Share

Bab 75

Penulis: Lalita
Saat itu tiba, dia pasti akan membalas semua penghinaan yang dia terima hari ini!

Di dalam mobil.

Sejak masuk ke dalam mobil, Rhea sudah bisa merasakan suasana hati Arieson yang duduk di sampingnya tidak baik. Walaupun sedang melihat dokumen dalam genggamannya, tetapi sisi wajah pria itu tampak sangat dingin, bahkan memancarkan aura dingin yang seakan-akan bisa membuat orang di sekitarnya mati membeku.

"Pak Arieson, aku minta maaf atas kejadian pagi ini."

Arieson menoleh. Begitu melihat ekspresi bersalah Rhea, tanpa dia sadari keningnya pun berkerut.

"Untuk apa kamu minta maaf?"

"Aku nggak menangani urusan pribadiku dengan baik, sampai-sampai Pak Arieson harus turun tangan membantuku ...."

Sorot mata Arieson berubah menjadi muram, dia berkata dengan nada bicara tidak senang, "Itu adalah salah Jerico, nggak ada hubungannya denganmu. Kamu nggak perlu memedulikan hal itu."

Arieson benar-benar tidak mengerti mengapa bisa ada bajingan seperti Jerico di Keluarga Thamnin. Jelas-jelas bocah si
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 76

    Begitu melihat nama Jerico berkedip-kedip di layar ponselnya, kilatan tidak sabar melintas di mata Rhea. Dia langsung menolak panggilan telepon itu.Setelah menelepon beberapa kali lagi dan Rhea tak kunjung menjawab panggilan telepon itu, akhirnya ponsel Rhea tidak berdering lagi.Di sisi lain, Jerico melemparkan ponselnya ke lantai dengan marah. Ekspresinya tampak sangat muram dan menakutkan."Yurik, kirim orang ke Kota Rongin untuk mengawasi di sana. Kalau ada sesuatu yang nggak beres, segera laporkan padaku."Dia tidak ingin dikhianati tanpa mengetahui apa-apa.Sebenarnya Yurik berniat untuk membujuk atasannya itu beberapa patah kata. Namun, melihat ekspresi muram Jerico, dia tidak berani mengucapkan sepatah kata pun."Baik, aku akan segera mengaturnya."Setelah Yurik pergi, Jerico melihat dokumen-dokumen yang ada di atas meja. Namun, saking kacaunya pikirannya saat ini, dia sama sekali tidak bisa fokus.Memikirkan kemungkinan Rhea akan berinteraksi berduaan saja dengan Arieson, hat

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 77

    Sambil menahan pinggangnya, Jerico meluapkan hasrat yang bergejolak dalam hatinya seperti orang yang sudah menggila. Sorot matanya tampak gelap dan muram.Tidak tahu sudah berlalu berapa lama, saat Stella merasakan dirinya hampir kehilangan kesadaran, Jerico baru menghujamnya dengan keras. Saat itulah, mereka berdua mencapai klimaks.Setelah permainan menggairahkan mereka itu usai, saat Stella hendak mengambil celana dalamnya dan memakainya, tiba-tiba rasa sakit yang tajam menghujam perutnya. Wajahnya yang awalnya masih memerah, langsung berubah menjadi pucat pasi."Jerico ... perutku sangat sakit ...."Mengingat usia kehamilan wanita itu belum mencapai tiga bulan, ditambah lagi dengan dia menghujam wanita itu dengan gila-gilaan tanpa mengendalikan hasratnya tadi, ekspresi Jerico langsung berubah. Saat itu juga, dia menggendong wanita itu dan berjalan keluar dengan cepat.Menjelang malam harinya, saat Rhea baru berencana keluar setelah menerima pesan dari Tio, tiba-tiba dia menerima pe

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 78

    Mungkin saja ada masalah dengan bahan obat-obatan perusahaan mereka.Rhea mengalihkan pandangannya ke bawah. Setelah berpikir selama beberapa detik, dia berkata, "Oke, aku berada di kamar nomor 802. Nona Alisa langsung datang kemari saja."Tak lama kemudian, Alisa pun tiba.Rhea membuka pintu dan mempersilakannya masuk. Setelah mereka duduk, Alisa menyodorkan sebuah bungkusan dalam genggamannya pada Rhea, lalu tersenyum dan berkata, "Nona Rhea, ini adalah syalmu. Coba kamu lihat apakah ada masalah atau nggak."Saat menerima bungkusan itu, dari beratnya saja, Rhea sudah bisa merasakan isi dalam bungkusan itu bukan hanya sebuah syal.Setelah dia mengeluarkan syal itu, dia melihat ada banyak tumpukan uang di bawahnya, mungkin totalnya ada sekitar 400 juta.Rhea meletakkan syalnya kembali ke dalam bungkusan, lalu menyodorkan bungkusan itu kembali ke hadapan Alisa."Nona Alisa, syal ini terlalu mahal, aku nggak bisa menerimanya."Seulas senyum tetap menghiasi wajah Alisa. Dia berkata dengan

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 79

    "Sakit ...."Sambil berkeringat dingin, Rhea bergumam kesakitan. Keningnya tampak berkerut, wajahnya juga pucat pasi.Dokter dan obat sakit maag Rhea tiba hampir pada saat bersamaan. Awalnya, dokter ingin membiarkannya minum obat terlebih dahulu untuk memantau kondisinya. Namun, giginya terkatup dengan rapat, sama sekali tidak bisa menyuapkan obat masuk ke dalam mulutnya.Dalam situasi seperti ini, hanya infus yang bisa diberikan pada pasien.Selesai memberi infus Rhea, dokter mengalihkan pandangannya ke arah Arieson dan berkata, "Setelah dia bangun nanti, beri dia makan sedikit bubur dan semacamnya.""Oke."Setelah berpesan beberapa patah kata lagi, dokter meninggalkan kamar bersama staf hotel."Pak Arieson, bagaimana kalau Bapak istirahat saja? Aku akan menjaga Nona Rhea di sini?"Arieson menundukkan kepalanya, melirik tangannya yang sedang digenggam erat oleh Rhea. Ekspresinya tampak muram. Tadi, saat dokter hendak menginfus Rhea, dia ingin melepaskan tangannya dari genggaman wanita

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 80

    Setelah tertegun selama beberapa detik, perasaan hangat yang tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata menyelimuti hatinya.Selesai mandi, Rhea memakan bubur dan obatnya, lalu memutuskan untuk menemui Arieson dan berterima kasih padanya.Bagaimanapun juga, semalam dia sudah menggenggam tangan pria itu semalaman, seharusnya pria itu tidak bisa beristirahat dengan baik.Setelah berjalan ke kamar di sebelah kamarnya, Rhea mengulurkan lengannya, hendak mengetuk pintu. Saat itu juga, pintu terbuka dari dalam.Rambut Arieson masih sedikit basah, dia sudah juga berganti pakaian. Sepertinya dia baru saja selesai mandi."Pak Arieson, aku datang ... untuk berterima kasih padamu. Terima kasih banyak."Melihat wanita di hadapannya itu mengalihkan pandangan ke bawah dan posisi kedua lengannya tampak canggung, sangat jelas pergerakannya sedikit kaku.Wanita itu sedikit takut padanya.Setelah mendapati kesimpulan itu, tidak tahu mengapa perasaan tidak senang langsung menyelimuti hati Arieson. Dia me

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 81

    Rhea mengatupkan bibirnya dengan rapat, lalu berkata, "Kelihatan jelas orang-orang Perusahaan Farmasi Berjaya menginginkan kerja sama kali ini terjalin. Mungkin saja, mereka mengirim orang untuk membuntuti kita. Mengetahui kita akan pergi ke basis bahan obat-obatan, mungkin mereka akan melakukan persiapan terlebih dahulu."Dengan begitu, biarpun mereka pergi basis bahan obat-obatan, mereka juga tidak mungkin bisa mengetahui kualitas bahan obat-obatan yang sesungguhnya.Tio yang mengikuti mereka tersenyum dan berkata, "Nona Rhea nggak perlu khawatir, tentu saja kami punya cara agar nggak ketahuan oleh orang-orang Perusahaan Farmasi Berjaya."Mengetahui mereka sudah punya rencana sendiri, Rhea menganggukkan kepalanya tanpa banyak bicara lagi.Sore hari sekitar jam dua lewat, mobil sewaan Tio berhenti di depan pintu hotel untuk menjemput mereka.Tak lama setelah mereka masuk ke dalam mobil, sambil melihat kaca spion mobil, sopir berkata, "Memang ada orang yang membuntuti kita."Tio berkat

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 82

    Merasakan kokohnya tangan besar yang memeluk pinggangnya itu, serta kehangatan yang menjalar dari kain pakaian tipisnya, wajah Rhea langsung memerah.Dia buru-buru berdiri dengan tegak, sedikit tidak berani menatap pria itu."Pak Arieson, terima kasih."Arieson menarik kembali tangannya seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Kemudian, dia berkata dengan suara dalam, "Saat mengamati bahan obat-obatan, kamu juga harus memperhatikan langkah kakimu.""Aku mengerti."Setelah kejadian yang memalukan itu, Rhea tidak berani terlalu asyik dalam pengamatannya lagi. Dia memperhatikan langkah kakinya dengan saksama, takut dia akan terjatuh lagi."Ini adalah Rauvolfia yang sudah dikeringkan."Staf itu mengambil sebatang Rauvolfia yang telah dikeringkan secara acak, lalu memberikannya pada Arieson. Setelah menerima dan mengamatinya sejenak, Arieson menyerahkannya pada Rhea."Coba kamu lihat."Dari luar, Rauvolfia yang satu ini tidak ada bedanya dengan bahan-bahan obatan yang ditunjukkan oleh Perusahaan

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 83

    Bagaimanapun juga, dia adalah orang yang cerdas. Dia segera menekan perasaaan tidak puas yang bergejolak di hatinya. Seulas senyum ramah tetap mengembang di wajahnya."Tentu saja. Tapi, perusahaan kami sangat tulus berharap bisa menjalin hubungan kerja sama dengan Perusahaan Teknologi Hongdam. Aku harap Pak Arieson bisa mempertimbangkannya dengan baik."Arieson menganggukkan kepalanya dan berkata, "Hmm, Pak Billy, mari, aku bersulang untukmu."Mereka berdua melanjutkan obrolan mereka. Tak lama kemudian, mereka sudah meneguk sebotol anggur.Saat ini, wajah Arieson yang awalnya putih sudah tampak sedikit kemerahan, kedua matanya yang indah juga sudah sedikit diwarnai sorot mata mabuk. Dengan pencahayaan lampu dari atas kepalanya, paras tampannya tampak sangat memesona, sampai-sampai membuat orang lain tidak bisa mengalihkan pandangan darinya.Menyadari dirinya hanyut dalam pesona pria itu, Rhea buru-buru mengalihkan pandangannya."Nona Rhea, aku bersulang untukmu."Saat Rhea menoleh, Ali

Bab terbaru

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 310

    Ekspresi Arieson langsung membeku. "Kapan kamu mengetahuinya?"Rhea berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Saat kamu pergi ke restoran pasangan dengannya."Keduanya terdiam. Saking heningnya, mereka bisa mendengar napas satu sama lain.Belasan detik kemudian, melihat pria itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan bicara, Rhea langsung berbalik, membuka pintu mobilnya, berencana untuk masuk ke dalam mobil dan pergi begitu saja.Tiba-tiba, Arieson menggenggam pergelangan tangannya."Rhea, salahku karena nggak memberitahumu hal ini. Maaf."Rhea menoleh menatapnya. Di bawah kegelapan malam, dia tidak bisa melihat ekspresi pria itu dengan jelas.Dia langsung menarik tangannya dan berkata, "Kalau kamu ingin balikan dengannya, aku bisa pindah malam ini juga."Arieson mengerutkan keningnya. "Aku nggak berencana untuk balikan dengannya. Aku nggak memberitahumu hal ini karena takut kamu salah paham. Aku tahu jelas orang yang kusukai sekarang adalah kamu."Rhea merasa ucapan Arieson agak konyol, di

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 309

    Saat ini, Arieson sedang berjalan menghampirinya dengan perlahan sambil tersenyum.Namun, indranya yang tajam bisa merasakan saat ini suasana hati Arieson sangat buruk.Gerald menoleh, mengikuti arah pandang Rhea. Saat tatapannya bertemu dengan tatapan Arieson, secara naluriah dia menyipitkan matanya.Sepertinya pria ini memancarkan aura permusuhan yang sangat besar terhadap dirinya.Arieson langsung duduk di samping Rhea, lalu berkata sambil tersenyum, "Rhea, kamu makan bersama kakakmu, mengapa kamu nggak memberitahuku? Aku bisa datang bersamamu."Gerald juga mengalihkan pandangannya ke arah Rhea, lalu berkata dengan sorot mata kebingungan, "Ini adalah?"Ditatap oleh dua orang pria pada saat bersamaan, Rhea mengerutkan keningnya. Saat dia hendak memperkenalkan mereka pada satu sama lain, Arieson sudah mengalihkan pandangannya ke arah Gerald sambil tersenyum."Halo, Tuan Gerald, aku adalah Arieson, pacar Rhea, juga presdir Perusahaan Teknologi Hongdam."Sorot mata Gerald berkedip, dia

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 308

    "Lama nggak bertemu."Gerald berjalan menghampiri Rhea, menundukkan kepalanya untuk menatap wanita itu. Dengan seulas senyum menghiasi wajahnya, dia berkata, "Hmm, lama nggak bertemu."Kalau dihitung-hitung, mereka berdua sudah tidak bertemu sekitar lima atau enam tahun, juga sangat jarang menghubungi satu sama lain, jadi Rhea merasa agak canggung."Ayo masuk dulu."Setelah duduk di dalam restoran dan memesan makanan, Rhea baru menatap pria itu dan berkata, "Mengapa kamu tiba-tiba berencana untuk mengembangkan kariermu di dalam negeri. Aku dengar dari Bibi Vani, gajimu di luar negeri cukup tinggi. Kalau kamu bekerja di sana beberapa tahun lagi, seharusnya kamu sudah bisa menetap di luar negeri, bukan?"Melihat sosok wanita yang sangat dirindukannya kini berada tepat di hadapannya, Gerald hampir melamun.Dia mengalihkan pandangannya dengan tenang, lalu berkata dengan suara rendah, "Aku nggak terbiasa dengan makanan di luar negeri."Rhea agak terkejut, sangat jelas tidak terlalu percaya.

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 307

    "Tuan Besar Thamnin, ada urusan apa kamu datang mencariku?"Melihat sikap Rhea yang tidak merendah, juga tidak arogan itu, Tuan Besar Thamnin mengerutkan keningnya, berkata dengan nada bicara arogan, "Sebut saja harganya, selama kamu bersedia melepaskan Sizur."Rhea menatap pria itu dengan ekspresi acuh tak acuh. "Kamu berencana memberi berapa?""Itu tergantung berapa yang ingin kamu minta. Kejadian itu sudah berlalu selama bertahun-tahun. Biarpun kamu benar-benar memasukkan Sizur ke penjara, aku juga punya cara untuk mengeluarkannya. Keras kepala nggak ada untungnya untukmu."Rhea bangkit, lalu berkata dengan nada bicara tanpa gejolak emosi, "Karena kamu sudah berbicara demikian, kita juga nggak perlu membicarakan hal ini lagi."Raut wajah Tuan Besar Thamnin langsung berubah menjadi sedingin es. "Apa maksudmu?""Nggak bermaksud apa-apa. Aku hanya merasa kita nggak akan bisa mencapai kesepakatan. Aku masih ada kerjaan, pergi dulu."Selesai berbicara, Rhea langsung berbalik dan pergi.M

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 306

    Arieson menatap wanita itu tanpa ekspresi dan berkata, "Erika, kamu bukanlah tipe orang yang akan memainkan trik-trik seperti ini."Tangan Erika yang terulur terhenti sejenak. Kemudian, dia menarik kembali tangannya, lalu berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Dulu kamu juga nggak akan menolakku.""Sudah kubilang, aku sudah punya pacar."Erika menatap pria itu, berkata dengan penuh penekanan, "Apa kamu mencintainya?"Melihat Arieson terdiam, tidak mengucapkan sepatah kata pun, akhirnya Erika merasakan sedikit kepercayaan diri."Lihatlah, kalau kamu mencintainya, kamu pasti akan mengakuinya tanpa ragu."Arieson mengerutkan keningnya dan berkata, "Erika, aku nggak mengakuinya hanya karena nggak ingin menyakitimu."Senyuman di wajah Erika langsung membeku. Beberapa saat kemudian, dia berkata dengan suara rendah, "Walau kamu mencintainya, juga nggak masalah. Kamu pasti akan jatuh cinta kembali padaku."Awalnya Arieson ingin mengatakan dia tidak akan jatuh cinta kembali pada wanita itu, ka

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 305

    Ucapan ini adalah bentuk isyarat yang sudah sangat jelas antara pria dan wanita dewasa.Arieson berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Sudah larut, nggak perlu lagi. Kamu istirahatlah lebih awal."Erika agak kecewa, tetapi dia tetap memaksakan seulas senyum, mengangguk dan berkata, "Oke, kalau begitu, hati-hati di jalan, ya."Saat Arieson kembali ke vila, sudah jam sepuluh lewat malam.Dia baru saja berganti sepatu dan berjalan memasuki ruang tamu, pelayan sudah menghampirinya dan berkata, "Tuan Muda, malam ini Nona Rhea menunggumu pulang makan malam sangat lama. Pada akhirnya, dia langsung naik ke atas tanpa makan malam.""Oke, aku mengerti, kamu istirahat saja dulu.""Baiklah."Arieson menggulung lengan jasnya, lalu pergi ke dapur untuk membuat semangkuk mi dan membawakannya ke lantai atas.Mendengar suara ketukan pintu, Rhea mengira itu adalah pelayan vila. Dia segera bangkit untuk membuka pintu.Begitu melihat sosok bayangan yang tinggi di hadapannya itu, dia tertegun sejenak. Kem

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 304

    Kalau mereka bukan mengunjungi restoran pasangan, kalau mereka bukan duduk di sisi yang sama di meja makan, kalau Arieson tidak mengambilkan sayuran untuk wanita itu, mungkin ... dia masih bisa membohongi dirinya sendiri bahwa wanita itu adalah mitra Perusahaan Teknologi Hongdam.Dia mematikan layar ponselnya, menundukkan kepalanya, ekspresinya tampak muram.Saat dia melihat foto tersebut, dia sempat terdorong untuk menelepon Arieson, mempertanyakan pria itu. Namun, pada akhirnya dia tetap tenang kembali.Dia juga hanya memanfaatkan Arieson. Biarpun pria itu benar-benar menjalin hubungan tidak jelas dengan wanita lain, apa haknya untuk mempertanyakan pria itu?Lagi pula, bukankah dia juga tidak berencana untuk bersama pria itu selamanya?Ponselnya kembali berbunyi, Weni mengirimkan beberapa pesan untuknya.[Aku sudah meminta orang untuk menyelidiki wanita itu. Nama wanita itu adalah Erika Kilbis, cinta pertama Arieson. Setelah dia mendapatkan beasiswa penuh, dia pergi ke luar negeri un

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 303

    Rhea mengalihkan pandangannya ke bawah, lalu berkata dengan perlahan, "Nggak apa-apa. Kamu semalaman nggak pulang ke vila, aku hanya ingin menanyakan apa urusanmu sudah selesai ditangani."Orang di ujung telepon hening sejenak sebelum terdengar suara rendah Arieson. "Sudah hampir selesai ditangani, malam ini aku akan pulang."Tanpa Rhea sadari, cengkeramannya pada ponselnya makin erat. "Oke, kalau begitu nanti malam kita makan malam bersama.""Hmm, tunggu aku pulang."Setelah mengakhiri panggilan telepon, Arieson mengalihkan pandangannya ke arah wanita yang tengah duduk di seberangnya sambil menangis. Dia berkata dengan dingin, "Erika, hubungan kita sudah berakhir, nanti aku akan memesan tiket pesawat untukmu."Pergerakan menyeka air mata Erika terhenti. Dengan berlinang air mata, dia menatap Arieson dan berkata, "Aku nggak mau! Kali ini aku sudah pulang, aku nggak berencana untuk pergi lagi."Arieson mengerutkan keningnya, hawa di sekelilingnya berubah menjadi sedingin es."Terserah k

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 302

    Arieson mengusap-usap kepalanya, berkata dengan suara rendah, "Nggak bisa membuatmu memercayaiku sepenuhnya, itu artinya aku masih kurang baik."Rhea mendongak, menatap pria itu. Saat dia hendak berbicara, tiba-tiba ponsel Arieson berdering."Kamu sudah mengubah nada deringmu?"Dulu Rhea sudah pernah mendengar nada dering ponsel Arieson, sepertinya berbeda dengan nada dering hari ini.Arieson tidak berbicara, dia mengambil ponselnya dan berjalan ke samping sebelum menjawab panggilan telepon tersebut.Tidak tahu mengapa, hati Rhea diliputi oleh kegelisahan, keningnya juga berkerut.Tak lama kemudian, Arieson sudah mengakhiri panggilan telepon itu, lalu berbalik dan berjalan menghampirinya."Aku ada sedikit urusan, perlu keluar sebentar, kamu tidur saja dulu."Selesai berbicara, dia berbalik, hendak pergi. Secara naluriah, Rhea menarik tangannya."Apa urusan itu sangat penting? Bisakah kamu tetap di sini untuk menemaniku ... aku ...."Rhea juga tidak tahu harus menggunakan alasan seperti

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status