Share

Bab 494

Author: Galang Damares
Kalau sampai tergores, aku tidak akan sanggup ganti rugi.

Betisku gemetaran, aku berkata dengan getir, "Nona Helena, aku nggak berani kendarai mobil ini. Sebaiknya kamu cari sopir lain."

Melihat ekspresiku, Helena tertawa terbahak-bahak. "Cuma mobil, kamu ketakutan seperti ini?"

"Tapi, ini Porsche 911, bukan mobil biasa. Puluhan tahun hidup, ini pertama kalinya aku lihat mobil semahal ini. Aku mana berani kendarai?"

Helena menyerahkan kunci mobil ke tanganku. "Tenang saja. Kalau tergores, nggak usah ganti rugi."

Aku tercengang.

Dia menyerahkan mobil miliaran padaku?

Aku meyakinkan diri sendiri bahwa ini hanyalah hal kecil, aku bisa mengendarainya!

Anggap saja sebagai pengalaman.

Namun, begitu masuk ke dalam mobil, ototku menegang dan betisku gemetaran.

Aku bahkan tidak berani menyalakan mobil.

Helena tidak mendesakku, dia memberiku waktu untuk beradaptasi.

Aku menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri.

Setengah jam kemudian, suasana hatiku mulai menenang.

"Sudah siap? Kalau suda
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Tumpal Batara
ceritanya terlau munafik....swnoga kedepan jgn tampilkan karakter yg monoton, itu memvuat jenuh si pembaca ....terimakasih mhn maaf jika ada kata yg kurang berkenan
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 495

    Alhasi, setelah menunggu beberapa menit, Helena masih belum kembali.Bu Yuna mulai tidak sabar dan berkata padaku, "Helena masih belum balik?""Belum.""Ya sudah, masuklah buat bantu aku.""Apa?"Permintaan ini membuatku tercengang.Meminta seorang pria membantunya menarik ritsleting, bukankah kurang pantas?Apalagi, dia adalah istri bosku. Aku tidak berani berbuat seperti itu."Bu Yuna, tunggulah sebentar. Aku pergi cari Nona Helena."Aku tidak berani masuk dan hendak mencari Helena.Bu Yuna adalah nyonya berkelas, aku mana berani menyentuhnya?Namun, sesampai di depan pintu toilet, aku menemukan terdapat toilet VIP di sini.Helena berada di toilet VIP.Aku bukan anggota premium mal ini dan tidak berhak memasuki toilet VIP.Entah apa yang dilakukan Helena? Apa dia membersihkan toilet? Sudah belasan menit, masih belum keluar?Aku berteriak ke dalam, "Nona Helena, kamu sudah siap?Tidak ada yang merespons.Penjaga di luar mengatakan bahwa toilet VIP kedap suara untuk menjaga privasi tam

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 496

    Aku tidak berani mengincar Bu Yuna, tetapi melihat tubuh indahnya, pikiranku otomatis mengembara.Tentu saja, aku tidak memiliki niat jahat.Aku sangat menghormati Bu Yuna!Setelah menarik ritsleting, aku berkata pada Bu Yuna, "Bu Yuna, sudah selesai.""Ya, aku tahu. Keluarlah."Saat aku keluar dari kamar pas, aroma Bu Yuna masih membekas di napasku dan bentuk pantat Bu Yuna terukir di benakku.Penampilannya yang anggun sungguh memukau!Aku pun mengetahui apa yang dimaksud dengan keluarga terpelajar, wanita berkelas dan berpendidikan.Aku menyadari betapa besarnya perbedaan antar wanita!Sebagian wanita hanya bisa memuaskan hasrat seksual, sedangkan sebagian wanita dapat memikat jiwa pria.Aku berharap bisa lebih banyak berinteraksi dengan wanita seperti Bu Yuna. Dengan begitu, aku dapat memperluas pengetahuanku.Tak lama kemudian, Bu Yuna keluar dari kamar panas.Tinggi Bu Yuna sekitar 1,65 meter dan dia memakai sepatu hak tinggi. Tubuhnya sangat langsing, tetapi masih berbentuk dan b

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 497

    Wajah Yuna memerah, dia agak malu. "Di depan umum, jangan sembarangan ngomong, buat malu saja."Terlihat jelas, Bu Yuna adalah tipe wanita yang lebih anggun dan lemah lembut.Berbeda dengan Helena, dia sangat terus terang.Helena menggandeng lengan sahabatnya sambil berkata, "Nggak usah malu, kita sama-sama sudah berpengalaman.""Hubungan di antara pria dan wanita, bukankah hanya sebatas itu?""Terkadang, mengobrollah dengan teman baikmu. Mungkin bakal dapat pencerahan."Helena merasa ini hanyalah hal biasa, suaranya bahkan sangat lantang.Wajah Yuna makin merah, seolah-olah akan segera meneteskan darah."Ya sudah, aku masuk ganti baju dulu.""Kenapa diganti? Sudah bagus, pakai ini saja."Sembari berbicara, Helena berkata pada pramuniaga, "Bungkus pakaian Yuna yang ada di dalam kamar pas. Gesek kartuku.""Aku beli baju, kok gesek kartumu? Biar aku saja," kata Yuna.Helena berkata dengan ekspresi menantang, "Cuma beberapa juta, nggak usah rebutan.""Lagi pula, ini bukan uangku, uang Tia

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 498

    Aku hampir mati kelelahan, sudah waktunya pulang kerja.Kalau aku tidak menemani mereka berbelanja, aku bisa pulang untuk beristirahat.Namun, sekarang mereka ingin pergi ke pemandian air panas. Entah mereka akan berendam sampai jam berapa?Aku hanya bisa berharap Bu Yuna menolak.Namun, tak disangka, Bu Yuna juga ingin berendam air panas.Entah mengapa ketika mendengar Bu Yuna mengatakan ingin berendam air panas, kekesalanku mereda.Aku bahkan agak menantikan.Namun, Helena berkata padaku, "Edo, tolong masukkan barang kami ke mobil, kamu sudah boleh pulang.""Hah?"Aku tercengang. Aku ingin menemani kalian berendam air panas, kamu malah menyuruhku pulang?Tentu saja, aku tidak senang."Kalau aku pergi, siapa antar kalian?" Aku berkata dengan enggan dan mencari alasan untuk menemani mereka.Helena langsung tertawa. "Kamu kira nggak ada kamu, aku nggak bisa nyetir?"Intinya, Helena akan menyetir mobil.Aku terdiam."Tapi, aku naik apa pulang?" Aku masih belum menyerah dan mencoba untuk

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 499

    Akan tetapi, aku berharap mereka menahanku.Namun, Helena tidak berniat untuk menahanku dan Bu Yuna hanya tersenyum tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Aku tahu, malam ini, aku tidak akan pergi ke pemandian air panas.Aku memanggil taksi dan pulang.Sore ini, aku menghasilkan beberapa juta dengan menemani dua wanita berbelanja.Bagiku, ini adalah hal yang menguntungkan.Namun, aku tidak terlalu senang.Alasannya sangat sederhana.Dibandingkan dengan uang beberapa juta, aku lebih ingin menemani kedua wanita itu berendam air panas.Bagaimanapun, hal seperti itu tidak dapat dibeli dengan uang.Namun, aku tahu diri.Aku hanyalah orang biasa. Apa aku berhak menemani mereka berendam air panas?Bukankah aku terlalu memandang tinggi diri sendiri?Hanya karena aku mengendarai mobil miliaran rupiah, aku berubah menjadi orang kaya?Bisa dibilang, aku terlalu mendalami peran.Namun, entah mengapa, aku agak sedih.Sekalipun pulang, rumah sangat sepi dan hanya ada aku seorang.Aku makin sedih.Aku m

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 500

    Aku hanya tersenyum canggung.Namun, Wiki terus berbicara. "Selain itu, aku dan Nia jadi akur. Edo, aku nggak butuh bantuanmu lagi. Aku bisa hamili kakak iparmu."Aku merasa Wiki sengaja berkata demikian.Aku penasaran dan kesal. Mengapa dia memberitahuku hal seperti ini?Apa dia menemukan sesuatu?Namun, aku tidak bisa langsung bertanya dan hanya bisa menjawab, "Selamat, semoga aku bisa segera punya keponakan.""Haha, Edo, akhirnya aku dan Kak Nia dapat pencerahan. Sekarang, kutunggu kabar baikmu."Pencerahan apaan?Kamu cuma mau pamer, 'kan?Menunggu kabar baik dariku pula.Kamu tidak mengetahui ulah Johan?Apa semudah itu menikahi Kak Lina?Karena tidak bisa mengungkapkan kekesalanku, aku hanya bisa minum bir.Tak lama kemudian, pesanan Wiki selesai.Wiki pergi dengan membawa camilan. Sebelum pergi, dia memperingatkanku untuk mengurangi minum-minum.Kalau dia peduli padaku, dia akan memintaku pulang ke rumah. Bukannya malah mengisyaratkanku untuk tidak pulang.Aku makin yakin bahwa

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 501

    Namun, kami tidak mungkin bersama. Jadi, jalan terbaik adalah merelakan satu sama lain."Ya sudah. Bagaimanapun, kita punya hidup masing-masing.""Semoga kita bahagia."Setelah Kak Nia berkata demikian, terdengar suara kenop pintu.Kak Nia segera berpamitan padaku dan mengakhiri panggilan.Aku duduk di meja makan, tetapi sama sekali tidak memiliki selera makan.Aku pun berdiri dan pulang.Aku pulang ke rumah Kak Lina dan menemukan pintu rumah tidak terkunci. Aku mengira Kak Lina sudah pulang.Aku menjadi sangat bersemangat. Aku berpikir bahwa Kak Lina mungkin ingin memberiku kejutan?Aku segera melangkah masuk, tetapi aku menemukan ada yang aneh.Karena ada dua sosok pria di dalam rumah.Keduanya sangat misterius, seperti sedang mencari sesuatu.Aku segera bersembunyi di kamar mandi dan mencoba untuk memahami apa yang terjadi.Mereka pencuri?Aku hendak menelepon polisi.Namun, pada saat ini, salah satu di antara mereka berkata, "Sialan, ada apa? Kok nggak ada orang?""Bukannya Dono bi

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 502

    Melihat sosok yang datang adalah seorang wanita, mata kedua pria itu bersinar.Keduanya memutuskan untuk langsung beraksi.Lina tidak merasa ada yang aneh. Dia menggantung tasnya, mengganti sandal rumah dan hendak berbaring di sofa untuk beristirahat.Alhasil, dua orang itu muncul dan langsung mendorongnya ke atas sofa.Pria mesum itu bahkan meraba badan Kak Lina sambil berkata, "Hehe, cantik sekali. Kulitnya juga halus, kita harus manfaatkan baik-baik. Pasti sangat nikmat."Pria pemarah itu berkata, "Sialan, aku sudah lama menunggu. Aku mau langsung menghabisinya.""Buru-buru sekali. Kamu duluan."Melihat Kak Lina ditimpa di atas sofa, aku sangat kesal. Jadi, aku mengabaikan segalanya dan langsung menerjang ke arah mereka."Plak plak!"Aku menghantamkan botol di tanganku ke kepala mereka.Ketika mereka kesakitan, aku langsung menyelamatkan Kak Lina.Melihatku datang, Kak Lina seolah-olah melihat dewa penyelamat. Tubuhnya sontak melemas.Dia jatuh ke pelukanku.Aku memeluk Kak Lina era

Latest chapter

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 911

    Setelah menunggu beberapa saat, Hairu dan Dono muncul.Dono telah sepenuhnya kehilangan kesombongannya. Dia terus mengikuti Hairu dengan kepala tertunduk.Kami memperkenalkan diri satu sama lain, lalu duduk untuk mengobrol.Aku melihat kontrak yang ditulis oleh Hairu. Pada dasarnya kontrak itu tidak ada masalah besar.Aku juga menyampaikan keinginan Zudith untuk bergabung.Hairu mengerutkan kening dan berkata, "Lima orang? Bukankah jumlah pemegang saham terlalu banyak?""Meskipun Zudith telah berinvestasi dalam bisnis ini, dia nggak terlibat dalam pengelolaan toko. Sebelumnya, kamu juga bilang kamu akan menyerahkan operasi dan pengelolaan Aula Juve padaku dan Kiki.""Meski seperti itu, ada lima orang yang memiliki apotek kecil ini. Kalau ada masalah di masa depan, siapa yang akan mereka dengarkan?"Aku berkata, "Tentu saja, pendapat aku dan Kiki akan menang. Kami adalah manajer utama apotek. Sedangkan kamu dan Dono, sebelumnya kamu bilang tujuan utamamu adalah menghasilkan uang. Aku cu

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 910

    Mungkinkah orang itu adalah Yuna?Ti ... tidak mungkin. Yuna bukanlah orang seperti itu!Aku langsung menampik gagasan itu dalam benakku.Namun, aku telah tidur dengan hampir semua wanita malam itu. Tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki tato kupu-kupu.Sekarang, aku tahu jika Yuna memilikinya.Aku bahkan tidak ingin memikirkannya. Namun, fakta memaksaku untuk memikirkannya seperti ini.Aku tidak berani memikirkannya lagi. Jika dia benar-benar Yuna, bagaimana mungkin aku berhadapan dengan Harmin?Tidak, tidak, tidak. Mungkinkah itu Tiara?Dari keenam wanita malam itu, selain Yuna, ada juga Tiara yang belum pernah berhubungan denganku.Saat aku memijat Tiara beberapa kali, aku hanya memijat dadanya. Aku tidak pernah memijat bagian bawah pinggangnya.Mungkin aku bisa meluangkan waktu untuk melihat apakah Tiana punya tato atau semacamnya?Meskipun aku berpikir demikian, aku tetap saja panik seolah ada sepuluh ribu kuda berlari kencang melewatiku.Tepat saat aku sedang melamun, Yuna

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 909

    Aku memilah obat-obatan di lemari es, lalu merapikan ruang makan dan dapur.Sampai semuanya kembali normal, aku baru bernapas lega.Namun, setelah pekerjaan tadi, bahuku mulai terasa sakit lagi. Seperti luka di bahuku mengalami pendarahan.Aku membuka kerah baju dan melihatnya. Aku melihat sedikit pendarahan, tetapi tidak begitu serius.Aku berpikir untuk menanganinya sendiri.Namun, saat ini, Yuna keluar dari kamar mandi. Dia melihat bahuku terluka, dia langsung bertanya apa yang terjadi?Aku tidak dapat menyembunyikan hal ini, jadi aku menceritakan padanya tentang perburuan yang dilakukan Larto."Kamu benar-benar beruntung bisa selamat dari tangan Larto. Aku mendengar dari Helena bahwa orang itu pernah menjadi tentara bayaran di luar negeri. Dia benar-benar pernah membunuh orang."Saat mendengar kata "membunuh", aku tidak dapat menahan diri untuk merinding.Aku selalu merasa mata Larto sangat dingin dan tajam, seolah-olah dia telah membunuh seseorang. Namun, aku tidak menyangka itu b

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 908

    "Pak Harmin, aku nggak bisa menyetujuinya." Aku langsung menolak. Alasan utamanya karena aku tidak tahu apa yang akan dipikirkan Harmin jika dia tahu bahwa aku ingin membuka usaha sendiri.Aku bukanlah orang yang hebat dan saleh. Namun, aku tidak ingin melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nuraniku.Aku tidak ingin orang-orang semakin memandang rendah diriku.Aku pikir apa pun yang terjadi, setiap orang harus memiliki batasan. Jika aku menyetujui masalah ini tanpa hati nuraniku, aku mungkin akan menjadi kaya dalam waktu yang sangat singkat. Namun, aku tidak tahu apakah aku tidak akan merasa bersalah?Harmin menatapku dan berkata, "Edo, tahukah kamu kenapa aku begitu percaya padamu?"Aku menggelengkan kepala untuk menunjukkan bahwa aku tidak tahu.Harmin berkata, "Karena kamu bukan orang yang tamak. Aku sudah menjalankan klinik ini selama lebih dari 20 tahun. Aku telah bertemu dengan berbagai macam orang. Ada yang berasal dari keluarga miskin, ada yang miskin dan terlantar. Ad

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 907

    "Oke, aku mengerti. Aku juga tahu apa yang aku lakukan. Kamu nggak perlu khawatir." Helena tidak ingin berkata apa-apa lagi.Sebagai seseorang yang terlibat dalam situasi tersebut, Helena merasa tidak berdaya dan sedih. Hal ini berada di luar kendalinya, tetapi dia tidak dapat mengungkapkannya pada orang lain.Helena memilih jalannya sendiri. Bahkan sesulit apa pun, dia harus menjalaninya.Yuna ingin mengatakan sesuatu yang lain, tetapi Helena telah mencari alasan dan menutup teleponnya.Yuna menatap ponsel, lalu mendesah dalam-dalam.Bella selalu mengatakan bahwa tindakan Helena menjadi simpanan Tiano sangat tidak tahu malu. Namun, dia tahu bahwa Helena melakukan ini untuk menyelamatkan seluruh Keluarga Xion.Begitu Helena memilih jalan ini, dia akan sangat sulit untuk melarikan diri.Hanya saja, banyak orang yang tidak tahu kesedihannya....Aku tidak tahu hal ini. Setelah menyiapkan obat, aku pergi ke kamar Harmin.Setelah beberapa hari mandi obat, Harmin terlihat jauh lebih baik da

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 906

    "Nggak, aku tetap nggak bisa mengambilnya.""Kamu bahkan nggak menginginkan 4 miliar? Kamu harus tahu bahwa dengan uang ini, kamu dapat membeli rumah, mobil dan menikahi Lina." Yuna tidak tahu mengapa dia mengatakan ini. Namun, melihat ekspresiku yang menolak dengan tegas, dia ingin mengujiku lagi.Aku masih menggelengkan kepala dan berkata, "Aku akan bekerja keras dan menikahi Kak Lina dengan kemampuanku sendiri."Meskipun hatiku merasa sangat enggan, aku tidak bisa menerima kartu itu.Jika aku benar-benar menerimanya dan Tiano mengetahuinya, aku mungkin akan dibunuh dengan tragis.Sebenarnya aku tidak sehebat itu. Jika ada jalan pintas, siapa yang tidak mau mengambilnya?Masalahnya, Tiano bukanlah orang yang bisa aku ganggu. Jadi, jalan terbaik adalah tidak berurusan dengan Helena lagi.Melihat sikap tegasku, akhirnya Yuna mengambil kartu itu dan berkata, "Baiklah, aku akan mengatakannya kepada Helena.""Aku mau lihat keadaan Pak Harmin." Aku berbalik, lalu pergi ke kamar tidur. Hal

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 905

    Alhasil, aku meninggalkan Yuna sendirian di rumah, hingga membuatnya kewalahan.Rambut Yuna tampak acak-acakan dan penampilannya tampak sedikit lelah. Terlihat jelas dia kurang istirahat."Nggak apa-apa, aku bisa sendiri. Tapi, dua hari ini aku agak sibuk. Aku sangat sibuk sampai pikiranku kacau.""Kamu nggak apa-apa?"Yuna menatapku. Tatapannya itu tampak yang tidak sedingin sebelumnya, melainkan telah kembali ke tatapan lembutnya yang biasa.Aku menggelengkan kepala, lalu mengambil kantung obat dari tangannya dengan paksa. "Nggak apa-apa.""Apa kamu benar-benar baik-baik saja? Aku dengar Tiano datang ke Kota Jimba."Jantungku berdebar kencang. "Bagaimana kamu tahu?""Dari mana lagi? Tentu saja Helena yang memberitahuku. Tiano datang ke Kota Jimba sudah cukup untuk menunjukkan betapa dia menghargai Helena. Kamu beruntung bisa lolos kali ini. Tapi, kamu mungkin nggak akan seberuntung itu nanti."Aku mengangguk. "Aku tahu, tapi aku juga nggak mau seperti ini. Nona Helena selalu berinisi

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 904

    Aku segera meraba-raba untuk mencari jalan keluar.Suara Helena terus bergema dalam pikiranku.Kali ini, Helena yang membantuku.Aku mendengar tawa menawan Helena yang datang dari dalam. Aku tahu bahwa pemandangan di dalam pasti sangat erotis.Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi. Aku merasa sedikit tidak nyaman.Helena membantuku. Dia mengorbankan dirinya untuk membantuku.Tentu saja, mungkin agak berlebihan jika mengatakan itu adalah pengorbanan. Namun, aku tahu betul jika bukan karena bantuan Helena, aku tidak akan bisa pergi dengan mudah.Alih-alih langsung kembali ke klinik, aku duduk di bangku taman sambil memikirkan berbagai macam hal.Aku tidak pernah menyangka Tiano akan datang ke Kota Jimba. Selain itu, aku pikir karena dia bisa menempuh perjalanan ribuan mil untuk datang ke Kota Jimba, dia seharusnya tidak pergi begitu saja, bukan?Begitu aku memikirkan Tiano, aku tidak dapat menahan rasa kesal.Saat aku sedang melamun, ponselku tiba-tiba bergetar. Aku mengeluarkannya dan

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 903

    Helena langsung menggelengkan kepalanya dan berkata, "Nggak boleh. Aku ke tempat pijat untuk bersantai. Tapi, kalau kamu mau memijatku di depan pacarku, aku sama sekali nggak setuju.""Kalau mau pijat, kamu yang harus memijatku." Helena memeluk lengan Tiano. Penampilannya yang menawan dan cantik itu membuat Tiano kehilangan kesabaran."Aku yang pijat? Kalau begitu, bagaimana aku bisa mengujimu?" Tiano adalah pria licik yang sangat tenang. Dia bahkan melemparkan pertanyaan itu kembali.Helena terus bersikap genit dan berkata, "Dia menutup matanya dan memberimu instruksi. Bukankah kamu cukup melakukan apa yang dia katakan?""Kamu baru saja tiba di Kota Jimba, tapi kamu sudah meragukan segala hal. Apa kamu nggak lelah?""Kalau nggak, aku bisa memijatmu."Saat Helena berkata, dia meringkuk ke pelukan Tiano seperti seekor ular. Bibirnya yang merah menyala itu pun mencium wajah Tiano."Bolehkah?"Tiano ditaklukkan olehnya. "Baiklah, sebelumnya kamu selalu memijatku. Kali ini, giliran aku yan

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status