Beranda / Romansa / Obsessed with You / Bab 48. Benci dan Cinta

Share

Bab 48. Benci dan Cinta

Penulis: Nafish Grey
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-14 17:50:42

"Kau bohong!" Daniel menjauh, menggelengkan kepalanya. "Kau ingin lari dari hukuman dengan berbohong lagi padaku."

Ivy menangis, menggelengkan kepalanya. "Tidak! Aku tak bohong!"

"Kau berusaha menipuku lagi, kau mencari simpatiku. Tidak! Aku tak akan percaya padamu."

"Ya! Aku salah! Aku menipumu, tapi bukankah kau juga melakukan hal yang sama? Bukankah seharusnya aku yang marah, Daniel."

"Kau tidur dengan pria lain!" teriak Daniel, kehilangan ketenangannya.

"Ya! Aku tidur dengannya hanya sekali, dan itu karena kesalahan. Tapi kau, selama aku tak berada di sini, kau bermain dengan banyak wanita."

"Itu berbeda!"

"Berbeda apa? Karena kau lelaki? Karena aku perempuan? Karena aku pihak yang dimasuki dan kau pihak yang memberi kenikmatan?" Ivy pun sudah hampir gila. Semua ketakutannya untuk sesaat memudar.

Daniel terdiam, menatap Ivy tajam.

"Kau tak lebih baik dariku Daniel. Kau pria berengsek. Kau tak mencintaiku, tidak! Kau hanya ingin memuaskan nafsu bejatmu padaku!" teriak Ivy sampai te
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Obsessed with You   Bab 49. You

    Setelah Jenna membersihkan Ivy, dia mulai menyuapi nyonyanya. "Nyonya harus makan, Nyonya harus kuat. Jangan membuat bayi Nyonya ikut merasakan sakit. Si kecil tak bersalah."Ivy terdiam, tak membuka mulutnya, masih mencerna informasi dari Jenna tentang Amy. "Nyonya ....""Lepaskan aku Jenna, aku bisa makan sendiri.""Tapi Tuan Daniel ...."Ivy mengatupkan bibirnya kesal. Jenna menghela napas. Selama ini Ivy sudah memperlakukan para pelayan dengan baik, jadi masing-masing mereka menaruh rasa hormat pada wanita cantik ini, termasuk Jenna."Setelah makan, aku harus memasang kembali rantainya."Ivy mengangguk mengerti. Percuma dia berusaha melarikan diri sekarang, Daniel pasti sudah menambah jumlah bodyguard untuk mengawasinya.Wanita itu makan dengan perlahan, walaupun tak punya nafsu makan, dia tetap memaksakan diri. Demi bayinya. "Maaf, Nyonya." Jenna merasa sedih harus kembali merantai tangan Ivy.Ivy hanya menatapnya tak berkedip, seperti orang yang kehilangan gairah hidupnya."Ny

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-15
  • Obsessed with You   Bab 50. Si Penggoda Datang

    "Apa maksudmu?" Ivy menggeleng tak percaya.Christian tersenyum kecil. "Aku mungkin akan mati setelah membantumu."Ivy mengedip lamat-lamat. "Kau ... sungguh jatuh cinta padaku, istri tuanmu sendiri?" Rasanya aneh sekali, memang sedari awal mengenal Daniel, Ivy sering kali berinteraksi dengan Christian. Namun ia tak pernah terpikir, atau membayangkan secuil saja kemungkinan pria ini akan jatuh hati padanya.Christian selalu terlihat seperti memakai topeng. Dia tak pernah memperlihatkan emosinya lebih jauh, tapi kali ini, Ivy menyadari Christian tersenyum tulus. "Ya. Aku tahu ini aneh dan lancang, aku harusnya tak melakukan semua ini, tapi melihatmu terluka membuatku ingin melindungimu. Pikirkanlah tawaranku, Iv.""Bagaimana kalau kita tertangkap?"Christian tak menjawab, tak perlu hal itu, keduanya tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika berhadapan dengan pria seperti Daniel.Ivy menarik napas dalam. Benaknya kacau, untuk saat ini dia tak tahu harus berbuat apa. Lari dari Daniel

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-16
  • Obsessed with You   Bab 51. Dia Tak Suka yang Normal

    Bukannya Daniel sudah memberi kebebasan pada Ivy, semua hanya kedok karena Amy Forrester datang ke rumah. Pria itu ingin menutupi permasalahan rumah tangganya dari orang tuanya.Jenna mengekori langkah Ivy sampai ke dalam kamar. Kedua tangannya bertaut cemas. Ivy tahu, di luar pintu kamarnya pasti sudah dijaga para bodyguard Daniel. Mereka membiarkan bebas berkeliaran di mansion ini, tapi diam-diam membuntuti langkahnya.Sama saja Ivy hidup dalam sangkar raksasa penuh kemewahan. Dia tak bisa bebas, terikat pernikahan yang membuatnya terluka."Mana Christ?" tanya Ivy.Jenna tampak terkejut mendengar pertanyaan Ivy. "Sekretaris Tuan Daniel?""Ya, dia tak datang hari ini?""Tidak Nyonya." Ivy tahu Jenna juga mata-mata Daniel, tapi belakangan, sikap wanita ini terhadapnya melembut."Nyonya sudah waktunya minum vitamin.""Bawakan kemari." Ivy berjalan ke balkon, dia butuh udara segar sekarang. Berusaha tak memikirkan apa yang mungkin Daniel dan Amy lakukan di kala mereka ditinggal berdua

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-17
  • Obsessed with You   Bab 52. Godaan

    Amy berjalan menghampiri Daniel, mengalungkan tangannya di leher pria tampan itu. Mata mereka bertemu. "Aku tahu, pada akhirnya ... kau akan kembali padaku, Daniel."Daniel menatap ke bawah, pemandangan bukit kembar milik wanita cantik itu begitu menggoda. Dengan berani Amy hanya memakai lingerie tipis yang menampakkan siluet tubuhnya.Daniel terdiam, perasaannya bercampur aduk. Amy semakin mendekat dan meskipun dia tahu apa yang sedang dilakukan ibunya, dia tak bisa mengabaikan godaan itu."Aku tak mengerti maksudmu," jawab Daniel dengan suara serak, berusaha untuk mundur sedikit. Akan tetapi, Amy dengan liciknya meraih lengannya, menariknya lebih dekat. "Daniel, lihat aku," bisiknya sambil mengangkat dagu Daniel agar matanya bertemu pandang dengan iris hijau pria itu. Amy perlahan mendongakkan wajahnya, begitu dekat dengan wajah Daniel. "Ivy tak akan tahu. Tidak ada yang akan tahu."Daniel merasa terjebak. Dia tahu harus menahan diri, tapi hatinya bergejolak, ada dorongan untuk mer

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-18
  • Obsessed with You   Bab 53. Kebohongan

    "Kau yakin? Bukan hanya karena kemarahan sejenak saja?" Christian tak ingin Ivy menyesal setelah memilih pergi bersamanya.Ivy menahan air mata. Ia benci harus menangis karena pria berengsek itu. Daniel nyatanya tak pernah berubah dan dia ... lagi lagi terjebak dalam kalimat manis suaminya."Ya. Aku tak menyesal, aku tak akan menyesal. Kupastikan akan membalas semua bantuanmu, Christ. Aku ... tak ingin berutang kepada siapa pun." Juga, tak ingin jatuh cinta pada siapa pun lagi.Christian terdiam cukup lama."Apa pun, akan kuberikan asalkan kau membawaku pergi.""Ivy, aku ingin hatimu ... bisa kau berikan itu?"Setetes air mata jatuh, Ivy membekap mulutnya. Di saat dia berbicara dengan Christian, kenapa wajah Daniel hadir dalam benaknya. pria itu mencium Amy. "Sorry ...."Christian menghela napas."Yang kupunya hanya tubuhku.""Jangan menangis." Ucapan Christian semakin membuat Ivy menangis keras. "Iv, aku tak sama seperti Daniel. Aku tak akan membuatmu menangis."Sayangnya, Ivy tak

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-19
  • Obsessed with You   Bab 54. Tak Ada yang Mau Mengalah

    Daniel menatap Ivy dengan mata menyipit tajam, tampak berpikir lama."Kau ingin aku stres di sini? Kau tak kasihan dengan bayimu?" Ia sengaja memegang perutnya.Daniel yang membuatnya seperti ini, ya! Dialah yang mengajari Ivy bagaimana caranya berbohong dan memanipulasi orang dengan rasa cinta."Ok! Kau boleh pergi dengannya. Beli apa pun yang kau mau selagi keluar."Kemewahan bukanlah sesuatu yang menarik bagi Ivy, tidak lagi sejak dia tahu orang seperti apa suaminya."Tentu, sebagai nyonya Forrester aku harus berpenampilan menarik bukan? Jangan sampai aku kalah dengan ibu tirimu." Ivy melangkah menjauh. "Mandilah, aku mual mencium bau parfumnya di tubuhmu."Daniel menghidu pakaiannya diam-diam. Ia mendesah kesal dan beranjak ke kamar mandi.Bahkan setelah kejadian tak mengenakkan di kamar basement, Amy tak jua pergi. Wanita bermuka tebal itu bertindak layaknya nyonya rumah. Ketika Ivy turun ke lantai satu keesokan harinya, makanan sudah tersedia. Ivy tahu Amy sengaja membuatnya kes

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-20
  • Obsessed with You   Bab 55. Kencan

    Suasana di kedai es krim itu terasa sangat hangat dan mengundang. Lampu-lampu gantung kecil dengan cahaya lembut menyinari interior kedai yang penuh warna cerah. Dinding-dindingnya dihiasi dengan gambar-gambar retro es krim dan poster-poster vintage, membawa nuansa nostalgia yang menyenangkan.Bau manis dari es krim yang baru dibuat tercampur dengan aroma waffle yang sedang dipanggang di bagian belakang kedai, membuat siapa saja yang masuk tak bisa menahan diri untuk mencicipi.Lantai kayu yang halus berderit lembut di setiap langkah, menambah kesan homy. Rak-rak es krim berisi berbagai pilihan rasa, mulai dari cokelat klasik yang pekat hingga rasa buah segar yang ceria, masing-masing tertata rapi dalam wadah-wadah kaca berkilau. Di balik konter, pelayan muda dengan senyum ramah sibuk melayani pelanggan, menggali es krim dari tabung besar dan menyiapkannya dalam cangkir atau cone dengan topping yang berlimpah. Meja-meja kayu kecil dengan kursi nyaman yang tersebar di seluruh kedai,

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-21
  • Obsessed with You   Bab 56. Cemburu

    Film yang dipilih Ivy membuat Christian melongo tak percaya, dia kira wanita lembut ini akan memilih genre romansa, siapa yang menyangka Ivy justru memilih film horor.Christian mencengkeram sandaran kursi, menatap layar bioskop besar yang memancarkan cahaya terang ke dalam ruang gelap, menciptakan suasana mencekam yang semakin tegang seiring dengan dimulainya film horor. Suara dentuman musik keras dan cepat mengisi udara, membuat jantung setiap penonton semakin berdebar, termasuk pria tampan itu.Para penonton terkumpul dalam keheningan penuh antisipasi, mata tertuju ke layar. Bau popcorn dan permen manis menguar di udara, tapi tidak cukup untuk menghilangkan ketegangan yang terasa mencekam. Setiap kali adegan menegangkan muncul, suara teriakan pelan terdengar dari penonton, bercampur dengan desahan cemas. Beberapa penonton menutup mata atau memeluk teman mereka dengan erat, mencoba melindungi diri dari bahaya yang tidak bisa mereka hindari. Tawa canggung juga terkadang terdengar,

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-22

Bab terbaru

  • Obsessed with You   Bab 76. Luka

    Ivy menjerit memilukan saat pakaiannya ditarik sampai terlepas. Nicolas seperti kesetanan, tak peduli dengan pemberontakan Ivy.Dia berubah, hati Ivy terasa tawar melihat mata pria itu dipenuhi nafsu birahi. Mereka semua sama, mereka hanya menginginkan tubuhnya. "Ini salahmu, kau membuat kami terobsesi padamu. Jangan salahkan aku, Iv. Kau yang menjerumuskanku ke dalam jurang dosa ini." Bersama kalimatnya Ivy merasa pria ini menerobos masuk, tanpa foreplay, kehangatan, atau kata manis. Sakitnya mengoyak kewarasan Ivy, ia mencakar punggung Nicolas, mendorongnya menjauh, tapi pria itu terus menekan ke dalam dirinya."Ugh. Lepas!" Ivy menggigit bibirnya menahan rasa malu dan marah. Lagi lagi dia jatuh di bawah kekuasaan mereka, tak berdaya. Kenapa dia harus terlahir sebagai wanita lemah?"I can't. I can't stop." Nicolas mencium sisi lehernya, tidak! Mengisap kuat, memberi jejak cinta di sana.Air mata Ivy mengalir membasahi seprai. Perut bawahnya terasa menyakitkan, pria itu masih berg

  • Obsessed with You   Bab 75. Di Hutan

    Ivy kehilangan arah dan waktu, saat ikatan tali dan mulutnya dilepas dia sudah berada di sebuah rumah kecil di tempat terpencil. Kendaraan mereka dibawa pergi oleh rekan Nicolas. Dan rumah kayu kecil mereka dikelilingi oleh hutan."Di mana ini?" tanya Ivy cemas, membuka gorden jendela lebar-lebar. Dia bisa melihat pemandangan hijau sampai di kejauhan."Rumah kita mulai sekarang.""Kau mengurungku?" Ivy ingin meledak oleh kemarahan, tapi tetap menahan diri. Bayangan bagaimana Nicolas menikam Daniel masih terngiang jelas dalam ingatannya. "Tidak, kau bebas bergerak di rumah ini. Kau bisa memasak, membersihkan rumah, atau melakukan hobimu. Sini lihat!" Nicolas mendorong Ivy ke jendela kaca samping. "Aku sudah membuat kebun bunga untukmu. Kau bisa membaca sambil melihat pemandangan, kau juga bisa memetik bunga-bunga cantik itu untuk menghias rumah kita."Mata Ivy melebar, pemandangan di luar jendela kacanya memang sangat memukau. Aneka warna dan jenis bunga terhampar di pekarangan, dita

  • Obsessed with You   Bab 74. Diculik

    Saat melihat pria itu tersadar, dengan mata hijaunya yang tajam dan menatap Nicolas penuh kebencian, Ivy tanpa sadar menyentuh lengan suaminya.Dia tak tahu apa yang mungkin Daniel lakukan, pria itu bisa saja membunuh Nicolas dengan satu kalimat. Ya! Satu perintah saja, maka bodyguard di luar ruangan akan mengeroyok Nicolas.Dan Nicolas ... Ivy merasa tak mengenalnya setelah dia terluka. Dia tampak lebih berani, menyimpan sesuatu di dalam hatinya yang mungkin akan menggiring mereka ke dalam bencana."Nic ...." Ivy memberi peringatan dengan pandangan matanya. Sayangnya, hal itu membuat hati Daniel semakin panas. Kedua orang di depannya sedang bertukar isyarat, apa mereka meremehkannya karena dia baru bangun dari koma?"Apa yang kalian rencanakan?" Ivy menggigit bibir. "Tidak ada.""Aku tak bertanya padamu, Iv. Tapi dia!"Nicolas menyipitkan matanya. "Kau tentu tahu untuk apa aku kemari.""Kau ingin mengambil istriku?"Nicolas tak menjawab, tak perlu karena dia tahu Daniel hanya memas

  • Obsessed with You   Bab 73. Kepercayaan

    Daniel terbangun dari tidurnya yang panjang dengan kepala yang berat, matanya perlahan membuka. Pandangannya samar, dan tubuhnya terasa lemah. Namun saat ia mencoba bergerak, rasa sakit mengingatkannya pada kenyataan—ia baru saja melewati waktu yang lama dalam ketidakberdayaan. Ketika matanya akhirnya menatap wajah Ivy yang ada di dekatnya, ada sedikit ketenangan dalam dirinya. Namun, rasa tenang itu hanya sesaat. Ivy, yang berdiri di samping tempat tidurnya, merasakan perubahan sikap Daniel. Biasanya, matanya akan dipenuhi dengan kehangatan dan cinta, tetapi kali ini, hanya ada kehampaan di sana. Mata Daniel yang biasanya penuh gairah kini terlihat dingin dan jauh."Ivy," suara Daniel terdengar serak, penuh kebingungan. Ia mencoba duduk, tapi tubuhnya masih lemah. "Ya!" Saking bahagianya Ivy sampai memeluk Daniel erat-erat. Lupa bahwa suaminya baru saja membuka mata. "Nyonya, Dokter di sini!" Jenna berseru sambil masuk diikuti oleh dokter dan perawat yang memang standby sewaktu Da

  • Obsessed with You   Bab 72. Dilema

    Amy menguji batas kesabaran Ivy dengan mengambil alih semua peran yang biasanya gadis itu lakukan.Amy melangkah masuk ke kamar Daniel tanpa memberikan kesempatan bagi Ivy untuk mengatakan apa pun. Dengan senyum yang penuh percaya diri, dia memerintahkan pelayan yang ada di sana untuk menyiapkan segala keperluan dan memperbaiki kamar, seolah dia adalah orang yang paling berhak di situ."Ambil air hangat untukku, pastikan semuanya teratur!" perintah Amy tegas. Sang pelayan, meski ragu, segera melakukan apa yang diperintahkan.Ivy berdiri beberapa langkah di belakang, merasakan ketegangan yang semakin memuncak di dadanya. Dia menatap Amy tak percaya. Amy bergerak begitu bebas, seolah dia adalah pemilik ruangan ini, sementara Ivy—sebagai istri Daniel—hanya bisa diam di sudut, menjadi orang tersisih.Amy duduk di sisi tempat tidur Daniel tanpa ragu. Dengan gerakan lembut tapi penuh kontrol, dia mulai menyeka tubuh Daniel dengan kain basah, membersihkan wajah pria itu dengan cara yang sang

  • Obsessed with You   Bab 71. Duo Pengacau

    Ivy dengan rutin membersihkan tubuh Daniel telaten. Matanya berkaca-kaca setiap kali mengusap wajah suaminya.Ia merindukan suara Daniel, tangan hangatnya, juga kecupan mesra pria itu. "Buka matamu, apa kau tak merindukanku?"Air matanya mengalir turun, ia membawa tangan Daniel menyentuh perutnya sendiri. "Anak kita makin bertumbuh, dia butuh dirimu, Daniel. Please, kembalilah.""Nyonya." Jenna masuk ke dalam ruangan. "Ada tamu yang datang.""Siapa?" Ivy menghapus jejak air mata di wajahnya.Jenna tampak gugup."Ada apa, Jenna?" Ivy menoleh ke arah pelayan pribadinya."Mrs. Forrester datang berkunjung.""Apa?!" Mata Ivy melebar tak percaya. Kenapa wanita itu datang lagi setelah berulah?"Apa saya harus mengusirnya?" tanya Jenna cemas, dia tak ingin nyonyanya menghadapi stres di kala hamil muda."Tidak! Aku akan menemuinya." Ivy merapikan gaunnya, bergegas keluar ruangan. Baru saja beberapa langkah, matanya membelalak saat mengenali seseorang. Jenna mengikuti pandangan nyonyanya. "I

  • Obsessed with You   Bab 70. Benang Merah

    Christian menatap ke bawah, ke arah dadanya, tapi dia tak merasakan sakit. Apa yang terjadi? Christian menoleh, melihat sang gadis menatapnya nanar, memegang dadanya yang berlumuran darah segar."Apa yang—" Christian membuang uangnya, berlari menyambut tubuh gadis malang itu yang jatuh tak berdaya."Dia mau membunuhmu, ja-jadi aku menembaknya. Ini bukan salahku, aku hanya menolongmu!" Seorang pemuda berteriak histeris, dia belum pernah menembakkan pistol, tangannya masih gemetar hebat.Mata gadis itu nanat menatap Christian. "Please! Please!" Ia mencengkeram baju Christian erat, meninggalkan jejak darah di sana. "Please, aku tak mau mati, please. Ugh! Sakit! Sakit sekali!""Hei kau! Panggil ambulans!" teriak Christian, tapi pemuda yang menembak gadis itu tak bisa bergerak, tampak syok."Sialan!" Christian tak membawa ponselnya hari ini, dia berusaha menekan luka si gadis agar darah tak semakin banyak keluar."Aku akan mati, aku akan mati!" Si gadis mulai menangis histeris."Sialan! He

  • Obsessed with You   Bab 69. Not a Good Guy

    "Kau sampai dengan cepat." Christian tertawa renyah.Amy mendorongnya menjauh. "Ah, aku mungkin sedang horny.""Kau memikirkan Daniel saat bercinta denganku?" Pria itu mengangkat alisnya, tampak muram."Tidak, apa kau tuli? Aku menyebut namamu, tak seperti dirimu yang menyebut nama gadis lain saat bersamaku." Amy berguling ke samping, lalu naik ke atas tubuh Christian."Ah, kau membahasnya lagi.""Aku masih marah setiap kali mengingatnya. Ivy ... Ivy, aahhh ...." Amy mengejek Christian.Wajah Christian memerah malu. "Jangan menyebut namanya.""Kenapa? Karena dia sudah menolakmu?""Karena kau tak pantas menyebut namanya.""Sialan kau, Ti!" Amy menjambak rambut Christian, ia menurunkan wajah dan menggigit bibirnya."Jadi kau pantas menyebut namanya?" Amy membawa keperkasaan Christian kembali memasuki dirinya. "Tidak. Aku pun tak pantas, pendosa sepertiku." Christian mendesah, leher jenjangnya terekspos saat ia mendongak ke atas. Amy mulai bergerak, turun naik, seperti menunggangi kuda

  • Obsessed with You   Bab 68. Hasrat

    Amy diajari banyak hal, mengalami banyak kegiatan seksual yang bahkan tak pernah dia pikirkan sebelumya. Dari diikat, dicambuk, dipukul, sampai pada dicekik. Mr. Forrester begitu ahli sehingga Amy tak merasa tersiksa. Sensasi bercinta dengan pria itu membuatnya kecanduan. Lambat laun, Amy menjadi menyimpang. Dia tak bisa lagi melakukan hubungan sex tanpa kekerasan.Praktik masokis dari Mr. Forrester berhasil membuatnya Amy yang polos berubah. Pria itu memang menepati janjinya, membeli Amy dari Helga, tapi dia juga melatih Amy menjadi alat transaksi bagi kliennya. Amy belajar berbicara manis, bertindak manipulatif sehingga lawan mudah dilumpuhkan. Dengan kekayaan dari Mr. forrester, Amy menjadi semakin bersinar. Semua pakaian mewah, perhiasan, tas, mobil. Mr. Forrester memberikan apa yang Amy mau.Namun Amy baru menyadari, pria itu tak pernah terikat dengan satu wanita. Mr. Forrester punya beberapa wanita lain di luar sana. Mulanya Amy merasa marah, tertipu, menyangka pria ini mempe

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status