Home / Rumah Tangga / MENCURI BENIH SUAMI MANDUL / Bab87# Menggali Informasi

Share

Bab87# Menggali Informasi

last update Last Updated: 2024-12-03 14:23:46

Di Negara Italia, Perusahaan Phoenix Enterprises. Hari menjelang siang, kebetulan Steve dan Agatha datang bersamaan secara tidak sengaja ke perusahaan itu.

Keduanya tampak terkejut saat berpapasan satu sama lain, dan bertemu dengan cara tidak terduga.

"Hai, Agatha!" sapa Steve terlihat turun dari mobil. Ia melihat Agatha yang juga baru saja menutup pintu mobilnya.

Wanita itu terperanjat, sekilas ia mengingat-ingat. "Wah, Steve!" Senyum senang tersungging seketika di wajah cantik sahabat Grace saat ia sudah mengingatnya. "Tidak menyangka akan bertemu denganmu di tempat ini! Apa kamu mau bertemu Grace?" tanyanya.

"Hm, ya, aku mencarinya," pria itu tersenyum tipis, "dan Kamu? Apa kamu akan pergi dengannya? Kenapa kamu terlihat cantik sekali."

Pujian Steve membuat Agatha tersipu malu. Wanita itu seketika berusaha menyembunyikan pipinya yang menjadi merah merona.

*Ah tidak, kamu bisa saja," balas Agatha merendah. "Ayo, kita naik!"

Keduanya lantas langsung menaiki lift dari basement parkir
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (73)
goodnovel comment avatar
Al-rayan Sandi Sya
eh si vio ko bilang sih ke Jerman padahal kan si max taunya ke Rusia
goodnovel comment avatar
Mutia Abisha
Steve tertarik sama Agata tapi kenapa dia seakan ingin mengorek tentang kehidupan Grace?
goodnovel comment avatar
Wulandari
steve serius deketin agatha karna suka apa hanya karena cari info soal grace aja ya
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab88# Pengakuan Steve

    Sesaat Steve tampak serius dengan ponselnya. Ia baru saja mengirim pesan pada anak buahnya agar membawa mobil Agatha ke tempat makan itu. Setelah mengirim pesan, Steve kemudian mendongak, fokus kembali pada sang wanita.Di dalam gedung resto tempat acara makan siang Steve dan Agatha, keduanya juga bertemu sosok pria yang berjalan dengan Christ. Pria itu adalah Max.Ya, Steve dan Agatha bertemu Max. Max pun demikian, pria itu menggeleng lirih. Seharusnya ia tidak perlu bertemu dengan pria yang menyukai istrinya. "Huh, malas sekali bertemu dengannya! Membuat moodku buruk saja," gerutunya lirih." Kenapa harus bertemu di sini?" Agatha pun juga membatin.Keduanya lantas berdiri menyapa pria tampan tersebut. "Hai, Max!" sapa Steve menyodorkan tangan saat di depan pria itu.Tetapi ... Max enggan membalasnya. Wajahnya terlihat datar dengan kedua tangan ia masukkan ke dalam saku. Christ yang berada di belakang Max, tertunduk sekilas seolah menyapa."Tuan Steve, Nona Agatha," ucap Christ mewak

    Last Updated : 2024-12-03
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab89# Sosok Asli

    Memanglah Max melarang Chelsea pergi bila wanita itu ingin menceraikan Darren, namun hal itu sepertinya tidak akan mudah bagi sang adik.Seperti siang ini, Darren menahan Chelsea pergi karena pria itu tidak ingin menandatangani gugatan yang dilayangkan padanya. Darren meremas dan merobek-robek kertas di tangan. Sorot matanya tajam, rahangnya mengeras, dengan kepalan kertas di genggamannya."Sudah aku katakan berapa kali, Chelsea, aku tidak akan menceraikanmu!"Pria itu langsung menarik tangan Chelsea, dan suara nyaring tangan yang mengenai kulit membuat semua penghuni rumah itu tersentak, termasuk sang ART dan supir yang mendengarnya.PLAK!Tamparan keras mendarat pada pipi Chelsea saat keduanya bertikai di dalam kamar dengan pintu terbuka. Pintu yang tidak tertutup, karena Chelsea yang hendak pergi ke kantor Max setelah menyerahkan kertas gugatan itu. Tapi nyatanya, belum sempat ia melangkah, Darren murka dan hal itu tidak terhindarkan.Denyutan di kepala sontak datang tiba-tiba. Ras

    Last Updated : 2024-12-04
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab90# Grace Bertemu Dengan ...

    Setelah pulang dari kantor milik Max, Chelsea langsung masuk ke dalam mobil dan memberi perintah agar sang supir membawanya ke kantornya.Sepanjang perjalanan terasa sangat sepi hingga satu nada panggilan dari sang papi, setelah ia mengubah mode hening, melenyapkan lamunan wanita itu."Papi ...?" Chelsea menghela napas, ingin rasanya ia mengabaikan panggilan itu. Akan tetapi, mana mungkin?Jemarinya mulai menggeser ikon hijau hingga terdengar suara pria paruh baya. "Hallo, Chelsea, ada apa dengan ponselmu. Mengapa kamu baru menerima telepon papi?"Chelsea menepuk dahinya. Baru saja ia melupakan ponselnya dalam mode senyap. "Ah ya, Pi. Maaf, Chelsea lupa mengubahnya ..." kekehnya terbahak.Ken bisa mendengar tawa bahagia itu. Baru ini selama ia menjadi supir Chelsea, melihat wanita itu tertawa lepas."Ada di mana kamu?" tanya Alexander."Chelsea mau ke kantor, Pi, barusan dari kantor Max. Ada apa?""Ah begitu, jadi Max ada di kantornya?" balas Alex. "Ya sudah mungkin Grace juga ada di

    Last Updated : 2024-12-04
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab91# Bertemu Leon

    Kedua bola mata Grace terbelalak saat melihat putra kesayangannya terduduk di kursi roda. Wanita itu menatap haru dengan mata berkaca-kaca. Pandangan Leon yang semula menerawang jauh lorong rumah sakit, beralih riang ketika melihat sosok wanita yang ditunggunya selama ini. Hatinya seketika berbunga-bunga. "Mommmyyy ...!" seru Leon menyibakkan selimut kemudian berlari merentangkan dua tangan menghampiri sang ibu. "No, Leon tidak boleh lari!" Grace langsung menangkap bocah 7 tahun itu dalam pelukannya. Ia bahkan berjongkok untuk mengimbangi tinggi badan anak itu. Memeluk sangat erat, bahkan ia menghiraukan tatapan penghuni atau pengunjung lainnya. Suasana haru seketika menyelimuti rombongan itu. Arthur, Stella, dan Edward bisa merasakan kebahagian yang tercipta antara pertemuan ibu dan anak. "Kenapa Mommy lama sekali ..." Isak tangis bocah dalam pelukan wanita itu terdengar lirih, meski hatinya sangat bahagia. "Iya, maaf ya, Sayang." Grace mencium kepala sang anak, menghi

    Last Updated : 2024-12-05
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab92# Resmi

    Setelah mendapat jawaban setuju dari Agatha, Steve tampak sangat bahagia. Agatha menerima pernyataan cinta dari pria tersebut.Steve juga demikian. Pria itu nampak berseri-seri dan berikrar akan selalu setia pada sang wanita. "Kapan kamu mengenalkanku pada orang tuamu, Tha?"Agatha yang mendengarnya semakin tercengang. "Haa, secepat itu, Steve?"Pria itu mengangguk, "Tentu saja, aku sudah lama menantikan ini."Senyumnya tampak tulus dengan mata berbinar senang. Hatinya benar-benar dipenuhi seolah taman bunga dengan pemandangan pelangi, sangat indah.Permintaan ini tentu saja sangat buru-buru untuk Agatha, karena keluarganya yang berada di luar negeri. "Aku tidak bisa menjawab sekarang Steve, karena orang tuaku terlalu sibuk mengurus bisnis mereka," jawab Agatha."Baiklah, kalau begitu kita menikah saja dulu. Kita catatkan pernikahan di kantor catatan sipil, gimana?Agatha tampaknya tidak bisa menolak permintaan Steve. Di luar negeri tentu saja hal seperti ini sudah menjadi hal biasa.

    Last Updated : 2024-12-06
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab93# Supir Belagu

    Pertengkaran kembali terjadi di rumah Chelsea. Wanita itu sungguh tidak tahan dengan perilaku Darren yang semakin menjadi. Setelah Darren melayangkan tamparan tempo lalu, kini pria itu kembali mengulangi dan lebih parah lagi.Wajah serta mata Chelsea tak terhindarkan dari pukulan tangan sang suami. Darren seperti kesetanan saat melakukan hal tersebut."Sudah aku katakan padamu, Chelsea! Berapa kali aku harus mengulangnya? Aku tidak sadar melakukan itu!" bentak Darren dengan suara tinggi. Ia bahkan tidak mau mengakui bila melakukannya dalam keadaan sadar.Chelsea yang sudah tidak tahan pun pilih bungkam dan berurai air mata. Ia bahkan tidak mampu lagi berteriak untuk menyatakan kekesalannya."Cukup, Darren! Kita akhiri saja semuanya ..." pintanya dengan suara hampir tak terdengar.Pria itu masih saja menolak dengan perceraian yang diajukan sang istri. Darren tidak mau menceraikan Chelsea. "Selamanya aku tidak akan mengabulkan itu! Meski kamu atau siapapun memohon, aku tidak akan melepa

    Last Updated : 2024-12-06
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab94# Rumah Sakit

    Kennan bergegas jongkok, meraih Chelsea agar dengan mudah ia gendong. "Bertahanlah, Nyonya!" ujarnya panik sambil berusaha bangkit berdiri. Namun, kakinya tiba-tiba dipegang oleh Darren yang entah sejak kapan memutar tubuh, meskipun masih dalam keadaan berbaring tengkurap.Kennan terkejut, ia menoleh cepat ke arah tangan Darren yang melingkar di kakinya. "Lepas!" Pegangan tangannya pada tubuh Chelsea menguat. "Tidak! Kamu tidak berhak membawa istriku pergi, mengerti?!" tolak Darren sambil memperkuat pegangannya, juga mendongak ke atas, sehingga bisa melihat tubuh lemas Chelsea yang terkulai lemah. Rasa cemburu seketika berkobar, kala melihat istrinya menyenderkan kepala pada dada bidang Kennan. Napasnya terdengar berburu dengan raut merah padam, tangan kirinya ikut memperkuat genggaman. "Kamu tidak aku ijinkan membawa pergi istriku!" tegurnya menghardik, "Dia milikku! Hidup dan matinya adalah bersamaku!" Kennan mendengkus, kesal melihat tingkah Darren. "Dasar lelaki tidak berkeprim

    Last Updated : 2024-12-07
  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab95# Tak Ada Kata Maaf

    Mobil yang membawa Max dan Christ akhirnya tiba di parkiran rumah sakit. Bergegas Max turun, tepat ketika Christ membukakan pintu penumpang. Lalu, berlari kencang ke arah ruang unit gawat darurat. Tiba-tiba seorang petugas keamanan menghentikan langkahnya. "Maaf, ada yang bisa Saya bantu, Tuan?""Adik Saya—" Suara Max terdengar terengah bersama raut panik yang terlihat jelas. Ia lantas meneguk ludah sebelum meneruskan ucapannya, "Chelsea atau wanita yang dibawa ke rumah sakit ini dalam keadaan tidak sadarkan diri, setelah mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga oleh suaminya."Petugas itu pun terkejut. Lalu, segera mengangguk kecil. "Ikuti Saya, Tuan! Nyonya Chelsea saat ini berada di ruang operasi." Ia berjalan mendahului Max yang sempat tercengang. Namun, segera mengikuti, saat mendengar deheman singkat dari Christ. Ketiganya pun tidak terlibat pembicaraan sedikit pun. Hanya suara derap langkah kaki menyusuri lorong yang terdengar seirama. Hingga mereka tiba di depan seorang pri

    Last Updated : 2024-12-08

Latest chapter

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab255# Happy Ending

    Sudah hampir satu bulan sejak Chelsea mulai melakukan pencarian terhadap suaminya secara mandiri. Meskipun pihak kepolisian Jerman sudah menutup kasus kecelakaan ini. Pencarian polisi berakhir, bersamaan dengan ditutupnya kasus itu dan menyatakan dua orang sebagai korban. "Kenapa harus berakhir dengan begini, Ken ..." Chelsea meratapi di tempat kejadian sebelum mobil Kenan masuk ke jurang. "Kembalikan suamiku wahai alam. Kembalikan dia meskipun itu hanya abu atau tulang belulangnya ... Ijinkan aku memeluknya sekali lagi. Aku tidak akan marah padamu. Bagaimana aku bisa marah, kalau kau adalah rumah suamiku sekarang, selamanya ...." Wanita itu bahkan tidak kuasa menahan isak tangis. Setiap hari, ia tak kenal lelah, menyerahkan segalanya untuk mencari keberadaan Kenan. "Maaf, Nyonya." Suara Christ yang tiba-tiba pun tidak menghentikan isakan Chelsea. Sang asisten yang telah setia membantu, bersama dengan beberapa orang yang dikerahkan untuk mencari, sudah melakukan segala cara

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab254# Aku Punya Mommy & Daddy

    Kelopak bulu mata lentik membuka matanya perlahan, samar-samar cahaya matahari menembus tirai jendela.Pusingnya pun masih terasa, dan tubuhnya juga masih lemah, namun Grace mencoba mengingat apa yang terjadi. Semua kenangan tentang operasi dan masa koma itu kabur, tapi ada satu hal yang sangat jelas di pikirannya. Anak laki-lakinya, Leon."Ergghhh ..." Grace memegangi kepalanya yang masih berdenyut.Dengan susah payah, ia mengangkat tubuhnya dan menoleh ke sekeliling ruangan. Namun, tak ada siapapun di sana. Kosong!"Apa aku masih hidup?" Grace sendiri hampir tidak percaya dirinya masih bernyawa. Kemudian mengusap perutnya yang seakan tidak ada apa-apa. "Ke mana bayiku?" tanyanya kebingungan, entah pada siapa.Wanita itu lantas menoleh. Di sana, di ranjang yang terpisah, Leon sedang tertidur pulas. Wajah kecilnya tampak damai, meskipun di hati Grace, ada kekhawatiran yang menggantung."Leon, Mommy b

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab253# Harapan Terakhir

    Reaksi Brian membuat Max menarik paksa hasil tes kesehatannya. Pria itu dinyatakan cocok menjadi pendonor tulang sumsum untuk Leon.Dengan wajah binar, Max langsung bangkit dari duduknya. "Ayo cepat, ke mana aku harus pergi, Brian!" "Ayo! Aku juga sudah tidak sabar menunggu waktu ini!" Brian langsung bangkit dari duduknya, kemudian melangkah keluar yang diikuti Max.Setelah kurang lebih satu jam proses pengambilan sel tulang sumsum Max, petugas Laboratorium mulai memprosesnya.Max keluar dari ruang periksa dengan langkah yang sedikit terhuyung. Udara dingin di ruang rumah sakit tak bisa mengurangi rasa lega yang perlahan merayap dalam dirinya. "Apapun yang terjadi, Daddy akan berusaha segala cara Leon," tekad Max lirih.Meski perasaan berat masih menggantung, setidaknya ia tahu bahwa tulang sumsum yang baru saja didonorkan untuk Leon, memiliki peluang besar untuk menyelamatkan hidupnya. Hasil tes genetik men

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab252# Kamu Yang Bisa Menolongnya

    Kelopak mata dengan bulu mata lentik itu bergerak pelan. Aroma desinfektan membuat Chelsea sadar seketika. Kepala terasa berat, tubuhnya lelah, dan rasa sakit mulai merayapi seluruh tubuhnya. Ia mengerjapkan mata beberapa kali, mencoba mengingat apa yang terjadi. "Kenaann ..." Ia berharap semua yang baru saja ia lihat adalah sebuah mimpi. Namun, sayangnya itu adalah hal nyata yang baru saja dialaminya. Chelsea melihat bekas tanah yang terdapat di sela-sela pada kuku-kuku. "Ini bukan mimpi ..." ratapnya menahan isak. Melihat sang Nyonya sudah sadar, Christ mendekati Chelsea yang terbaring di atas brankar rumah sakit. "Apa yang Anda rasakan, Nyonya?" tanyanya. Chelsea menatap asisten sang kakak, "Katakan kalau semua ini hanya mimpi kan, Christ?" Chelsea berharap asisten itu menggeleng, namun nyatanya Christ menggangguk, hatinya tahu bahwa ini semua kenyataan.

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab251# Selamatkan Bayiku

    Kegelapan langit malam berubah merah menyala karena ledakan mobil Kenan yang masuk ke jurang. Serpihan body mobil pun berterbangan hingga menjadi bagian terkecil. Semua orang mengalihkan wajah, menutup mata dengan lengan masing-masing. "Tidak Keennn ..." Chelsea meratapi terduduk di atas tanah. Tatapannya kosong pada nyala api di angkasa. Arthur memegang pundak Chelsea, menguatkan wanita itu, "Semua akan baik-baik saja, Chel. Kenan pasti selamat ..." Meski sejujurnya Arthur juga ragu akan ucapannya. Jurang dan ledakan sebesar itu mana mungkin tidak menghancurkan tubuh seseorang. Christ berlari ke tepian jurang, lalu menatap ke bawah. Namun, tak ada siapapun di sana. Hanya ada pecahan puing yang berserakan dan masih menyisakan bara api yang berkobar. Kemudian ia berbalik badan lalu menggeleng lirih. Isyarat Christ semakin membuat Chelsea semakin histeris. "Tidak! Kembali padaku Kenaannn ...!" Tangisan Chelsea yang terdengar pilu makin tak terkendali, hingga tiba-tiba semu

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab250# Perbaiki Rumah Tangga Kita

    Setibanya di basecamp yang tersembunyi, Chelsea merasa ada sesuatu yang sangat salah. Tempat itu sangat kacau dan suasana mencekam memenuhi udara. "Apa ini tempatnya, Arthur?" tanya Chelsea penuh keraguan. "Hm, benar ini tempatnya." Belum juga kedua mata Chelsea memindai tempat itu, tiba-tiba ... Brak! Freya dan Kenan keluar dari bangunan sepi dengan pencahayaan minim. Meski demikian, sorot mata Chelsea mampu menangkap siluet bayangan sang suami. "Kenan ...?!" Chelsea hampir tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Seruan Chelsea ternyata mampu mengalihkan perhatian kedua orang itu, terutama Kenan. Ia lebih terkejut saat melihat Chelsea juga berada di sekitar tempat itu. Area yang tidak sebaiknya dituju. Namun, di balik semua rasa takut dan kecemasan Chelsea, hatinya semakin teriris saat kenyataan yang lebih pahit terbuka di hadapannya. Di sana, di tengah kekacauan, dia melihat Kenan—dengan jelas berdiri di sisi Freya. Sekarang tampak seperti musuh yang berdiri di samp

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab249# Bertahanlah

    Grace dengan suara penuh amarah, "Kenan! Kau datang kemari hanya untuk jadi pengkhianat! Tidak tahu malu!" Berdiri tegak, Kenan menatap Grace dengan dingin, "Aku memilih sisi yang benar, Grace. Ini bukan tentang kamu atau aku lagi, ini tentang apa yang seharusnya terjadi." Grace tertawa sinis, "Cih! Sisi yang benar? Kau menjual dirimu kepada Freya, itu yang kamu sebut benar? Jangan lebih rendah dari itu, Ken!" "Aku tidak membutuhkan pembenaran darimu, Grace. Semua ini sudah berjalan terlalu jauh. Tidak ada yang bisa menghentikanku sekarang." Freya, yang sejak tadi diam dan menyaksikan percakapan itu, akhirnya berbicara dengan suara penuh kebencian. Grace tertawa remeh pada Freya, seolah mengejek wanita ular itu. "Apapun yang kau lakukan, kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku. Karena kau tidak pernah dicintai sampai mati! Kau tak akan pernah tau apa itu cinta!" ucapnya penuh penekanan, "kasihan sekali!" Suasana di antara kedua wanita itu semakin mencekam. Freya ingin seka

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab248# Lokasi Ditemukan

    Max tampak berjalan mondar-mandir di ruang kantor yang gelap, ekspresinya tegang dan penuh amarah. Matanya yang tajam menatap beberapa anak buah Christ yang berdiri cemas di hadapannya."Bagaimana bisa kalian belum menemukan lokasi Freya?!" bentaknya, suaranya keras dan penuh amarah. "Kalian cuma membuang-buang waktu! Ini sudah terlalu lama, aku ingin jawaban sekarang!"Anak buah Christ, yang satu bernama Markus dan yang satunya lagi disebut Simon saling pandang, tampak bingung dan tertekan."Ma-Maaf, Tuan ... kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi kami belum menemukan petunjuk pasti," jawab Markus, suaranya terbata-bata.Max menggeram, berjalan mendekat dan berdiri tepat di depan mereka. "Berusaha? Itu bukan jawaban yang aku cari! Jika kalian tidak bisa melaksanakan perintah sederhana ini, lebih baik aku cari orang lain yang bisa!"Simon mencoba menenangkan situasi. "Kami benar-benar sudah berusaha, Tuan. Kami akan terus menca

  • MENCURI BENIH SUAMI MANDUL   Bab247# Menjadi Sekutu

    Kenan terlihat tegang, tapi mencoba menurunkan egonya. "Freya, aku tahu aku salah. Aku tidak mencari pembenaran. Aku hanya ingin tahu di mana basecamp-mu. Aku punya rencana ... rencana untuk melancarkan keinginanmu." Namun, diam-diam, tanpa melibatkan siapa pun. Kenan akan pastikan akan membebaskan Grace. Ini adalah kesempatan terakhirnya untuk menebus semua kesalahan." Mendengar ketulusan Kenan, dan betapa pria itu juga memenuhi keinginannya mendapatkan lokasi Grace, Freya terdiam sejenak, mempertimbangkan kata-katanya. "Kau tidak akan menjadi pengkhianat di dalam basecamp-ku, kan?" "Kau bisa percaya padaku, Freya. Aku akan lakukan apa saja untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Kau akan dapatkan semua yang kau inginkan." Dalam hati Freya melewati banyak perdebatan. Kemudian suara Freya berubah, sedikit lebih lembut. "Baiklah, aku beri kau satu kesempatan lagi. Basecamp-ku ada di kawasan Charlottenburg, dekat Stasiun Zoologischer Garten. Tapi ingat, Kenan. Satu langkah s

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status