Share

Bab 18

Author: Rara Qumaira
last update Last Updated: 2025-02-03 00:15:23

Bab 18

Suara brankar yang didorong terdengar berlalu lalang di dalam IGD, begitu pula Sonya yang masih mengaduh-aduh kesakitan dan terus menerus memegang tangan Farhan.

“Mas jangan kemana-mana. Mas temani aku ya, Mas?”

“Tenang, aku temani.”

“Sakit Mas, perutku AARGGHH,” gerung Sonya dengan kepala yang terus terarah ke kanan dan kiri.

Sraaak.

Suara dua buah tirai dengan berjarak lima brankar terdengar ditutup dalam waktu yang bersamaan. Salah satu brankar berisi istri yang perutnya sakit dan memerlukan kehadiran suami, sedangkan brankar yang lain berisi ibu yang rela mempertaruhkan apapun agar anaknya bisa tersadar.

Menit demi menit berlalu, Lisa lebih dahulu tiba di bagian administrasi untuk mengurus biaya pemeriksaan untuk perawatan Davin sebelum dirinya menerima beberapa lembar kertas dan membalik tubuh.

Bruk!

“Kamu!” maki Arum dengan suara kencang yang ternyata baris dibe
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 19

    Bab 19KEKHAWATIRAN LISA“Saya lancang karena Nyonya Arum yang mengajarkan saya seperti itu dulunya, bukan?”“Pantas kamu selalu rendah, selalu miskin dan nasibmu jelek karena bahkan kepada orang tua saja kamu tidak hormat.”“Untuk apa saya menghormati orang yang menginjak harga diri saya?” balas Lisa yang hatinya tersayat-sayat dan membuatnya bersedih ketika Arum terus mengatakan hal-hal buruk padanya.“Sejak kapan kamu berada di Jakarta? Bukannya setelah berpisah dengan Farhan, kamu pergi ke luar kota? Jadi, untuk apa kamu di sini? Jakarta tidak cocok untuk orang kampungan sepertimu, Lisa.”Deg!Mendengar ucapan Arum, Lisa membeku dan sikap kerasnya tadi mendadak berubah ketika Arum memutar balik keadaan.“B—bagaimana Anda bisa tahu?” selidik Lisa hingga Arum yang merasa menang dan ada di atas udara tertawa terbahak. “Kenapa? Kaget? Uang bukan masalah bagi orang seperti kami. Menyuruh orang untuk mengikuti kehidupan kamu itu

    Last Updated : 2025-02-03
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 20

    Bab 20“Bagaimana dengan keadaan menantu saya, Dok?” tanya Arum yang didampingi Farhan dengan tidak sabar.“Ma, sabar,” tegur Farhan.“Saya belum.bisa memastikannya, Nyonya. Kami harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” sahut sang dokter.“Apa kondisinya parah?” tanya Farhan gugup.“Ada beberapa hal yang saya curigai.”“Maksudnya bagaimana, Dok? Tolong jangan berbelit-belit,” sahut Arum tidak sabar.“Kita akan mengetahui hasilnya besok setelah hasil CT-scan jadi. Jadi, untuk sementara, Nyonya Sonya harus dirawat disini,” sahut sang dokter.****“Dis, seumur-umur aku enggak pernah nyangka Davin bisa dirawat di ruang VVIP,” bisik Lisa dengan memandang Dista yang sedang duduk sambil mengunyah cemilan untuk ibu hamil yang dibelikan oleh Raka.“Aku dan Mas Raka akan berusaha yang terbaik untuk kamu, Lis,” sahut Dista.“Aku tidak tahu harus membalas dengan apa kebaikan kalian,” ujar Lisa penuh haru. Memiliki sahabat sebaik

    Last Updated : 2025-02-03
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 21

    Bab 21VONIS DOKTERSepanjang perjalanan, pria tersebut tampak sedang memikirkan sesuatu. Semakin dia pikirkan, hatinya terasa semakin gelisah.“Ken!” ujar kakek tua tersebut pada Kenzi, asisten pribadinya, pria muda yang mendampinginya kemana pun beliu pergi.“Selidiki latar belakang wanita tadi!” ujar kakek tua tersebut.“Baik, Tuan!” sahut Kenzi mantap.*****Tiga hari sudah, Davin dirawat di rumah sakit. Berarti sudah tiga hari juga, Sonya mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut.“Mas, kapan aku bisa pulang? Aku bosan disini!” rengek wanita tersebut.“Sabar dulu. Kita harus menunggu hasil pemeriksaan,” ujar Farhan.“Hasil pemeriksaan apaan sih, Mas? Aku gak papa. Bilang sama dokternya, pokoknya aku mau pulang sekarang,” seru Sonya lagi.“Gak bisa, dokter belum memberikan izin.”“Mas!”“Sudahlah, jangan seperti anak kecil,” sahut Farhan dengan tegas. Lama-lama, dia merasa jengah juga dengan sikap manja sang istr

    Last Updated : 2025-02-04
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 22

    Bab 22“Apa tidak ada cara lain, Dok?” tanya Farhan.“Kita tidak tahu seberapa ganas sel kankernya. Bisa saja kita melakukan terapi, hanya saja, semakin kita tunda, khawatirnya sel kanker tersebut akan menyebar dengan cepat dan itu bisa berakibat fatal,” ujar sang dokter memberikan penjelasan.Untuk beberapa lama, Farhan terdiam. Dia tampak menimbang-nimbang keputusan apa yang harus dia ambil. “Baik, Dok, jika memang itu jalan terbaik, saya sebagai suami menyetujui. Tolong lakukan yang terbaik untuk istri saya,” kata Farhan hingga Arum yang masih syok menatap putranya tersebut dengan tatapan tak percaya.Arum memukul Farhan dan menggeleng sebelum histeris. “Tidak! Kamu tidak bisa membiarkan rahim Sonya diangkat! Kamu harus memiliki anak, aku harus memiliki cucu,” ucap Arum dengan kesal sebelum menatap dokter.“Ma—”“Farhan, jangan bodoh kamu! Bilang sama dokter kalau kamu tidak setuju! Bilang kalau … kalau Sonya pasti masih bisa memil

    Last Updated : 2025-02-04
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 23

    Bab 23PERMOHONAN SONYA“Farhan, jangan diam saja. Cepat katakan, apa kata dokter? Sonya baik-baik saja kan?” desak pria paruh baya tersebut.Farhan menghembuskan nafas panjang sejenak sebelum akhirnya dia menceritakan pembicaraannya dengan sang dokter. Papa Sonya terhenyak seketika. Dia tidak menyangka jika putrinya akan mengidap penyakit seserius ini. Tanpa mereka sadari, ada sepasang telinga yang mencuri dengar pembicaraan mereka.“Apa rencanamu sekarang?” tanya pria paruh baya tersebut. Di satu sisi, dia tahu betul bagaimana perjuangan putrinya agar segera diberi keturunan, namun disisi lain, dia tidak rela jika sampai terjadi sesuatu pada putri semata wayangnya tersebut“Tidak ada pilihan lain, Pa. Rahim Sonya harus diangkat demi keselamatannya,” ujar Farhan lirih.“Tidak.” Sebuah seruan dari atas brankar, mengagetkan mereka seketika. “Sonya,” ujar Farhan dan Papa Sonya lirih seraya menatap wanita tersebut.Mereka t

    Last Updated : 2025-02-04
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 24

    Bab 24FARHAN KEMBALI BERULAH“Maaf,” ujar Lisa dengan gugup. Dia berusaha melepaskan pelukan pria tersebut, lalu berdiri dengan tegak seraya merapikan penampilan untuk menguraikan kegugupannya.“Maaf, saya tidak bermaksud ….” Ucapan pria tersebut menggantung kala menyadari wanita yang berdiri di hadapannya.“Lisa? Kamu Lisa kan?” tanya pria tersebut memastikan. Spontan, Lisa mendongakkan kepalanya menatap pria tersebut dengan intens.Untuk beberapa lama, dia menatap pria tersebut seraya berusaha menggali memorinya.“Satria?” ujar Lisa kala berhasil mengenali pria tersebut. Pria di hadapan Lisa tersebut terkekeh sejenak memamerkan senyumannya.“Ini beneran kamu, Sat?” tanya Lisa. Dia masih belum bisa percaya akan kembali dipertemukan dengan pria dari masa lalunya tersebut. “Ya Tuhan … sudah berapa lama ya, kita ga ketemu?” ujar pria tersebut seraya terkekeh. “Entahlah, rasanya aku hampir tidak ingat punya temen

    Last Updated : 2025-02-05
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 25

    Bab 25“Apa yang kalian lakukan?” sentak seorang pria paruh baya yang tiba-tiba memasuki ruangan."Pa—papa!" ujar Farhan tergeragap. Spontan, dia melepaskan cengkeramannya pada Lisa dan menjauh. Papa Sonya mengayunkan langkah lebar dan menghampiri Farhan. Tanpa ba-bi-bu, dia meraih kerah kemejanya, lalu melayangkan bogem mentah."D@sar b@jing@n!" ujarnya penuh amarah. Farhan yang tidak siap dengan serangan tiba-tiba, tubuhnya terhuyung hingga akhirnya terjatuh.Tanpa ampun, pria paruh baya tersebut menghampiri Farhan, lalu kembali melancarkan bogemnya.Sementara itu, Lisa yang masih berada di posisinya, menatapnya dengan ngeri."Putriku sudah memberikan apapun yang keluargamu inginkan, begini balasanmu?" ujar Papa Sonya tanpa menghentikan aksinya."Ampun, Pa. Ampun!" ujar Farhan lirih."Dia sudah berjuang melakukan berbagai pengobatan agar bisa punya anak dari kamu, begini balasanmu?""Dia kini sedang berjua

    Last Updated : 2025-02-05
  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 26

    Bab 26 "Mama kok sudah pulang?" tanya Davin dengan suara khasnya. "Iya, Sayang. Seneng gak Mama pulang cepat?" "Tentu saja. Aku jadi banyaaak waktu mainan sama Mama," sahut Davin dengan suara cerianya. Spontan, Lisa membentangkan kedua lengannya dan membawa putra kesayangannya itu ke dalam pelukannya. "Bagaimana kalau hari ini kita jalan-jalan?" usul Lisa. "Mau mau mau," sahut Davin antusias. Melihat wajah gembira putranya, senyum Lisa mengembang seketika. Rasanya beban di hatinya melayang seketika melihat senyum penuh kebahagiaan itu. "Oke, jagoan Mama sekarang siap-siap sama Mbak ya. Mama juga mau mandi dulu!" "Siap." Usai mengatakan hal itu, Davin segera berlari menyusul pengasuhnya yang tengah membuatkannya susu di belakang. Sementara itu, Lisa memilih melangkahkan kakinya menuju kamar. Tak ingin putranya menunggu lama, dia segera masuk ke kamar mandi. Lisa memejamkan matanya saat tetesan air shower mengguyur tubuhnya Tiba-tiba, kilasan kejadian di ruangan mantan suami

    Last Updated : 2025-02-05

Latest chapter

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 128

    Bab 128Tubuh Najwa menegang, tetapi bukan karena ketakutan. Ada sesuatu yang asing menjalar di dalam dirinya. Sensasi yang membuatnya bingung.Tangan Farhan yang semula hanya mengusap pipinya, kini bergerak turun, meremas gundukan kenyal dengan lembut. Tanpa sadar, Najwa mendesis lirih.Merasa mendapat respon, Farhan semakin intens melancarkan serangannya. Sementara itu, Najwa semakin tak dapat mengendalikan diri merasakan sensasi baru yang terasa candu.Tiba-tiba, Farhan mengehentikan aksinya. Ditatapnya gadis di bawahnya dengan intens. Sementara itu, Najwa balik menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya."Wa, bolehkah?" tanya Farhan dengan suara berat. Untuk sesaat, Najwa meragu. Meskipun belum berpengalaman, namun dia paham arah pembicaraan pria di hadapannya tersebut.Beberapa saat kemudian, Najwa menganggukkan kepalanya. Akhirnya, Farhan kembali melancarkan aksinya dengan lembut dan hati-hati. Dia paham betul jika ini pengalaman pertama bagi wanita di hadapannya tersebut.Aksi

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 127

    BAB 127PERASAAN YANG TAK TERDUGASesampainya di apartemen, Najwa segera masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu dengan sedikit lebih keras dari biasanya. Ia berjalan menuju ranjangnya, lalu duduk di tepinya dengan wajah kesal. Pikirannya masih dipenuhi dengan kejadian di kafe tadi.Bayangan Farhan bersama wanita lain terus mengusik benaknya. Tatapan mata wanita itu, senyum genitnya, cara dia menyentuh lengan Farhan, semua itu membuat dadanya terasa sesak.Najwa menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri. Namun, perasaan aneh yang menggelayuti hatinya tak kunjung pergi.Tak lama kemudian, suara ketukan pelan terdengar dari balik pintu.Tok tok tok...."Najwa?"Najwa mendongak sejenak, mengenali suara itu. Namun, alih-alih menjawab, ia malah memalingkan wajahnya.Farhan, yang tak mendapat respons, akhirnya memutuskan untuk masuk. Dengan langkah perlahan, ia menghampiri gadis itu hingga hanya berjarak dua jengkal."Kamu kenapa?" tanyanya tenang.Najwa tetap tak melihat ke arahny

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 126

    Bab 126Rahasia yang TerpendamFarhan menyesap kopinya perlahan, mencoba menyembunyikan kegelisahan yang tiba-tiba merayapi benaknya. Ia menatap David yang duduk di hadapannya, pria itu terlihat tenang, tetapi jelas sedang mengamati setiap gerak-geriknya."Jadi?" David mengangkat alisnya. "Aku hanya ingin memastikan sesuatu, Farhan. Apa hubunganmu dengan Najwa?"Farhan menaruh cangkir kopinya dengan gerakan yang terkendali. "Maaf, tapi itu bukan urusan Anda."David tersenyum tipis. "Sebenarnya, itu urusanku. Najwa adalah anak tiriku sekarang dan aku ingin memastikan dia berada di tangan yang tepat."Farhan tertawa kecil, tetapi tidak ada humor di sana. "Anda tidak perlu khawatir soal itu. Najwa baik-baik saja."David mencondongkan tubuhnya, tatapannya semakin tajam. "Dengar, aku tidak bodoh, Farhan. Fara sudah memberitahuku bahwa mantan suaminya tidak memiliki kerabat. Jadi bagaimana mungkin kau bisa menjadi 'om' bagi Najwa?"Farhan tetap tenang, tetapi jari-jarinya mengepal di bawa

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 125

    Bab 125Kini, setelah bertahun-tahun berlalu, Fara masih dihantui rasa bersalah.Ia bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju lemari. Dari dalam laci, ia mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil yang sudah lama ia simpan. Perlahan, ia membuka tutupnya, memperlihatkan sebuah foto usang, foto dirinya bersama Najwa dan Suratman.Air matanya langsung mengalir. Ia menyusuri wajah kecil Najwa dalam foto itu dengan jemarinya yang bergetar."Najwa, sedikit saja, apakah tidak ada perasaan rindu untuk ibu?"Pertanyaan itu terus mengganggunya sejak pertama kali dia bertemu kembali dengan putrinya. Putri kecilnya yang kini telah beranjak dewasa.***Farhan masih sibuk memeriksa laporan keuangan ketika suara pintu ruang kerjanya terbuka tanpa izin."Farhan!" suara Arum terdengar tajam. Wanita paruh baya itu berjalan masuk dengan wajah kesal.Farhan menutup map di hadapannya dan mengusap wajah dengan lelah. "Ada apa, Ma?""Apa maksudmu bertanya ada apa?" Arum melipat tangan di depan dada. "Uang yan

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 124

    Bab 124SURAT CERAITangannya bergetar saat menatap lembaran itu. Nama Fara tertera jelas di sana. Ia nyaris tidak bisa percaya dengan apa yang ia baca."Ini tidak mungkin. Fara tidak mungkin melakukan ini," gumam Suratman dengan suara bergetar."Sudah cukup. Jangan cari dia lagi. Kalian sudah bukan siapa-siapa."Suratman menatap pria tua itu dengan mata membelalak. "Kenapa? Apa yang terjadi? Apa yang kalian lakukan pada Fara?"Pak Karim tidak menjawab. Ia hanya menatapnya dengan ekspresi yang sulit diartikan sebelum akhirnya menutup pintu tanpa sepatah kata lagi.Suratman berdiri di sana, masih memegang surat cerai itu dengan tangan gemetar.Dengan langkah gontai, ia kembali ke rumahnya. Sepanjang jalan, pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan yang tak terjawab. Bagaimana mungkin Fara meninggalkannya begitu saja? Kenapa tanpa penjelasan?Ketika ia tiba di rumah, Najwa berlari menghampirinya. "Ayah! Ibu sudah pulang?"Suratman menatap wajah polos putrinya dan seketika dadanya sesak. I

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 123

    Bab 123SAAT-SAAT TERAKHIRHari demi hari berlalu, dan kondisi Najwa semakin membaik. Warna di wajahnya mulai kembali, senyum kecilnya sudah lebih sering muncul, dan suaranya tak lagi selemah dulu. Fara selalu berada di sampingnya, membacakan cerita sebelum tidur, menyuapinya makan, dan menggenggam tangannya setiap kali Najwa merasa kesakitan.Namun, di balik senyum yang ia tampilkan, ada kesedihan yang semakin dalam. Setiap kali melihat Suratman tertidur di kursi samping ranjang Najwa, Fara ingin menangis. Setiap kali pria itu bangun dan tersenyum padanya, seolah mereka adalah keluarga yang utuh, hatinya semakin hancur.Di saku tasnya, surat panggilan dari pengadilan agama telah berulang kali ia lipat dan sembunyikan. Ia tahu waktunya semakin sedikit. Proses perceraiannya dengan Suratman hampir selesai, dan saat Najwa benar-benar pulih, ia harus pergi.***Suatu sore, ketika Suratman pulang sebentar untuk mengambil beberapa barang di rumah, Fara duduk di samping Najwa yang tengah ter

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 122

    Bab 122TAWARANFara berdiri di depan rumah orang tuanya dengan dada sesak. Tangannya gemetar saat hendak mengetuk pintu. Selama ini, ia sudah dianggap tidak ada oleh keluarganya setelah memutuskan menikah dengan Suratman, seorang pedagang keliling yang menurut mereka tidak pantas untuknya.Namun, sekarang ia tidak punya pilihan lain.Ia mengetuk pintu dengan ragu. Tak lama, suara langkah kaki terdengar dari dalam, lalu pintu terbuka, memperlihatkan wajah sang ibu, Bu Halimah, yang langsung berubah dingin begitu melihatnya."Untuk apa kamu kemari?" suara wanita paruh baya itu terdengar tajam.Fara menggigit bibirnya, menahan air mata yang hampir jatuh."Ma, aku butuh bantuan," suaranya bergetar.Bu Halimah melirik anaknya dari ujung kepala hingga kaki, lalu mendengus. "Jadi sekarang kamu ingat keluarga setelah sekian lama menghilang?"Fara menggeleng cepat. "Aku nggak pernah melupakan papa dan mama. Aku hanya… aku hanya tidak punya keberanian untuk kembali.""Tapi sekarang kamu kembal

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 121

    BAB 121SEPULUH TAHUN YANG LALULangit sore mulai meredup ketika suara tawa anak-anak masih terdengar di gang sempit perkampungan kecil di pinggiran kota. Najwa, bocah perempuan berusia delapan tahun, berlari kecil mengejar bola plastik yang meluncur ke jalan raya. Tanpa sadar, langkah kakinya melampaui batas aman dari gang sempit itu.Tiba-tiba, suara klakson yang keras menggema di udara. Dalam sekejap, tubuh kecil Najwa terpental ke aspal, diikuti oleh jeritan histeris dari anak-anak lain yang menyaksikan kejadian itu. Mobil yang menabraknya melaju kencang tanpa sedikit pun mengurangi kecepatan, menghilang di belokan sebelum ada yang sempat mencatat nomor platnya."Najwa!"Seorang wanita berlari dari dalam rumah, wajahnya pucat pasi saat melihat tubuh kecil putrinya tergeletak tak bergerak di jalan. Darah mengalir dari pelipis dan hidungnya, membentuk genangan kecil di aspal.Orang-orang mulai berdatangan. Beberapa ibu berteriak panik, sementara beberapa bapak berusaha menenangkan i

  • Lima Tahun Usai Berpisah   Bab 120

    BAB 120KERINDUAN YANG TAK TERPADAMKANFara duduk di sofa ruang keluarga dengan wajah yang dipenuhi kesedihan. Matanya yang sembab menunjukkan bahwa ia sudah menangis cukup lama. Di tangannya, ia menggenggam erat selembar foto lama, foto seorang gadis kecil dengan senyum polos yang begitu dirindukannya.David duduk di sampingnya, tangannya dengan lembut mengusap punggung istrinya, berusaha menenangkan. Namun, Fara tetap terisak, rasa sesak yang menghimpit dadanya tak kunjung mereda."Aku tidak bisa terus seperti ini, Mas. Aku ingin bertemu dengannya. Aku ingin memeluknya setidaknya sekali saja. Aku ingin menebus semua kesalahan yang telah aku buat," ujar Fara dengan suara bergetar.David menarik napas dalam. Ia paham betul bagaimana perasaan istrinya. Setiap malam, ia melihat Fara duduk termenung di depan jendela, matanya menerawang jauh, pikirannya entah ke mana."Sayang, aku mengerti perasaanmu. Tapi kita harus bersabar sedikit lagi. Jangan gegabah, kita harus menunggu waktu yang te

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status