“Oke Joe, semua sudah lengkap. Tapi, total sepatu yang tadi saya hitung ada 160 pasang. Kamu belum mengambil sepasang sepatu untuk mu?”
“Nona, dari pada anda memberi saya sepatu, lebih baik anda memberikan sepatu itu kepada para pekerja itu.”
“Joe, kalau saya hanya memberikan sepasang sepatu ke salah seorang pekerja itu, pekerja yang lain bakalan iri melihat itu.”
“Iya juga ya nona.”
“Huh! Yasudah, suruh para pekerjamu untuk memilih sepatu-sepatu yang ada di lemari itu untuk dibawa pulang. Suruh juga para pekerja yang tengah bekerja diluar untuk masuk kedalam dan memilih sepasang sepatu di lemari kaca. Ingat! Hanya sepasang sepatu saja ya, hehe.”
“Oke nona.”
Kemudian, Joe langsung berkata kepada pekerja yang berada di dalam rumah untuk memilih sepasang sepatu yang mereka mau untuk di bawa pulang. Tapi, Joe menyuruh para pekerja itu untuk meletakkan telunjuknya di posisi
Angel kembali ke asrama. Ketika dia sampai di depan kamar asramanya, kemudian dia masuk kedalam.“Loh, kok kalian semua ada disini?” Angel bertanya kepada teman-temannya yang tengah bermalas-malasan di kamar.“Loh, emang kenapa kalau kami berada disini Angel? Kan hari ini adalah hari libur!?” Cassey berkata sembari menggeser-geser layar ponselnya.“Iya sih. Emm… Aku kira, kalian pergi untuk melakukan sesuatu kegiatan di luar.”“ Tidak Ngel. Hari ini adalah hari bermalas-malasan untuk mengistirahatkan tubuh dan tenaga setelah hampir seminggu kami bekerja keras. Kalau tidak sekarang, kapan lagi kami ada waktu untuk bermalas-malasan Ngel, hahaha” Fanny menjawab pertanyaa Angel sembari menggeser-geser layar ponsel dan berbaring diatas tempat tidur.“Hahaha, iya juga sih.”Kemudian, Angel mengempaskan tubuhnya diatas tempat tidur dan membuka ponselnya. Lalu, Angel menulis pesan un
Kemudian, ada 3 kamar di dalam rumah itu. Selain pendingin ruangan, ternyata rumah itu juga di lengkapi sebuah pemanas ruangan juga. berjalan sedikit masuk kedalam, ada dapur yang dilengkapi dengan kompor listrik, wastafel dan lain-lain. Ada sebuah rak piring lengkap dengan piring, sendok, garpu, panci dan alat-alat untuk masak. Oke, keluar dari dapur dan sedikit menoleh ke kiri. Ada sebuah tangga yang menghubungkan lantai satu dan lantai dua. Di lantai dua terdapat 3 ruang kamar yang masing-masing kamar sudah dilengkapi fasilitas tidur yang cukup mewah. Masing-masing dari ruang kamar itu ukurannya cukup luas dan kira-kira untuk 2 orang dalam satu kamar. Dilengkapi dengan pendingin dan pemanas ruangan juga untuk masing-masing kamar.“Loh, kok banyak sekali kamar di rumah ini? Bukannya hanya untuk seorang supir saja?” Joe bertanya kepada Alan dengan perasaan yang sedikit bingung.“Emm… Saya juga kurang tau tuan, tapi nona Angel memilih desain ru
“Ngel… Ngel… Hei…” Chelsea mencoba menggoyang-goyangkan tubuh Angel sembari memanggil namanya.“Hump… Apa sih, ah!”“Hei, bangun. Ini Joe menelfon dan katanya ingin berbicara denganmu.”Mendengar itu, Angel langsung terbangun. Lalu, Chelsea memberikan ponselnya kepada Angel.“Hah, ada apa Joe. Apa? Wah, cepat juga ya… Oh, oke-oke, saya akan segera kesana. Oke Joe.” Angel hanya menjawab perkataan Joe dan tidak ingin melemparkan pertanyaan karena di hadapannya ada Chelsea yang tengah memandangi Angel. Setelah selesai berbicara, Angel mengembalikan ponsel itu kepada Chelsea.“Halo sayang” Chelsea berkata kepada Joe.“Halo sayang, terima kasih ya sayang.”“Iya sayang, sama-sama. Emang, ada bisnis apa sih kamu dengan Angel?”“Ah, hanya bisnis kecil saja sayang, hehe. Oh, iya sayang, sudah dulu ya. Sepertinya,
“Widihhh! Gila, aromanya harum sekali Chel! Wahh, ini pasti lezat banget.” Fanny berkata sembari mencium aroma makanannya.“Wah, iya sih. Kayaknya ini lezat banget, aroma ayam bakarnya langsung membuat perut ini keroncongan, hahaha” Cassey berkata kepada Fanny dan Chelsea.“Yuk dimakan gays, keburu dingin loh ini. Ngel… Sini makan dulu” Chelsea berkata kepada Fanny dan Cassey dan memanggil Angel untuk mengajaknya bergabung untuk makan bersama.Angel sudah selesai mandi. Mendengar teriakan Chelsea yang memanggil namanya, Angel langsung keluar dari kamar mandi dan menghampiri teman-temannya yang tengah makan.“Wah, kalian makan apa itu? Aromanya enak sekali.” Angel berkata sembari memandangi makanan yang ada di depan matanya.“Umm… Sini Ngel, makan dulu. Enak loh serius, nyesel kalau kamu tidak makan.” Cassey menjawab perkataan Angel sembari mengunyah makanan nya.&ldquo
“Apa!? Mobil itu punya mu? Yaelah Angel, Jangan mimpilah, hahaha. Masak iya, seorang pemulung bisa beli mobil mewah? Kamu habis mulung apa kemarin? Mulung uang di Bank? Hahaha!!!” Gadis itu berkata sembari tertawa dengan nada yang keras.“Angel, sudahlah. Jangan mengkhayal kamu. Kalau pun itu memang mobil kamu, terus apa buktinya? Nggak ada kan?” Salah seorang dari kedua gadis itu berkata kepada Angel dan melemparkan pertanyaan kepadanya.“Eh, ada kok…” Belum sempat Angel menyelesaikan perkataannya, Taksi online itu tiba tepat di depan Angel.“Nona Angel?” Supir taksi itu bertanya kepada Angel dan kedua gadis yang tengah berdiri di dekat Angel.“Iya pak, saya Angel.” Angel berkata kepada supir taksi itu.Kemudian, Angel membuka pintu taksi itu dan bergegas masuk kedalam. Ketika supir taksi itu ingin menginjakkan pedal gas, Angel berkata,“Sebentar pak.”Kem
“Serius Camille! Itulah sebabnya kami berdiri disini!” Salah seorang teman Camille berkata dengan nada yang tinggi.“Oke-oke, masalah ini kita pikirkan nanti. Lebih baik kita kembali ke asrama. Kalian mau kulit kalian menghitam karena terlalu lama berdiri disini? Cuaca hari ini sedang panas. Ya, kalau kalian mau, kalian bisa berdiri di sini sembari memikirkan Angel.” Camille berkata kepada teman-temannya.Teman-teman Camille hanya menganggukkan kepala dan mengiyakan perkataannya dan kemudian mereka berjalan menuju asrama mereka.Setelah itu, Angel sampai di rumah nya. Tampak dari luar, Joe, Alan dan anak-anak buah Alan sedang duduk dan mengobrol di depan rumah yang baru saja selesai di buat. Lalu, Angel masuk dan menghampiri mereka.“Hai semua”“Oh, hai nona. Anda sudah sampai. Mau duduk dan minum-minum dulu apa langsung masuk untuk mengecek rumahnya nona?” Joe berdiri menghampiri Angel dan bert
“Oke Alan. Nah, masak iya, toilet Cuma satu? Kamar tidur disini kayaknya ada 3 kan? Seperti yang saya minta? Mengapa toiletnya hanya 1?”“Setiap kamar tidur sudah ada toiletnya masing-masing di dalam nona. Ini hanya untuk toilet di dapur. Jadi, tidak perlu jauh-jauh ke lantai 2 kalau ingin ke toilet.”“Oke, kamar ada di lantai 2 kan? Yuk kita langsung menuju ke lantai 2.”Setelah itu, mereka langusung menuju ke lantai 2.“Oke nona, disini lah supir anda akan tidur. Sesuai permintaan anda, ada 3 kamar dengan kapasitas 2 orang. Jadi, masing-masing kamar itu, memiliki satu tempat tidur yang bisa menampung hanya 2 orang dewasa saja. Tapi, masing-masing kamar itu cukup luas. Jika anda menambah satu tempat tidur di masing-masing ruangan itu, mungkin masih muat nona. Masing-masing kamar tidur itu juga dilengkapi dengan pendingin ruangan dan juga penghangat ruangan ketika musim dingin tiba. Dan, si seberang sana, ada ruan
“Permisi, bolehkah saya melihat daftar menu makanan yang ada disini?” Angel bertanya kepada pelayan itu.“Ini, silahkan nona.”Pelayan itu memberikan menu makanan kepada Angel.“Emm… Saya mau kamu membawakan hidangan VIP yang ada di restaurant ini untuk 18 orang. Dan untuk minumannya, kamu bisa membawakan minuman terbaik yang ada di restaurant ini.”“Oke nona, saya akan membawakan pesanan anda dalam 10 menit.”Setelah itu, pelayan itu langsung mengambil menu makanan yang dipegang oleh Angel dan bergegas pergi ke dapur.10 menit kemudian, pelayan itu datang dengan 5 orang pekerja membawakan hidangan yang telah dipesan oleh Angel dan di hidangkan di kedua meja makan mereka.Mereka pun menikmati hidangan makan siang itu bersama sembari mengobrol santai pada saat itu.“Joe, berhubung rumah supir itu sudah selesai. Saya mau, kamu mencarikan supir terbaik secepatnya. Karena