Chen Long berada dalam keadaan dilema. Sebenarnya awalnya dia ingin memberikan sekitar 30% tenaga dalam yang dia dapat dari si Tangan Sakti dari Barat, tetapi saat dia memberi 30% dari tenaga dalam itu, maka tenaga dalam yang berasal dari si Sesat dari Utara akan menguasai dirinya. Dia baru menyadari hal itu saat dia sudah di tengah jalan untuk memberikan 30% tenaga dalamnya kepada Zhu Yuanzhang. Ini membuat keadaan jadi mengerikan bagi Chen Long. Dia mulai merasa Tenaga dalamnya yang berasal dari si Sesat dari Utara mulai menguasainya. Tenaga dalamnya itu yang biasanya bisa bergabung dan dikuasai dengan dominannya oleh tenaga dalam yang berasal dari si Tangan Sakti dari Barat, kini mulai pecah. Sebelumnya, dia bisa menggabungkan dua kekuatan itu karena sebuah formula yang diberikan oleh si Tangan Sakti dari Barat kepadanya, tapi kini, formula itu tidak berhasil dia lakukan lagi. Formula itu tidak mempan lagi menghadapi gejolak tenaga dalam yang berasal dari si Sesat dari Utara
Sementara Chen Long yang menyadari kalau Xiao Liong Li berusaha membantunya merasa sangat tidak setuju dengan tindakan Xiao Liong Li ini. Karena dalam keadaan seperti sekarang ini, Chen Long tidak bisa diganggu. Dia sedang bergolak dengan gelombang kekuatan dari si Sesat dari Utara yang berusaha untuk menguasai tubuhnya. Orang yang berusaha masuk dalam aliran tenaga dalamnya akan mendapatkan ledakan tenaga dalam punya si Sesat dari Utara dan dia tidak mau kalau Xiao Liong Li akan terluka olehnya. Di pihak lain, Zhu Yuanzhang sendiri, tidak akan berada dalam bahaya karena dia menerima curahan tenaga dalam dari Chen Long dari sisi tenaga dalam si Tangan Sakti dari Barat. Semakin banyak Xiao Liong Li campur tangan dalam situasi ini, maka, akan semakin banyak tenaga dalam Chen Long yang berasal dari si Tangan Sakti dari Barat yang akan pindah ke tubuh Zhu Yuanzhang. Karena itu, karena mengingat akan keselamatan Xiao Liong Li, maka Chen Long melakukan sebuah tindakan drastis dengan fo
Ge Fei berusaha menyerang Zhu Yuanzhang dengan seluruh kekuatannya. Tapi pada saat itu juga, Zhu Yuanzhang sudah mendapatkan peringatan dari Chen Long yang mengirim ilmu pengirim suara untuk memberitahu Zhu Yuanzhang untuk berjaga-jaga dan menghimpun seluruh kekuatannya menghadapi serangan dari Ge Fei ini. Akibatnya Ge Fei terlempar ke belakang dengan mulut mengeluarkan darah segar yang sangat banyak. Dia terlempar hingga keluar panggung. Ge Fei tidak mampu lagi melanjutkan pertarungan. Walaupun dia tidak sampai tewas. Tetapi dia mengalami kekalahan yang sangat telak yang berakibat luka dalam yang cukup parah. Zhu Yuanzhang yang tidak ingin membunuh orang di pertarungan ini, walaupun dia terbiasa membunuh bangsa Mongol Tetapi dia tidak mau membunuh sesama Bangsa Han. Karena itu dia langsung melompat ke bawah panggung untuk melihat keadaan Ge Fei. "Jangan mendekatinya! Dia orang licik! seru Chen Long ke telinga Zhu Yuanzhang. Tapi Zhu Yuanzhang yang sangat peduli kepada sesama o
Chen Long jadi sangat kaget karena orang yang baru saja diperkenalkan oleh pengatur pertandingan adalah Kwee Cheng, pamannya sendiri. Sebelum ini, Chen Long memang jarang sekali melihat ke arah pertarungan. Sebelumnya dia sempat lebih memperhatikan Zhu Yuanzhang yang sempat terluka di tangan Ge Fei. Setelah keadaan Zhu Yuanzhang membaik, dia juga banyak berdiri di sudut untuk mengawasi Xiao Liong Li, takut Xiao Liong Li akan meninggalkannya untuk mengejar Ge Fei.Karena itu, kebanyakan dia dan Xiao Liong Li bercakap-cakap di antara keduanya dan tidak banyak melihat ke arah pertandingan yang terjadi di Markas Pendekar ini. Karena itu, Chen Long begitu kaget kalau ternyata salah satu kontestan yang berhasil lolos hingga di babak ini adalah pamannya sendiri, Kwee Cheng yang kini sudah berhadapan dengannya. Dalam peraturan Pibu di Markas Pendekar ini, kalau tidak ada yang saling menantang, maka lawan berikut dari petarung yang berhasil memenangkan pertarungan di pertandingan sebelum
Kwee Cheng sangat kaget karena teriakan itu sangat dikenalnya. Teriakan itu adalah teriakan ponakannya Chen Long dan teriakan itu berasal dari orang yang baru saja dia pukul ini. Sebelum ini Chen Long memang menahan diri untuk tidak bersuara walaupun beberapa kali terpukul oleh pamannya ini. Hanya saja di pukulan puncak yang dilakukan Kwee Cheng, Chen Long merasakan sangat sakit sehingga tanpa bisa ditahan lagi, dia berteriak kencang Kwee Cheng langsung maju ke depan mengikuti tubuh Chen Long yang terhuyung-huyung ke belakang dengan darah terlihat muncrat dari balik kain yang menutupi mulut dan hidung Chen Long itu. "Chen Long? Apa itu kamu?" bisik Kwee Cheng. "Iya, paman. Ini aku.""Kenapa tidak bilang dari tadi kalau itu kamu? Dan kenapa kamu membiarkan aku memukulmu? Aku tahu kalau kemampuanmu lebih hebat dariku, iya kan?" tanya Kwee Cheng. Kwee Cheng memang bisa sampai di tahap ini semuanya karena keberuntungan. Kwee Cheng terhindar dari berhadapan dengan lawan-lawan tanggu
Mendengar itu Chen Long mengarahkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh Kwee Cheng itu. Di sana, di atas panggung, dia melihat seorang pria yang pernah dia lihat cara bertarungnya pada beberapa jam sebelumnya. Karena itu, Chen Long langsung berkata, "pria itu terlihat baik. Dia begitu santun saat mengalahkan lawannya. Benarkah dia bukan orang baik?""Yah. Dia memang terlihat baik tapi sebenarnya dia bukan orang baik. Namanya adalah Pendekar Elang Putih. Dia juga adalah teman baiknya Pendekar Angin dan Awan. Dia adalah penjegal langkah banyak orang yang ingin berhadapan dengan Pendekar Angin dan Awan. Dia adalah algojonya Pendekar Angin dan Awan.""Apa ada kesalahannya yang nyata?""Seorang temanku, sesama pejuang, pernah bercerita kalau Pendekar Elang Putih itu, telah membunuh dan memperkosa adik seperguruannya dan hampir membunuhnya karena dia menjadi saksi akan peristiwa bejat orang itu.""Lalu kenapa dia tidak ditangkap oleh para pendekar?""Pendekar Elang Putih itu dengan di
Setelah itu, pengatur pertandingan langsung menyuruh orangnya untuk membunyikan Gong tanda pertarungan antara Chen Long dan pendekar Elang Putih sudah bisa dimulaiPendekar Elang Putih masih tertawa mengejek ke arah Chen Long kemudian dia berkata, "aku akan memberikan kamu kesempatan untuk menyerangku lebih dulu. Setelah itu, barulah aku akan menyerangmu.""Anda tidak perlu melakukan itu," kata Chen Long sambil menganggukan kepalanya. "Sebagai tuan rumah, aku akan memberimu kesempatan untuk menyerang jadi kamu tidak usah sungkan-sungkan lagi." Pendekar Elang Putih masih bergaya santai dengan menyatukan kedua tangannya di belakang tubuhnya seolah-olah Chen Long bukanlah ancaman baginya. Chen Long jadi muak melihat orang yang sangat sombong itu. Dia mendelik ke arah Pendekar Elang Putih. "Baiklah, kalau kamu memang memberikan aku kesempatan maka aku akan segera menyerangmu.""Silakan lakukan.""Lihat serangan!" Chen Long berusaha melakukan serangan pertamanya.Ini untuk pertama kaliny
Kwee Cheng yang memang sempat diceritakan oleh Chen Long tentang asal dari tenaga dalam di dalam diri Chen Long kini sudah maju ke depan. Kwee Cheng menceritakan dengan detail namun singkat tentang bagaimana Chen Long mendapatkan tenaga dalam dari si Sesat dari Utara. Zhu Yuanzhang juga ikut maju untuk membenarkan kata-kata Kwee Cheng itu. "Jadi aku jamin Adik angkatku ini, Pendekar 9 matahari ini sama sekali tidak pernah mempelajari ilmu sesat. Saat itu dia terjebak di dalam persaingan dua tokoh tua yang semua kita kenal. Dua tokoh tua yang satu berasal dari golongan putih dan yang satunya lagi berasal dari golongan hitam namun kalau ilmu tenaga dalam keduanya masuk ke dalam dirinya, maka kita tidak bisa menyebut kalau dia berasal dari golongan sesat. Iya kan?" kata Zhu Yuanzhang. "Siapa yang bisa menjamin kalau cerita ini benar?" kata salah seorang dari Bu Tong Pai. Kata-kata itu membuat banyak orang ikut mengiyakan. Mereka semua masih terus menampakan rasa antipati mereka ke a
Bunga darah mekar di udara, sungguh cantik."Apa!""Aku tidak melihat apa-apa, Lin Heng terluka. Jika dia tidak segera mundur, tubuhnya akan terkoyak dan terbelah dua.""Keajaiban! Sungguh keajaiban! Lin Heng telah menggunakan teknik abadi tingkat rendahnya, tetapi dia masih tidak dapat melakukan apa pun pada Chen Long. Ini luar biasa.""Kecepatan Chen Long tadi begitu cepat, bagaikan cahaya keemasan, dia langsung berada di depan Lin Heng, begitu cepatnya hingga orang-orang tidak bisa bereaksi."Semua orang di sekitar juga terkejut.Meskipun Lin Heng menghindar pada saat kritis, dia tidak menghindar sepenuhnya dan masih terluka oleh pedang Chen Long, meninggalkan luka berdarah di dadanya.Lin Heng menundukkan kepalanya untuk melihat luka di dadanya, dan lapisan keringat dingin muncul di dahinya.Jika dia tidak segera mundur, bukan hanya luka berdarah yang akan terjadi, tetapi seluruh tubuhnya akan terbelah dua. Dapat dikatakan bahwa dia baru saja berjalan melewati gerbang neraka.Buka
Pada saat ini, pertarungan disertai dengan energi pedang yang melesat keluar, Chen Long tampaknya telah berubah menjadi seorang kaisar yang sangat kuat, mengendalikan segala serangan lawannya antara langit dan bumi, dan semua serangan dihancurkan di bawah niat pedangnya.Lin Heng dipenuhi dengan aura pembunuh, dan energi sejatinya yang mengerikan melonjak keluar seperti gelombang besar, melilit tombak, membuatnya tampak seperti seorang dewa dengan tombak dewa yang dapat menghancurkan segalanya antara langit dan bumi.Ledakan!Terdengar suara gemuruh yang besar.Pedang panjang dan tombak saling bertabrakan secara langsung, ruang terkoyak, energi kekacauan muncul, dan badai dahsyat melanda mana-mana seperti gelombang besar.Keduanya meledak dengan kekuatan bertarung yang luar biasa, dan semangat juang merasuki seluruh alam semesta.Aliran darah berceceran keluar. Dalam tabrakan yang mengejutkan ini, Chen Long dan Lin Heng memuntahkan darah. Darah dan qi dalam tubuh mereka bergetar hebat
"Anda......"Lin Heng tidak menyangka Chen Long begitu tegas dan kejam. Chen Long langsung langsung datang ke hadapannya kemudian langsung membunuh begitu dia mengatakannya, tanpa ragu-ragu.Namun, reaksi Lin Heng juga tidak lambat. Dia mengepalkan kelima jarinya dan menyerang Chen Long juga."Tinju Singa Gila!" Niat tinju itu berubah menjadi seekor singa yang sangat besar, lalu menerkam ke arah tinju Chen Long.Ledakan!Tabrakan dahsyat tersebut langsung memicu badai besar yang melanda ke segala arah.Di tengah badai, dua sosok terus mundur."Mereka bertarung!""Ya Tuhan, orang itu, Lin Heng, bahkan tidak mendapat kesempatan untuk menang.""Ini baru permulaan. Masih terlalu dini. Kenapa harus terburu-buru menang?""Bahkan di awal, ini sudah cukup untuk mengejutkan orang-orang. Bagaimanapun, ada kesenjangan besar antara kultivasi kedua orang itu. Secara logika, dengan kekuatan Lin Heng, gerakan tadi sudah cukup untuk sepenuhnya menekan seorang master legendaris tingkat menengah yang t
"Wah, akhirnya kamu keluar juga."Sebuah suara terdengar, benar-benar menghancurkan suasana hati Chen Long yang baik."Siapa kamu?"Chen Long mengalihkan pandangannya dan melihat seorang laki-laki beberapa puluh meter jauhnya dengan tangan terlipat, punggungnya menghadap ke arahnya, tampak malas.Sekte Yuhua memiliki peraturan bahwa sesama pengikut tidak diperbolehkan untuk secara paksa masuk ke gua orang lain atau membuat keributan di luar.Lagipula, banyak orang yang suka berlatih di dalam gua, dan jika diganggu secara gegabah akan berakibat fatal, maka aturan ini sangat ketat dan tidak ada seorang pun yang berani melanggarnya.Pemuda itu berbalik, menatap Chen Long dengan sepasang mata elang, dan berkata, "Lin Heng.""TIDAK!"Chen Long menanggapi dengan acuh tak acuh."Lancang!"Mendengar perkataan Chen Long, wajah Lin Heng tiba-tiba menjadi gelap, dan hawa dingin membunuh terpancar dari tubuhnya, langsung menyelimuti Chen Long, dan berkata dengan dingin, "Kau adalah orang desa dar
"Wah, akhirnya kamu keluar juga."Sebuah suara terdengar, benar-benar menghancurkan suasana hati Chen Long yang baik."Siapa kamu?"Chen Long mengalihkan pandangannya dan melihat seorang laki-laki beberapa puluh meter jauhnya dengan tangan terlipat, punggungnya menghadap ke arahnya, tampak malas.Sekte Yuhua memiliki peraturan bahwa sesama pengikut tidak diperbolehkan untuk secara paksa masuk ke gua orang lain atau membuat keributan di luar.Lagipula, banyak orang yang suka berlatih di dalam gua, dan jika diganggu secara gegabah akan berakibat fatal, maka aturan ini sangat ketat dan tidak ada seorang pun yang berani melanggarnya.Pemuda itu berbalik, menatap Chen Long dengan sepasang mata elang, dan berkata, "Lin Heng.""TIDAK!"Chen Long menanggapi dengan acuh tak acuh."Lancang!"Mendengar perkataan Chen Long, wajah Lin Heng tiba-tiba menjadi gelap, dan hawa dingin membunuh terpancar dari tubuhnya, langsung menyelimuti Chen Long, dan berkata dengan dingin, "Kau adalah orang desa dar
"Tulang berharga ini sudah ada di tanganku, aku tidak menginginkannya lagi," kata Duanmu Lingxing.Mereka sangat jelas tentang nilai senjata abadi. Dapat dikatakan bahwa semua senjata abadi ini diperoleh oleh Chen Long dengan susah payah di Mansion Qimen Abadi.Mereka semua telah mendengar tentang beberapa hal yang terjadi di Istana Abadi Qimen, dan mereka juga tahu bahwa Chen Long pernah lolos dari kematian."Kakak Senior, sebaiknya kau pilih satu. Kita masih belum tahu apa tulang berharga itu, dan itu hanya bisa digunakan untuk pertahanan. Sebaiknya kau pilih senjata sihir ofensif, seperti Tombak Emei. Kurasa itu cukup cocok untukmu," Kata Chen Long."Ini......""Kakak, kita ini keluarga, kenapa kau bersikap begitu sopan padaku? Lagipula, aku tidak bisa menggunakan semua senjata ajaib ini, jadi akan sia-sia saja. Kita tidak punya latar belakang dan kekuatan di sini, jadi kita hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Semakin kuat kita, semakin aman kita. Jangan menolak."Huang Wuji berk
Setengah tahun berlalu dalam sekejap mata.Beberapa bulan yang lalu, berita tentang penemuan reruntuhan Mansion Qimen Abadi di tepi barat Gurun Setan Tulang telah menyebar.Banyak orang yang memperoleh harta karun di reruntuhan keluar satu demi satu dan kembali ke sekte masing-masing.Meskipun Mansion Qimen Abadi hanya sebuah gerbang abadi kecil di zaman surgawi kuno, namun di reruntuhannya masih terdapat banyak sekali senjata ajaib, perkakas abadi, serta banyak sekali material pemurnian yang berharga.Terutama Lonceng Sembilan Dewa Abadi , harta karun dari Mansion Qimen Abadi, yang merupakan harta karun yang dapat memungkinkan orang dengan tingkat kultivasi di bawah negeri dongeng untuk naik ke surga dalam satu langkah.Belum lagi orang-orang di bawah Alam Abadi yang ingin mendapatkannya, bahkan para master di Alam Abadi pun akan memperebutkannya.Namun, tidak diketahui siapa yang akhirnya mendapatkan Lonceng Sembilan Dewa Abadi , yang telah menjadi kasus aneh.Lagi pula, banyak oran
“Ahhhh!”Menghadapi serangan mematikan Chen Long, tidak peduli apakah mereka Legenda Besar atau Legenda Tak Terkalahkan, mereka tidak memiliki kekuatan untuk melawan dan membunuh Chen Long dalam sekejap. Hanya master di level Kekosongan Abadi yang bisa menahan sedikit."Ah, tidak, jangan bunuh aku. Aku salah. Aku salah. Aku tidak menginginkan Lonceng Sembilan Abadi lagi. Tolong ampuni nyawaku!""Lari! Lari cepat! Sebarkan berita bahwa dia mendapatkan Lonceng Sembilan Abadi, dan biarkan para penguasa Alam Abadi datang dan membunuhnya!""Dasar binatang, sekalipun aku mati, aku akan membawamu bersamaku!"Di bawah pembunuhan kejam Chen Long, orang-orang ini langsung runtuh.Namun, Chen Long sama sekali tidak punya belas kasihan. Bersikap baik kepada orang-orang ini sama saja dengan bersikap kejam terhadap dirinya sendiri."Tidak, aku juga murid Sekte Yuhua. Kita berasal dari sekte yang sama. Bagaimana kau bisa membunuhku?"Beberapa pengikut Sekte Yuhua menangis dan memohon belas kasihan,
"Bagaimana ini mungkin?"Pemuda berpakaian Tionghoa dan yang lainnya tampak ngeri, menatap pemandangan di depan mereka dengan mata kosong.Jiwa abadi muncul dan memblokir serangan dari mereka semua.Ini berarti bahwa Chen Long telah berkomunikasi dengan Lonceng Sembilan Dewa Abadi Abadi dan memperoleh pengakuan dari jiwa-jiwa abadi.Pada saat yang sama, Chen Long perlahan membuka matanya.Ia berdiri, dan aura dunia lain terpancar dari tubuhnya. Bahkan cahaya peri samar muncul dari tubuhnya, membuatnya tampak seperti makhluk abadi."Kalian ingin membunuhku?" Chen Long menatap pemuda berpakaian mewah dan yang lainnya dengan tatapan tenang.Meskipun dia baru saja berkomunikasi dengan Lonceng Sembilan Dewa Abadi, dia tahu segalanya dengan jelas.Orang-orang itu, yang dihasut oleh pemuda berpakaian mewah, ingin membunuhnya dan tidak ingin melihatnya dikenali oleh Lonceng Sembilan Dewa Abadi."Sialan! Dasar bajingan, kau benar-benar mencuri Lonceng Sembilan Dewa Abadi milikku, kau pantas ma