Dokter menyatakan kondisi janin di perut Kanaya dan Ayunda untuk saat ini baik-baik saja. Keduanya diharuskan kontrol rutin setiap dua minggu sekali untuk mengecek kondisi lanjutan sang calon bayi karena ibunya terlalu lama terpapar udara dingin."Pokoknya kalian jangan pergi jauh-jauh lagi atau bikin acara-acara apalah itu. Jaman Mama hamil dulu nggak ada yang namanya baby moon kayak gini. Ah, pusing ngadepin anak muda jaman sekarang. Terlalu banyak ngikutin yang viral-viral sampe nggak mikir dengan keselamatannya sendiri," omel Rossa panjang lebar di hadapan tiga pasang suami istri yang baru saja pulang dari rumah sakit."Udahlah, Ma. Yang penting sekarang mereka baik-baik aja," sela Arga membela mereka yang duduk sambil menundukkan kepala.Rossa menghela nafas berat lalu menyilangkan tangan di atas perut. "Jaga baik-baik kandungan kalian. Ingat, usia kalian udah nggak muda lagi. Walaupun masih di bawah empat puluh, tapi kehamilan di atas usia tiga puluh lima juga beresiko. Mama buk
Keesokan harinya.Kabar yang dihembuskan Kenzie tentang Keanu membuat gempar semua orang, terlebih awak media. Aktor muda yang lebih suka menghindari sorotan kamera itu kini menjadi buah bibir semua kalangan.Kanaya mendatangi rumah Kenzie bersama Leon pagi-pagi sekali. Mereka langsung pulang semalam setelah Kenzie mengumumkan tentang status Keanu karena perut Kanaya kram. Usia kehamilan yang menginjak tujuh bulan membuat Kanaya cepat merasa lelah."Kenapa Kakak umumkan tentang status Kean? Pastinya nanti banyak media yang bakal nongkrong di depan rumah Papa juga Kakak. Untung aja tadi belum ada," ucap Kanaya memprotes tindakan Kenzie yang tidak meminta izin dulu kepadanya atau Leon."Kamu udah sarapan? Inget, ibu hamil jangan sampe kelaparan. Kasian calon bayinya," timpal Kenzie tak menanggapi aksi protes sang adik. Saat Kanaya datang, Kenzie tengah sarapan bersama Sherin.Kanaya berdecak. "Nanti aku makan kalo lapar. Kakak belum jawab pertanyaanku," desaknya."Minimal minum kalo kam
Di ujung koridor fakultas, Keanu berbelok arah menuju taman. Dia terus menyusuri area itu mencari tempat untuknya duduk sekaligus menghindar dari Amara. Jam masih pagi sehingga belum banyak yang mendatangi kawasan hijau tersebut."Pagi-pagi udah bikin gerah aja itu cewek," gerutu Keanu sambil berjalan menuju kursi besi yang terletak di bawah pohon.Baru saja mau duduk, ponselnya bergetar sekaligus berdering. Lekas ia mengeluarkan benda pipih itu dari saku celana jeans-nya. Setelah melihat nama kontak yang tertera di layar ponsel, dia segera menggeser tombol hijau ke atas."Halo, ada apa Jo?" ucap Keanu."Lo di mana? Gue cari ke kelas nggak ada," jawab suara di seberang."Taman." Singkatnya Keanu menjawab."Tumben. Jangan ke mana-mana, bentar gue ke situ."Keanu menatap layar ponselnya kesal sebab sang penelpon mematikan panggilan begitu saja."Giliran aku yang begitu, ngocehnya udah kayak cewek lagi ngerumpi," gerutunya sambil memasukkan kembali ponsel ke saku celana, kemudian dia men
Keanu dan Jonathan terkejut mendapati gadis yang sedang mereka bicarakan ada tepat di belakang Keanu. Audy memutar badannya lalu memandangi keduanya dengan sorot tajam."Ayo, ngomong lagi! Mumpung gue lagi ada di depan kalian. Heran gue! Nggak cewek, nggak cowok, sama-sama suka ngegosip," ujar Audy kesal."Eits, tenang dulu, lah. Kita 'kan nggak ngomongin jelek tentang lo. Si Kean ini khawatir lo kelaparan kalo nongkrong terus di gedung pentas. Tadinya dia niat mau beliin lo makanan terus dianterin ke sana," sergah Jonathan menepis tuduhan Audy.Keanu membulatkan mata. Kapan dia ngomong begitu ke Jonathan? Pikirnya."Nggak usah, gue masih punya kaki buat jalan ke sini," tukas Audy. Di saat bersamaan, pesanannya datang sehingga dia membalikkan badan menghadap meja sebelumnya."Kenapa lo bilang gue mau anterin dia makanan? Kapan gue ngomong gitu?" Keanu melotot menatap Jonathan sambil berucap pelan."Biar dia diem, nggak ngoceh-ngoceh terus." Jonathan berbisik sembari mengisyaratkan den
Sebuah kendaraan roda empat melesat cepat membelah jalanan ibukota yang tak pernah sepi walaupun di malam hari. Lampu berwarna warni menghiasi gedung-gedung bertingkat juga bangunan-bangunan di sekitarnya. Dua raut wajah yang menjadi penumpang kendaraan tersebut tampak cemas dan khawatir.Bagaimana tidak cemas, Keanu mendapat kabar dari sang papa kalau mamanya kini sedang di rumah sakit, mau melahirkan. Sedangkan dia tahu kondisi terakhir Kanaya tengah terbaring lemah karena harus bedrest akibat sering mengeluarkan flek.Setelah menyelesaikan syuting yang berakhir di jam dua malam, Keanu bersama Bagas langsung meluncur ke lokasi di mana Kanaya berada. Hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit bagi mereka untuk tiba di rumah sakit.Dua pemuda itu langsung menuju ruang bersalin, di mana Kanaya tengah bertarung nyawa demi melahirkan calon adiknya Keanu yang sudah dikandung selama sembilan bulan. Tiba di depan ruang bersalin, sudah ada Kenzie dan Sherin dengan kekhawatiran yang sama sepert
Di sebuah rumah yang terletak di selatan kota Jakarta.Seorang gadis muda tampak diseret masuk ke dalam kamar oleh seorang pria dewasa dengan kasar. Amarah nampak jelas dari sorot mata lelaki bertubuh kurus tersebut."Masuk! Bener-bener susah diatur kamu, ya!" hardik lelaki itu sembari mendorong sang gadis hingga jatuh tersungkur. Hampir saja kening gadis itu menyentuh sudut meja jika dia tidak segera menghalangi dengan tangan."Sepertinya kamu harus dihukum dulu supaya mendengar apa yang Papa katakan," ucap lelaki itu menatap nyalang gadis yang meringkuk di lantai."Ampun, Pa! Jangan hukum Audy!" teriak gadis muda tersebut. Dia sudah bisa membayangkan hukuman apa yang akan diterimanya sebentar lagi.Namun, lelaki yang dipanggil Papa itu tidak mendengar rengekan Audy. Dia melepas ikat pinggangnya, lalu melesatkan benda tipis dan panjang itu ke tubuh Audy berkali-kali tanpa rasa belas kasihan. Tidak dihiraukannya lengking kesakitan dari gadis yang sudah berurai air mata tersebut.Setel
Keanu mengedarkan pandangan ke setiap sudut kampus yang dilewati. Hatinya resah karena seseorang yang biasa ditemuinya, sudah beberapa hari ini tidak terlihat batang hidungnya. Dia bahkan sampai mencari ke tempat favorit orang itu."Kamu ke mana? Apa baik-baik aja?" gumamnya terus berjalan sambil melihat kiri dan kanan. Tanpa disadari, kehadiran orang tersebut mulai menjadi candu baginya."Woy! Ngelamun aja."Tepukan di pundak juga seruan dari seseorang mengejutkan Keanu hingga dia terlonjak kaget. Matanya melotot ketika melihat siapa pelakunya. "Ngagetin aja lo!"Jonathan malah cengengesan. "Hehehe ... Sorry! Lo cari siapa? Dari tadi gue liatin lo celingukan sana sini.""Nggak nyari siapa-siapa. Gue lagi liat sekitaran kampus, kali aja ada sesuatu yang baru," elak Keanu kikuk. Bola matanya bergerak ke kanan dan ke kiri, enggan bersitatap dengan Jonathan.Teman Keanu itu berdecak. "Ck, alasan lo nggak ngena. Gue tau lo nyariin Audy, kan?" tebak Jonathan.Keanu tidak menjawab, dia mala
Beberapa jam sebelumnya di tempat berbeda.Audy merasakan lapar di perut. Sejak semalam perutnya belum terisi makanan sama sekali. Bahkan tadi pagi dia juga melewatkan sarapannya. Sejak dilarang keluar rumah oleh papanya, Audy melayangkan protes dengan tidak ikut makan bersama sang papa.Namun, bukannya perhatian atau rasa iba yang Audy dapatkan, dia malah merasa papanya semakin jauh dijangkau. Tak pernah sekalipun sang papa sekedar menanyakan keadaannya meskipun lewat pelayan yang paling dekat dengan Audy.Sementara untuk mamanya, Audy tidak pernah mau lagi berharap kasih sayang dari wanita itu, karena selalu berakhir dengan kekecewaan. Dia merasa seakan ada dinding pembatas antara dirinya dengan sang mama.Shela yang merupakan adiknya pun selalu berusaha dijauhkan oleh sang mama dengan dirinya sejak mereka kecil. Seakan-akan Audy adalah sumber penyakit yang harus dihindari. Dan kini, Audy merasakan aroma persaingan dari sang adik.Entah apa yang sedang ingin diambil Shela darinya, A
"Kamu serius?" Leon menatap anaknya penuh selidik. Begitupun dengan Kanaya yang duduk di sebelahnya.Keanu mengangguk. Beberapa saat yang lalu, setelah mengantar Audy pulang, Keanu memberitahukan niatnya pada Leon juga Kanaya untuk melamar tunangannya. Sebenarnya, ketika mengatakan hal tersebut pada Audy, dia belum bicara dengan dua orang tuanya itu."Mama pikir kamu mau nunggu usia kalian matang dulu baru menikah," ujar Kanaya."Memangnya umur 24 masih terbilang muda untuk menikah, Ma?" Keanu menatap penuh tanya mamanya."Nggak, sih, udah cukup malah. Cuma 'kan yang Mama tau, biasanya para artis itu suka nunda-nunda buat nikah muda. Mereka lebih memilih mengembangkan karier dulu, baru memikirkan kehidupan pribadinya.""Itu 'kan orang lain, Kean nggak ada pikiran begitu. Kalo udah ada gadis yang cocok dan sepemikiran, ngapain ditunda-tunda? Kalo dia kabur karena kelamaan nunggu, bisa-bisa Kean yang gigit jari.""Betul itu, Papa setuju. Jangan lepas gadis yang sudah cocok dengan hatimu
Rasa tak percaya menyelimuti hati Audy saat laki-laki yang duduk di depannya itu mengucapkan kata-kata yang tak pernah ada dalam pikirannya, dan dia bingung harus menjawab apa. Karena dia sendiri belum tahu dengan perasaannya pada Keanu. Memang, selama bersama laki-laki itu, Audy merasakan kenyamanan dan dia juga merasa terlindungi. "Aku tau mungkin ini terlalu mendadak, dan kamu nggak harus menjawabnya sekarang. Kamu bisa memikirkannya lebih dulu. Cuma satu yang pasti, aku nggak main-main dengan apa yang aku katakan barusan," ucap Keanu sambil menatap Audy yang terdiam di tempat.Audy mengerjapkan mata, lalu berkata, "Mmm ... Iya, ini memang terlalu mendadak. Aku butuh waktu buat berpikir.""Oke, tapi jangan terlalu lama," sahut Keanu tersenyum tipis.Audy mengangguk. "Dan cincin ini, sebaiknya kamu simpen dulu. Aku belum pantas untuk menerimanya.""Kenapa?""Di antara kita belum ada ikatan yang pasti. Sebaiknya nanti aja kalo aku udah kasih jawaban.""Baiklah," sahut Keanu memasukk
Audy menarik tubuh Shela sekuat tenaga supaya terlepas dari Keanu yang juga sedang berusaha melepaskan kaitan tangan yang melingkar di pinggang."Aww ...!" jerit Shela terpekik saat dirinya jatuh ke belakang dengan pantat menyentuh lantai lebih dulu. Rupanya Audy dan Keanu berhasi melepaskan jeratan gadis ber-make up tebal itu."Masih punya nyali kamu buat bikin masalah sama aku?" Keanu menatap nyalang gadis yang kini sedang meringis sambil mengusap-usap bagian belakang tubuhnya, tapi masih dalam posisi terduduk di lantai.Shela mendongak demi melihat Keanu. "Jahat kamu, Kean! Gara-gara penolakan kamu di setiap produksi film yang aku terlibat di dalamnya, sekarang aku nggak pernah mendapat tawaran apapun. Bahkan untuk iklan atau sinetron sekalipun."Nasib Shela di dunia hiburan memang kurang beruntung. Setelah permasalahannya dengan Keanu mencuat, jarang ada yang mau memakai lagi dirinya sebagai pemeran dalam setiap produksi film, entah itu sebagai pemeran utama, pendamping atau figur
"Audy!"Gadis bersanggul itu menoleh ke asal suara saat mendengar ada yang memanggil namanya. Keningnya berkerut dalam ketika melihat laki-laki yang kini menjadi teman akrabnya tetapi jarang bertemu itu berjalan mendekat sambil menjinjing paper bag di tangan."Rapi amat. Nggak syuting?" tanya Audy pada lelaki yang memakai kaos putih dipadukan dengan jas semi formal berwarna abu-abu gelap tersebut setelah berdiri di sampingnya."Nggak, lagi libur. Barusan habis meeting di resto depan, terus mampir ke sini soalnya inget sekarang jadwal kamu latihan," jawab Keanu melebarkan senyum, "udah beres?" sambungnya."Belum, masih ada satu jam lagi. Ini lagi istirahat.""Kebetulan. Ini, aku bawain desert." Keanu menyodorkan paper bag berukuran besar tersebut."Bagas nggak ikut?" tanya Audy sambil mengambil paper bag dari tangan Keanu."Bagas ke panti sama Oma dan Opa."Audy melihat isi dari paper bag. "Banyak amat," cetusnya, kemudian beralih menatap Keanu."Sekalian buat yang lain."Audy mengang
Barata berdiri tegak sambil berkacak pinggang di hadapan Bella dan papa Jonathan yang duduk di kursi taman restoran. Para pengunjung restoran sudah kembali ke tempat duduk mereka masing-masing setelah Leon turun tangan mencegah Barata bertindak lebih jauh lagi. Leon juga Keanu masih berada di tempat itu, sementara yang lain sudah diminta untuk pulang lebih dahulu.Laki-laki berpakaian kasual itu mengusap wajahnya sambil membuang nafas kasar. Sesekali matanya melirik Audy yang berdiri tak jauh di sisi kanan."Inilah kelakuan perempuan yang kamu akui sebagai mama itu, Sayang. Seumur pernikahan kami, dia berselingkuh dengan laki-laki ini hingga menghasilkan anak."Semua yang ada di sekitar Barata terkejut, terkecuali Leon, karena dia sudah tahu akan cerita itu, hanya belum tahu saja siapa laki-lakinya."Shela anakmu, Mas!" seru Bella sambil melihat Barata dengan mata melotot."Kamu yakin? Karena aku merasa gak yakin," sahut Barata sinis, tapi tetap tenang.Hati laki-laki itu sudah terlan
Audy memunguti pecahan gelas yang berserakan di lantai dengan tangan bergetar. Mendengar penuturan Keanu pada Kanaya membuat dia merasa malu pada kedua orang tua Keanu yang sudah banyak membantunya."Audy?" Keanu muncul dari ambang pintu, dan itu membuat konsentrasi Audy buyar "Aww ...!" pekik Audy saat tak sengaja jarinya tertusuk pecahan gelas yang runcing.Bergegas Keanu menghampiri gadis tersebut lalu menarik tangannya. "Biarin Bibi aja yang bersihin pecahannya," ucap Keanu sambil membawa Audy menuju kursi tempat dia duduk sebelumnya."Coba liat, mana yang luka?" Keanu menadahkan tangan. Bagai terhipnotis, Audy menunjukkan satu jarinya yang tertusuk pecahan gelas.Keanu meraih tangan Audy lalu memijit bagian jarinya yang terluka hingga mengeluarkan darah. Setelah itu, pemuda berkaos putih tersebut menghisap darah yang keluar kemudian meludahkannya di tanah yang berumput.Diperlakukan seperti itu membuat tubuh Audy membeku, tapi detak jantungnya berdegup tak karuan. Dia hanya mamp
Melihat foto-foto yang Jonathan tunjukkan di salah satu akun sosial media, membuat Keanu dan Bagas tahu jika Shela yang nekat menjebak Keanu adalah adiknya Audy. Keduanya saling tatap tak percaya mengingat bagaimana sikap Audy sebagai kakaknya.Saat sedang fokus dengan ponsel Jonathan, Keanu melihat pergerakan temannya tersebut yang beranjak dari kursinya lalu berjalan menjauhi meja mereka. "Jo, mau ke mana lo?" tanya Keanu heran.Jonathan tidak menjawab. Dia terus melangkah dengan nafas memburu dan tangan terkepal menuju sepasang laki-laki dan perempuan yang kini sudah duduk saling berhadapan di pojok cafe. Suara hentakan kakinya terdengar kencang karena dibarengi amarah.Penasaran temannya itu mau pergi ke mana, Keanu mengikuti arah langkah Jonathan. Bagas tetap duduk menunggu walau dalam hatinya ingin tahu juga."Jadi begini yang kalian lakukan di belakang pasangan kalian masing-masing?"Ucapan Jonathan tersebut spontan membuat dua manusia dewasa yang saling berpegangan tangan itu
Keanu dan Bagas tidak menyangka jika Shela nekat melakukan hal yang sangat menjijikkan demi mendongkrak popularitasnya. Kini nama Shela sudah masuk dalam daftar hitam di agenda Bagas. Jika ada nama gadis itu dalam urutan daftar pemain di sebuah produksi film atau apapun itu, maka Bagas secara otomatis akan menolaknya."Kamu inget nggak, Gas? Jonathan pernah bilang kalo adiknya Audy yang bernama Shela kuliah di kampus kesenian. Apa itu Shela yang sama yang sering ketemu sama kita, atau lain lagi?" ujar Keanu dalam perjalanan mereka pulang.Syuting hari ini batal secara mendadak, karena sang pemeran utama tidak mau Shela masih ada dalam daftar pemain film yang sedang dikerjakan. Lebih baik dia kehilangan uang puluhan atau ratusan juta daripada harus tercoreng nama baiknya karena keberadaan Shela, yang bisa jadi akan melakukan hal serupa di masa mendatang.Bagas mencoba mengingat sambil menyetir mobil. "Lupa-lupa inget," sahut Bagas setelah beberapa menit berpikir."Coba aja tanyain ke s
Perasaan Keanu sedikit tidak enak sejak keluar dari kantor Leon. Ada sesuatu yang mengganjal hatinya saat ini, tapi dia sendiri tidak tahu. Rasa malas pergi ke lokasi syuting menghinggapi dirinya. Namun, dia tetap memaksakan diri. Karena jika dirinya tidak hadir, maka jadwal syuting yang lain akan berantakan."Kenapa?" Bagas yang sudah hafal dengan sikap dan gerak-gerik Keanu sudah bisa membaca kegelisahan di wajah sang aktor.Keanu menghela nafas berat. "Nggak tau kenapa, perasaan males banget hari ini buat syuting.""Itu karena kamu terlalu banyak kegiatan, jadinya kurang istirahat. Bayangin aja, pagi ke kantor, siang dikit syuting, lalu malamnya kuliah. Walaupun dua kegiatan yang baru itu nggak tiap hari, tapi tetap aja kamu butuh libur."Keanu mulai bekerja sekaligus mempelajari manajemen perusahaan papanya sedikit demi sedikit, dia juga sudah mendaftarkan diri di universitas yang menerima kelas karyawan untuk jurusan bisnis manajemen.Awalnya, kedua orang tua Keanu mengira jika a