan giginya yang rapi, mirip bintang iklan pasta gigi. Duchess Her

    Last Updated : 2023-02-22
  • Pengantin sang Raja Naga   Bab 13

    “Aku tak ingin melepaskannya,” jawab Alex setengah merengek.“Aku ingin ke toilet, kau ingin aku buang air kecil di tempat tidur?” tanya Anna kesal. Anna benar-benar sudah tak tahan lagi.“Berjanjilah dulu kau akan tidur sambil memelukku saat kembali dari toilet.”“Aaaarrggghhh, baiklaaahhh… Aku akan memelukmu, sekarang lepaskan aku, oke?”Alex pun tersenyum dan melepaskan istrinya. Anna pun segera berlari sekencang mungkin menuju toilet.“Haahhhh, apa yang ada di pikiran Alex. Bisa-bisanya dia bertingkah seperti itu,” gumam Anna saat selesai buang air kecil.Anna yang sedang dalam perjalanan menuju ke kamar menjadi gugup. Apakah seharusnya mereka pisah kamar untuk sementara? Sesampainya di kamar, ternyata Alex sudah tidur.“Jika akan tidur sebelum aku kembali, untuk apa kau bersikeras memintaku untuk memelukmu?” batin Anna kesal.Anna naik ke

    Last Updated : 2023-02-25
  • Pengantin sang Raja Naga   Bab 14

    Anna yang melihat itu merasa aneh. Baru pertama kali mereka bertemu, mengapa ibu dan anak ini terlihat tak senang. Saat bekerja di perusahaan Sanjaya dulu, ia mendapatkan tatapan tidak menyenangkan karena dia masih sangat muda. Banyak yang meragukan kemampuannya. Sekarang ia tak dalam situasi itu. Sejauh yang ia ketahui, tugas seorang ratu berpusat dalam urusan rumah tangga istana. Untuk urusan diplomatik dan keputusan yang berhubugan langsung dengan rakyat, sepenuhnya berada di tangan Alex. Tak ada alasan untuk menganggapnya tidak kompeten. Anna merasa kompeten atau tidak kompeten, hanya Alex dan orang-orang dalam istana yang berhak menilai karena mereka yang merasakan dampaknya secara langsung.Rombongan kesatria diantar ke penginapan mereka oleh para pelayan. Sementara untuk Marquess, Marchioness dan kedua anak mereka diantar sendiri oleh Alex dan Anna. Sepanjang jalan, Anna makin merasa tidak nyaman. Jika mata mereka bisa mengeluarkan laser, mungkin saja punggung Anna sudah terluk

    Last Updated : 2023-03-01

Latest chapter

  • Pengantin sang Raja Naga   Bab 102

    Para hiu langsung menghilang dan Anna langsung terbangun."Uwwaaahhhhhhh...""Haaaahhh....""Haaaahhhhh...'"Haaahhhhhhhh..."Nafas Anna terengah-engah dan kondisi Anna masih buruk seperti biasanya."Mimpi apa aku tadi.." gumam Anna berusaha mencerna situasi.Anna mengatur nafas dan berusaha mengingat apa yang terjadi di dalam mimpinya itu. Ia bisa mengingat sedikit mimpinya itu, hanya saja kepalanya terasa sangat sakit setiap kali coba untuk mengingat."Aku benar-benar bisa ambruk jika terus seperti ini," gumam Anna lagi.Anna merasa ada yang aneh itu meraba dahinya."Handuk basah? Pantas saja dahiku berat. Kurasa tubuhku sedikit lebih baik dari sebelum tidur.""Meski masih tetap saja sakit, cih..."Anna melirik sebelah tempat tidurnya yang kosong. Ia meraba bantal dan ranjang sedikit lama.Dingin.Bibir Anna mengerucut, "Apa dia tidak tidur di sini?"Anna yang merasa kecewa lan

  • Pengantin sang Raja Naga   Bab 101

    "Anda benar, Grand Duke. Saya akan memulai pengobatan tahap pertama dengan menenggelamkan Yang Mulia Ratu selama tiga jam. Di malam hari, kita akan memberi beliau handuk air seperti ini. Hanya saja, saya masih tak yakin dengan kutukan mimpi buruk ini. Setidaknya, saya harus membuat pikiran Yang Mulia Ratu tenang dulu dengan membuat beliau bisa dengan sadar membedakan mimpi dan kenyataan," jelas Nancy panjang lebar.Nancy Graham sangat khawatir dengan kutukan mimpi buruk Anna. Belum ada catatan yang menunjukkan cara sembuh dari kutukan ini sebelumnya.Meskipun air bisa menjadi obat, sampai kapan Anna harus tenggelam dalam air?Satu tahun? Tiga tahun? Apakah benar-benar bisa diobati? Ataukah Yang Mulia Ratu kalah dan mengambil nyawanya sendiri lebih dulu sebelum bisa sembuh?Banyak kemungkinan yang muncul dalam kepala Nancy."Meski mendapat hasil yang jauh lebih lambat, semua penyakit yang ada bangsa kita bisa disembuhkan dengan air. Mengapa aku bisa

  • Pengantin sang Raja Naga   Bab 100

    "Selamat datang, kepala akademi," ucap Alexander menyambut Nancy.Sementara Nancy, Raymond dan Aslan langsung bungkuk untuk memberi hormat pada Alexander dan Noah."Hormat pada Yang Mulia Raja dan Grand Duke Hillary," ucap Nancy menundukkan kepalanya.Wanita itu sudah tidak bisa membungkuk seperti yang lain dikarenakan kondisi tubuhnya yang sudah tidak memungkinkan."Terima kasih sudah datang dan silahkan duduk," ucap Noah."Saya permisi Yang Mulia, Grand Duke," ucap Aslan pamit keluar.Alex hanya mengangguk dan mempersilahkan Nancy untuk duduk. Raymond sendiri langsung mengambil posisi berdiri di belakang Nancy.Nancy Graham memperhatikan dua pria yang sedang duduk di hadapannya ini."Meski jangka hidup bangsa kita cukup panjang, ternyata waktu cukup cepat berlalu," ucap Nancy.Bagi Nancy, Noah dan Alexander hanyalah dua pria muda nakal yang hobi membuat onar. Dua pembuat onar itu sudah menjadi resmi mengambil peran pen

  • Pengantin sang Raja Naga   Bab 99

    "Sekarang sudah waktunya kau kembali ke dunia," ujar Cynthia."Tidakkk! Kau masih belum memberitahuku!"Raut wajah Cynthia menunjukkan kekecewaan. Bola mata wanita itu seolah menjelaskan betapa sakit yang ia rasakan."Jangan membunuh lagi dan hiduplah menjadi raja yang bijaksana. Lalu, jangan pernah berpikiran untuk merebut ratu naga. Kuperingatkan kau, naga yang kehilangan pasangannya itu akan menjadi sangat mengerikan!" teriak wanita itu."Kau tidak akan bisa membayangkan bagaimana Alexander von Pieterburg menjadi lebih buruk dari seorang psikopat," ujar Cynthia lirih.Konon katanya, kau bisa melihat segalanya saat kau sudah tidak lagi hidup di dunia. Cynthia percaya itu. Dia bahkan bisa melihat betapa gelapnya hati Alexander saat melihat sang istri terluka.Kegelapan bisa menelan Alexander kapan saja. Cynthia enggan membayangkan apa yang akan terjadi jika adik bodohnya itu mencari gara-gara lagi.Cynthia pun menyihir Steven untuk kembali ke dunianya."Tidakkk! Tidaaakkk! Tungguuuuu

  • Pengantin sang Raja Naga   Bab 98

    "Kau nyaris mati, bodoh!" umpat Cynthia.Cynthia menatap adiknya seolah meminta penjelasan."Untuk apa kau menatapku seperti itu? Kau harus menjawab pertanyaanku, bukan meminta penjelasan padaku," ujar Steven kesal."Cih..."Cynthia menggelengkan kepalanya. Apakah adik bodohnya ini tidak pernah merasa bersalah? Atau otaknya sudah menyusut karena perlahan dikonsumsi sihir hitam?"Coba kau ingat lagi apa yang sedang kau lakukan sebelum tidak sadarkan diri?""Menyerang dunia manusia," jawab Steven kesal.Kapan pertanyaan Steven akan terjawab?"Berarti kau juga ingat bahwa kau terluka dan muntah darah akibat terlalu banyak membantai manusia?" tanya Cynthia lagi.Wajah yang semula tertekuk kesal itu berubah menjadi sendu. Sejujurnya Steven sendiri merasa sakit dan tersiksa saat itu."Di saat itu, kau nyaris kehilangan nyawamu. Sehebat apapun para dokter kerajaan kita, mereka tidak akan bisa melawan aturan yang sudah di

  • Pengantin sang Raja Naga   Bab 97

    "Aku benar-benar tidak habis pikir bisa memiliki adik yang sangat tolol seperti mu.""Arrrgggghhhhh, stop Tiaaaa!!" teriak Steven dalam hati.Steven benar-benar sangat kesal. Ditambah, dia sendiri tidak bisa membalas kakaknya.Setelah puas berteriak, Cynthia menarik Steven kembali ke ruangan serba putih.Kondisi ruangan ini sangat mengerikan, benar-benar berantakan seperti lokasi konstruksi.Cynthia kemudian memandang adiknya itu dengan tatapan jijik."Mengapa kau melihatku seperti itu?" tanya Steven dalam hatinya. Steven yang kesal itu tercermin dari matanya yang kini sedang melotot."Cih... Kau benar-benar tak berhak untuk kesal padaku. Bola matamu nyaris keluar," gerutu Cynthia.Lalu, jari tangan kanan Cynthia membentuk angka satu. Cahaya putih keluar dari jari telunjuknya. Perlahan, lokasi konstruksi itu berubah menjadi bangunan utuh.Kini, jari Cynthia tertuju pada Steven. Cynthia benar-benar menyihir adiknya.

  • Pengantin sang Raja Naga   Bab 96

    "Hikksss.... hikkksss... hiikkkssss..."Terlihat seorang gadis berambut panjang sedang meringkuk dan menangis. Rambut yang lurus dan halus itu tergerai dengan indah hingga menutupi wajah sang pemilik."Tempat apa ini? Aku di mana?" batin Steven.Saat membuka mata, Steven hanya melihat gadis ini menangis tersedu-sedu di sebelahnya. Steven juga tidak bisa menebak di mana ia berada saat ini. Ruangan ini hanya dipenuhi cahaya dan berhiaskan putih.Lantai tempat ia dibaringkan, dinding yang bisa dijangkau mata, putih.Langit-langit dan entah apa lagi yang ada di sana, tak bisa Steven deskripsikan. Pria itu hanya bisa melihat cahaya."Apa aku sudah tiada? Aku benar-benar mati semudah ini?" batin Steven.Steven pun menoleh pada gadis cengeng ini."Aaa.... Aaa...."Suara Steven tertahan. Ia tak bisa mengeluarkan satu patah kata pun. Steven pun berusaha meraih gadis di sebelahnya untuk meminta bantuan.Nihil!Steven juga tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya."Kenapa ini? Apa yang terjadi p

  • Pengantin sang Raja Naga   Bab 95

    Alex tahu bahwa ini adalah pertanyaan yang sangat bodoh. Tapi dia sendiri pun frustasi. Pria itu tidak tahu harus bagaimana menghadapi istrinya.Raymond belum kembali. Anna juga tak kunjung membaik."Tidak," jawab Anna pelan.Alex memegang tangan Anna dan mengarahkan tangan sang istri untuk menyentuh pipinya.Air mata perlahan keluar dari ujung mata pria itu.Anna sendiri pun turut menangis. Rasanya sakit sekali melihat Alex meneteskan air mata."Sayang, apa kau benar baik-baik saja?" tanya Alex perlahan.Kepala Anna seketika pusing. Ingatan saat dicambuk Steven langsung kembali merasuki dirinya dengan cepat."Pusing sekali," batin Anna.Wanita itu langsung merinding, bahkan seluruh indra yang ada di tubuhnya masih mengingat dengan jelas penderitaan yang disebabkan Steven von McWheel."Sakit..." gumam Anna."Sakit...""Sakit...""Sakit...""Sakit..."Anna terus bergumam sak

  • Pengantin sang Raja Naga   Bab 94

    Pagi ini Anna kembali terbangun dengan perasaan gelisah.Mimpi buruk masih terus hinggap di tidurnya."Haaaahh.... Haaahhh... Haaaaa...."Jantung Anna berdebar-debar dan keringat dingin sudah membasahi tubuhnya."Tenang Anna... Tenang... Ini baru kenyataan ini baru kenyataan, tadi hanya mimpi tadi hanya mimpi," batin Anna.Wanita itu langsung meraih gelas berisi air yang ada di meja dan meneguknya dengan cepat. Anna yang merasa sudah sedikit tenang menatap langit-langit."Syukurlah aku di kamar," gumam Anna.Anna yang sudah sedikit tenang itu merasa tubuhnya tidak nyaman karena basah dan lengket."Sepertinya aku harus berganti pakaian," gumam wanita itu.Namun, Anna merasa ada seseorang yang memperhatikannya. Ia menoleh ke samping dan nyaris berteriak."Aa..."Ada Alex yang sedang tertidur pulas di sebelahnya.Seketika Anna teringat percakapannya dengan sang ayah bahwa pria ini adalah sua

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status