Home / Rumah Tangga / Kebangkitan Istri Yang Lemah / 22. Kedekatan Azizah dan Ibu Mertua

Share

22. Kedekatan Azizah dan Ibu Mertua

Author: Lapini
last update Huling Na-update: 2024-12-09 10:30:58

“Kamu jangan dekat-dekat sama Carisa,” ucap Mama, menatap menantunya yang mengangguk-anggukkan kepala. “Kalau dia berulah, kasih tahu Mama … biar Mama yang kasih pelajaran ke wanita itu,” lanjutnya.

“Iya, Mama. Tenang aja. Menantu Mama ini bukan perempuan yang menye-menye,” balas Azizah, diakhiri dengan terkekeh.

Kini hanya ada Mama dan Azizah, sedangkan Darino pergi menjemput Arlin karena memang sudah menunjukkan pukul sebelas. Moment ini tidak disia-siakan oleh Azizah yang berdeham pelan sehingga membuat ibu mertuanya itu fokus menatapnya.

“Mah,” panggil Azizah, ia mengubah posisi duduknya menjadi menyamping. Ditanggapi dengan bergumam dan usapan pada puncak kepalanya. “Kalau aku ngambil rencana besar, menurut Mama gimana?” tanyanya dengan serius.

Mama menaikkan sebelah alis, menatap Azizah yang sedang menatapnya. “Rencana besar apa yang kamu maksud?” Ia mengajukan pertanyaan tersebut, karena masih belum mengerti atau belum menangkap arah tujuan dari pertanyaan yang diajukan oleh Az
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Kaugnay na kabanata

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   23. Sosok Misterius

    “Aku disini ….”Darino melangkahkan kakinya mendekati seorang perempuan yang sedang duduk seorang diri di dalam resto yang cukup ramai. Perempuan itu tersenyum lebar saat menyadari keberadaan Darino, ia berdiri dan mempersilahkan Darino untuk duduk di kursi kosong yang berhadapan dengannya. Darino yang menatap perempuan yang memakai riasan natural dan simple itu menghela napas perlahan, menautkan kesepuluh jarinya lalu meletakkan di atas meja."Carisa, aku ingin kamu berhenti mengganggu keluargaku," kata Darino dengan nada tegas. "Jika kamu tetap mengganggu, aku akan mengambil tindakan."Carisa menatap Darino dengan tatapan yang sulit dimengerti, seolah mencoba membaca niat di balik kata-katanya. Setelah beberapa detik hening, ia mengeluarkan kotak kecil dari dalam tasnya dan menyerahkannya kepada Darino."Ini sebagai permintaan maafku," ucap Carisa dengan suara lembut. "Aku mengakui perbuatanku yang telah membuat kegaduhan tadi pagi."Darino menerima kotak itu dengan ragu, membuka t

    Huling Na-update : 2024-12-12
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   24. Carlinta - Carisa?

    “Sayang, kok kamu disini?” tanya Darino, dirinya sedikit terkejut dengan kehadiran istrinya disini. Ia menarik Azizah untuk duduk di kursi yang berhadapan dengannya, dan menatap serius sang istri yang seperti sedang mencari seseorang.“Kamu janjian sama Carlinta?” tanya Darino, dijawab dengan gelengan kepala. Jawaban dari wanitanya membuatnya menaikkan sebelah alis, “Terus kamu kesini mau ketemu siapa?” tanyanya, lagi. Kali ini lebih lembut dibandingkan sebelumnya.“Kamu,” jawab Azizh, lalu menaruh ponselnya di meja. “Itu Carisa atau bukan?” tanyanya to the point, menatap Darino yang bergeming memperhatikan foto yang terlihat jelas di layar ponsel miliknya.Darino menaikkan pandangannya, kedua mtanya bertemu dengan kedua mata Azizah yang seperti sedang menyiratkan emosi. Berusaha untuk tetap tenang disaat dirinnya ingin sekali mencari orang yang sudah diam-diam mengambil fotonya dan Carisa, lebih parahnya orang itu mengirimkannya kepada Azizah, sehingga membuat istrinya itu datang ke

    Huling Na-update : 2024-12-14
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   25. Azizah Kecewa?

    Azizah membuka pintu dengan tidak santai, langkahnya cepat menuju pantry. Darino mengikuti dari belakang, melihat kekhawatiran di wajah istrinya. Ketika tiba di pantry, Azizah mengatur nafasnya yang terengah-engah, mendekati Carlinta yang menoleh dengan senyum manis."Azizah, tenang … aku baik-baik saja," kata Carlinta sambil tersenyum menenangkan.Azizah memeriksa tubuh Carlinta dengan cermat, memastikan sahabatnya itu benar-benar tidak terluka. "Kamu yakin? Aku sangat panik tadi," katanya, suaranya penuh kekhawatiran.Carlinta mengangguk, mencoba meyakinkan Azizah. "Aku baik-baik saja, sumpah. Carisa tidak bisa menyakitiku. Suamiku datang tepat waktu dan menarik paksa Carisa keluar dari toko," jelasnya.Darino yang berdiri tidak jauh dari mereka, mendengar percakapan itu dengan perasaan lega. Azizah menghela napas panjang, merasakan beban besar terangkat dari pundaknya. "Aku sangat takut Carisa akan menyakitimu. Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan jika terjadi sesuatu padamu,” u

    Huling Na-update : 2024-12-17
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   26. Kehidupan Penuh Teka-Teki

    Arlin menatap mamanya dengan tatapan nanar, hatinya mencelos saat melihat mama tercintanya terpeleset karena air dari gelasnya tumpah ketika Arlin ingin turun dari kursi makan. Wajah kecilnya dipenuhi kekhawatiran, namun Azizah segera tersenyum, mengusap puncak kepala putrinya dengan lembut dan mengecup keningnya."Tidak apa-apa, Sayang. Mama baik-baik saja," kata Azizah dengan suara menenangkan. "Kamu jangan khawatir, ya," tambahnya supaya lebih meyakinkan putri kecilnya bahwa dirinya benar-benar dalam kondisi yang sangat baik.Arlin mengangguk pelan, matanya masih berkaca-kaca. Azizah berusaha untuk tetap tersenyum, meskipun tubuhnya terasa sedikit sakit akibat jatuh tadi."Arlin, hari ini Nenek yang akan mengantar kamu ke sekolah," ujar Azizah, sambil melihat ke arah Mama Darino yang datang menghampiri mereka bersama dengan seorang pria yang memakai pakaian formal.Mama Darino mengangguk, menunjukkan dukungannya. "Jangan khawatir, Arlin. Nenek akan pastikan kamu sampai di sekolah d

    Huling Na-update : 2024-12-19
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   27. Satu Persatu Terungkap

    Azizah menatap datar layar ponselnya yang memperlihatkan dua insan yang sedang berdiri berhadapan di parkiran, Darino dan Carisa. Ia menghela nafasnya perlahan, tidak ada orang lain selain dirinya saat ini.Wanita itu membuka kontak nomor, mencari nomor seseorang lalu menghubungi nomor yang dinamai ‘Mommy’. Azizah menunggu panggilan suaranya diterima oleh seseorang disebrang sana.“Halo, anakku sayang. Sepertinya keadaanmu tidak baik-baik saja,” ucap seorang perempuan disebrang sana, Azizah me-loudspeaker panggilan suara tersebut.Azizah tersenyum tipis, menghela nafas beratnya. “Capek aku, Mom. Perempuan itu menyebalkan,” ocehnya, ditanggapi dengan tertawa dan membuatnya kesal. “Mommy ….” panggilnya dengan suara merajuk.Mommynya berdeham, “Kamu pulang ke tempatnya Mbak?”Azizah menganggukkan kepala, “Ya … lagian kemana lagi tempat aku berlari selain tempat Bunda?” “Ke rumah Mommy dan Daddy. Kamu tidak rindu dengan kami?” sahut seorang pria yang tiba-tiba hadir. Suara berat itu memb

    Huling Na-update : 2024-12-21
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   28. Azizah Bertemu Kedua Orangtuanya

    “GRANDMAA!!”Azizah ingin menahan putrinya yang akan berlari ke arah kedua orangtuanya yang sudah menunggu di teras rumah dengan kedua tangan yang terbuka lebar, ia mendapatkan tatapan dari mommynya yang menggelengkan kepala.“Halo, Cucu Grandma,” sapa Karisya Harimtala, mommy Azizah dan Nenek dari gadis kecil yang berada dalam gendongannya. Ia mengecup gemas pipi Arlin yang tertawa pelan karena kegelian.Azizah mendekati, menyalimi kedua orangtuanya. Dirinya tersenyum kepada Daddynya yang sedang menatapnya. Pria berbadan proporsional diusia yang tidak lagi muda itu mengernyit alis saat melihat putrinya memakai jaket disiang hari.“Kamu sedang sakit?” tanya Januar Andrisata, sebagai Daddy Azizah dan Kakek Arlin, menatap Azizah yang menganggukkan kepala singkat. “Kenapa dipaksa? Daddy sama Mommy kan bisa datang ke rumahmu,” imbuhnya.Azizah mengulas senyum kecil, “Aku yang memang yang ingin jalan-jalan. Bosan cuma di rumah.”Arlin memperhatikan kakeknya yang bergeming. “Grandpaaa,” pan

    Huling Na-update : 2024-12-26
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   29. Kemarahan Azizah

    “Mas,” panggil Azizah saat melihat suaminya yang datang dengan membawa coklat dan bunga. “Terimakasih,” imbuhnya setelah kedua tangannya menerima pemberian dari sang suami.Darino tersenyum manis kepada istrinya, mengusap puncak kepala wanita yang sangat disayang olehnya, lalu mengecup kening Azizah cukup lama sehingga Azizah merasakan kehangatan dan ketenangan yang diberikan olehnya melalui kecupan.“Aku tidak sempat untuk membeli makanan yang kamu suka, jadi maaf yaa cuma itu doang yang bisa aku berikan,” ujar Darino dengan suaranya yang lembut, dan tatapan yang penuh cinta kepada sang istri yang memeluknya cukup erat.“Ini juga sudah lebih dari cukup,” ucap Azizah, tersenyum manis kepada suaminya yang menunduk supaya bisa tatapan. “Yang aku tunggu itu kehadiranmu disini,” imbuhnya, kembali mengeratkan pelukannya dengan Darino yang terkekeh pelan dan membalas pelukannya.Beberapa detik kemudian, terdengar suara berdeham dibelakang Azizah, sehingga membuat sepasang suami istri itu me

    Huling Na-update : 2024-12-27
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   30. Azizah dan Rencananya

    Azizah menghela nafasnya perlahan, ia menyugar surai panjangnya lalu menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa. Sedangkan kedua orangtuanya hanya terdiam sambil memperhatikan putrinya yang sedang lelah.Azizah datang ke ruang keluarga lima menit yang lalu, setelah Darino kembali ke kamar untuk menjaga Arlin yang sedang tertidur. Ini salah satu alasannya untuk menginap di rumah kedua orangtuanya bersama dengan Darino.“Darino menceritakan apa yang terjadi hari ini, termasuk saat kamu berteriak tadi sore,” ujar Karisya, dan membuat putrinya itu membuka kedua mata. “Seseorang menghubungi Darino untuk bertemu, kan?” tanyanya, dijawab dengan bergumam.Azizah menegakkan tubuhnya, memperlihatkan ekspresi serius saat ini. Atensinya menatap kedua orangtuanya silih berganti, lalu berkata, “Aku tahu siapa yang ngirim pesan itu Mas Darino, dan aku melarang Mas Darino untuk bertemu orang itu.”Januar dan Kariyasa menatap satu sama lain, lalu mengalihkan atensi menjadi fokus memperhatikan Azizah ya

    Huling Na-update : 2024-12-28

Pinakabagong kabanata

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   93. Azizah Menjenguk Carisa

    Azizah menghentikan langkahnya saat melihat tiga pria berbadan besar berdiri di depan pintu rawat inap, ia menaikkan sebelah alisnya, memperhatikan wajah ketiga pria dihadapannya saat ini. Lorong rumah sakit sangat sepi, dikarenakan saat ini ia sedang berada di lingkup VVIP.Salah satu pria yang berdiri didekat pintu, membukakan pintu dan mempersilahkan Azizah untuk masuk. Wanita itu segera melangkah masuk tanpa menunggu waktu, dan setelah memastikan tidak ada orang lain yang memperhatikannya.Azizah menoleh tepat setelah kakinya menginjakkan lantai keramik ruangan ini, pintu ruangan ditutup, bahkan di kunci dari luar. Ia menghela nafas, lalu mengalihkan atensinya menatap seorang pria yang berdiri di sebelah brankar dengan senyum manis kepadanya.Azizah melangkahkan kakinya

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   92. Semakin Panas

    TRING!Fernandra[Foto][Carisa kecelakaan, dan sekarang lagi dibawa ambulance][Foto][Darnius sudah aman. Jadi, kmu bisa menikmati waktu dengan keluargamu tanpa ada gangguan]Darino menghela nafasnya, ia memasukkan ponselnya ke dalam saku celana, lalu turun dari mobil. Saat berdiri disebelah mobil, Azizah yang sedang membujuk Arlin itu menarik perhatiannya. Tanpa disadari, kedua sudut bibirnya melengkung mengukit sebuah senyuman.“Mama minta maaf yaa … jangan ngambek dong, sayang … Nanti Nadiw kabur

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   91. Carisa Kecelakaan?

    BRAK!Darino dan Azizah saling melempar pandang satu sama lain, tentu saja dentuman keras itu menarik perhatian Arlin yang langsung bergeser mendekat pintu belakang pengemudi untuk melihat apa yang terjadi dibelakang.Kedua mata gadis kecil itu melebar, telapak tangan menutup mulut yang menganga terkejut melihat sebuah mobil berwarna putih terjepit diantara dua kendaraan berat, truck kontainer.“Oh my god!” Arlin ingin turun untuk melihat kondisi pengemudi mobil sedan putih tersebut, tetapi tidak jadi saat kedua telinganya mendengar bunyi ‘klik’, mendakan pintu mobil di kunci oleh Darino-pengemudi-.“Sudah banyak yang menolong, Arlin,” ujar Darino dengan suara yang rendah dan berat. Bukan drinya tidak memiliki rasa

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   90. Darnius & Carisa mengikuti Darino?

    “Mas, kenapa?”Azizah memperhatikan suaminya yang sedang menatap layar ponsel dengan ekspresi sulit diartikan olehnya, setelah ia mengajukan pertanyaaan, suaminya itu menoleh, menggelengkan kepala dan tersenyum.“Oh itu … teman aku bilang kalau ada yang ingin dibicarakan nanti sore,” ujar Darino setelah mencari alasan yang tepat. Bukan dirinya tidak ingin istrinya tahu, tetapi bukan sekarang waktunya, disaat ada Arlin yang duduk di tengah.Darino melajukan kendaraan roda empat tepat setelah mobil didepannya melaju, saat melirik traffic light, memang sudah berubah warna menjadi warna hijau. Sementara itu Azizah mengerut kening, tidak percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh Darino.

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   89. Bantuan Fernandra, Lagi

    Arlin tersenyum lantas berlari mendekati kedua orangtuanya yang menjemputnya di sekolah pada siang hari ini, lalu memeluk mamanya yang sigap berjongkok. Azizah memeluk putrinya, dan mengecup kedua kedua pipi putrinya.“Sepertinya kamu happy sekali,” ucap Azizah, menatap Arlin yang menganggukkan kepala. Ia tersenyum penuh arti, “Karena kamu dapat coklat dari teman laki-lakimu?”Arlin menjawabnya dengan terkekeh, memutar tas ranselnya supaya berada di depan dan lebih dijangkau olehnya untuk mengeluarkan barang yang disimpan di dalam tas ransel berwarna merah muda itu.Gadis kecil itu mengeluarkan tiga coklat berukuran sedang, “Boleh memangnya aku makan coklat sebanyak ini?” tanyanya, menatap kedua orangtuanya silih berganti. “Kalau tidak boleh, satu buat papah, satu lagi buat mamah,” tuturnya karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari kedua orangtuanya.Azizah tersenyum manis kepada putrinya, “Boleh dong, tapi jangan langsung dihabiskan dalam satu hari. Okey?” ujarnya dengan suara yang

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   88. Kepala Keluarga yang Baik?

    “Sayang … dengerin penjelasan dan alasan aku tidak memberitahumu,” ucap Darino dengan suaranya yang lembut, menggenggam kedua tangan sang istri dan atensinya menatap kedua mata wanita dihadapannya saat ini.Azizah tidak bisa berkata-kata, lidahnya kelu, bibirnya terkunci rapat. Hanya dengan tatapan mata ia berbicara, tatapan matanya mengatakan ‘Jelasin’, dan berharap pria dihadapannya saat ini mengerti akan tatapannya tersebut.Darino menarik nafas perlahan, lalu mengembuskannya. Ia menggeser lebih mendekat ke arah Azizah yang hanya bergeming, mengikis jarak dan biarlah dirinya yang bergerak mendekat. Darino tahu, dan Darino tidak marah dengan sikap yang diperlihatkan Azizah saat ini.Memang salah Darino tidak mengatakan dari jauh hari, jauh sebelum ada permasalahan teror dan permasalahan lainnya. Darino fikir, jika memberitahu Azizah nanti, semua akan baik-baik. Tetapi naasnya, pemikirannya salah dan berujung keretakan.“Bukan karena aku kesulitan. Semua uang yang aku berikan untuk k

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   87. Pengakuan Darino

    Azizah bersidekap dada menghalangi jalan sang suami, kedua matanya menyipit menatap suaminya yang menaikkan sebelah alis. Ia masih penasaran dengan kejadian apa yang dilewati suaminya itu sehingga mengalami perubahan yang signifikan.“Apa?” Pertanyaan itu terucap dari bibir Darino, menatap bingung wanitanya yang hanya terdiam dihadapannya saat ini. “Ada yang ketinggalan?” tambahnya dengan suara lembut dan kesabaran yang membuatnya ditatapan intimidasi.“Kamu habis kepentok dimana, Mas?” tanya Azizah, menatap curiga suaminya, sedang sang suami tergelak. Azizah mendelik tidak suka, “Aku sedang tidak bercanda, Mas,” tukasnya penuh penekanan, membuat pria dihadapannya saat ini menghentikan tawa dan mengangguk-anggukkan kepala.Darino melangkah maju, mengikis jarak antaranya dan Azizah. Kedua matanya menatap lekat kedua mata sang istri yang tidak mengalihkan atensi sedikitpun darinya. “Memangnya aneh kalau aku seperti itu? Lagipula, kamu kan istri aku, dan menurut aku itu tidak aneh,” tutu

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   86. Perubahan Sikap Darino

    Azizah menaikkan sebelah alisnya saat tubuhnya ditarik paksa supaya mendekat ke arah suaminya yang memejamkan kedua mata. Ia mengulurkan tangannya, meraih ponsel yang ada di meja nakas. Kedua matanya menyipit saat cahaya layar ponselnya menyala, menyilaukan penglihatannya ditengah kegelapan.Pukul 05:00, memang sudah pagi, sudah waktunya untuk wanita itu bangun, beranjak, menyiapkan sarapan, mengurus putrinya dan suaminya.Azizah menyimpan kembali ponselnya di meja nakas, lalu memeluk sang suami dan menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Darino yang semakin mendorong punggungnya, sehingga tidak ada jarak diantara mereka.“Mas … aku mau bikin sarapan. Kamu mau sarapan apa?” ujar Azizah dengan suara pelan, nada bicaranya yang lembut, sangat sopan untuk diterima oleh indra pendengaran siapapun.Darino menanggapinya dengan bergumam tanpa membuka kedua matanya. Respon yang ia berikan membuat Azizah mengulas senyum tipis, tangan wanita itu terangkat menyusuri wajah suaminya.“Mas ….”“Pes

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   85. Fernandra itu Baik atau Jahat?

    Fernandra menatap sosok pria yang duduk bersebrangan dengannya saat ini. Sesuai dengan pembicaraannya dengan pria itu, ia datang ke lokasi yang dibagikan oleh pria itu, Darino. Dan disinilah mereka berdua, di sebuah ruangan yang lebih private di salah satu restaurant ternama yang letaknya tidak jauh dari rumah Darino.“Kamu yang menyarankan itu ke Azizah?” tanya Darino, setelah pelayan yang mengantar makanan untuknya dan Fernandra pergi dari ruangan ini, dan memastikan tidak ada orang lain di ruangan ini.Fernandra menaikkan sebelah alis, “Memangnya aku menyarankan apa?” tanyanya seolah tidak mengerti arah pembicaraan Darino. “Aku hanya meminta bantuan Azizah untuk masuk ke rumah Darnius,” lanjutnya, lalu menggelengkan kepala. “Lebih tepatnya kamar Darnius, supaya aku bisa memantau aktifitas Darnius di kamarnya,” tambahnya lengkap dengan maksud dan tujuannya dari apa yang direncanakan olehnya.Darino mendengarkannya dengan seksama, ekspresi wajahnya sangat serius, bahkan fokusnya hany

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status