Home / Romansa / Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal / 360. Sesuatu yang Buruk Telah Terjadi

Share

360. Sesuatu yang Buruk Telah Terjadi

Author: Henny Djayadi
last update Last Updated: 2025-02-16 11:45:41

Lila berjalan menuju kamar Brilian dengan hati sedikit gelisah. Sean pergi pagi-pagi sekali, bahkan lebih awal dari biasanya, tanpa sempat pamit kepada siapa pun.

Brilian masih duduk di tempat tidurnya, rambutnya berantakan setelah bangun tidur. Saat melihat Lila masuk, bocah itu langsung bertanya, "Mama, Papa ke mana? Aku nggak ketemu Papa lagi, ya?"

Biasanya Sean yang akan membangunkan Brilian. Dan Setelah Brilian mandi, barulah gentian Lila yang mengurus putranya, membantunya merapikan diri sebelum berangkat sekolah. Dan akhir-akhir ini Sean sangat sering berangkat lebih awal, atau bahkan saat Brilian belum bangun dari tidurnya.

Lila menghela napas, berusaha tersenyum agar tidak terlihat khawatir. "Papa sudah berangkat kerja, sayang. Papa sedang banyak pekerjaan akhir-akhir ini."

Brilian mengerucutkan bibirnya, matanya menunjukkan rasa kecewa. "Tapi kemarin juga Papa pulangnya malam. Aku udah tidur. Sekarang Papa pergi lagi sebelum aku bangun."

Lila duduk di tepi ranjang dan mengus
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (15)
goodnovel comment avatar
Imah Sitiso
apa lagi ini siapa yg lagi hamil dan apa hubungannya sama Sean thorr please dech jgn bikin jantung an pembaca.....jgn sampai saya stop membaca ya jika Sean bikin Lila sakit hati lagi
goodnovel comment avatar
Helpin Pratiwi
Tolonh thorr jangan bikin lila sakit lagi
goodnovel comment avatar
Aurora Aurora
Thoorrrr sebenarnya gw terima kasih BANGGEETTT.. gw apresiasi SE hari ini bisa update 2 bab atau 3 bab ... tapi kalo ceritanya begini muter2 harus LILA YG TERUS TERSAKITI JASMANI DAN BATINNYA... GW GA SETUJU THHOOOORRRRR... LILA BERHAK BAHAGIA... DARI AWAL BENER2 YG GA PERNAH DI ANGGAP SAMA SEAN...
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal   361. Siapa Mereka

    Lila menusuk-nusuk potongan ayam di piringnya dengan garpu, tapi tidak benar-benar berniat memakannya. Pikirannya masih sibuk dengan berbagai hal yang mengganggu ketenangannya sejak pagi. “Aku tidak mengerti, Nad. Sean berangkat lebih pagi dari biasanya, bahkan tanpa sempat berpamitan dengan Brilian. Anak itu kecewa, hampir tidak mau berangkat sekolah. Aku sampai harus membujuknya lama sekali.” Nadya yang duduk di seberangnya hanya mengangguk sambil menyendok supnya. “Itu belum seberapa,” lanjut Lila. “Ibu mertuaku juga terus mendesakku. Dia bilang aku harus segera bertindak sebelum semuanya terlambat.” Lila menghela napas, meletakkan garpunya. “Aku benar-benar pening, Nad.” Nadya meletakkan sendoknya dan menatap sahabatnya dengan serius. “Aku juga baru saja ingin membicarakan sesuatu. Tadi pagi aku dapat kabar kalau Rangga mendadak ditugaskan ke luar kota. Awalnya, proyek bermasalah itu akan ditangani langsung oleh Sean.” Lila terdiam sejenak. “Tunggu. Jadi awalnya Sean yang

    Last Updated : 2025-02-16
  • Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal   362. Harus Kuat

    Lila berjalan terburu-buru menyusuri lorong rumah sakit. Langkahnya tergesa, suara sepatu haknya menggema di lantai marmer yang dingin.Hati Lila berdebar kencang. Begitu mendapat kabar tentang Sekar, dia tak berpikir panjang. Dia harus segera menemui ibu mertuanya.Sesampainya di depan ruang perawatan, Lila menarik napas dalam sebelum mendorong pintu. Matanya langsung tertuju pada Sekar yang berbaring di ranjang. Wajah perempuan itu pucat, namun tatapannya tetap tajam. Ada sesuatu yang membuat Lila menahan langkahnya sejenak.Theo berdiri di sisi ranjang, tubuhnya tegap, ekspresinya datar seperti biasa. Tapi ada ketegangan di sana, sesuatu yang membuat suasana ruangan terasa berat. Lila mengerutkan kening. Apa yang dilakukan Theo di sini?Sekar tidak langsung menyapa Lila. Matanya tetap tertuju pada Theo, sorotnya penuh makna, lebih dari sekadar seorang ibu yang berbicara pada seseorang yang lebih muda."Saya ingin laporan itu secepatnya," kata Sekar, suaranya tegas meskipun masih te

    Last Updated : 2025-02-16
  • Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal   363. Apakah Selingkuh?

    Tiba-tiba, pintu ruang perawatan terbuka. Sean masuk dengan wajah penuh rasa cemas dan penyesalan. Nafasnya tersengal, seolah telah berlari sepanjang koridor rumah sakit. Matanya langsung tertuju pada Sekar yang terbaring di ranjang."Mama ... maafkan aku, Ma." Suara Sean terdengar serak, sarat dengan rasa bersalah. Ia melangkah mendekat, menggenggam tangan sang mama dengan erat.“Apa yang terjadi? Mengapa bisa begini, Ma?” cecar Sean dengan suara bergetarSekar tersenyum lembut, menyambut putranya dengan kehangatan. "Biasalah, namanya orang sudah umur.”“Kalau ada apa-apa, harusnya mama langsung bilang. Jangan sampai terjadi seperti ini lagi!”Ketulusan terlihat jelas dari wajah dan ucapan Sean. Hingga membuat Lila bingung, apakah suaminya yang terlalu pandai berakting atau memang ada hal lain yang sedang disembunyikan oleh Sean.“Bagi mama, yang penting kalian rukun. Dan kamu sebagai suami dan ayah, harus bisa memimpin keluargamu. Jangan sampai kamu salah arah!"“Ya, Ma. Aku akan se

    Last Updated : 2025-02-17
  • Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal   364. Aku Tidak Bisa Mengabaikannya

    Rangga terkejut mendengar pertanyaan istrinya. Dia sama sekali tidak menduga jika Nadya akan menanyakan hal tersebut.“Selingkuh apa?”Bukan pertanyaan, tetapi kalimat Rangga jelas terdengar sebagai penyangkalan.“Ya Selingkuh, serong, cari perempuan lain,” sahut Nadya terdengar ketus. Dia sudah menduga suaminya akan lebih berpihak kepada Sean. Tentu saja karena selama ini Sean yang menggajinya.“Sejauh pengamatanku, tidak.” Rangga berusaha meyakinkan istrinya.“Pengamatanmu bisa saja salah kan, Pa?”Rangga mendengus kasar. “Apa yang membuatmu curiga jika Mas Sean selingkuh?”Nadya lalu menceritakan apa saja keluhan Lila akhir-akhir ini. Rangga mendengar dengan saksama ucapan istrinya, tanpa menyelanya.“Ma, aku tahu kamu peduli pada Mbak Lila, tapi bukan berarti jika kamu berhak tahu semua masalah dalam rumah tangganya.”“Berarti benar … ada masalah dalam rumah tangga Lila?”“Lah … siapa yang bilang begitu?” tanya balik Rangga yang terlihat bingung dengan kesimpulan sang istri.“Poko

    Last Updated : 2025-02-17
  • Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal   365. Bertemu Perempuan Hamil

    Sean baru saja melewati ambang pintu ketika suara dari kamar mandi membuatnya terhenti. Ia mendengar Lila memuntahkan isi perutnya. Rasa lelah yang menekan tubuhnya seketika terlupakan. Dengan langkah cepat, ia menuju kamar mandi, namun saat ia tiba, Lila sudah selesai membersihkan diri.Lila berdiri di depan wastafel, membasuh wajahnya dengan air dingin. Napasnya masih tersengal ketika ia melihat bayangan Sean di cermin.“Kamu kenapa?” tanya Sean, suaranya sarat dengan kecemasan.Lila menarik napas dalam, mengeringkan wajahnya dengan handuk. “Asam lambungku naik,” jawab Lila ringan, seolah itu bukan hal yang perlu dikhawatirkan dan sudah biasa terjadi.Sean mengernyitkan dahinya. “Sejak kapan kamu ada riwayat asam lambung?” Sean terlihat tidak percaya dengan ucapan istrinyaLila berbalik, menatap suaminya dengan sorot mata tajam. “Sejak kamu sering hilang entah ke mana dan tidak jujur padaku.”Sean terdiam. Rasa bersalah menghantam dadanya. Ia mengusap wajahnya, penuh sesal dan rasa

    Last Updated : 2025-02-17
  • Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal   366. Tak Mudah Merangkul Keduanya

    Sekar berdiri di dekat jendela rumah keluarga Wismoyojati, menatap ke luar dengan tatap mata harap-harap cemas. Tidak lama kemudian dia mengingatkan Sean yang sudah bersiap pergi."Jangan lupa jemput Brilian nanti," ucap Sekar dengan suara lembut, tampaknya kesehatannya belum pulih benar.Sean hanya mengangguk tanpa banyak bicara. Sebelum pergi, tidak lupa Sean melabuhkan kecupan hangat di kening sang mama.Setelah memastikan mobil Sean meninggalkan rumah, Sekar segera meraih ponselnya dan menghubungi Theo.Tak lama, mobil Theo tampak memasuki halaman rumah. Sekar sudah menunggu di pintu, menyambut pria itu dengan raut wajah serius. Theo berjalan cepat ke arahnya."Apakah kamu sudah mendapatkan semua informasi yang kita butuhkan?" tanya Sekar tanpa basa-basi, suara tegang penuh kecemasan."Saya harap informasi yang saya dapatkan cukup untuk menjawab semua permasalahan Bu Sekar," jawab Theo sambil mengangguk, dan keduanya berjalan menuju taman belakang untuk membicarakan hasil penyelid

    Last Updated : 2025-02-18
  • Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal   367. Siapa Dia?

    Sean mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Kepalanya terasa berat, tubuhnya lelah, tetapi pikirannya terus bekerja. Hari ini dia memang memutuskan untuk libur dan menyerahkan semua urusan perusahaan kepada Rangga, tetapi nyatanya sejak pagi dia belum beristirahat.Setelah mengantar Lila ke kantor dan Brilian ke sekolah, dia langsung menuju rumah sakit untuk mengurus kepulangan Sekar. Kondisi sang mama memang sudah lebih baik, tetapi tekanan darahnya masih harus dipantau.Sean memastikan semuanya beres sebelum membawanya pulang. Dia sudah meminta asisten rumah tangga untuk memperhatikan keperluan ibunya, tetapi tetap saja ada rasa khawatir yang mengganjal di hatinya.Setelah memastikan Sekar beristirahat di rumah, Sean kembali ke mobilnya dan melajukan kendaraan menuju sekolah Brilian. Matanya terasa berat, karena semalam dia juga menunggu sang mama di rumah sakit dan tidak bisa istirahat dengan nyaman, tetapi dia berusaha tetap fokus.Begitu tiba di sekolah, Brilian langsung

    Last Updated : 2025-02-18
  • Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal   368. Pertemuan tak Terduga

    “Bunda Rina!”Panggilan itu membuat Rina mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Dari sorot matanya dia tampak merasa tidak nyaman dengan Lila yang masih berada di hadapannya.Rina sungguh tidak menyangka, hubungan baik yang dahulu pernah mereka jalin akan berada dalam fase yang seperti ini. Penuh kecanggungan dan rasa serba salah.“Kamu tidak apa-apa? Dipanggil dari tadi tidak nyaut.”Ryan terlihat sangat mengkhawatirkan Rina yang sejak tadi hanya diam saja. Hal itu membuat ayah satu anak itu menyamakan arah pandang dengan istrinya.Ryan terlihat kaku, tangannya sedikit mengeratkan pelukan pada tubuh kecil Renasya yang berada dalam gendongannya.Mata pria itu menatap Lila dengan penuh kegugupan, seolah-olah sedang mencari cara melindungi istrinya dari salah paham yang mungkin mungcul akibat pernikahan mereka.Lila menatapnya tajam, kemudian pandangannya beralih ke arah Rina yang berdiri tak jauh dari Ryan. Wajah perempuan itu tampak tegang, tetapi dia berusaha tetap tenang. Namun,

    Last Updated : 2025-02-18

Latest chapter

  • Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal   470. Takdir yang Sempurna

    Setelah memastikan Brilian tidur, Sean melangkah menuju ke kamarnya. Dia harus segera membantu Lila untuk menidurkan Bintang dan Berlian. Semakin hari, bocah kembar itu semakin aktif, bahkan hanya untuk tidur saja akan banyak drama.Lila menatap suaminya yang baru saja masuk ke kamar. Senyum hangatnya masih sama seperti dulu, tetapi ada sesuatu yang membuatnya sedikit gelisah.Sean bertambah usia, tetapi justru semakin menawan di matanya.Lila menelan ludah pelan. Sebagai istri, tentu saja ia bangga memiliki suami seperti Sean, tetapi di sisi lain… ia juga merasa was-was. Sampai sekarang masih banyak perempuan di luar sana yang mengincar suaminya, meskipun mereka tahu jika Sean sudah menikah dan memiliki tiga anak.Sementara itu, Sean berjalan mendekat. Tatapan matanya lembut saat melihat si kembar yang sudah terlelap di dalam boks.“Mereka tidur lebih cepat dari biasanya,” ucap Sean pelan terdengar nyaris seperti bisikan, takut membangunkan bayi-bayi mereka.Lila mengangguk. “Hari ini

  • Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal   469. Rama dan Cinta

    Suasana kafe yang semula tenang mendadak ricuh ketika pintu terbuka dengan keras. Seorang perempuan paruh baya melangkah masuk dengan ekspresi penuh amarah, diikuti oleh seorang perempuan muda yang cantik, sama garangnya."Mana Cinta?! Keluar kau sekarang juga!" seru perempuan paruh baya itu, suaranya menggema di seluruh ruangan, menarik perhatian para pengunjung dan pegawai kafe.Beberapa pelanggan yang sedang menikmati kopi mereka langsung menoleh, ada yang membeku di tempat, ada yang berbisik penasaran. Sementara itu, seorang barista yang berdiri di belakang meja kasir tampak panik, ragu-ragu apakah harus menenangkan situasi atau membiarkan saja.Perempuan cantik yang berdiri di sampingnya menyusuri ruangan dengan tatapan tajam, matanya berkilat penuh amarah. Sepertinya dia tahu betul siapa yang sedang mereka cari.Salah satu pegawai kafe memberanikan diri mendekat. "Maaf, Bu. Ada yang bisa kami bantu?" tanyanya dengan suara hati-hati.Perempuan paruh baya itu menoleh tajam. "Panggi

  • Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal   468. Hidup yang Lebih Berwarna

    Waktu berlalu dengan tenang, membawa kebahagiaan yang seolah tak pernah habis bagi keluarga Wismoyojati. Kehidupan penuh berbagi dalam keluarga diisi oleh tawa renyah dan kehangatan. Perdebatan tentu tetap ada sebagai bumbu dalam kehidupan, tetapi mereka bisa menyelesaikan dengan bijaksana.Lila menjalani perannya sebagai ibu dengan penuh cinta, merawat Brilian, Bintang, dan Berlian dengan kesabaran dan kasih sayang yang tak terbatas. Ia tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial, menemukan kebahagiaan dalam membantu sesama, sambil tetap menyeimbangkan perannya sebagai istri dan ibu.Setelah Sekar dan Prabu memutuskan untuk pindah ke rumah mereka sendiri, suasana di kediaman Sean dan Lila sedikit berubah. Tidak ada lagi suara teguran tegas Sekar atau candaan ringan Prabu di meja makan, tapi bukan berarti rumah itu kehilangan kehangatan.Sean yang memahami betapa besarnya tanggung jawab Lila dalam mengurus tiga anak mereka, mengambil keputusan besar. Ia mencari pengasuh anak profession

  • Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal   467. Paket dari Delisa

    Malika berdiri tak jauh dari ayunan, matanya membulat melihat kejadian yang baru saja terjadi. Ia datang ingin bermain bersama Brilian, tapi malah menyaksikan sesuatu yang menghancurkan dunianya.Brilian, sahabat kecilnya, kakak yang dia banggakan baru saja dicium oleh Almahira.Gadis kecil yang masih duduk di TK itu merasakan sesuatu yang aneh di dadanya. Seperti ada beban besar menekan hatinya. Wajahnya menegang, bibirnya sedikit bergetar.Brilian masih berdiri di tempatnya, memegangi pipinya dengan ekspresi terkejut, sementara Almahira sudah berlari pergi dengan riang.Malika mengepalkan tangannya kecil-kecil. Brilian sudah ternoda.Entah dari mana gadis mungil itu mendapatkan pemikiran seperti itu, tapi itulah yang muncul di kepalanya. Sejak kecil, ia selalu menganggap Brilian adalah miliknya, teman bermain yang paling seru, kakak yang selalu membelanya dan menjaganya. Tapi sekarang?Brilian sudah dicium gadis lain.Matanya mulai berkaca-kaca. Ia ingin berteriak, ingin menangis, t

  • Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal   466. Ditandai

    466Lila membuka matanya perlahan saat mendengar suara rengekan bayi. Seketika, nalurinya sebagai ibu membuatnya ingin segera bangkit. Namun, saat menoleh ke samping, tempat tidur Sean kosong.Dia menoleh ke arah boks bayi dan menemukan suaminya sudah lebih dulu terjaga. Sean duduk di kursi di samping boks, memangku salah satu bayi mereka sambil memberikan dot. Dengan satu tangan lainnya, dia berusaha menenangkan si kecil yang masih berada di boks, menyentuhnya dengan lembut agar tidak terus menangis.Lila menggeleng pelan. Kenapa dalam keadaan repot seperti itu Sean tidak membangunkannya?Dia mengamati suaminya yang tampak begitu telaten. Mata Sean terlihat sedikit sayu karena mengantuk, tetapi senyumnya tetap ada saat membisikkan sesuatu pada anak mereka. Lila merasa hangat melihat pemandangan itu.Dia bangkit perlahan, mendekati Sean, lalu bertanya pelan, "Kenapa tidak membangunkanku?"Sean menoleh dan tersenyum kecil. "Kau masih butuh istirahat, sayang. Aku bisa mengurus mereka."

  • Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal   465. Kemarahan Ibu Hamil

    Ryan menghela napas panjang, berdiri di samping tempat tidur rumah sakit tempat Rina berbaring. Sejak sadar, istrinya berubah total. Biasanya Rina adalah perempuan yang mandiri, kalem, dan penurut. Tapi sekarang? Manja, gampang marah, dan yang paling membuat Ryan frustasi, diam seribu bahasa setiap kali mereka hanya berdua."Rina, kau mau sesuatu?" tanya Ryan pelan, berharap mendapat jawaban.Rina hanya membuang muka, menatap ke arah jendela.Ryan mengusap wajahnya, mencoba bersabar. Sejak dokter memberi kabar tentang kehamilan Rina, perubahan sikap istrinya semakin menjadi-jadi. Setiap kali ia mencoba membicarakannya, Rina malah menutup diri.Namun, saat Sekar dan Prabu datang bersama Brilian dan Renasya, suasana langsung berubah. Seakan-akan Rina adalah orang yang berbeda."Bunda!" Renasya berlari kecil mendekati ranjang, matanya berbinar.Rina tersenyum hangat, membuka tangannya untuk menyambut putrinya. "Sayang, ke sini, Bunda kangen."Ryan memandangi pemandangan itu dengan kening

  • Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal   464. Janji tak Terucap

    Sean melepas dasinya dengan satu tarikan kasar. Rumah besar itu terasa begitu sepi.Tidak ada suara Sekar yang biasanya sibuk memberi perintah. Tidak ada tawa Prabu yang sering menggoda Brilian. Bahkan Brilian sendiri tak terdengar, padahal biasanya selalu berlari-lari dengan ocehan tak ada habisnya.Setelah mencuci tangan, Sean melangkah menuju kamar bayi, membuka pintu perlahan.Di dalam, Lila sedang menggendong Berlian yang masih mengenakan baju tidur, sementara Bintang terbaring di boks bayi, menggeliat pelan. Wajah Lila tampak lelah, rambutnya berantakan, tetapi senyumnya tetap ada saat menenangkan putri kecil mereka.Sean bersandar di ambang pintu, matanya melembut. "Kenapa sendirian?"Lila menoleh, sedikit terkejut, lalu tersenyum tipis. "Mama dan Papa mengantar Renasya ke rumah sakit. Brilian ikut, nanti pulangnya langsung ke rumah Om Prabu. Mereka akan menginap kurang lebih satu minggu di sana sampai Paksi berangkat ke London."Sean mengangguk pelan, beberapa hari yang lalu P

  • Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal   463. Masa Tua yang Bahagia

    Di perjalanan pulang, Sekar sesekali melirik ke arah Renasya yang tertidur di pangkuannya. Wajah mungil itu tampak lelah, sesekali bergumam dalam tidurnya, mungkin memanggil ibunya. Prabu yang menyetir pun sesekali melirik ke kaca spion, memastikan keadaan mereka baik-baik saja."Kasihan anak ini, tidak ada yang asuh karena mamanya harus di" gumam Sekar pelan, mengusap rambut Renasya dengan lembut."Kita jaga dia baik-baik sampai ibunya pulang," sahut Prabu, suaranya tenang tetapi tegas.Sesampainya di rumah, Sekar langsung memanggil Bi Siti. "Bi, tolong mandikan Renasya dulu, ya. Pakaiannya ada di kamar tamu yang dulu dia pakai waktu menginap di sini."Bi Siti mengangguk. Dengan penuh kesabaran, ia membimbing Renasya yang masih setengah sadar karena mengantuk. Anak itu berjalan dengan langkah gontai, menggenggam tangan Bi Siti erat-erat.Sekar dan Prabu menghembuskan napas lega. "Semoga besok Rina sudah bisa dibawa pulang," kata Sekar pelan, lebih kepada dirinya sendiri.“Ya, tapi Re

  • Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal   462. Ada Apa dengan Rina

    Ryan duduk di kursi tunggu ruang UGD, masih mengenakan kaus rumahan dan celana training. Melihat keadaan istrinya yang tidak sadarkan diri, ayah satu anak itu mengambil pakaian sedapatnya dari lemari.Napas Ryan tersengal, dadanya naik turun cepat. Di pelukannya, Renasya meringkuk, masih mengenakan piyama tidurnya, kepalanya bersandar di bahu Ryan dengan wajah bingung dan takut."Ayah, Bunda kenapa?" Suara kecil putrinya bergetar.Ryan mengeratkan pelukannya, berusaha menenangkan anaknya meski dirinya sendiri diliputi ketakutan yang luar biasa."Bunda sakit, Nak. Kita doain Bunda, ya?" Suara Ryan terdengar serak, matanya terus terpaku pada pintu ruang gawat darurat yang tertutup rapat.Tadi pagi, setelah menemukan Rina tidak sadarkan diri, Ryan nyaris kehilangan akal. Ia menggendong istrinya keluar kamar, berlari ke garasi, dan tanpa berpikir panjang, memasukkan Rina ke mobil.Renasya, yang terbangun karena suara ayahnya berteriak, ikut dibawa serta dalam keadaan setengah mengantuk.P

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status