Share

Bab 1265

Author: Angin
Sonia tenggelam dalam pikirannya.

Setelah dipikir-pikir, dia merasa dia perlu memberitahu Chandra tentang hal ini.

Lagi pula, Rully ada kemungkinan mendapat serangan diam-diam. Ronald kabur, sementara Robi sama sekali tidak akan peduli dengan urusan keluarga Atmaja.

Kini, di keluarga Atmaja, satu-satunya orang kuat yang mampu mengendalikan situasi adalah Chandra.

“Kak Chandra.”

“Iya?” Chandra berbalik badan, memandang Sonia, dan melihat wanita itu tampak ragu-ragu untuk berbicara. Dia bertanya, “Ada apa?”

Sonia berkata, “Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.”

“Katakan saja.”

Sonia berkata, “Kakek memanggilku ke ruang rahasia bawah tanah tadi. Ada genangan darah di lantai. Kemudian, Kakek tampak panik dan melarikan diri dengan tergesa-gesa. Aku curiga ....”

Sonia menceritakan apa yang dilihatnya dan tebakannya.

“Apa?”

Wajah Chandra sedikit berubah. Dia bertanya, “Maksudmu Ronald menyerang Rully?”

Sonia mengangguk. “Aku nggak sepenuhnya yakin, tapi cukup yakin.”

Kadir juga ada di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Jenderal Naga   Bab 1266

    Ronald telah memimpin keluarga selama bertahun-tahun.Tak ada yang pernah memikirkan, kalau Ronald tidak ada, siapa dari keluarga Atmaja yang akan mengambil keputusan.“Kenapa? Nggak ada yang bisa mengambil alih?” Chandra mengerutkan keningnya.“Aku bisa.” Sebuah suara terdengar dari luar.Segera setelah itu, seorang gadis cantik datang mendorong kursi roda. Yang duduk di kursi roda itu adalah seorang lelaki tua berjubah warna emas. Lelaki tua itu tampak sangat tua. Wajahnya keriput dan rambutnya panjang, tampak seperti lelaki purba.“Kakek Leluhur.” Banyak orang menyapanya dengan hormat.Sonia berbisik di samping, “Kak Chandra, beliau adalah Monang, putranya Rully. Ayah dari Robi dan Ronald.”Chandra tercengang.Dia sudah beberapa kali mengunjungi rumah keluarga Atmaja, tapi belum pernah melihat orang ini.Dia tidak tahu kalau ayah dari kakeknya masih hidup.Bagaimanapun juga, orang ini juga leluhurnya.Sonia berbisik lagi, “Kaki beliau diamputasi, jadi dia jarang berada di halaman be

  • Jenderal Naga   Bab 1267

    Chandra melirik wanita yang mendorong kursi roda Moyang dan tidak terlalu memedulikannya.Dia sama sekali tidak tertarik untuk menjadi pemimpin di keluarga Atmaja.Jika Rully tidak pernah memberinya petunjuk dan sekarang membawanya kembali ke sini untuk disembuhkan, dia tidak akan peduli pada masalah keluarga Atmaja.Dia tidak mengatakan apa-apa, hanya menunggu dengan sabar.Menunggu anak dan cucu keluarga Atmaja mencari Rully.Mata Monang tertuju pada Chandra, dengan ekspresi serius di wajah tuanya.Tak lama kemudian, anak dan cucu Keluarga Atmaja kembali satu per satu.“Aku nggak menemukan Kakek Rully.”"Aku sudah mencari ke seluruh halaman belakang dan nggak menemukannya juga.""Aku sudah memeriksa semua kamera CCTV dan nggak menemukan apa pun."Mendengar semua itu, ekspresi di wajah Chandra menjadi semakin serius, dan semua orang mulai mempercayai perkataan Sonia.Kini, Ronald diyakini sudah menyerang Rully demi inti dalam Kura Sakti, dan setelah mengetahui Rully pergi dalam hidup-

  • Jenderal Naga   Bab 1268

    Mereka kembali lagi dan menunggu kepulangan Robi dengan sabar di kediaman keluarga Atmaja. Lelaki itu pergi dengan cepat dan pulang dalam waktu yang singkat juga. Tidak sampai satu jam, Robi sudah kembali lagi.Sudah ada banyak orang yang berkumpul di ruang tamu. Ada para senior seperti Monang, Konrad dan juga beberapa junior lainnya. Mereka berkumpul untuk membahas siapa yang akan menjadi kepala keluarga untuk maju dan memimpin.Ketika Robi tiba, dia menjadi pusat perhatian semua orang ketika berjalan masuk. Lelaki itu juga mendapati sosok Monang yang tengah duduk di kursi roda dan begitu pun sebaliknya. Keduanya saling beradu tatap selama beberapa detik.Robi langsung melangkahkan kaki ke arah Chandra dan Nova. Ekspresinya terlihat serius dan berkata, “Chandra, Nova, hasil tesnya sudah keluar.”“Bagaimana hasilnya?” tanya Chandra.Robi menggelengkan kepalanya dan berkata, “Kondisinya nggak begitu baik. Darah dari Kura Sakti sudah melebur menjadi satu dalam darahnya Nova. Oleh karena

  • Jenderal Naga   Bab 1269

    Robi pergi setelah meninggalkan pesan pada Chandra dan Nova.“Apa yang sebenarnya terjadi saat 30 tahun yang lalu? Siapa Sabrina?” gumam Chandra dengan kening berkerut.Dia menoleh ke arah Monang yang duduk di kursi roda sambil bertanya, “Apa yang terjadi pada keluarga Atmaja ketika 30 tahun yang lalu?”Ekspresi Monang terlihat mengeras. Dia menatap pintu keluar dalam diam. Dia tidak menjawab dan Chandra juga tidak banyak bertanya. Akan tetapi, Chandra bisa menebak kalau kakeknya melakukan itu karena terpaksa.Chandra menoleh ke arah Nova dan berkata, “Nova, kita juga kembali ke Kota Rivera saja. Besok malam tahun baru, kita tetap harus pulang untuk merayakannya.”Nova mengangguk setuju.“Kak Chandra, kalian mau pergi? Nggak mau melewati tahun baru di kediaman keluarga Atmaja saja?” tanya Sonia dengan ekspresi tidak rela.“Nggak,” jawab Chandra sambil menggelengkan kepalanya.“30 tahun lalu, kakekku sudah diusir dari keluarga Atmaja. Aku juga sudah bagian dari keluarga Atmaja lagi,” la

  • Jenderal Naga   Bab 1270

    “Kenapa?” tanya Monang dengan ekspresi mengeras.“Selama keluarga yang lain mau bekerja sama denganku, aku yakin aku bisa,” jawab Sonia.“Baguslah.”Monang mengedarkan tatapannya ke seluruh orang yang ada di sana sambil berkata, “Siapa yang nggak mau diajak kerja sama bisa cari saya.”Setelah mengatakan kalimat itu, Monang mengibaskan tangannya meminta semua orang untuk pergi. Seorang gadis di belakangnya mendorong lelaki itu pergi dari sana dengan ditatap oleh semua orang.Sonia menghirup napas dalam-dalam setelah Monang keluar dari pintu utama.Bahkan bermimpi pun dia tidak pernah menyangka dirinya akan menjadi kepala keluarga dari keluarga Atmaja. Dalam arti lain, dia menjadi kepala keluarga dari pemimpin Empat Keluarga Kuno. Sonia merupakan anak angkat dari Ronald dan dikucilkan di keluarga ini. Sekarang akhirnya dia bisa bangkit.Perempuan itu sangat percaya diri untuk mengatur dan mengelola keluarga Atmaja. Semua karena sedari kecil Sonia selalu ikut membantu Ronald menyusun pere

  • Jenderal Naga   Bab 1271

    Chandra tidak begitu peduli dengan urusan keluarga Atmaja. Meski dia juga termasuk anggota keluarga Atmaja, dia sudah tidak ada perasaan apa-apa pada keluarga itu. Yang bisa membuatnya peduli pada keluarga itu hanya Rully.Akan tetapi sekarang keadaan Rully tidak diketahui. Tidak ada gunanya dia tetap berada di kediaman keluarga Atmaja. Hal yang bisa dilakukan oleh Chandra adalah diam-diam mencari tahu.Kadir mengikuti Chandra keluar dari kediaman keluarga Atmaja. Di luar, Kadir bertanya, “Kamu sudah mau kembali ke Rivera?”“Iya,” jawab Chandra sambil menghentikan langkah kakinya. Dia menoleh dan menatap Kadir yang ada di belakangnya sambil berkata, “Di Diwangsa masih ada banyak urusan yang harus aku selesaikan. Tapi sekarang setelah Konferensi Gunung Langit berakhir, berbagai kelompok dari dunia seni bela diri kuno dan juga keluarga ternama mengalami kerugian besar,”“Banyak sekali para pesilat yang terluka. Kemungkinan beberapa waktu ke depan, mereka akan sibuk mengobati luka terlebi

  • Jenderal Naga   Bab 1272

    Kening Chandra berkerut. Dia menoleh ke arah Nova yang tengah duduk di sofa sambil memeluk sebuah pedang hitam dan bertanya, “Nova, bagaimana keadaan Kelompok Gunung Langit waktu kamu pergi?”Nova yang tidak tahu sedang memikirkan apa hingga melamun mendadak tersadar dan berkata, “Orang-orang yang tertimbun di bawah tanah sudah diselamatkan. Setelah itu aku sudah nggak tahu apa yang terjadi.”Chandra menghela napas lega mendengar berita tersebut. Ponsel tidak bisa dihubungi, kemungkinan dia masih berada di sekitar Kelompok Gunung Langit. Daerah sana tidak ada sinyal sehingga tidak bisa menerima panggilan.Setelah itu Chandra memutuskan untuk tidak berlama-lama di Diwangsa dan meninggalkan tempat itu dengan menggunakan pesawat pribadi pangkalan militer.Sedangkan saat ini, Shadow sudah kembali ke Istana Dewa Naga. Ponselnya tidak mendapatkan sinyal selama berada di Kelompok Gunung Langit. Oleh karena itu, Shadow hanya menjelaskan secara singkat saja. Sekarang dia menjelaskan lagi dengan

  • Jenderal Naga   Bab 1273

    Saat ini di ruang rapat kediaman keluarga Atmaja tampak puluhan orang tengah berkumpul. Mereka adalah orang-orang penting dari keluarga Atmaja yang ada di Diwangsa.Sonia duduk di kursi utama. Dia mengenakan terusan berwarna emas dengan rambut panjangnya yang diikat hingga memamerkan seluruh kening putih mulusnya. Dia memasang jepit mutiara bunga di kepalanya dan juga memoleskan bedak tipis di wajahnya. Sonia terlihat sangat cantik dan beraura.“Para keluarga sekalian, kali ini mengumpulkan kita semua dengan tujuan membahas hal-hal selanjutnya terkait keluarga Atmaja. Kemungkinan Kakek Moyang Rully diserang oleh Kakek Ronald. Sekarang keberadaannya juga nggak diketahui. Yang harus kita lakukan selanjutnya adalah mencari keberadaan Kakek Moyang Rully dan Kakek Ronald. Setelah itu baru cari tahu kebenarannya.”Suara Sonia terdengar lantang dan tegas. Puluhan orang yang berkumpul di ruang rapat tersebut tidak ada yang bersuara. Mereka semua tidak ada yang bersedia mendengarkan Sonia. Bagi

Latest chapter

  • Jenderal Naga   Bab 2187

    Chandra tidak tahu, seberapa kuat Sasa. Namun, perempuan itu sudah berhasil menggerakkan Tugu Langit Tanpa Batas. Walaupun Sasa terluka dibuatnya, dia tetap saja berhasil menggerakkan tugu. Chandra dengan cepat menghampiri Sasa dan membantunya berdiri seraya bertanya, “Kak Sasa, kamu baik-baik saja, kan?”Sasa terdiam sejenak lalu menyeka darah di mulutnya dan berkata, “Aku baik-baik saja. Itu hanya bentuk serangan balik dari Tugu Langit Tanpa Batas. Tugu itu sangat kuat dan layak menjadi sebuah harta karun tertinggi yang tidak dapat diambil oleh siapa pun, termasuk Kaisar Agung.”“Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Chandra bingung. Sasa kembali tenggelam dalam pikirannya lalu berkata, “Aku tidak bisa menggerakkan tugu itu karena ada prasasti jalan di dalamnya. Selain itu, ada beberapa Kaisar Agung yang mengukirkan nama mereka di sana. Walaupun hanya beberapa nama, tapi mereka adalah nama-nama dari Kaisar Agung yang mengandung kekuatan yang sangat mengerikan.

  • Jenderal Naga   Bab 2186

    Chandra bertanya, “Lalu bagaimana aku bisa mengambilnya?”“Mana aku tahu. Aku juga baru datang lagi ke Kota Tanpa Batas ini,” jawab Sasa. “Oke,” jawab Chandra sambil mengangguk ringan. Sekarang, dia mengetahui kalau tugu besar yang ada di depannya adalah harta karun tertinggi yang muncul saat dunia terbentuk. Dia pasti akan mendapatkan keberuntungan yang besar kalau sampai dia bisa membawa dan memiliki tugu itu. Keberuntungan ini bukan hanya sebagai titik awal penelusuran waktu, tapi juga memahami asal-usul terbentuknya langit dan bumi. Namun, bagaimana cara Chandra untuk bisa membawanya? Dia pun tenggelam dalam renungannya. Kemudian dia berjalan mendekati tugu berwarna hitam itu dan mulai berusaha untuk memindahkannya. Namun, dia sama sekali tidak berhasil menggerakkan tugu itu. Tugu Langit Tanpa Batas terlalu berat dan sepertinya benda ini juga terhubung dengan langit dan bumi, sampai dia tidak bisa menggerakkannya sama sekali. “Apa yang harus kulakukan agar benda ini bisa berge

  • Jenderal Naga   Bab 2185

    “Tugu Langit Tanpa Batas?” tanya Chandra antusias. Informasi tentang zaman dia berada sekarang tertulis di Tugu Langit Tanpa Baras yang artinya sekarang dia tidak lagi berada di zamannya. Dia sudah melakukan perjalanan melintasi waktu dan kembali ke masa lalu. Chandra melihat ke sekelilingnya. Di sekitarnya, terdapat banyak sekali prajurit. Beberapa di antaranya sudah berhasil menyelesaikan tantangan dan masuk ke dalam Kota Tanpa Batas yang merupakan titik awal dalam Negeri Penelusuran. Chandra memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar kota, sampai dia melihat sebuah tugu yang berwarna hitam dengan tinggi ratusan meter dan lebar 30 meter. Di tugu itu, terukir banyak tulisan rahasia. Selain itu, ada ratusan ribu prajurit yang berkumpul di bawah tugu. “Apa arti tulisan itu?”“Tugu Langit Tanpa Batas memang sangat ajaib.”*** Banyak prajurit yang tidak mengerti tentang tugu ini saling berdiskusi satu sama lain. Tidak lama kemudian, Chandra ikut berkumpul di bawah tugu. Dia melihat T

  • Jenderal Naga   Bab 2184

    Kedua orang ini sudah bertarung dengan sangat sengit yang telah membuat mereka terluka sekaligus menghabiskan banyak tenaga dan kekuatan mereka. Namun, mereka masih terhitung cukup kuat bagi Chandra. “Kurang ajar, aku salah perhitungan. Aku terlalu cepat muncul, seharusnya aku muncul ketika mereka sudah kehabisan tenaga untuk bertarung,” ujar Chandra sambil menepuk dahinya dan menyesali kemunculannya yang terlalu cepat. Kesatria Hitam dan laki-laki berjubah hitam menatap Chandra ngeri. Terlebih lagi, si laki-laki berjubah hitam yang sampai berkeringat dingin di punggungnya. Di sisi lain, Chandra sedang merenung sejenak. Sejauh ini, Chandra tidak memiliki masalah apa pun dengan si laki-laki berjubah hitam. Laki-laki itu pasti tidak akan menyerang Chandra kalau Chandra tidak menyerangnya. Namun, hal itu berbeda dengan Kesatria Hitam. Karena ada masalah yang cukup besar di antara mereka berdua. Oleh karena itu, Chandra memutuskan untuk menghadapi Kesatria Hitam terlebih dahulu. “Kesat

  • Jenderal Naga   Bab 2183

    Ada orang yang kembali muncul setelah Kesatria Hitam membunuh Chandra. Padahal dia saja belum sempat untuk mengatur napasnya. Orang itu juga terlihat sangat kuat dengan aura yang berhasil mengalahkannya.Kesatria Hitam sempat dipukul mundur dalam keadaan terkejut dan pertempuran sengit kembali terjadi di area ini. Di sisi lain, di reruntuhan. Chandra masih terbaring dalam keadaan sekarat. Kekuatannya memang sudah meningkat pesat. Ditambah lagi, dengan jurus Langkah Melawan Langit yang membuat kekuatannya semakin besar. Namun sayangnya, jurus Langkah Melawan Langit yang dimilikinya hanya mampu melawan seseorang yang berada di tingkat keenam Alam Kesucian. Walaupun Kesatria Hitam saat ini berada di tingkat keenam Alam Kesucian, kekuatannya sudah berada di puncak tingkat keenam dan hanya selangkah lagi untuk masuk ke tingkat ketujuh Alam Kesucian. Oleh karena itu, ada kesenjangan kekuatan yang sangat besar di antara mereka. Sekarang, Chandra terluka, tapi belum mati. Bagaimanapun juga

  • Jenderal Naga   Bab 2182

    Kesatria Hitam terlal kuat. Kekuatan penghancurnya terlalu mengerikan. Chandra tahu tanpa menggunakan Jurus Langkah Melawan langit, dia tidak akan dapat membunuh Kesatria Hitam.Saat ini, lautan energi kecil di dalam tubuh Chandra menyemburkan energi sejati. Energi sejati itu mengalir ke seluruh tubuhnya dan mematahkan tulang belakangnya. Chandra mengambil satu langkah ke depan. Setiap kali melangkah, energi langit dan bumi berkumpul ke arahnya dengan cepat. Energi langit dan bumi masuk ke dalam tubuh Chandra dan membentuk tulang belakang.Saat Chandra melangkah maju, Kesatria Hitam pun merasakan adanya kekuatan penghancur yang dahsyat. Akan tetapi, energi itu tidak cukup untuk mengejutkannya. Dia mengangkat pedang hitamnya dan menebas dengan ganas.Kibasan pedang hitam Kesatria Hitam mendatangkan badai. Chandra langsung mengambil beberapa langkah dalam sekejap. Tulang belakang yang terbentuk kembali langsung menghancurkan badai energi pedang.Jurus Langkah Melawan Langit adalah jurus

  • Jenderal Naga   Bab 2181

    Chandra menoleh ke arah datangnya suara. Di kejauhan, seorang pria terbang dengan cepat dan muncul di depan Chandra dalam hitungan detik.Setelah sampai di depannya, Chandra bisa melihat dengan jelas rupa pria itu. Pria itu masih muda, hanya sekitar 25 atau 26 tahun. Dia mengenakan baju besi hitam dan membawa pedang panjang di pinggangnya. Dia muncul beberapa meter jauhnya dari Chandra, dengan wajah muram dan tatapan membunuh di matanya.“Siapa kamu?” Tanya Chandra bingung.Chandra tidak kenal dengan orang itu. Bagaimana bisa dia mengatakan kalau dunia ini begitu sempit? Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya?“Perkenalkan.” Pria berbaju besi hitam itu bicara dengan suara berat, “Namaku Kesatria Hitam, dari Alam Niskala.”Begitu mendengar nama “Alam Niskala”, Chandra mendapat firasat buruk. Karena dia telah membunuh banyak makhluk di Alam Niskala dan memiliki dendam dengan banyak orang di Alam Niskala.Chandra tertegun sejenak, lalu dia menangkupkan kedua tangannya dan berkata, “Halo,

  • Jenderal Naga   Bab 2180

    Sasa tampak khawatir. “Bagaimana, ya? Begini saja. Aturan Langit adalah sesuatu yang mengendalikan semua tatanan. Itu adalah eksistensi yang melampaui segalanya. Kelahiran, penuaan, penyakit, dan kematian semua makhluk hidup ada di bawah kendali Aturan Langit.”Chandra tetap tidak mengerti.“Sekarang kamu nggak perlu pahami soal ini dulu. Aku hanya bisa bilang ke kamu, semua latihan dan usahamu adalah untuk semakin dekat dengan Aturan Langit. Semakin kuat dirimu, semakin dekat dirimu dengan Aturan Langit. Kamu akan semakin nggak bisa dikendalikan oleh Aturan Langit.”“Hmm.” Sasa menganggukkan kepala dan berkata, “Saat kekuatan seseorang mendekati Aturan Langit, dia bisa melihat rahasia langit melalui Aturan Langit dan memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia bahkan bisa melawan tekanan Aturan Langit dan membalikkan situasi serta mengubah beberapa hal.”Penjelasan mereka terlalu mendalam. Chandra juga tidak mengerti. Dia pun bertanya, “Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?

  • Jenderal Naga   Bab 2179

    Setelah memasuki Gerbang Waktu dan Ruang, Chandra datang ke Negeri Penelusuran. Dia juga mendapatkan pemahaman awal tentang Negeri Penelusuran. Negeri Penelusuran adalah tempat untuk menelusuri kembali ke awal waktu, saat langit dan bumi pertama kali diciptakan, untuk melihat misteri utama langit dan bumi. Selain itu, Chandra tidak mengerti.Chandra melihat sekelilingnya. Sejauh yang dapat dilihatnya, tidak ada seorang pun di area itu selain dirinya. Chandra turun dari langit dan mendarat di pegunungan.cincin di jarinya berubah menjadi cahaya keemasan dan jatuh ke tanah. Kemudian, cahaya itu berubah menjadi Istana Abadi Ceptra yang sangt kecil. Chandra masuk ke dalam istana itu.Setelah itu, Istana Abadi Ceptra terus menyusut hingga akhirnya tenggelam ke dalam tanah. Sekalipun ada yang lewat di sini, mereka tidak akan menemukan keberadaan istana itu.Di dalam istana, kediaman Penguasa Kota, di halaman belakang.Ada tiga orang berkumpul di situ. Chandra, Noa dan Sasa. Chandra memberitah

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status