Share

Bab 94. Kita Berhutang Nyawa

Author: El Hawra
last update Last Updated: 2024-09-26 23:00:13

Elena nyaris tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Tanpa sadar bibir Elena bergetar.

“Mama….”

Namun sesaat berikutnya Elena kembali tercengang, wanita itu menjatuhkan diri, lalu berlutut di bawah kaki Elena dengan air mata berderai.

“Elena, maafkan mama yang berdosa ini, mama sudah banyak menyakitimu di masa lalu. Maafkan mama Elena, mama sangat menyesal. Mama menyesali semua kebodohan dan perlakuan mama dulu, mama mohon maafkan mama….”

Nyonya Victoria sudah tidak lagi mempedulikan harga dirinya, rasa penyesalan yang selama ini menyiksanya membuatnya tak bisa lagi untuk menguasai diri. Wanita itu menangis tersedu-sedu sambil mencium kaki Elena.

Sontak Elena berjongkok lalu membantu nyonya Victoria berdiri.

“Oh tidak, mama. Apa yang mama lakukan? Mama tidak boleh melakukan ini padaku, seorang ibu tidak boleh berlutut apalagi bersujud pada anaknya.”

Nyonya Victoria terkesima mendengar ucapan Elena, ditatapnya wajah cantik di hadapannya dengan rasa takjub bercampur malu. Elena seger
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

  • Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga   Bab 95. Bangun Raul

    “Raul, bangunlah sayang. Kenapa jadi begini. Sudah aku katakan perempuan itu jahat, dia tidak peduli dengan perasaanmu...” Seorang wanita duduk di atas kursi di samping tempat tidur Raul, dia memegangi tangan lelaki itu sambil menangis.Seketika nyonya Victoria menjadi naik pitam, ia bergegas mendekati wanita itu, lalu dengan kasar menariknya dari kursi.“Jangan dekati anakku!” teriak nyonya Victoria marah.“Tia…,” sahut Beatriz lirih, “aku dengar Raul sakit makanya aku ke mari, aku sedih Tia, Raul koma….”“Tutup mulutmu Beatriz, simpan air mata buayamu! Kamu kira aku nggak tahu apa yang kamu lakukan, hah? Kamu yang ada di balik semua kekacauan ini!”“Tia, apa maksudmu? Semua gara-gara perempuan sialan itu. Raul meregang nyawa begini, dia enak-enakan dengan lelaki lain….”Plakk!Belum selesai Beatriz melanjutkan kalimatnya, namun sebuah tamparan mendarat di pipinya.“Tia, mengapa kamu menamparku?” tanya Beatriz sambil memegangi pipinya, air mata wanita itu mengucur deras.“Sudah aku b

    Last Updated : 2024-09-27
  • Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga   Bab 96. Diantara Dua Pria

    “Di mana Elena, Ma?” tanya Raul sambil tengak-tengok. Nyonya Victoria terdiam, dia bingung bagaimana menjelaskannya pada Raul, khawatir putranya menjadi shock lagi.“Elena….”“Apa Elena sudah kembali ke kediaman Rodriguez, Ma?” tanya Raul menyambung perkataan ibunya, nyonya Victoria mengangguk pelan.“Ma, apa tuan Diego tahu kalau Elena ke mari?” desak Raul lagi, ia khawatir jika Elena datang tanpa sepengetahuan suaminya.“Iya, Nak. Tuan Diego mengizinkan Elena ke mari, beliau juga titip salam padamu.”Raul menghela napas panjang, namun kemudian lelaki itu tersenyum.“Syukurlah, Ma. Elena sekarang sudah hidup bahagia, dia memang pantas mendapatkan kebahagiaan.”Keheningan sejenak mendera ruangan itu, ibu dan anak itu tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Nyonya Victoria mengangguk perlahan membenarkan ucapan putranya, Elena memang pantas mendapatkan kebahagiaan, dia wanita yang baik, hatinya bersih dan tulus.“Ma, mama tahu? Elena sekarang sedang mengandung, Ma. Kelak aku akan mi

    Last Updated : 2024-09-27
  • Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga   Bab 97. Putus Hubungan

    “Apa? Pingsan?” tanya Raul, “Apa yang terjadi, Carmen?”“Entah tuan, tadi nyonya sedang duduk di sofa, tiba-tiba tidak sadarkan diri.”“Baiklah, aku akan segera pulang.”Raul segera mematikan panggilan Carmen, lelaki itu segera menyimpan ponselnya.“Mama kenapa, Raul? Apa mama sakit?” tanya Elena tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.“Entahlah, tadi pagi baik-baik saja,” jawab Raul sambil menggelang. “Aku pamit dulu.”“Ok, hati-hati,” sahut Diego.“Salam sama mama,” timpal Elena. Raul hanya mengangguk sambil tersenyum, ia pun bergegas meninggalkan kediaman Rodriguez.“Kamu nggak mau jenguk nyonya Mendez, Elena?” tanya Diego sambil tersenyum.“Nggak lah Diego, paling mama cuma kecapean,” kilah Elena.“Kalo kamu mau pergi ke kediaman Mendez untuk jenguk nyonya Mendez, tidak apa-apa kok sayang, kasihan wanita tua itu. Mungkin perlu dihibur.”“Ck, nggak lah, Diego. Kalau memang sakitnya serius pasti akan dibawa ke rumah sakit, nanti aku akan jenguk ke rumah sakit saja. Untuk ke r

    Last Updated : 2024-09-28
  • Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga   Bab 98. Perang Medsos

    “Kita jalankan rencana kedua, untuk menghancurkan perempuan kampung itu!” seringai Emma sambil menyesap minumannya.“Rencana kedua? Rencana yang mana nyonya? Rencana apa?” Beatriz tertegun, dia memang tidak banyak tahu rencana-rencana Emma.Emma memberi kode agar Beatriz mendekat, lalu membisikkan sesuatu.“Wah hebat, Anda memang sangat briliant nyonya,” puji Beatriz sambil tersenyum.Emma kembali menyesap minumannya sambil tersenyum penuh arti.Sementara itu, tanpa disadari kedua perempuan itu, Miguel dan Chavela juga ada di tempat itu, keduanya sudah terlebih dahulu datang dan memilih meja yang paling pojok, sehingga Emma dan Beatriz tidak memperhatikan.“Hola nyonya, selamat malam,” sapa Chavela pada Emma, dia berpura-pura tidak mengenali Beatriz.Tentu saja kedua wanita itu terkejut, terutama Beatriz.“Eh gadis kampung, mau apa kamu ke mari?” sambut Beatriz tidak ramah.“Oh, Anda? Sepertinya saya mengenal Anda?” Chavela pura-pura berpikir.“Oh ya, sekarang saya ingat, Anda nyonya

    Last Updated : 2024-09-28
  • Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga   Bab 99. Masa Tenang

    “Heh, apa yang akan kamu lakukan perempuan bodoh!!” teriak Emma di telepon, “Jangan lakukan apa pun!”Sayangnya Beatriz sudah terbakar amarah, sehingga dia tidak mendengarkan teriakan Emma, karena wanita itu langsung mematikan panggilannya.Beatriz langsung pergi ke kediaman Mendez, dengan amarah yang membuncah. “Raul, keluar kamu pengecut!” teriak Beatriz. Namun tak ada tanggapan dari dalam kediaman mewah itu.Beatriz terus berteriak-teriak, akhirnya dua orang pelayan laki-laki ke luar lalu menyeret Beatriz.“Suruh tuan kalian yang pengecut itu ke luar!” Beatriz meronta-ronta, tapi dua orang pelayan laki-laki itu terus menyeretnya, dan melemparkannya ke luar pagar.Diam-diam nyonya Victoria melihat dari balik jendela kamarnya, tapi wanita itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ingin rasanya nyonya Victoria ke luar dan menasehati Beatriz, tapi sepertinya percuma. Jika kedua orang tuanya saja tidak didengar nasehatnya, apalagi dia yang hanya bibi jauh, makanya nyonya Victoria men

    Last Updated : 2024-09-29
  • Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga   Bab 100. Pertemuan Rahasia

    “Mario, ingat! Ini harus di rahasiakan, jangan ada seorang pun tahu, terutama istriku.”Diego berpesan dengan suara dan wajah yang serius, sejenak Mario tertegun, namun sang asisten pun mengangguk. Dia segera pergi menemui Raul Mendez.Raul sedang berada di rumahnya, dia mendapat kabar bahwa Elena akan segera melahirkan dalam waktu dekat. Entah mengapa, lelaki itu merasa sangat senang, meskipun yang dikandung Elena bukan anaknya.“Mama, aku bawa kabar gembira,” ujar Raul penuh sukacita, wajahnya berbinar-binar.“Kabar apa, Raul. Sepertinya kamu senang sekali.”“Mama sebentar lagi akan dipanggil nenek,” jawab Raul sambil tersenyum.“Maksudmu bagaimana, Raul?”Nyonya Victoria kebingungan, ia melihat Raul sangat bahagia, seperti seorang suami yang istrinya akan melahirkan.“Elena, Ma. Dalam beberapa hari ini akan melahirkan,” jawab Raul berseri-seri.“Oh, benarkah?” sahut nyonya Victoria gembira. Namun seketika, muncul kesedihan menghiasi wajah wanita itu.“Kenapa, Ma? Mama sepertinya ti

    Last Updated : 2024-09-29
  • Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga   Bab 101. Aku Berjanji Padamu

    “Lalu, apakah sekarang kamu ingin menyerah Diego? Apakah kamu ingin melihat Elena kembali menderita? Demi Tuhan, aku tidak akan rela, Diego. Elena tidak boleh menderita lagi!”Raul berkata dengan dingin dan tajam, kini ia sudah bisa menangkap ke mana arah pembicaraan Diego.Diego menghela napas dalam, ditatapnya lelaki yang ada di hadapannya itu dengan tatapan yang rumit, perlahan dia menggeleng.“Tidak, Raul. Tentu saja aku tidak ingin melihat Elena menderita, aku sangat mencintai Elena. Tapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Aku sangat tahu batas-batasku.”“Kamu harus berjuang, Diego. Kamu tidak boleh menyerah, demi Elena dan Juan. Aku memang akan menyayangi Juan seperti anakku sendiri, tapi dia tetap butuh papa kandungnya. Dan Elena, dia sangat mencintaimu, Diego, dia akan menderita tanpa kamu.”“Tidak, Raul. Elena tidak akan menderita asal dia bersamamu. Aku melihat cintamu begitu tulus dan besar padanya. Dan itu cukup untuk membuatku yakin, kalau Elena akan bahagia ber

    Last Updated : 2024-09-29
  • Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga   Bab 102. Selamat

    Hanya saja, tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan sikap aneh Raul dan Mario. Diam-diam lelaki itu mengikuti Raul yang masuk ke sebuah ruangan. “Apa Elena dan yang lainnya sudah berangkat, Raul?” tanya Diego dengan suara yang lemah. Ia terbaring di atas tempat tidur dengan kondisi tak berdaya, bahkan untuk bicara pun terasa sulit. Raul hanya mengangguk, ia duduk di samping tempat tidur. “Kita harus segera ke rumah sakit sekarang, Diego. Kamu harus mendapatkan penanganan yang optimal.” Diego tidak menjawab, lelaki itu hanya terdiam. “Ingat Diego, kamu harus kuat, harus berjuang demi Elena dn Juan.” Diego hanya mengangguk lemah. “Mario, tolong siapkan kursi rodanya.” Raul memberi intruksi. “Baik, tuan.” Lelaki itu segera menyiapkan kursi roda Diego ke dekat tempat tidur. Raul segera mengangkat tubuh Diego dan meletakkannya di atas kursi roda. Ketika mereka akan ke luar tiba-tiba seseorang masuk yang mengejutkan Raul dan Mario. “Ada apa di sini? Apa yang sebenarnya terjad

    Last Updated : 2024-09-29

Latest chapter

  • Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga   Bab 155. Menikahlah Denganku

    “Elena? Ada apa?” tanya Raul cemas.“Raul, Mia… tolong selamatkan Mia, Emma sudah menyiksanya, dia bahkan nyaris membunuh Mia jika aku tidak mau menandatangani berkas-berkas itu.”Elena menjadi sangat syock, tubuhnya bergetar ketakutan, air matanya tidak terbendung lagi, seketika dia teringat kembali bagaimana kejamnya orang-orang itu menyiksa Mia.Raul segera merengkuh Elena ke pelukannya, ia berusaha menenangkan wanita itu.“Tenang Elena, semua baik-baik saja. Mia sudah berada di tempat yang aman,” ucap Raul sambil mengelus punggung Elena.“Maksudmu? Mia?”“Ketika kami tiba di tempat itu, kami menemukan Mia tergeletak tak sadarkan diri dengan tubuh penuh luka, tidak jauh dari tempat kamu disekap. Aku memerintahkan Miguel dan beberapa orang untuk membawa Mia ke rumah sakit.”“Migu? Berarti Vela…?”“Ya Elena, sebenarnya Vela juga ikut dalam misi penyelamatan dirimu, tapi aku meminta Vela untuk menunggu di mobil.”“Oh, aku harus menemui adikku, dia pasti cemas…” Elena hendak bangun, na

  • Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga   Bab 154. Semua Sudah Jelas

    Perlahan Elena membuka matanya, lalu berkedip-kedip sambil memperhatikan sekeliling. Ia menyadari dirinya terbaring di atas sebuah tempat tidur di dalam sebuah kamar yang nyaman. Elena mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi padanya, terakhir yang ingat ketika ia akan menandatangani berkas yang disodorkan Emma, tiba-tiba datang serangan dari sekelompok orang bertopeng, mereka menyerang Emma dan orang-orangnya, lalu salah satu dari mereka menangkap tubuh Elena yang dilemparkan oleh orangnya Emma, kemudian membawanya pergi, setelah itu Elena tidak ingat apa-apa lagi.“Siapa sebenarnya mereka? Dan, di mana aku sekarang?” gumam Elena, ia mencoba bangun namun tubuhnya terasa lemas. Elena ingat, sejak pagi perutnya belum terisi apa pun. Tanpa sengaja Elea menoleh ke samping tempatnya terbaring, sebuah meja penuh dengan makanan dan minuman. Elena menelan ludah, seketika rasa lapar menyergapnya. Ingin rasanya ia menyantap makanan-makanan itu agar tubuhnya mempunyai energi. Tapi tidak, Elena

  • Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga   Bab 153. Siapa Mereka?

    “Tidak…! Hentikan!!” Elena berteriak histeris, ia tak tahan melihat Mia disiksa seperti itu. Tubuh Elena bergetar ketakutan. “Hentikan Emma, lepaskan Mia, dia tidak ada hubungannya dengan masalah ini. Urusanmu adalah denganku.”“Hmm, bagus. Sekarang cepat tanda tangani berkas-berkas itu, atau kau akan melihat perempuan tua itu mati.”“Baiklah Emma, aku akan turuti keinginanmu, tapi lepaskan Mia, biarkan dia pergi.” Elena mencoba mengajukan persyaratan.“Apa?” Emma bertanya sambil mendekati Elena, “kamu mau mencoba mengelabuiku hah? Setelah dilepas perempuan tua itu akan mencari bantuan, itu kan rencanamu, kamu pikir aku bodoh!”“Tidak, Emma. Aku sungguh-sungguh akan memenuhi keinginanmu, aku akan menandatangani berkas-berkas ini. Aku hanya tidak ingin ada korban dalam masalah ini.” Elena berkata dengan kesungguhan pada kata-katanya, perlahan ia melihat pada Mia yang sudah tidak berdaya.“Lihatlah, Mia sudah terluka dan tidak berdaya begitu, dia tidak akan bisa berbuat apa-apa, mau car

  • Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga   Bab 152. Cepat Tanda Tangani!

    “Apa maksudmu, Emma? Dan apa yang kamu inginkan?” Elena bertanya dengan tenang, meskipun dia sudah bisa meraba apa yang diinginkan Emma.Demi melihat ketenangan sikap Elena, Emma menjadi gusar, ia mendekati Elena lalu dengan geram menarik rambut wanita itu hingga Elena merasa kesakitan, ia memejamkan mata dan mengigit bibirnya menahan rasa sakit. Namun ia tidak berteriak, sebisa mungkin ia menahannya dan berusaha untuk tenang.“Jangan pura-pura lugu, aku tahu meskipun kamu perempuan kampung tapi kalau soal harta kamu tidak bodoh. Itu sebabnya kamu mau menikahi lelaki lumpuh yang sudah mau mati, sehingga bisa menguasai seluruh harta Rodriguez.” Emma berkata berang.“Bukan begitu, Emma. Sedikitpun aku tidak ada keinginan menguasai harta Rodriguez.” Elena berkata pelan, ia terdiam sesaat lalu menatap Emma dengan kesungguhan di matanya. “Begini saja Emma, aku akan memberikan bagianku padamu. Aku hanya akan mendampingi putraku hingga dewasa, setelah itu aku akan mengelola milik keluargaku

  • Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga   Bab 151. Apa Yang Kau Inginkan

    Malam terus merangkak hingga kegelapan menyelimuti sekeliling, hanya lampu-lampu jalan dan juga lampu-lampu dari celah jendela setiap bangunan yang menjadi pemandangan malam itu. Raul dan rombongannya mengambil jalan pintas sehingga tidak melalui jalan utama kota. Untungnya, Raul dulu aktif melakukan kegiatan outdoor, sehingga dia hapal setiap sudut wilayah kota itu.Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit, mereka pun tiba di daerah yang di tuju. Raul menghentikan mobilnya diikuti mobil-mobil lain di belakangnya. Raul segera turun, begitu pun Mario dan Miguel. Mereka mengamati sekeliling tempat itu.Miguel kembali melihat map di ponselnya, dan memang titiknya sangat tepat. “Di arah sana lokasinya, tuan.” Migu menunjuk arah sesuai petunjuk peta. Raul dan Mario mengamati arah yang ditunjuk Miguel.“Yah benar, di sana ada bangunan yang terpisah dengan bangunan lainnya, tempatnya terpencil, kalau tidak salah dulu dipakai sebagai istal untuk menyimpan kuda, tapi sepertinya sud

  • Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga   Bab 150. Misi Penyelamatan

    “Bagaimana kalau kita menjebak Emma.” Miguel mengemukakan pendapatnya. “Maksudnya menjebak bagaimana, tuan Miguel?” tanya Mario tertarik.Miguel menghela napas lalu melihat pada Clara, “Kita akan mencari tahu di mana keberadaan Emma melalui nyonya Clara.”“A-apa? Maksudnya bagaimana, tuan?” tanya Clara bingung sekaligus khawatir, “kalau tuan meminta saya menanyakan Emma di mana, pasti dia tidak akan memberitahu, yang ada malah akan curiga kepada saya.”“Tidak, saya tidak akan meminta nyonya menanyakan di mana lokasi Emma,” sahut Migu sambil mengeluarkan ponselnya. “Tapi kita akan melacak keberadaan Emma melalui nomor teleponnya.”“Apa itu efektif, Migu?” tanya Raul penasaran.“Selama lokasinya akurat, maka akan sangat efektif, tuan. Yang penting ponsel sasaran harus aktif dan untuk memastikan kita bisa meminta nyonya Clara menelepon Emma.”Raul mengangguk mengerti, begitu pun Mario dan yang lainnya. “Vela, tolong pinjamkan aku laptopmu, supaya kita bisa melihat peta lebih leluasa diba

  • Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga   Bab 149. Mengungkap Kebenaran

    “Kamu, apa kamu yang menculik kakakku?” tanya Chavela penuh emosi, ia mendekati Clara dan menarik serta mencengkram lengannya. Clara hanya menunduk dan tidak berusaha melawan. “Bukankah kamu memang menginginkan Elena celaka sehingga kamu bisa merebut harta Rodriguez? “Nona, jaga sikap Anda, jangan menuduh tanpa bukti. Beginikah cara orang-orang terhormat memperlakukan tamu?” Lucy mendekati Chavela, namun Vela tetap tidak melepaskan cengkramannya.“Perempuan ini sudah jelas jahat. Beberapa waktu lalu dia telah memanipulasi data putranya sendiri dan hendak mengelabui kakakku!”“Di sebuah sidang pengadilan pun ada kesempatan bagi tersangka untuk melakukan pembelaan. Apakah Anda yang terhormat akan melakukan hukum rimba?” Lucy menjawab lantang.“Ah persetan! Cepat katakan di mana kakakku?” seru Chavela geram.“Kami tidak tahu di mana nyonya Rodriguez, tapi maksud kedataangan kami adalah baik, untuk memberikan informasi yang akan sangat penting buat kalian.”“Ahm, Vela. Tolong lepaskan Cl

  • Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga   Bab 148. Elena Diculik

    “S-siapa kalian?” tanya Mia tergagap, namun dia berusaha untuk tenang. Sedangkan Elena terlihat ketakutan, wajahnya seketika pucat, ia memegang tangan Mia erat.Mia menghela napas, berusaha mengumpulkan keberaniannya, dia menatap kedua orang yang menghadangnya itu. “Minggirlah, jangan menghalangi jalan kami. Apa yang kalian inginkan? Kami tidak ada urusan dengan kalian.”Mia berkata dengan lantang, namun kedua orang bertopeng itu tidak berkata apa-apa, mereka saling menoleh satu sama lain, lalu salah seorang dari mereka menenglengkan kepalanya yang direspon anggukan oleh rekannya.Detik berikutnya kedua orang itu melangkah maju sehingga tak ada jarak diantara mereka. Mia refleks mundur sambil menarik Elena, namun kedua lelaki bertopeng itu bergerak lebih cepat, menarik tangan Mia dan Elena. Belum sempat Elena dan Mia bereaksi, kedua pria itu mengeluarkan sesuatu dari saku mereka dan dengan gerakan cepat mendekap mulut dan hidung kedua wanita di depan mereka. Mia dan Elena berusaha mer

  • Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga   Bab 147. Rencana dan Penyesalan

    “Tuan Mendez…” Clara bergumam lirih, ia ingat saat peristiwa terakhir di kediaman Rodriguez dan baru mengetahui hubungan baik antara Raul Mendez dan Luis. “Tuan Mendez? Siapa dia?” tanya Lucy penasaran.“Dia adalah sahabat Luis sekaligus sahabat mendiang Diego. Dan tuan Raul Mendez juga sekarang adalah kekasih Elena, mantan istri Diego.”“Wow, tokoh yang penting dan tepat, yang bisa membantumu mendapatkan maaf dari mantan suamimu, agar dia menarik tuntutannya dan mengizinkanmu bertemu Hugo.” Lucy mengomentari dengan antusias, namun Clara hanya menghela napas sambil menggeleng. “Aku tidak yakin tuan Mendez mau membantu, dan jika dia maupun aku nggak yakin juga Luis mau memaafkan aku.”“Belum tentu juga, yang terpenting tunjukan kesungguhan dan rasa penyesalanmu, minta bantuan tuan Mendez untuk membujuk Luis, atau…”“Atau apa Lucy? Usulanmu sungguh sesuatu yang sepertinya tidak mungkin, mereka sudah tahu perlakuanku yang hendak menipu mereka.”“Hmh, kamu tuh belum apa-apa sudah menyer

DMCA.com Protection Status