"Kenapa?" tanya Yoga."Kamu bawa ayah dan pamanku semua untuk melakukan pembantaian di Kedutaan Jepana? Sekarang masalah ini sudah jadi sorotan internasional. Semua negara sedang mengecam Daruna, keluarga kami nggak bisa selamat lagi.""Tenang saja, aku sudah selesaikan masalahnya," jawab Yoga."Omong kosong!" Wenny memarahinya, "Mau diselesaikan bagaimana? Dewa pun nggak akan bisa tolong keluargaku lagi kali ini.""Diam!" bentak empat dewa perang yang baru turun dari mobil. "Wenny, kenapa kamu bicara begini sama tuan kita?"Wenny langsung tercengang, "Ayah, kalian sudah sembuh?"Keempat dewa perang itu mengangguk, "Semua ini berkat Tuan Yoga. Dia yang memberi kami kehidupan kedua.""Tunggu!" Wenny membelalakkan matanya. "Ayah, kalian ... memanggil Yoga sebagai tuan? Ada apa sebenarnya?""Dia yang menolong kami, makanya kami menganggapnya sebagai tuan kami," jawab keempat dewa perang."Ayah, kalian sudah linglung ya?" Wenny berteriak, "Yoga memang sudah sembuhin kalian, tapi dia mencel
Para petugas medis berbondong-bondong menggotong korban dari Negara Daruna di ruang bawah tanah. Melihat kondisi yang mengerikan ini, jantung Wenny berdetak kencang. Dia tidak bisa membayangkan apa yang telah dialami semua orang ini!Kamal menjelaskan semua kejadiannya secara detail pada Wenny. Setelah mendengarnya, Wenny juga ikut emosi, "Bajingan, berengsek! Orang Jepana itu nggak bisa disebut manusia. Memang seharusnya mereka mati semua!"Pada saat ini, Wenny baru menyadari bahwa dia telah salah paham pada Yoga dan langsung merasa bersalah. Dia bahkan merasa Yoga terlalu berbelaskasihan pada semua orang ini."Wenny, apa kamu tahu keputusan terbaik apa yang pernah Kakek buat seumur hidup ini?" tanya Dirga."Apa?" tanya Wenny."Menetapkan perjodohanmu dengan Yoga. Selama ini dia selalu menyembunyikan kemampuannya. Kalau sebutan anak zaman sekarang, Yoga itu harta karun. Kamu harus menghargainya dengan baik. Setelah kamu sadar dengan sosok asli harta karun ini, kamu akan bersyukur deng
Saat ini, musuh Yoga terus mengincarnya dengan waspada. Di tengah-tengah kekacauan ini, Vania tiba-tiba saja kehilangan kontak. Hati Yoga mulai muncul firasat buruk.Yoga berpura-pura tenang, "Baik, aku mengerti. Aku akan atur orang untuk cari dia."Setelah menutup telepon dari Melina, Yoga langsung menelepon Danesh. Danesh mengerahkan pasukan polisi untuk melacak posisi ponsel Vania. Pada saat itu juga, Danesh langsung mengesampingkan semua pekerjaannya untuk menyelesaikan tugas dari Yoga.Yoga adalah salah satu koneksinya yang terhebat, tentu saja Danesh harus mengutamakannya. Dalam waktu kurang dari semenit, Danesh sudah menelepon Yoga kembali, "Pak Yoga, posisi terakhir ponsel Bu Vania ada di Jembatan Dawarsa.""Terima kasih," ucap Yoga.Danesh terkejut mendengarnya, "Pak Yoga terlalu sungkan. Sebuah kehormatan bagiku bisa bekerja untukmu ..."Setelah itu, Yoga langsung bergegas ke posisi yang diinformasikan. Di atas Jembatan Dawarsa yang megah, terlihat banyak sekali orang yang be
Wanita ini bernama Yami, dia adalah seorang selebgram terkenal dengan puluhan juta pengikut. Saat melakukan siaran langsung di jembatan ini, dia tidak sengaja terjatuh ke sungai. Saat itu Vania kebetulan melewati tempat ini, sehingga dia langsung melompat untuk menolongnya.Tak disangka setelah menolong Yami, malah Vania sendiri yang tenggelam. Di saat-saat genting, ada seseorang lagi yang berbaik hati menolong Vania.Didengar dari cerita orang di sekitarnya, Yami bahkan sempat melarang orang yang ingin menolong Vania saat tenggelam. Setelah Vania berhasil dibawa ke daratan, Yami kembali melarang orang untuk melakukan pertolongan padanya.Mendengar hal itu, wajah Yoga langsung tampak muram. Apa "selebgram" ini masih pantas disebut manusia? Hanya karena tidak mau membayar biaya pengobatan, dia melarang semua orang untuk menolong Vania!Pada saat bersamaan, Yoga juga merasa penasaran. Dulunya Vania adalah juara dalam perlombaan berenang, mana mungkin dia bisa tenggelam?Setelah memastika
Untungnya, orang yang diminta bantuan dari teleponnya tadi sempat datang untuk menolongnya. Mereka membawa Yami ke mobil, sedangkan Yami terus-menerus memuntahkan air. Di dalam mobil itu, duduk seorang pria bercadar hitam dengan aura yang sangat berwibawa.Pria itu membentak, "Huh! Masalah semudah ini saja nggak bisa kamu selesaikan. Untuk apa aku pekerjakan kamu lagi?"Yami terkejut, "Pak, kali ini memang kelalaianku. Lain kali nggak akan begini lagi."Pria bercadar itu memarahinya, "Setelah kejadian kali ini, lain kali kita akan jadi lebih susah lagi untuk turun tangan."Yami membalas, "Tenang saja. Meski nggak berhasil membunuhnya, aku akan buat reputasinya hancur."Sepulangnya ke rumah, Yami langsung mengunggah sebuah artikel panjang di akunnya untuk mengadukan kejahatan Yoga dan Vania. Patut diakui, pengaruh Yami memang cukup besar. Begitu postingan ini diunggah, dia langsung mendapat dukungan dari penggemarnya dan topik ini langsung menjadi pembicaraan hangat. Seluruh negeri meng
Yoga terpaksa menyetujui permintaan Vania. Dia menggendong Vania ke toilet, lalu meletakkannya di kloset. Baru saja hendak keluar, Vania kembali menarik tangan Yoga. "Bos, bantu aku buka celana ...."Yoga langsung merasa canggung. Sepertinya Vania semakin berlebihan saja. Tanpa ragu-ragu, Yoga langsung berbalik dan keluar dari toilet. Vania tampak kecewa berat.Hanya dalam sekejap, terdengar suara air mengalir dari toilet. Suara ini membuat Yoga semakin gusar. Setelah suara air itu hilang, terdengar suara Vania berkata, "Bos, tolong berikan aku tisu.""Kamu cuma buang air kecil, untuk apa pakai tsu?"Vania menjawab, "Kamu kira wanita itu sama seperti pria yang cuma dikibas-kibas saja setelah selesai?"Penggunaan kata "dikibas-kibas" ini terdengar sangat kasar bagi Yoga. Merasa tak berdaya, Yoga terpaksa mengambilkan tisu untuk Vania. Tentu saja, Yoga tidak masuk ke toilet. Dia hanya menyelipkan tangannya dari celah pintu.Namun tak disangka, tangannya malah menyentuh sesuatu yang lembu
Dengan bersusah payah, Yoga akhirnya meninggalkan tempat yang berbahaya ini dan menelepon Roselia, "Kak Roselia, tolong bantu aku selidiki selebgram bernama Yami.""Oke, nggak kusangka seleramu seperti ini," jawab Roselia."Apanya yang seleraku?" Yoga agak kebingungan. Roselia menjawab, "Malam ini datang cari aku, aku akan beri kejutan besar untukmu."Yoga langsung menolaknya. Dia sangat paham bahwa "kejutan besar" yang dimaksud Roselia sudah pasti bukan hal yang bagus. Mungkin saja ini adalah kejutan yang menakutkan.Roselia langsung mengancamnya, "Nggak mau datang? Nggak apa-apa, hari ini aku akan cari Karina dan Nadya, lalu bilang aku ini simpananmu. Selain itu, aku juga sedang hamil anakmu dan aku akan suruh mereka untuk menjauhimu ....""Hush!" Yoga benar-benar kehabisan kata-kata. Jika Roselia bertindak menyebalkan, tidak ada pria yang bisa menolaknya."Malam ini aku akan tiba tepat waktu," jawab Yoga.Roselia baru menunjukkan ekspresi bangga. "Masih lumayan kalau begitu."Yoga p
Roselia berkata, "Sudah Dik, jangan pura-pura lagi. Kamu kira bisa mengelabuiku dengan trik kecil itu? Bukannya kamu suka selebgram cantik? Aku memilih mereka dengan standarmu.""Siapa bilang aku suka selebgram cantik?" tanya Yoga."Kamu sudah aku selidiki Yami bukannya karena tertarik padanya?" tanya Roselia.Pada saat ini, Yoga baru menyadari bahwa Roselia telah salah paham padanya. Dia buru-buru menjelaskan, "Kak, kamu kira aku ini orang seperti apa? Bukan itu maksudku. Kamu suruh mereka pergi dulu, biar kujelaskan pelan-pelan padamu.""Ternyata begitu. Pantas saja, sudah kuduga selera adik juniorku ini nggak seburuk itu sampai bisa menginginkan wanita sekotor itu. Tapi, karena semua selebgram ini sudah telanjur datang, seharusnya kamu 'beri kesempatan' pada mereka."Tentu saja Roselia tidak mungkin akan memberi Yoga pada selebgram ini. Tujuannya adalah untuk membangkitkan hasrat Yoga, lalu dia akan mengusir para selebgram ini dan menikmati Yoga sendirian.Yoga setengah mengancamnya
"Dia ... berhasil menahannya?" Leluhur dari Keluarga Kusuma dan Keluarga Husin luar biasa terkejut. Jantung mereka berdebar kencang, bahkan sulit untuk menyembunyikan rasa gugup.Mereka sama-sama berada di tingkat kultivator raja, tetapi kenapa pemuda ini bisa sekuat itu? Ini sungguh di luar nalar"Barang bagus." Tepat pada saat itu, Yoga mengerahkan energi sejatinya dan menyelimuti dua harta pusaka yang sebelumnya digunakan lawan.Pada saat yang sama, petir dari langit tiba-tiba menyambar turun. Dalam sekejap, sambaran petir itu langsung memutuskan hubungan antara dua harta pusaka itu dengan pemiliknya."Pfft!" Dua kultivator raja itu muntah darah di tempat. Energi mereka terguncang hebat. Mereka bahkan nyaris kehilangan keseimbangan. Serangan balik dari harta pusaka itu menghantam mereka keras. Sungguh mengerikan."Mana mungkin begini? Bahkan, Jam Penciptaan pun nggak bisa menghadapinya? Dia ini ... sebenarnya berada di tingkat apa?""Seorang kultivator raja sekuat ini? Ini nggak mas
"Matilah!" Empat kultivator raja mengerahkan senjata ajaib mereka dan langsung melancarkan serangan.Dalam sekejap, langit seakan-akan runtuh. Bumi bergetar dan suasana menjadi mengerikan. Udara di sekitar dipenuhi dengan tekanan yang menyesakkan.Meskipun orang-orang di sekitar berdiri cukup jauh, mereka tetap bisa merasakan perubahan ini dengan jelas. Tatapan mereka penuh keterkejutan. Mereka hanya bisa terpaku menyaksikan pertempuran yang belum pernah mereka lihat seumur hidup."Meskipun Yoga berbakat luar biasa, dia pasti nggak punya harapan untuk bertahan hidup kali ini!" Begitulah yang ada di benak semua orang. Mereka hanya bisa menghela napas dalam hati.Hanya saja pada saat ini, terdengar suara keras. Tiba-tiba, kilatan petir muncul dan menyelimuti tubuh Yoga. Cahaya petir itu berkilauan luar biasa dan terlihat seperti zirah yang menyala dengan sinar terang."Ini ... apa sebenarnya yang terjadi?""Petir bisa digunakan seperti ini? Mustahil!""Apa yang dia latih? Kenapa kekuatan
"Ternyata kamu seorang kultivator raja juga?" tanya keempat kultivator raja itu dengan ekspresi yang berubah dan tatapan yang aneh. Dengan kekuatan yang begitu luar biasa, Yoga sudah bisa berjalan dengan bebas di dunia kultivator kuno. Apalagi orang ini memiliki hubungan darah dengan mereka, ini adalah sebuah kesempatan yang langka bagi keluarga mereka."Bukankah kalian ingin membunuhku? Ayo maju," teriak Yoga dengan petir yang menyambar-nyambar dan aura yang kuat memenuhi ruangan itu."Yoga, kamu adalah keturunan dai Keluarga Kusuma. Kalau sekarang kamu berlutut untuk minta maaf dan menyerah, aku akan menerimamu kembali ke Keluarga Kusuma," kata salah satu kultivator raja Keluarga Kusuma dengan dingin."Ibumu adalah anggota Keluarga Husin. Asalkan kamu bersedia mengabdi pada Keluarga Husin, aku akan menerimamu dan ibumu kembali ke Keluarga Husin," teriak salah satu kultivator raja Keluarga Husin dengan lantang.Saat ini, kedua keluarga itu sudah bisa melihat kekuatan Yoga, mereka tent
Yoga memegang kepala Samsul dan Timothy dengan kedua tangannya, lalu menghantamkannya ke lantai dengan keras.Bang!Samsul dan Timothy tergeletak di lantai dengan tubuh yang berlumuran darah dan tulang patah. Mereka memang masih hidup, tetapi hanya bisa bernapas saja. Mereka menatap Yoga dengan tatapan yang terkejut dan tidak percaya karena mereka benar-benar tidak menyangka Yoga akan begitu kuat. Hanya dalam beberapa saat saja, Yoga sudah berhasil mengalahkan mereka."Kalian masih belum cukup layak melawanku," kata Yoga dengan nada dan tatapan yang dingin. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu perlahan-lahan berbalik dan pergi.Saat sudah berada di luar pintu, Yoga melihat ke sekeliling yang sudah dipenuhi dengan orang-orang. Sebagian orang itu berasal dari Keluarga Kusuma dan Keluarga Husin, sedangkan sisanya adalah orang yang datang ke sana untuk menyaksikan pertempuran itu."Karena kalian sudah datang, keluarlah," teriak Yoga dengan lantang.Kerumunan orang itu langsung tertegun seje
"Omong kosong. Sejak kapan kami bersekongkol dengan manusia hantu? Selain itu, kamu bilang dia ini Yoga?" tanya Samsul dengan ekspresi terkejut dan menatap Yoga dengan bengong.Suasana hati orang-orang dari Keluarga Kusuma menjadi rumit dan tatapan mereka menjadi makin tajam. Bagaimanapun juga, Yoga adalah sosok yang sudah membuat Keluarga Kusuma di dunia bela diri kuno rugi besar. Namun, sekarang orang ini ternyata berdiri di depan mereka dalam keadaan hidup."Huh! Nggak perlu banyak omong kosong. Serahkan Yoga atau kalian akan menjadi musuh Keluarga Husin," teriak Timothy dengan dingin."Kamu berani mengancamku? Keluarga Husin ternyata makin berani," kata Samsul dengan ekspresi dingin dan menggertakkan giginya. Sebagai sesama salah satu dari empat keluarga besar, dia tidak menerima Keluarga Husin berani mengancam Keluarga Kusuma.Saat ini, ekspresi semua orang yang berada di sana terlihat tegang dan suasana itu terasa makin panas.Tepat pada saat itu, Yoga kembali berulah dan berkata
"Apa?" Semua orang yang berada di tempat itu terkejut dan ekspresi mereka terlihat sangat muram."Siapa mereka?" tanya Samsul dengan nada dingin."Mereka ... adalah orang-orang dari Keluarga Husin," jawab bawahan itu.Dalam sekejap, ekspresi semua orang menjadi muram. Mereka saling memandang dengan mengernyitkan alis karena merasa gelisah."Ini .... Kamu orang dari Keluarga Husin ya?" tanya Samsul yang tiba-tiba menoleh dan menatap Yoga dengan mata yang bersinar.Pada saat itu, Yoga baru perlahan-lahan berdiri dengan ekspresi bangga, lalu tersenyum dingin dan berkata dengan tenang, "Aku rasa aku nggak perlu menyembunyikan identitasku lagi, aku adalah Olga Husin.""Dasar bajingan! Jadi kamu ini orang dari Keluarga Husin, ternyata semua ini adalah konspirasi dari Keluarga Husin," teriak Samsul dengan marah."Benar. Sekarang kalian sudah tahu pun nggak ada gunanya lagi, nggak ada yang bisa menyelamatkan kalian. Bersiaplah untuk mati," teriak Yoga dengan lantang dan aura yang menekan.Kata
Di bawah arahan pemimpin pengawal itu, Yoga dibawa ke sebuah tempat yang terbuka. Sudah ada tiga puluhan ahli yang berdiri tegak di sana dan menatap Yoga dengan ekspresi serius. Sementara itu, seorang paruh baya sedang duduk di kursi dan menunggu dengan tenang."Aku Samsul dari Keluarga Kusuma. Kamu orang dari Rumah Lelang Diseto yang menjual besi hitam?" tanya Samsul sambil mengamati Yoga dari atas ke bawah dengan tatapan yang tajam karena dia merasa ada yang tidak beres dengan pria yang seluruh tubuhnya tertutup ini. Aura di tubuh pria ini tidak terasa seperti orang tua, melainkan seorang pemuda.Sementara itu, tatapan Samsul yang tajam membuat Yoga merasa tidak nyaman.Yoga menjawab, "Benar, aku orangnya."Samsul berkata, "Barang yang kamu inginkan sudah siap. Kalau sudah setuju, kita bisa mulai bertransaksi sekarang."Yoga berkata, "Baiklah, tapi aku harus memeriksa barangnya dulu."Samsul pun menganggukkan kepala sebagai isyarat pada bawahannya.Tak lama kemudian, anggota Keluarga
Yoga berdiri tegak dengan aura penuh wibawa. Ekspresinya serius saat berbicara demikian. Kata-katanya langsung membuat Sutrisno tertegun.Ini ... ini pasti hanya bercanda, 'kan? Sutrisno bahkan merasa seperti sedang berkhayal. Seandainya orang lain yang mengatakan hal itu, dia pasti sudah marah. Namun sayangnya, orang yang mengatakannya adalah Yoga.Dalam suasana tegang ini, sebuah suara jernih tiba-tiba terdengar. "Kalau begitu, aku besok bisa melakukan apa?" Suara itu berasal dari seorang wanita yang melangkah masuk dari pintu. Sosoknya anggun dan menawan. Itu adalah Winola.Sutrisno langsung tersentak. Matanya membelalak tak percaya ketika bertanya, "Kamu ... sudah dengar semuanya?""Ya." Winola tidak berniat menyangkalnya. Dia pun mengangguk ringan. Dia telah mendengar cukup banyak, bahkan bisa menebak bahwa Yoga pasti sedang merencanakan sesuatu untuk besok.Terutama saat mendengar rencana Yoga untuk mengguncang dunia kultivator kuno. Di dalam hatinya, semangatnya menggebu-gebu. D
Seiring dengan tertidurnya Bimo, tidak ada jawaban sama sekali ketika Yoga memanggilnya dua kali. Dia benar-benar telah tertidur.Yoga bergumam dalam hati. Dia merasa sedikit tidak yakin. 'Satu bulan ... bisakah aku menemukannya?'Benda seperti itu, bahkan ketika Yoga sendiri masuk ke area terlarang, hanya bisa menemukan satu. Sementara dua benda yang tersisa ... dia sama sekali tidak memiliki petunjuk. Selain itu, kini dirinya juga telah menjadi target dari para penjaga gerbang.Setelah berpikir panjang, Yoga menyadari bahwa dia harus mempercepat langkahnya. Setelah melalui berbagai rintangan dalam perjalanan pulang, Yoga akhirnya kembali ke vila.Namun begitu masuk ke dalam, Yoga langsung melihat Sutrisno sudah duduk di ruang tamu. Dia sedang menunggunya dengan ekspresi penuh kegelisahan."Apa itu kamu? Sebenarnya kamu bukan? Apa kamu yang bunuh anggota Keluarga Husin?" tanya Sutrisno dengan nada cemas. Dia terus-menerus menekannya untuk memberikan jawaban.Yoga menghela napas. Dia m