Janet mundur beberapa langkah ketika Nancy keluar dari ruangan Nick, keduanya saling tatap. Nancy heran dengan sikap Janet yang menguping pembicaraannya dengan sang bos."Nona Janet menguping?" tanya Nancy heran."Emm, itu. Saya hanya sedang berpikir apakah tuan Nick ingin minum, tadi saya ingin masuk. Tapi kamu keluar." jawab Janet dengan gugup."Baiklah, saya permisi dulu nona Janet." kata Nancy melangkah pergi.Janet menatap kepergian Nancy, dia ingi tahu apa pembicaraan antara Nancy dan Nick di dalam. Tapi sepertinya itu masalah Cleo."Hemm, apa mereka membicarakan gadis itu? Pergi kemana dia? Haruskah aku laporkan pada nona Shopia?" gumam Janet.Dia duduk kembali di kursi kerjanya, berharap dia mendapat informasi apa yang di bicarakan Nancy dan Nick tadi.Tuuut.Tiba-tiba ponselnya berbunyi, kebetulan nama Shopia tertera di layar ponsel. Janet tersenyum, dia menarik layar bertomobol hijau dan menempelkan ponselnya di telinganya."Halo nona Shopia?" "Janet, apa Nick ada di ruanga
Shopia pergi ke klub malam, dia ingin menghilangkan rasa kesal dan juga penat karena bekerja bolak balik antara kota New York dan New Jersey. Ya, sebagai pemilik agensi model terbesar di kota itu, pekerjaan Shopia sangat banyak. Apa lagi dia juga harus mengawasi perusahaan yang kini masih di pegang pucuk pimpinan oleh Nick.Dia di temani oleh teman dekatnya, Clara duduk di depan meja bar dan meminta minuman beralkohol, menenggak berkali-kali namun dia tidak mabuk juga."Hei, kemana laki-laki yang akan memuaskanku Clara?" tanya Shopia."Tenang saja sayang, dia dalam perjalanan. Tapi aku mau tanya, apa yang terjadi dengan suamimu? Apa dia tidak bisa memuaskanmu di ranjang?" tanya Clara heran."Huh, dia sering sekali menolak ajakanku bercinta. Jika dia mau, aku tidak merasakan kepuasan seperti dulu lagi. Sebelum gadis jalang itu hadir di rumah suamiku. Semuanya berubah berawal dari gadis jalang itu, akhirnya cinta Nick berpindah padanya. Menyebalkan sekali, aaaargh!" ucap Shopia dengan b
Nick terus mencari tahu kemana Cleo dan Emily pergi. Dia tidak putus asa mencari kekasih hatinya, sejak bertemu dengan Cleo di hotel dan di apartemen waktu itu dia benar-benar merasa kehilangan gadis itu. Sejak itu dia jadi uring-uringan dan terus mencari keberadaan Cleo, bahkan di malam pertamanya sebagai suami Shopia dia justru pergi menemui teman-temannya."Cleo, kamu di mana? Aku benar-benar merindukanmu." ucap Nick di sela lamunannya di kantor.Tatapan sedih dan hati kosong mengarah ke jendela ruangan kantornya. Bayangan tentang kebersamaan dengan Cleo melintas di pelupuk matanya, dia menarik napas berat. Sejak satu bulan lalu dia menyuruh orang untuk mencari tahu kemana Cleo pergi, bahkan dia menyuruh orang untuk mencari tahu data penerbangan satu bulan lalu dengan nama Cleo dan Emily, tapi belum ada kabar baiknya.Nick duduk kembali di kursinya, dia berjanji dalam hati. Jika saja orang yang dia suruh untuk mencari keberadaan Cleo belum ada kabarnya.Tok tok tok.Suara pintu di
Nick sedang menatap serius laptop di depannya, tangannya mengetik terus tanpa henti. Akhir-akhir ini dia banyak sekali pekerjaan, sampai dua hari menginap di kantornya. Dia malas untuk pulang ke rumahnya, apa lagi Shopia terkadang pergi tanpa pamit dan juga sering pulang di pagi harinya.Itu sudah beberapa kali dia lakukan, sehingga Nick malas sekali bertemu dengan istrinya yang tampak kacau jika pulang dari senang-senang dengan teman-temannya di klub malam.Waktu pagi itu, Nick sudah siap untuk pergi ke kantor. Malam harinya dia tidak tahu kalau Shopia pergi karena sepulang dari kantor langsung tidur. Jadi, ketika bangun pagi dia tidak melihat Shopia karena di kira istrinya itu pergi ke New Jersey. Tapi pagi itu istrinya justru pulang dalam keadaan kacau, mungkin semalam dia mabuk."Kamu baru pulang?" tanya Nick."Kamu peduli padaku?" Shopia balik bertanya."Setidaknya aku masih menanyakanmu, akhir-akhir ini kamu sering pulang pagi. Kemana saja selama ini?" tanya Nick pada istrinya.
"Nick, mari kita bercerai." kata Shpopia mengejutkan Nick."Apa?!""Jangan pura-pura kaget Nick, aku yakin kamu menginginkan keputusan itu kan? Maka dari itu, mari kita berpisah dan bercerai." kata Shopia."Tapi Shopia, apa ini hanya gurauanmu saja?" tanya Nick memastikan.Sejujurnya itu yang dia inginkan, Shopia meminta bercerai dan betpisah. Tapi tetap saja dia terkejut, dia pikir masih lama Shopia memintanya. Nyatanya hanya dalam waktu pernikahan empat bulan, dia sudah memintanya. Padahal dulu, selama hampir tiga tahun mereka menjadi pasangan kekasih. Membuat kisah cinta manis dan seringnya mereka melepas rindu dengan bercinta, tapi setelah Nick mulai mencintai Cleo. Dia pun berubah.Menyakitkan memang, tapi hati tidak bisa di paksa. Bahkan kini sepertinya Shopia menemukan lelaki lain yang bisa membuatnya bahagia juga.Nick menatap Shopia, dia merasa bersalah pada istrinya itu. Selama jadi suaminya, justru sering mengabaikan istrinya. Tapi kini penyesalan itu datang di benaknya, bu
Nick membatalkan pertemuannya dengan keempat sahabatnya untuk makan siang bersama. Dia lebih baik menemui orang suruhannya untuk mendapatkan keterangan yang di temuinya selama pencarinanya.Kini, dia sedang menunggu orang yang dia sewa mencari alamat tempat tinggal Cleo dan Emily di China. Sudah setengah jam dia menunggu, dia gelisah dan tidak sabar ingin mendapatkan informasi dari orangnya. Dan tak lama, seseorang masuk ke dalam restoran yang sudah dalam perjanjian untuk bertemu.Nick melambaikan tangan pada laki-laki yang sedang celingak celinguk mencari seseorang, setelah lambaian tangan Nick terlihat. Laki-laki itu pun segera mendekat pada Nick dengan langkah cepat. Dia duduk di depan Nick, memberi isyarat dia ingin meminum air dalam gelas di depannya. Dan Nick mengangguk, laki-laki itu mengambil gelas berisi air dan menenggaknya sampai habis."Apa yang kamu dapatkan? Benarkah kamu sudah menemukan alamat tempat tinggal Cleo?" tanya Nick tidak sabar ingin segera mengetahuinya."Sab
"Lepaskan jabatanmu!""Apa?""Ya, kamu akan bercerai dengan Shopia anakku. Jadi aku pikir tidak ada gunanya lagi kamu ada di perusahaanku, jika kamu masih ingin bekerja di kantor ini. Kamu bisa menjadi pegawai lain, akan kutaruh kamu sebagai manajer. Bagaimana, Nick?" tanya tuan Robert.Nick diam, dia menatap Shopia. Perempuan itu tak menoleh padanya, dia tahu istrinya itu yang menginginkan dirinya lepas dari jabatannya. Karena memang mertuanya menunjuknya jadi pimpinan perusahaan karena berhubungan dengan anaknya, menjadi kekasih anaknya hingga menikah. Kini, Shopia meminta bercerai. Dan itu artinya dia juga harus menyerahkan jabatannya juga.Tapi Nick sudah mempersiapkannya sejak dia mencintai Cleo. Gadis yang selalu mengusiknya itu, membuat dia banyak berpikir kalau suatu saat nanti dia akan di depak dari perusahaan. Jadi sejak itu dia pun membuat rencana lain agar uangnya terus mengalir meski dia sudah tidak bekerja di perusahaan besar milik mertuanya."Baiklah, saya terima pa. Sa
Kelima sahabat itu berkumpul sambil minum-minuman dan bercanda. Menghibur sahabat mereka yang sedang galau karena mau di ceraikan, dan juga harus meletakkan jabatannya di perusahaan sebagai CEO.Nelson menenggak minumannya, dia menatap Nick dengan tatapan kasihan. Lelaki itu memang sejak remaja tidak mempunyai keluarga, dia pernah bercerita kalau dirinya di asuh oleh keluarga Simpson hingga dia bisa menyelesaikan sekolah menengah atas. Dan kuliah hampir selesai, tapi karena takdir yang mengharuskan Nick berpisah dengan orang tua asuhnya. Akhirnya dia kuliah berjuang sendiri.Hingga bertemu dengan Shopia dan mereka menjadi pasangan kekasih. Shopia banyak membantu Nick untuk mendapatkan pekerjaan, dan tidak di sangka dia di tempatkan di perusahaan besar milik papanya. Beberapa tahun kemudian dia di angkat jadi CEO di perusahaan itu, dan hubungan mereka masih berlanjut, Shopia bekerja di New Jersey menjadi model.Kini gadis itu memiliki agensi modelling di tempat di mana dia bekerja. Tap
Tiga hari Cleo menginap di rumah sakit setelah melahirkan. Mereka akhirnya kembali ke apartemen dengan anak yang cantik dan lucu, Nick sangat bahagia. Kini dia menjadi seorang dady, dia juga harus membantu Cleo merawat anaknya itu."Aku akan membantumu mengurus anak kita, sayang," kata Nick menggendong anaknya.Dia mencoba menggendong anak yang baru empat hari itu, awalnya dia canggung dan takut jatuh. Tapi di rumah sakit dia belajar dengan suster yang merawat dan mengurus anaknya selama Cleo belum pulang. Nick sangat antusias menggendong anaknya itu, meski baru tiga kali belajar tapi dia sudah bisa dan menguasainya."Kamu sudah membantuku selama ini, Nick," ucap Cleo."Ya, tapi aku akan mengurus Agatha sampai dia besar. Aku sangat senang dengan anak-anak, dulu Shopia tidak menginginkan anak jika kelak aku bersama dengannya selamanya," kata Nick tersenyun getir mengingat waktu dia masih bersama dengan Shopia.Cleo menatap kekecewaan di wajah laki-laki itu, tapi seketika berubah wajah
Satu bulan kemudian, Cleo dan Emily pindah ke apartemen baru yang di beli Nick untuk kekasihnya dan juga pelayannya Emily. Ada dua kamar di apartemen baru itu, salah satunya memang untuk Cleo dan Nick dan satunya lagi untuk Emily. Nick sengaja mengambil apartemen dengan dua kamar, dapur yang terpisah juga bagian untuk tempat laundry.Mereka sedang membereskan barang-barang, Cleo tidak di izinkan ikut membereskan barang-barang. Dia hanya duduk saja, memperhatikan Emily dan Nick membereskan barang-barang di apartemen itu."Aku ikutan membereskan barangnya ya? Bosan kalau harus melihat kalian membereskan sendirian," kata Cleo."Siapa bilang sendiri? Aku dan Emily, sudah kamu diam saja. Jaga anak kita, jangan sampai protes karena mamanya bandel," ucap Nick.Cleo cemberut, tapi dia menurut. Alih-alih hanya diam saja, dia pun pergi menuju dapur membuat makanan cemilan untuk Nick dan Emily. Nick awalnya melarang Cleo beraktivitas, tapi Cleo memaksanya."Kalau aku diam saja, kalian makan apa?
Nick dan Liu sampai di tempat rumah teman Liu itu. Mereka melihat apartemen dari jauh tampak megah dan kelihatan bagus, jika melihat luas halaman sekitar itu, banyak sekali pepohonan dan juga area bermain anak- anak. Nick sangat suka dengan gedung apartemen itu, meski dia belum tahu di dalamnya."Ini sepertinya menyenangkan, di lihat sekeliking ada tamannya, juga taman untuk bermain anak-anak. Dan di ujung sana, ada sekolah? Waah, ini menarik sekali," ucap Nick merasa takjub dengan apartemen itu."Iya, temanku ini sebenarnya dia menanam saham juga di perusahaan yang membuat apartemen ini, dia juga mengambil satu unit di dalamnya. Katanya masih banyak yang belum mengambil, tapi karena gedungnya berlantai puluhan. Jadi meski sudah banyak yang mengambil, masih ada juga sisanya," kata Liu."Oh ya Liu, kamu kan tinggal di Amerika cukup lama. Dia tinggal di sini, kalian sering berhubungan?" tanya Nick."Hahah, dia itu yang memiliki toko di kota pecinan di sana. Ada beberapa toko, jadi aku t
Nick menginap di rumah susun milik Cleo, dia tidur sekamar dengan wanita pujaannya yang sedang mengandung anaknya itu. Mendekap erat dari belakang, sangat nyaman dan hangat. Sungguh, Nick begitu bahagia bisa menjumpai Cleo lagi. Lebih bahagia dia sudah tidak punya beban apa pun, perusahaan, Shopia semuanya sudah dia lepaskan. Kini dia hanya ingin membahagiakan Cleo dan calon anaknya."Cleo, apa kamu akan tetap tinggal di sini selamanya?" tanya Nick mencium tengkuk wanita buncit itu."Entahlah Nick, di negara ini nyaman buatku. Aku tidak mau kembali lagi ke New York, atau ke kota Queens," jawab Cleo."Ini bukan negara kita, Cleo. Kita harus membuat visa setiap dua tahun sekali, lagi pula visa kita juga harus di ganti," kata Nick."Iya, aku memalai visa turis selama ini. Apa harus di ganti?""Tentu saja, aku akan membuatkannya. Setelah melahirkan, kamu bisa melamar kerja di perusahaan orang Amerika. Aku juga akan mencari pekerjaan di sini," kata Nick.Cleo membalikkan tubuhnya, kini dia
Emily sudah menyiapkan makanan untuk Cleo, dia membawa nampan berisi makanan, buah serta jus jeruk. Nick menghampiri Emily, mengambil nampan dari tangannya."Aku yang bawa, Emily. Aku juga ingin bicara banyak dengannya," kata Nick."Baik tuan," ucap Nick.Nick tersenyum, dia pun segera membawa nampan berisi makanan. Dadanya berdetak kencang, ingin sekali dia memeluk wanita yang selama ini di rindukannya. Tapi dia harus beradaptasi lebih dulu, pastinya Cleo akan menolaknya lebih dulu.Tok tok tok.Nick mengetuk pintu, tak ada suara dari dalam kamar. Nick mengetuk sekali lagi, dan terdengar suara Cleo menyuruh masuk.Nick menarik handle, membuka perlahan pintu kamar. Tampak Cleo sedang membereskan beberapa baju di masukkan ke dalam lemari. Nick terdiam melihat apa yang di lakukan Cleo, dia melangkah masuk menuju meja. Meletakkan nampan berisi makanan untuk Cleo, berdiam diri menatap Cleo yang masih belum sadar akan kehadirannya.Nick tersenyum tipis, dia melangkah mendekati Cleo. Berdir
"Aku merindukanmu, Cleo."Cleo terpaku di depan pintu, matanya tidak berkedip beberapa detik. Tapi kemudian dia menunduk, tangannya memegangi perutnya yang sudah buncit. Arah mata Nick beralih pada perut Cleo, dia juga tertegun dengan perut yang sudah membesar itu.Baik Emily, Cleo, dan Nick masih diam saja. Tapi Liu, dia menatap ketiganya secara bergantian. Dia tersenyum kemudian membuyarkan ketiganya."Apa, kita akan di sini terus? Sampai kapan?" tanya Liu dengan senyuman di bibirnya.Emily tersadar, dia tersenyum kemudian menoleh ke arah Cleo."Nona, kita suruh masuk mereka? Anda juga harus bicara banyak dengan tuan Nick," kata Emily.Cleo akhirnya mengangguk, dia berbalik melangkah masuk ke dalam rumah susun berukuran kecil itu. Emily menyuruh Nick dan juga Liu masuk, dia merasa senang akhirnya Nick menemukannya dan juga Cleo.Beberapa bulan setelah tinggal di rumah susun itu, dia sering mendapati Cleo menangis karena merindukan Nick. Mungkin karena bawaan janin yang ada di kandun
"Nona, apa anda mau bekerja sama?" tanya Nick pada petugas informasi.Gadis berambut kuncir bermata sipit itu menatap aneh pada Nick, apa maksudnya bekerja sama dengannya?"Maksud anda apa tuan?" tanya gadis berambut di kuncir itu."Begini, saya sedang mencari seorang perempuan berkewarganegaraan Amerika. Dia pernah datang ke rumah sakit ini memeriksakan diri, apa anda bisa mencarikannya untukku?" tanya Nick."Pasien yang datang kesini itu banyak tuan, bahkan dari berbagai negara juga ada. Yang dari Eropa atau dari Rusia juga ada, dan bahkan dari Amerika juga ada banyak. Karena di rumah sakit ini memang bebas pengunjung, tapi data pengunjung juga di jaga oleh kami. Makanya kami tidak bisa memberitahukan data pada sembarang orang," kata petugas itu.Nick putus asa, dia bingung dengan informasi yang susah di dapatkan. Liu pun maju, dia berbicara dengan petugas itu dengan bahasanya sendiri. Entah apa yang di bicarakan Liu dengan petugas itu, Nick hanya memperhatikan saja. Tapi dia berhar
Beberapa hari Nick tinggal di rumah nenek Liu, dia sangat senang sekali meski masih ada kegundahan di hatinya belum menemukan keberadaan Cleo. Pagi ini dia bersiap untuk pergi ke rumah sakit X, di mana Cleo pernah melakukan pemeriksaan. Dan kali ini dia akan di antar oleh Liu, kini dia sedang bersiap setelah melakukan kegiatan membantu neneknya Liu."Jadi kamu ingin ke rumah sakit X itu?" tanya Liu."Ya, aku ingin pergi kesana. Kamu bisa mengantarku kesana?" tanya Nick."Tentu, aku akan mengantarmu kesana," jawab Liu."Terima kasih sebelumnya, Liu. Kamu banyak membantuku di sini," ucap Nick."Tidak masalah, aku senang membantumu Nick," ucap Liu lagi.Mereka pun segera pergi, sebelumnya berpamitan pada nenek Liu."Nek, aku dengan Nick pergi dulu. Mungkin pulang sore hari," kata Liu."Oh, benarkah? Apa kamu mau pergi ke rumah pamanmu?" tanya neneknya."Tidak nek, kami akan mencari kekasih Nick. Mungkin sampai sore," jawab Liu."Aah ya, kasihan sekali dia harus kehilangan kekasihnya di s
Sedari hotel pagi ini, Nick dan Liu cek out untuk pergi ke rumah neneknya Liu. Dia berniat tinggal sementara di rumah neneknya Liu, bila perlu dia akan membayar sewa tempat tinggal di sana. Agar tidak mencari apartemen atau rumah sewa lagi, karena di Guangzhou dia tidak mengenal siapa pun. Beruntung bisa bertemu dengan Liu, laki- laki yang sudah lama tinggal di New York tapi masih ingat akan neneknya di negara kelahirannya."Kamu masih ingat sama nenekmu saja, itu sangat mengharukan. Sepertinya kamu sangat sayang sekali dengan nenekmu," kata Nick."Ya, nenekku itu sekaligus orang tuaku. Papa dan mama sudah meninggal ketika aku masih tinggal di sini, dan menginjak dewasa aku mencoba merantau ke negeri Paman Sam. Dan ternyata aku di sana betah, akhirnya aku memutuskan tinggal di sana," kata Liu."Apa nenekmu tidak kamu ajak kesana?" tanya Nick."Dia tidak mau, katanya dia masih sangat senang tinggal di rumahnya. Sayang kalau harus di tinggalkan, meski hidup sendirian," ucap Liu lagi."B