Di kamar lain sudah terkumpul beberapa orang, ada Shadow dan juga Luandi Derawan, serta satu seorang pria tua.“Guru,” sapa Luandi Derawan dengan hormat.“Gimana situasinya?” tanya pria tua itu.Pria tua itu adalah gurunya Luandi, Langit, salah satu dari empat petarung sakti yang melindungi Raja ratusan tahun yang lalu.“Sudah banyak orang yang tiba. Di antaranya banyak juga yang datang diam-diam dan bersembunyi begitu tiba di sini. Kita lihat saja besok. Seharusnya mereka baru akan muncul di akhir konferensi.”“Siapa mereka itu?” tanya Langit.“Untuk saat ini aku masih belum tahu,” jawab Luandi.“Dery sudah sampai?”“Aku nggak lihat dia, tapi seharusnya dia sudah sampai. Mungkin dia lagi bersembunyi.”“Oh, oke, kamu boleh pergi.”“Baik.”Luandi Derawan pun pergi bersama dengan Shadow. Begitu mereka berdua pergi meninggalkan rumah kayu yang ditempati oleh Langit, Shadow bertanya, “Luandi, semua petarung dari Suku Dukun ada di sini. Kita bisa habisi mereka semua sekaligus. Apa rencana k
Di tengah aula istana tersebut duduk seorang wanita berusia sekitar 20-an tahun. Dia mengenakan pakaian emas dan mengenakan mahkota, dan memancarkan wibawa layaknya seorang ratu. Dia tidak lain adalah Maggie, ketua muda Gunung Langit.Sejak kematian Maniso, perlahan-lahan Maggie mulai menggantikan posisinya sebagai ketua. Meski masih belum secara resmi menjadi ketua, Maggie sudah mulai berkutat dengan urusan di perguruan.Di depan Maggie sudah berkumpul banyak petarung dari berbagai macam aliran dan perguruan.“Kenapa Gunung Langit malah mengutus anak kecil untuk menjadi tuan rumah acara?”Itulah pertanyaan yang sering terdengar dari mereka ketika melihat Maggie. Mendengar itu, banyak murid didik Gunung Langit yang tersinggung. Salah satu tetua Gunung Langit murka dan menyerang orang yang menghina ketua mereka, lalu dia berkata, “Kalian semua nggak perlu ikut campur dalam urusan internal perguruan.”“Wah, sombong banget gaya bicaranya,” ujar salah seorang tamu dengan nada mengejek.Tak
“Penentuan ketua aliansi yang baru bukan dengan pertarungan sampai mati. Bertarunglah secukupnya, dan kalau lawan sudah mengaku kalah, pertarungan berakhir. Semua orang diperbolehkan naik ke arena dan baru layak menjadi ketua aliansi jika diakui oleh semua orang,” ucap Maggie.Di tempat total ada ribuan orang, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang bersuara, membuat suasana setempan sunyi senyap. Tidak ada yang berani naik ke atas arena.“Hahaha, nggak ada orang? Kalau begitu, biar aku yang maju,” tutur salah seorang pria paruh baya yang dengan segera melompat masuk ke dalam. Ketika kedua kakinya mendarat di permukaan, area di sekitarnya terasa bergetar dan membuat para petarung lain yang lemah tumbang.Pria itu adalah Daniel. Dengan kekuatan yang masih berada di alam keenam, dia sadar dirinya tidak mungkin bisa menempati posisi ketua aliansi. Di keluarga Aryani masih ada satu orang lagi yang lebih senior, dan Daniel hanya maju sebagai pembuka.“Aku, Daniel Aryani, mengundang para se
Tembok batu itu memiliki tinggi lebih dari 50 meter, dan lebar lebih dari 30 meter. Sekilas memang tampak seperti tembok batu biasa, tidak ada bedanya dengan bebatuan biasa lainnya.Robi menatap tembok batu itu dengan penuh semangat. Asal tembok batu ini terbuka dan bisa masuk ke dalam, dia bisa bertemu dengan Kura Sakti. Di situlah dia akan memancingnya keluar dan membunuhnya untuk diambil darahnya. Yang lebih penting lagi, di empat lukisan peninggalan Raja Januar tertulis bahwa Kura Sakti telah hibur ribuan tahun lamanya. Di dalam tubuhnya tersimpan empedu yang apabila dimakan, kekuatan seseorang akan berlipat ganda.Sampai di sini, Wanto terlihat begitu serius. Sudah ribuan tahun berlalu, bahkan dia sendiri tidak yakin apakah Kura Sakti itu masih hidup, dan kalaupun masih hidup, seberapa besar kekuatannya sekarang, dan apakah sekumpulan petarung di luar sana bisa membunuh Kura Sakti atau tidak ….Wanto melompat ke bagian tertinggi dari tembok batu tersebut. Di sana terdapat bagian y
Namun sayang, pedang tersebut sudah hilang dalam sejarah yang panjang. Robi juga pernah membaca catatan tentang pedang itu di catatan sejarah tersimpan di perpustakaan keluarga Atmaja. Di situ tertulis bahwa Raja Januar memiliki banyak petarung kuat di bawah naungannya. Selain Empat Keluarga Besar, ada pula bawahannya yang setia, dan salah satunya bernama Raja Kejahatan. Kekuatannya sangat ditakuti, dan dia membawa pedang sakti yang dikenal dengan Pedang Keji Sejati.“Waktu itu Raja Januar membawa banyak bawahannya ke sini untuk membunuh Kura Sakti. Dia punya satu bawahan setia yang namanya Raja Kejahatan. Pedang Keji Sejati itu adalah pedang kesayangannya. Setelah Raja Januar balik lagi ke gua ini sehabis mengalami kekalahan, dia bawa banyak pengrajin untuk ngurung Kura Sakti di sini, sekalian juga meninggalkan pedang itu di sini.”Berdasarkan legenda yang diwariskan turun temurun di Gunung Langit, Pedang Keji Sejati berada tepat di dua ini, dan pedang itu jugalah yang menjadi kunci u
“Pedang Iblis, Darah Iblis?”Pengetahuan ini tidak tertulis di dalam empat lukisan yang Raja Januar tinggalkan. Sekarang, kurang lebih Robi sudah menerka mengapa Raja Januar membagikan keempat lukisan itu kepada empat keluarga. Pasti dia tidak ingin ada orang asing yang tahu tentang rahasia itu, berharap siapa pun di generasi selanjutnya yang bisa memecahkan rahasia itu datang ke sini dan membunuh Kura Sakti.“Gimana ini?” tanya Wanto. “Jadi mau kita buka pintunya atau nggak?”Robi pun jadi bimbang. Darah Kura Sakti begitu mengerikan sampai pedang yang mengenai darahnya saja bisa berubah. Kalua dimakan, andaikan bisa hidup abadi sekalipun, yang memakannya sudah bukan lagi manusia, melainkan monster. Ketakutan yang Robi alami ini membuat Wanto tersadar bahwa Robi masih belum setamak itu. Dia tidak sampai mengorbankan segalanya hanya untuk mendapatkan kekuatan yang lebih besar.Setelah lama ta bersuara, akhirnya Robi berbicara, “Biarpun darah itu darah iblis, masih ada empedu dan organ-o
“Kurasa kita sudah bisa bergerak. Coba pikirkan, kalau sampai Kadir membunuh semua yang ada di sini, dia juga bakal membunuh kita. Tapi kalau kita maju lebih dulu dan berhasil bunuh dia duluan, kita bisa mengambil posisi sebagai ketua aliansi yang baru dan berkuasa atas semua petarung di dunia. Bukankah itu lebih bagus?”“Benar juga apa katamu,” balas Alden.Apa yang Chandra katakan memang masuk akal, tapi itu sangat berbahaya karena kalau sampai terjadi kesalahan, merekalah yang akan mati. Mereka harus bisa membunuh Kadir dalam sekali percobaan, atau akibatnya akan sangat fatal.“Kalau begitu, tunggu apa lagi?”“Tenang dulu, biar kuatur.”Setelah itu, Alden langsung berpindah ke sebelah Kadir dan berbisik kepadanya, “Ketua, kapan kita bergerak?”“Sabar dulu, lihat situasi,” sahut Kadir. Dia sama sekali tidak terburu-buru karena dia tahu, Someria saat ini memiliki banyak sekali petarung yang sudah di alam kedelapan, tapi mereka masih tidak menampakkan diri. Kalau Kadir yang bergerak du
Kadir memuntahkan darah cukup banyak. Dia berhasil memukul mundur lawannya, tapi dia sendiri menderita luka yang cukup parah dan langsung terjatuh.Di sana ada lebih dari puluhan ribu orang, tapi suasana di tempat terasa sunyi senyap. Mereka semua masih bingung mengapa sesama Suku Dukun malah saling menyerang rekannya sendiri. Di tengah perhatian banyak orang yang tertuju padanya, Alden membuka topeng yang menutupi wajahnya. Wajahnya terlihat pucat dan ada bekas darah yang mengalir di ujung bibirnya.“Alden, aku sudah memperlakukan kamu dengan baik, tapi kamu ….”“Ya. Kamu memang sudah memperlakukan aku dengan sangat baik. Kalau waktu itu kamu nggak menolongku, aku pasti sudah mati. Tapi itu sudah lebih dari seratus tahun yang lal. Sekarang kamu sudah nggak punya ambisi lagi. Selama seratus tahun terakhir kamu cuma mengurung diri meneliti ilmu bela diri. Kalau saja kamu masih punya ambisi sebesar dulu, Someria sudah berada dalam genggaman tanganmu. Kamu menguasai semua kekuatan Suku Du
Ada orang yang kembali muncul setelah Kesatria Hitam membunuh Chandra. Padahal dia saja belum sempat untuk mengatur napasnya. Orang itu juga terlihat sangat kuat dengan aura yang berhasil mengalahkannya.Kesatria Hitam sempat dipukul mundur dalam keadaan terkejut dan pertempuran sengit kembali terjadi di area ini. Di sisi lain, di reruntuhan. Chandra masih terbaring dalam keadaan sekarat. Kekuatannya memang sudah meningkat pesat. Ditambah lagi, dengan jurus Langkah Melawan Langit yang membuat kekuatannya semakin besar. Namun sayangnya, jurus Langkah Melawan Langit yang dimilikinya hanya mampu melawan seseorang yang berada di tingkat keenam Alam Kesucian. Walaupun Kesatria Hitam saat ini berada di tingkat keenam Alam Kesucian, kekuatannya sudah berada di puncak tingkat keenam dan hanya selangkah lagi untuk masuk ke tingkat ketujuh Alam Kesucian. Oleh karena itu, ada kesenjangan kekuatan yang sangat besar di antara mereka. Sekarang, Chandra terluka, tapi belum mati. Bagaimanapun juga
Kesatria Hitam terlal kuat. Kekuatan penghancurnya terlalu mengerikan. Chandra tahu tanpa menggunakan Jurus Langkah Melawan langit, dia tidak akan dapat membunuh Kesatria Hitam.Saat ini, lautan energi kecil di dalam tubuh Chandra menyemburkan energi sejati. Energi sejati itu mengalir ke seluruh tubuhnya dan mematahkan tulang belakangnya. Chandra mengambil satu langkah ke depan. Setiap kali melangkah, energi langit dan bumi berkumpul ke arahnya dengan cepat. Energi langit dan bumi masuk ke dalam tubuh Chandra dan membentuk tulang belakang.Saat Chandra melangkah maju, Kesatria Hitam pun merasakan adanya kekuatan penghancur yang dahsyat. Akan tetapi, energi itu tidak cukup untuk mengejutkannya. Dia mengangkat pedang hitamnya dan menebas dengan ganas.Kibasan pedang hitam Kesatria Hitam mendatangkan badai. Chandra langsung mengambil beberapa langkah dalam sekejap. Tulang belakang yang terbentuk kembali langsung menghancurkan badai energi pedang.Jurus Langkah Melawan Langit adalah jurus
Chandra menoleh ke arah datangnya suara. Di kejauhan, seorang pria terbang dengan cepat dan muncul di depan Chandra dalam hitungan detik.Setelah sampai di depannya, Chandra bisa melihat dengan jelas rupa pria itu. Pria itu masih muda, hanya sekitar 25 atau 26 tahun. Dia mengenakan baju besi hitam dan membawa pedang panjang di pinggangnya. Dia muncul beberapa meter jauhnya dari Chandra, dengan wajah muram dan tatapan membunuh di matanya.“Siapa kamu?” Tanya Chandra bingung.Chandra tidak kenal dengan orang itu. Bagaimana bisa dia mengatakan kalau dunia ini begitu sempit? Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya?“Perkenalkan.” Pria berbaju besi hitam itu bicara dengan suara berat, “Namaku Kesatria Hitam, dari Alam Niskala.”Begitu mendengar nama “Alam Niskala”, Chandra mendapat firasat buruk. Karena dia telah membunuh banyak makhluk di Alam Niskala dan memiliki dendam dengan banyak orang di Alam Niskala.Chandra tertegun sejenak, lalu dia menangkupkan kedua tangannya dan berkata, “Halo,
Sasa tampak khawatir. “Bagaimana, ya? Begini saja. Aturan Langit adalah sesuatu yang mengendalikan semua tatanan. Itu adalah eksistensi yang melampaui segalanya. Kelahiran, penuaan, penyakit, dan kematian semua makhluk hidup ada di bawah kendali Aturan Langit.”Chandra tetap tidak mengerti.“Sekarang kamu nggak perlu pahami soal ini dulu. Aku hanya bisa bilang ke kamu, semua latihan dan usahamu adalah untuk semakin dekat dengan Aturan Langit. Semakin kuat dirimu, semakin dekat dirimu dengan Aturan Langit. Kamu akan semakin nggak bisa dikendalikan oleh Aturan Langit.”“Hmm.” Sasa menganggukkan kepala dan berkata, “Saat kekuatan seseorang mendekati Aturan Langit, dia bisa melihat rahasia langit melalui Aturan Langit dan memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia bahkan bisa melawan tekanan Aturan Langit dan membalikkan situasi serta mengubah beberapa hal.”Penjelasan mereka terlalu mendalam. Chandra juga tidak mengerti. Dia pun bertanya, “Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?
Setelah memasuki Gerbang Waktu dan Ruang, Chandra datang ke Negeri Penelusuran. Dia juga mendapatkan pemahaman awal tentang Negeri Penelusuran. Negeri Penelusuran adalah tempat untuk menelusuri kembali ke awal waktu, saat langit dan bumi pertama kali diciptakan, untuk melihat misteri utama langit dan bumi. Selain itu, Chandra tidak mengerti.Chandra melihat sekelilingnya. Sejauh yang dapat dilihatnya, tidak ada seorang pun di area itu selain dirinya. Chandra turun dari langit dan mendarat di pegunungan.cincin di jarinya berubah menjadi cahaya keemasan dan jatuh ke tanah. Kemudian, cahaya itu berubah menjadi Istana Abadi Ceptra yang sangt kecil. Chandra masuk ke dalam istana itu.Setelah itu, Istana Abadi Ceptra terus menyusut hingga akhirnya tenggelam ke dalam tanah. Sekalipun ada yang lewat di sini, mereka tidak akan menemukan keberadaan istana itu.Di dalam istana, kediaman Penguasa Kota, di halaman belakang.Ada tiga orang berkumpul di situ. Chandra, Noa dan Sasa. Chandra memberitah
Pintu gerbang itu tergantung horizontal di tengah langit, dengan retakan antara bumi dan 3000 dunia tersegel di kedua sisinya. Pintu itu sangat besar. Tingginya mencapai seratus meter. Pada balok kusen pintu di kedua sisi, terdapat beberapa kata misterius. Tulisannya sangat kuno. Bahkan Trigali dan yang lainnya dari Dunia Iblis pun tidak mengetahui arti kata-kata tersebut.Ada kabut putih tebal di tengah gerbang. Mustahil untuk melihat melalui kabut putih dan mengetahui apa yang ada di balik gerbang. Satu demi satu, prajurit kuat muncul di langit. Mereka memasuki Gerbang Waktu dan Ruang, lalu menghilang di bumi.Trigali langsung melangkahkan kakinya melewati Gerbang Waktu dan Ruang. Kemudian, bawahannya mengikutinya dari belakang.“Chandra, ayo kita pergi juga,” ajak Koko sambil menatap Chandra.“Oke.” Chandra menganggukkan kepala. Keduanya maju bersama dan memasuki gerbang pada saat yang sama. Begitu masuk ke gerbang, Chandra hanya merasakan ada kekuatan dahsyat yang menerpa dan meny
Pagi ini adalah pagi ketika Chandra berada di Kota Bushu. Saat fajar menyingsing, fenomena aneh langit dan bumi pun muncul. Sebuah gerbang ilusi muncul di langit Kota Bushu. Di pintu gerbang tersebut terdapat beberapa tulisan.Dalam beberapa hari terakhir, Chandra selalu memanfaatkan waktunya dengan berlatih di halaman. Begitu gerbang ilusi itu muncul, dia pun melihatnya. Dia menatap pintu gerbang itu sebentar. Namun, dia tidak mengenali kata-kata yang mengambang di gerbang ilusi itu.Kata-kata itu ditulis dengan tulisan kuno, terlihat sangat misterius. Tulisan itu seolah memiliki kehidupan, yang membuatnya terus berubah. Sesaat kemudian, Koko, Trigali dan beberapa prajurit kuat dari Dunia Iblis datang.Chandra segera berjalan ke arah Koko dan bertanya, “Lihat, itu gerbang ilusi yang baru saja muncul. Gerbang itu terhubung ke celah segel di langit. Ada beberapa tulisan di pintunya. Kamu tahu arti kata-kata itu?”Koko belum menjawab, Trigali sudah menganggukkan kepala dan berkata, “Tahu
“Jadi sebenarnya apa itu Keberuntungan?” tanya Chandra.Trigali menggelengkan kepalanya perlahan. Dia sendiri juga tidak tahu hal itu. Bukan hanya dia yang tidak tahu, bahkan gurunya pun tidak tahu. Bahkan boleh dibilang, tidak ada seorang pun di dunia yang mengetahui apa itu Keberuntungan.“Aku juga nggak tahu. Satu-satunya yang aku tahu yaitu Keberuntungan itu ada hubungannya dengan rahasia utama langit dan bumi. Ada hubungannya dengan serangan kaumku terhadap bumi saat itu,” ujar Trigali.“Oh ya?” Chandra menjadi tertarik.Sampai saat ini, Chandra masih belum mengetahui mengapa Kaum Iblis menyerang bumi pada zaman dulu, mengapa mereka memilih meninggalkan bumi saat mereka hampir menduduki bumi.Chandra pernah bertanya pada Koko sebelumnya, tapi Koko tidak mengatakan apa pun. Kali ini, Chandra bertanya dan mengungkapkan pertanyaan di dalam hatinya.Trigali berpikir sejenak, lalu menjawab, “Sebenarnya, kaum kami menyerang bumi hanya untuk mengikuti Aturan Langit. Sekalipun kaum kami n
Chandra sama sekali tidak menyangka Keberuntungan akan muncul secepat itu. Padahal dia memang sudah berencana untuk datang ke Kota Bushu dan mencari tahu. Dia ingin tahu seperti apa Keberuntungan yang muncul dari bencana alam itu. Kemudian, dia akan masuk ke Istana Abadi Ceptra dan mengurung diri di Rumah Waktu untuk sementara waktu sambil meningkatkan kekuatannya. Setelah itu dia baru pergi merebut Keberuntungan.Tidak disangka, baru tiba di Gunung Bushu, Keberuntungan pun telah muncul. Dalam sekejap, Gunung Bushu memancarkan sinar, lalu seluruh bumi juga ikut bersinar. Banyak daerah tidak dikenal bermunculan. Daerah-daerah tersebut membawa Energi Spiritual Langit dan Bumi yang kuat.“Kak Sasa, Keberuntungan sudah muncul, ya? Keberuntungan apa yang muncul setelah bencana alam kali ini? Kenapa sampai bisa buat banyak orang hebat memperebutkannya?” tanya Chandra.Suara Sasa bergema di dalam kepala Chandra, “Aku nggak tahu sebenarnya seperti apa Keberuntungan itu. Aku hanya tahu itu Kebe