Home / Pernikahan / Merebut Hati Suamiku / SEASON 2 || Masalah di Perusahaan

Share

SEASON 2 || Masalah di Perusahaan

Author: Els Arrow
last update Last Updated: 2024-10-29 19:42:56

"Ning, ada oleh-oleh dari Ayah." Rashita masuk ke dalam kamar Shaynala dengan membawa sebuah paper bag besar.

Hening! Gadis itu tidak menjawab, ia hanya melirik Rashita yang meletakkan papar bag tersebut di atas meja rias.

Selanjutan Rashita duduk di kursi rias, menghadap Shaynala dengan memamerkan senyum manisnya.

"Isinya dodol ketan kesukaan kamu, Ning," ucap Rashita.

Mengulas senyum hangat, Shaynala lantas mengangguk dan menjawab. "Terima kasih banyak. Paman Ilham selalu ingat sama aku."

"Ayah memang seperti itu, beliau sangat menyayangi kamu," sahut Rashita dengan kekehan kecil.

"Yeah. Oh, iya, tadi bagaimana bisa kamu sama Kak Kaindra?"

"Ayah nggak bisa mengantar karena asam uratnya kambuh, Ning. Sementara Ibu harus menunggu Nenek di rumah. Ayah tidak mengizinkan aku berangkat sendiri. Sebenarnya Ayah meminta kembali besok, siapa tahu besok beliau sudah sembuh dan bisa mengantarkan, tapi aku bilang liburanku sudah habis hari ini. Akhirnya Ayah menelepon Kak Kaindra untuk menjemp
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

  • Merebut Hati Suamiku   SEASON 2 || Membuat Reagen Kesal

    Kaindra langsung kembali ke kantor dan meminta Ryon mengumpulkan semua kepala produksi, pria itu meminta kepala staf pemasaran untuk membuat strategi marketing baru, demikian juga kepala staf produksi dituntut untuk membuat inovasi produk baru.Pria itu meminta bulan depan setidaknya penjualan kembali stabil, sehingga tiga bulan kemudian penjualan bisa dipastikan naik. Ia juga meminta kepala staf keuangan untuk menutupi masalah ini dari para investor. Bukannya mau bersikap curang, tetapi ia melakukan demi menjaga nama baik perusahaan.Satu jam berlalu...Kaindra membubarkan rapat dan kembali ke ruangannya. Baru saja duduk dan belum sempat menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi, ia dikejutkan dengan deringan ponsel yang menandakan sebuah telepon masuk."Halo," sapanya setelah menggeser ikon hijau pada layar canggih itu. "Ada apa, Kang Fatih?" tanyanya.Pria berusia 24 tahun yang menjadi Kang Ndalem dan mengabdikan dirinya di pesantren. Kaindra memerintahkan Fatih untuk melaporkan

  • Merebut Hati Suamiku   SEASON 2 || Bertemu Sosok dari Masa Lalu

    "Kenapa diam saja?" tanya Kaindra saat Shaynala sama sekali tidak membuka suaranya. Pria itu khawatir, takut gadis yang tengah duduk di sampingnya tersebut kenapa-napa. "Nggak papa.""Masih lapar?" tanya Kaindra yang hanya disahut gelengan kepala oleh Shaynala.Pria itu menghela napas dalam. "Selama ini kamu selalu menjaga jarak dengan pria lain, kenapa saat bertemu dengan Reagen kamu jadi seperti ini, Ning? Apa karena Reagen bukan terlahir dari keluarga pesantren dan dia bisa bebas keluar, sehingga kamu mau saja saat dia mengajak?" tanyanya tanpa sekalipun menoleh ke arah Shaynala.Gadis cantik itu menggeram lirih, tangannya mengepal emosi dengan dada naik turun karena deru napasnya."Apa sebenernya mau mu, Kak? Aku mau keluar dengan siapa saja itu urusanku! Tentang alasan kenapa aku selalu menjaga jarak dengan pria-pria yang melamar ku dulu, karena mereka orang asing yang tidak pernah ku kenal sebelumnya. Sementara Reagen, aku sudah mengenalnya dan kami memang berteman, jadi wajar

  • Merebut Hati Suamiku   SEASON 2 || Penolakan Kaindra

    "Silakan masuk ke dalam, Tuan. Sebuah kehormatan bagi kami, karena kedatangan pengusaha sukses seperti Anda. Mari, kita akan berbincang di dalam agar lebih nyaman," ucap Kaindra seraya mengulurkan tangan meminta Jamal berjalan lebih dulu.Pria paruh baya itu mengangguk, menghapus air matanya dan lantas berjalan masuk dengan digandeng Ryon. Matanya mengedar ke seluruh ruangan saat kakinya baru saja menjejakkan langkah di dalam ruang CEO."Silakan duduk, Pak," ucap Ryon."Ruangannya indah sekali, saya suka desainnya.""Ruangan ini di desain sendiri oleh Pak Kaindra, beliau memang ahli dalam hal mendesain dan seleranya selalu bagus," sahut Ryon.Jamal mengangguk, mendudukkan dirinya di sofa dan menyandarkan tongkat di sebelahnya. Ia lantas melihat ke arah Kaindra yang baru saja masuk ke dalam ruangan ini.'Demi apapun, dia benar-benar mirip dengan Mahesa,' batinnya dengan senyuman hangat.Bola mata Jamal mengikuti gerakan cucunya hingga pria tampan itu ikut mendudukkan diri di sampingnya

  • Merebut Hati Suamiku   SEASON 2 || Lamaran untuk Shaynala

    Matahari semakin naik dan berada tepat di atas kepala, Kaindra pulang dan langsung menceritakan semua yang dibicarakan Jamal tadi kepada Aaraf. Pria paruh baya itu terkejut, tetapi secepat mungkin ia menormalkan ekspresi wajahnya agar tidak kentara. Yeah! Aaraf tidak mau Kaindra khawatir."Tidak apa-apa, kita akan atasi semuanya. Jangan takut dengan ancaman Jamal, dia hanya menggertak.""Iya, Bi," sahut Kaindra."Sekarang kamu istirahat, kasihan tubuh dan pikiran kamu kalau lelah," ujar Aaraf.Kaindra mengangguk, selanjutan ia bangkit dan lantas beranjak menuju kamar. Mengistirahatkan diri di sana, berharap besok pikirannya bisa kembali segar, agar bisa memikirkan pemecahan masalah di perusahaan.***Hari-hari berlalu, semua yang direncanakan tidak selamanya berjalan sesuai keinginan. Terkadang Tuhan menyusun skenario lain, yang mana itu lah takdir yang harus dihadapi.Seperti keadaan Perusahaan Starlight, satu bulan sudah, tetapi tidak ada perkembangan apapun. Banyak dana yang sudah

  • Merebut Hati Suamiku   SEASON 2 || Jawaban Shaynala

    Shaynala yang baru saja keluar dari kamar dan melangkah menuju ruang tamu sontak berhenti mendadak, tubuhnya menegang saat mendengar Arsen melamarnya kepada sang Abi. Batinnya bergejolak, satu sisi ia menganggap ini kesempatan baik karena bisa membalas dendam kepada Kaindra. Namun, di relung terdalam hatinya ia tidak memiliki perasaan cinta terhadap Arsen.'Ah, bukankah cinta bisa dipelajari?' batin Shaynala dan lantas meneruskan langkah menuju ruang tamu.Semua mata tertuju pada gadis cantik dalam balutan abaya berwarna hijau itu, senyum manisnya memaku setiap mata untuk terus memandangnya. Ia menyalami Adele dan memeluk wanita paruh baya itu cukup lama, kemudian beralih menyalami Rafael dan Arsen. Shaynala duduk di tengah-tengah Kayshilla dan Adele, sesekali ia akan melirik ke arah Kaindra yang hanya menunduk dengan kedua tangan terkepal di atas paha.'Kenapa dia? Apakah cemburu dengan lamaran Kak Arsen barusan?' batin Shaynala."Le, Abi tidak bisa menjawab karena semua keputusan

  • Merebut Hati Suamiku   SEASON 2 || Hari Pertunangan

    Rafael benar-benar menepati janji dalam memberikan bantuan untuk Perusahaan Starlight, ia menyuntikkan banyak dana dan dalam waktu satu bulan saja grafik penjualan sudah naik. Grafik mulai stabil dan berada di batas aman, meskipun belum naik setidaknya perusahaan bisa menepati janji kepada investor."Syukurlah, kita bisa mengembalikan kepercayaan para investor, Le," ucap Aaraf. Pria itu memang ikut ke kantor selama masalah belum berakhir. "Iya, Bi," sahut Kaindra, singkat."Abi sudah tenang sekarang, tinggal mempersiapkan acara lamaran adikmu yang akan dilakukan satu minggu lagi," ucap Aaraf yang hanya diangguki oleh Kaindra.Memangnya pria itu mau mengatakan apa lagi? Berbicara hanya akan menimbulkan rasa sakit, bahkan ia berencana melakukan perjalanan bisnis saat acara lamaran Shaynala digelar.Di sisi lain, Shaynala tengah bersama Rashita di dalam kamar. Beberapa saat lalu Umi nya masuk mengantarkan dua buah baju yang akan dipakai gadis cantik itu di acara lamarannya. Shaynala dib

  • Merebut Hati Suamiku   SEASON 2 || Kondisi Kaindra

    Di balkon hotel, seorang pria tengah memandang langit malam yang bertabur banyak bintang. Kepalanya mendongak, bukan untuk melihat ribuan bintang terang di atas sana melainkan karena menahan air mata yang mendesak keluar.Umi nya meminta panggilan video call beberapa saat lalu, ia tidak menyangka wanita paruh baya itu akan menunjukkan prosesi lamaran Shaynala. Percuma saja ia pergi, kalau pada akhirnya akan tetap menyaksikan gadisnya melangsungkan lamaran dengan pria lain. "Angin malam nggak bagus, Ndra." Ryon datang dengan membawa dua gelas kopi panas di tangannya. "Minumlah, siapa tahu bisa menghangatkan badanmu," ucapnya lagi seraya menyodorkan cangkir kepada Kaindra.Saat di luar kantor, Ryon akan menggunakan bahasa santai dalam berinteraksi dengan Kaindra. Mereka sudah mengenal sejak lama, sebenarnya Kaindra juga meminta Ryon untuk menggunakan bahasa santai di kantor, tetapi pria itu tidak mau dengan alasan ingin menjaga kehormatan Kaindra."Kenapa? Memikirkan Shaynala?" tanya

  • Merebut Hati Suamiku   SEASON 2 || Bingung Judul

    Pagi ini Shaynala masih berbaring di ranjang, entah kenapa hatinya gundah saat mendengar Kaindra melakukan perjalanan bisnis tanpa berpamitan kepadanya. "Huh, aku bingung dengan diriku sendiri. Kenapa rasanya sangat sakit, ya? Aku seperti tidak rela saat Kak Kaindra jauh, tapi aku juga malas melihat wajah sombongnya," gerutu gadis cantik itu.Tok! Tok! Tok!"Nduk, Umi boleh masuk?" "Iya, Mi." Shaynala langsung bangun dan beranjak membukakan pintu. Bibirnya mengulas senyum, mau bagaimanapun ia tidak mau Umi nya tahu kalau hatinya gelisah."Kamu nggak sarapan?" tanya Kayshilla."Nala lagi puasa, Mi. Maaf, kemarin lupa nggak bilang kalau mulai hari ini Shaynala akan melakukan puasa daud."Puasa daud adalah puasa yang dikerjakan dengan selang-seling, misalnya hari ini gadis cantik itu berniat puasa, maka besok ia tidak melakukan puasa dan akan puasa kembali di hari lusa. Satu hari puasa dan satu hari tidak, begitu seterusnya.Namun, yang terjadi sebenarnya bukan seperti itu, melainkan

Latest chapter

  • Merebut Hati Suamiku   SEASON 2 || Ending

    Semua orang mengucap syukur dokter menyatakan kondisi Shaynala sudah baik-baik saja, meskipun wanita itu tetap harus rawat inap sampai kondisinya benar-benar stabil.Arsen terus menggenggam tangan sang istri, bibirnya terus meminta maaf atas kesalahannya yang telah membuat Shaynala seperti ini."Tidak apa-apa, Mas. Saat itu aku juga sedang kalut, jadi tidak berpikir dulu kalau mau bertindak," ujar Shaynala dengan suara lirih."Aku akan menebus semua kesalahanku, Dek. Dengan apapun caranya, aku akan membuatmu bahagia."Shaynala mengangguk, entah sudah yang ke berapa kalinya Arsen mengatakan hal seperti itu.Ia melihat penyesalan besar di mata suaminya, bahkan kedua mata elang itu masih memerah karena terlalu banyak menangis."Sekarang kamu harus fokus untuk kesembuhanmu, Dek. Nanti kita akan memulainya dari awal, aku berjanji akan selalu jujur dan terbuka dan berusaha hal seperti ini tidak akan terulang lagi," jelas Arsen yang membuat Shaynala langsung mengangguk."Mama sudah dibunuh D

  • Merebut Hati Suamiku   BAB 199

    Tujuh hari berlalu dan Aaraf baru kembali ke rumah sakit untuk melihat putrinya. Selama tujuh hari sebelumnya, ia menyiapkan acara doa untuk kematian Kaindra. Namun, setiap hari pria paruh baya itu tetap berinteraksi melalui video call agar tahu kondisi putrinya.Namun, baru saja menginjakkan kakinya di depan ruang rawat Shaynala, Aaraf dikejutkan dengan tangis semua orang yang ada di sana."Ada apa ini?" Aaraf langsung memeluk tubuh Kayshilla. "Ada apa, Kay? Kenapa semuanya menangisi?""Dokter tadi mengatakan tubuh Shaynala menunjukkan reaksi yang menolak jantung barunya, Bi. Shaynala kejang-kejang, Ummi takut melihatnya. Ummi takut ..," jelas Kayshilla yang sontak membuat Aaraf melongo."Bukankah kata dokter, sejak kemarin aman?" tanya Aaraf dengan suara lirih."Iya. Tapi pagi tadi saat Ummi mau menyeka tubuhnya, Shaynala kejang-kejang." Kayshilla menangis tertuju pilu di dalam pelukan Aaraf, hal itu tak ayal juga membuat Aaraf turut menitikkan air mata.Sementara Arsen terus berdir

  • Merebut Hati Suamiku   SEASON 2 || Mendapatkan Donor Jantung

    Kondisi Kaindra semakin memburuk, bahkan pria itu sempat kejang-kejang. Kayshilla baru saja tiba bersama keluarga Danang, wanita paruh baya itu sampai pingsan beberapa kali memikirkan kondisi Shyanala dan Kaindra."Ndra, kamu dengar Abi?" bisik Aaraf, saat ini ia berada di dalam ruangan Kaindra karena dokter menyuruhnya masuk beberapa saat lalu.Kaindra terus memanggil-manggil Abinya, matanya terbelalak ke atas dengan napas yang seperti orang tengah mengorok."Laa ilaha illallah," bisik Aaraf tepat di telinga Kaindra.Pria itu mengikuti dengan napas tersengal, bibirnya bergerak hebat dengan keringat basah yang mulai membasahi pelipis.Aaraf menggenggam punggung tangan Kaindra, sebelah tangannya lagi mengelus lembut kening yang terasa panas. Sambil bibirnya terus membisikkan kalimat tauhid."Syahadat, Ndra. Di dalam hati tidak apa-apa," bisik Aaraf yang langsung diangguki oleh Kaindra.Kaindra tampak mengambil napas dalam, terdengar serak dan seperti sangat kesakitan.Aaraf menguatkan

  • Merebut Hati Suamiku   SEASON 2 || Wasiat Terakhir Kaindra

    Aaraf tidak kuasa menahan beban tubuhnya saat mendengar penjelasan panjang tentang kejadian yang menimpa putrinya tadi, kedua matanya semakin deras mengalirkan cairan bening, dengan seluruh hatinya yang hancur berkeping-keping.Bibirnya terus memanggil-manggil nama Shaynala, membuat siapapun tidak tega melihatnya."Kenapa putriku harus mengalami seperti ini?" gumam Aaraf. "Dia tidak salah apa-apa, dia tidak tahu apa-apa. Tapi malah menjadi korban."Arsen menundukkan tubuh yang masih bersimpuh di bawah Aaraf, ia seperti tidak punya keberanian untuk mengangkat kepala.Hanya kata maaf yang keluar dari bibirnya, meskipun tidak mendapat sahutan dari Aaraf."Shaynala ..," bisik Aaraf.Pria paruh baya itu memejamkan kedua kelopak mata, detik berikutnya ia membuka lagi mata yang terpejam dan menatap ke arah Arsen."Bangunlah, Nak. Ini bukan salahmu, Abi paham kamu dijebak," ucap Aaraf sambil membantu menantunya untuk berdiri.Arsen semakin tergugu saat Aaraf dengan enteng merangkul tubuhnya, p

  • Merebut Hati Suamiku   BAB 196

    PLAKK!Wajah Arsen terhantam ke samping saat Rafael menamparnya dengan kencang, tanpa rasa iba Rafael mengangkat kasar dagu putranya dan kembali melayangkan bogeman mentah hingga membuat darah segar mengucur deras dari hidung."Papa kecewa sama kamu!" desis Rafael.Beberapa saat lalu Rafael memang mencari Arsen karena Adele yang mengatakan bahwa Kayshilla mencari putrinya. Kata Kayshilla, Shyanala pergi tidak lama setelah Arsen meninggalkan rumah dan sampai malam belum ada kabar.Tanpa pikir panjang Rafael langsung melacak keberadaan Arsen dan menyusul ke rumah yang digunakan sebagai tempat pertemuan Arsen dengan Kinara. Beruntung Rafael masih sempat bertemu Diego di gang masuk rumah itu, sehingga pria paruh baya itu langsung menyetop mobil Diego dan menginterogasinya."Apa yang akan kamu jelaskan pada mertuamu sekarang, hah?! Bagaimana bisa kamu tidak sadar kalau istrimu sedang mengikuti? Sekarang... papa tidak bisa lagi melindungi kamu, Sen," ucap Rafael.Arsen tidak menyahut, waja

  • Merebut Hati Suamiku   SEASON 2 || Tertembak

    Hujan turun tanpa diduga, Shaynala tetap nekat menerobos hujan tanpa peduli bajunya basah."Dek!" Arsen tiba-tiba memeluk tubuhnya dari belakang, membuatnya sontak berteriak."Aaargh ... lepaskan aku, Mas! Jangan sentuh!" Shaynala berusaha melepaskan tubuhnya, tetapi pelukan Arsen sangat erat.Wanita itu meneteskan air mata, bersatu dengan lebatnya air hujan yang rasa dinginnya semakin menusuk kulit. Udara malam menjadi saksi betapa panasnya hati pasangan tersebut, kedua insan itu sama-sama terluka dengan keadaan yang terus memicu masalah."Lepaskan aku, Mas, lepaskan aku ...," bisik Shaynala di sela-sela isak tangisnya. "Aku nggak bisa seperti ini terus, aku terluka saat tahu kamu akan punya anak dari perempuan lain. Mamamu juga meminta kita bercerai, Mas."Arsen tersentak dan tanpa sadar pelukannya sedikit melonggar, membuat Shaynala dengan mudah melepaskan diri.Shaynala berjalan cepat, tanpa peduli tanah basah yang mengotori sepatunya."Aku mencintaimu, Dek! Aku tidak akan mencerai

  • Merebut Hati Suamiku   SEASON 2 || Kekecewaan Shaynala

    David berlari menuju ruang UGD, ia segera menemui Dokter yang ada di sana dan menanyakan bagaimanakah kondisi Kaindra."Benturan yang dialami pasien menyebabkan adanya pendarahan serius di dalam otak, Pak. Pasien juga mengalami patah tulang di beberapa bagian, dan terdapat banyak luka lecet. Kami baru saja memberikan transfusi darah karena pasien kehilangan banyak darah saat dibawa ke sini," jelas dokter.David mengangguk dengan lesu, ia duduk di sana dengan tatapan kosong yang terarah ke depan.Ia sudah menganggap Kaindra seperti seorang kakak, Kaindra sering membantunya bahkan memberikan banyak bonus di luar bonus perusahaan.Mendengar kondisi orang yang ia sayangi yang sedang kritis di dalam sana, membuat David merasa tidak berdaya. Meskipun ia terkenal tegas, tetapi ketika menyangkut keselamatan Kaindra, ia juga bisa menjadi rapuh."Mungkin nanti akan ada operasi kecil, Pak. Mohon Bapak menghubungi anggota keluarga lain untuk mengurus persetujuan operasi tersebut," kata Dokter.Se

  • Merebut Hati Suamiku   SEASON 2 || Kecelakaan

    Mobil milik Arsen baru saja berhenti di halaman luas Pesantren Al-Mubarok. Sesuai janjinya, dua minggu sekali ia akan datang ke sini untuk mengunjungi istrinya.Ia langsung duduk di sofa ruang tamu, menemani Abi mertuanya yang duduk sendirian di sana. Pria paruh baya itu terlihat tidak bersemangat, padahal Arsen tahu perusahaannya sudah berjalan stabil."Abi kemarin bertemu dengan Kaindra, Sen. Abi tidak bisa tenang," ucap Aaraf dengan suara lirih.Hening! Arsen tidak menyahut."Kaindra sibuk terus dan belum bisa ditemui, malah hari ini rencananya dia pergi ke luar kota lagi untuk pertemuan bisnis." Pria paruh baya itu menghela napas kasar. "Abi juga tidak enak mengganggu waktunya. Segan, Sen. Abi 'kan pernah mengecewakan dia," lanjutnya."Satu bulan lagi hari pernikahannya, pasti Kaindra akan mengundang Abi. Mungkin itu bisa jadi waktu yang tepat untuk Abi berbincang dengan Kaindra," sahut Arsen.Aaraf tampak berpikir. "Apakah Kaindra akan mengundang Abi? Sedangkan kemarin Abi bilang

  • Merebut Hati Suamiku   BAB 192

    "Kita akan menginap di sini, Tante?" tanya Larissa."Iya, rumahnya Arsen juga tidak jauh dari hotel ini. Jadi cocok sekali kalau kita menginap di sini untuk sementara waktu," sahut Kinara.Larissa mengangguk setuju. Di usia kandungannya yang sudah memasuki sembilan bulan, Larissa tidak bisa banyak protes dan hanya bisa menurut saja. Yang terpenting nanti kebutuhannya dan anaknya terjamin."Wanita itu masih di luar kota, Tante?"Kinara menoleh ke arah Larissa dengan kening mengernyit. "Maksud kamu Shaynala?""Iya, Tante. Dia," sahut Larissa yang sontak membuat Kinara tergelak."Sampai sebegitunya kamu nggak mau menyebut namanya, La." Kinara menjeda ucapannya barang sejenak. "Iya, dia masih di luar kota. Dan ini menjadi kesepakatan bagus untuk kita mengawasi Arsen."Wanita paruh baya itu memang menempatkan beberapa anak buah di sekitar kediaman Arsen untuk mengawasi Arsen dan mendapatkan banyak informasi."Tapi kalau kita langsung muncul, apa Arsen tidak akan marah? Dia 'kan membenciku,"

DMCA.com Protection Status