Entah Lysa dan Diana sedang di rumah atau tidak. Jika mereka berdua memasuki rumah secara bersamaan, sepertinya akan ketahuan.Reza membalikkan kepalanya untuk melirik Sonia sekilas. “Masuklah!”“Emm!” Sonia berjalan ke dalam vila.Pembantu sudah menunggu di dalam rumah. Dia membantu Sonia mengambil sandal ganti. Diana sedang minum teh di ruang tamu. Melihat kedatangan Sonia, dia langsung pergi menyambut Sonia dengan tersenyum ramah. “Semalam hari ulang tahunmu, ya? Belakangan ini aku terlalu sibuk. Aku baru mengetahuinya setelah mendengar cerita Tasya. Meskipun sudah terlambat, aku masih ingin ucapkan selamat ulang tahun untuk kamu!”Sambil berbicara, Diana mengambil sebuah kotak hadiah berwarna biru tua untuk Sonia. “Ini hadiah dari aku dan Ibu. Ibu lagi keluar, tapi dia sudah berpesan kamu harus menerimanya.”Sonia tersenyum lebar. “Tidak usah, Tandy dan Tasya sudah memberiku hadiah. Semuanya sudah lebih dari cukup!”“Itu hadiah dari anak-anak, sedangkan ini hadiah dari kami. Kamu h
Pada hari Senin pagi, Sonia pergi ke Arkava Studio untuk menyelesaikan pekerjaannya, baru pergi ke lokasi syuting pada sekitar sepuluh pagi.Setelah sibuk seharian, akhirnya Sonia memiliki waktu santai. Darren dan Thalia menyuruhnya ke halaman tempat biasa mereka nongkrong. Mereka berdua mendorong sebuah meja kecil, lalu membuka penutup di atasnya. Kemudian, tampak sebuah kue ulang tahun.“Sonia, selamat ulang tahun!” ucap Darren dengan tersenyum.Thalia menunjuk hadiah di sampung kue ulang tahun, lalu berkata dengan kegirangan, “Hadiahnya dari aku!”Darren membalas, “Jangan ungkit lagi! Cuma sebuah gantungan kunci horoskop saja. Itu pun dia minta diskon selama 2 jam. Saking kesalnya, si penjual baru terpaksa menjualnya dengan diskon 10%. Aku sungguh menyesal untuk temani dia. Malu-maluin saja!”Thalia langsung berkacak pinggang. “Kamu tahu nggak diskon 10% bisa hemat berapa banyak? Lagi pula, diskon nggak diskon, barangnya juga sama. Kalau bisa hemat, kenapa nggak berhemat?”Darren me
Sonia lanjut menyantap buah ceri. Dia merasa ucapan Yandi cukup masuk akal.Mereka berdua mengobrol beberapa saat, kemudian Sonia menyerahkan sisa buah ceri di mangkuk kepada Thalia.Delon sudah tidak bisa menahan dirinya lagi, dia langsung keluar restoran untuk merokok. Darren pun mengikutinya. Delon menyerahkan sebatang rokok kepadanya. “Sepertinya kamu dekat sekali dengan Thalia.”“Anak itu polos sekali, nggak mirip sama artis.” Darren tersenyum ketika mengungkit nama Thalia.Delon mengembuskan asap rokok. “Sekarang dia memang nggak mirip artis. Hanya saja, dia sudah pasti akan menekuni bidangnya. Setelah film ini tayang, dia pasti akan menjadi terkenal. Sebagai senior, aku ingatkan kamu, kalian boleh berteman, tapi hanya sebatas teman biasa saja. Dia baru saja memulai kariernya, dia tidak akan berhenti hanya demi kamu.”Darren tertegun. Dia mengerti apa maksud Delon. “Kamu sudah berpikir kebanyakan. Aku hanya menganggapnya sebagai teman saja, sama seperti Sonia! Aku paham dengan hu
Delon berkata, “Batal juga nggak apa-apa. Setelah film ini tayang dan setelah kamu terkenal nanti, otomatis ada perusahaan yang menawarkan kerja sama denganmu. Nanti kamu tinggal pilih saja!”Hanya saja, Tasya masih merasa sedih. “Ini pertama kalinya aku menjadi duta merek. Sekarang semuanya malah batal!”Mereka bertiga kembali menghibur Thalia. Setelah suasana hatinya membaik, mereka baru kembali ke lokasi syuting.Pekerjaan Delon cukup banyak, dia pun pamit duluan, menyisakan mereka bertiga di halaman.Thalia masih terlihat murung. Darren memikirkan cara untuk menyenangkannya. Namun, usahanya berakhir sia-sia. Pada akhirnya, Darren pun kesal dan langsung berkata, “Berapa upah yang kamu dapatkan untuk menjadi duta merek? Sini, aku bayarkan saja!”“Bukan sepenuhnya masalah uang!” balas Thalia dengan kecewa.Sonia menuangkan segelas air untuk Thalia. “Jadi masalah apa?”Thalia membalas, “Sebelumnya aku punya seorang teman baik, aku nggak sebut namanya. Kita berdua sama-sama kuliah di Un
Sonia memalingkan kepalanya untuk melihat Gina. Gina masih menunjukkan senyuman hangat di wajahnya. Dia merapikan terusannya sambil berkata, “Kalau hubunganmu sama dia cukup bagus, bagusan kamu saranin dia untuk berpikir dua kali. Siapa tahu dia bisa mendapatkan kembali yang dihilangkannya.”Selesai berbicara, Gina berjalan pergi dengan lenggak-lenggok.Tatapan Sonia berubah dingin. Ternyata gara-gara masalah ini!Berhubung Thalia memiliki hubungan dekat dengan Sonia, dia baru kehilangan kesempatan untuk menjadi duta merek!Gina sedang menyatakan kode peperangannya!Hanya saja, Sonia tidak akan kalah! Dia juga tidak akan membuat Thalia kalah!…Sore harinya, manajer Thalia, Elwi, menerima panggilan dari penanggung jawab Grup GK. Mereka menawarkan Thalia untuk menjadi duta global merek GK.Elwi pun terbengong hingga tidak merespons untuk beberapa saat. Dia bertanya, “Coba kamu ulangi sekali lagi, merek apa?”“GK.”Kali ini Elwi kembali tertegun.GK adalah merek barang mewah yang terken
Sonia tersenyum sinis. Gina memang licik! Sepertinya kontrak duta merek Thalia waktu itu memang dihancurkan oleh Gina!Hanya saja, Gina pasti tidak menyangka meski Gina menawarkan diri untuk menjadi duta merek tanpa perlu dibayar pun, GK juga tidak akan berubah pikiran!Dania bertanya, “Apa yang terjadi? Apa Gina sedang menentangmu?”Baru saja Sonia memerintah Dania untuk mencari Thalia sebagai duta merek, manajer Gina langsung menghubunginya. Sepertinya ada cerita di balik permasalahan ini. Sonia membalas, “Semuanya seperti yang kamu bayangkan.”Raut wajah Dania berubah datar. “Aku tahu apa yang harus kuperbuat!”Berani-beraninya menindas Bos! Dia kira dia siapa?Hari Rabu pagi, akun resmi GK telah mengunggah sebuah pengumuman, memberi tahu bahwa merek GN telah memutuskan untuk mengganti duta global merek mereka menjadi Thalia. Pihak GK juga meminta dukungan semua orang.Sore harinya, sebuah video wawancara dengan Dania diunggah di sebuah platform. Di dalam rekaman, Dania juga mengat
Dengan tidak datangnya Gina ke lokasi syuting, kebanyakan adegan pun tidak bisa dijalankan. Jadi, ada beberapa syuting terpaksa dihentikan untuk sementara waktu.Thalia sedang sibuk dalam pemotretan iklan GK. Dia juga meminta bantuan Darren untuk menjadi asisten sementaranya. Jadi, hanya tersisa Sonia seorang diri di halaman.Saat Sonia merasa bosan, dia pun bermain gim. Tandy dan Ferdi sedang sibuk dengan ujian semesternya. Jadi, dia pun main sendirian hingga terkadang dia merasa emosi karena ditindas melulu.Hari ini Reza datang berkunjung, Sonia baru saja “mati karena diledakkan”, dia pun merasa putus asa.Begitu Reza masuk ke halaman, dia melihat ekspresi muram Sonia. Reza pun bertanya dengan tersenyum datar, “Siapa yang buat kesayanganku marah?”Sonia menggembungkan pipinya, lalu menjawab dengan kesal, “Kenapa aku bodoh sekali? Padahal sudah main selama ini, masih saja nggak ada kemajuan!”Reza duduk di samping Sonia, lalu mengambil ponselnya. “Sini, biar Paman Reza-mu bantu kamu
Johan meneguk segelas alkohol, lalu berkata dengan kesal, “Selama ada Sonia, hubungan kita semua nggak bakal seperti dulu lagi. Dia itu memang cewek murahan. Dia selalu berlagak lugu di hadapan Kak Reza, tapi sebenarnya dia orangnya angkuh sekali!”Tatapan Gina terlihat lara. “Aku nggak keberatan untuk terluka, asalkan dia nggak melukai Reza! Tapi aku takut kalau dia bersikap semena-mena terus, nanti Reza akan terkena imbasnya!”“Wanita murahan itu pasti akan menyusahkan Kak Reza!” Johan semakin membencinya.Gina segera berkata, “Johan, apa yang ingin kamu lakukan? Kamu jangan melakukan hal yang melukai Sonia!”Johan mendengus dingin. “Kalau dia berani berulah lagi, meski aku akan menyinggung Kak Reza, aku pasti akan mengusirnya dari Jembara!”“Johan, kamu jangan sembarangan!” Gina mengerutkan keningnya.“Kak Gina, kenapa kamu masih membela dia?” tanya Johan dengan bingung.“Aku takut Reza akan salah paham!” jawab Gina dengan khawatir.“Tenang saja, aku punya rencanaku sendiri!”Sekita
Betapa bagusnya jika Rayden membunuh Sonia sejak awal. Noah tahu, selama Sonia masih hidup, dia pasti akan memiliki cara untuk melarikan diri!Sekarang Sonia sedang menyamar menjadi pelayan. Jangan-jangan dia sengaja mendekati Rayden untuk balas dendam? Apa ada rahasia yang disembunyikan Sonia, tapi tidak diketahui Noah?Seandainya Noah mengetahuinya, bisa jadi dia bisa segera mendorong Sonia ke neraka! Noah yang menyimpan rasa dendam itu berjalan pergi melihat ke sisi lift. Dia menyadari Sonia pergi ke lantai satu. Dia segera memasuki lift yang satu lagi untuk turun.Setelah tiba di lantai bawah, Noah menyadari Sonia mengambil kotak makanan, menaiki sebuah mobil. Ke mana Sonia? Noah segera mengendarai mobil yang satu lagi.Jalan-jalan di Istana Fers saling terhubung ke segala arah. Di tengah malam, bayangan pepohonan saling bertumpuk dan cahaya lampu redup berkelap-kelip. Noah mengikuti dari kejauhan, tidak terlalu dekat, tetapi juga tidak terlalu jauh, hingga akhirnya mobil itu berb
Secara manajemen, pelayan tidak diperbolehkan untuk menggoda pria. Namun, di belakang, mereka berebut dengan sangat ketat.Oleh sebab itu, wanita itu bisa menghalangi Sonia tadi karena melihat Sonia sedang berciuman dengan pria di lantai dansa, dia merasa sangat iri.Sonia berkata dengan datar, “Tuan Noah tinggal di mana?”Para pelayan wanita saling bertukar pandang, tidak ada yang berbicara.Sonia mengambil botol anggur di samping. Inna segera berkata, “Lantai 13, di kamar 1302.”“Emm!” balas Sonia, lalu melangkah pergi.Di bar.Setelah Theresia dan Himawan selesai berdansa, dia pun menemukan Reza di depan meja bar.Reza mengangkat tangan melihat jam tangan sekilas. “Sudah saatnya pulang!”“Oke!” Theresia tersenyum.Mereka berdua berjalan keluar bar dan kebetulan bertemu dengan Himawan. Himawan memeluk wanita tadi sembari menyapa mereka berdua, “Raja Bondala, Nona Lacey.”Reza berkata, “Tadi aku nggak ada di tempat. Terima kasih Tuan Himawan sudah menjaga Lacey.”Tidak terlihat ekspre
Sonia meraih lengan pria tersebut, lalu menjinjit ujung kakinya untuk mencium bibir Reza. Dia bertanya dengan suara serak, “Sistem pertahanan di Istana Fers sangat ketat. Sebelumnya Frida sempat meretas CCTV. Hanya saja, dia cuma sanggup membuat orang nggak menyadarinya dalam waktu singkat. Apa setelah dia bekerja sama dengan Yose, nggak ada yang bisa menyadarinya?”Reza membalas ciuman hangat Sonia. “Saat aku datang, masalah ada perubahan.”“Perubahan apa?” tanya Sonia dengan penasaran.“Sementara ini aku tidak beri tahu kamu dulu. Itu hukuman karena kamu tidak mendengar ucapanku!” Reza menggigit bibirnya.Sebelumnya wanita yang dipukul Sonia mengejar kemari. Ketika melihat Sonia dipeluk dan dicium oleh pria tampan dan tinggi, lalu berdansa bersama. Hubungan mereka berdua kelihatan sangat mesra.“Dasar wanita jalang!” maki si wanita dengan nada iri, lalu membalikkan tubuhnya untuk berjalan pergi.…Ketika Kase kemari, Sonia baru saja keluar dari lantai dansa. Meski Sonia sedang mengen
Himawan menoleh sekilas. Ketika melihat dirinya sudah melangkah mundur hingga menempel di meja bar, dia pun menatap Theresia dengan tidak berdaya. “Baiklah, kalau begitu, aku akan berdansa dengan Nona Lacey. Aku harap Nona jangan marah lagi.”Theresia pun tersenyum, lalu menarik tangan Himawan untuk berjalan ke arena dansa.Bar ini sangat luas dengan dilengkapi lantai dansa yang energik serta lantai dansa waltz yang santai. Ketika keduanya memasuki lantai dansa, Theresia meletakkan tangan panjang dan lembutnya di bahu pria itu, sementara pria itu merangkul pinggangnya, lalu mereka menari dengan anggun di tengah lantai dansa.Theresia sudah mabuk. Jadi, Himawan menuntunnya dengan langkah perlahan.“Sejak kapan Tuan Himawan datang ke Istana Fers?” tanya Theresia.Himawan menjawab dengan datar, “Sudah setengah bulan.”“Ternyata kamu pendatang baru!” Theresia tersenyum. “Dulu kamu kerja di mana?”“Aku bekerja dengan Tritop,” jawab Himawan.“Oh!” Theresia mengangguk. Tiba-tiba dia mengerutk
Regan menunduk dengan panik, lalu menjelaskan dengan suara kecil, “Setelah datang ke sini, hidup kita sudah nggak ada pilihan lagi. Kalau aku tidak bermanfaat sama sekali, aku pun sudah dibunuh ketika membantu Hallie untuk menyelamatkanmu.”Sonia mengangguk. Kali ini, dia tidak mengatakan apa pun, langsung meninggalkan kamar.Setiap orang memiliki pengalaman hidup dan pilihan masing-masing. Tidak ada orang yang bisa benar-benar merasakan pengalaman hidup orang lain, juga tidak bisa menilai benar atau salahnya pilihan hidup orang lain!Tiba-tiba Regan berkata, “Nona Sonia, aku harap kamu tidak beri tahu masalah ini kepada Hallie. Biarkan dia mengira aku serakah dan sudah mengecewakannya.”Sonia berucap, “Oke, aku akan bantu kamu rahasiakan masalah ini!”Tatapan Sonia kelihatan berkilauan. “Aku sungguh berterima kasih karena sudah menyelamatkanku. Kalau kamu butuh bantuanku, kamu bisa mencariku kapan saja!”Ekspresi Regan kelihatan sedikit linglung. Dia mengangguk dengan perlahan. “Aku t
Pohon Natal setinggi belasan meter kelihatan berkilauan di tengah istana. Rayden menyuruh pelayannya untuk menggantung hadiah berupa emas, perak asli, dan perhiasan lainnya di bagian teratas. Ada banyak orang ingin memanjat ke bagian teratas untuk merebut berlian sepuluh karat itu. Mereka semua saling memukul, tidak sedikit orang terjatuh dari paling atas.Ketika Sonia dan Theresia melewati, mereka melihat ada yang terjatuh hingga muntah darah, tetapi tidak ada yang menyelamatkan mereka. Mereka malah diinjak oleh yang lain demi bisa memanjat ke atas.Theresia berkata dengan tersenyum, “Orang-orang di sini bagai nggak punya arwah saja.”Hanya ada rasa serakah di diri mereka.Sonia berucap, “Apa kamu nggak merasa Rayden sengaja memperbesar rasa serakah mereka?”Theresia mengangkat-angkat alisnya. “Memang begitu. Sebenarnya apa yang ingin dia lakukan?”Sonia menggeleng. “Aku hanya merasa orang itu aneh sekali!”Malam hari ini, Rayden melakukan jamuan. Bondala dan Kase diundang. Sonia dan
Sonia memutar bola matanya. Angin sepoi-sepoi mengembus rambut di samping telinga Sonia. Rambut itu melayang ke pipi putih mulus Sonia. Kelembutannya sungguh meluluhkan hati orang-orang yang melihatnya.Pada saat ini, Sonia menggigit bibirnya sembari tersenyum. “Kalau nggak, kamu cari dia untuk bahas soal energi terbarukan.”Reza tersenyum dingin. “Aku lebih ingin bahas soal papan nama Suki di altar persembahan kediamannya!”Sonia menarik napas dalam-dalam. “Kamu sudah tahu?”Reza menyipitkan matanya. “Ternyata kamu juga tahu! Kamu beri tahu dia kalau kamu itu Suki?”Sonia segera menggeleng. “Nggak!”Suki sudah “meninggal”. Sonia tidak mungkin mengungkitnya terhadap siapa pun!Tatapan Reza masih kelihatan dingin. “Sebelumnya kalian sudah saling kenal? Apa kalian punya hubungan dekat sewaktu di medan perang?”Sonia berpikir sejenak. “Jujur saja, sebelum bertemu dengan dia, aku sama sekali nggak mengingatnya.”“Bagaimana setelah bertemu dengannya? Ketika melihat dia membangun altar untuk
Kase berkata dengan serius, “Banyak sekali pekerjaanku, contohnya mesti menghadapi wajah muram si Rayden setiap hari.”Sonia terdiam membisu. Ketika melihat wajah Kase, tiba-tiba Sonia kepikiran dengan sosok Melvin.Tidak! Melvin jauh lebih imut daripada Kase!…Sore harinya, Sonia menghubungi Johan dan Frida. Dia menyuruh mereka untuk tetap tinggal di Hondura dan jangan bertindak gegabah. Sonia sudah menemukan sasarannya. Dia akan mulai menyusun rencana pembunuhannya. Kemudian, dia akan mengutus orang untuk memasukkan Firda dan Johan ke dalam Istana Fers.[ Eka: Bos, apa Kak Reza marah sekali? Dia tidak persulit kamu, ‘kan? ][ Ariel: Kamu lagi mencemaskan Bos? Tapi kenapa sekarang kamu kelihatan sangat bersemangat? Apa maksudmu? ][ Eka: Kenapa kamu membongkarku? ][ Ariel: Aku hanya nggak berharap Bos dikelabui saja! ]Tidak ada lagi yang bersuara. Beberapa menit kemudian, Eka baru mengirim pesan lagi.[ Kita bahas soal serius dulu! Bos, bagaimana dengan sasaran kita? ][ Sonia: Sed
Kaki panjang Reza menindih Sonia. Lengannya menopang di samping wajah si wanita. Dia memberi ciuman hangat dan membara kepada Sonia. Saking lamanya ciuman yang diberikan Reza, sekujur tubuh Sonia terasa lemas. Dia mengangkat tangannya untuk menahan wajah Reza, menggigit bibirnya dengan perlahan dengan mata berlinang air mata.“Reza, pergilah! Tinggalkan Istana Fers! Kamu bisa tunggu aku di Hondura. Setelah misiku selesai, aku akan pergi mencarimu.”Lantai B12 itu bukanlah tempat yang sederhana. Demi menghalangi kepergian Tensiro, Rayden pasti bukan hanya mengandalkan bujukan dan iming-iming.Begitu senjata gelombang mikro diaktifkan, seluruh Istana Fers akan berubah menjadi puing-puing.Sonia memiliki firasat kuat jika Rayden benar-benar diprovokasi, dia akan melakukan tindakan yang sangat gila. Ini adalah misi yang dijalankan Sonia. Dia juga tidak berharap gara-gara dirinya, semuanya akan terjebak dalam bahaya.Reza menyandarkan dagunya di atas kening Sonia, seolah-olah dia tahu apa