Share

Bab 423

Author: Meminger
Laura

“Apakah ada masalah, sayang?” tanya Jason ketika dia dan aku berada cukup jauh dari yang lain. “Apakah kamu hanya merindukan suamimu?” godanya sambil memegangi pinggulku dan menarikku lebih dekat dengan jahil.

Aku terkekeh sambil memutar bola mataku. “Itu bukan ide yang buruk,” jawabku sambil menatapnya dengan nafsu. Dia memiringkan wajahnya untuk menciumku, tapi sebelum dia melakukannya, aku lanjut berbicara setelah menarik napas singkat. “Namun, ada hal yang harus kuberi tahu.”

Dia mengernyit. “Apakah itu ada kaitannya dengan anak-anak? Kamu tidak akan bilang kalau Daniel terjebak di atas pohon lagi, ‘kan?” tanyanya dengan curiga. Aku tertawa.

Ada pohon di taman mansion kami. Daniel, salah satu dari si kembar, senang memanjat pohon itu karena dia lumayan hiperaktif. Namun, pohon itu terlalu besar untuk seukurannya. Suatu hari, kakinya tersangkut di salah satu ranting dan hampir melukai dirinya sendiri. Kami harus bergegas secepat mungkin ke rumah sakit dan para dokter pun h
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Kembalilah Padaku   Bab 424

    Laura“Semuanya luar biasa, istriku,” katanya, lalu dia mencium bibirku. Aku menjalin lenganku di belakang lehernya dan mengembalikan ciuman itu dengan tidak sabar, tapi kami malah diganggu.“Mama! Papa!” Anna berlari menghampiri kami. “Gideon ada di sini! Kenapa dia ada di sini?”“Apa?” tanyaku, tertegun.“Apa katamu, sayang?” tanya Jason pada putri kami.“Kalian tidak tahu? Dia baru saja tiba bersama Paman Albert. Mama, kamu bilang dia bukan pacarmu lagi,” kata Anna padaku, terlihat marah padaku. Anna tidak pernah benar-benar menyukai Gideon—bukannya itu membuatku khawatir sekarang.“Namun, dia bukan pacarku lagi, Anna. Aku bersama ayahmu, barangkali kamu lupa,” kataku padanya.Jason memandangku, masih terkejut. “Bukankah kamu bilang hanya akan ada Max, Laura?” tanyanya, terlihat gundah.Aku mengangkat bahuku, merasa kebingungan. “Aku tidak tahu, aku … Melanie bilang dia datang sendirian dan ….” Aku mencoba menjelaskan diriku sendiri, tapi aku juga sama bingungnya. Suamiku da

  • Kembalilah Padaku   Bab 425

    Laura“Makanannya enak sekali, Laura. Kemampuan memasakmu benar-benar hebat,” puji Gideon saat kami semua sedang duduk di meja makan. Fia berdeham dan langsung meminum anggurnya, jelas-jelas merasa pujian Gideon itu tidak diperlukan. Memuji seseorang memang tidak salah, tapi aku tahu Gideon Nalendra sedang mencoba memprovokasiku saat dia mengatakan beberapa hal yang tidak diperlukan kepadaku.“Terima kasih, Gideon. Aku senang memasak,” jawabku terhadap komentarnya sambil tersenyum tipis dan kembali memotong daging di piringku.“Sayang sekali aku tidak bisa lebih sering memakan makananmu ketika kita masih bersama,” komentarnya sambil terkekeh lucu.Jason, yang berada di sampingku, mengepalkan tangannya dengan erat. “Laura hanya memasak untuk orang-orang yang benar-benar dia sukai. Benar, ‘kan, cintaku?” Dia memandang ke arahku untuk konfirmasi.Aku mengangguk setelah menelan ludah. “Tentu saja, sayang. Aku senang memasak untuk keluarga dan teman-temanku,” jawabku sambil mengangkat

  • Kembalilah Padaku   Bab 426

    Laura“Senang bertemu denganmu juga, Bu,” katanya. “Ya ampun, rasanya seperti sedang melihat Laura yang sedikit lebih tua. Aku yakin kamu akan senang jika aku menjadi menantumu, Bu, karena tidak seperti Jason, aku selalu setia dan mencintai putrimu. Lalu, hanya untuk menekankan, aku tidak pernah menukarnya dengan mantan pacar psikopat yang menghabiskan seluruh hidupnya membuat Laura menderita dan hampir membunuhnya berkali-kali.”Setiap kata-katanya adalah hinaan bagi Jason.“Lihat, tidak? Dia masih mencoba memisahkan Mama dan Papa,” kata Anna, tidak pernah menyukai Gideon.“Aku bisa melihat niatmu yang sebenarnya, Nalendra,” kata Jason dengan hati-hati. “Apakah kamu ingin memamerkan diri sendiri pada istriku, mencoba membuatnya menyadari bahwa kamu adalah pilihan terbaik baginya? Kamu tidak bisa melupakan Laura sama sekali, ya? Setidaknya, kamu harus menghormati istrimu, yang berada persis di sampingmu dan merasa malu karena tindakanmu yang kekanak-kanakan. Waktunya menjadi dewasa

  • Kembalilah Padaku   Bab 427

    Laura“Kamu sudah mendengar para wanita, Nalendra. Pergilah dari sini sekarang juga. Kalau tidak, aku akan terpaksa menggunakan kekerasan,” ujarnya, wajahnya mengeras dan rahangnya terkatup.Tiba-tiba, keheningan yang memekakkan telinga terbentuk di sana. Tidak ada yang tahu apa langkah selanjutnya. Tidak ada yang bisa mengangkat garpu ke mulut mereka. Semua orang tidak tahu bahwa Jason bukanlah tipe orang yang takut memberikan ancaman.Melanie dan Albert terlihat tidak nyaman dengan sikap Max dan kakaknya. Nalendra yang paling muda masih mengangkat dagunya dan bersikap awas, siap untuk menyerang dan membela kakaknya. Layla hanya bisa memandang tanah, meletakkan tangannya di atas dadanya yang rasanya seperti terluka ketika Gideon menepis tangannya dengan keras.Mantan pacarku, melihat bahwa dia berada di posisi yang tidak menguntungkan dan mempermalukan dirinya sendiri, tertawa sarkastis untuk terakhir kalinya dan menyesap anggurnya. “Omong-omong, makanannya enak,” gumamnya. Dia la

  • Kembalilah Padaku   Bab 428

    MelanieAlbert dan Max sudah lama berteman, sejak sebelum aku bahkan bertemu suamiku. Mereka adalah tipe teman yang selalu bersama untuk segala hal—tidak terpisahkan dan tidak bercacat. Aku, sebagai istri Albert, memahami persahabatan mereka dan segalanya meskipun, terkadang, aku cemburu terhadap hubungan itu, hanya secara naluriah karena selalu melihat suamiku bersama pria itu.Namun, hal-hal berubah ketika aku mengetahui bahwa Max Nalendra bukan seorang pria secara biologis. Ternyata, dia lahir sebagai perempuan, tapi di suatu titik di hidupnya, dia memutuskan untuk menyebut dirinya sebagai seorang pria. Akan tetapi, itu tidak mengubah kenyataan bahwa dia seorang perempuan secara biologis. Melihat suamiku sangat dekat dengannya membuatku merasa sangat tidak aman. Aku benci itu. Mereka sangat dekat hingga itu bahkan membuatku merasa marah. Misalnya, karena sekarang kami berada di dalam mobil, mereka berdua berbincang dengan lepas dan aku yang berada di pojokan mobil benar-benar diab

  • Kembalilah Padaku   Bab 429

    Melanie“Apa-apaan kejadian di dalam mobil itu, Mel? Apa yang terjadi?” tanya Albert begitu dia pulang dan melihatku duduk di sofa dan meminum teh untuk menenangkan diri. Aku baru saja menelepon Laura untuk meminta maaf sekali lagi padanya atas segala hal yang telah terjadi. “Kenapa kamu mengamuk? Maksudku, kita masih berhubungan baik dan tiba-tiba ….” Dia mengangkat bahu, tapi aku memotongnya.“Berhubungan baik? Kamu pikir kita baik-baik saja dengan teman bodohmu itu mengatakan semua hal-hal buruk itu?” tanyaku, merasa absurd dia mendatangiku untuk menanyakan hal-hal itu.Dia menghela napas dan beranjak duduk di sampingku di sofa. “Sayang, aku tahu kamu marah tentang hal-hal yang Max katakan tentangmu. Itu tentu bukanlah hal-hal baik untuk dikatakan pada seorang wanita, tapi aku sudah berbicara padanya. Dia bilang dia akan mengubah sikapnya,” ujarnya mencoba meyakinkan aku.“Dia berbohong padamu. Dia tidak akan berubah, Albert,” kataku padanya. “Dia membuat komentar misoginistik t

  • Kembalilah Padaku   Bab 430

    LauraKetika sudah malam, teman-teman kami harus pulang ke rumah mereka, jadi kami mengantar mereka ke garasi sambil kami berpelukan dan berpamitan.“Aduh, sudah larut sekali. Bagaimana kalau kamu bermalam di sini saja?” saranku saat aku memeluk Fia dengan penuh kasih sayang.Dia terkekeh. “Kurasa yang kamu sangat inginkan adalah Tama, aku, dan anak-anak untuk pindah ke sini sekali untuk selamanya, ‘kan, dasar gadis konyol?” jawabnya sambil tertawa kecil.Aku mengangkat bahu. “Itu akan menyenangkan. Anak-anak akan senang tinggal bersama,” komentarku dengan gembira.“Meskipun usulanmu sangat menggoda, Lau, kami punya mansion dan harta yang perlu diurus juga, barangkali kamu lupa,” jawab Tama saat dia meletakkan anak-anak di kursi belakang mobil mereka.“Aduh, dia jahat sekali. Ketahuilah bahwa aku mempertimbangkan usulan itu,” kata Fia sambil memutar bola matanya dan membuat kami tertawa.Anna dan Abel juga berpelukan dan berpamitan. Kemudian, Keluarga Kusuma memasuki mobil merek

  • Kembalilah Padaku   Bab 431

    JasonSaat itu masih dini hari, Laura dan aku sedang tidur berpelukan dengan nyaman. Cahaya di kamar redup dan membantu kami tidur lelap, jadi aku bisa melihat siluet istriku dan merasakannya di dalam pelukanku. Dia tertidur begitu dekat denganku hingga aku merasa berdosa jika menjauh darinya sekarang.Aku membelai wajahnya yang cantik dan menawan, mengecup keningnya. Lalu, aku bangkit dengan perlahan supaya tidak membangunkannya. Meskipun begitu, dia berujung menggerutu sambil tertidur, tidak suka aku bergerak menjauh dan meninggalkan kekosongan di tempat tidur.“Aku akan segera kembali, sayang. Aku hanya akan memeriksa anak-anak,” gumamku seraya aku mengenakan jubah dan meninggalkan kamar tanpa membuat banyak suara. Aku sudah terbiasa melakukan itu, memeriksa anak-anak ketika mereka masih tidur.Aku pertama-tama pergi ke kamar si kembar, tempat mereka tidur di tempat tidur mereka masing-masing. Stefan memakai selimut dan tidur dengan benar, tapi Daniel tidak bisa diam bahkan keti

Latest chapter

  • Kembalilah Padaku   Bab 515

    AnnaAku sedang bersandar di toilet kamar kecil itu, memuntahkan semua yang telah kumakan hari itu. Aku mual dan seluruh tubuhku gemetar, merasa sangat buruk. Aku seharusnya benar-benar tidak minum alkohol sebanyak itu.Lalu, aku mendengar ketukan di pintu bilik. “An, apakah kamu butuh bantuan?” Itu adalah Panca. Dia berada di sisi lain pintu, mengkhawatirkan aku.“Tunggu sebentar. Aku akan keluar,” kataku dengan suara yang tercekat. Aku menyiram toiletnya dan hampir pingsan di lantai. Saat itu sudah pagi. Panca dan aku sedang berada di dalam klub malam, mencoba bersenang-senang. Aku telah memintanya melakukan itu karena aku ingin melupakan masalah-masalah si*lanku, tapi rupanya aku tidak cukup kuat untuk minum alkohol sebanyak itu dalam sekali minum.“Kalau kamu butuh aku, teriak saja,” kata Panca lagi. Dia mengkhawatirkan aku.Aku menghela napas berat dan meninggalkan bilik, beranjak ke wastafel untuk mencuci wajahku. “Ini adalah kamar kecil wanita. Kamu tidak boleh ada di sini,

  • Kembalilah Padaku   Bab 514

    LauraAku duduk di ranjangku sambil memandang ponsel di tanganku. Aku sedang menelepon Anna lagi, setelah ratusan panggilan yang kucoba lakukan. Dia menolak menjawab semua panggilan teleponku. Ponsel dia di luar jangkauan, tapi aku tetap menelepon karena jika tidak, aku akan merasa benar-benar tidak berguna.Aku belum melakukan apa-apa sejak Anna pergi. Berhari-hari telah berlalu dan Anna belum pulang. Kami bahkan tidak bisa menemukan dia. Meskipun kami memiliki kuasa dan pengaruh yang besar, itu semua terlihat tidak berguna ketika berurusan dengan menemukan seseorang yang tidak ingin ditemukan. Tampaknya, Anna berusaha keras sekali untuk tidak ditemukan.Aku meletakkan ponselku di pojokan ranjangku dan menghela napas dengan bahu yang merosot ke depan, merasa sangat kehilangan arah. Ini tampaknya terlalu kejam. Cara putriku bertingkah tidak normal, setidaknya tidak bagi anak perempuan yang jatuh cinta dan pada umumnya membuat keputusan buruk atas nama cinta. Anna mungkin mencintai a

  • Kembalilah Padaku   Bab 513

    AnnaPanca dan aku harus meninggalkan hotel itu karena orang-orang yang dikirimkan ayahku sudah hampir sampai di pintu kami dengan niat untuk menangkap kami.“Bagaimana mereka bisa menemukan kita?” tanya Panca, gundah, seraya dia dan aku berlari pergi dari penginapan itu.Aku juga sangat kebingungan. Aku yakin kami tidak meninggalkan apa-apa. Kami berlari dan bersembunyi di balik sebuah gang, melihat bawahan-bawahan ayahku berlari ke arah yang berlawanan tanpa mengetahui bahwa kami ada di balik pojokan itu.“Apakan mereka akan kembali?” tanyaku, melihat orang-orang itu menghilang.“Jika mereka berhasil menemukan kita di sini, aku yakin mereka akan menemukan kita lagi,” ujar Panca. “Sepertinya ada yang kita lewatkan ….” Dia berpikir, lalu dia menoleh ke arahku dan mulai meraba-rabaku.“Hei! Apa yang kamu lakukan?’ tanyaku, terkejut dengan cara dia merogoh-rogoh tubuhku.“Pasti ada GPS pada dirimu. Itu akan menjelaskan segalanya,” katanya, meraih tasku, membuka ritsletingnya, dan

  • Kembalilah Padaku   Bab 512

    AnnaPanca dan aku berakhir harus pergi ke sebuah penginapan karena saat itu sudah larut malam dan orang-orang yang dikerahkan ayahku tersebar ke seluruh penjuru kota. Kami harus tetap bersembunyi dan menunggu orang-orang itu pergi supaya mereka bisa memberikan kami minuman agar kami bisa melanjutkan perjalanan kami.Ruangan itu biasa saja dengan dekor kasar dan dua kasur di tengah. Karena uang kami menipis, kami tidak bisa pergi ke tempat yang lebih baik. Bukan hanya itu, jika kami melakukan itu, kami bisa menarik perhatian. Begitu kami tiba di sana, Panca langsung mengintip melalui gorden jendela.“Bisakah kamu melihat mereka?” tanyaku, masih ketakutan. Ingatan tentang apa yang terjadi di taman masih segar di dalam diriku.“Sayangnya tidak,” jawab Panca sambil masih melihat-lihat. “Kita berhasil melarikan diri dari mereka. Namun, kita sebaiknya pergi dari kota ini sesegera mungkin.”Aku menghela napas sambil mengangguk dan duduk dengan berat di ranjang, merasa lelah dan kehabisa

  • Kembalilah Padaku   Bab 511

    Anna“Namaku tidak penting,” jawabnya, dengan ketenangan yang membuatku curiga. “Ayahmu menyuruhku untuk menjemputmu. Waktunya pulang.”Jantungku berdegup di dalam tulang rusukku. Bagaimana bisa ayahku menemukanku? Panca dan aku telah sangat berhati-hati hingga sekarang, kami tidak meninggalkan banyak petunjuk yang akan membuat dia atau siapa pun menemukan kami dengan mudah, tapi pria yang dikirimkan oleh ayahku ini mengatakan bahwa dia ada di sana untuk menjemputku pulang.“Dengar, pasti kamu salah orang, oke? Aku bukan orang yang kamu cari,” kataku pada pria itu, tetap waspada.“Ayolah, Nona Santoso,” jawab pria itu. “Ikutlah bersamaku. Keluargamu membutuhkanmu.” Dia mengulurkan tangannya dan mencoba menggenggam lenganku, tapi aku dengan cepat menghindarinya, menyembunyikan lenganku di balik tubuhku.“Sudah kubilang kamu salah orang. Aku bukan orang yang kamu cari,” kataku lagi, dengan cepat melihat ke arah Panca pergi. Aku telah meminta minum di waktu yang tidak tepat.“Untung

  • Kembalilah Padaku   Bab 510

    AnnaTamannya terang, disinari oleh ribuan lampu berwarna-warni. Aku melihat-lihat ke sekitar, terkagum oleh tempat itu. Aku tidak pernah pergi ke taman hiburan di malam hari dan suasana yang semarak membuatku seperti sedang berada di dalam film. Panca terlihat sama gembiranya seperti diriku, dengan mata yang berbinar dan senyuman lebar di wajahnya.“Jadi, apa rencananya?” tanyanya, menawarkan lengannya untukku seperti seorang tuan.“Bianglala,” jawabku dengan cepat. “Aku ingin melihat semuanya dari atas!”Panca tertawa dan membuat gestur dramatis dengan tangannya. “Sesuai keinginan Anda, Nona An!” candanya. Kami pun beranjak ke arah bianglala.Di samping kami, taman itu sangat ramai. Anak-anak tertawa dan berlari di mana-mana. Seorang penjual berondong jagung, mengenakan topi yang besar dan penuh warna, berteriak untuk menarik lebih banyak pembeli. “Berondong jagung panas, berondong jagung manis, berondong jagung asin! Ayo, ayo, jangan lewatkan!”Aku menatap Panca dan tertawa. “

  • Kembalilah Padaku   Bab 509

    Layla“Aku sedang membicarakan dirimu, Layla,” katanya. “Kembalilah padaku.”Aku terkekeh skeptis. “Apa yang kamu lakukan sekarang? Kenapa kamu mengatakan ini? Apakah kamu benar-benar ingin aku memercayai itu?” tanyaku, skeptis terhadap perkataannya.Maksudku, pernikahan kami sudah berjalan selama bertahun-tahun dan sepanjang waktu itu, aku melakukan segala hal yang bisa kulakukan untuk membuat dia menyadari bahwa ini adalah hal yang penting bagi kami berdua, untuk membuat dia sadar betapa aku mencintainya dan betapa aku bersedia untuk membuat dia bahagia, tapi dia tidak pernah mendengarkan aku. Kebalikannya, malah. Gideon membenciku dan memperlakukan aku seolah-olah dia membenciku.Aku harus menelan banyak hal dalam pernikahan itu untuk tetap berada di sisinya dan berjuang untuk kami berdua. Akan tetapi, begitu aku telah memutuskan untuk akhirnya melihat diriku sendiri dan meninggalkan hubungan yang tidak sehat itu, dia muncul dan mengatakan bahwa dia menginginkan aku kembali. Apa

  • Kembalilah Padaku   Bab 508

    LaylaKetika bel pintuku berbunyi dan aku pergi menjawabnya, aku mengernyit ketika Gideon Nalendra ada di pintuku. “Kamu? Apa yang kamu inginkan di sini?” tanyaku, lebih terkejut dibandingkan tertarik. Sejak aku bercerai dengannya, dia tidak pernah mendatangiku secara langsung, dia selalu mengirimkan seseorang untuk menjemput putranya dan kemudian mengembalikan dia dengan aman setelah beberapa hari, tapi dia tidak pernah datang secara langsung sebelumnya.“Em, hai, Layla,” gumamnya, masih berdiri di pintu apartemenku.“Papa!” Itu adalah Wira kecil yang berlari begitu dia melihat ayahnya di pintu.“Hei, petarung kecil!” seru Gideon, berjongkok untuk menggendong putranya dan memeluknya.“Aku senang sekali bertemu dengan Papa!” ucap anak itu dengan bahagia, memeluk ayahnya. Meninggalkan Surabaya adalah hal yang sulit, terutama karena anak itu sangat menempel dengan ayahnya, tapi dia masih terlalu muda untuk berada jauh dari ibunya bagiku untuk meninggalkan dia bersama Gideon, bukanny

  • Kembalilah Padaku   Bab 507

    AnnaRasanya seakan-akan dunia di sekitar kami menghilang. Panca dan aku sedang menjalani hari yang sempurna, yang mana segala hal tampak memungkinkan, yang mana tidak ada kekhawatiran, hanya kebahagiaan. Musik pop tahun 2000-an terputar dengan lembut melalui pengeras suara toko dan rasanya seperti musik pengiring untuk kisah kami yang mulai tertulis sendiri.Panca menggenggam tanganku dan menarikku ke area aksesori dengan senyuman konyolnya. “Lihat ini!” Dia mengambil sepasang kacamata besar dengan lensa bundar dan bingkai berwarna neon. Dia memasang itu di wajahnya dan membuat pose yang dilebih-lebihkan seolah-olah dia adalah seorang model papan atas. “Sempurna untuk tampilan futuristik, ‘kan?”Aku tertawa dan mengambil kacamata lain, hanya saja kacamata itu memiliki bingkai berbentuk hati. Aku memakainya di wajahku dan menatap Panca sambil tersenyum. “Sekarang iya! Kita siap untuk mendominasi dunia!”Dia tertawa dan mencium pipiku. “Tentunya dunia tidak akan sama jika kita memak

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status