Liburan mereka telah berakhir. Sebentar lagi mereka akan kembali. Valerie sedang membereskan barang-barang. Tidak begitu banyak yang dia beli. Namun, koper mereka bertambah satu.Logan sedang berbicara dengan seorang klien yang harus dia temui setelah dia kembali. Sebuah laptop berada di atas pangkuannya. Dia begitu serius, tentunya tidak bisa diganggu.Valerie yang melihat itu, membereskan barang-barangnya tanpa menimbulkan suara. OLeh-oleh yang dia belikan untuk keluarganya dimasukkan ke dalam koper yang lebih kecil. Dia akan mengirimkan koper itu tanpa membongkarnya lagi. Semua itu tentu saja dia beli menggunakan uangnya dan dia membelinya tanpa sepengetahuan Logan.Meski dia kesal dengan keluarganya tapi baginya, mereka tetaplah keluarga dan hubungan mereka tak boleh sampai hancur.“Apa kau belum selesai?” pertanyaan Logan membuat Valerie menutup kopernya dengan terburu-buru karena dia takut ketahuan.“Tentu saja sudah, bagaimana denganmu?” Valerie berdiri membelakangi. Jantungny
Andre datang ke perusahaan Logan. Dia ingin mencari pria itu tapi dia akan berpura-pura sebagai orang yang ingin menawarkan bisnis. Meski caranya salah, dia tidak peduli. Dia ingin bertemu dengan Valerie oleh karena itu dia harus mendekati Logan terlebih dahulu.Dia harap dapat bertemu dengan Logan hari ini juga. Semakin cepat, semakin baik. Jujur dia sudah tak sabar merebut Valerie kembali. Meski dia telah menikah, dia tetap akan mendapatkannya.“Maaf Sir, Tuan Logan belum kembali,” seorang resepsionis yang dia temui memberitahunya.“Kapan dia kembali? Beritahu aku!”“Aku tidak bisa memastikan jadi kau bisa datang lagi nanti.”“Ayolah, aku ingin menjalin bisnis dengannya. Aku sampai repot datang secara pribadi untuk bertemu dengannya. Jika aku tidak bisa bertemu dengannya, setidaknya aku bisa bertemu dengan orang kepercayaannya,” dia tidak akan menyerah sampai dia dapat bertemu dengan Logan Dmitry.“Jika begitu tunggulah sebentar,” resepsionis itu menghubungi asisten Logan. Mungkin
Mendengar Andre ingin menemui Logan, membuat Valerie khawatir. Dia curiga dengan tujuan Andre. Tidak mungkin dia tiba-tiba mencari Logan untuk menjalin kerja sama. Dia rasa Andre sudah tahu akan pernikahannya dengan Logan. Mungkin Andre mencari tahu dari ayahnya. Sepertinya besok dia harus pulang. Dia harus mencari tahu apa tujuan Andre sebelum pertemuan mereka terjadi. Kedua mata Valerie sulit terpejam. Padahal sudah larut, sedangkan Logan sudah tidur di sisinya. Valerie menyingkirkan tangan Logan, dia ingin berbalik. Akan tetapi, apa yang dia lakukan justru membuat tidur Logan terganggu. Valerie memandangi pria itu, jarinya sudah berada di garis wajah Logan. Sentuhan yang dia berikan, tentu saja membuat Logan terjaga. “Kenapa kau tidak tidur?” kedua mata Logan terbuka. Valerie menarik tangannya dengan terburu-buru. “Maaf, kau jadi terbangun.” “Kenapa tidak tidur, kau belum menjawab aku!” Sikap Valerie sedikit aneh setelah mereka kembali. “Aku tidak bisa tidur.” “Kena
“Aku tidak akan lama,” ucap Valerie pada Logan yang mengantarnya pulang. Karena dia ingin pergi ke kantor jadi dia mengantar Valerie. Akan tetapi, dia tidak akan mengikuti istrinya karena dia tidak mau bertemu dengan ayah Valerie. Dia ingin melihat apakah Valerie memegang janjinya atau tidak. Saatnya mengetes kejujuran Valerie. Meski hubungan mereka sudah baik-baik saja tapi bukan berarti dia akan membiarkan Valerie menipu dirinya. “Aku akan meminta dia kembali untuk menjemputmu,” yang dia maksud adalah sopir pribadinya. “Tidak perlu repot, Logan. Aku bisa pulang dengan taksi. Apa mulai malam ini kau akan pulang terlambat dan tak akan makan malam bersama denganku?” “Hm, jangan menunggu karena aku tidak tahu jam berapa aku akan kembali.” “Baiklah,” Valerie mendekati lalu memberikan sebuah ciuman di pipinya, “Aku akan menghubungimu nanti setelah aku pulang ke rumahmu.” “Jangan sampai tidak!” Logan menarik tengkuk istrinya dan mencium bibir Valerie sebelum Valerie turun dari
Andre disambut dengan baik oleh asisten Logan. Padahal dia berniat menghubungi pria itu untuk membuat janji tapi dia datang lebih cepat dari pada dugaan.Logan tidak keberatan menemui dirinya. Masih ada waktu setengah jam sebelum menghadiri rapat, dia bisa berbincang sebentar dengan Andre Carver. Andre diantar ke ruangannya. Dia sudah mendengar jika Valerie bekerja di sana sebagai cleaning service. Entah kabar itu benar atau tidak, dia akan memastikannya hari ini juga. Jika benar, bukankah itu sangat keterlaluan? Entah Logan memperlakukan Valerie dengan baik atau tidak, dia sungguh ingin tahu.Selama mengikuti asisten Logan, Andre melihat sekitar untuk mencari keberadaan Valerie. Dia harap dapat bertemu dengannya. Akan tetapi, dia tidak melihat Valerie sampai berada di depan ruangan Logan.“Tuan Dmitry telah menunggumu di dalam, tuan Carver,” ucap asisten Logan saat membuka pintu ruangan.“Terima kasih,” Andre melangkah masuk dan ketika melihatnya, Logan memalingkan pandangannya dari
Valerie terlihat gelisah. Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 malam, tapi Logan belum juga kembali. Dia sangat ingin menghubungi Logan untuk tahu bagaimana dengan keadaannya tapi dia khawatir mengganggu kesibukannya.Mungkin saja Logan sedang pergi menemui klien penting tapi mengingat jika Logan akan pulang malam seperti itu setiap harinya, membuatnya tidak yakin.Valerie berdiri di depan jendela, melihat keluar sana. Tidak ada tanda-tanda Logan akan segera kembali membuatnya semakin gelisah saja. Ponsel sudah berada di tangan. Antara menghubungi Logan atau tidak, dia pun masih ragu.Tidak tahan dengan perasaan cemasnya membuat Valerie memutuskan untuk menunggu di luar. Udara malam memang cukup dingin tapi dia tidak peduli. Dia berjalan-jalan di taman, menghabiskan waktu cukup lama di sana sampai akhirnya Valerie memutuskan untuk duduk di teras.Tidak peduli berapa lama dan tidak peduli dinginnya angin malam yang berhembus, yang dia inginkan adalah Logan cepat kembali agar dia tidak k
Perasaan Valerie tak nyaman pagi ini. Dia merasa gelisah, perutnya sedikit mual. Dia juga merasa kurang enak badan. Semua itu terjadi pasti gara-gara dirinya yang menunggu di teras terlalu lama.Rasanya enggan untuk bangun dan melakukan aktivitasnya tapi dia memiliki kewajiban untuk melayani suaminya. Valerie menyentuh dahinya yang terasa hangat. Tidak salah lagi, dia demam gara-gara angin malam.Jangan sampai Logan tahu jika dia kurang sehat. Logan tidak akan mengizinkan dirinya pergi nantinya. Sungguh, dia tidak suka berada di rumah saja tanpa melakukan apa pun.“Morning,” Valerie menyapa suaminya yang sudah bangun.“Hm,” Logan memeluknya dan mencium dahinya. Rasanya berbeda, Logan pun menyentuh dahi Valerie.“Kau sakit?”“Tidak, aku baik-baik saja.”“Jangan berbohong. Suhu tubuhmu sedikit hangat,” dia kembali meraba dahi Valerie.“Aku baik-baik saja, Logan. Ini karena kau tidak memeluk aku sampai pagi oleh karena itulah aku jadi kedinginan,” Valerie memeluknya, dia tidak mau Logan
Logan sedang rapat, sedangkan Valerie melakukan pekerjaannya. Dia tidak berkonsentrasi sama sekali, itu karena suara teriakan yang dia dengar tadi. Meski samar, tapi dia merasa mengenali suara itu.Dia yakin itu suara Andre. Rasanya ingin keluar untuk memastikan tapi dia tidak berani. Dia sudah berjanji tidak akan dekat dengan pria mana pun selama menjadi istri Logan. Jika sampai Logan tahu, bukankah itu sangat berbahaya?Lebih baik dia tidak cari gara-gara. Hubungan mereka sudah begitu baik saat ini, dan dia tidak mau menghancurkannya. Akan tetapi, dia justru begitu penasaran. Valerie mengantar minuman untuk seorang karyawan yang duduk di dekat jendela. Dia menjadikan itu sebagai kesempatan untuk melihat keluar. Mungkin saja dia bisa melihat sesuatu, tapi sayangnya tidak bisa.“Nona, kau diminta untuk beristirahat,” asisten Logan menghampiri. Dia mendapat perintah untuk menyampaikan pesan itu.“Apa Logan sudah selesai?”“Belum. Tapi dia memintamu untuk beristirahat dan tidak melakuk
Valerie telah kembali ke rumah karena dia akan menjalani perawatan di rumah. Selama 1 bulan mereka akan memakai baby sitter untuk mengurus bayi mereka karena keadaan Valerie yang belum pulih total.Awalnya Valerie menolak tapi Logan tidak akan membiarkan istrinya terlalu lelah karena dia ingin istrinya segera pulih. Dia juga tidak memiliki pengalaman dalam mengurus bayi jadi dia tidak mau mengambil resiko apalagi putra dan putri mereka masih memerlukan perhatian darinya.Suara tangisan Evan terdengar yang menandakan jika dia sedang lapar. Sang pengasuh segera membawanya dan memberikannya pada Valerie. Logan meminta pengasuh itu untuk keluar karena dia ingin bersama dengan istri dan putranya.Paul dan Amanda tentu saja pergi ke sekolah. Mereka sempat menolak karena mereka tidak ingin meninggalkan adik mereka tapi setelah dibujuk, akhirnya kedua anak itu bersedia pergi.Valerie sedang menyusui putranya sedangkan Logan duduk di sisinya sambil melakukan pekerjaan. Dia jarang pergi ke ka
Adam telah mendengar kabar itu dari putranya. Dia segera pergi ke rumah sakit untuk menjenguk menantu dan cucu ketiganya. Dia menyempatkan diri membuatkan makanan sehat untuk menantunya agar keadaanya cepat pulih.karena Logan adalah putra satu-satunya yang dia miliki jadi dia begitu menyayangi Valerie. Dia juga begitu menyayangi cucu-cucunya dan sekarang dia sudah mendapatkan masa tua yang bahagia walaupun hubungan Logan dan Valerie sempat bermasalah.Beruntungnya Logan dapat memperbaiki hubungan dengan istrinya walau dia tidak tahu bagaimana caranya dia mengusir Sovia pergi. Tapi memang harus seperti itu. Bertahun-tahun Logan tidak pernah bersikap tegas pada Sovia tapi pada akhirnya dia dapat menyingkirkan mantan tak tahu dirinya itu.Kehadiran cucu ketiga benar-benar membuat kebahagiaan mereka semakin terasa sempurna. Hubungan baik yang mulai terjalin membuat semuanya jadi berubah. Ketika dia datang, rupanya ayah Valerie berada di sana. Sangat kebetulan, mereka dapat berbincang un
“Bagaimana dengan keadaan Mommy, Nenek? Apa adik bayi baik-baik saja?” Amanda bertanya pada sang nenek. Dia terlihat begitu takut dan mencemaskan ibu dan adik bayinya.Tadinya mereka ingin masuk ke dalam uang bersalin karena mereka ingin menemani Ibu mereka tapi sayangnya mereka tidak diizinkan. Amanda dan Paul tentu saja sedih padahal mereka ingin menyaksikan kelahiran adik bayi mereka.Ayah mereka menenangkan begitu juga nenek mereka. Logan jadi tidak bisa menyapa Ibu angkat Valerie karena keadaan yang tidak memungkinkan tapi beruntungnya Ibu angkat Valerie datang hari ini karena dia bisa menjaga anak-anak sebab dia harus menemani Valerie di ruang bersalin.“Apa Mommy akan lama berada di dalam sana?” Tanya Paul pula.“Tidak perlu khawatir, Ibu kalian akan baik-baik saja. Berdoalah supaya adik bayi kalian segera dilahirkan. Dengan begitu kalian bisa bertemu dengannya secepat mungkin dan berdoa pula supaya keadaan ibu kalian baik-baik saja.”“Nenek, apakah melahirkan itu sakit?” Amand
Perut Valerie sudah membesar karena kehamilannya telah menginjak usia sembilan bulan. Sebentar lagi dia akan melahirkan dan dia tidak sabar menantikan anak ketiganya.Tidak saja dia yang tidak sabar, putra dan putrinya adalah orang yang paling tidak sabar. Setiap saat, mereka selalu bertanya kapan adik mereka akan lahir. Mereka berdua telah mempersiapkan nama untuk adik mereka meski melalui perdebatan panjang.Adik mereka berjenis kelamin laki-laki, tentu saja mereka sangat senang walau ayah mereka sedikit kecewa karena yang dia inginkan adalah anak perempuan lagi. Dulu dia memang tidak menginginkannya tapi setelah ada Amanda, dia jadi ingin memiliki anak perempuan lagi.Anak-anak sedang pergi ke sekolah, sedangkan Logan ada urusan penting di kantor. Dia harus meninggalkan Valerie sebentar tapi dia telah meminta pelayannya untuk menjaga Valerie baik-baik dan segera mengambil tindakan jika terjadi sesuatu.Lagi pula dokter memprediksikan Valerie akan melahirkan dua minggu lagi jadi men
Kabar akan kehamilan Valerie tentu saja menjadi kabar paling membahagiakan bagi mereka. Kedua Kakak Valerie justru jadi iri dengannya karena mereka berdua belum juga dikaruniai anak sampai sekarang.Kabar bahagia itu pun telah disampaikan oleh Valerie pada ibu angkatnya. Sayangnya Ibu angkatnya tak bisa berkunjung karena dia sedang pulang ke Amerika tapi dia berjanji akan mengunjungi Valerie saat ada waktu.Paul dan Amanda menjaga Ibu mereka dengan begitu baik, begitu juga dengan Logan. Dia tidak tahu bagaimana ketika Valerie mengandung putra dan putrinya oleh karena itu dia tidak mau melewatkan perannya kali ini.Derap langkah kaki Putra dan putrinya terdengar yang menandakan jika mereka telah pulang dari sekolah. Valerie berada di dalam kamar untuk beristirahat. Kehamilan yang dialami terasa berbeda dan tidak seperti dulu karena kali ini dia enggan banyak bergerak.Dia lebih suka berbaring saja dan setiap kali melakukan sesuatu, dia justru merasa begitu lelah dan mudah terbawa emo
Valerie buru-buru kembali setelah mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia pergi untuk membeli sesuatu karena dia ingin memastikan keadaannya sebab sudah beberapa hari belakangan dia mengalami sakit kepala luar biasa.Keadaannya semakin memburuk saja dan dia pun semakin merasa tidak nyaman. Makanan yang dia makan pasti akan berakhir di kamar mandi. Dia menghabiskan waktunya begitu banyak dengan berbaring karena dia enggan melakukan sesuatu.Setiap kali dia hendak beranjak dari tempat tidur, dia pasti akan kembali berbaring karena sakit kepala yang tak dapat dia tahan. Pagi ini dia tak dapat melakukan apa pun sehingga Logan yang harus mengurus Paul dan Amanda.Rasanya jadi tak enak hati karena dia merepotkan suaminya tapi beruntungnya, Logan tidak keberatan dan bersedia mengurus Putra dan putri mereka terlebih dahulu walaupun dia juga harus pergi ke kantor.Valerie beristirahat cukup lama sambil memikirkan keadaannya. Dia pernah mengalami hal itu dan entah kenapa dia jadi curiga dengan
Sudah lama tidak berkumpul membuat Valerie menghabiskan waktu di rumah ayahnya cukup lama. Lagi pula dia tidak pernah melewatkan waktu seperti itu bersama dengan keluarganyaMeskipun sedikit terlambat tapi keluarganya benar-benar telah berubah dan yang pasti tidak ada yang mengungkit masalah uang. Itulah yang dia inginkan, dia ingin bersama dengan mereka tanpa membicarakan masalah seperti itu.Amanda yang tadinya takut sudah tidak terlihat takut lagi. Dia dan kakaknya bermain bersama dengan kedua bibinya yang begitu menyukai dirinya. Sayangnya mereka tidak tahu jika Valerie telah memiliki anak, jika mereka tahu maka mereka akan membelikan hadiah untuk Paul dan Amanda.“Sering-seringlah datang, Aunty akan membelikan mainan untuk kalian,” ucap salah satu Bibi mereka.“Kami harus pergi sekolah, Aunty,” Paul yang menjawab karena adiknya masih saja terlihat ragu dan takut.“Akhir pekan saja, Aunty akan membawa kalian jalan-jalan. Apa kalian mau?” Paul dan Amanda justru saling pandang setel
Hari itu hari minggu, Valerie mendapatkan telepon dari ayahnya. Dia diminta untuk pulang bersama dengan suaminya karena ayahnya ingin mereka makan malam bersama.Untuk pertama kali ayahnya melakukan hal itu. Rupanya tidak sia-sia apa yang dia lakukan kemarin karena dia bisa melihat ayahnya mulai sedikit berubah. Dia akan menjadikan itu sebagai kesempatan untuk memperkenalkan Paul dan Amanda kepada kakek mereka dan dia harap harap ayahnya benar-benar tidak lagi mengungkit masalah uang.“Mommy, kenapa Mommy tidak pernah memberitahu kami jika kami memiliki kakek?” Tanya Paul padanya.Ketika ibunya mengajak mereka untuk pergi mengunjungi kakek mereka, Paul dan Amanda cukup terkejut sebab mereka tidak pernah tahu jika mereka memiliki seorang kakek.“Maaf, Sayang. Bukannya tidak ingin memberitahu kalian tapi keadaan sedikit tidak mendukung oleh karena itulah Mommy belum bisa memberitahu jika kalian berdua masih memiliki seorang kakek,” seandainya ayahnya tidak berubah maka dia tidak akan p
Leon masih memohon kepada adiknya agar memaafkan dirinya. Dia berjanji akan membayar uang itu tapi dia meminta Valerie untuk melepaskan dirinya. Ayahnya pun memohon supaya putrinya berbaik hati dan memaafkan kakaknya. Permohonan mereka membuat Valerie harus menahan diri secara mati-matian karena sesungguhnya dia tidak tega. Dia dihadapkan dengan dilema padahal dia sudah bertekad tidak akan memberikan maaf supaya dia tidak diremehkan. “Aku tahu aku salah, Valerie. Memang tidak seharusnya aku memberikan nomor ponselmu pada pria itu tapi aku tergiur dengan uang yang dia tawarkan dan aku tidak tahu jika dia berniat mencelakai dirimu!” “Hentikan semua ini, Valerie. Kau harus memaafkan kakakmu. Biarkan dia berusaha membayar uang itu dan Daddy akan membantunya!” “Kapan dia akan melunasinya?” Valerie tidak memandangi ayah dan kakaknya. Dia melakukan itu supaya dia tidak memaafkan mereka dengan mudah. Logan pun hanya menjadi penonton karena dia ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh i