Home / Fantasi / Penakluk Sihir Iblis / Beban Sang Pangeran Mahkota

Share

Beban Sang Pangeran Mahkota

Author: Aspasya
last update Last Updated: 2025-03-18 11:00:44

Di ruang yang diterangi cahaya lentera lembut, Jìng Jūnlán Wángyé duduk dengan punggung tegang. Sorot matanya tajam. Namun, di balik ketenangan wajahnya, terselip kegelisahan yang sulit disembunyikan. Kedua saudara sepupunya, Qing Yǔjiā dan Qing Héng Zhì, berdiri di hadapannya, menundukkan kepala seolah keberadaan mereka sendiri terasa menyesakkan di bawah tatapan Putra Mahkota Kekaisaran Bìxiāo.

"Tángmèi, Tángdì! Apa ada yang ingin kalian sampaikan padaku?" Jìng Jūnlán bertanya. Suaranya lembut tetapi berisi tekanan yang tak terelakkan.

Qing Yǔjiā menggigit bibir, menundukkan kepalanya semakin dalam. Bayangan dari insiden turnamen kemarin masih membayangi pikirannya, membuatnya tak sanggup menatap langsung saudara sepupunya yang berkedudukan tinggi itu.

"Xiōng Wáng, jangan terlalu keras. Tángdì baru saja pulih!" tegur sebuah suara yang baru saja memasuki ruangan.

Jìng Zhenjun, Pangeran keempat Kekaisaran Bìxiāo, melangkah masuk dengan sikap san
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Penakluk Sihir Iblis    Keluarga Jian

    Turnamen Bì Xiāo Guāng Huì berakhir dengan kekacauan, jauh dari apa yang diharapkan banyak pihak. Namun, bagi Huànyǐng dan kawan-kawannya, itu adalah akhir yang tetap membawa arti. Mereka telah membuktikan kemampuan mereka. Kini secara resmi dapat menerima misi bersama para kultivator senior lainnya. Dengan berakhirnya turnamen, masing-masing murid kembali ke sekte asal mereka untuk melanjutkan latihan seperti biasa, membawa pengalaman dan pelajaran berharga dari pertarungan yang telah mereka lalui. Saat ini di Bì Hǎi Wān, angin laut bertiup lembut, membawa aroma garam yang khas. Ombak bergulung tenang, memecah di bebatuan yang berjajar di sepanjang pantai. Langit membentang biru jernih, seolah ikut merayakan kepulangan mereka. "Aiyo! Senangnya bisa kembali ke sini!" seru Huànyǐng riang begitu menjejakkan kaki di pelataran. Belum sempat menikmati kebebasannya lebih lama, sebuah tangan be

    Last Updated : 2025-03-18
  • Penakluk Sihir Iblis    Aku Harus Mengawasimu, Yīn Xuán

    Bì Fēng Jū, kediaman Puncak Zamrud, berdiri megah di puncak tertinggi kompleks Lán Tiān Gōng, Istana Langit Biru. Dikelilingi oleh lautan awan, bangunan ini seolah menggantung di langit, menawarkan ketenangan yang tak dapat dijangkau oleh sembarang orang. Hanya segelintir individu yang diizinkan melangkah di tempat ini, dan malam itu, salah satu dari mereka berdiri di hadapan Kaisar Jìng Yǔhàn.“Heibing Hùfú...” gumam sang kaisar pelan. Matanya menatap arak dalam cangkir giok kemala yang ia putar perlahan di tangannya. Cahaya lentera yang redup memantulkan kilauan hijau keemasan pada ukiran cangkir itu. “Jadi, artefak legendaris itu memang ada dan bukan sekadar mitos?” tanyanya. Suaranya terdengar ringan namun mengandung makna mendalam.Pemuda yang berdiri tegak di hadapannya tersenyum tipis. "Bìxià, itu benar adanya. Tak diragukan lagi, Heibing Hùfú dimiliki Jian Wu Gōngzǐ," sahutnya santai.Pemuda itu adalah Yīn Xuán. Seorang kultivator muda yang asal-us

    Last Updated : 2025-03-19
  • Penakluk Sihir Iblis    Kegelisahan Yuè Tiānyin

    Gemuruh air terjun menggema di udara, menciptakan kabut tipis yang menari di atas permukaan sungai. Di tengah derasnya aliran air, Yuè Tiānyin berdiri tegak, membiarkan percikan air membasahi jubah putihnya yang menjuntai. Matanya menatap langit biru yang bersih, tetapi pandangannya kosong. Sejak fajar tadi, dia tetap di sana, bergeming. Seakan-akan hanya raganya yang tertinggal di tempat ini, sementara jiwanya mengembara entah ke mana. "Heibing Hùfú," gumamnya lirih. Semenjak kembali dari Tiānyá Shān, pikirannya dipenuhi oleh artefak legendaris itu. Tak terhitung berapa malam yang ia habiskan dalam keheningan perpustakaan Zǐténg Jū, menelusuri naskah-naskah kuno yang dipenuhi debu dan tinta yang mulai pudar. Semua demi mencari jawaban tentang Heibing Hùfú, yang berada di dalam tubuh Jian Huànyǐng. Namun, pencariannya tak membuahkan hasil yang memuaskan. "Belum ada metode pemurnian yang benar-benar menjamin keberhasilannya," bisiknya pela

    Last Updated : 2025-03-19
  • Penakluk Sihir Iblis    Misi Pertama

    Huànyǐng berlari menelusuri koridor menuju Lán Bō Diàn. "Huànyǐng, tunggu!" Jian Lei berseru dari belakang, suaranya sedikit terengah. "Cepatlah, Lei!" Huànyǐng tertawa riang, menoleh sekilas ke arah sahabatnya sebelum melesat lebih cepat. Mereka berdua berlari bersisian, sesekali saling menyenggol bahu dengan canda. Angin laut yang bertiup dari kejauhan mengibaskan rambut panjang mereka, membawa aroma garam yang berpadu dengan wangi bunga liar yang tumbuh di sepanjang koridor berbatu. Matahari musim gugur menggantung rendah di langit. Cahayanya keemasan tetapi tak lagi terasa terik di atas Bì Hǎi Wān. Saat mereka tiba di aula Lán Bō Diàn, Huànyǐng langsung berteriak, "A Tie!" suaranya menggema. Membuat beberapa orang yang tengah berbincang di dalam aula tersentak kaget. "Bocah nakal!" salah seorang senior yang berdiri di dekat tiang langsung melayangkan pukulan ringan ke kepala Huànyǐng. "Kau hampir membuat jantungku copot

    Last Updated : 2025-03-19
  • Penakluk Sihir Iblis    Munculnya Penghisap Jiwa

    Yín Hé Chéng, kota yang bersinar seperti aliran sungai perak, terletak di dalam Hán Gǔ, Lembah Dingin. Meski musim terus berganti, suhu di lembah ini tetap menggigit. Lembah ini berada di antara Kota Lanyin dan Linghun, tersembunyi di cekungan yang mempertemukan kaki pegunungan Lingxiao dengan Hēi Hu.Malam telah larut, namun lampu-lampu lentera masih menerangi jalanan berbatu kota, berpendar lembut di atas permukaan sungai yang mengalir di sepanjang tepian rumah-rumah kayu. Angin tipis berembus dari arah pegunungan, membawa hawa dingin yang menggigit hingga ke dalam penginapan tempat para tamu beristirahat.Tiānyin duduk di dekat jendela, jari-jarinya melingkari cangkir teh yang masih mengepul. Uap hangat berputar pelan, menyatu dengan aroma samar melati yang memenuhi ruangan. Keheningan mendominasi. Hanya suara samar dari bara api di tungku dan sesekali lolongan hewan malam di kejauhan. Suara langkah kaki bergema di koridor sebelum akhirnya pintu terbuka.

    Last Updated : 2025-03-20
  • Penakluk Sihir Iblis    Ayo! Ayo! Chénxī! Jalan-jalan!

    Jiù Dào Jū, Rumah Jalan Lama, adalah sebuah penginapan sederhana yang terletak di jalur kuno kota Yín Hé Chéng. Meski berada di tengah kota yang ramai, suasananya tenang dan nyaman, seolah menawarkan tempat peristirahatan bagi mereka yang lelah setelah perjalanan panjang. Udara musim gugur yang sejuk mengalir lembut ke dalam ruangan, membawa aroma teh hangat yang baru diseduh. Namun, begitu mereka melangkah ke dalam, kehangatan menyambut dari balik dinding kayu tua yang dipelihara dengan baik. Ruangan utama penginapan tidak terlalu luas, tetapi tertata rapi. Aroma teh yang baru diseduh bercampur dengan wangi kayu hangat, menciptakan suasana yang menenangkan.Begitulah kesan pertama yang ditangkap Huànyǐng saat ia melangkah masuk bersama ketiga saudaranya dan rombongan dari Sekte Pemecah Langit."Tidak kusangka di tengah kota yang ramai seperti ini ada penginapan yang begitu tenang dan nyaman," komentar Jian Wei, suaranya terdengar ringan.Seorang

    Last Updated : 2025-03-20
  • Penakluk Sihir Iblis    Desa Cuì Lù, Misteri Penghisap Jiwa 1

    Desa Cuì Lù, desa embun hijau, terselip bagaikan permata hijau yang tersembunyi di pinggiran kota Yín Hé Chéng. Namun belakangan ini, kedamaian desa kecil itu terusik oleh bisikan-bisikan mencekam. Penduduk desa yang biasanya dengan tenang keluar masuk Qīng Qiū, Bukit Hijau, untuk sekadar mencari kayu bakar, jamur, sayuran liar, atau herbal kini diliputi ketakutan. Ke tempat itulah Huànyǐng melangkahkan kakinya saat ini. Bersama Yuè Tiānyin dan Ling Qingyu, mereka tengah singgah di sebuah kedai teh yang dipenuhi aroma daun teh hijau yang menguar lembut."Jadi sudah banyak korbannya?" tanya Ling Qingyu dengan raut wajah serius. Bersama Tiānyin dan Huànyǐng, pemuda itu harus menyelesaikan misi menyelidiki kasus yang menimpa Desa Cuì Lù. Ini bukan sesuatu yang disukainya. Jika boleh memilih, dia akan lebih senang jika harus diminta untuk menyelesaikan lukisannya terbengkalai, tak terselesaikan. Kuas dan tinta jauh lebih menyenangkan baginya daripada harus b

    Last Updated : 2025-03-20
  • Penakluk Sihir Iblis    Desa Cuì Lù, Misteri Penghisap Jiwa 2

    Huànyǐng dan Tiānyin berjalan santai menyusuri jalan setapak yang berlapis tanah kerikil, langkah mereka terayun ringan di bawah naungan pepohonan yang mulai meranggas. Ling Qingyu berjalan di samping mereka, tangannya erat berpegangan pada lengan Huànyǐng. Dia masih merasa gelisah setelah semalam melihat langsung seorang pria malang yang hampir kehilangan nyawanya setelah bertemu Xī Hún Yāo."Huànyǐng Xiōng," bisiknya pelan. Pandangannya melirik ke arah Tiānyin yang terus melangkah tanpa ragu, seakan tidak terpengaruh oleh cerita mengerikan itu."Jangan takut," sahut Huànyǐng dengan nada tenang. Dia menepuk lembut lengan Qingyu, memberi sedikit rasa nyaman.Pagi ini, setelah semalam menginap di sebuah penginapan kecil di desa Cuì Lú, mereka bertiga memutuskan untuk memulai penyelidikan. Sepanjang pagi, mereka berkeliling desa, bertanya kepada para penduduk. Namun, jawaban yang mereka dapatkan hampir selalu sama. Tidak ada yang pernah melihat dengan jelas

    Last Updated : 2025-03-21

Latest chapter

  • Penakluk Sihir Iblis    Melodi Guqin dan Siulan di Tengah Kekacauan

    "Yuè Èr Gōngzǐ," bisik Jian Wei, suaranya tenggelam dalam gemuruh angin lembah, saat denting guqin yang melengking jernih semakin memenuhi pendengaran.Di tengah kabut, seorang pemuda berjubah putih, Yuè Tiānyin, melayang anggun di udara. Sinar matahari yang terang memantul pada guqin-nya, membuatnya berkilauan indah. Dengan gerakan halus, jemari Tiānyin menari di atas senar guqin, mengendalikan alunan melodi yang memancar dari alat musik itu. Setiap denting senar memancarkan aura magis, seakan mantra yang menyegel roh-roh liar yang mengamuk tak terkendali. "Chénxī!" seru Huànyǐng, matanya yang ungu berbinar-binar penuh kekaguman. "Lihatlah, Huànyǐng Xiōng! Yuè Èr Gōngzǐ memang tampan dan berbakat! Tidak ada seorang pun yang bisa menandinginya!"Líng Qingyu, yang entah sejak kapan telah berada di sisi Huànyǐng, mengangguk setuju dengan tatapan kagum yang tak disembunyikan. Mereka berdua terpaku menatap Tiānyin yang dengan khidmat memainkan guqin-nya. Seme

  • Penakluk Sihir Iblis    Teknik Pemanggil Seribu Roh

    Dentingan lonceng menggema samar di telinga Jian Wei. Suara itu bergema di antara riuh rendah pekikan panik, gemuruh langkah kaki, dan desir angin yang membawa hawa asing. Ia menajamkan pendengarannya, memastikan sumber suara tersebut. "Da Gē! Lihat itu!" Tiba-tiba Jian Xuě berseru, mengalihkan perhatiannya. Jian Wei sontak mengangkat kepala. Langit yang tadinya terbuka kini dipenuhi pusaran energi berbentuk lingkaran. Partikel bercahaya keperakan berputar di udara, memancarkan kilauan ganjil. "Sial!" Jian Wei menggeram, kedua tangannya mengepal erat. Matanya berkilat, menatap adik-adiknya dan anggota sekte lainnya. "A Xuě, lindungi Huànyǐng! Jangan biarkan dia terpengaruh oleh roh-roh di sekitarnya!" "Baik, Da Gē!" Jian Xuě tak ragu sedikit pun. Ia segera berdiri di depan Huànyǐng dengan Xuě terhunus, siap menghadapi apa pun yang datang. "Lei, siapkan Líng Qì Wǎng! Jian Xia, terus pantau situa

  • Penakluk Sihir Iblis    Menangkap Bīng Wù Niǎo

    "Target utama kita adalah roh yang sudah kita kunci tadi. Setelah itu kita bisa berburu roh lain di zona yang sudah terbuka," jelas Jian Wei sembari melompat ke depan gua yang tersembunyi di celah tebing es yang menjulang tinggi. Sinar matahari siang memantul di permukaan es, menciptakan kilauan tajam seperti pecahan kaca."A Xue, ayo kita gunakan Xiáng Líng Zhèn untuk menangkap Xuě Láng Wang!" serunya pada Jian Xuě."Baik, Da Gē!" Jian Xuě menyusul, melompat ringan ke depan gua."Gunakan energi es, kau bisa menggabungkannya dengan energi es milik Huànyǐng," saran Jian Wei.Jian Xuě mengangguk mantap, lalu mulai menggambar pola formasi lingkaran dengan elemen energi es di udara. Garis-garis bersinar biru keperakan muncul di udara, membentuk corak rumit yang berpendar lembut. Begitu formasi selesai, ia menyegelnya dan mengarahkannya ke dalam gua. Dari dalam terdengar geraman marah, berat dan bergema, mengguncang lapisan es di sekitar mereka.

  • Penakluk Sihir Iblis    Bersiap Untuk Babak Kedua Perburuan Roh

    Jian Wei memimpin mereka mendekati lokasi jejak roh terdekat. Langkah-langkah mereka nyaris tak bersuara, seolah menyatu dengan hembusan angin dingin yang menyelusup di antara celah-celah tebing. Beberapa roh dikenal sangat peka terhadap suara, bahkan sekadar desir angin pun bisa membangkitkan kewaspadaan mereka."A Xue, gunakan Bīng Suǒ Shù untuk memperlambat pergerakannya," bisiknya lirih. "Jejak energinya akan lebih lama bertahan dan memudahkan kita melacaknya."Jian Xuě tanpa ragu menghunus pedangnya, Bīng Xīn Shèng Jiàn, pedang suci hati es yang berkilauan di bawah cahaya samar. Dengan satu gerakan ringan, udara di sekitar mereka mendadak terasa jauh lebih dingin. Teknik Bīng Suǒ Shù pun dilepaskan, menciptakan embusan es yang membekukan area sekitar tanpa menimbulkan suara."Dia masih berada di dalam gua sempit itu," ucap Jian Xuě pelan.Jian Wei mengangguk. "Baiklah! Kita harus segera menguncinya!" ujarnya, tetap dalam bisikan. Ia menoleh k

  • Penakluk Sihir Iblis    Zona Tiān Bīng Yá

    Tiān Bīng Yá, Tebing Langit EsTebing Langit Es adalah salah satu lokasi paling ekstrem di Shén Wù Gǔ. Kabut putih pekat menyelimuti tempat ini, bercampur dengan serpihan es kecil yang melayang di udara, menciptakan suasana dingin dan penuh misteri. Angin berembus kencang, membawa butiran salju yang berputar-putar sebelum akhirnya jatuh membentuk lapisan putih tebal di sepanjang permukaan tebing.Di tengah pemandangan yang memukau sekaligus mematikan ini, Huànyǐng dan saudara-saudaranya berdiri dalam balutan mantel tebal, berusaha menahan hawa menusuk yang merasuk hingga ke tulang."Wow! Dingin sekali!" Seruan itu terdengar dari beberapa orang yang segera mengerahkan energi spiritual mereka untuk menstabilkan suhu tubuh. Namun, meski telah mengenakan pakaian hangat dan melindungi diri dengan energi, hawa dingin di Tebing Langit Es tetap menggigit.Huànyǐng menengadah, menatap tebing-tebing yang menjulang tinggi di hadapannya. Permukaannya yang ter

  • Penakluk Sihir Iblis    Bayang-bayang Heibing Hùfú di Perburuan Roh

    Di panggung kehormatan yang menjulang di atas arena perburuan, angin berembus lembut, membawa aroma teh dan arak yang disajikan dalam poci giok. Cahaya matahari yang menyaring dari sela-sela tirai sutra tipis menerangi wajah para tamu kehormatan—para ketua sekte, pemimpin klan, tetua berpengaruh, serta pejabat kekaisaran. Dan tentu saja, di pusat segala perhatian, duduk dengan tenang Kaisar Jìng Yǔhàn, mengenakan jubah kebesaran berwarna hitam keemasan yang memancarkan wibawa.Sementara para peserta perburuan bergegas ke zona pelacakan, para tamu berbincang dengan santai, sesekali menyesap teh atau arak hangat dari cawan mereka."Yīnlǜ Shengzhe, sudah lama dirimu tidak menghadiri Perburuan Roh. Apakah ada sesuatu yang membuatmu tertarik kali ini?" tanya seorang ketua klan dengan nada penuh rasa ingin tahu.Pria yang dipanggil Yīnlǜ Shengzhe itu hanya tersenyum tipis. Garis ketampanannya jelas menurun pada kedua putranya, tetapi ekspresi tenangnya membuatny

  • Penakluk Sihir Iblis    Babak Pelacakan Roh

    Perburuan Roh Musim Gugur dimulai. Seperti tradisi setiap tahunnya, ada tiga babak yang harus dilalui para peserta sebelum meraih kemenangan dan hadiah istimewa yang selalu dinantikan."Pelacakan, pertempuran strategi, dan penangkapan akhir adalah tiga babak dalam Perburuan Roh. Kita harus melewati babak pelacakan terlebih dahulu sebelum bisa menghadapi tantangan berikutnya," jelas Jian Xue kepada adik-adiknya.Mereka tengah menunggu Jian Wei yang pergi mengambil undian untuk menentukan zona awal perburuan. Penentuan ini bertujuan memisahkan sekte-sekte besar di tahap awal agar pertarungan lebih seimbang. Dengan begitu, sekte kecil memiliki kesempatan untuk bersinar, sementara ketegangan antar sekte besar tetap terjaga hingga pertemuan di babak selanjutnya.Jian Xia, yang sejak tadi terlihat cemas, akhirnya bersuara. "Èr Gē, apakah kau sudah mempelajari zona perburuan kali ini?"Jian Xue menoleh dan mengangkat bahu dengan ekspresi sedikit meringis

  • Penakluk Sihir Iblis    Pita Putih Dan Senyum Tiānyin

    “Jian Gūniang!”Seruan menggema dari tribun penonton saat Jian Xia melintasi panggung kehormatan. Pemuda dan gadis-gadis bersorak memanggil namanya, melemparkan bunga dan hadiah ke udara. Namun, Jian Xia hanya membalas dengan senyum tipis nyaris tak terlihat, seolah kegaduhan itu tak benar-benar menyentuhnya.“Kya! Tiānyù Jiànzhàn! Tampan sekali!” Seruan lain terdengar. Kali ini dari sekumpulan gadis yang mencuri pandang penuh kagum ke arah pria berjubah hitam dan ungu yang duduk tenang, matanya tak bergeming dari jalan di depannya."Jian Èr Gōngzǐ juga tampan!""Eh, itu Jian Si dan Jian Wu Gōngzǐ, bukan?"Teriakan dari tribun semakin riuh.“Tampan seperti kakak mereka!”“Jian Wu Gōngzǐ imut dan menggemaskan!”Kalimat terakhir itu nyaris membuat Jian Xue dan Jian Lei jatuh dari kuda mereka. Mereka saling bertukar pandang sebelum terkikik geli. Imut dan menggemaskan? Itu tentu mengacu pada Huànyǐng, adik mereka y

  • Penakluk Sihir Iblis    Hujan Bunga Dan Hadiah

    Shén Wù Gǔ adalah perpaduan luar biasa antara kabut mistis yang melayang di udara, hijaunya pepohonan yang menjulang tinggi, serta sungai berkilauan yang berkelok-kelok di antara tebing-tebing batu. Setiap zona perburuan di dalamnya memiliki keunikan tersendiri. Mulai dari lembah berkabut yang penuh rahasia, hutan lebat yang dipenuhi makhluk spiritual, hingga air terjun gemuruh yang menyembunyikan tantangan tak terduga. Tempat ini bukan sekadar indah, melainkan sarat dengan aura magis dan bahaya tersembunyi.Itulah kesan pertama yang tertangkap saat para peserta Perburuan Roh menyaksikan Shén Wù Gǔ yang terbentang luas di hadapan mereka."Indahnya! Sungguh sesuai dengan julukannya, Lembah Kabut Dewa!" seruan-seruan kagum terdengar bersahut-sahutan di antara para kultivator muda.Bahkan Huànyǐng dan saudara-saudaranya pun tak bisa mengalihkan pandangan. Langit biru membentang luas, menaungi lautan kabut yang berputar perlahan seakan memiliki nyawa. Pucuk-pu

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status