แชร์

Bab 1202

ผู้เขียน: Angin
Chandra mengeluarkan seutas benang logam tipis dari lengan bajunya, dan dalam sekejap benang itu berubah menjadi sebuah jarum perak.

“Masih ada waktu. Tubuhku bisa pulih sepenuhnya dengan menggunakan teknik Jarum 81 Langit. Nova, tusukkan jarum ini ke badanku,” perintah Chandra.

“Ya.”

Di bawah bimbingan Chandra, Nova menusukkan jarum itu di tubuh Chandra sesuai dengan aturan dari Jarum 81 Langit. Dengan energi sejati yang Nova miliki saat ini, dia bisa menusukkan jarum itu di banyak titik sekaligus. Setelah semua titik ditusukkan, energi sejati yang Nova miliki terkuras cukup banyak.

“Sayang, gimana, sudah baikan?” tanya Nova dengan kepala penuh dengan keringat dingin dan wajah yang pucat. Dia merasa lemas, tapi tidak memedulikan itu dan hanya fokus kepada Chandra.

“Ya, sudah mendingan jauh. Tapi energi sejati kamu sudah habis dan nggak akan bisa pulih sepenuhnya cuma satu dua hari saja. Kita harus cari orang yang bisa dipercaya untuk tusukkin aku sampai aku benar-benar pulih total,”
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทที่เกี่ยวข้อง

  • Jenderal Naga   Bab 1203

    Yang datang mengetuk pintu itu rupanya adalah Sonia. Sonia tahu kalau Chandra sudah menolong Nova dan membawanya ke sini.“Aku dengar Chandra terluka, jadi aku datang untuk menjenguk dia,” jawab Sonia.“Nggak perlu.”Nova sedikit pun tidak memberikan kesempatan kepada Sonia. Jika bukan karena dia yang sembarangan memberikan ide, Nova tidak akan menyerang Candra, dan masalahnya tidak akan jadi serumit ini.“Nova, kamu komplain sama aku? Kamu sendiri juga tahu seperti apa Chandra sekarang. Kalau kamu nggak bunuh dia, dia pasti bakal menimbulkan kekacauan yang lebih besar dari ini, dan pasti lebih banyak orang dari Suku Dukun yang jadi korban jiwa. Apa kamu tega ngelihat Chandra jatuh ke jalan yang salah? Kalau begitu, apa bedanya sama Robi puluhan tahun yang lalu?”“Apa pun yang Chandra lakukan, mau itu benar atau salah, aku bakal terus dukung dia.”“Brak!” Seraya berbicara, Nova menutup pintu kamarnya dengan keras.“Apa-apaan itu?” tanya Sonia sambil mengerutkan dahinya. Padahal baru be

  • Jenderal Naga   Bab 1204

    “Ya sudah, kalian pergilah, aku mau ketemu Pemimpin Utama.”Anggota Zodiak pergi, dan Alden juga pergi tak lama setelah itu, setelah dia berpikir sejenak.Di gunung belakang perguruan Gunung Langit masih ada beberapa rumah yang berdiri tersendiri. Rumah-rumah itu ditempati oleh petarung terkenal di kalangan bela diri kuno. Alden mendatangi salah satu rumah yang dijaga oleh seorang pria bertopeng hitam.Tanpa menanggapi sapaan dari penjaga itu, Alden langsung masuk ke dalam, yang mana di dalamnya terdapat banyak orang mengenakan pakaian yang sama, yaitu pakaian panjang dan topeng berwarna hitam. Mereka semua menyapa Alden begitu melihat kedatangannya. Alden terus berjalan melewati mereka sampai ke ruangan yang berada lebih dalam lagi. Di dalam ruangan itu pun sama, diisi oleh banyak orang yang memakai topeng hitam.“Alden datang,” kata seseorang yang juga berpakaian sama dengan yang lain, bedanya, topeng dia sedikit berbeda karena ada sedikit warna merah dan ukiran tengkorak di topengny

  • Jenderal Naga   Bab 1205

    Alden bersungguh-sungguh ingin menjalin hubungan baik dengan Chandra. Dia tidak pernah berpikir untuk memanfaatkan Chandra untuk memancing kebencian. Akan tetapi Kadir sudah memberi perintah, dan Alden hanya bisa menuruti saja.Setelah meninggalkan rumah tersebut, Robi mengenakan topengnya dan pergi menemui Chandra. Saat dia baru saja sampai di depan pintu rumah kayu yang Chandra huni, dia dihadang oleh Becca dan Bella.“Mau cari siapa?” tanya mereka. Namun Robi hanya menatap mereka. Dia masih mengenakan topeng, tapi matanya yang merah itu terlihat sangat mengerikan seperti sepasang mata iblis. Becca dan Bella pun terdiam di tempat seolah jiwa mereka sedang melayang, dan alhasil Robi bisa masuk ke dalam tanpa kendala.Chandra yang sedang beristirahat mendengar ada suara seseorang yang masuk, mengira kalau itu adalah Nova, maka dia pun bertanya, “Cepat amat sudah bali, sudah ketemu Kakek?”“Ini aku,” jawab Robi.Spontan Chandra langsung berdiri ketika dia mendengar suara itu, dan di san

  • Jenderal Naga   Bab 1206

    “Nggak apa-apa. Kamu pasti capek, istirahat saja sebentar.”Chandra tidak memberi tahu Nova kalau lukanya sudah sebagian besar sembuh. Makin sedikit orang yang tahu, makin besar keuntungannya.Nova sungguh kelelahan mencari Robi ke mana-mana, jadi dia duduk di ranjang dan segera berbaring.“Sayang, kamu juga istirahat sebentar,” kata Nova.“Di sini rasanya agak pengap, aku mau jalan-jalan sebentar.”Setelah mengetahui tujuan Kadir, Chandra ingin menguji peruntungannya apakah dia bisa bertemu dengan Maniso dan memberi tahu semua kepadanya, agar dia juga bisa bersiap-siap.“Tapi kamu masih terluka, jangan keluyuran. Lagi pula di luar ada orang yang mau bunuh kamu. Kalau kamu pergi pasti bahaya.”“Nggak apa-apa. Kan sudah ada perjanjian mereka baru boleh nyerang aku kalau konferensinya sudah dimulai. Lagian aku nggak bakal pergi terlalu jauh. Di sini banyak anak buahnya Alden, nggak bakal ada yang berani nyerang aku.”Chandra langsung berdiri dan bersiap untuk pergi ke luar. Saat itu Nova

  • Jenderal Naga   Bab 1207

    “Kak, kayaknya tadi aku ketiduran.”“Oh, iya? Aku juga kayaknya tadi sempat melamun sebentar.”Mereka berdua merasa seperti otak mereka sempat terhenti sesaat, tapi mereka tidak sadar bahwa itu adalah perbuatannya Chandra. Chandra langsung tidur begitu dia kembali ke kamarnya.Sementara itu di puncak Gunung Kiliman, gunung yang bahkan lebih tinggi daripada Gunung Langit, seorang pria tua bertopeng berdiri di sana dan sedang memantau sekeliling. Lalu datang satu orang lagi yang terlihat memiliki fisik besar dan rambut putih juga datang di hadapannya.“Berhubung sudah datang, untuk apa lagi kamu menutupi diri.”Mendengar itu, pria tua bertopeng yang sebenarnya adalah Robi pun melepas topengnya.“Wanto, ternyata kamu masih hidup.”Wanto adalah penguasa tertinggi Gunung Langit yang berkuasa seratus tahun lalu, yang juga merupakan ketua aliansi. Sekitar 30 tahun yang lalu, Robi pernah menemuinya dan meminta arahan darinya. Bisa dikatakan bahwa Wanto adalah gurunya Robi.Dengan sekali sabeta

  • Jenderal Naga   Bab 1208

    “Alam kesembilan adalah tingkat yang tertinggi, tapi mau sampai ke sana susahnya bukan main. Dalam hidup yang terbatas ini, nggak mungkin mereka bisa sampai ke alam kesembilan karena terlalu susah. Dari dulu sampai sekarang belum ada seorang pun yang pernah. Cuma dengan memiliki hidup abadi saja baru seseorang bisa sampai ke alam kesembilan. Entah sudah berapa tahun Kura Sakti hidup di dunia ini. Dengan membunuh dan meminum darahnya, maka kita bisa mendapatkan kekuatan kehidupan abadinya. Dengan adanya kekuatan itu, kita bisa melakukan apa pun yang kita mau dan membuat sejarah yang nyata.”“Dasar gila,” umpat Wanto.“Aku bukan orang gila,” sahut Robi. “Apa kamu nggak mau kekuatan itu? Sebentar lagi hidupmu sudah sampai batasnya, ‘kan? Apa kamu nggak takut mati dan kehilangan semuanya?”“Robi, kamu bermimpi terlalu jauh. Jangankan mendapatkan darah Kura Sakti. Info yang kita dapat dari Raja Januar saja belum tentu benar. Bahkan Raja Januar sendiri nggak yakin. Dan kamu juga nggak akan k

  • Jenderal Naga   Bab 1209

    “Gimana, Wanto?”Robi membutuhkan bantuan Wanto karena sewaktu Raja Januar membawa para petarungnya untuk membunuh Kura Sakti, mereka gagal dan malah terbantai. Namun karena itu, Kura Sakti terluka parah dan bersembunyi di bagian gua yang paling dalam. Setelah itu, Raja Januar meminta para bawahannya untuk menyegel gua tersebut. Hanya penerus Gunung Langit saja yang tahu bagaimana membuka segelnya. Tanpa adanya bantuan dari Wanto, Robi tidak akan bisa masuk ke dalam dan memancing Kura Sakti keluar.“Robi, aku nggak bisa. Kamu sudah masuk ke jalan setan. Kalau kamu membunuh Kura Sati dan memperoleh hidup abadi, maka kehadiran kamu hanya akan membawa bencana bagi dunia.”“Omong kosong! Wanto, kamu tahu apa? Manusia biasa bisa hidup sampai ratusan tahun sudah dianggap panjang umur, tapi seorang petarung bisa hidup lebih lama lagi. Di hidup kita yang bisa lewat dari seratus tahun, apa yang bisa kita lakukan? Coba pikir, kalau seorang peneliti bisa hidup lebih dari seratus tahun, berapa ban

  • Jenderal Naga   Bab 1210

    Wanto tampak tak berdaya mempertimbangkan keputusannya. Hidup abadi memang sangat menggoda bagi siapa pun, termasuk dirinya. Sebentar lagi batas nyawanya akan habis, dan sama seperti orang lain pada umumnya, Wanto pun takut akan kematian. Namun, yang dia khawatirkan adalah hal menjadi lepas kendali.“Robi, apa kamu benar-benar sanggup membunuh Kura Sakti?” tanya Wanto.Wanto sudah menjaga tempat ini selama ratusan tahun, dan tidak pernah ada seorang pun yang berhasil memasuki gua. Tidak ada yang tahu seperti apa wujud Kura Sakti, terlebih lagi seberapa kuat dia. Yang Wanto tahu hanyalah itu adalah legenda yang diturunkan dari leluhur Gunung Langit mulut ke mulut, tanpa ada catatan sejarah yang konkret.“Tentu,” jawab Robi. “Kalau nggak bisa, untuk apa aku datang ke tempat ini.”“Coba kasih tahu apa rencanamu.”Robi tersenyum mendengar itu dan kembali duduk di seberang Wanto.“Jadi begini rencanaku. Setelah Konferensi Gunung Langit dimulai, aku bakal membuka segel gua itu dan memancing

บทล่าสุด

  • Jenderal Naga   Bab 2177

    Pagi ini adalah pagi ketika Chandra berada di Kota Bushu. Saat fajar menyingsing, fenomena aneh langit dan bumi pun muncul. Sebuah gerbang ilusi muncul di langit Kota Bushu. Di pintu gerbang tersebut terdapat beberapa tulisan.Dalam beberapa hari terakhir, Chandra selalu memanfaatkan waktunya dengan berlatih di halaman. Begitu gerbang ilusi itu muncul, dia pun melihatnya. Dia menatap pintu gerbang itu sebentar. Namun, dia tidak mengenali kata-kata yang mengambang di gerbang ilusi itu.Kata-kata itu ditulis dengan tulisan kuno, terlihat sangat misterius. Tulisan itu seolah memiliki kehidupan, yang membuatnya terus berubah. Sesaat kemudian, Koko, Trigali dan beberapa prajurit kuat dari Dunia Iblis datang.Chandra segera berjalan ke arah Koko dan bertanya, “Lihat, itu gerbang ilusi yang baru saja muncul. Gerbang itu terhubung ke celah segel di langit. Ada beberapa tulisan di pintunya. Kamu tahu arti kata-kata itu?”Koko belum menjawab, Trigali sudah menganggukkan kepala dan berkata, “Tahu

  • Jenderal Naga   Bab 2176

    “Jadi sebenarnya apa itu Keberuntungan?” tanya Chandra.Trigali menggelengkan kepalanya perlahan. Dia sendiri juga tidak tahu hal itu. Bukan hanya dia yang tidak tahu, bahkan gurunya pun tidak tahu. Bahkan boleh dibilang, tidak ada seorang pun di dunia yang mengetahui apa itu Keberuntungan.“Aku juga nggak tahu. Satu-satunya yang aku tahu yaitu Keberuntungan itu ada hubungannya dengan rahasia utama langit dan bumi. Ada hubungannya dengan serangan kaumku terhadap bumi saat itu,” ujar Trigali.“Oh ya?” Chandra menjadi tertarik.Sampai saat ini, Chandra masih belum mengetahui mengapa Kaum Iblis menyerang bumi pada zaman dulu, mengapa mereka memilih meninggalkan bumi saat mereka hampir menduduki bumi.Chandra pernah bertanya pada Koko sebelumnya, tapi Koko tidak mengatakan apa pun. Kali ini, Chandra bertanya dan mengungkapkan pertanyaan di dalam hatinya.Trigali berpikir sejenak, lalu menjawab, “Sebenarnya, kaum kami menyerang bumi hanya untuk mengikuti Aturan Langit. Sekalipun kaum kami n

  • Jenderal Naga   Bab 2175

    Chandra sama sekali tidak menyangka Keberuntungan akan muncul secepat itu. Padahal dia memang sudah berencana untuk datang ke Kota Bushu dan mencari tahu. Dia ingin tahu seperti apa Keberuntungan yang muncul dari bencana alam itu. Kemudian, dia akan masuk ke Istana Abadi Ceptra dan mengurung diri di Rumah Waktu untuk sementara waktu sambil meningkatkan kekuatannya. Setelah itu dia baru pergi merebut Keberuntungan.Tidak disangka, baru tiba di Gunung Bushu, Keberuntungan pun telah muncul. Dalam sekejap, Gunung Bushu memancarkan sinar, lalu seluruh bumi juga ikut bersinar. Banyak daerah tidak dikenal bermunculan. Daerah-daerah tersebut membawa Energi Spiritual Langit dan Bumi yang kuat.“Kak Sasa, Keberuntungan sudah muncul, ya? Keberuntungan apa yang muncul setelah bencana alam kali ini? Kenapa sampai bisa buat banyak orang hebat memperebutkannya?” tanya Chandra.Suara Sasa bergema di dalam kepala Chandra, “Aku nggak tahu sebenarnya seperti apa Keberuntungan itu. Aku hanya tahu itu Kebe

  • Jenderal Naga   Bab 2174

    “Keberuntungan belum juga muncul hingga saat ini. Padahal bencana sudah cukup lama terjadi di bumi. Aku ingin mundur sejenak dan masuk ke dalam Istana Abadi sebelum keberuntungan itu benar-benar muncul. Karena aku berniat untuk mendapatkannya,” jawab Chandra. Kekuatan Chandra saat ini masih sangat lemah. Selain itu, kesenjangan kekuatannya dengan Trigali, Awan, Peri Puti dan para prajurit jenius lainnya juga sangat besar. Bisa dibilang, mustahil baginya untuk bisa mendapatkan keberuntungan dengan kekuatannya saat ini. Namun, Chandra juga sadar, kekuatan tidak sepenuhnya menjadi faktor utama dalam mendapatkan keberuntungan, melainkan dibutuhkan keberuntungan baginya untuk bisa mendapatkan keberuntungan dahsyat itu. Apa pun yang terjadi, Chandra harus tetap mencoba untuk mendapatkan keberuntungan itu. “Aku akan pergi bersamamu,” ujar Nova cepat. Kekuatan Nova memang cukup dahsyat jika dibandingkan dengan prajurit bumi. Namun, kekuatannya masih terhitung lemah jika dibandingkan prajur

  • Jenderal Naga   Bab 2173

    Sasa sama sekali tidak merasa bangga setelah mendengar pujian itu, sebaliknya dia justru berkata dengan tenang, “Walaupun formasi pulau itu sangat sulit bagimu, tapi semua itu sama sekali tidak ada artinya bagiku. Itu hanyalah tipuan sederhana untuk menipu mata kita.”“Pokoknya kamu hebat,” ujar Chandra yang tetap mengagumi kekuatan Sasa.Namun, sampai sekarang Chandra masih belum tahu berada di tingkat berapa kekuatan Sasa sebenarnya. Hal yang pasti adalah Sasa memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. “Hufh!”Sasa menghela napas lalu berkata, “Zaman ini mungkin bukan hanya zaman paling cemerlang, tapi juga zaman paling gelap yang pernah ada. Entah apa yang akan terjadi di masa depan.”Kemudian suara Sasa tidak lagi terdengar di benak Chandra. Di sisi lain, orang-orang yang mengejar Kota Mati sudah kembali. Mereka bukan hanya gagal mengejar Kota Mati, tapi juga kehilangan kesempatan untuk berlatih lebih lama di kolam energi.Akhirnya, Awan dan Peri Puti memutuskan untuk membawa anak bu

  • Jenderal Naga   Bab 2172

    Koko melihat ke sekitarnya. Srak!Gunung-gunung di sekitar mereka terus bergerak dan berubah dengan sangat cepat. Tiga puluh tiga puncak gunung bergerak menuju puncak gunung yang berada di tengah. Dalam waktu singkat, pemandangan di sekitar mereka berubah. Pegunungan, lahan kosong serta lingkungan di sekitar mereka benar-benar berubah. Krak!Retakan yang besar tiba-tiba saja muncul di gunung tempat Chandra dan yang lainnya berpijak. Kemudian suara gemuruh juga terdengar. Semua orang langsung melompat dan melayang di udara. Di saat yang bersamaan, gunung yang mereka pijak sudah retak dan memunculkan sebuah kota kuno. Ternyata, ada sebuah kota kuno yang tersembunyi di balik pegunungan ini. Kota ini tampak sangat terawat dengan tembok tinggi berwarna hitam yang mengelilinginya. Selain itu, bangunan-bangunan di kota ini juga berwarna hitam yang disertai dengan sedikit jejak energi iblis yang tersisa. Semua orang menatap kota itu dengan takjub ketika tiba-tiba saja kota itu mulai berger

  • Jenderal Naga   Bab 2171

    Selama bertahun-tahun, ada satu hal yang sangat Chandra pahami. Dia harus menjadi lebih kuat jika ingin menghindari kekalahan. Ini adalah sebuah fakta yang tak terhindarkan. Akhirnya, Chandra meninggalkan kolam energi dan pergi ke tengah gunung. Dia berdiri di tengah pulau yang merupakan titik tertinggi di pulau ini. Oleh karena itu, Chandra bisa melihat keadaan di seluruh pulau. “Chandra ….”Tiba-tiba saja Chandra mendengar sebuah suara dari Istana Abadi. Chandra adalah satu-satunya orang yang bisa mendengar suara itu yang berada di benaknya. “Ada apa?” tanya Chandra. “Tempat ini terasa tak biasa,” ujar suara Sasa yang muncul di benak Chandra. “Apa maksudmu?” tanya Chandra bingung. Di sisi lain, Sasa sedang berdiri di pintu kediaman penguasa Istana Abadi. Perempuan itu bisa merasakan keadaan di sekitar pulau melalui Istana Abadi karena Istana Abadi saat ini berada di tubuh Chandra. Sasa mengamati keadaan pulau beberapa saat lalu berkata, “Apa kamu tidak menyadari kalau pulau in

  • Jenderal Naga   Bab 2170

    “Baiklah kalau begitu,” ujar Chandra.Dia tidak lagi berpikir untuk meningkatkan kekuatan fisiknya setelah Sasa memperingatkannya. Chandra memilih untuk mengaktifkan ilmu kultivasi mental setelah energi misterius itu merasuk ke dalam tubuhnya dan mengalir di dalam darah serta dagingnya. Kemudian Chandra memurnikan energi itu menjadi energi sejati di dalam tubuhnya. Hal ini membuat energi di dalam tubuh Chandra meningkat dengan sangat pesat. Selain itu, tingkat kekuatannya juga mulai meningkat. Setelah berendam di dalam kolam energi selama sebulan penuh, tingkat kekuatan Chandra meningkat diiringi dengan energi sejati yang semakin banyak memenuhi tubuhnya. Akhirnya, Chandra berhasil meningkatkan tingkat kekuatannya sampai tingkat kelima Alam Trasenden. Dia hanya selangkah lagi untuk mencapai tingkat keenam Alam Trasenden setelah itu barulah dia bisa masuk ke dalam Alam Kesucian. Dia yakin, bukanlah hal sulit baginya untuk masuk ke dalam Alam Kesucian selama memiliki fisik istimewa dan

  • Jenderal Naga   Bab 2169

    Akhirnya, Chandra memenuhi syarat untuk bisa masuk ke dalam kolam energi di pulau itu guna melatih tubuhnya. Chandra dan rombongannya tiba di pulau. Pulau ini adalah tempat terpencil dan tidak berpenghuni. Hal ini bisa terjadi karena mengendurnya segel bumi yang membuat ada banyak tempat baru yang muncul di bumi yang sebelumnya tidak pernah ada. Suasana primitif langsung terasa ketika mereka menginjakkan kaki di pulau terpencil ini. Di sekeliling pulau ini terdapat banyak sekali pegunungan yang menjulang setinggi angkasa dan di dalamnya terdapat pohon-pohon yang ketinggiannya mencapai ratusan meter. Pohon-pohon tua di sekitar mereka memiliki akar yang panjang dan kuat sampai menghalangi sinar matahari yang masuk ke pulau ini.Trigali, Awan dan Peri Puti pergi menempati kolam energi utama yang ada di pulau ini. Di sisi lain, Chandra memilih untuk berjalan di pinggir pulau sampai dia tiba di sebuah ngarai. Di ngarai itu terdapat sebuah kolam dengan lebar mencapai ratusan meter. Air di

สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status