Home / Fantasi / Penakluk Sihir Iblis / Tidak Hanya Menonton Saja Bukan?

Share

Tidak Hanya Menonton Saja Bukan?

Author: Aspasya
last update Last Updated: 2025-03-16 07:00:11

Pertarungan antara Yāo Yu dan Xu Wen akhirnya berakhir dengan kemenangan Xu Wen. Lawannya selanjutnya adalah Qing Héng Zhì.

Sejak awal, pertarungan mereka berlangsung sengit. Keduanya sama-sama kuat, memiliki kecepatan dan teknik yang sulit ditandingi. Namun, seperti halnya di pertarungan sebelumnya, Qing Héng Zhì tetap tidak menggunakan pedangnya.

Xu Wen menyipitkan mata, tatapannya menyiratkan sedikit rasa meremehkan. “Qing Gōngzǐ, pedangmu pun sama seperti Tiān Xiāng Jiàn milik Yāo Gūniang,” ucapnya, nada suaranya menyiratkan tantangan.

Qing Héng Zhì tersenyum tipis, ekspresinya santai seolah tak terganggu. “Itu bukan masalah untukku, Xu Qiánbèi.”

Xu Wen mendengus. “Iya tentu saja, Qing Gōngzǐ. Tanganmu itu lebih kuat dari pedang mana pun di Kekaisaran Bìxiāo.”

Tanpa membuang waktu, Xu Wen menebaskan pedangnya, menghunuskan hawa dingin yang langsung menyergap Qing Héng Zhì. Udara di sekitar mereka bergetar, menimbulkan kabut tipis akib
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Penakluk Sihir Iblis    Siapa Yang Akan Menang?

    "Yāo Gōngzǐ," sapa Qing Héng Zhì dengan sedikit canggung.Dia tidak pernah membayangkan akan berhadapan dengan Yāo Ming. Apalagi Jian bersaudara, Yuè Tiānyin, atau bahkan sang kakak, Qing Yǔjiā. Namun, ini adalah turnamen. Tidak peduli siapa lawannya, dia harus siap bertarung."Santai saja, Qing Xiōng. Anggap saja ini latihan biasa," ujar Yāo Ming sambil tersenyum dan mengedipkan mata.Qing Héng Zhì tersenyum kecut. Latihan biasa? Baginya, menghadapi Yāo Ming dalam duel terbuka adalah tekanan besar. Tapi mau bagaimana lagi? Turnamen ini menempatkan mereka sebagai lawan, meskipun di luar arena mereka tetap bersahabat."Baiklah, Yāo Gōngzǐ! Ayo kita mulai!" serunya dengan semangat membara.Yāo Ming tersenyum menanggapi. Di tribun kehormatan, Jìng Jūnlán Wángyé memperhatikan pertarungan dengan mata berbinar. Perkembangan Qing Héng Zhì sungguh luar biasa. Dulu sepupunya itu pemalu dan ragu-ragu, kini ia berdiri tegap dengan percaya diri.

    Last Updated : 2025-03-16
  • Penakluk Sihir Iblis    Kekacauan Di Arena

    Qing Héng Zhì kembali mengayunkan pedangnya. Cahaya dingin melesat di antara deru angin, memaksa Yāo Ming mundur beberapa langkah. Pemuda itu segera melemparkan rantai putih dari gagang pedangnya, berharap bisa menahan laju serangan. Namun, di saat itulah sesuatu yang aneh mulai terasa. Selapis kabut hitam tipis menyelimuti tubuh Qing Héng Zhì."Qing Xiōng!" seru Yāo Ming, suaranya menggema di arena. Sorot matanya membelalak panik saat menyadari ada yang tidak beres dengan lawannya.Di tribun peserta, Qing Yǔjiā yang mengamati dari kejauhan juga tersentak. Tatapannya segera beralih ke Huànyǐng dan Tiānyin."Qing Gūniang, apa yang terjadi pada Qing Héng Zhì?" tanya Yāo Yu dengan bingung."Aku tidak tahu..." Qing Yǔjiā menjawab lirih, kegelisahan tampak di wajahnya. Ia menoleh ke arah Yuè Tiānyin yang berdiri tak jauh darinya. "Yuè Èr Gōngzǐ, apakah mungkin ini..."Tiānyin menatapnya da

    Last Updated : 2025-03-16
  • Penakluk Sihir Iblis    Heibing Hùfú Terbangun

    "Sebenarnya apa yang terjadi pada Qing Xiōng?" gumam Yāo Ming, alisnya berkerut dalam.Tatapannya terpaku pada arena, di mana pertempuran semakin memanas. Kilatan petir berkelebat liar dari pedang milik Jìng Zhenjun Wángyé, menerangi langit dengan cahaya menyilaukan. Di sisi lain, sinar kebiruan bergemuruh setiap kali Tiānyin memetik senar guqin-nya. Namun, serangan mereka hanya mampu menahan Qing Héng Zhì untuk sesaat.Di antara hiruk-pikuk itu, Lei melirik ke samping, menatap adiknya, Huànyǐng, yang berdiri terpaku."Huànyǐng, apa yang harus kita lakukan?" tanyanya, suara tegasnya mengandung sedikit kekhawatiran.Huànyǐng, yang biasanya tidak pernah melewatkan kesempatan untuk ikut campur dalam kekacauan, kini hanya diam. Wajahnya tampak pucat. Lei mengulurkan tangan, menepuk bahu adiknya."Ugh, Lei! Dadaku sakit!" keluh Huànyǐng tiba-tiba.Tubuhnya membungkuk, ta

    Last Updated : 2025-03-17
  • Penakluk Sihir Iblis    Lagi-lagi Kacau

    "Huànyǐng!" Lei berteriak memanggilnya.Di udara yang dingin, Huànyǐng menoleh cepat, rambut dan jubahnya berkibar diterpa angin. Dengan suara tegas, ia membalas, "Aku akan mencoba menghentikan Qing Xiōng, Lei!""Berhati-hatilah! Aku akan menjagamu dari sini!" Lei kembali berseru. Meskipun cemas, ia tetap percaya pada adiknya.Huànyǐng mengangguk, lalu melayangkan beberapa kertas mantra ke arah Qing Héng Zhì. Cahaya kehijauan berpendar dari jari-jarinya saat ia merapal segel. "Chénxī, blokir dia dengan irama guqinmu!" serunya pada Tiānyin.Tiānyin, yang melayang tenang di udara bersama guqin-nya, mengangguk tanpa sepatah kata. Jari-jarinya kembali menyentuh senar, menciptakan nada-nada yang bergetar lembut di angin malam. Namun, di balik kelembutan itu, terselip kekuatan besar yang menekan dan mengunci pergerakan Qing Héng Zhì."Wángyé, persiapkan petirmu!" Huànyǐng berteriak pada Jìng Zhenjun Wángyé, yang sedari tadi hanya mengamati.

    Last Updated : 2025-03-17
  • Penakluk Sihir Iblis    Rindu A Niang

    Huànyǐng terbangun dengan perlahan, kelopak matanya terasa berat saat mencoba membuka mata. Cahaya keemasan yang menerobos jendela adalah hal pertama yang menyambutnya. Sinar itu lembut, namun tetap menyilaukan setelah sekian lama ia terlelap. Angin semilir berembus dari celah jendela, membawa hawa dingin yang menggigit. Namun, terasa menenangkan setelah sekian lama tubuhnya dirundung panas."Huànyǐng! Kau sudah bangun!" Suara yang familiar menyapanya dengan nada penuh kelegaan. Ia mencoba bangkit dari tempat tidur, namun tubuhnya terasa begitu lemah. Gerakan kecil saja membuatnya meringis, dan sebelum ia sempat berusaha lebih jauh, seseorang dengan sigap membantunya bersandar pada bantal."Da Jiě," gumamnya lirih.Jian Xia tersenyum lega. Dengan lembut, ia merapikan posisi punggung Huànyǐng agar adiknya merasa lebih nyaman."Bagaimana perasaanmu?" tanyanya dengan suara lembut. Namun, matanya masih menyiratkan kekhawatiran yang belum sur

    Last Updated : 2025-03-17
  • Penakluk Sihir Iblis    Apakah Waktu Itu Aku Terlihat Mengerikan?

    Huànyǐng duduk di tepi tempat tidurnya, menatap Yuè Tiānyin yang tak jauh darinya. Pemuda itu dengan tenang memetik senar guqin, menciptakan alunan melodi yang lembut. Cahaya matahari menyelinap melalui celah jendela, menerangi ruangan dengan sinar keemasan yang hangat. Udara di dalam kamar terasa sejuk, membawa keheningan yang menyelimuti keduanya.Baihe Cheng dan ketiga putrinya sengaja meninggalkan mereka berdua saja. Selain agar Tiānyin bisa bermain guqin tanpa gangguan, juga supaya mereka dapat berbincang-bincang lebih leluasa."Chénxī, apa yang terjadi padaku?" suara Huànyǐng terdengar pelan, nyaris tenggelam dalam denting senar guqin.Tiānyin tetap tenang, jemarinya tak berhenti menari di atas senar. "Sepertinya ada yang memprovokasi Heibing Hùfú untuk muncul," jawabnya datar, tanpa sedikit pun perubahan dalam nada suaranya.Huànyǐng mengerutkan kening, mencerna kata-kata itu. "Begitukah? Lalu bagaimana dengan Qing Xiōng?" tanyanya, masih d

    Last Updated : 2025-03-18
  • Penakluk Sihir Iblis    Beban Sang Pangeran Mahkota

    Di ruang yang diterangi cahaya lentera lembut, Jìng Jūnlán Wángyé duduk dengan punggung tegang. Sorot matanya tajam. Namun, di balik ketenangan wajahnya, terselip kegelisahan yang sulit disembunyikan. Kedua saudara sepupunya, Qing Yǔjiā dan Qing Héng Zhì, berdiri di hadapannya, menundukkan kepala seolah keberadaan mereka sendiri terasa menyesakkan di bawah tatapan Putra Mahkota Kekaisaran Bìxiāo."Tángmèi, Tángdì! Apa ada yang ingin kalian sampaikan padaku?" Jìng Jūnlán bertanya. Suaranya lembut tetapi berisi tekanan yang tak terelakkan.Qing Yǔjiā menggigit bibir, menundukkan kepalanya semakin dalam. Bayangan dari insiden turnamen kemarin masih membayangi pikirannya, membuatnya tak sanggup menatap langsung saudara sepupunya yang berkedudukan tinggi itu."Xiōng Wáng, jangan terlalu keras. Tángdì baru saja pulih!" tegur sebuah suara yang baru saja memasuki ruangan.Jìng Zhenjun, Pangeran keempat Kekaisaran Bìxiāo, melangkah masuk dengan sikap san

    Last Updated : 2025-03-18
  • Penakluk Sihir Iblis    Keluarga Jian

    Turnamen Bì Xiāo Guāng Huì berakhir dengan kekacauan, jauh dari apa yang diharapkan banyak pihak. Namun, bagi Huànyǐng dan kawan-kawannya, itu adalah akhir yang tetap membawa arti. Mereka telah membuktikan kemampuan mereka. Kini secara resmi dapat menerima misi bersama para kultivator senior lainnya. Dengan berakhirnya turnamen, masing-masing murid kembali ke sekte asal mereka untuk melanjutkan latihan seperti biasa, membawa pengalaman dan pelajaran berharga dari pertarungan yang telah mereka lalui. Saat ini di Bì Hǎi Wān, angin laut bertiup lembut, membawa aroma garam yang khas. Ombak bergulung tenang, memecah di bebatuan yang berjajar di sepanjang pantai. Langit membentang biru jernih, seolah ikut merayakan kepulangan mereka. "Aiyo! Senangnya bisa kembali ke sini!" seru Huànyǐng riang begitu menjejakkan kaki di pelataran. Belum sempat menikmati kebebasannya lebih lama, sebuah tangan be

    Last Updated : 2025-03-18

Latest chapter

  • Penakluk Sihir Iblis    Melodi Guqin dan Siulan di Tengah Kekacauan

    "Yuè Èr Gōngzǐ," bisik Jian Wei, suaranya tenggelam dalam gemuruh angin lembah, saat denting guqin yang melengking jernih semakin memenuhi pendengaran.Di tengah kabut, seorang pemuda berjubah putih, Yuè Tiānyin, melayang anggun di udara. Sinar matahari yang terang memantul pada guqin-nya, membuatnya berkilauan indah. Dengan gerakan halus, jemari Tiānyin menari di atas senar guqin, mengendalikan alunan melodi yang memancar dari alat musik itu. Setiap denting senar memancarkan aura magis, seakan mantra yang menyegel roh-roh liar yang mengamuk tak terkendali. "Chénxī!" seru Huànyǐng, matanya yang ungu berbinar-binar penuh kekaguman. "Lihatlah, Huànyǐng Xiōng! Yuè Èr Gōngzǐ memang tampan dan berbakat! Tidak ada seorang pun yang bisa menandinginya!"Líng Qingyu, yang entah sejak kapan telah berada di sisi Huànyǐng, mengangguk setuju dengan tatapan kagum yang tak disembunyikan. Mereka berdua terpaku menatap Tiānyin yang dengan khidmat memainkan guqin-nya. Seme

  • Penakluk Sihir Iblis    Teknik Pemanggil Seribu Roh

    Dentingan lonceng menggema samar di telinga Jian Wei. Suara itu bergema di antara riuh rendah pekikan panik, gemuruh langkah kaki, dan desir angin yang membawa hawa asing. Ia menajamkan pendengarannya, memastikan sumber suara tersebut. "Da Gē! Lihat itu!" Tiba-tiba Jian Xuě berseru, mengalihkan perhatiannya. Jian Wei sontak mengangkat kepala. Langit yang tadinya terbuka kini dipenuhi pusaran energi berbentuk lingkaran. Partikel bercahaya keperakan berputar di udara, memancarkan kilauan ganjil. "Sial!" Jian Wei menggeram, kedua tangannya mengepal erat. Matanya berkilat, menatap adik-adiknya dan anggota sekte lainnya. "A Xuě, lindungi Huànyǐng! Jangan biarkan dia terpengaruh oleh roh-roh di sekitarnya!" "Baik, Da Gē!" Jian Xuě tak ragu sedikit pun. Ia segera berdiri di depan Huànyǐng dengan Xuě terhunus, siap menghadapi apa pun yang datang. "Lei, siapkan Líng Qì Wǎng! Jian Xia, terus pantau situa

  • Penakluk Sihir Iblis    Menangkap Bīng Wù Niǎo

    "Target utama kita adalah roh yang sudah kita kunci tadi. Setelah itu kita bisa berburu roh lain di zona yang sudah terbuka," jelas Jian Wei sembari melompat ke depan gua yang tersembunyi di celah tebing es yang menjulang tinggi. Sinar matahari siang memantul di permukaan es, menciptakan kilauan tajam seperti pecahan kaca."A Xue, ayo kita gunakan Xiáng Líng Zhèn untuk menangkap Xuě Láng Wang!" serunya pada Jian Xuě."Baik, Da Gē!" Jian Xuě menyusul, melompat ringan ke depan gua."Gunakan energi es, kau bisa menggabungkannya dengan energi es milik Huànyǐng," saran Jian Wei.Jian Xuě mengangguk mantap, lalu mulai menggambar pola formasi lingkaran dengan elemen energi es di udara. Garis-garis bersinar biru keperakan muncul di udara, membentuk corak rumit yang berpendar lembut. Begitu formasi selesai, ia menyegelnya dan mengarahkannya ke dalam gua. Dari dalam terdengar geraman marah, berat dan bergema, mengguncang lapisan es di sekitar mereka.

  • Penakluk Sihir Iblis    Bersiap Untuk Babak Kedua Perburuan Roh

    Jian Wei memimpin mereka mendekati lokasi jejak roh terdekat. Langkah-langkah mereka nyaris tak bersuara, seolah menyatu dengan hembusan angin dingin yang menyelusup di antara celah-celah tebing. Beberapa roh dikenal sangat peka terhadap suara, bahkan sekadar desir angin pun bisa membangkitkan kewaspadaan mereka."A Xue, gunakan Bīng Suǒ Shù untuk memperlambat pergerakannya," bisiknya lirih. "Jejak energinya akan lebih lama bertahan dan memudahkan kita melacaknya."Jian Xuě tanpa ragu menghunus pedangnya, Bīng Xīn Shèng Jiàn, pedang suci hati es yang berkilauan di bawah cahaya samar. Dengan satu gerakan ringan, udara di sekitar mereka mendadak terasa jauh lebih dingin. Teknik Bīng Suǒ Shù pun dilepaskan, menciptakan embusan es yang membekukan area sekitar tanpa menimbulkan suara."Dia masih berada di dalam gua sempit itu," ucap Jian Xuě pelan.Jian Wei mengangguk. "Baiklah! Kita harus segera menguncinya!" ujarnya, tetap dalam bisikan. Ia menoleh k

  • Penakluk Sihir Iblis    Zona Tiān Bīng Yá

    Tiān Bīng Yá, Tebing Langit EsTebing Langit Es adalah salah satu lokasi paling ekstrem di Shén Wù Gǔ. Kabut putih pekat menyelimuti tempat ini, bercampur dengan serpihan es kecil yang melayang di udara, menciptakan suasana dingin dan penuh misteri. Angin berembus kencang, membawa butiran salju yang berputar-putar sebelum akhirnya jatuh membentuk lapisan putih tebal di sepanjang permukaan tebing.Di tengah pemandangan yang memukau sekaligus mematikan ini, Huànyǐng dan saudara-saudaranya berdiri dalam balutan mantel tebal, berusaha menahan hawa menusuk yang merasuk hingga ke tulang."Wow! Dingin sekali!" Seruan itu terdengar dari beberapa orang yang segera mengerahkan energi spiritual mereka untuk menstabilkan suhu tubuh. Namun, meski telah mengenakan pakaian hangat dan melindungi diri dengan energi, hawa dingin di Tebing Langit Es tetap menggigit.Huànyǐng menengadah, menatap tebing-tebing yang menjulang tinggi di hadapannya. Permukaannya yang ter

  • Penakluk Sihir Iblis    Bayang-bayang Heibing Hùfú di Perburuan Roh

    Di panggung kehormatan yang menjulang di atas arena perburuan, angin berembus lembut, membawa aroma teh dan arak yang disajikan dalam poci giok. Cahaya matahari yang menyaring dari sela-sela tirai sutra tipis menerangi wajah para tamu kehormatan—para ketua sekte, pemimpin klan, tetua berpengaruh, serta pejabat kekaisaran. Dan tentu saja, di pusat segala perhatian, duduk dengan tenang Kaisar Jìng Yǔhàn, mengenakan jubah kebesaran berwarna hitam keemasan yang memancarkan wibawa.Sementara para peserta perburuan bergegas ke zona pelacakan, para tamu berbincang dengan santai, sesekali menyesap teh atau arak hangat dari cawan mereka."Yīnlǜ Shengzhe, sudah lama dirimu tidak menghadiri Perburuan Roh. Apakah ada sesuatu yang membuatmu tertarik kali ini?" tanya seorang ketua klan dengan nada penuh rasa ingin tahu.Pria yang dipanggil Yīnlǜ Shengzhe itu hanya tersenyum tipis. Garis ketampanannya jelas menurun pada kedua putranya, tetapi ekspresi tenangnya membuatny

  • Penakluk Sihir Iblis    Babak Pelacakan Roh

    Perburuan Roh Musim Gugur dimulai. Seperti tradisi setiap tahunnya, ada tiga babak yang harus dilalui para peserta sebelum meraih kemenangan dan hadiah istimewa yang selalu dinantikan."Pelacakan, pertempuran strategi, dan penangkapan akhir adalah tiga babak dalam Perburuan Roh. Kita harus melewati babak pelacakan terlebih dahulu sebelum bisa menghadapi tantangan berikutnya," jelas Jian Xue kepada adik-adiknya.Mereka tengah menunggu Jian Wei yang pergi mengambil undian untuk menentukan zona awal perburuan. Penentuan ini bertujuan memisahkan sekte-sekte besar di tahap awal agar pertarungan lebih seimbang. Dengan begitu, sekte kecil memiliki kesempatan untuk bersinar, sementara ketegangan antar sekte besar tetap terjaga hingga pertemuan di babak selanjutnya.Jian Xia, yang sejak tadi terlihat cemas, akhirnya bersuara. "Èr Gē, apakah kau sudah mempelajari zona perburuan kali ini?"Jian Xue menoleh dan mengangkat bahu dengan ekspresi sedikit meringis

  • Penakluk Sihir Iblis    Pita Putih Dan Senyum Tiānyin

    “Jian Gūniang!”Seruan menggema dari tribun penonton saat Jian Xia melintasi panggung kehormatan. Pemuda dan gadis-gadis bersorak memanggil namanya, melemparkan bunga dan hadiah ke udara. Namun, Jian Xia hanya membalas dengan senyum tipis nyaris tak terlihat, seolah kegaduhan itu tak benar-benar menyentuhnya.“Kya! Tiānyù Jiànzhàn! Tampan sekali!” Seruan lain terdengar. Kali ini dari sekumpulan gadis yang mencuri pandang penuh kagum ke arah pria berjubah hitam dan ungu yang duduk tenang, matanya tak bergeming dari jalan di depannya."Jian Èr Gōngzǐ juga tampan!""Eh, itu Jian Si dan Jian Wu Gōngzǐ, bukan?"Teriakan dari tribun semakin riuh.“Tampan seperti kakak mereka!”“Jian Wu Gōngzǐ imut dan menggemaskan!”Kalimat terakhir itu nyaris membuat Jian Xue dan Jian Lei jatuh dari kuda mereka. Mereka saling bertukar pandang sebelum terkikik geli. Imut dan menggemaskan? Itu tentu mengacu pada Huànyǐng, adik mereka y

  • Penakluk Sihir Iblis    Hujan Bunga Dan Hadiah

    Shén Wù Gǔ adalah perpaduan luar biasa antara kabut mistis yang melayang di udara, hijaunya pepohonan yang menjulang tinggi, serta sungai berkilauan yang berkelok-kelok di antara tebing-tebing batu. Setiap zona perburuan di dalamnya memiliki keunikan tersendiri. Mulai dari lembah berkabut yang penuh rahasia, hutan lebat yang dipenuhi makhluk spiritual, hingga air terjun gemuruh yang menyembunyikan tantangan tak terduga. Tempat ini bukan sekadar indah, melainkan sarat dengan aura magis dan bahaya tersembunyi.Itulah kesan pertama yang tertangkap saat para peserta Perburuan Roh menyaksikan Shén Wù Gǔ yang terbentang luas di hadapan mereka."Indahnya! Sungguh sesuai dengan julukannya, Lembah Kabut Dewa!" seruan-seruan kagum terdengar bersahut-sahutan di antara para kultivator muda.Bahkan Huànyǐng dan saudara-saudaranya pun tak bisa mengalihkan pandangan. Langit biru membentang luas, menaungi lautan kabut yang berputar perlahan seakan memiliki nyawa. Pucuk-pu

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status