Home / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 35 Bertemu Lagi di Wawancara

Share

Bab 35 Bertemu Lagi di Wawancara

Author: Sarjana
Setelah menjelaskan panjang lebar, Ardika berhasil menenangkan ayah dan ibu mertuanya.

Setelah masuk ke vila, Desi dan Jacky pun pergi istirahat. Mereka masih ketakutan karena kejadian tadi.

Ketika Ardika keluar dari vila, dia melihat Juna berlari kemari bersama beberapa orang.

"Tuan Ardika, mohon maaf. Satpam kami nggak bisa menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga membiarkan para preman menerobos masuk. Ini adalah tanggung jawab kami."

Setelah sampai di hadapan Ardika, Juna terus membungkuk dan minta maaf.

"Satpam manajemen properti memang nggak berguna," ucap Ardika dengan ekspresi dingin.

Beberapa satpam itu bukanlah satpam pria tua seperti di kompleks kecil, melainkan satpam dari perusahaan keamanan yang profesional. Namun, mereka ternyata tidak sanggup menahan para preman.

"Tuan Ardika, mereka ketakutan karena mendengar nama Tuan Jinto. Aku sudah memberikan perintah kepada para satpam, kalau sampai para preman itu datang lagi, mereka harus menahannya sekuat tenaga."

Juna juga t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 36 Luna yang Sedih

    "Wanita?"Luna mengerutkan keningnya."Ya, seorang wanita kaya yang mengendarai mobil Mercedes Benz Maybach dengan sopir pribadi. Melihat gayanya, dia pasti wanita bisnis yang hebat. Bahkan Pak Juna dari Grup Bumantara juga bersikap hormat kepadanya."Sambil memperhatikan ekspresi Luna, Jenny pun bertanya, "Kamu kenal nggak? Wanita itu yang membayar semua perabot yang dibeli Ardika ....""Kamu tahu nggak kenapa aku nggak lolos wawancara hari itu? Karena aku melihat suamimu dan wanita itu sedang ...."Sambil berbicara, Jenny juga menyingsingkan bajunya."Coba lihat bekas luka di tanganku ini. Awalnya, Pak Juna sudah menerimaku, tapi karena satu kata dari suamimu, aku langsung dilempar keluar oleh satpam."Luna tidak menyangka ada kejadian seperti itu."Jenny, semua itu benar?"Jenny mengangguk, lalu melanjutkan, "Memangnya untuk apa aku berbohong padamu? Aku dipecat, lalu diusir di depan umum. Untuk apa aku berbohong dengan hal yang begitu memalukan?"Luna mulai curiga.Betul juga. Ardi

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 37 Bekerja Sama

    "Jenny, kamu hebat juga. Luna nggak pernah minum alkohol, tapi kamu berhasil membuatnya mabuk dalam waktu singkat."Melihat wajah Luna yang merona merah, Tony menjilat bibirnya sendiri dengan ekspresi genit.Sudah berapa tahun, Tony terus mendambakan wanita ini.Hari ini, dia akhirnya bisa mendapatkan Luna."Bukan aku yang membuatnya mabuk, dia sendiri yang minum terus."Jenny berkata dengan bangga, "Tuan Muda Tony, aku sudah membantumu mendapatkan Luna, kamu harus memberiku pekerjaan.""Dasar kamu ini, memangnya kamu nggak ingin balas dendam kepada Ardika?"Sambil mencubit pinggang Jenny, Tony tersenyum dan berkata, "Tenang saja, memberikan pekerjaan itu masalah mudah."Sebelumnya, setelah pesta ulang tahun Luna selesai, Tony menghubungi Jenny. Awalnya, Tony ingin mendekatkan diri dengan Grup Angkasa Sura.Namun, Jenny ternyata sudah dipecat, mana mungkin bisa membantu Tony lagi. Setelah itu, mereka pun sering berkomunikasi.Setelah tahu Jenny adalah teman sekolahnya Luna, Tony pun in

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 38 Luna Dalam Bahaya

    "Terima kasih Tony, aku harus pulang ke kantor dulu."Sambil berkata, Luna pun turun dari ranjang, lalu bersiap untuk keluar.Ketika sampai di depan pintu, lengannya ditarik oleh Tony."Badanmu masih bau alkohol, bagaimana bisa kerja? Mandi dulu baru pulang."Luna berusaha memberontak, tapi tidak berhasil.Luna tahu dirinya tidak boleh membuat Tony marah. Kalau tidak, kondisinya akan makin berbahaya.Luna pun mengangguk dan berkata, "Baik, aku mandi dulu."Tony pun tersenyum dan melepaskannya.Setelah menarik napas dalam-dalam, Luna berusaha menenangkan diri, lalu masuk ke kamar mandi.Kamar mandi dipisahkan oleh kaca buram, sehingga pandangan dari luar akan terlihat buram. Setelah masuk ke dalam, Luna segera mengunci pintunya.Setelah masuk, Luna segera mencari ponsel di sakunya untuk lapor polisi.Namun, dia tidak menemukan ponsel di saku celana maupun baju."Kamu cari apa? Ini ya?"Suara Tony tiba-tiba terdengar dari luar kamar mandi.Dia mengangkat ponsel milik Luna sambil tersenyu

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 39 Ada Aku

    "Minggir!"Ardika tidak punya waktu untuk berdebat dengan wanita ini. Ardika langsung menamparnya, lalu masuk ke dalam lift.Bam!Setelah ditendang beberapa kali, pintu kaca kamar mandi langsung pecah.Luna menabrak dinding di belakang dan kesakitan."Kalau nggak mau mandi, nggak usah. Ayo naik ke atas ranjang."Tony berjalan masuk, lalu menarik pergelangan tangan Luna dan menyeretnya keluar."Tony, cepat lepaskan aku. Kamu sudah melanggar hukum."Luna terus memberontak, tetapi tenaganya tentu saja kalah dari seorang pria.Dalam sekejap, Luna sudah ditarik keluar."Melanggar hukum? Aku adalah hukum."Tony melemparkan Luna ke atas ranjang, kemudian mengeluarkan satu kotak pil biru. Tony lalu makan satu butir sendiri.Selama bertahun-tahun, Tony suka mabuk-mabukan sehingga tubuhnya rusak.Hari ini, Tony akhirnya bisa mewujudkan mimpi untuk meniduri Luna yang sudah dia dambakan selama ini, tentu saja dia sudah menyiapkan diri.Kemudian, Tony mulai membuka bajunya sendiri.Dia menatap Luna

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 40 Menjadi Kasim

    "Nggak berani!"Sigit segera membungkuk dan ketakutan.Ardika menoleh ke arah Jenny."Kemari kamu!"Melihat Sigit yang takut dengan Ardika dan tidak berani berbicara, Jenny gemetar hebat. Kali ini, dia akhirnya merasa takut."Ardika, aku bersalah. Tony yang menyuruhku untuk memprovokasimu dan Luna, kemudian mengantarnya ke hotel ...."Jesika berkata dengan nada dingin, "Cepat ke sana!"Jenny yang takut pun berjalan mendekat.Ardika menamparnya ke ranjang, kemudian memunggut pil yang jatuh dari tubuh Tony dan dimasukkan setengah ke dalam mulut Jenny.Sisa setengahnya juga dimasukkan ke dalam mulut Tony."Ini ...."Sigit dan yang lain menarik napas dalam-dalam. Mereka sudah mengerti rencana Ardika.Dengan obat sebanyak itu, meskipun tidak mati, kedua orang itu pasti akan lumpuh."Ketika sudah selesai, hubungi suaminya wanita itu dan bawa Tony ke Keluarga Susanto."Ardika menggendong Luna keluar, lalu menutup pintunya."Pak Sigit, kalau begitu, kalian nggak akan keberatan, 'kan?"Sigit te

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 41 Siapa Wanita Itu?

    Luna pun minta maaf setelah tahu dirinya salah paham dengan Ardika.Namun, Luna tetap cemburu.Ardika membeli perabot, tapi kenapa tidak membawa Luna dan malah membawa wanita lain?"Ardika, siapa wanita yang datang ke rumah semalam?""Jesika Siantar, dia adalah asisten direktur utama dari Grup Sentosa Jaya. Pak Henry yang menyuruhnya untuk menemaniku pergi membeli perabot," ucap Ardika menjelaskan.Melihat Luna yang cemburu, Ardika sebenarnya merasa senang.Itu berarti Luna memedulikannya.Mendengar bahwa orang itu adalah Jesika, Luna sekeluarga pun menghela napas lega.Mereka pernah bertemu dengan Jesika, dia adalah asistennya Henry.Luna menarik tangan Ardika dan berkata, "Maaf, Ardika. Hari ini aku sudah salah paham padamu, aku seharusnya memercayaimu."Sekarang, Luna merasa menyesal dan juga masih ketakutan.Jenny berhasil memprovokasinya karena Luna tidak percaya pada Ardika. Sampai akhirnya, Luna hampir diperkosa oleh Tony.Ardika lalu berkata dengan tegas, "Yang lalu biarlah ber

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 42 Si Gigi Emas yang Sombong

    Vila Cakrawala.Saat ini, Dengan ekspresi khawatir, Desi menceritakan kepada Luna tentang kejadian tadi pagi di mana Bambang datang mengusir mereka."Luna, orang-orang itu bilang kalau mereka akan datang lagi sore ini. Sebaiknya kita pindah saja."Bahkan seorang ibu rumah tangga seperti Desi tahu tentang Jinto."Bu, kalau mereka datang, kita hanya perlu lapor polisi saja. Aku nggak percaya mereka bisa bertindak seenaknya."Ini rumah mereka, kenapa mereka harus pindah?"Aduh, lapor polisi nggak ada gunanya."Desi yang panik pun melanjutkan, "Preman yang nggak takut mati itu susah dilawan. Kamu nggak pernah lihat berita tentang perbuatan preman-preman itu, ya?""Mereka nggak akan memukul, membunuh atau membakar rumahmu. Tapi, mereka akan sering datang mengganggumu, sehingga kamu nggak bisa hidup tenang. Lapor polisi juga nggak bisa ditangkap."Setelah mendengarnya, Luna mulai panik.Dia mencari Ardika, lalu bertanya, "Ardika, selain menghajar mereka, apakah kamu punya cara untuk mengusir

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 43 Korps Taring Harimau

    Korps Taring Harimau adalah korps tempur militer yang terkenal di Kota Banyuli.Kapten korps itu bernama Abdul Haris dan memiliki jabatan setingkat Wali Kota Ridwan.Ardika bisa mendatangkan Korps Taring Harimau dengan satu telepon?Saat ini, Bambang berkata, "Tuan Jinto, bocah itu sedang menggertak kita. Tadi pagi, bocah yang satu lagi hanya jago bertarung. Selain itu, dia juga sendirian dan nggak punya pengikut. Nggak mungkin orang seperti itu bisa mendatangkan pasukan militer."Jinto pun merasa lebih tenang.Jinto berkata, "Nak, kamu mau berlagak hebat di depanku, ya? Baiklah, aku akan menunggu kedatangan Korps Taring Harimau. 10 menit, aku hanya akan berikan kamu 10 menit. Setelah waktunya habis, kalau kalian nggak mau pindah sendiri, aku akan mematahkan kaki kalian dan mengeluarkan kalian.""Nggak perlu 10 menit, mereka sudah datang," ucap Ardika.Haha!Setelah yakin bahwa Ardika sedang menggertaknya, Jinto pun tertawa terbahak-bahak sambil berkata, "Kamu kira mereka terbang ke si

Latest chapter

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2183 Terjadi Sesuatu pada Kasandra

    Sutandi membuka mulutnya. Akan tetapi, pada akhirnya dia hanya menghela napas tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Tentu saja dia tahu apa yang dipikirkan oleh putrinya.Namun, karena Jeslin sudah berbicara demikian, dia juga tidak bisa memaksa putrinya lagi. Dia tidak mungkin memaksa putrinya untuk menurunkan standar, itu artinya dia sendiri tidak meyakini kemampuan Ardika.Bukankah itu sama saja dengan dia beranggapan pendapatan Ardika tidak bisa mencapai puluhan miliar per tahun?"Oke, nanti aku akan pergi ke Grup Goldis untuk melihat-lihat," kata Ardika dengan acuh tak acuh.Dia malas untuk memberi penjelasan apa pun pada Leane dan Jeslin, lebih tidak mungkin lagi dia memberi tahu mereka bahkan Jeslin bisa direkrut oleh Grup Goldis pun berkat dirinya.Kalau dia langsung mengutarakan hal ini, selain diejek oleh kedua orang wanita itu, sama sekali tidak ada artinya.Namun, kalau dia menolak penawaran ini, Keluarga Yasin pasti akan kacau lagi.Lagi pula, Ardika juga berencana ke sana u

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2182 Kesempatan untuk Mengejar

    Namun, kalau dia tidak membuat pengaturan seperti ini, ayah dan ibunya pasti akan bertengkar sengit hanya karena orang luar seperti Ardika. Jadi, Jeslin hanya bisa "berkorban" seperti ini.Sementara itu, Sutandi juga tidak berkomentar apa-apa.Grup Goldis adalah perusahaan besar di ibu kota provinsi. Kalau perusahaan miliknya itu hanyalah sebuah perusahaan kecil, maka tidak perlu diragukan lagi Grup Goldis adalah sebuah platform yang besar.Kalau Ardika bisa bekerja di sana, pasti masa depan muridnya itu bisa lebih cerah daripada bekerja di perusahaannya, bahkan lebih membantu untuk perkembangan Ardika di kemudian hari."Huh, anggap saja dia beruntung."Leane mendengus, lalu menatap Ardika dengan ekspresi seolah-olah baru saja memberikan peluang yang sangat berharga untuk Ardika. "Berterima kasihlah pada Jeslin! Kalau bukan berkat dia, kamu bahkan nggak akan bisa mendekati Grup Goldis seumur hidupmu!"Walaupun dengan pengaturan ini Ardika pasti akan memperoleh keuntungan berkat Jeslin,

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2181 Sudah Direkrut

    "Jangan bicara sembarangan! Apa kamu Ardika tertarik dengan aset keluarga kita yang nggak seberapa itu?"Ekspresi Sutandi berubah menjadi makin muram. Kemudian, dia berkata seakan-akan keputusannya sudah bulat, "Intinya, aku sudah memutuskan ini. Aku yang mengelola perusahaan, apa aku bahkan nggak memiliki wewenang ini?""Wewenang apaan?!"Sambil menunjuk Sutandi, Leane berkata dengan marah, "Eh, Sutandi, aku sudah mengerti sekarang, kamu sudah nggak ingin melanjutkan pernikahan ini, 'kan?!"Melihat pasangan paruh baya itu bertengkar sengit, Ardika bangkit dengan tidak berdaya dan berkata, "Pak Sutandi, Bibi Leane, jangan bertengkar lagi, aku nggak akan bergabung dengan perusahaan kalian ....""Kamu nggak perlu berpura-pura baik di sini!"Sambil menunjuk Ardika, Leane berkata dengan marah, "Pasti kamu yang sudah menyihir Sutandi!""Katakan, apa kamu adalah anak haramnya?!"Ardika benar-benar tercengang.'Apa-apaan ini? Bahkan kata anak haram juga sudah keluar dari mulutnya.'Begitu dil

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2180 Jabatan Sebagai Eksekutif

    "Leane, apa maksudmu?"Begitu mendengar ucapan istrinya yang begitu tidak enak didengar itu, ekspresi Sutandi langsung berubah menjadi muram."Ardika nggak layak untuk Jeslin? Memangnya kamu pikir Jeslin adalah putri kerajaan atau apa?""Hanya memperoleh sedikit uang dari siaran langsung, kamu sudah beranggapan semua orang di dunia ini nggak layak untuknya?""Ardika adalah murid yang aku lihat tumbuh dewasa sejak dia masih kecil. Dia adalah orang yang tahu membalas budi, bertanggung jawab dan berpemikiran terbuka. Dia menghadiahkan herba bernilai puluhan miliar untuk kita begitu saja. Biarpun herba-herba berharga itu kamu sia-siakan begitu saja, dia juga nggak mengeluh.""Apa mungkin dia nggak lebih baik dibandingkan Kalris itu?"Makin lama, Sutandi makin emosional. "Kalian ini, jangan hanya melihat penampilan luar orang saja!""Menurutku, Ardika hanya mengalami kegagalan untuk sementara waktu saja. Selama ada kesempatan terpampang nyata di hadapannya, cepat atau lambat dia pasti akan

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2179 Balasan dari Kakak Pria Pecundang

    Setelah berpikir demikian, kerutan di kening Sutandi makin dalam, sorot matanya diliputi kekhawatiran."Cih, sudah zaman apa sekarang ini, pemikiranmu masih saja seperti itu."Leane tidak menganggap serius ucapan suaminya. Sambil berbicara, dia melirik Ardika yang tengah duduk di sofa sambil bermain ponsel dan berkata dengan jijik, "Maksudmu, seperti muridmu itu?""Jeslin hanya membutuhkan belasan menit saja, sudah bisa menghasilkan uang yang nggak akan bisa dihasilkannya seumur hidupnya!""Ardika, sekarang kamu sudah tahu kesenjangan antara kamu dengan Jeslin, 'kan?""Yang paling penting dalam pernikahan adalah, memiliki latar belakang yang setara.""Selain itu, ada orang-orang tertentu yang memang sudah ditakdirkan sebagai orang yang berbeda dunia.""Seharusnya kamu tahu diri, bukan?"Leane menatap Ardika dengan tatapan arogan.Hanya dalam belasan menit saja, putrinya sudah bisa menghasilkan miliaran. Dia merasa Ardika sama sekali tidak pantas untuk putrinya.Kemudian, Leane menarik

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2178 Menghapus Akun dan Kabur

    [@Kal Si Tampan: Mengapa kamu nggak beri hadiah lagi? Bukankah kamu sangat kaya?][Bukankah kamu memandang rendah aku, menganggapku hanya bisa mengetik?][Ayo, tunjukkan kemampuanmu, permalukan aku!][Kalau nggak, langsung saja mengaku kalah dan panggil Kakek. Kalau nggak, jangan sampai aku bertemu denganmu lagi di Platform Meijiki kelak. Kalau sampai aku bertemu denganmu lagi, setiap kali bertemu, aku akan mengungkit masalah hari ini sekali!]Saat ini, Ardika sama sekali tidak berbicara logika, dia terus menerus melontarkan sindiran terhadap Kalris.Layar dipenuhi dengan dua kata, yaitu luar biasa.Para netizen telah menyalin kata-kata Ardika itu, lalu mengunggahnya. Mau disembunyikan dari orang lain, tentu saja tidak memungkinkan.Saking kesalnya, Kalris menggertakkan giginya. Kalau dia bisa menemukan keberadaan Ardika melalui kabel jaringan itu, dia pasti akan pergi menemui Ardika dan menghabisi pria itu tanpa ragu.Ardika benar-benar tidak memberinya pilihan.Hari ini, dia hanya bi

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2177 Bukan Akting

    Efek dari "pertunjukan" Platform Meijiki ini jauh lebih jelas dibandingkan iklan promosi, nilai yang diciptakannya bukan hanya senilai puluhan miliar.Bahkan Vita sampai mengirimkan pesan pada Ardika, mengapa Ardika bisa terpikir akan cara seperti ini untuk meningkatkan popularitas Platform Meijiki.Ardika hanya tersenyum, dia tidak membalas pesan Vita.Sebelumnya, dia sudah tertimpa kasus internet beberapa kali di Kota Banyuli. Jadi, dia sudah mengerti cara main internet.[Gila!][Orang ini pasti sudah gila, 'kan? Demi seorang penyiar wanita, memangnya layak?!][Mungkin inilah dunia orang kaya, nggak bisa dimengerti!][Apa yang dinamakan dengan orang kaya? Inilah orang kaya!][Kalau dilihat sekarang, empat miliar benar-benar terlalu sedikit!][Aneh! Jelas-jelas gajiku per bulan hanya enam juta, mengapa sekarang aku malah merasa empat miliar nggak seberapa?!][Kakak Pria Pecundang, aku juga ingin menjadi pria pecundang!]...Seluruh Platform Meijiki gempar.Berbagai siaran langsung bes

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2176 Sisik Emas Berubah Menjadi Naga

    [Empat miliar saja sudah membuatmu ketakutan?][Kenapa kamu diam saja?][Kenapa? Kamu juga mau pura-pura menghilang?]Saat ini, Kalris sangat percaya diri dan mengintimidasi, menunjukkan sikap layaknya seorang pemenang sejati.Namun, menghadapi provokasi habis-habisan dari Kalris, Kakak Pria Pecundang itu terdiam cukup lama.Karena itulah, beberapa orang aktor yang disewa oleh Kalris itu mulai memanas-manasi situasi lagi.[Kenapa? Menyerah begitu saja setelah Kal Si Tampan mengeluarkan empat miliar?][Jangan bilang sudah menyerah?][Bisa memberikan hadiah mencapai dua miliar, seharusnya juga bukan orang kaya yang kekurangan uang, bukan? Bagi orang seperti ini, empat miliar nggak ada apa-apanya. Kenapa sudah menyerah?][Jangan bilang hanya orang kaya palsu?][Sebelumnya aku lihat berita, ada yang mengambil pinjaman, menyelewengkan dana publik untuk memberikan hadiah kepada penyiar wanita, jangan bilang dia adalah tipe orang seperti ini?][Sepertinya Kal Si Tampan barulah orang kaya yang

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 2175 Empat Miliar

    Sementara itu, Ardika tidak bermaksud untuk melepaskan Kalris begitu saja.Dia sengaja menyebutkan akun Kalris di kolom komentar. [@Kal Si Tampan: Cucu, bukankah sudah saatnya untuk memanggil Kakek?][Tentu saja, harus menerima kekalahan!][@Kal Si Tampan: Cepat panggil saja! Kakak Pria Pecundang sedang menunggu!]Di antara para penonton, tentu saja ada orang yang menyukai pertunjukan seperti ini. Tentu saja, mereka berinisiatif untuk memanas-manasi situasi.Ekspresi Kalris tampak sangat muram. Karena dia berdiam diri saja cukup lama, tentu saja dia kembali menjadi bahan ejekan.Jeslin yang duduk di depan kamera mulai merasakan ada yang tidak beres.Jelas-jelas Kalris yang mengatur semua ini untuk membantunya meningkatkan popularitasnya, bagaimana situasi bisa menjadi seserius ini?'Eh? Ada apa ini? Apa perlu aku buka suara, agar kedua belah pihak berhenti? Dengan begitu, pertunjukan ini baru bisa terlihat lebih nyata?'Karena itulah, Jeslin buru-buru buka suara untuk meredakan suasana

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status