Share

Bab 1197

Author: Angin
“Sonia mau bunuh aku?”

Chandra tampak keheranan. Dia tidak beranggapan bahwa Sonia memiliki niat sampai ke sana. Sonia memang sangat pintar dan selalu memikirkan setiap persoalan dari banyak sudut pandang. Apabila sampai Sonia juga berpikir kalau Chandra telah menyimpang dan ingin membunuhnya, berarti Chandra tidak bisa menutupinya lagi dari semua orang. Namun … Chandra tidak berpikir demikian. Sonia pasti punya maksud atau tujuan lain. Namun terkait apa tujuan itu, Chandra masih tidak tahu untuk saat ini.

“Sayang, tolong kasih tahu au. Apa yang aku lihat sekarang ini pasti cuma kedok saja, ‘kan? Aku percaya apa yang sebenarnya terjadi pasti nggak kayak begini, bukan?” tanya Nova mengharapkan sebuah penjelasan dari Chandra.

“Ceritanya panjang.”

Karena sekarang hanya ada mereka berdua, Chandra pun memutuskan untuk tak lagi menutupi rencananya dari Nova.

“Setelah aku datang ke Kelompok Gunung Langit, Alden minta aku untuk ngebunuh ketua kelompoknya, Maniso. Aku nggak punya pilihan lain,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Jenderal Naga   Bab 1198

    “Chandra …,” sahut Dhava tanpa henti, dengan suara yang makin lama makin mendekat.Tak lama Dhava pun mulai tampak dalam jarak pandang Chandra. Melihat Chandra sedang memulihkan diri dan Nova yang berdiri di sampingnya, Dhava menghela napas lega dan berkata, “Sudah kubilang, cuma jurang kecil begini mana mungkin bisa bikin kamu kewalahan. Gimana lukanya?”Chandra membuka matanya untuk menatap Dhava sekilas dan menjawab dengan suara lesu, “Lukaku lumayan parah. Aku butuh waktu untuk sembuh. Dhava, kamu naik saja dulu. Kalau lukaku sudah baikan, baru aku balik ke tempat kalian.”“Err … lebih baik aku bawa kamu naik ke atas saja.”“Baiklah.”Chandra mengambil Pedang Penghakiman dan menancapkannya ke tanah untuk membantunya berdiri. Melihat itu, Dhava segera menghampiri dan membantunya berdiri.“Aku bawa kamu naik dulu. Kalau sudah aman, baru aku turun lagi untuk jemput Nova.”“Oke.”Dhava pun hendak menggunakan energi sejatinya untuk memanjat tebing, tapi seketika itu juga Chandra mencabu

  • Jenderal Naga   Bab 1199

    Chandra sadar jika Dhava tak kunjung kembali untuk waktu yang cukup lama, Alden pasti akan mengirimkan anak buah lainnya untuk mencarinya.“Nova, gali lubang untuk kubur dia,” perintah Chandra.“Ya.”Nova mengambil pedangnya dan mulai membuat sebuah lubang di tanah berlapis salju. Dia juga adalah seorang pendekar yang sangat kuat, jadi menggali lubang kubur bukanlah masalah besar baginya. Tanpa memakan waktu lama, dia sudah membuat lubang dengan kedalaman sekitar belasan meter.Dengan energi yang tersisa, Chandra menggulung jasad Dhava dan memasukkannya ke dalam lubang kubur tersebut, dan Nova mulai menutupinya kembali dengan salju dan es yang ada di sekitarnya. Salju masih terus turun dengan lebat dari langit, membuat bercak darah yang berceceran di tanah dapat tertutupi dengan sempurna.Sementara itu Alden kembali ke perguruannya, di mana sudah banyak saudara seperguruannya yang menanti kedatangan petarung dari berbagai negara. Sebagai penyelenggara konferensi abar kali ini, Kelompok

  • Jenderal Naga   Bab 1120

    “Kamu ngapain di sini? Siapa yang kasih kamu masuk?” tanya Maggie.“Kenapa? Memangnya nggak boleh?”“Hormati yang sudah mati, kamu begini ….”“Oke, aku ngerti. Aku pergi sekarang juga.”Maggie juga menyempatkan dirinya untuk melihat banyak mayat yang bergelimpangan di sana, lalu tak lama dia pun pergi.Sementara itu di jurang, Chandra masih berfokus menyembuhkan lukanya. Akan tetapi, lukanya itu sangat parah hingga tak bisa disembuhkan dalam waktu singkat. Walau demikian, setelah melewati beberapa jam bermeditasi, lukanya sudah mulai stabil dan tidak lagi membahayakan nyawa selama dia tidak sembarangan menguras energi sejatinya. Selama itu terjadi, Nova terus menemaninya di samping. Nova tahu luka Chandra sangat serius, dan karena itu dia jadi merasa sangat bersalah.“Chandra ….”Mendengar panggilan itu, Chandra membuka mata dan melihat seorang pria tua di hadapannya.“Ngapain kamu kemari?” tanya Chandra kepada Alden.“Aku datang untuk ngelihat keadaan kamu karena khawatir kamu kenapa-

  • Jenderal Naga   Bab 1201

    Tidak ada satu perabot pun di dalam rumah kayu yang Chandra tempat. Di sana hanya ada satu ranjang kayu saja dengan selimut yang sangat tipis. Dia langsung melepaskan pakaian dan tengkurap di atas ranjang agar Nova bisa membersihkan lukanya. Lukanya sudah bercampur dengan darah hingga bentuknya tak karuan, bahkan di beberapa bagian ada yang sampai terlihat tulang.Untung saja Chandra adalah seorang petarung alam ketujuh. Dia bisa mengendalikan aliran darah di tubuhnya, atau dia pasti sudah mati. Meski begitu, dia tetap merintih kesakitan saat Nova mengobatinya.Tak lama, Alden kembali ke rumah kayu itu. Dia melihat luka di tubuh Chandra dan bertanya, “Chandra, kamu nggak apa-apa?”“Cuma luka begini doang nggak bakal bikin aku mati,” sahut Chandra.Di saat itu juga Becca dan Bella datang membawakan air hangat untuk membersihkan luka Chandra. Nova mengambil handuknya dan membersihkan lukanya.“Aku punya bubuk obat yang ampuh untuk ngobatin lukamu,” kata Alden.Nova mengambil botol kecil

  • Jenderal Naga   Bab 1202

    Chandra mengeluarkan seutas benang logam tipis dari lengan bajunya, dan dalam sekejap benang itu berubah menjadi sebuah jarum perak.“Masih ada waktu. Tubuhku bisa pulih sepenuhnya dengan menggunakan teknik Jarum 81 Langit. Nova, tusukkan jarum ini ke badanku,” perintah Chandra. “Ya.”Di bawah bimbingan Chandra, Nova menusukkan jarum itu di tubuh Chandra sesuai dengan aturan dari Jarum 81 Langit. Dengan energi sejati yang Nova miliki saat ini, dia bisa menusukkan jarum itu di banyak titik sekaligus. Setelah semua titik ditusukkan, energi sejati yang Nova miliki terkuras cukup banyak.“Sayang, gimana, sudah baikan?” tanya Nova dengan kepala penuh dengan keringat dingin dan wajah yang pucat. Dia merasa lemas, tapi tidak memedulikan itu dan hanya fokus kepada Chandra.“Ya, sudah mendingan jauh. Tapi energi sejati kamu sudah habis dan nggak akan bisa pulih sepenuhnya cuma satu dua hari saja. Kita harus cari orang yang bisa dipercaya untuk tusukkin aku sampai aku benar-benar pulih total,”

  • Jenderal Naga   Bab 1203

    Yang datang mengetuk pintu itu rupanya adalah Sonia. Sonia tahu kalau Chandra sudah menolong Nova dan membawanya ke sini.“Aku dengar Chandra terluka, jadi aku datang untuk menjenguk dia,” jawab Sonia.“Nggak perlu.”Nova sedikit pun tidak memberikan kesempatan kepada Sonia. Jika bukan karena dia yang sembarangan memberikan ide, Nova tidak akan menyerang Candra, dan masalahnya tidak akan jadi serumit ini.“Nova, kamu komplain sama aku? Kamu sendiri juga tahu seperti apa Chandra sekarang. Kalau kamu nggak bunuh dia, dia pasti bakal menimbulkan kekacauan yang lebih besar dari ini, dan pasti lebih banyak orang dari Suku Dukun yang jadi korban jiwa. Apa kamu tega ngelihat Chandra jatuh ke jalan yang salah? Kalau begitu, apa bedanya sama Robi puluhan tahun yang lalu?”“Apa pun yang Chandra lakukan, mau itu benar atau salah, aku bakal terus dukung dia.”“Brak!” Seraya berbicara, Nova menutup pintu kamarnya dengan keras.“Apa-apaan itu?” tanya Sonia sambil mengerutkan dahinya. Padahal baru be

  • Jenderal Naga   Bab 1204

    “Ya sudah, kalian pergilah, aku mau ketemu Pemimpin Utama.”Anggota Zodiak pergi, dan Alden juga pergi tak lama setelah itu, setelah dia berpikir sejenak.Di gunung belakang perguruan Gunung Langit masih ada beberapa rumah yang berdiri tersendiri. Rumah-rumah itu ditempati oleh petarung terkenal di kalangan bela diri kuno. Alden mendatangi salah satu rumah yang dijaga oleh seorang pria bertopeng hitam.Tanpa menanggapi sapaan dari penjaga itu, Alden langsung masuk ke dalam, yang mana di dalamnya terdapat banyak orang mengenakan pakaian yang sama, yaitu pakaian panjang dan topeng berwarna hitam. Mereka semua menyapa Alden begitu melihat kedatangannya. Alden terus berjalan melewati mereka sampai ke ruangan yang berada lebih dalam lagi. Di dalam ruangan itu pun sama, diisi oleh banyak orang yang memakai topeng hitam.“Alden datang,” kata seseorang yang juga berpakaian sama dengan yang lain, bedanya, topeng dia sedikit berbeda karena ada sedikit warna merah dan ukiran tengkorak di topengny

  • Jenderal Naga   Bab 1205

    Alden bersungguh-sungguh ingin menjalin hubungan baik dengan Chandra. Dia tidak pernah berpikir untuk memanfaatkan Chandra untuk memancing kebencian. Akan tetapi Kadir sudah memberi perintah, dan Alden hanya bisa menuruti saja.Setelah meninggalkan rumah tersebut, Robi mengenakan topengnya dan pergi menemui Chandra. Saat dia baru saja sampai di depan pintu rumah kayu yang Chandra huni, dia dihadang oleh Becca dan Bella.“Mau cari siapa?” tanya mereka. Namun Robi hanya menatap mereka. Dia masih mengenakan topeng, tapi matanya yang merah itu terlihat sangat mengerikan seperti sepasang mata iblis. Becca dan Bella pun terdiam di tempat seolah jiwa mereka sedang melayang, dan alhasil Robi bisa masuk ke dalam tanpa kendala.Chandra yang sedang beristirahat mendengar ada suara seseorang yang masuk, mengira kalau itu adalah Nova, maka dia pun bertanya, “Cepat amat sudah bali, sudah ketemu Kakek?”“Ini aku,” jawab Robi.Spontan Chandra langsung berdiri ketika dia mendengar suara itu, dan di san

Latest chapter

  • Jenderal Naga   Bab 2177

    Pagi ini adalah pagi ketika Chandra berada di Kota Bushu. Saat fajar menyingsing, fenomena aneh langit dan bumi pun muncul. Sebuah gerbang ilusi muncul di langit Kota Bushu. Di pintu gerbang tersebut terdapat beberapa tulisan.Dalam beberapa hari terakhir, Chandra selalu memanfaatkan waktunya dengan berlatih di halaman. Begitu gerbang ilusi itu muncul, dia pun melihatnya. Dia menatap pintu gerbang itu sebentar. Namun, dia tidak mengenali kata-kata yang mengambang di gerbang ilusi itu.Kata-kata itu ditulis dengan tulisan kuno, terlihat sangat misterius. Tulisan itu seolah memiliki kehidupan, yang membuatnya terus berubah. Sesaat kemudian, Koko, Trigali dan beberapa prajurit kuat dari Dunia Iblis datang.Chandra segera berjalan ke arah Koko dan bertanya, “Lihat, itu gerbang ilusi yang baru saja muncul. Gerbang itu terhubung ke celah segel di langit. Ada beberapa tulisan di pintunya. Kamu tahu arti kata-kata itu?”Koko belum menjawab, Trigali sudah menganggukkan kepala dan berkata, “Tahu

  • Jenderal Naga   Bab 2176

    “Jadi sebenarnya apa itu Keberuntungan?” tanya Chandra.Trigali menggelengkan kepalanya perlahan. Dia sendiri juga tidak tahu hal itu. Bukan hanya dia yang tidak tahu, bahkan gurunya pun tidak tahu. Bahkan boleh dibilang, tidak ada seorang pun di dunia yang mengetahui apa itu Keberuntungan.“Aku juga nggak tahu. Satu-satunya yang aku tahu yaitu Keberuntungan itu ada hubungannya dengan rahasia utama langit dan bumi. Ada hubungannya dengan serangan kaumku terhadap bumi saat itu,” ujar Trigali.“Oh ya?” Chandra menjadi tertarik.Sampai saat ini, Chandra masih belum mengetahui mengapa Kaum Iblis menyerang bumi pada zaman dulu, mengapa mereka memilih meninggalkan bumi saat mereka hampir menduduki bumi.Chandra pernah bertanya pada Koko sebelumnya, tapi Koko tidak mengatakan apa pun. Kali ini, Chandra bertanya dan mengungkapkan pertanyaan di dalam hatinya.Trigali berpikir sejenak, lalu menjawab, “Sebenarnya, kaum kami menyerang bumi hanya untuk mengikuti Aturan Langit. Sekalipun kaum kami n

  • Jenderal Naga   Bab 2175

    Chandra sama sekali tidak menyangka Keberuntungan akan muncul secepat itu. Padahal dia memang sudah berencana untuk datang ke Kota Bushu dan mencari tahu. Dia ingin tahu seperti apa Keberuntungan yang muncul dari bencana alam itu. Kemudian, dia akan masuk ke Istana Abadi Ceptra dan mengurung diri di Rumah Waktu untuk sementara waktu sambil meningkatkan kekuatannya. Setelah itu dia baru pergi merebut Keberuntungan.Tidak disangka, baru tiba di Gunung Bushu, Keberuntungan pun telah muncul. Dalam sekejap, Gunung Bushu memancarkan sinar, lalu seluruh bumi juga ikut bersinar. Banyak daerah tidak dikenal bermunculan. Daerah-daerah tersebut membawa Energi Spiritual Langit dan Bumi yang kuat.“Kak Sasa, Keberuntungan sudah muncul, ya? Keberuntungan apa yang muncul setelah bencana alam kali ini? Kenapa sampai bisa buat banyak orang hebat memperebutkannya?” tanya Chandra.Suara Sasa bergema di dalam kepala Chandra, “Aku nggak tahu sebenarnya seperti apa Keberuntungan itu. Aku hanya tahu itu Kebe

  • Jenderal Naga   Bab 2174

    “Keberuntungan belum juga muncul hingga saat ini. Padahal bencana sudah cukup lama terjadi di bumi. Aku ingin mundur sejenak dan masuk ke dalam Istana Abadi sebelum keberuntungan itu benar-benar muncul. Karena aku berniat untuk mendapatkannya,” jawab Chandra. Kekuatan Chandra saat ini masih sangat lemah. Selain itu, kesenjangan kekuatannya dengan Trigali, Awan, Peri Puti dan para prajurit jenius lainnya juga sangat besar. Bisa dibilang, mustahil baginya untuk bisa mendapatkan keberuntungan dengan kekuatannya saat ini. Namun, Chandra juga sadar, kekuatan tidak sepenuhnya menjadi faktor utama dalam mendapatkan keberuntungan, melainkan dibutuhkan keberuntungan baginya untuk bisa mendapatkan keberuntungan dahsyat itu. Apa pun yang terjadi, Chandra harus tetap mencoba untuk mendapatkan keberuntungan itu. “Aku akan pergi bersamamu,” ujar Nova cepat. Kekuatan Nova memang cukup dahsyat jika dibandingkan dengan prajurit bumi. Namun, kekuatannya masih terhitung lemah jika dibandingkan prajur

  • Jenderal Naga   Bab 2173

    Sasa sama sekali tidak merasa bangga setelah mendengar pujian itu, sebaliknya dia justru berkata dengan tenang, “Walaupun formasi pulau itu sangat sulit bagimu, tapi semua itu sama sekali tidak ada artinya bagiku. Itu hanyalah tipuan sederhana untuk menipu mata kita.”“Pokoknya kamu hebat,” ujar Chandra yang tetap mengagumi kekuatan Sasa.Namun, sampai sekarang Chandra masih belum tahu berada di tingkat berapa kekuatan Sasa sebenarnya. Hal yang pasti adalah Sasa memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. “Hufh!”Sasa menghela napas lalu berkata, “Zaman ini mungkin bukan hanya zaman paling cemerlang, tapi juga zaman paling gelap yang pernah ada. Entah apa yang akan terjadi di masa depan.”Kemudian suara Sasa tidak lagi terdengar di benak Chandra. Di sisi lain, orang-orang yang mengejar Kota Mati sudah kembali. Mereka bukan hanya gagal mengejar Kota Mati, tapi juga kehilangan kesempatan untuk berlatih lebih lama di kolam energi.Akhirnya, Awan dan Peri Puti memutuskan untuk membawa anak bu

  • Jenderal Naga   Bab 2172

    Koko melihat ke sekitarnya. Srak!Gunung-gunung di sekitar mereka terus bergerak dan berubah dengan sangat cepat. Tiga puluh tiga puncak gunung bergerak menuju puncak gunung yang berada di tengah. Dalam waktu singkat, pemandangan di sekitar mereka berubah. Pegunungan, lahan kosong serta lingkungan di sekitar mereka benar-benar berubah. Krak!Retakan yang besar tiba-tiba saja muncul di gunung tempat Chandra dan yang lainnya berpijak. Kemudian suara gemuruh juga terdengar. Semua orang langsung melompat dan melayang di udara. Di saat yang bersamaan, gunung yang mereka pijak sudah retak dan memunculkan sebuah kota kuno. Ternyata, ada sebuah kota kuno yang tersembunyi di balik pegunungan ini. Kota ini tampak sangat terawat dengan tembok tinggi berwarna hitam yang mengelilinginya. Selain itu, bangunan-bangunan di kota ini juga berwarna hitam yang disertai dengan sedikit jejak energi iblis yang tersisa. Semua orang menatap kota itu dengan takjub ketika tiba-tiba saja kota itu mulai berger

  • Jenderal Naga   Bab 2171

    Selama bertahun-tahun, ada satu hal yang sangat Chandra pahami. Dia harus menjadi lebih kuat jika ingin menghindari kekalahan. Ini adalah sebuah fakta yang tak terhindarkan. Akhirnya, Chandra meninggalkan kolam energi dan pergi ke tengah gunung. Dia berdiri di tengah pulau yang merupakan titik tertinggi di pulau ini. Oleh karena itu, Chandra bisa melihat keadaan di seluruh pulau. “Chandra ….”Tiba-tiba saja Chandra mendengar sebuah suara dari Istana Abadi. Chandra adalah satu-satunya orang yang bisa mendengar suara itu yang berada di benaknya. “Ada apa?” tanya Chandra. “Tempat ini terasa tak biasa,” ujar suara Sasa yang muncul di benak Chandra. “Apa maksudmu?” tanya Chandra bingung. Di sisi lain, Sasa sedang berdiri di pintu kediaman penguasa Istana Abadi. Perempuan itu bisa merasakan keadaan di sekitar pulau melalui Istana Abadi karena Istana Abadi saat ini berada di tubuh Chandra. Sasa mengamati keadaan pulau beberapa saat lalu berkata, “Apa kamu tidak menyadari kalau pulau in

  • Jenderal Naga   Bab 2170

    “Baiklah kalau begitu,” ujar Chandra.Dia tidak lagi berpikir untuk meningkatkan kekuatan fisiknya setelah Sasa memperingatkannya. Chandra memilih untuk mengaktifkan ilmu kultivasi mental setelah energi misterius itu merasuk ke dalam tubuhnya dan mengalir di dalam darah serta dagingnya. Kemudian Chandra memurnikan energi itu menjadi energi sejati di dalam tubuhnya. Hal ini membuat energi di dalam tubuh Chandra meningkat dengan sangat pesat. Selain itu, tingkat kekuatannya juga mulai meningkat. Setelah berendam di dalam kolam energi selama sebulan penuh, tingkat kekuatan Chandra meningkat diiringi dengan energi sejati yang semakin banyak memenuhi tubuhnya. Akhirnya, Chandra berhasil meningkatkan tingkat kekuatannya sampai tingkat kelima Alam Trasenden. Dia hanya selangkah lagi untuk mencapai tingkat keenam Alam Trasenden setelah itu barulah dia bisa masuk ke dalam Alam Kesucian. Dia yakin, bukanlah hal sulit baginya untuk masuk ke dalam Alam Kesucian selama memiliki fisik istimewa dan

  • Jenderal Naga   Bab 2169

    Akhirnya, Chandra memenuhi syarat untuk bisa masuk ke dalam kolam energi di pulau itu guna melatih tubuhnya. Chandra dan rombongannya tiba di pulau. Pulau ini adalah tempat terpencil dan tidak berpenghuni. Hal ini bisa terjadi karena mengendurnya segel bumi yang membuat ada banyak tempat baru yang muncul di bumi yang sebelumnya tidak pernah ada. Suasana primitif langsung terasa ketika mereka menginjakkan kaki di pulau terpencil ini. Di sekeliling pulau ini terdapat banyak sekali pegunungan yang menjulang setinggi angkasa dan di dalamnya terdapat pohon-pohon yang ketinggiannya mencapai ratusan meter. Pohon-pohon tua di sekitar mereka memiliki akar yang panjang dan kuat sampai menghalangi sinar matahari yang masuk ke pulau ini.Trigali, Awan dan Peri Puti pergi menempati kolam energi utama yang ada di pulau ini. Di sisi lain, Chandra memilih untuk berjalan di pinggir pulau sampai dia tiba di sebuah ngarai. Di ngarai itu terdapat sebuah kolam dengan lebar mencapai ratusan meter. Air di

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status