Share

PART 89. ALAN DATANG

Penulis: ANATA MEGA
last update Terakhir Diperbarui: 2022-01-30 03:19:17

Alan menunggu di ruangan itu. Dalam hati masih tidak percaya jika mantan pacarnya adalah putri pemilik Harani Hospital. Mengingat penampilan Lala yang biasa saja dan karakter dia yang mau bergaul dengan semua lapisan.

Saat ini Alan malah menjadi sedikit insecure. Tetapi bukankah cinta harus diperjuangkan? Setidaknya dirinya sudah selangkah lebih menang dari pada Glenn. Dirinya yakin akan memenangkan hati Lala dengan rajin mengupayakannya.

Alan menatap gadis cantik yang kini berjalan kearahnya itu.

“La, apakah kita bisa kembali seperti yang dulu?” ucapnya kemudian setelah gadisnya duduk.

“Seperti yang dulu, yang mana?” tanya Lala, dengan dahi berkerut dan menatap Alan tidak mengerti. Bahkan dia tidak ada niat sedikit pun untuk balikan dengan Alan.

“Jadi pacarku lagi, kita perbaiki semuanya,” pinta Alan serius sembari menatap manik Lala.

“Rasanya aku ingin berpikir dulu, Al.” Lala mencoba menolak

Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Pembantu Kaya Tuan Tampan   PART 90. ALAN PULANG

    Setelah mendapat lampu hijau dari Harjito, Alan segera menemui orang tuanya.Alan memarkir motornya dan cepat-cepat melesat ke dalam rumah mencari sang ibu.“Assalamualaikum, Bu,” ucap Alan setelah menemukan ibunya.Ririn menoleh demi mendengar suara putranya, “Lho, kamu pulang. Kenapa tidak mengabari ibu terlebih dahulu?”“Maaf, Bu! Alan pulang lebih cepat karena ada sesuatu. Alan mau minta tolong ibu melamarkan gadis untukku,” ucap Alan penuh semangat.Ririn tampak begitu kaget dengan permintaan putranya itu. Bahkan Alan mengenalkan pacarnya saja belum tapi tiba-tiba memintanya melamar seorang gadis.“Yang benar saja Al, kuliah pun kamu belum selesai, mau nikah saja. Mau kamu kasih makan apa Istrimu nanti?” Ririn menatap Alan cukup dalam. Putranya itu baru datang, bahkan tas ransel masih di punggungnya. Alan tergesa menemuinya di dapur hanya demi menyampaikan kabar ini.Ririn mematikan

    Terakhir Diperbarui : 2022-01-31
  • Pembantu Kaya Tuan Tampan   PART 91. MENUMPANG

    “Apa yang kamu lakukan dengan gadis itu, Al?” tanya Wijaya tidak sabar. “Kamu akan membuat malu orang tuamu?” ucapnya kemudian sembari menatap tajam putranya menuntut penjelasan. Bagaimanapun Wijaya tidak ingin jika putranya mengulangi kesalahan masa lalunya.“Yah, tapi ini salah paham, percayalah padaku” ucap Alan berusaha membela diri.“Oke jadi kapan Ayah harus melamar gadis itu?” tanya Wijaya tidak sabar. Sebagai orang tua dia merasa turut bertanggung jawab.“Nanti aku kabari lagi, Yah. Mengingat orang tua gadis itu begitu sibuk. Setelah di atur tanggalnya nanti Alan beritahu,” ucap Alan.Meskipun dituduh yang tidak-tidak dalam hati Alan lega. Akhirnya Wijaya mau melamarkan gadisnya, yah meskipun baru dalam tahap tunangan setidaknya itu lebih baik.Serelah beristirahat sebentar, Alan memutuskan kembali ke kota Violens dengan membawa segenggam harapan. Usaha membujuk kedua orang tuanya

    Terakhir Diperbarui : 2022-02-01
  • Pembantu Kaya Tuan Tampan   BAB 92 ADA APA DENGAN DEWI

    “Ya sudah, aku mau bersih-bersih dulu. Kamu kalau sudah ngantuk tidur saja, Wi,” ucap Alan. Dan bergegas keluar dari kamar. Di kost itu tidak ada fasilitas kamar mandi dalam. Jadi hanya ada tiga kamar mandi untuk di gunakan bersama. Mengguyur tubuhnya dengan air dingin membuatnya segar dan menghilangkan rasa lelahnya seharian ini perjalanan bolak balik. Alan sudah selesai dan keluar dari kamar mandi hanya dengan lilitan handuk. Kemudian menuju kamarnya. Melihat Dewi sudah berbaring di kasur, Alan meliriknya sebentar. Mungkin saja dia kecapean jadi dengan cepat bisa terlelap. Laki-laki itu membuka Almarinya. Memilih piyama untuk pakaian tidurnya malam ini. Setelah selesai menyisir rambutnya dan mengambil sebuah bantal. Ya. Alan hanya punya dua bantal. Kemudian merebahkan dirinya di keramik putih itu. Mau bagaimana lagi Alan tidak punya alas tidur kecuali kasur yang di pakai Dewi, tidak mungkin pula tidur di kasur yang sama. Mungkin besok dia ak

    Terakhir Diperbarui : 2022-02-02
  • Pembantu Kaya Tuan Tampan   PART 93. TIDAK BOLEH TERJADI

    “Glenn, apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Lala panik. Ketika menatap Glenn berdiri bersedekap di samping mobilnya. Mobil itu terparkir di depan gedung F di kampus Nuansa.Glenn tertegun sejenak mendengar suara yang teramat dirindukannya itu. Sejenak laki-laki itu membuka kaca mata hitamnya demi bisa melihat wajah Lala secara langsung.Glenn tidak menemui Lala bukan karena sudah tidak peduli pada gadis yang sudah berhasil memenuhi pikirannya. Meskipun dia juga belum yakin jika itu Cinta.Glenn akhir-akhir ini sibuk membenahi pekerjaannya yang kacau dan hampir tumbang. Tentu saja dia butuh fokus dan kerja keras. Tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk membenahi semuanya.“Tidak usah panik, ayo ikut aku! Aku pastikan kakakmu tidak melihat kita,” ucap Glenn percaya diri dan menarik tangan Lala.“Tapi Glenn aku ada kelas pagi hari ini!” Lala mencoba mengibaskan tangannya tapi sia-sia karena tangan Gle

    Terakhir Diperbarui : 2022-02-04
  • Pembantu Kaya Tuan Tampan   PART 94. ACARA LAMARAN DAN TUNANGAN

    Hari ini kediaman Harjito Pribadi di kota Violens tampak sedikit ada kesibukan. Meskipun tidak banyak keluarga dan hanya keluarga inti saja yang datang. Karena memang lamaran tersebut di gelar secara mendadak. Mengingat pergaulan Lala di kota ini meresahkannya.“Apa kamu bahagia, cantik?” tanya wanita muda dengan dress panjang berwarna biru langit itu.Lala terdiam dan termenung sedikit pun tidak terusik pertanyaan tantenya. Tantenya ini bernama Intan dia adalah adik bungsu Harjito. Intan datang hanya demi pertunangan keponakan kesayangannya. Selain itu dia juga yang menyiapkan baju untuk Lala.Saat ini Intan berkutat merias wajah Lala. “Mengapa kamu diam saja, La?” tanya Intan curiga dan menghentikan kegiatannya. “Cerita sama Tante, jika tidak cerita Tante tidak mau melanjutkan mendandanimu,” Intan meletakkan peralatannya. Kemudian mengambil kursi dan duduk di depan keponakannya itu.Lala menggeleng dengan tetap mengun

    Terakhir Diperbarui : 2022-02-05
  • Pembantu Kaya Tuan Tampan   PART 95 DIA

    Lala tidak percaya demi melihat siapa yang datang, Glenn, Rega dan Sintia mereka bertiga memasuki rumahnya. ‘Astaga benarkah mereka datang demi menyaksikan pertunangannya dengan Alan?’ tiba-tiba tangan Lala bergetar dan refleks menyentuh telapak tangan Intan yang ada di sampingnya. Intan cukup peka untuk menggenggam tangan itu, dia tahu keponakannya panik dan gelisah. Harjito menatap para tamunya satu persatu dan dirinya tidak merasa mengundang mereka dalam acara ini. Satu wajah yang tidak asing baginya tapi untuk apa dia datang ke sini? Dalam kebingungannya Harjito tetap memperlakukan dengan baik mereka, bagaimanapun mereka adalah tamu. “Walaikumsalam,” jawab Harijito kemudian mempersilahkan masuk dan duduk terlebih dahulu. Suasana pun sangat kaku. Fokus tatapan Harjito jatuh pada wajah Glenn. Sementara Iriani dan Edo sudah tahu, siapakah mereka. Hanya saja diam demi menunggu reaksi Harjito. “Maaf om jika kehadiran kami menggang

    Terakhir Diperbarui : 2022-02-07
  • Pembantu Kaya Tuan Tampan   PART 96. SELIDIKI

    Sintia terus mempercepat langkahnya tanpa menoleh lagi. Mereka masuk mobil dan meninggalkan kediaman Harjito.“Ada apa Ma? Mengapa Mama malah pergi. Bukannya memperjuangkan menantu Mama?” tanya Glenn, sambil tetap fokus memutar setir mobilnya.“Carilah wanita lain, selain Lala!”“Maksud mama apa?” Glenn meminggirkan mobilnya, dan kemudian berhenti.“Apa kamu tidak lihat Glenn! Dia sudah punya calon, di mana harga dirimu sebagai laki-laki dengan mengemis cinta pada mereka?”“Tapi, Ma! Aku tidak bisa membiarkan Lala bersama Alan! Aku yakin Alan itu hanya pria licik!”“Jika hanya itu alasanmu! Kamu tidak perlu melamar Lala! Kamu tidak bisa menentukan pasanganmu hanya berdasar atas rasa tidak rela, Glenn!” bentak Sintia gusar.“Sebaiknya kita pulang dulu, biar aku yang bawa mobil. Nanti kita bicarakan semuanya di rumah!” usul Rega. Lelaki itu kemudian memb

    Terakhir Diperbarui : 2022-02-08
  • Pembantu Kaya Tuan Tampan   Part 97. TERTINGGAL JANJI

    Hari ini Glenn berjanji pada dirinya sendiri untuk memisahkan Alan dari Lala. Banyak sekali kesalahan Alan yang membuatnya tidak percaya laki-laki itu bisa menjaga Lala dengan baik. Yang pertama dia pernah meninggalkan Lala pingsan seorang diri di tepi danau dan yang kedua Glenn yakin jika Alan telah menggunakan cara lagi licik dengan menghasut keluarga Lala.Glenn ke luar dari Apartemennya sambil terus berpikir apa yang akan dilakukannya. Tentu saja Glenn butuh orang yang bisa mengawasi gerak-gerik Alan dan mengumpulkan bukti. Dirinya harus bermain rapi.Glenn memutar mobilnya, tiba-tiba dia ingin mendatangi makam Sabila. Entah mengapa ada keinginan yang kuat untuk datang ke sana meskipun letaknya tidak searah dengan kantor. Tiga puluh menit kemudian dirinya sudah sampai. Dia memarkir mobilnya dan turun.Tampak tanah masih basah sisa-sisa hujan semalam. Glenn menapakan langkahnya mendekati makam itu. Tapi langkahnya menelan dan tiba-tiba harus berhenti.

    Terakhir Diperbarui : 2022-02-09

Bab terbaru

  • Pembantu Kaya Tuan Tampan   PART. 134. AKHIRNYA KITA

    Setelah acara tiup lilin dilanjut acara pemotongan kue. Seperti biasa Lala memberi potongan pertama kue itu untuk Ayahnya. Harjito menerima suapan dari putrinya itu kemudian mengucapkan kalimat selamat diikuti rentetan doa.Acara cukup sederhana tetapi meriah dan keluarga inti datang semua. Setelah potong kue sudah selesai, Adrian yang bertindak seolah-olah menjadi MC. Memberitahukan acara selanjutnya yaitu hiburan yang akan diisi oleh bintang tamu.Lala bingung. Pasti Adrian hanya bercanda. Mana ada bintang tamu? Tetapi pandangan Lala seakan terkesima. Ketika dari pintu depan yang terbuka lebar datanglah rombongan tamu. di barisan paling depan Glenn, Sintia dan Herlambang. Setelah itu nampak Wijaya-Ririn, Alan-Dewi, Rega - Winda. Mereka memasuki ruangan dengan penuh senyum.Tampak para keluarga menyalami mereka sambil tersenyum."Lala maukah kamu menjadi istriku?" tanya Glenn lugas tanpa sedikitpun keraguan di depan keluarga besarnya. Pria itu mengeluarkan kotak berisi cincin yang ak

  • Pembantu Kaya Tuan Tampan   PART. 133. JADI KAMU DARI MANA?

    "Jadi, kamu dari mana saja?" hardik Harjito mengetahui putrinya baru saja pulang. Bahkan Lala baru beberapa langkah masuk ke dalam rumah. "Euhm ...." "Jangan banyak alasan! Kamu pasti menemui laki-laki pengecut itu kan?" "Namanya Glenn, Yah!" sahut Lala pelan. "Bagiku dia laki-laki nggak punya nama, karena tidak berani menunjukkan nyalinya. Masuk ke dalam kamar dan mulai hari ini kamu di bawah pengawasan, Ayah!" perintah Harjito. "Tapi, Yah!" "Tidak ada tapi! Ayah sudah terlalu banyak memberimu kebebasan! Dan sekarang nggak! Orang yang kesana kemari bersamamu harus orang yang memiliki status jelas! Bukan para pengecut seperti yang sudah-sudah!" putus Harjito. Pria itu telah memantau aktifitas putrinya akhir-akhir ini dan sebagian besar waktunya habis bersama Glenn. Lala masuk ke dalam kamarnya. Dan memberi kabar Glenn bahwa beberapa hari ke depan mereka tidak bisa bertemu. Anehnya Glenn menanggapinya biasa saja. Semua pesan yang ia kirim panjang lebar hanya mendapat jawaban.

  • Pembantu Kaya Tuan Tampan   PART. 132. MEMINTA RESTU

    "Lala, Glenn, angin apa yang membawa kalian hingga sudi mampir ke gubug Bapak?" tanya Wijaya penuh haru seraya mengulurkan tangan pada dua tamunya.Lala segera menyambut uluran tangan Wijaya dan mencium punggung tangannya. Meskipun hubungannya dengan Alan kandas, beliau tetaplah calon mertuanya. Mengingat sekarang Lala menjalin hubungan dengan putranya yang lain.Melihat antusiasnya respon Lala dalam menyambut uluran tangan itu. Glenn pun melakukan hal yang sama. Kemudian Glenn kembali duduk seraya berucap, "Maaf jadi kedatanganku ke sini ingin memohon restu pada, Anda!" ucap Glenn kaku. Diperlakukan demikian Wijaya tidak sakit hati. Mungkin saja Glenn belum bisa mengakui jika dirinya adalah Ayah kandungnya. Wijaya yakin kedatangan putranya kali ini merupakan terbukanya jalan bagi hubungan mereka. Lambat laun pasti Glenn akan menerimanya."Ooh ... Apakah kamu akan menikahi, Lala?" tanya Wijaya. Sedikit banyak Wijaya tahu kisah cinta di antara mereka. "Benar! Saya akan melamarnya, se

  • Pembantu Kaya Tuan Tampan   PART. 131. MENCARI WIJAYA

    Glenn mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dalam hatinya masih bimbang.Dia berpikir apakah keputusannya ini sudah benar? Atau dia hanya seorang robot yang mengiyakan keinginan dua orang yang sangat disayanginya, Lala dan Sintia."Kenapa wajahmu tegang sekali Glenn?" tanya Lala setelah menilik raut muka laki-laki di sampingnya yang begitu serius. Tampak banyak beban di sana sudah seperti mau mengerjakan tugas negara dan jika gagal maka hidup akan menjadi taruhan."Ehmm ... Nggak La, aku hanya bingung mau ngomong apa nanti, jika sudah sampai!" sahut Glenn."Astaga! Kita bukan ingin wawancara kerja! Juga bukan ingin presentasi proposal! Jadi jangan terlalu serius, biarlah dialog mengalir dengan sendirinya, nanti jika sudah sampai juga bakal tahu mau ngomong apa!" sahut Lala."Tapi, La! Aku nggak enak, pasalnya kemarin aku menolak mereka! Jujur saja aku kecewa pada mereka!

  • Pembantu Kaya Tuan Tampan   PART. 130. SINGKIRKAN EGO

    "Kalian curang! Aku nggak dipeluk?" Protes Glenn.Sintia melepaskan pelukannya, menatap gadis pilihan putranya itu. Gadis yang sudah mengembalikan putranya untuk lebih semangat untuk hidupnya."Ish ... Cemburu? Lihatlah nanti Mama bahkan lebih sayang sama mantu daripada sama anak sendiri!" ucap Sintia."Terserah Mama, deh! Jadi kapan kita melamar Lala, Ma?" tanya Glenn."Jadi kamu benar-benar mau kawin?!" Sintia terlihat kaget dengan keputusan Glenn."Nikah, Ma, bukan kawin!" protes Glenn."Iya maksud mama Nikah. Apa kalian tidak mau tunangan dulu mungkin. Lagipula Lala kan masih kuliah baru semester satu!" jawab Sintia.Glenn menggeleng tidak setuju dengan usul mamanya. "Nggak Ma, aku nggak yakin bisa menjaga diri!""Sudah kebelet banget ya?" goda Sintia."Bukan, Ma. Maksud ak

  • Pembantu Kaya Tuan Tampan   PART 129. CALON MANTU

    "Ma, nanya apaan sih!" sahut Glenn menyelamatkan keadaan. Laki-laki itu kemudian menyerahkan minuman dingin untuk Lala, Lala segera menerimanya karena memang haus."Bisa buka tutupnya nggak?"Glenn meminta kembali menyadari jika Lala sering kesulitan membuka tutup botol minuman dingin.Setelah membukanya Glenn menyerahkan kembali."EHEM!!" deheman Sintia mengusik kegiatan keduanya."Mama apa nggak ada acara pergi ke rumah nenek? Atau pergi ke mall?! Tumben betah amat?" tanya Glenn, sembari memberi kode buat mamanya agar meninggalkan mereka berdua di ruangan itu.Tetapi sayangnya kode itu tidak diterima dengan baik, "Jadi apa lagi rencana kalian setelah kemarin main pembatu-pembantuan? Apa sekarang ada ide lain untuk mengelabuhi mama agar meninggalkan kalian berdua! Ingat jika sepasang manusia berlainan jenis bersama dalam suatu ruangan maka pihak ketiga adalah setan!" Sintia menegaskan ag

  • Pembantu Kaya Tuan Tampan   PART 128. DI APARTEMEN GLENN

    "Kita mau ke mana Glenn?" tanya Lala penasaran. Benar saja, seusai kelas. Glenn sudah gerak cepat untuk menculik Lala. Lelaki itu sepertinya tidak mau hilang kesempatan lagi setelah menyadari perasaannya."Masa iya kamu lupa ini jalan ke mana?" Jawab Glenn sambil terus mengemudikan mobilnya."Ini jalan ke apartemenmu! Tapi mau apa kamu mengajakku ke sana?""Untuk membuat kesapakatan baru!""Kesepakatan apalagi Glenn?""Ingin mengontrakmu menjadi pembantu tuan tampan seumur hidupmu. Jadi maukah Aquilla Anaya Pribadi menjadi pembantu kaya tuan tampan, ha ha ...""Aku nggak mau menjadi pembantumu Glenn, itu namanya menjatuhkan harga diriku, dulu aku mau karena bertanggungjawab. Meskipun bukan sepenuhnya kesalahanku. Tapi kali ini untuk alasan apalagi?""Karena kamu telah bandel masuk dihatiku jadi kamu harus dihukum!"&nbs

  • Pembantu Kaya Tuan Tampan   PART. 127. MASUK KULIAH

    Hari ini Lala masuk kuliah untuk yang pertama sejak peristiwa itu. Rasanya malas, karena mau tidak mau akan bertemu Alan dan Dewi. Jujur saja Lala masih sakit hati dengan perbuatan mereka berdua. Apalagi setelah semua itu tidak ada di antara mereka yang berinisiatif untuk datang dan minta maaf. Mungkin saja harga maaf sudah mahal, sehingga mereka tidak mau mengusahakan. Mungkin pula ini perkara harga diri atau rasa malu? Ahhh ... Sepertinya Lala tidak mau menduga-duga karena takut malah jadi prasangka buruk. "La ..." panggil seseorang dan suara itu siapa pemiliknya, bahkan Lala belum lupa. Sahabat yang sudah dianggapnya saudara sendiri sejak Lala berada di kota ini. Lala menoleh tetapi membatalkan senyumnya. "Wi, kamu pucat sekali. Apakah kamu sakit?" tanya Lala menatap wajah Dewi yang begitu pucat. "Nggak, La! Aku hanya kurang tidur," terang Dewi. "Ooh aku kira sakit,"

  • Pembantu Kaya Tuan Tampan   PART 126. KESUNGGUHAN

    Lala menyelesaikan kunyahanya. Meletakkan sendok pelan-pelan kemudian meraih jus alpukat di hadapannya. Setelah selesai Lala menatap Glenn."Apa kamu menunggu jawabanku?" tanyanya kemudian."Tentu saja. Ngapain lagi aku menatapmu seperti ini jika tidak menunggu jawabanmu?" Jawab Glenn kesal."Oke, aku akan menjawab pertanyaanmu. Jadi jika ternyata kamu adalah saudara Alan itu sungguh tidak ada hubungannya dengan aku mau jadi pacarmu atau tidak," jawab Lala bijak."Mengapa demikian?""Kita lahir dari rahim siapa, kita lahir di hari apa, jam berapa, di tolongin siapa kemudian ternyata kita lahir sebagai seorang laki-laki atau perempuan dan ternyata kita adalah saudaranya si a, b dan c. Itu mutlak kuasa Allah. Jadi kita hanya bisa terima dan tidak boleh menolak!""Kesimpulannya kamu tetap mau jadi pasanganku? Meskipun aku bersaudara dengan Alan?" tanya Glenn pen

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status