Share

Bab 1508

Penulis: Coklat Panas
Setelah menguburkan Jeana, Wina dan Gisel pergi bersama untuk mengunjungi makam Vera. Ketika mereka tiba di depan makam untuk berdoa, hujan kecil mulai turun. Hujan itu tidak deras. Sementara itu, seorang pria yang menunggu di luar taman mengambil sebuah payung hitam. Dia mengurung Delwyn di dalam mobil dan seorang diri masuk ke makam untuk melindungi keduanya dengan payung.

Delwyn bersandar dengan satu tangan bertumpu di tepi jendela mobil. Wajahnya yang mungil dan bersih terlihat penuh kemarahan. Jika ada kesempatan lagi untuk pergi ke makam, dia pasti akan berlari seperti kuda liar yang lepas dan menghilang tanpa jejak. Delwyn ingin melihat, apa yang akan dilakukan ayahnya kepadanya.

Setelah berdoa untuk Vera dan Alvin, Wina juga pergi ke Parama guna berdoa untuk Lilia. Setiap tahun pada hari peringatan, Wina selalu datang untuk berdoa. Ketika Delwyn berusia dua tahun, Wina memintanya memanggil Lilia dengan sebutan "Ibu Angkat" di depan makam Lilia.

Tahun ini, saat berusia lima tahu
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah   Bab 1509

    Hari peringatan kematian Lilia baru saja lewat. Sekarang giliran peringatan kematian Zeno. Pasangan suami istri itu kembali membawa anak mereka menuju Britton.Mobil Lincoln hitam itu baru saja berhenti dan Delwyn melihat seekor rusa kecil muncul dari dalam hutan.Delwyn tidak tahu apakah karena ingin mengejar rusa itu, atau mencoba melarikan diri dari pengawasan Jihan. Saat para orang dewasa tidak memperhatikan, Delwyn membuka pintu mobil dan langsung berlari menuju hutan.Melihat hal tersebut, Wina buru-buru turun dari mobil dan mengejarnya. Jihan yang duduk di mobil hanya melambaikan tangan. Daris serta Alta bergegas turun dari mobil untuk mengikuti ibu dan anak itu.Jihan menatap jauh ke arah pemakaman. Setelah terdiam cukup lama, dia turun dari mobil, membuka bagasi, mengambil seikat bunga krisan, dan berjalan menuju makam Zeno. Kemudian, Jihan membungkuk dan meletakkan bunga di depan batu nisan."Zeno, aku kembali membawa anakku untuk menjengukmu."Setiap tahun, Jihan memulai den

  • Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah   Bab 1510

    Aulia sudah cukup tua, tetapi belum menikah. Sisilia sangat khawatir jika dia melewatkan usia terbaik untuk memiliki anak. Oleh karena itu, setiap hari Sisilia sibuk memilih keturunan keluarga terpandang untuk Aulia. Melalui perantara Jefri, Sisilia berharap Aulia bersedia pergi kencan buta.Namun, Aulia selalu menolak. Jika tidak, saat sedang melakukan kencan buta, Aulia akan menolak dengan sopan. Setelah beberapa kali, Aulia mulai merasa tidak sabar dan akhirnya kembali ke kediaman lama, meminta Sisilia berhenti melakukan hal-hal yang tidak berguna itu.Selama bertahun-tahun ini, Aulia jarang pulang ke rumah. Setiap kali kembali, hal itu hanya karena Jaden yang berpura-pura sakit. Aulia sendiri juga pulang dengan enggan. Jelas jika dia belum bisa melupakan kejadian di masa lalu dan tidak berniat memaafkan Sisilia.Sisilia yang makin menyesal, setiap kali melihat Aulia, langsung menjadi seperti kucing yang bertemu harimau. Bahkan, suaranya juga menjadi lembut. "Aulia, nanti kalau usia

  • Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah   Bab 1511

    Aulia memikirkannya dengan saksama. Apakah hal itu karena dia melihat betapa dalamnya perasaan Rian terhadap Wina? Hanya karena Wina ingin Rian berdiri, meskipun Rian sudah tidak ingin hidup lagi, Rian tetap mengumpulkan tekad, menahan semua rasa sakit akibat perawatan, bekerja sama dengan dokter, dan akhirnya bisa berdiri dengan stabil dari kursi roda ....Depresi berat, jika terjadi pada orang lain, mungkin mereka sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan hidup. Namun, Rian terus menahan dan menekan dirinya, hidup hanya untuk mengurangi rasa bersalah Wina. Meskipun banyak malam dia ingin mengakhiri hidupnya, saat kembali, Rian akan mengingatkan dirinya sendiri untuk terus hidup ....Aulia merasa pria seperti itu sangat setia dan berharga. Tanpa sadar, dia pun mulai menyukainya. Namun, Aulia tidak pernah berpikir apakah dia menyukai orang itu atau hanya ingin memiliki perasaan yang begitu murni ....Saat Aulia begitu mencintai Rian, Artha diam-diam mengikutinya, menyaksikan bagaimana Au

  • Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah   Bab 1512

    Aulia sebenarnya tidak ingin menyerahkan kasusnya kepada Artha. Namun, saat ini, dia sudah diprovokasi oleh plagiator hingga muncul di berita. Tekanan publik sangat besar dan banyak netizen yang tidak tahu kebenaran menyebutnya sebagai plagiator. Bahkan, juga menyeret nama Keluarga Lionel ke dalam masalah ini.Aulia tidak ingin berdebat dengan netizen. Itu sebabnya, dia memutuskan untuk meminta bantuan pengacara dan mempublikasikan hasil pengadilan. Akan tetapi, para pengacara tidak mau menerima kasusnya. Hanya Artha yang bersedia ....Aulia tahu mungkin ini adalah trik kecil Artha, mengingat reputasinya yang berpengaruh di dunia hukum. Namun, Aulia tidak membongkarnya. Setelah merasa ragu selama beberapa saat, Aulia pun mengambil kartu nama di atas meja."Setelah kasus ini selesai, aku harap ... kita nggak akan bertemu lagi."Mata Artha yang penuh air mata perlahan menunjukkan senyum lega. "Jangan khawatir, Nona Aulia. Setelah kasus ini selesai, aku nggak akan menemuimu lagi ...."Buk

  • Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah   Bab 1513

    Kasus sudah berakhir. Itu artinya keduanya tidak bisa bertemu lagi. Artha meletakkan kedua tangannya di meja kursi pengacara. Tatapannya melintasi kerumunan orang-orang dan memandang Aulia yang bangkit, lalu pergi ....Artha membuka bibirnya dan ingin berteriak pada sosok yang menjauh itu. "Aulia, ini pertemuan terakhir kita. Mari berpamitan sekali lagi." Akan tetapi, Artha tidak bisa mengeluarkan suara ....Akhirnya, Artha jatuh. Jatuh di pengadilan yang sangat dicintainya, tanpa sedikit pun penyesalan. Satu-satunya hal yang disesali Artha hanyalah wanita yang dicintainya sampai ke tulang, sejak awal hingga akhir, tidak pernah menoleh padanya sekali saja ....Artha tidak bisa bertahan. Dia dirawat di rumah sakit dengan tubuh yang dipenuhi selang. Akan tetapi, dia masih memperingatkan murid-muridnya agar tidak memberi tahu Aulia. Murid-muridnya bertanya kenapa Artha menyiksa dirinya sendiri seperti ini? Artha menatap langit yang pucat di luar jendela dan berkata, "Akulah yang pertama m

  • Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah   Bab 1514

    Menatap layar yang menghitam, hati Artha terasa sakit hingga gemetar tak terkendali. Darah terus-menerus mengalir dari mulutnya. Air mata jatuh dari sudut matanya ....Artha merasa sangat kesakitan. Seluruh tubuhnya terasa nyeri. Awalnya, Artha mengira rasa sakit karena kanker bisa menutupi rasa sakit di hatinya. Namun, menjelang kematian, dia tetap merasa sakit di hati jauh lebih mematikan ....Dokter mengatakan Artha masih punya waktu tiga hari. Akan tetapi, karena dia mencabut selang infus demi melihat Aulia untuk terakhir kalinya, hidupnya kini dipersingkat menjadi sehari ....Artha sangat ingin melihat Aulia sekali lagi sebelum mati. Namun, jelas Aulia tidak akan datang menemuinya lagi. Tanpa harapan apa pun, Artha, dengan napas terakhirnya, meraih ponsel dan mengirim pesan pada Aulia ....Jari-jari Artha penuh darah, mengotori layar ponsel sehingga dia tidak bisa melihat jelas. Mungkin kesadarannya sudah kacau. Matanya menjadi kabur. Namun, Artha masih bisa menemukan nomor Aulia.

  • Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah   Bab 1515

    Sekarang, Aulia menundukkan kepala dan memandang wajah kurus kering tanpa kehidupan itu. Tiba-tiba saja, air matanya mengalir deras seperti hujan. Tetesan air mata itu menghantam wajah Artha dengan dahsyat, tetapi tidak menimbulkan perubahan sedikit pun ....Artha sudah mati. Mati dalam kata-kata kasar Aulia yang mengatakan jika dirinya tidak akan pernah memaafkan Artha. Mati dalam penolakan dingin Aulia yang berkali-kali mengabaikannya. Mati dalam penderitaan saat Aulia jatuh cinta pada orang lain. Juga mati dengan penyesalan karena belum sempat menikahi Aulia ....Tangisan Aulia yang tak terbendung hingga tidak bisa bergerak akhirnya membuatnya didorong oleh polisi. Polisi menutupi jenazah Artha dengan kain putih dan memasukkannya ke dalam mobil. Begitu pintu ditutup, Aulia tidak lagi mampu berdiri dan jatuh berlutut. Dia memeluk tubuhnya yang mulai dingin dan menatap mobil yang perlahan menghilang dari pandangannya ....Seperti Artha, yang selamanya menghilang dari pandangannya, per

  • Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah   Bab 1516

    Jelas-jelas yang salah adalah Sisilia. Jelas-jelas Artha tidak bersalah. Jelas-jelas Aulia-lah yang harusnya menebus kesalahannya, tetapi dia menolak memberikan satu kesempatan lagi kepada Artha hanya karena apa yang pernah terjadi di antara mereka. Aulia baru menyadari betapa jahatnya dia ....Aulia duduk di depan pintu krematorium dengan perasaan yang sangat menyesal. Pria yang selama ini selalu mencintainya itu tidak akan pernah muncul lagi. Tidak akan pernah memeluknya lagi, mengelus rambut panjangnya ataupun memberitahunya bahwa ini semua hanyalah mimpi buruk. Bahwa Aulia hanya perlu bangun dan bisa melihatnya lagi ....Aulia pun menangis dengan begitu pilu. Dia terus menyerukan nama Artha dan meminta pria itu untuk kembali seperti orang kesetanan, tetapi tidak ada yang menanggapinya. Hanya bunyi deras hujan saja yang memberi tahu Aulia bahwa permintaanya itu tidak mungkin terkabul.Aulia terus menangis hingga jatuh pingsan. Begitu siuman, yang pertama kali dia lihat adalah wajah

Bab terbaru

  • Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah   Bab 1552

    Lama sekali Jodie hanya tertegun setelah menerima berita kematian Wina, tetapi akhirnya bergegas dan mengantar kepergian Wina ke tempat peristirahatan terakhirnya. Setelah semua orang meninggalkan pemakaman, Jodie mengelus batu nisan Wina dengan penuh rindu."Wina."Jodie perlahan berjongkok sambil bertopang pada batu nisan Wina dan menatap wajah Wina dalam foto dengan matanya yang sudah menua ...."Nggak disangka, ya?""Ternyata begitu aku jatuh cinta, rasa cintaku bisa bertahan selama ini," gumam Jodie sambil mengangkat alisnya. "Aku saja nggak tahu kalau aku ternyata tipe orang yang sepenyayang ini."Jodie menatap foto itu dan tersenyum. "Sampai-sampai ... aku merasa nggak ada satu wanita lain pun yang menarik perhatianku. Tuh Wina, aku nggak kalah dari Jihan, 'kan?"Namun, yang menjawab Jodie adalah bunyi kepak sayap burung yang terbang di pemakaman. Setelah semua binatang itu pergi, yang tersisa hanyalah keheningan. Sama heningnya seperti rasa cinta yang selama ini Jodie pendam da

  • Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah   Bab 1551

    Sebelum kehidupan Wina berakhir, yang terlintas di benaknya adalah rasa cinta yang Jihan sembunyikan selama lima tahun itu ....Saat membalikkan tubuhnya dan bangun, Wina bisa melihat tubuhnya dipeluk dengan erat oleh sepasang lengan yang kuat dan bertenaga. Jika itu bukan cinta, lantas apa ....Wina juga bisa melihat suasana makan di akhir pekan itu dengan jelas. Jihan yang duduk di depannya sesekali melirik Wina melalui ekor matanya. Jika itu bukan karena Jihan sudah lama menyukainya waktu, lantas apa ....Apalagi setelah Jihan selesai melakukannya. Dia akan menggendong dan membiarkan Wina berbaring tengkurap, lalu mengusap-usap punggung Wina untuk menidurkannya seperti anak kecil ....Rasa cinta Jihan terwujud dalam hal-hal kecil. Mungkin sekilas tidak terlihat jelas cinta macam apa itu dan hanya Jihan sendiri yang tahu betapa dia menyayangi dan mencintai Wina ....Mata Wina tidak bisa lagi terbuka, rasanya jiwanya tersedot keluar. Dia tidak punya tenaga lagi untuk bangkit, dia juga

  • Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah   Bab 1550

    Wina mengelus bagian belakang kepala Delwyn, ekspresinya terlihat sangat tenang seolah-olah dia sudah berdamai dengan kenyataan. "Kapan kamu akan menikah?"Tubuh Delwyn sontak menegang, air mata menggenangi pelupuk matanya. Dia pun perlahan menengadah dan melepaskan Wina. "Ibu ... aku ... aku belum bertemu dengan gadis yang kusuka."Wina bisa melihat pantulan dirinya dari bola mata Delwyn, jadi dia menyentuh wajah putranya. "Kamu lihat sendiri betapa menderitanya ibumu tetap bertahan hidup. Masa kamu nggak mau membiarkan Ibu menyusul ayahmu?"Sewaktu kecil Delwyn dikekang oleh orang tuanya, tetapi sekarang setelah besar, giliran dia yang mengekang orang tuanya. Karena hanya pengekangan ini saja yang bisa mencegah Delwyn menjadi yatim piatu. Jadi ... biarkan Delwyn menjadi egois untuk kali ini saja ....Delwyn meraih lengan Wina dan memohon, "Ibu, tolong tunggu sebentar lagi. Aku akan menemukan gadis yang kusuka dan menikahinya, oke?"Wina tidak tega menyakiti hati putranya, jadi dia me

  • Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah   Bab 1549

    Demi putranya, Wina sama sekali tidak mengikuti Jihan. Namun, rambut Wina mendadak beruban dalam satu malam dan wajahnya seolah menua sepuluh tahun. Kerutannya sontak tampak lebih kentara, tatapan matanya selalu terlihat kosong.Di depan makam Jihan, Wina meminta Jihan untuk menunggunya. Sekarang Wina sudah punya anak, jadi dia tidak bisa melakukan sesuatu dengan asal. Nanti setelah putra mereka menikah, barulah Wina akan pergi menyusul Jihan. Jika Jihan ternyata tidak menunggunya, Wina akan menarik kembali janjinya tentang kehidupan selanjutnya sehingga mereka tidak akan pernah bertemu lagi ....Wina tidak menghadiri pemakaman Jihan. Itu sebabnya dia akhirnya terbangun, lalu berjalan ke makam Jihan dengan tubuh yang terhuyung-huyung. Tidak ada yang tahu tentang apa yang Wina katakan kepada Jihan, selain Delwyn yang memapah ibunya untuk menemui ayahnya ....Malam itu, Wina tiba-tiba pingsan di salju dan segera dibawa ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan pertama. Wina baru sadar s

  • Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah   Bab 1548

    Bulu mata Wina tampak bergetar. Dia mengangkat matanya yang terkesan kosong dan menatap ke kejauhan. "Nggak, aku nggak akan ke mana-mana. Kami akan tetap di sini sampai aku ikut mati beku. Nggak akan ada yang bisa memisahkan kami."Semua orang sontak merasa tercekat. Mereka semua bergegas membujuk Wina agar jangan melakukan hal bodoh, tetapi Wina tidak mengacuhkan semua omongan mereka. Dia hanya duduk diam di sana sambil memeluk Jihan, menunggu ajal menjemputnya.Delwyn akhirnya menggenggam tangan Wina dengan erat sehingga pandangan Wina beralih kepadanya. "Ibu, aku tahu betapa Ibu mencintai Ayah dan Ibu pasti sulit menerima kenyataan ini, tapi tolong jangan lakukan hal bodoh. Aku sudah kehilangan Ayah dan aku nggak bisa kalau harus kehilangan Ibu juga ...."Suara putranya membuat Wina akhirnya perlahan menatap Delwyn. Wina menyentuh wajah Delwyn yang tampak begitu mirip dengan Jihan, lalu tersenyum kecil dengan senang ...."Ibu sudah lama mempersiapkan diri untuk kematian ayahmu. Kare

  • Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah   Bab 1547

    Air mata Wina pun mendadak mengalir turun. Tidak ada tangisan yang memilukan hati, hanya keheningan dan bibir Wina yang terbuka. Wina ingin mengatakan sesuatu, tetapi sepertinya dia sudah mengatakan semua yang ingin dia katakan kepada Jihan. Pada akhirnya, Wina hanya menurunkan pandangannya menatap wajah Jihan yang sudah pucat itu ...."Bodoh. Mau seberapa banyak pun darahmu mengalir keluar, kamu tetap suamiku. Mana mungkin aku takut? Aku nggak takut. Kenapa kamu malah pergi ke tempat seperti ini sendirian?"Yang membuat Wina merasa begitu getir adalah karena dia tidak sempat berpamitan untuk terakhir kalinya. Namun, Jihan sama sekali tidak memikirkan rasa penyesalan Wina dan fokus ingin menyembunyikan kondisinya dari Wina ....Lantas, bagaimana jika ... Wina tidak mengenali tiruan Jihan? Apa itu berarti Wina tidak akan pernah menemukan tubuh Jihan? Apa itu berarti Jihan akan selamanya terkubur beku di bawah salju ....Jihan sudah mempersiapkan segala sesuatunya sebelum ajal menjemputn

  • Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah   Bab 1546

    Saat Delwyn meraih tangan Jihan dengan gemetar, Wina sontak menengadah seolah mendapatkan firasat. Dia melihat ke arah Delwyn sekilas, lalu bergegas merangkak menghampiri putranya dengan rambut acak-acakan seperti orang gila.Wina tetap tidak menangis. Dia bahkan menyentuh tangan yang kaku dan putih membeku itu dengan tatapan tegas, lalu menurunkan pandangannya yang bergetar dan menggali salju yang menutupi tubuh Jihan dengan tangannya yang sudah berdarah.Salju yang menumpuk di gunung lebih dalam, setiap lapisannya mengubur Jihan. Wina berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengeluarkan suaminya dari dalam salju, lalu akhirnya melihat wajah Jihan yang berlumuran darah. Tidak ada rona kemerahan apa pun di wajah yang tampan itu, hanya ada noda darah dan salju yang menghiasi ....Delwyn menatap sosok ayahnya dengan tidak percaya. Dia pun jatuh terduduk, hatinya terasa remuk redam. Langit seolah mendadak runtuh dan hanya ada kegelapan tak berujung yang menyelimuti ...."Delwyn.""Tolong Ibu,

  • Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah   Bab 1545

    Wina yang sedang mencari ke mana-mana sontak berhenti melangkah, rasanya dia seperti mendengar ada yang memanggil namanya. Wina pun menoleh dengan tatapan kosong, tetapi terlihat jelas hanya ada dia di sini.Wina berdiri dalam diam, lalu memegangi dadanya yang berdetak dengan begitu kuat. Tiba-tiba, hatinya terasa tersayat seolah-olah dia akan kehilangan sesuatu. Saking sakitnya, Wina sampai membungkukkan tubuhnya. Akan tetapi, rasa sakit itu tidak kunjung hilang ....Firasatnya mengatakan bahwa sesuatu terjadi pada Jihan. Di saat Wina ingin kembali mencari Jihan, tiba-tiba sosok Jihan yang tampan muncul di hadapannya sambil membawa sebuket mawar."Sayang, kok kamu di sini? 'Kan sudah kubilang tunggu aku?"Begitu melihat Jihan tampak baik-baik saja, jantung Wina yang semula berdegap kencang mendadak menjadi tenang kembali.Wina langsung melempar payungnya dan melompat memeluk Jihan dengan gembira.Wina menghela napas lega saat merasakan hangat tubuh dan napas Jihan."Sayang, kamu tahu

  • Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah   Bab 1544

    Saat melihat Jihan berdiri sempoyongan dan mengerahkan sedikit tenaga untuk melambaikan tangannya, Jefri akhirnya tidak tahan lagi. Dia menggertakkan gigi dan berlari secepat mungkin ke dasar Gunung Kiron ...."Kak Jihan, aku panggil dokter dulu, terus menyuruh robot itu naik gunung dan baru setelah itu aku akan menjemputmu! Kakak berdiri saja di sana dan tunggu aku, ya! Aku akan segera kembali!"Jalan gunung di malam hari memang tidak dapat diprediksi, salju yang turun dari langit seolah menjadi sumber penerangan. Jefri merasa seperti sedang berjalan di siang hari. Namun, saking langkahnya terburu-buru, Jefri sampai beberapa kali jatuh tersungkur ke atas tanah dan dia bahkan tidak tahu berjalan ke arah mana ....Jihan memandangi punggung Jefri yang berangsur-angsur menghilang dari pandangannya, lalu memegangi dadanya. Dia bisa merasakan detak jantungnya yang perlahan melambat. Jihan berdiri diam sambil merasakan bagaimana nyawanya meregang ....Entah berapa lama waktu berlalu, yang je

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status