Beranda / Pendekar / Pendekar Bukit Meratus / Bab 302: Ternyata Dalangnya Musuh Lama

Share

Bab 302: Ternyata Dalangnya Musuh Lama

Penulis: mrd_bb
last update Terakhir Diperbarui: 2024-11-03 10:20:22
Satu hari kemudian…!

Saat sadar, Pendekar Mabuk kaget, tangan dan kakinya terikat tali yang sangat kokoh, dia juga tak bisa salurkan tenaga dalam sakti-nya ke seluruh tubuhnya.

Dirinya di dirikan di sebuah tiang kokoh di ruangan ini.

Pendekar ini kaget, ada pisau kecil yang sengaja di tusukan di kedua bahunya, inilah yang membuatnya lumpuh.

Rasa nyeri sesaat dia rasakan, sampai giginya gemeletuk menahan sakit.

Musuh yang menawannya ternyata sangat lihai dan tahu titi lemah seorang pendekar, yakni sengaja menusuk bagian bahu, agar tak bisa salurkan tenaga dalamnya.

Sehebat-hebatnya manusia, kalau kedua bahunya di tusuk dan pas di urat darahnya pasti akan lumpuh.

Pendekar Mabuk sesaat memejamkan mata, untuk mengurangi rasa sakit di kedua bahunya.

Saat rasa sakit itu menghilang perlahan, mulailah dia menatap ruangan ini.

Alangkah kagetnya pendekar ini, ternyata dia tidak sendiri berada di ruangan mirip tahanan ini.

“Alona…Betani…eh ada Pangeran Harman!” seru Pendekar Mabuk kaget bukan kep
mrd_bb

BERSAMBUNG

| 5
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 303: Siasat Pengeran Harman

    Tiba-tiba Pangeran Harman bangun dari pingsannya, Pendekar Mabuk ikutan menatap wajah tampan pria ini.Sama seperti Pendekar Mabuk, dibahunya juga ada 2 pisau menancap, yang otomatis tidak dia tak bisa salurkan tenaga dalamnya. Nasib keduanya sama, tidak berdaya di tangan orang-orang jahat ini.“Kalian ini dasar manusia-manusia durjana, lepaskan mereka yang tak bersalah, kalian kan hanya incar aku, untuk rebut singgasana ibuku!” bentak Pangeran Harman.“Pangeran manja, kamu benar-benar tak berguna, ku ajari ilmu silat tinggi dan sudah bagus aku beri gelar Prabu, ehh malah tak berani kudeta Ratu Reswari,” kali ini Pendeta Suli mulai bersuara.“Ha-ha-ha…setan kalian semua, buat apa aku kudeta orang yang telah melahirkan aku. Sampai matipun aku tak akan mau menggulingkan ibundaku sendiri, bangsat!” bentak Pangeran Harman.Melihat kegagahan pangeran ini dan kini malah berbalik memusuhi gurunya dan komplotannya, detik ini juga simpati Pendekar Mabuk langsung terbetik di hatinya.Kini dia be

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-03
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 304: Ilmu Jahat 2 Pendekar Hewan

    Pendekar Mabuk kaget bukan main, dia dan Alona serta Betani di bawa terpisah.“Bangsat, kalau aku lambat bertindak, bahaya sekali Alona dan Betani di bawa dua pendekar hewan itu,” batin Pendekar Mabuk mulai khawatir tak terkira dengan nasib kedua putri bangsawan ini.Dia sudah tahu, biarpun kedua mantan gurunya ini letoy kejantanannya, tapi kedua gurunya sampai kini masih belum bisa memecahkan jurus yang mereka ciptakan sendiri dan di ajarkan ke Pendekar Mabuk, yakni jurus mega halilintar.“Syarat terakhir jurus kita, hanya darah perawan dan dari keturunan darah biru, maka penyempuran jurus kita ini tercapai. Bila itu kita temukan, jurus mega halilintar ini akan sempurna mandraguna. Kalau ini kita kuasai, sehebat apapun ilmu Prabu Japra pasti akan keok melawan jurus kita ini, kita berdua akan menjelma jadi dua orang paling sakti di kolong langit, juga kamu pastinya Boon Me!” kata si Muka kuda kala itu.Inilah yang membuat Pendekar Mabuk khawatir bukan kepalang, apalagi syarat itu ada p

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-04
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 305: Rahasia Bertiga

    Di saat genting itu....!“Dua pendekar binatang bangsaattt…!” bentak Pendekar Mabuk dengan suaar mengguntur saat melihat Alona dan Betani diperlakukan begitu oleh 2 pendekar hewan ini.Dalam kemarahan yang luar biasa ini, Pendekar Hewan kerahkan seluruh kekuatannya yang sangat dahsyat.Jurus Rajawali dan Jurus Mengejar Angin di tambah kekuatan ular merah menyatu dalam diri Pendekar Mabuk yang sedang murka ini.Desss….blarrrr…!Bunyi ledakan dahsyat keluar dari jurus jarak jauh yang dikeluarkan Pendekar Mabuk.Tubuh si muka monyet dan si muka kuda bak terkena sambaran petir saking kerasnya tenaga dalam yang di lontarkan Pendekar Mabuk ini.Saking hebatnya jurus ini, 2 Pendekar Hewan terlempar hingga 20 meteran, tak kuasa keduanya hadang jurus hebat ini.Apalagi saat ini mereka sama sekali tak siap, karena perhatian tertuju ke tubuh Alona dan Betani.Tak berhenti sampai di sini, Pendekar Mabuk kembali susul dengan jurus berikutnya yang luar biasa dinginnya.Pendekar sakti ini sudah kelua

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-04
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 306: Siasat Bebaskan Pangeran Harman

    Kini mereka bertiga berunding untuk bebaskan Pangeran Harman dari sekapan Pendekar Gledek cs.Putri Betani yang sempat terguncang jiwanya kini bisa berlapang dada, dan lagi tidak terlalu larut dalam perasaan.Apalagi Pendekar Mabuk tetap tunjukan sikap seperti biasa, ia seolah lupa sudah melihat tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun.Dia belajar dari Putri Alona kakaknya, yang juga bersikap biasa saja pada pendekar tampan ini.Bahkan Alona tak sungkan bercanda agak nakal dengan Boo Me si pendekar mabuk ini. Tak jarang Pendekar Mabuk dengan nada bercanda bilang, bakalan mabuk kepayang siapapun kelak yang akan jadi suami Alona."Hutan kamu lebat dan woww..!" ceplos Pendekar Mabuk, hingga Alona bukannya marah malah terbahak-bahak saja dan balas olok kalau punya Pendekar Mabuk ini juga sama saja.Candaan dewasa ini bikin wajah Betani kadang merah padam!“Satu-satunya jalan, aku akan memancing mereka mengeroyok diriku, nahh saat itulah, kalian berdua bebaskan pangeran itu,” kata Pende

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-04
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 307: Ternyata Kelompok Pemberontak

    Pendekar Mabuk kini bersantai di sebuah desa yang sudah masuk daerah ‘kekuasaan’ padepokan Gledek.Dia melihat ada beberapa orang yang kasak kusuk menatapnya. Pendekar ini tetap minum arak dan sengaja bergaya ‘mabuk’.Tingkahnya yang sengaja bersikap slengean, sudah membuat semua orang menatapnya aneh.Sambil mengamati orang-orang berada di warung ini, Pendekar Mabuk sudah bisa menduga, kini yang tersisa pastilah kaki tangan Pendekar Gledek.Orang-orang biasa atau warga desa sudah pergi diam-diam, mereka ketakutan melihat kedatangan pendekar ini, yang kadang sengaja ejek anak buah Pendekar Gledek dengan sebutan pasukan ular busuk.Pendekar Mabuk ucapkan itu seolah-olah sudah mabuk benaran, sehingga puluhan warga mendengarnya.Sudah dua botol arak dia habiskan.Sikapnya ini seolah-olah pendekar tampan ini mereka anggap cari mati saja, karena berani olok-olok kelompok yang paling di takuti di kawasan ini.Tapi Pendekar Mabuk tak peduli, karena memang ini yang dia cari, agar pentolannya m

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-05
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 308: Nyai Rombeng Bergabung

    Terdengar sorak sorai ratusan kelompok ini, Pendekar Mabuk walaupun sakti mandraguna, tentu tak mau sembarang turun dan menantang kelompok ini.Apalagi tak lama kemudian, datang lagi ratusan orang berbaju kuning, inilah sempalan-sempalan dari kelompok ini.Dan mata Pendekar Mabuk kaget bukan main, karena kelompok baju kuning mawar merah pimpinan Nyai Rombeng juga ikut bergabung.Saat ini kelompok ini bak sedang ape besar saja, sekaligu terlihat sebuah persiapan untuk…berperang!“Gila, kenapa neneknya Alona ikutan kelompok ini, apakah mereka sudah terbujuk untuk ikut lakukan pemberontakan?” batin Pendekar Mabuk terheran-heran, sekaligus bingung sendiri.Padahal seingat Pendekar Mabuk Nyai Rombeng ini sejak dahulu sangat bermusuhan dengan kelompok Sawon dan Nyai Aura.Tapi pemandangan hari ini membuatnya terbengong-bengong. Kenapa ibundanya Putri Dehea ini tergabung dalam kelompok ini dan membawa 100 an muridnya yang semuanya wanita kini ikutan bergabung..?Kini Pendekar Mabuk melihat Ny

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-05
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 309: Culik Anak Buah Sawon

    Pendekar Mabuk makin geleng-geleng kepala, semakin sore jumlah warga yang bergabung makin banyak. Tempat ini sampai meluber dan penuh dengan ribuan warga yang berdatangan dari segala penjuru.“Ini bukan main-main lagi, ini namanya pemberontakan besar-besaran,” batin Pendekar Mabuk.‘Aku harus menyamar dan masuk ke dalam markas itu, agaknya bakal kesulitan Alona dan Betani bawa Pangeran Harman keluar dari sini,’ pikir Pendekar Mabuk.Kemudian mulailah mengawasi tempat ini. "Agaknya ini anak buah di Sawon," batin Pendekar Mabuk, lalu mulai incar buruannya.Kemudian, Pendekar ini lalu secara lihai culik seorang penjaga wanita berbaju merah, wanita ini kaget bukan kepalang.Saat lakukan patroli seorang diri, tiba-tiba tubuhnya lemas dan di bawa seseorang ke sebuah hutan yang sangat lebat, lumayan jauh dari markas ini.Begitu di dudukan pelan-pelan di sebuah gua, wanita ini nyalang dan ketakutan menatap wajah Pendekar Mabuk.“Jangan takut, aku bukan orang jahat dan pemerkaossss…!” canda Pe

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-05
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 310: Hampir Bentrok

    Puluhan orang menatap aneh dua wanita cantik ini. Yang satu bertubuh agak gemoy cantik dan manis. Satunya sangat cantik, tapi yang bikin heran, badannya agak ‘kekar’ mirip laki-laki.Keduanya sama-sama pakai baju merah, tapi yang lucu ‘wanita’ yang tinggi besar, tingkahnya kenes sekali, cenderung genit.Tak sungkan balas sapaan siapapun, bahkan kadang mencolek dagu para penjaga yang suit-suit, hingga semuanya tertawa, bahkan ada yang sengaja nepuk pantat si cewek gede ini.Tapi dengan lihainya dia mampu berkelit dan kembali jalan lenggang kangkung di depan penjaga-penjaga markas ini, yang sebelumnya sebuah kuil tua berukuran besar dan lama tak di gunakan.“Ihh Abang, nggak gitu juga kale jadi wanita,” tegur yang berbadan gemoy, hingga wanita tinggi besar ini hanya nyengir saja.Mudah di duga, inilah Huli dan Pendekar Mabuk, yang malam ini kembali ke markas kelompok pemberontak yang di pimpin Pendekar Gledek Cs.Sebelum kembali ke sini, di mana sejak sore tadi mereka memadu cinta di seb

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-06

Bab terbaru

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 576: 5 Bidadari Lembah Iblis

    Kemudian...Bafin kembali gauli mereka bergantian kali ini giliran Nyai Larasyag dapat tumpahanlahar panasnya.Percumbuan ini lanjut di kamar istana dan berturut-turut mereka menerima limpahan lahar si pejantan beruntung ini.Andai Bafin tak memiliki tenaga dalam yang hebat, dia tentu akan kewalahan meladeni selir-selir jelitanya ini, yang makin lama makin candu dengan cumbuan yang ia berikan.Uniknya mereka tak pernah berebutan di layani Bafin, semuanya dengan sabar menunggu giiliran, dan semuanya juga selalu puas tak terkira.Bafin kini benar-benar menikmati menjadi seorang pangeran, siang malam ke 5 nya menerima lahar panas dari si pendekar tampan ini.Namun mereka tak melulu bercinta saja, Bafin pun tetap latih mereka ilmu silat sangat serius dan kadang keras, sehingga makin lama ke 5 selirnya ini makin sakti saja.Lama-lama mereka pun sepakat mengatur waktu, kapan bercinta dan kapan giat berlatih silat. Bafin juga lega, ke limanya ternyata berbakat sekali dengan jurus-jurus yang ia

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 575: Pangeran dan 5 Selir

    Bafin iseng-iseng lalu ngintip kelakuan ke 5 orang wanita cantik ini, yang sedang bersemedi. “Dibuang sayang, di ambil jadi selir…bagaimana tanggapan Putri Melania kelak yaa?” batinnya lagi.Bafin tentu saja masih ingat janjinya dengan si putri cantik anak Pangeran Busu itu, untuk kelak akan kembali bersama. Dalam hatinya yang paling dalam, Bafin ingin seperti Pendekar Putul ayahnya, yang tak memiliki selir, hanya satu istri, yakni Putri Arumi, ayahnya setia dengan satu istri.Atau paman kakeknya Pangeran Boon Me yang juga hanya miliki 1 istri tanpa selir, padahal si paman kakeknya ini menurut cerita Pangeran Durga, saat muda sangat flamboyan."Tapi takluk dengan ibundaku, eh ayahmu juga sama, takluk dengan ibunda sambungmu itu," cerita Pangeran Durga dahulu.Tapi kalau ingat kakek buyutnya Prabu Japra, Bafin senyum sendiri, mendiang kakeknya yang sangat sakti dan berjuluk Pendekar Bukit Meratus itu miliki 4 permaisuri, juga kakeknya Prabu Harman di Kerajaan Hilir Sungai, memiliki 20

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 574: Minta Jadi Selir

    Langkah pertama melatih ke limanya, Bafin minta mereka bersemedi untuk mulai himpun tenaga sakti dalam tubuh mereka.Punggung ke 5 nya sengaja Bafin tepuk, untuk membuka aliran darah masing-masing. Kemudian mulailah Bafin beri mereka petunjuk dasar-dasar ilmu silat.Bafin ternyata tak main-main, bukan jurus ecek-ecek yang ia berikan, tapi langsung dasar ilmu silat Mega Halilintar yang hebat itu.Sehingga perjalanan mereka yang harusnya di tempuh dalam waktu 3 minggu, kini menjadi lama, sebab setiap hari usai sarapan, Bafin dengan serius melatih ke 5 nya ilmu silat, setelah capek, baru melanjutkan perjalanan lagi.Hasilnya terlihat setelah 1 bulan, tubuh ke 5 wanita cantik ini makin kuat, fisik mereka juga tak lagi lemah.Dan…tubuh-tubuh denok ini makin hari makin bikin puyeng kepala Bafin!Bahkan ke 5 nya ternyata punya bakat melatih jurus kaki ajaib, sehingga kini gerakan mereka tak lagi kaku, makin hari makin lincah dan trengginas.Jurus mega halilintar yang mereka latih setiap hari

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 573: Nya Laras Cs Ingin Ikut

    Kini Bafin dengan sabar dengarkan kisah sedih kelima wanita cantik ini, secara bergantian mereka curhat segalanya dan bahkan soal yang paling pribadi sekalipun mereka ceritakan bergantian.Dan inilah yang bikin Bafin melongo, ternyata dari ke 5 orang ini, 4 orang masih perawan.Termasuk Nyai Laras, hanya Nyai Nyali yang sudah tidak, karena saat di culik gerombolan Ki Manyan, dia baru menikah selama 2 minggu dan sudah di gauli suaminya.“Itupun baru…3X kali tuan pendekar,” kata Nyai Nyali malu-malu, hingga Bafin senyum kecil.Beda dengan Nyai Laras, Nyai Meni, Nyai Puti dan Nyai Geni, di culik ketika baru saja melangsungkan pernikahan dan belum sempat bulan madu dengan suami masing-masing yang sudah tewas tersebut.Mereka sempat bergidik, saat acara ‘bercinta’ itu aslinya hanya permainan sihir belaka. Aslinya mereka seakan tidur saat itu, inilah yang membuat mereka rada-rada ngeri dengan Bafin, yang dikatakan Nyai Nyali, jangan-jangan Bafin ini jelmaan hantu gunung meratus.“Huss…ada-ad

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 572: Lima Gundik yang Menggoda

    Bafin kini menatap ratusan anak buah Ki Manyan yang tiba-tiba saja berlutut dan memberi hormat padanya, sekaligus mohon pengampunan.“Bangkitlah kalian semua, mulai hari ini kalian harus berhenti berbuat jahat, atau aku basmi kalian sama seperti Ki Manyan dan rekan-rekan kalian yang kini sudah tewas itu, kalau kelak bertemu aku lagi dan kalian masih tetap berbuat kejahatan!”Terdengar suara Bafin, kalem saja, tapi karena di sini sunyi dan tak ada yang berani bersuara, bahkan daun jatuh pun akan kedengaran saking sunyinya tempat ini.Bafin lalu perintahkan semuanya agar segera kuburkan mayat-mayat yang bergelimpangan ini.Tanpa membantah mereka semuanya bekerja cepat dan halaman ini pun kini terbebas dari mayat-mayat tersebut.Termasuk mayat Ki Manyan juga di kuburkan di bagian belakang rumah besar ini.Setelah semuanya beres, Bafin membebaskan mereka semua dan tanpa banyak cincong mereka serempak pamit dan meninggalkan rumah Ki Manyan.Aksi Pendekar Tanpa Bayangan ini sontak bikin gege

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 571: Pendekar Tanpa Bayangan Beraksi

    "Singgg....!" Bafin dengan kekuatan yang di milikinya langsung menangkis semua pedang lawan yang meluncur dekat sekali dengan dadanya, dia juga bergerak luar biasa cepatnya.Bafin mengelak ke kanan dan kiri, akan tetapi pedang musuh-musunya itu sudah membacok dari kiri dengan kecepatan kilat. Bafin lantas menggerakkan pedangnya menangkis.Terpaksa menangkis karena sejak tadi dia lebih banyak mengelak, tidak pernah mengadu senjata secara langsung, maklum bahwa ratusan pedang yang menghantamnya sangat kuat, apalagi mereka ini rata-rata miliki ke saktian tinggi.Apalagi 3 orang yang jadi orang kepercayaan Ki Manyan. Kini, karena tidak mungkin mengelak lagi, terpaksa dia menangkis. "Cringgg....!" Pedang di tangan Bafin mampu patahkan puluhan pedang lawannya.Lalu Bafin mengerahkan tenaga dalamnya dan berteriak ke arah lawan-lawannya yang terus menyerangnya dengan ganas.Pedangnya menyambar dengan cepatnya, menusuk ke arah lambung semua pengeroyoknya dengan kecepatan luar biasa.Terdengarl

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 570: Bafin di Gorok...?

    “Hei kalian berlima, jangan ke asyikan, cepat bawa tubuh Pendekar Tanpa Bayangan, keluar!” bentak Ki Manyan tiba-tiba.Saat bersamaan…tiba-tiba kepala Bafin pusing dan…dia pun tergeletak lemas saat baru saja mencium perabotan Nyai Laras…!Nyai Laras tersenyum kecil, dia pun lalu bangkit dan segera berpakaian, juga ke 4 istri Ki Manyan lainnya turut berpakaian lagi, padahal rata-rata masih nanggung dan masi terus kepingin dipuaskan pejantan tangguh ini.Tapi teriakan mengguntur Ki Manyan dan malah Pendekar Tanpa Bayangan kini pingsan di antara paha Nyai Laras, membuat mereka bergegas berpakaian lagi. Bafin terlambat menyadari, kalau minuman yang di sodorkan Nyai Laras bercampur obat bius, yang biasa di gunakan untuk jinakan harimau ataupun gajah, efeknya bikin pingsan...!Namun karena Bafin memiliki tenaga dalam hebat, reaksi obat bius itu lama baru membuat pendekar sakti ini pingsan.Bafin yang telanjang bulat lalu di ikat dan hanya pasangi kolor. Lalu beramai-ramai mereka berlima

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 569: 5 Vs 1 di Rumah Ki Manyan

    Bafin lalu di ajak Nyai Laras dan satu orang istri Ki Manyan untuk beristrahat di sebuah kamar yang cukup mewah dan harum.Keduanya sama cantiknya, kalau Nyai Laras tadi istri ke 3, si Nyai satu ini adalah istri ke 5 dan dikenalkan Nyai Laras dengan nama Nyai Meni dan usianya masih 17 tahunan. “Tuan pendekar kalau butuh apa saja, jangan sungkan ngomong dengan kami berdua,” kembali Nyai Laras yang supel ini dengan gaya memikat menatap pendekar mata biawak yang tak bisa melihat wanita cantik ini.Bafin senyum di kulum, seakan mengerti, agaknya keduanya saat ini mulai memancingnya ke arah yang lebih intim.Bafin bukanlah pemuda hijau, dia seorang pria berpengalaman dan kini dengan santai dia duduk di sisi ranjang empuk ini, sambil tetap lempar senyum memikatnya.“Kalian berdua, duduk dong ke sini…!” ajaknya santai.Tanpa ragu Bafin tepuk-tepuk tangannya ke kasur di kiri kanannya, seolah meminta keduanya duduk di sisinya.Nyai Laras dan Nyai Meni dengan malu-malu meong mengangguk dan kini

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 568: Istri-istri Cantik Ki Manyan

    Tak lama kemudian, Bafin melihat salah satu penjaga ini masuk ke dalam dan saat keluar diiringi 5 wanita muda dan cantik-cantik, terperangah juga si mata biawak ini.“Tuan Pendekar Tanpa Bayangan, inilah istri-istri Ki Manyan, silahkan tuan kalau ingin bertanya soal kematian Ki Manyan tersebut.”Si penjaga tadi lalu kembali beri hormat dan permisi, untuk kembali bertugas di pagar depan rumah besar ini. Sebagai orang yang tahu adat, Bafin langsung memberikan penghormatan kepada ke 5 istri-istri Ki Manyan ini, apalagi ke limanya terlihat berpakaian serba putih, khas orang yang lagi berduka.Walaupun dalam hati sempat mikir juga, tumben Ki Manyan punya istri-istri yang denok-denok begini, mana muda-muda lagi, yang Bafin taksir paling usianya antara 18 sampai 22 tahunan.Padahal Bafin tak sadar, ke 5 juga kaget menatap pendekar yang sangat tampan dan masih muda yang tiba-tiba nongol ‘bertamu’ ke rumah mereka.Sebagai seorang flamboyan berpengalaman, sepintas melihat Bafin sudah bisa men

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status