Share

Bab 50

Penulis: Backin_parade
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-31 23:37:25

Athena tiba di hotel dan segera membuat reservasi. Menolak untuk diantar oleh pegawai hotel, Athena bergegas ke kamarnya sendiri. Pintu lift hampir tertutup ketika ia datang, tapi seorang pria yang berada di dalam lift dengan segera menahan pintu.

"Terima kasih," ujar Athena setelah masuk.

Athena kemudian menekan tombol tujuh yang menjadi tempat tujuannya. Mengeluarkan ponselnya, Athena segera memberi kabar pada Aryan jika ia sudah tiba.

Lift berhenti dan pintu terbuka. Athena yang masih sibuk dengan ponselnya langsung menggeret kopernya keluar. Namun, ia salah pijakan sehingga tubuhnya limbung. Beruntung pria di belakangnya langsung menahan lengannya. Tapi tas kecil dan ponsel yang dibawa oleh Athena jatuh. Begitu pun dengan ponsel pria itu. Dengan sedikit panik Athena langsung menegakkan tubuhnya.

"Maaf, saya kurang hati-hati."

Athena langsung memunguti barangnya, begitu juga dengan kartu akses masuk kamarnya yang ikut terjatuh.

"Saya permisi."

Tak lupa berpamitan pada pria y
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Malam Terlarang Dengan Calon Kakak Ipar   Bab 51

    Athena memandang sekitar, berpikir bahwa mungkin saja ia salah meja. Tapi di sana tak ada tamu lain selain mer0eka berdua. "Mereka orang yang sama?" Athena kembali bertanya dalam hati. "Mbak Athena dari The Art Gallery Suarabaya?" tegur Devan. Athena mengangguk dengan canggung. "Silakan duduk." Athena kemudian duduk dan suasana tampak sangat canggung ketika pertemuan pertama mereka menimbulkan kesalahpahaman yang cukup serius. Sebenarnya Athena sudah menyiapkan beberapa kata sambutan ketika bertemu dengan Devan. Namun, kini pikirannya menjadi kosong karena kesalahpahaman tadi pagi. Sempat hening, Devan yang merasa bertanggungjawab pun lantas membuka pembicaraan karena setelah Athena pergi tadi pagi, ia langsung menyadari kesalahpahaman yang terjadi antara keduanya. Ia pun juga sudah mengkonfirmasi pada Zidan jika Zidan tidak mengirimkan siapapun ke kamarnya. Sedikitnya Devan merasa malu. "Sebelum kita berbicara tentang bisnis, ada hal yang ingin saya luruskan di sini." Athena

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-31
  • Malam Terlarang Dengan Calon Kakak Ipar   Bab 53

    Xander meninggalkan ruang kerja Athena untuk bermain kala ibunya tengah bekerja. Dengan sebuah balon yang diikat pada tali, Xander berlari mengelilingi lantai dua dari bangunan galeri seni tersebut. Karena pada hari-hari biasa seperti ini tidak banyak orang yang berkunjung, Xander bisa bermain dengan bebas. Meski usianya baru dua tahun, Xander termasuk anak yang patuh. Ia dilarang menyentuh barang-barang yang dipajang di sana dan bocah itu menuruti ucapan ibunya. Bocah itu pun hanya akan berputar-putar di lantai dua. Saat tengah berlari, Xander tersandung kakinya sendiri dan jatuh. Balon yang ia bawa pun terlepas dari tangannya dan terbang. "Balon..." ujar Xander. Xander bangkit dan mengejar balonnya yang terbang. Tapi karena terlalu fokus, ia tak sengaja menabrak kaki seseorang yang tengah melihat salah satu lukisan. Xander menatap dengan takut-takut, ia meremas tangannya sendiri dengan kaki yang bergerak kecil. Sedangkan Devan, pria yang baru saja ditabrak oleh Xander memandang

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-31
  • Malam Terlarang Dengan Calon Kakak Ipar   Bab 53 : Penyesalan Untuk Kembali

    "Bu Santi.""Iya, Pak?"Rasya menghampiri Bu Santi yang kala itu tengah membersihkan ruang tamu."Saya mau bicara sebentar.""Iya, Pak. Mau bicara apa?""Tentang orang yang mau menggantikan Bu Santi di sini.""Keeyara, Pak?"Rasya mengangguk. "Saya dengar dari Pak Sandy, kalau saya sendiri nggak masalah asal anaknya bisa melakukan pekerjaan rumah.""Pak Rasya tenang saja, Keeyara udah terbiasa dengan pekerjaan rumah dari kecil. Alasan kenapa saya mengajukan Keeyara itu karena saya kasian, Pak. Dia masih remaja tapi harus bantu-bantu di kebun. Kalau bekerja di sini, kan lebih mudah. Nanti dia bisa bayar uang sekolah dengan uangnya sendiri. Saya jamin Keeyara nggak akan merepotkan Pak Rasya.""Kalau memang dari Bu Santi bilang begitu, saya nggak keberatan."Bu Santi tampak sumringah. "Terima kasih loh, Pak. Jadi Keeyara bisa mulai bekerja di sini kapan, Pak?""Itu terserah Bu Santi saja. Tapi kalau saya akan mulai pindah ke sini minggu-minggu ini.""Baik, Pak. Nanti saya kasih tahu anak

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-31
  • Malam Terlarang Dengan Calon Kakak Ipar   Bab 54 :

    Sagara membuka pintu kamar dan menemukan Sahira masih terjaga."Belum tidur?""Aku nunggu kamu, Pa."Sebelah alis Sagara terangkat. "Mau bicara sesuatu?"Sahira mengangguk. "Kamu mandi dulu, aku tunggu. Aku udah siapin baju ganti di kamar mandi."Merasa cukup penasaran, Sagara pun bergegas mandi. Kurang dari sepuluh menit Sagara sudah keluar dan sudah mengenakan baju tidur."Kamu mau bicara apa?" Sagara naik ke ranjang menyusul Sahira."Soal Rasya.""Kenapa sama Rasya? Dia mau tanggal pernikahan diundur.""Bukan itu. Valerie, kan liburan ke Batam.""Terus?""Dia ketemu Lira... staycation dengan laki-laki lain."Dahi Sagara mengernyit. "Lira? Lira ada di Batam dengan laki-laki lain? Bukan anak kita?""Kayaknya Valerie sempat berantem sama Lira di Batam. Tadi dia itu datang langsung ngamuk-ngamuk.""Kok bisa-bisanya Lira liburan sama laki-laki lain padahal sebentar lagi akan menikah. Sebentar, handphone papa mana. Biar papa labrak bapaknya!"Sagara bangkit, buru-buru mencari ponselnya u

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-31
  • Malam Terlarang Dengan Calon Kakak Ipar   Bab 1 : Malam Terlarang

    Nayra membuka pintu ruang VIP di salah satu klub malam yang ia datangi dalam keadaan mabuk berat. Tubuhnya tersentak ke dalam seolah-olah ada seseorang yang mendorongnya dari luar. Jatuh tersungkur di lantai, seseorang di luar menutup pintu.Nayra lantas berdiri, sedikit limbung karena memang sedang mabuk berat. Pandangannya yang mengabur menemukan seorang pria dengan setelan jas duduk menyilangkan kaki."Ini orangnya?" gumam Nayra dalam hati.Nayra berjalan sedikit sempoyongan mendekati tempat pria itu. Tapi ketika sudah dekat, tubuhnya ambruk ke sofa dan kepalanya jatuh di atas pangkuan pria dengan wajah datar yang terheran-heran itu."Saya tidak butuh jasa kamu," ujar pria itu, terdengar sangat dingin.Sempat memejamkan matanya karena pusing, Nayra perlahan bangkit. Berusaha untuk membuka matanya lebar-lebar. Tapi bahkan kesadarannya tak sampai lima puluh persen."Maaf, Mas... boleh pinjem bibirnya Mas sebentar?" ujar Nayra, terdengar seperti tengah meracau.Nayra tiba-tiba meraih

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-22
  • Malam Terlarang Dengan Calon Kakak Ipar   Bab 2 : Gaun Pengantin Yang Dicuri

    Satu bulan kemudian."Hai, Tante." Evelyn, sepupu Nayra datang berkunjung."Hai, Lyn. Mau ketemu Nayra?" Ibu Nayra balik menegur.Evelyn mengangguk. "Nayra masih belum bangun, Tante?""Belum keluar dari kamar, sejak kemarin dia males-malesan di kamar.""Ya udah, kalau gitu aku susulin ke kamar dulu."Evelyn kemudian bergegas ke kamar Nayra. Saat masuk, Evelyn menemukan Nayra yang masih bergumul dengan selimut."Ya ampun," gumam Evelyn tak percaya."Nay, Nayra. Ini udah jam berapa? Kok belum bangun? Nayra!" Evelyn beberapa kali memukul kaki Nayra."Lyn? Ngapain ke sini?" tegur Nayra dengan malas."Jangan bilang kamu lupa. Gaun buat nikahan kamu udah selesai, kita udah janji mau ke sana hari ini.""Kamu aja yang lihatin. Lagian ukurannya udah pas juga, kan.""Acaranya itu bentar lagi. Masa kamu yang nikah tapi aku yang cobain gaun kamu. Buruan, kamu bangun sekarang. Aku tungguin. Apa perlu aku mandiin sekalian?"Nayra mengangguk kepala dan bangkit. Tapi ia justru meraih bantal dan memel

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-22
  • Malam Terlarang Dengan Calon Kakak Ipar   Bab 3 : Tamu Tak Terduga

    "Gaun tadi buat kamu aja."Evelyn kaget. "Maksud, Mas Julian? Kan yang mau menikah sama Mas Julian itu Nayra. Kok gaunnya buat aku?""Nayra katanya nggak suka. Itu buat kamu aja, Nayra biar buat yang baru."Evelyn terperangah. Gaun itu adalah rancangan khusus yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tapi seorang Julian Wiratama membuang gaun berharga itu begitu saja hanya karena alasan yang menurut Evelyn cukup berlebihan meski pada nyatanya Nayra tidak mengatakan apapun tentang gaun itu. Itu hanya inisiatif Julian karena tidak ingin calon pengantinnya mengenakan gaun bekas orang lain.•••••Julian tiba di rumah Nayra. Ia menghampiri Nayra yang kala itu berada di ruang keluarga."Sayang, katanya kamu sakit?"Julian langsung duduk di samping Nayra. "Sekarang gimana keadaan kamu?""Aku nggak sakit kok, cuma agak kurang enak badan aja. Kerjaan kamu udah beres?"Julian mengangguk. "Soal yang di butik tadi, aku ngasih gaun itu ke Evelyn."Nayra yang mendengarnya kaget. Tentu saja ia tak

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-27
  • Malam Terlarang Dengan Calon Kakak Ipar   Bab 4 : Anak Buangan

    "Damian?"Semua orang serempak memandang pria yang baru saja tiba, tapi Nayra langsung memandang Julian dengan tatapan kaget."Damian?" gumam Nayra dalam hati. "Julian kenal orang ini?"Ayah dan ibu Julian pun langsung berdiri dengan tatapan kaget."Damian?" tegur Suganda. "Kamu ada di sini?"Laki-laki pincang bernama Damian itu berjalan mendekat dengan senyum tipisnya."Saya dengar keluarga Wiratama mengadakan makan malam di sini, saya hanya datang untuk menyapa. Bagaimana kabar, Papa?"Nayra dan keluarganya tampak kaget, Evelyn dan ibu Nayra pun ikut berdiri."Papa?" gumam Nayra tak percaya, ia kemudian bertemu pandang dengan Damian.Suganda terlihat bingung ketika melihat putra sulungnya tiba-tiba muncul di sana setelah bertahun-tahun tak ada kabar karena sejak kecil Damian tinggal di Australia bersama kakek dari pihak ibu dan sejak itu Suganda tak menerima kabar apapun dari putra sulungnya."Mas Suganda, Julian masih punya saudara?" tegur ibu Nayra."Benar, ini putra sulung saya,

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-27

Bab terbaru

  • Malam Terlarang Dengan Calon Kakak Ipar   Bab 54 :

    Sagara membuka pintu kamar dan menemukan Sahira masih terjaga."Belum tidur?""Aku nunggu kamu, Pa."Sebelah alis Sagara terangkat. "Mau bicara sesuatu?"Sahira mengangguk. "Kamu mandi dulu, aku tunggu. Aku udah siapin baju ganti di kamar mandi."Merasa cukup penasaran, Sagara pun bergegas mandi. Kurang dari sepuluh menit Sagara sudah keluar dan sudah mengenakan baju tidur."Kamu mau bicara apa?" Sagara naik ke ranjang menyusul Sahira."Soal Rasya.""Kenapa sama Rasya? Dia mau tanggal pernikahan diundur.""Bukan itu. Valerie, kan liburan ke Batam.""Terus?""Dia ketemu Lira... staycation dengan laki-laki lain."Dahi Sagara mengernyit. "Lira? Lira ada di Batam dengan laki-laki lain? Bukan anak kita?""Kayaknya Valerie sempat berantem sama Lira di Batam. Tadi dia itu datang langsung ngamuk-ngamuk.""Kok bisa-bisanya Lira liburan sama laki-laki lain padahal sebentar lagi akan menikah. Sebentar, handphone papa mana. Biar papa labrak bapaknya!"Sagara bangkit, buru-buru mencari ponselnya u

  • Malam Terlarang Dengan Calon Kakak Ipar   Bab 53 : Penyesalan Untuk Kembali

    "Bu Santi.""Iya, Pak?"Rasya menghampiri Bu Santi yang kala itu tengah membersihkan ruang tamu."Saya mau bicara sebentar.""Iya, Pak. Mau bicara apa?""Tentang orang yang mau menggantikan Bu Santi di sini.""Keeyara, Pak?"Rasya mengangguk. "Saya dengar dari Pak Sandy, kalau saya sendiri nggak masalah asal anaknya bisa melakukan pekerjaan rumah.""Pak Rasya tenang saja, Keeyara udah terbiasa dengan pekerjaan rumah dari kecil. Alasan kenapa saya mengajukan Keeyara itu karena saya kasian, Pak. Dia masih remaja tapi harus bantu-bantu di kebun. Kalau bekerja di sini, kan lebih mudah. Nanti dia bisa bayar uang sekolah dengan uangnya sendiri. Saya jamin Keeyara nggak akan merepotkan Pak Rasya.""Kalau memang dari Bu Santi bilang begitu, saya nggak keberatan."Bu Santi tampak sumringah. "Terima kasih loh, Pak. Jadi Keeyara bisa mulai bekerja di sini kapan, Pak?""Itu terserah Bu Santi saja. Tapi kalau saya akan mulai pindah ke sini minggu-minggu ini.""Baik, Pak. Nanti saya kasih tahu anak

  • Malam Terlarang Dengan Calon Kakak Ipar   Bab 53

    Xander meninggalkan ruang kerja Athena untuk bermain kala ibunya tengah bekerja. Dengan sebuah balon yang diikat pada tali, Xander berlari mengelilingi lantai dua dari bangunan galeri seni tersebut. Karena pada hari-hari biasa seperti ini tidak banyak orang yang berkunjung, Xander bisa bermain dengan bebas. Meski usianya baru dua tahun, Xander termasuk anak yang patuh. Ia dilarang menyentuh barang-barang yang dipajang di sana dan bocah itu menuruti ucapan ibunya. Bocah itu pun hanya akan berputar-putar di lantai dua. Saat tengah berlari, Xander tersandung kakinya sendiri dan jatuh. Balon yang ia bawa pun terlepas dari tangannya dan terbang. "Balon..." ujar Xander. Xander bangkit dan mengejar balonnya yang terbang. Tapi karena terlalu fokus, ia tak sengaja menabrak kaki seseorang yang tengah melihat salah satu lukisan. Xander menatap dengan takut-takut, ia meremas tangannya sendiri dengan kaki yang bergerak kecil. Sedangkan Devan, pria yang baru saja ditabrak oleh Xander memandang

  • Malam Terlarang Dengan Calon Kakak Ipar   Bab 51

    Athena memandang sekitar, berpikir bahwa mungkin saja ia salah meja. Tapi di sana tak ada tamu lain selain mer0eka berdua. "Mereka orang yang sama?" Athena kembali bertanya dalam hati. "Mbak Athena dari The Art Gallery Suarabaya?" tegur Devan. Athena mengangguk dengan canggung. "Silakan duduk." Athena kemudian duduk dan suasana tampak sangat canggung ketika pertemuan pertama mereka menimbulkan kesalahpahaman yang cukup serius. Sebenarnya Athena sudah menyiapkan beberapa kata sambutan ketika bertemu dengan Devan. Namun, kini pikirannya menjadi kosong karena kesalahpahaman tadi pagi. Sempat hening, Devan yang merasa bertanggungjawab pun lantas membuka pembicaraan karena setelah Athena pergi tadi pagi, ia langsung menyadari kesalahpahaman yang terjadi antara keduanya. Ia pun juga sudah mengkonfirmasi pada Zidan jika Zidan tidak mengirimkan siapapun ke kamarnya. Sedikitnya Devan merasa malu. "Sebelum kita berbicara tentang bisnis, ada hal yang ingin saya luruskan di sini." Athena

  • Malam Terlarang Dengan Calon Kakak Ipar   Bab 50

    Athena tiba di hotel dan segera membuat reservasi. Menolak untuk diantar oleh pegawai hotel, Athena bergegas ke kamarnya sendiri. Pintu lift hampir tertutup ketika ia datang, tapi seorang pria yang berada di dalam lift dengan segera menahan pintu. "Terima kasih," ujar Athena setelah masuk. Athena kemudian menekan tombol tujuh yang menjadi tempat tujuannya. Mengeluarkan ponselnya, Athena segera memberi kabar pada Aryan jika ia sudah tiba. Lift berhenti dan pintu terbuka. Athena yang masih sibuk dengan ponselnya langsung menggeret kopernya keluar. Namun, ia salah pijakan sehingga tubuhnya limbung. Beruntung pria di belakangnya langsung menahan lengannya. Tapi tas kecil dan ponsel yang dibawa oleh Athena jatuh. Begitu pun dengan ponsel pria itu. Dengan sedikit panik Athena langsung menegakkan tubuhnya. "Maaf, saya kurang hati-hati." Athena langsung memunguti barangnya, begitu juga dengan kartu akses masuk kamarnya yang ikut terjatuh. "Saya permisi." Tak lupa berpamitan pada pria y

  • Malam Terlarang Dengan Calon Kakak Ipar   Ban 49

    Yayasan A Thousand Hope. Pintu ruangan direktur terbuka. Zidan dengan setelan formalnya masuk. "Pak Direktur." Kursi di balik meja kerja berputar, menampilkan sosok yang sedari tadi duduk di sana. Devanandra Wistara, satu tahun yang lalu ia menjadi direktur yayasan dan melanjutkan pekerjaan ibunya yang kini lebih fokus pada usaha rumah makannya. Dan Zidan, ia bekerja untuk Devan. Tapi selain bawahan Devan, Zidan juga merupakan adik ipar Devan. "Pergi... sekarang?" Zidan kembali menegur. Berbeda dengan Zidan yang sudah menunjukkan keramahan sejak awal. Wajah datar Devan terlihat sangat dingin. Ia bangkit, mengenakan jasnya dan meraih ponselnya sebelum berjalan keluar diikuti oleh Zidan. "Bos," Zidan menegur seraya berjalan di samping Devan. "Inget Gissel nggak?" Devan hanya sekilas memandang dengan mulut yang terkunci. "Inget pasti." Zidan tersenyum simpul. "Lo beneran nggak tertarik, Bos? Coba-coba aja dulu kenapa sih? Siapa tahu cocok." "Kalau lo ada waktu luang, lo bisa co

  • Malam Terlarang Dengan Calon Kakak Ipar   Bab 47 : Bujukan Untuk Kembali

    Suara ponsel berdering di pagi yang sunyi membangunkan Athena dari tidur singkatnya. Tepat setelah mata itu terbuka, hal pertama yang dilakukan oleh Athena adalah menggapai ponselnya dan bangkit. Di layar ponsel tertulis nama sang suami. Namun, ketika Athena hendak menerima panggilan itu, ekor matanya tak sengaja menangkap siluet seseorang berada di dalam kamar. Pandangan Athena teramgkat, tertegun dan hampir berteriak ketika ia melihat pria asing berada di dalam kamarnya ketika ia bangun. Reflek Athena menarik selimut dan memeluknya bersama dua lututnya yang terangkat. "Siapa kamu?" hardik Athena. Pria dengan kemeja putih yang tampak rapi itu memandang dengan ekspresi datar. Devanandra Wistara, laki-laki dengan tatapan bengis itu menciptakan kepanikan untuk Athena pagi itu. "Saya tanya, siapa kamu?!" Suara Athena sedikit meninggi. Ponsel kembali berdering, Athena tak berniat untuk menerima panggilan itu. Devan datang mendekat dan Athena pun langsung turun dari ranjang, cepat-c

  • Malam Terlarang Dengan Calon Kakak Ipar   Bab 46 : Mulai Berkuasa

    Julian duduk termenung di dekat kolam sembari menikmati sebatang rokok. Sebenarnya ia bukan perokok, tapi situasi ini membuatnya frustasi sehingga membutuhkan pelampiasan. Julian tiba-tiba tersenyum tak percaya ketika memikirkan situasi yang terjadi saat ini. "Bajingan itu," gumam Julian. Julian mengedarkan pandangannya dan tak sengaja menemukan Nayra yang berjalan seorang diri. Dari balik kaca transparan, Julian memperhatikan Nayra dengan intens. Tentu saja masih ada sedikit penyesalan di hatinya untuk wanita itu. Bertahun-tahun ia menjaga Nayra, tapi wanitanya justru dirusak oleh orang lain. "Sial, dia masih terlihat cantik," gumam Julian. Nayra berjalan menjauh. Seolah masih belum cukup untuk memandangi Nayra, Julian justru melangkahkan kakinya mengikuti arah yang dituju oleh Nayra. Julian tiba di ambang pintu dapur. Satu langkah ia ambil dan ia bisa melihat Nayra berdiri di balik meja. Tak begitu lama memandangi mantan istrinya yang kini sudah berstatus sebagai kakak iparnya,

  • Malam Terlarang Dengan Calon Kakak Ipar   Bab 45 : Aturan Tetap, Tuan Rumah Berkuasa

    "Mama! Mama!!!" Julian berteriak saat memasuki rumah, membuat Veronica datang dengan langkah terburu-buru. "Julian, ada apa?" "Papa benar-benar keterlaluan, Ma! Keterlaluan!" Julian kembali berteriak melampiaskan amarahnya. "Ceritakan ke mama, ada apa sebenarnya?" "Di kantor, Ma. Papa tadi mengumumkan kalau Damian naik jabatan menjadi Wakil Presdir!" Veronica terperangah. "Gila, kan, Ma! Setelah rumah, sekarang perusahaan. Sekalian aja kasih semuanya ke orang cacat itu. Aku jadi kayak nggak guna. Padahal aku yang udah bantuin papa selama ini. Tapi aku nggak dianggap sama sekali." "Itu hanya pemikiran kamu," Suganda menyahut dari belakang. Ia menghampiri anak serta istrinya. "Mas, kamu jangan keterlaluan. Dulu kamu menelantarkan Damian, tapi kenapa sekarang justru kamu sanjung-sanjung seolah-olah kamu hanya punya satu anak." "Itu tidak benar. Papa punya alasan atas tindakan papa." "Alasan apa, Pa? Alasan karena Papa kasihan dengan anak Papa itu?" sarkas Julian. "Jika papa t

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status