Share

Bab 567 Pekerjaan Baru

Penulis: Dhesu Nurill
last update Terakhir Diperbarui: 2025-04-04 14:00:25

Suara ponsel Winda berdering. Dia melihat ada nomor satpam yang menjaga supermarketnya. Wanita itu langsung meminta izin kepada Raka untuk mengangkat, takut terjadi apa-apa di tempat usahanya.

"Iya, Pak. Ada apa?"

"Maaf, Bu Winda. Saya mengganggu waktunya, ini ada anak muda bersama Maura. Katanya dia mau kerja di sini itu atas rekomendasi Bu Winda. Apa benar?"

Seketika Winda langsung terdiam. Dia menoleh kepada Raka yang sedang bersantai. Seharian kemarin mereka jalan-jalan dan Winda akhirnya bisa melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri. Raka mau tidak mau harus memberikan nafkah batin kepada Winda. Dia takut kalau Winda mundur untuk mencari Alia.

Entah itu karena terpaksa atau tidak, yang penting Raka sudah berusaha untuk membahagiakan Winda. Di manapun laki-laki akan diuntungkan jika berhubungan dengan wanita yang begitu mencintai, tetapi Raka merasa tertekan kalau harus berpura-pura memberikan kasih sayangnya kepada Winda.

Untuk sekarang Raka tidak bisa melakukan lebih dari
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 1 Pengakuan

    "Lus, kenalkan. Dia calon suamiku."Alis Lusi bertaut kencang ketika mendengar Mila memperkenalkan seorang pria di hadapan sebagai calon suaminya. Daging merah di dalam dadanya berdenyut keras mendapati sosok pria yang sedang berdiri mematung di sana.Suara Lusi pun terasa tersekat di tenggorokan. Matanya berubah nanar melihat pria yang hanya diam memandangnya dengan tatapan yang tak dapat ia artikan. Sungguh, ini bagaikan mimpi buruk bagi Lusi.Pijakan Lusi di atas bumi ini seperti berputar dan suara Mila seakan makin menjauh dari pendengaran wanita itu.'Tuhan, jika ini hanya mimpi buruk, tolong biarkan aku terjaga.' Lusi membatin dengan perasaan yang penuh kegundahan."Kamu kenal dia, kan?" tanya Mila. "Dia Mas Raka, suamimu," ucapnya sembari tersenyum. Ia melontarkan kalimat itu tanpa rasa bersalah.Jelas saja Lusi kenal dengan pria itu!Dulu, Lusi akan ikut senang jika Mila tersenyum seperti itu. Karena, dia adalah sahabatnya. Ya, orang yang Lusi sayangi setelah keluarganya. Aka

    Terakhir Diperbarui : 2023-03-09
  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 2 Madu yang Pahit

    Lusi kembali menjerit di depan Raka. Akan tetapi, pria itu tetap bergeming.Tatapan Lusi teralihkan pada sahabat yang sekarang sudah menjadi musuhnya. Padahal, dia menyayangi Mila seperti saudara sendiri. Namun, malah air tuba yang Mila balas untuk susu yang telah Lusi berikan.Senyum itu, kini tampak menjijikkan di mata Lusi. Mila masih saja tersenyum walaupun sudah ia hina. Mungkin urat malunya sudah putus sampai Mila dengan bangga mengakui kehamilan hasil dari perselingkuhan. Luar biasa sekali."Untuk kamu! Aku baru tahu kalau kamu ternyata cuma seorang jalang!"Wajah Mila seketika berubah. Ada kemarahan yang mulai terlihat di rautnya. Entah kenapa, itu justru membuat rasa sakit Lusi pelan-pelan tersamarkan."Aku memberimu kepercayaaan, tapi malah disalahgunakan. Aku tidak tahu kalau selama ini kamu hanyalah barang murahan!"Kali ini ekspresi dua orang itu menegang. Mungkin tidak menyangka jika seorang Lusi bisa mengeluarkan kata-kata pedas dan menohok."Kalau memang kamu mau Mas

    Terakhir Diperbarui : 2023-03-09
  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 3 Janji Sebelum Ijab Kabul

    "Aku brengsek, katakanlah begitu. Tapi, aku terpaksa melakukan ini semua."Lusi tersenyum miring mendengar perkataan pria itu. 'Terpaksa katanya? Mana ada hubungan terpaksa yang menyebabkan wanita sundal itu hamil?' rutuk Lusi dalam hati."Terpaksa yang nikmat, ya, Mas. Kamu sampai menghamili Mila karena keterpaksaanmu."Raka mengerang keras. Dia mengguyar rambutnya dengan kasar, lalu kembali menatap Lusi dengan sendu. Wah, hebat sekali suaminya itu. Dia bisa melakukan akting dengan baik."Makanya, dengarkan aku dulu, Lus. Aku akan jelaskan kenapa sampai Mila hamil. Aku hanya ingin kamu mendengarkan penjelasanku." Suara Raka sangat lirih, sesaat Lusi tersentuh. Tetapi, bayangan Mila yang memeluk mesra lengan Raka membuat iba itu hilang begitu saja."Tidak perlu kamu jelaskan apa pun, Mas. Karena semua sudah terlambat. Tidak ada yang berubah, karena nyatanya kamu harus menikahi Mila."Raka terdiam. Dia masih menatap Lusi sendu. Kali ini sesal menyelinap antara kesedihan di mata Raka. L

    Terakhir Diperbarui : 2023-03-09
  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 4 Alasan Berkhianat

    "Mas!" Lusi menaikkan nada bicara karena kesal pada Raka. Untuk apa Raka memohon pada Lusi jika tidak mau jujur? Tadi saja memaksanya untuk mendengarkan penjelasan Raka. Tetapi, sekarang? Kenapa dia bungkam? Apakah dia sudah berubah pikiran? Semua pertanyaan itu berputar di benak Lusi. "Kalau kamu tidak jawab pertanyaanku, maka--" "Tiga bulan, Lus." Jawaban Raka seperti petir yang menggelegar di atas kepala Lusi. Menyentak jantung dan meluluh lantak1an persendiannya. Apa katanya? Tiga bulan? Itu artinya saat Lusi mencarikan kontrakan baru untuk Mila dan itu kontrakan milik Lusi. Gila! Bagaimana bisa mereka melakukan pengkhianatan di belakang Lusi semulus ini? Lusi kecolongan sampai akhirnya Mila hamil duluan. "Hahaha. Luar biasa, Mas." Entah apa yang mendorongnya sampai tertawa seperti ini. Tidak ada yang lucu, justru hanya ada kepiluan dan miris akan nasib diri. Lusi menertawakan diri sendiri yang bodoh karena terpedaya oleh dua orang pengkhianat itu. "Tiga bulan? Itu artinya

    Terakhir Diperbarui : 2023-03-09
  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 5 Keputusan Lusi

    "Lusi ...."Pria itu akhirnya bersuara. Dia mendongak, menatap Lusi yang hanya diam dengan sorot mata datar."Lus, tolong ampuni aku. Aku hanya akan menikahi Mila sampai bayinya lahir, setelah itu aku akan menceraikannya. Tolong mengertilah posisiku, Lus."Bajingan itu lagi-lagi menggenggam tangan Lusi dengan sangat erat. Tetapi, sang wanita sudah tak memedulikannya."Aku sudah jujur padamu, Lus, dan aku akui semua kesalahanku. Aku khilaf, maaf."Lusi terkekeh hambar. Jujur setelah berselingkuh itu bukanlah kejujuran, tapi keterpaksaan."Mas, tadi kamu bilang aku terlalu sempurna? Lalu, kamu bilang jika kamu jenuh? Terus, kamu melampiaskannya dengan cara berselingkuh? Itu biadab namanya, Mas!"Raka diam. Kali ini dia tidak menunduk, tapi menatap istrinya dengan sesal. Sayangnya, Lusi memilih melempar pandangan ke depan."Kamu tahu, Mas? Aku manusia biasa, dan tidak ada yang sempurna di dunia ini. Itu penilaianmu saja yang tidak pernah merasakan bagaimana menjadi diriku. Lalu, jenuh? K

    Terakhir Diperbarui : 2023-03-09
  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 6 Terancam Sengsara

    Lusi tersenyum miring, lalu Raka langsung menggenggam erat tangan wanita itu. Tetapi, Lusi mencoba melepaskan diri darinya."Lepas dulu, Mas. Aku mau mengambil Hp."Raka kontan melepaskan genggamannya. Lusi pun dengan cepat mengambil ponsel dari saku. Setelahnya, dia menyetel rekaman."Untuk apa kamu menyetel rekaman, Lus?" tanya Raka, terlihat bingung."Oh, ini? Aku sengaja merekamnya, biar aku dan kamu sama-sama ingat, apa saja yang sudah kita sepakati bersama." Raka masih terlihat bingung, tapi Lusi tetap melanjutkan untuk merekam pembicaraan mereka. Sekarang, situasinya membuat Lusi rugi dari segala arah. Jadi, akan dia pastikan semuanya adil.Lusi mengajak Raka untuk duduk di ruang tengah. Ini mengantisipasi kalau Alia pulang. Jika anak mereka datang, Lusi akan secepatnya menghentikan pembicaraan itu."Nah, Mas. Dengarkan semua yang aku katakan, karena aku malas jika harus menjelaskannya lagi."Raka diam saja dan Lusi pun langsung mengatakan apa saja yang menjadi syarat dari wan

    Terakhir Diperbarui : 2023-04-05
  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 7 Silakan Pilih, Mas!

    Raka tidak melanjutkan ucapannya. Cukup lama dia terdiam, membuat Lusi mendesah kasar. Kalau Raka tidak mau, Lusi akan menawarkan perceraian hari ini juga. "Gimana, Mas? Itu syarat pertamaku. Kalau kamu tidak mau, gak masalah. Aku akan kirim gugatan--" "Oke, oke. Aku mau." Raka langsung memotong ucapan Lusi. Dia pasti takut mendengar kata cerai. Lusi tersenyum puas. Sekarang, dia akan melanjutkan syarat yang kedua. "Oke, yang kedua. Semua usaha yang kamu kelola, aku ambil alih. Aku yang akan mengelolanya." "Apa?!" Raka berdiri dengan wajah syok. Wajah yang membuat Lusi bersorak dalam hati. Inilah yang ditunggu-tunggu oleh wanita itu. Kejatuhan Raka dan keterpurukan suaminya, akan membuat Lusi bahagia. "Apa kamu bilang tadi? Kamu mau mengelola usaha kita?" "Sttt!" Lusi menempelkan jari telunjuk di bibirnya sendiri, menyuruh Raka untuk diam. "Kita? Maaf, ya, Mas. Itu usahaku, atas namaku. Kamu hanya mengelolanya saja, hak paten itu ada padaku. Apa kamu lupa?" Otot wajah Raka t

    Terakhir Diperbarui : 2023-04-07
  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 8 Hukuman atau Balas Dendam?

    Raka terdiam saja. Dia mungkin bingung untuk memberikan keputusan. Karena, Mila pun harus tahu tentang persyaratan dari Lusi.Sebelum memutuskan untuk memilih yang mana, Lusi akan melanjutkan persyaratan yang sudah dibuat. Tentu saja dia akan memberikan banyak persyaratan, untuk membuat hidup suaminya menderita."Persyaratan yang ketiga.""Hah?!" Suaminya kontan terperanjat mendengar Lusi mengeluarkan kata-kata itu. Terlihat ekspresinya malah membuat wanita itu merasa puas."Kok, hah? Aku bilang persyaratan yang ketiga. Kenapa kamu kaget kaya gitu, sih?"Raka mulai kebingungan, tapi Lusi melanjutkan persyaratan ketiga yang diajukan pada pria itu."Yang ketiga, jangan sampai Alia tahu kalau kalian berselingkuh. Alia tahunya Mila itu teman baikku. Kalau sampai dia tahu kelakuanmu, aku tak bisa mencegah hal buruk yang mungkin saja terjadi di antara kamu dan Alia. Biarkan dia tahu kalau kamu sedang bekerja di tempat lain, sampai harus pergi dari rumah ini."Raka terperangah. Dia juga men

    Terakhir Diperbarui : 2023-04-08

Bab terbaru

  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 567 Pekerjaan Baru

    Suara ponsel Winda berdering. Dia melihat ada nomor satpam yang menjaga supermarketnya. Wanita itu langsung meminta izin kepada Raka untuk mengangkat, takut terjadi apa-apa di tempat usahanya. "Iya, Pak. Ada apa?""Maaf, Bu Winda. Saya mengganggu waktunya, ini ada anak muda bersama Maura. Katanya dia mau kerja di sini itu atas rekomendasi Bu Winda. Apa benar?" Seketika Winda langsung terdiam. Dia menoleh kepada Raka yang sedang bersantai. Seharian kemarin mereka jalan-jalan dan Winda akhirnya bisa melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri. Raka mau tidak mau harus memberikan nafkah batin kepada Winda. Dia takut kalau Winda mundur untuk mencari Alia. Entah itu karena terpaksa atau tidak, yang penting Raka sudah berusaha untuk membahagiakan Winda. Di manapun laki-laki akan diuntungkan jika berhubungan dengan wanita yang begitu mencintai, tetapi Raka merasa tertekan kalau harus berpura-pura memberikan kasih sayangnya kepada Winda. Untuk sekarang Raka tidak bisa melakukan lebih dari

  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 566 Rasa Sepi dan Pengharapan

    Saat membuka pintu, Mila pikir ada Maura. Dia sampai memanggil-manggil adiknya itu, tetapi sayangnya tak ada siapa-siapa. "Ke mana anak itu?" ucap Mila. Dia menyuruh Imel untuk mencari ke sekitar rumah. Padahal gadis itu tidak tahu letak rumah ini dan bagaimana ruangannya, jadi sang gadis hanya melakukan apa yang disuruh majikannya. Entah itu mau ketemu atau tidak, yang penting sudah melaksanakan tugas."Saya lihat sampai belakang tidak ada, Bu. Tidak ada siapa-siapa," ujar gadis itu membuat Mila menghela napas panjang."Ke mana lagi sih anak itu?" gumam Mila, tetapi wanita-wanita berpikir sejenak. Mungkin Maura sudah kabur dari rumah ini. Dia tidak mengatakan apa-apa dan langsung berdiri untuk mengecek kamar Maura, ternyata masih ada barang-barangnya. "Ke mana sih dia? Kalau mau pergi harusnya pergi saja dan bawa semua barang-barang itu." Sementara Imel memilih untuk menunggu di ruang keluarga. Dia tidak berani mengikuti langkah majikannya, takut malah salah dan dimarahi. "Suda

  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 565 Iming-iming

    Tepat pukul 08.00 pagi, akhirnya Mila bisa keluar dari rumah sakit itu. Dia menyuruh Imel untuk ikut ke rumahnya. Selama di perjalanan menggunakan taksi, Mila pun memilih untuk memberikan tugas penting kepada Imel. Karena dia yakin, kalau sendirian di rumah itu pasti tidak aman. Jika nanti Raka bertanya apa yang sebenarnya terjadi sampai ada orang baru di rumah, dia akan jujur mengatakan semuanya."Imel, saya memberikan tugas baru untukmu," ucap Mila tiba-tiba saja, membuat gadis itu menoleh. "Iya, Bu. Bagaimana?""Aku akan memberikan gaji dua kali lipat dibanding kamu kerja di toko saya, tapi tugasmu hanyalah menjadi asisten saya di rumah. Tugasmu memastikan kalau makanan saya baik dan semua yang berkaitan dengan saya, bagaimana?" tanya Mila membuat Imel terdiam.Gadis itu bukannya menjawab, tapi malah mengingat perkataan Maura tempo hari yang mengatakan kalau jika dirinya sampai mengurus Mila, maka harus sabar. Mengingat bagaimana perlakuan Mila di rumah sakit, membuat gadis itu

  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 564 Stres atau Halusinasi?

    Karena Mila bersikeras, akhirnya dokter terpaksa mengizinkan wanita hamil itu pulang. Mungkin karena hormon yang berubah-ubah membuat Mila jadi seperti ini. Tetapi tenaga medis tersebut memberikan resep obat, termasuk obat penenang yang masih dikatakan aman demi kesehatan Mila. Takutnya wanita itu kembali merasakan cemas. Setelah dokter pergi, Imel pun datang. Seketika Mila langsung memarahi sang gadis."Kamu ke mana saja, sih?! Apa kamu tidak tahu? Saya hampir saja celaka karena kamu tidak ada!" seru Mila setengah membentak, membuat Imel terkesiap. Wanita itu baru saja beres dari kantin. Ternyata pagi-pagi banyak sekali yang mengantri, jadi dia terpaksa lebih lama di sana. Tetapi siapa sangka, kalau bosnya akan marah-marah seperti ini."Maaf, Bu. Tadi Ibu masih tidur, jadi saya kira tidak masalah kalau ditinggalkan sejenak. Saya cari sarapan dulu, Bu. Saya sangat lapar.""Lapar, lapar. Kamu pikir saya juga tidak lapar? Saya juga belum dikirim sarapan. Harusnya kalau kamu mau pergi,

  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 563 Mimpi Buruk

    Semalaman Mila beberapa kali terbangun. Dia seperti sedang bermimpi buruk. Ucapan dari penelepon misterius itu terus-terusan terngiang di benaknya. Dia menoleh ke sekitar, takut ada orang jahat yang menyusup, tapi yang ada hanya sosok Imel. Gadis itu tertidur begitu lelap di sofa, tampaknya karyawan satu ini kelelahan karena sudah seharian menemani Mila. Wanita itu pun kembali tertidur. Entah sudah berapa kali Mila terbangun, sampai akhirnya pagi tiba. Di saat Imel bangun, Mila masih tertidur lelap. Gadis itu pikir majikannya sedang istirahat total dan berada di bawah pengaruh obat tidur, jadi dia memilih untuk ke kantin terlebih dahulu, membeli sarapan. Kalau Mila sudah terjamin makannya di rumah sakit ini, sementara dia tidak. Jadi, gadis itu memilih untuk menyiapkan diri sendiri sebelum majikannya bangun.Beberapa menit setelah Imel keluar dari ruangan, Mila terperanjat. Dia langsung terduduk sembari melihat ke sekitar. Tidak ada siapa-siapa, lagi-lagi suara di telepon itu kemba

  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 562 Serba Terbatas

    Sesaat Arya kaget dengan jawaban yang diberikan oleh gadis itu. Ternyata memang Adiba spesial. Dia berani mengungkapkan apa pun, meskipun itu akan membahayakan diri sendiri. Tetapi Arya merasa tertantang, ingin tahu lebih lanjut sampai mana gadis ini punya rasa percaya diri dan keberanian. "Wow, wow! Ternyata kamu berani juga, ya? Aku tidak menyangka kalau gadis yang aku sukai ini suka to the point dan berani. Gadis yang seperti kamu langka, makanya aku suka sama kamu. Sayangnya, kamu sudah mengecewakanku. Tapi, kalau kita bertemu mungkin aku masih punya rasa sama kamu. Ya, baiklah. Lupakan itu semua. Lagi pula tidak akan ada artinya lagi untuk kita berdua, kan? Aku ingin tahu, kamu benar-benar tidak takut dengan apa yang sedang terjadi sekarang? Aku menerormu, tapi kamu tidak takut," terang sang pria itu, menantang. Membuat Adiba terdiam sejenak. Tangannya sekarang terasa dingin. Jantung berdetak dengan sangat kencang, menandakan kalau dia sebenarnya takut menghadapi pria ini. Teta

  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 561 Untuk Apa Menghubungi?

    Tangan Adiba bergetar, tapi dia tidak gentar. Gadis itu langsung menyetel rekaman saat menelepon. Dia akan berusaha mengumpulkan bukti dan mencari di mana keberadaan Arya. Pria itu harus benar-benar ditangkap atau bila perlu dipenjara di tempat yang menakutkan, agar dia punya efek jera dibandingkan dipenjara di tempat biasa. Adiba yakin, Arya tidak mungkin menyesal begitu saja. "Jadi, saat ini kamu buronan?" tanya Adiba, jantungnya berdetak dengan sangat kencang. Dia masih berusaha untuk tetap tenang, memancing kejujuran pria itu agar tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Arya sampai sang pria tiba-tiba saja menerornya dengan nomor yang berbeda-beda. "Menurutmu? Semua karena kamu, Adiba. Kalau saja kamu tidak mengadukan hal ini kepada Lusi, maka wanita itu tidak akan berbicara kepada Devan. Aku juga tidak akan ada dalam masalah," ungkap Arya. Dia menuangkan kekesalannya karena sudah dari lama terus memendam pikiran kacau, sebab tak ada tempat untuk berlindung. Di sini pun dia m

  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 560 Memberanikan Diri

    Baru juga Adiba memikirkan Arya, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Ada nomor yang di-private, diyakini itu adalah Arya. Sebenarnya Adiba tidak mau menerima panggilan itu, tetapi dia harus memberanikan diri agar Arya berhenti untuk terus-terusan menerornya. Karena bagaimanapun semua sudah terjadi, Adiba melakukan ini juga demi temannya. Karena dia tahu Lusi tidak punya siapa-siapa lagi. Mungkin terdengar naif Karena seharusnya Adiba mementingkan keselamatan diri sendiri dibandingkan Lusi yang tidak ada hubungan darah, tetapi pertemanan mereka yang sudah lama membuat Adiba merasa kalau Lusi itu lebih dari saudara. Sang gadis menghela napas berkali-kali, berusaha untuk tenang. Dia akan menghadapi masalah ini. Percuma terus-terusan menghindar, percuma juga dia mengganti nomor telepon. Karena gadis itu yakin, Arya tidak akan secepat itu menyerah untuk terus menghantui dirinya. Dia akan berusaha tenang dan mencari jalan keluar yang terbaik. Setelah itu Adiba pun menerima telepon, tapi

  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 559 Akibat Luka Lama

    Di tempat Lusi, saat ini wanita itu sedang mempersiapkan untuk pekerjaannya besok. Dia kebagian shif siang, jadi harus siap-siap agar pagi-paginya bisa menghabiskan waktu bersama Alia. Setidaknya menunggu anaknya di sekolah meskipun Alia saat ini sudah cukup besar untuk pergi sendiri atau tanpa ditunggu, tetapi Lusi ingin menghabiskan momen ini agar dia bisa memperlihatkan kalau dirinya masih memperhatikan anak itu. "Kamu yakin mau menemani Alia? Nggak ditinggal aja, ya?" "Sebentar, kok. Sampai dia masuk aja. Nanti kalau misalkan dia udah masuk kelas, aku pulang. Entah kenapa rasanya deg-degan mau pertama kali kerja takutnya malah nggak sesuai ekspektasi."Walaupun Adiba merasa janggal dengan penerimaan Lusi. Tetapi dia tidak berani mengatakan apa-apa, yang penting saat ini temannya bisa memulai hidup baru dan berharap semua baik-baik saja. "Ya sudah, itu kan rezeki kamu. Masih untung ada yang nerima di usia yang cukup matang kayak kita," ujar Adiba membuat Lusi langsung melihat de

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status