Share

Bab 50. DICAMPAKKAN

Author: Purple Rain
last update Last Updated: 2024-01-05 23:42:09

Pagi itu—gempar!

Berita tersebar dengan cepat di sebuah desa yang terletak pada kaki gunung. Desa yang hanya sebatas dua kabupaten saja itu telah menorehkan sebuah kisah tragis hari ini. Bukan hanya tentang kematian seorang pemuda berusia belasan tahun, tapi juga seorang nenek berusia hampir seperempat abad dengan kondisi yang sama.

“Pindahkan Nona itu ke dalam ambulans. Dia masih bernapas ‘kan? Langsung bawa ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan,” tanya salah satu penyidik pada petugas medis yang menangani kasus kematian bibi May.

“Iya, Pak.” Petugas medis yang mengenakan baju nakes itu mengangguk patuh, lalu mengerjakan tugasnya dengan segera.

Sang penyidik berjalan mendekat ke arah bibi May, ia menghembuskan napas dengan kasar. Pria berperawakan 175 centimeter itu memasukkan tangannya ke dalam saku celana saat memandangi wajah bibi May yang sudah membiru di bagian bibirnya.

“Nenek yang malang,” ujar sang penyidik bernama James Alexander itu sambil menggeleng kecil.

“Apa perlu k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 51. TANPA JEJAK

    “Anda tuan yang ….” jari telunjuk Deniz mengarah pada Alex yang telah menunggu kedatangannya. Tepat pukul satu siang, Alex sampai di kota Ankara pusat. Di mana perusahaan keluarga Ghazy berdiri di salah satu jajaran gedung megah ibukota Turki. Perusahaan manufaktur terbesar itu merajai banyak cabang di hampir seluruh permukaan bumi. Bisa dibilang saat ini Alex sedang berhadapan dengan seorang miliarder ternama.“Alex. Panggil saja Alex, tuan ….” jawab Alex saat menoleh. Ia berdiri di depan jendela besar, lebih tepatnya Alex berada di lantai 3 salah satu ruangan khusus yang disediakan untuk menerima tamu secara privat.“Deniz. Deniz Ansel Ghazy,” ujar Deniz sambil menjabat erat tangan Alex.“Silahkan duduk!” ujar Deniz dengan sopan.“Hem, ya. Terima kasih tuan,” Alex mengulas senyuman—tipis.Pria yang bekerja pada salah satu bareskrim itu mengedarkan pandangan ke sekeliling. Tidak ada yang mencurigakan, semua terlihat normal di mata manusia biasa. “Boleh saya tahu, anda mendapatkan n

    Last Updated : 2024-01-16
  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 52. SOK JAGOAN

    Cairan infus menetes perlahan melewati selang kecil yang terpasang di punggung tangan kanannya. Bantuan oksigen bersih pun dikerahkan agar perempuan itu bisa menyambung hidup. Alex menatapnya dari balik kaca ruang ICU. Ia mendengus kasar sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku mantel.“Syukurlah kalau dia baik-baik saja.” Gumam Alex sambil berbalik.“Sore Tuan Alex,” sapa dokter Ramon membuat Alex terkejut dengan kedatangannya yang secara tiba-tiba.“Oh, selamat sore Dok.” Jawab Alex yang mampu mengendalikan diri kembali.“Sedang menangani kasus?” tanya dokter Ramon dengan senyuman tipis.“Ya, begitulah ….” ujar Alex yang sekilas menoleh ke arah samping, di mana Marissa sedang terbaring di atas bed pasien.“Apa Dokter mau memeriksanya?” ibu jari Alex mengarah ke belakang, tepat di mana ruangan Marissa berada.“Tidak-tidak, aku mau ke ruang laborat. Ada sesuatu yang harus aku urus. Kamu tahu sendiri Alex, jika aku ….” jawab dokter Ramon dengan canggung, kalimatnya pun menggantun

    Last Updated : 2024-01-17
  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 53. SEORANG PERWIRA

    Pucuk senjata itu masih menempel di salah satu pelipis Sam. Tampak keringat sebesar biji jagung menetes perlahan dari arah keningnya. Ia dalam posisi setengah duduk di bawah lantai, kedua lututnya bertumpu pada lantai yang berdebu.“Jadi kamu mencoba untuk membodohiku? Rupanya kamu tidak bisa aku percaya,” kata Joanna yang entah sejak kapan berubah menjadi seorang psycho.“Perempuan terhormat tidak akan melakukan ini Nona,” ujar Sam yang telah mengangkat kedua tangannya hingga ke belakang kepala.“Berani kamu menentangku? Kamu tidak sayang dengan nyawamu?” Joanna menoyor kepala Sam dengan tangan kirinya.Sedangkan Miriam, wajah wanita itu tampak pucat. Ia berdiri di sudut ruang tanpa bisa melakukan apapun. Tubuhnya gemetar sejak Joanna menodongkan senjata api kepadanya. Apalagi saat Joanna tahu jika Sam hendak melakukan pemberontakan.“Kevin. Pria yang sudah kau rebut dari nona Marissa, apa dia tahu jika sebenarnya kamu tidak hamil?” DUG!Joanna memukulkan pegangan senjata itu tepat

    Last Updated : 2024-01-18
  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 54. MISTAKE

    BRUK!Sam mendorong kasar tubuh Joanna hingga tersungkur di bawah lantai. Perempuan muda itu dibawanya dalam keadaan terikat. Saat Sam membuka lakban yang melekat di mulutnya, Joanna pun berteriak dengan histeris.“Sialan kau!” wajahnya begitu murka dengan riak penuh amarah.Sementara itu, Deniz dan Mark terlihat bagai patung hidup. Mereka tidak menyangka telah kedatangan tamu istimewa siang ini. Sam dan Miriam yang dinyatakan telah tewas, tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka dengan kondisi segar bugar.“Diamlah! Atau aku bungkam kembali mulutmu dengan ini,” gertak Sam pada Joanna yang saat ini berada di antara rivalnya.Seketika itu juga Joanna terdiam. Ia melihat sekeliling dengan tatapan yang sengit. Bisa-bisanya ia terjebak dengan perangkapnya sendiri yang menginginkan orang kepercayaan Deniz tunduk kepadanya hanya karena iming-iming uang.“Katakan padaku, ada apa ini sebenarnya?” tanya Deniz yang berdiri tepat di hadapan mereka. “Kau—Joanna?” imbuh Deniz dengan menautkan kedu

    Last Updated : 2024-01-19
  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 55. MARISSA!

    Ia melihat pendar yang dipantulkan oleh lampu sorot di pinggir jalan melalui jendela mobil. Rahangnya mengeras sejak ia menemui kenyataan, jika orang yang disangka telah meninggal kini datang berhadapan dengannya. Deniz menopangkan salah satu telapak tangan di sisi wajahnya agar pemandangan di luar sana bisa terekam secara baik pada memorinya.“Mark, kita putar balik!” perintah Deniz saat ia tersadar dari lamunannya.“Tuan muda?” Mark mengerutkan dahinya saat ia melihat sang miliarder dari balik kaca spion.“Kita menuju ke kantor Alex,” tatapan Deniz begitu dingin, ia memainkan jarinya seolah tengah melakukan sesuatu“Kepala penyidik?” Mark memperjelas dengan tebakannya.“Ya,” jawab Deniz dengan cepat.“Apa Tuan mengetahui sesuatu?” Mark berusaha mencari tahu. Pria itu sekali-kali meliriknya dengan arah fokus berkendara ke depan.“Not yet,” jawab Deniz dengan helaan napas yang terdengar sangat berat.Tanpa menunggu perintah untuk kedua kalinya, Mark mengarahkan setir mobil ke arah kan

    Last Updated : 2024-01-22
  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 56. KEHILANGAN

    Baru saja ia akan keluar dari rumah bibi May, tapi langkahnya terhenti karena seseorang melayangkan tinju tepat di wajahnya. Sam terjengkang ke belakang, ia memegang hidungnya yang terasa panas dan nyeri bercampur menjadi satu. Saat ia melihat telapak tangannya, ada noda bercak darah di sana. Rupanya hidung Sam terluka hingga ia merasa sedikit sesak saat bernapas.“T-Tuan Muda,” ucap Sam saat kedatangan tamu yang tidak diundang.Wajah Deniz memperlihatkan garis tegasnya, pria itu sangat marah. Dan saat bertemu dengan Sam, ia meluapkan emosi dengan cara menghajar pengawal pribadi yang sempat dipercaya olehnya.“Bisa-bisanya kau berkhianat denganku,” ujar Deniz dengan geram, ia maju perlahan dengan kepalan tangan yang kuat.“B-Berkhianat? A-Apa maksud Tuan Muda sebenarnya?” Sam bingung, belum sempat ia meneruskan rasa berdukanya akibat kehilangan orang-orang yang dicintai, kini ia harus berhadapan dengan Deniz yang menuduhnya sebagai seorang pengkhianat.“Di mana Marissa kau sembunyikan

    Last Updated : 2024-01-25
  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 57. HOLY SHIT!

    “Hei, kau!” tunjuk Kevin yang menghentikan langkah Deniz ketika melintas di depannya.“Apa-apaan kau?” ujar Deniz dengan bola mata melebar saat tangan Kevin tiba-tiba meraih kerah kemeja yang dikenakannya.“Kau masih bertanya kenapa?” balas Kevin dengan sorot mata yang tajam.“Keluarkan Joanna, atau ….” ancamnya tidak main-main kali ini.“Atau apa?” jawab Deniz dengan santai.“Aku punya banyak bukti tentang kejahatan yang kalian lakukan? Masih mau mengelak?” lanjutnya dengan kepala sedikit dimiringkan.Kevin terdiam, ia memindai wajah Deniz yang balik menyerangnya tanpa ragu. Hingga beberapa detik kemudian tidak ada balasan dari Kevin, Deniz pun tersenyum kecut kepadanya.“Jadi, singkirkan tanganmu dariku!” kata Deniz sambil menghentakkan ujung jas yang kini terlihat sedikit berantakan.Kevin mengurai diri, ia mengeraskan rahangnya tanpa kata. Dari cara pandang pria itu, banyak yang hendak disampaikan olehnya tapi …. “Kalian sudah datang?” tanya Alex saat ia bergabung dengan mereka.

    Last Updated : 2024-01-28
  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 58. SO SWEET

    “Sudah aku sarankan padamu. Jangan menyatukan mereka dalam satu pertemuan,” Grace berjalan tergesa di samping Alex.“Siapa kau, kenapa berani mengaturku?” tanya Alex tanpa menoleh.“Aku istri sekaligus rekan kerjamu,” jawab Grace dengan cepat.“Cih!” mulut Alex mencebik.Mereka berjalan menuju lobi rumah sakit, keduanya datang dengan mobil yang berbeda. Grace langsung berlari kecil menyusul Alex yang tampak acuh kepadanya.“Kita hanya berdua?” kepala Grace menoleh ke sekeliling, tapi tidak menjumpai siapapun yang dikenal.Alex tetap melanjutkan jalannya, seakan ia tidak peduli apapun tentang perempuan yang masih berstatus istrinya itu. Hingga Alex menghentikan langkah di depan ruang pasien bernomor 30D, ia merogoh ponsel yang diletakkan pada saku mantel. Pria itu terlihat menscroll layar telepon genggam dengan serius.“Kenapa berhenti?” kedua alisnya bertautan.“Bisa diam nggak sih?” Alex mematikan ponselnya dan memasukkan kembali ke dalam saku.Alex yang merasa terganggu pun berbalik

    Last Updated : 2024-01-29

Latest chapter

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   108. HAPPY

    "Seberapa kaya dirimu, Mas?" tanya Marissa saat keduanya tengah menikmati semilir angin di teras balkon bungalow. Pemandangan laut telah menyihir mereka untuk tetap berlama-lama di waktu menjelang siang hari. Matahari bersinar cukup terik, tapi tidak mengusik ketenangan mereka sedikitpun. Bahkan sekarang keduanya tengah menikmati segelas jus nanas untuk Marissa dan segelas wine untuk, Deniz. Deniz memanyunkan bibirnya ketika mendengar pertanyaan dari, Marissa. "Sangat kaya," jawabnya kemudian menyesap minumannya dengan penuh perasaan. "Sebesar apa? Kenapa keluarga Ghazy bisa masuk ke jajaran pengusaha sukses di rate 10 orang terkaya di dunia?" Marissa penasaran, ia ingin mendapatkan satu kisah tentang keluarga Ghazy dari mulut suaminya sendiri. "Kamu tidak akan bisa menghitungnya, apalagi dengan jari-jari lentik itu." Deniz menggeleng pelan, lalu mengalihkan pandangannya ke laut lepas yang ada di hadapannya. Marissa mengarahkan bola matanya ke samping dengan bibir dilipat k

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   107. HAPPY BIRTHDAY

    Kaki jenjang sehalus susu itu berlari kencang menghampiri ombak yang menggulung di bibir pantai. Saat kaki indahnya basah karena sapuan air laut, Marissa tergelak senang. Tawanya begitu lebar hingga kelopak matanya hanya terlihat bagaikan garis melengkung.Deniz tersenyum tipis saat melihat perempuan cantik yang sedang menari dan berputar lincah itu sedang melambaikan tangan ke arahnya. Deniz membalasnya, hingga menampilkan deretan gigi putih rapi miliknya. Ia memilih untuk menikmati panorama senja dengan siluet Marissa yang menawan di hamparan pasir putih, bahagia; itu adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan perasaannya saat ini.Setelah memuaskan diri dengan hanya menatap presensi Marissa di tepi laut, Deniz yang mengenakan setelan casual pun menggulung celananya hingga batas betis dan berniat untuk ikut bergabung dengan istrinya. Sepertinya berlarian di atas pasir dan mengejar perempuan menawan di depannya dengan sebuah godaan adalah hal yang sangat menyenangkan saat ini, hin

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   106. RENCANA DENIZ

    “Really?” Marissa masih mematung di tempat, bola matanya hampir lepas dengan decak kagum menjadi-jadi.“Kamu belum pernah naik pesawat?” tanya Deniz saat langkah kakinya berhenti tepat di samping, Marissa.Marissa menoleh cepat, ia dengan wajahnya yang tercengang namun bagi Deniz apa yang dilihatnya sungguh menggemaskan. “Ini jet pribadi, Mas.” Jawabnya sangat antusias.“Iya, terus?” Deniz memiringkan kepalanya, nampak dua alisnya saling bertautan.“Kalau naik pesawat di bandara-bandara gitu sih udah biasa, Mas. Marissa kan belum pernah ngerasain naik pesawat pribadi model begini, apalagi ini adalah milik suaminya aku.” Gestur wajahnya berubah-ubah saat menjelaskan, kadang kelopaknya memicing serius, lalu berubah menjadi datar kemudian tergelak senang.Deniz menikmati pemandangan di hadapannya seperti sebuah mukjizat, baginya Marissa bukan hanya sebagai obat dalam hidupnya, namun perempuan itu adalah anugerah dari Tuhan yang diturunkan untuknya. “Milik aku itu juga milik kamu, Sayang

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   105. APRESIASI

    "Jangan telat minum obat, Deniz! Apalagi sengaja untuk lupa," canda dokter Sunny. "Tenang saja Dok, kan sudah ada alarm original buat ingetin aku." Jawab Deniz dengan senyum simpulnya. "Alarm original?" ulang dokter Sunny sambil mengernyitkan keningnya. Deniz melirik Marissa yang duduk di sebelahnya, "Ini alarm original ku, Dok." Senggol Deniz pada lengan istrinya yang sejak datang memilih untuk diam dan tidak banyak bicara. "Idih, apaan sih?" ujar Marissa malu-malu. "Tapi ada benarnya lho, sejak kalian kembali rujuk, aura Deniz berubah menjadi semacam lampu mercusuar yang menerangi lautan lepas." Kata dokter Sunny dengan antusias. "Jokes Anda sungguh terlalu Dokter, segala lampu mercusuar dibawa-bawa ...." Deniz tergelak. "Aku tidak bohong, Deniz. Kamu sebelum kembali dengannya, jangankan rutin melakukan fisioterapi ataupun medical check up. Untuk obat pun kamu sengaja tidak mau menebusnya, padahal dari segi finansial seorang CEO perusahaan manufaktur terbesar di dunia,

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   104. DOUBLE BREAKFAST

    Satu bulan berlalu, sejak masa fisioterapi yang dilakukan Deniz di London kala itu. Kini Deniz aktif melakukan olahraga rutin seperti jogging ringan untuk membantu mempercepat proses pemulihannya. Semua perubahan drastis itu tidak lepas dari peran Marissa yang menyiapkan makanan sehat untuk menyeimbangkan asupan yang masuk ke dalam tubuh, Deniz. "Mas, diminum dulu jusnya." Marissa membawakan satu gelas jus jeruk segar setelah Deniz datang dengan keringat penuh membasah hampir di seluruh tubuhnya. "Makasih Sayang," lalu Deniz menghabiskan jus jeruk di tangannya seperti onta yang sedang berada di tengah gurun Sahara. "Hm ...." jawab Marissa bergumam, tentu saja di bibir berpoles warna pink nude itu tidak lepas menarik garis senyuman. "Oh ya, Mas mau sarapan apa? Aku masakin bentar ya, setelah ini Mas mandi dulu. Kita ada janji lho sama dokter Sunny, aku tidak ingin Mas terlambat untuk itu." Lanjut Marissa yang hendak pergi ke arah dapur. "Eeeh .... tunggu dulu, mau ke mana Sa

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 103. OPTIMIS

    Genap 3 Minggu mereka menghabiskan waktu di London, Inggris. Marissa dengan sabarnya mendampingi Deniz dalam segi pengobatan dan juga kesembuhan mentalnya. Seperti hari ini di mana Marissa menghabiskan waktu setengah harinya melatih Deniz untuk berjalan meskipun masih dengan bantuan tongkat penyangga. Merasa lelah setelah berputar di taman rumah sakit, mereka berdua memutuskan untuk kembali ke dalam ruangan. Tak putus kata semangat Marissa lontarkan, "Bagus Mas, ya, terus .... pelan-pelan, kalau capek kita bisa berhenti dulu." Marissa memegang pinggang Deniz dengan erat, sementara tangan kiri suaminya dilingkarkan pada bahunya agar mereka bisa berjalan secara beriringan. "Kalimat kamu itu, bisa diralat nggak sih?" sahut Deniz dengan napas sedikit tersengal karena menahan nyeri di bagian sendinya. "Kalimat aku? Bagian yang mananya, Mas?" tanya Marissa dengan dua alis menukik tajam. "Kalau kalimat itu terucap lagi dari bibir kamu, bisa-bisa orang menyangka kalau kamu itu lagi a

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 102. LOVE YOU MORE, MAS!

    Marissa masih terjaga saat jarum jam di dinding menunjukkan angka 11 malam. Ia melihat Deniz sudah tertidur pulas sejak kepulangan mereka 4 jam yang lalu. Marissa membuka kacamata minusnya, lalu meletakkan ke samping lembaran dokumen yang baru saja ia pelajari, Marissa harus memenuhi konsekuensinya untuk membantu mengembalikan data perusahaan milik suaminya. seperti yang diketahui sebelumnya data perusahaan yang Deniz pimpin telah bocor, akibat beberapa akses perusahaan manufaktur yang dipegang terakses oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dipijatnya pangkal hidung yang terasa nyeri, "Kenapa tingkat keamanannya tidak berlapis? Padahal perusahaan ini begitu besar. Selama ini mereka fokus ngerjain apa aja sih? Bisa-bisanya data investor, kolega serta pemilik saham bisa kecolongan seperti ini." Monolog Marissa dengan helaan napas berat. Langkah kakinya menuntun Marissa menuju dapur apartemen, ia membuka satu botol Tequila dan menuangkannya ke dalam gelas kristal. Otaknya harus ri

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 101. GIVE ME MORE ++

    Di kursi belakang, Marissa merebahkan bobot tubuh Deniz di atas kursi penumpang. Ia meminta agar Sam memberi mereka waktu sebentar. Berbekal beberapa lembar uang yang diberikan Marissa, Sam pun memilih untuk menunggu dua anak manusia yang tengah terbakar gelora itu di sebuah Coffee Shop. Menyesap kopinya dengan penuh hati-hati, Sam hanya bisa bergumam kala melihat SUV berwarna hitam di tepi parkir tengah bergoyang secara perlahan. Bibirnya berjengit menarik senyuman, lalu menggeleng kecil saat memikirkan apa yang telah terjadi di dalam sana. Kepulan asap yang keluar dari arah pods yang dihembuskan oleh Sam membuat perasaannya sedikit lega. Hingga tiga puluh menit berlalu, belum ada tanda-tanda mereka yang ada di dalam mobil akan menyerah. "Harap maklum, Sam. Mereka sudah menahannya cukup lama ...." monolog Sam pada dirinya sendiri. Dan suara geram tertahan itu berkali-kali lolos dari mulut Deniz saat Marissa mencari kepuasan di bawah sana. Dengan posisinya yang mendominasi di

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 100. JUST CODDLING

    "Sakit, Sayang ...." Peluh Deniz menetes dari keningnya, ia menahan bobot tubuhnya di tiang penyangga yang terdapat di kedua sisi tangannya. Hampir saja menyerah ketika dirinya sudah terlalu nyaman duduk di kursi roda. Penyakit tidak percaya dirinya muncul begitu saja saat dua kakinya tidak lagi mampu berpijak dengan tepat di atas lantai. "Ada aku, Mas. Jangan menyerah!" bisik Marissa sambil mengangkat sebelah tangan suaminya dan meletakkan di bahu agar Deniz tidak terjatuh. Deniz menggeleng lemah, deru napasnya tidak teratur. "Mas duduk dulu, istirahat lah! Aku ambil minum sebentar, Mas." Marissa pergi ke sudut ruang setelah mendudukkan Deniz di sebuah sofa untuk mengambil satu botol air mineral. "Jangan dipaksa, pelan-pelan saja Nyonya Sawyer." Ucap salah satu perawat yang menghampirinya. Marissa menoleh, ia terlihat sangat tegang. "Oh, i-iya." Kata Marissa sambil mengangguk ragu. "Butuh waktu, Nyonya harus bersabar saat mendampingi tuan Ghazy." Sambung perawat di ha

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status