Share

Bab 82 Punya Pacar

Author: Myafa
last update Last Updated: 2025-01-25 07:48:49

Kean tengah bersiap di depan cermin. Dengan kemeja hitam dan celana hitam, dia tampak memesona. Rambutnya yang panjang dirapikan dengan gel rambut dan membuat lebih rapi. Tampak Kean begitu tampan malam ini.

Suara ketukan pintu membuat Kean mengalihkan pandangan. Dilihatnya dari balik pintu ternyata ada Kenaya. “Masuklah.” Kean mengulurkan tangannya meminta kekasih tercintanya itu mendekat.

Kenaya masuk ke kamar untuk mengecek Kean. Namun, alangkah terkejutnya ketika melihat Kean yang begitu tampan sekali. Hal itu membuatnya seketika murah.

“Kamu tampan sekali,” protes Kenaya.

Kean refleks melihat ke arah tubuhnya. Dia merasa penampilannya biasa saja. Bagaimana bisa dibilang tampan. “Sayang, aku merasa seperti biasanya.” Kean merasa ucapan Kenaya salah.

“Tidak. Aku merasa kamu lebih tampan dari biasanya.” Kenaya masih dengan pendiriannya. Merasa ada
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali   Bab 83 Aroma Tubuh

    Kenaya memuntahkan isi perutnya. Padahal sejak hamil saja dia tidak pernah muntah. Namun, tiba-tiba dia merasa mual sekali. “Sayang, kamu tidak apa-apa?” Kean berusaha mendekat. Saat Kean mendekat, Kenaya kembali muntah. “Kamu pergi-pergi. Aroma tubuhmu tidak enak.” Kenaya mengusir Kean. Kean refleks mencium kemejanya. Memastikan bau apa yang dimaksud Kenaya. Namun, dia tidak mencium aroma apa pun. “Bau apa?” tanya Kean penasaran. “Bau parfum wanita.” Kenaya menjawab kemudian memuntahkan lagi isi perutnya. Kean membulatkan matanya. Bagaimana bisa dia bau parfum wanita. Sejenak Kean teringat jika tadi Aurora sempat melingkarkan tangannya di lengannya. Dia yakin, pasti baju Aurora menempel di kemejanya. Jadi parfum Aurora menempel. Lagi pula tadi mereka berada di dalam satu mobil. Tentu saja parfum mereka bercampur.

    Last Updated : 2025-01-25
  • Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali   Bab 84 Tergoda

    Matahari masih malu-malu memperlihatkan sinarnya. Namun, Kean sudah berada di dapur. Udara yang panas membuatnya membuka bajunya. Memasak dengan dada terbuka. Dia ingin mengganti kekesalan Kenaya dengan masakannya itu. Aroma masakan yang tercium oleh Kenaya membuatnya penasaran. Dengan segera Kenaya keluar dari kamar. Di dapur, Kenaya melihat Kean yang sedang sibuk memasak. Namun, dia melihat tubuh Kean yang terbuka saat memasak. “Apa koki jaman sekarang tampil terbuka?” Kenaya menggoda Kean. Mendengar suara Kenaya membuat Kean menoleh. Dia mengulas senyumnya. “Sepertinya begitu.” Dia segera membuka oven dan mengambil makanan yang dipanggangnya. “Duduklah, aku akan menyajikan makanan untukmu.” “Baiklah.” Kenaya dengan senang hati segera duduk. Kapan lagi dilayani koki tampan. Kean segera menghampiri Kenaya untuk menyajikan makanan untuk Kenaya. Yang menarik perhatian Kenaya bu

    Last Updated : 2025-01-25
  • Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali   Bab 85 Rumah Mommy

    Pagi ini Ailee pergi ke rumah Mommy Freya. Rencananya akan meminta izin untuk menitipkan Kenaya. Saat sampai di rumah mertuanya, Ailee bersikap biasa saja. Melakukan aktifitas seperti biasa. Tak mau membuat curiga Mommy Freya. “Mom, sebenarnya aku ke sini mau mengatakan sesuatu.” Ailee akhirnya memberanikan diri untuk mengatakan itu pada Mommy Freya di saat mereka sedang menikmati secangkir teh. “Kamu mau bilang apa? Tampaknya serius sekali.” Mommy Freya mengangkat cangkir teh dan menempelkannya pada bibirnya. Menyesap perlahan teh manis yang dibuatnya. “Jadi aku mau babymoon ke puncak untuk tiga hari, tetapi ternyata Kenaya menghubungi aku jika suaminya akan pergi ke luar kota lagi. Karena itu aku bingung. Apakah aku bisa menitipkan Kenaya di sini, Mom. Aku tidak tega jika dia di rumah sendiri. Mommy tahu bukan jika Kenaya sedang hamil besar. Pasti bahaya meninggalkan Kenaya sendiri.” Ailee mencoba menjelaskan dengan perlahan pada mertuanya. Berharap sang mertua mengerti dan mengi

    Last Updated : 2025-01-26
  • Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali   Bab 86 Masalah Kaki

    “Ini Kenaya, Mom. Teman Ailee. Kebetulan suaminya sedang ke luar kota. Jadi dia dititipkan pada Ailee. Karena Lean dan Ailee akan pergi babymoon, dia dititipkan ke sini.” Mommy Frey menjelaskan secara rinci pada mertuanya itu. Kenaya segera menyalami Grandpa Bryan dan Grandma Shea. “Kenaya.” Memperkenalkan diri pada mereka. “Kamu sedang hamil besar ternyata. Aku jadi tidak sabar melihat Ailee juga akan sebesar ini perutnya.” Grandma Shea membelai lembut perut Kenaya. Namun, tatapannya terarah pada menantunya. “Nanti perutku akan sebesar ini, Grandma. Tunggu saja.” Ailee tersenyum sambil membelai perutnya. “Tentu saja Grandpa dan Grandma akan tunggu.” Grandma Shea tertawa. Suasana begitu hangat. Ada canda tawa ketika berkumpul. Kenaya yang ikut bergabung merasakan kebahagiaan itu. Ternyata keluarga Kean begitu hangat. Andai dulu dia menunggu sebentar saja mungkin dia akan di antara mereka semua. Puas mengobrol sebentar Lean dan Ailee segera berpamitan. Kini tinggal Kenaya dan kel

    Last Updated : 2025-01-26
  • Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali   Bab 87 Sedang Apa?

    “Apa kakimu patah sejak lama?” Jerick tertarik sekali untuk bertanya.“Sudah sekitar enam bulan. Masih proses penyembuhan.” Jerick pun mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia merasa mungkin hanya pikirannya saja yang sedang memikirkan pria di dalam rekaman CCTV. Jadi dia merasa aneh ketika melihat orang dengan kaki yang bermasalah. Jerick pun mengajak Kean untuk melanjutkan langkahnya. Menghampiri teman-temannya yang berada pesta. Beberapa teman Jerick, Kean mengenalnya. Beberapa dia temui ketika pesta malam itu. Malam di mana Kenaya dilukai Jerick dan memutuskan untuk kabur. Kean cukup lama berada di dalam pesta. Mengobrol dengan mereka semua. Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk izin pulang. Besok dia masih harus menghadiri puncak ulang tahun kota. Jadi dia butuh waktu untuk beristirahat. Sesampainya di hotel, Kean segera menghubungi Kenaya. Dia ingin tahu apa yang dilakukan Kenaya sekarang. Cukup lama sambungan telepon terhubung. Hingga akhirnya suara Kenaya terdengar dari seberan

    Last Updated : 2025-01-26
  • Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali   Bab 88 Disayangi

    Mendengar suara suaminya, Grandma Shea segera mengalihkan pandangan. “Aku sedang makan es krim dengan Kenaya sambil mengenang waktu aku hamil El. Dulu aku suka sekali makan es krim.” Grandma Shea menjelaskan pada suaminya. “Iya, dulu kamu malam-malam pun selalu ingin es krim.” Grandpa Bryan menggoda sang istri. Dia ikut duduk bergabung dengan dua wanita yang sedang asyik menikmati es krim. “Namanya orang ngidam tidak tahu kapan datangnya.” Grandma Shea menyangkal ucapan suaminya. Grandpa Bryan hanya tertawa. “Apa suamimu juga sering menuruti keinginanmu Kenaya?” tanyanya. “Iya, beberapa makanan selalu diberikan ayah bayiku.” Kean mengingat jika Kean selalu menuruti apa yang diinginkannya.Grandpa Bryan dan Grandma Shea saling pandang. Mereka merasa aneh dengan sebutan ‘ayah bayiku’ yang disematkan Kenaya. “Maksud aku suamiku.” Sebelum kakek dan nenek di depannya kebingungan.Grandpa Bryan dan Grandma Shea pun langsung lega. Ternyata Kenaya hanya salah ucap saja.Mereka bertiga a

    Last Updated : 2025-01-26
  • Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali   Bab 89 Sejak Lama

    “Apa kakimu patah sejak lama?” Jerick tertarik sekali untuk bertanya. “Sudah sekitar enam bulan. Masih proses penyembuhan.” Jerick pun mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia merasa mungkin hanya pikirannya saja yang sedang memikirkan pria di dalam rekaman CCTV. Jadi dia merasa aneh ketika melihat orang dengan kaki yang bermasalah. Jerick pun mengajak Kean untuk melanjutkan langkahnya. Menghampiri teman-temannya yang berada pesta. Beberapa teman Jerick, Kean mengenalnya. Beberapa dia temui ketika pesta malam itu. Malam di mana Kenaya dilukai Jerick dan memutuskan untuk kabur. Kean cukup lama berada di dalam pesta. Mengobrol dengan mereka semua. Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk izin pulang. Besok dia masih harus menghadiri puncak ulang tahun kota. Jadi dia butuh waktu untuk beristirahat. Sesampainya di hotel, Kean segera menghubungi Kenaya. Dia ingin tahu apa yang dilakukan Kenaya sekarang. Cukup lama sambungan telepon terhubung. Hingga akhirnya suara Kenaya terdengar dari seb

    Last Updated : 2025-01-27
  • Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali   Bab 90 Mengangkat Telepon

    “Iya, beberapa makanan selalu diberikan ayah bayiku.” Kean mengingat jika Kean selalu menuruti apa yang diinginkannya. Grandpa Bryan dan Grandma Shea saling pandang. Mereka merasa aneh dengan sebutan ‘ayah bayiku’ yang disematkan Kenaya. “Maksud aku suamiku.” Sebelum kakek dan nenek di depannya kebingungan. Grandpa Bryan dan Grandma Shea pun langsung lega. Ternyata Kenaya hanya salah ucap saja. Mereka bertiga asyik bercerita. Apalagi tentang kehamilan. Grandma menceritakan kisah kehamilan tiga anaknya yang berbeda-beda keinginan. Tampak seru ketika kilas balik kisah lama. Kenaya yang mendengar cerita pun merasa senang. Karena dapat pengalaman baru. “Jika nanti suamimu kembali. Ajaklah bertemu dengan kami. Kita bisa mengobrol bersama.” Grandpa Bryan menatap Kenaya penuh kasih sayang. Dia sudah menganggap Kenaya seperti cucunya sendiri. Kenaya bingung menjawab apa. Namun, tentu saja dia tidak bisa menjawab tidak. “Baiklah, nanti jika suamiku pulang, pasti aku akan mengajak berte

    Last Updated : 2025-01-27

Latest chapter

  • Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali   Bab 167 Akhir Kebahagiaan

    Kean terus menggenggam erat tangan Kenaya. Begitu berdebar-debar ketika menunggu hasil apa yang dilihat oleh dokter. “Selamat, Bu Kenaya hamil.” Dokter melihat jika ada janin di rahim Kenaya. Kenaya merasa lega karena akhirnya dia benar-benar hamil. Kean yang bahagia langsung mendaratkan kecupan di punggung tangan sang istri. “Kita akan punya anak.” Kean benar-benar merasa bahagia karena akhirnya dapat memiliki anak kembali. “Iya.” Air mata Kenaya kembali menetes. Setelah dia kehilangan anak. Akhirnya dia kembali diberikan kepercayaan memiliki anak secepat ini. Rasanya benar-benar Kenaya merasa dilimpahi berkah yang begitu banyaknya. “Aku akan punya cucu lagi, Mommy.” Mommy Freya langsung memeluk Grandma Shea benar-benar merasa bahagia akhirnya dapat memiliki cucu lagi. “Iya, aku juga akan punya cicit.” Grandma Shea begitu bahagia sekali. Semua yang berada di ruang dokter begitu bahagia sekali. Karena cicit Adion akan hadir lagi setelah anak dari Lean. Dokter men

  • Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali   Bab 166 Kebahagiaan

    “Kita mampir ke apotek.” Kenaya menatap Kean yang sedang sibuk menyetir. “Kamu mau beli apa? Kamu sakit?” tanya Kean sedikit panik ketika mendengar Kenaya meminta ke apotek. “Tidak. Aku hanya mau beli alat tes kehamilan.” Kenaya menjelaskan apa yang membuatnya ingin ke apotek. “Kamu hamil?” tanya Kean menatap Kenaya. “Belum. Aku baru mau mengecek saja.” Kenaya mencoba menjelaskan. “Memang sudah terlambat datang bulan?” Kean begitu penasaran. “Iya, sudah telat dua minggu, Tadi saat mommy tanya dan aku baru ingat.”“Baiklah, kita beli atas tes kehamilan.” Kean begitu bersemangat sekali ketika mendapatkan kabar istrinya terlambat datang bulan. Dia berharap ada Kean junior di dalam rahim sang istri. Mereka sampai di apotek. Kenaya langsung membeli alat tes kehamilan di temani Kean. Ini bukan pertama kali Kenaya membeli alat tes kehamilan. Karena dulu dia pernah membelinya sebelum pernikahan dengan Jerick. Saat sudah mendapatkan alat tes kehamilan. Mereka segera pulang. Rencananya,

  • Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali   Bab 165 Pembukaan

    Apa yang dikatakan Kean memang benar. Apa yang dilakukan adalah untuk menyalurkan hobi. Apa yang dilakukannya hanya untuk membuatnya bahagia. Jika pun ada banyak orang yang beli, itu adalah nilai tambah saja. “Baiklah.” Kenaya pun mengangguk. Dia jauh lebih tenang ketika sang suami mengatakan hal itu padanya. “Ayo, kita berangkat.” Kean meraih tangan sang istri. Mengajaknya untuk segera ke toko bunga. Kenaya dengan penuh semangat menerima ajakan Kean. Mereka segera berangkat bersama untuk ke toko bunga. Saat sampai di toko bunga, Kean dan Kenaya begitu terkejut. Ternyata ada banyak orang yang sedang menunggu di depan toko. Mereka semua ingin membeli bunga hidup yang tampak cantik sekali. Apalagi memang ada program diskon yang diberikan Kenaya. “Apa mereka benar-benar datang untuk membeli bunga?” Kenaya tidak menyangka jika pembukaan tokonya akan dihadiri banyak orang. “Banyak orang suka berkebun. Jadi wajar jika mereka antusias untuk membeli bunga.” Kean mengulas senyum. Dia sen

  • Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali   Bab 164 Toko Bunga

    Bulan madu yang sudah berakhir mengantarkan Kenaya dan Kean kembali. Tentu saja tempat yang mereka tuju adalah rumah baru mereka. Mereka langsung menempati rumah mereka sesuai dengan keinginan mereka berdua. Hari ini Kean sudah mulai bekerja. Karena itu Kenaya bangun lebih awal untuk mempersiapkan semuanya. Kemarin, Kenaya sudah berbelanja. Jadi pagi ini dia bisa memasak untuk suaminya.Kenaya sibuk di dapur membuat masakan. Pagi ini dia ingin membuat scramble egg. Makanan simple yang pas untuk sarapan. Kenaya memasak sambil mendengarkan musik. Membuatnya semakin bersemangat. Kean yang bangun melihat Kenaya yang asyik memasak dan menggoyangkan tubuhnya. Hal itu membuat senyum manis menghiasi wajahnya. Ternyata tidak ada asisten rumah tangga membuat lebih nyaman. Buktinya sang istri begitu leluasa keluar hanya dengan menggunakan baju tidur pendek dengan tali spageti. Kenaya yang selesai segera berbalik untuk meletakkan scramble egg yang dibuatnya. Namun, alangkah terkejutnya ketika

  • Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali   Bab 163 Bulan Madu Part 4

    Seminggu Kean dan Kenaya berada di London. Mereka menikmati banyak tempat di London. Menikmati kuliner di negeri ratu Elisabet tersebut. Keduanya begitu bahagia sekali. Karena akhirnya mimpi mereka untuk ke London sudah terwujud. Hari ini rencananya mereka akan kembali. Naik pesawat pada siang hari. “Kenapa tujuan kita tidak ke Indonesia?” Kenaya menatap suaminya ketika melihat tiket pesawat yang dipegangnya. Tujuan pesawat justru adalah Male. Kota yang berada di Maladewa. Kota dengan laut dan pantai yang begitu indah. “Bulan madu kita belum berakhir.” Kean tersenyum. Kean sengaja mengubah rute. Dia masih ingin menikmati waktu dengan Kenaya. Sengaja memilih pantai karena sejatinya Kean menyukai pantai. Apalagi ketika melihat pantai saat alam hari. Namun, karena janjinya pada Kenaya, dia membawa Kenaya ke London lebih dulu. Kenaya mengulas senyum. Jika ditanya apakah dia suka jika bulan madunya diperpanjang, tentu saja jawabannya iya. Jadi dia tidak menolak ketika sang suami mengaj

  • Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali   Bab 162 Bulan Madu Part 3

    “Bukan apa-apa.” Kenaya menggeleng. “Aku tadi melihat jaring ikan di dalam kopermu.” Kean hanya melihat sekilas. Jadi dia mengatakan apa yang dilihatnya saja. Jaring ikan? Kenaya tak habis pikir ucapan Kean. Namun, jika dipikir-pikir memang baju tadi seperti jaring ikan. “Coba lihat.” Kean menghampiri sang istri. Memaksa sang istri membuka koper. “Tidak mau.” Kenaya masih berusaha untuk menutup kopernya. Kean yang melihat hal itu langsung menggelitik tubuh sang istri. Alhasil Kenaya melepaskan pegangannya pada koper. Melihat celah itu, Kean segera membuka koper. Dia langsung mengambil baju yang disembunyikan oleh Kenaya. Kemudian merentangkannya agar dapat melihat baju apa itu. Kean membulatkan matanya ketika melihat jika baju yang disembunyikan Kenaya adalah baju tidur seksi. “Itu dari mommy. Aku baru membukanya tadi.” Kenaya menjelaskan dari mana baju itu berasal. Kean tidak menyangka jika sang mommy memberikan Kenaya baju seperti ini pada istrinya. Sang mommy benar-benar pa

  • Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali   Bab 161 Bulan Madu Part 2

    Sesuai janji Kean, sore ini Kean membawa Kenaya ke London Eye. Mereka menuju ke London Eye untuk menikmati melihat kota London. Kean sengaja memesan tempat khusus. Jadi hanya mereka berdua isinya. Jangan ditanya berapa uang yang harus dikeluarkan Kean untuk memesan tempat privat. Pastinya cukup besar. Namun, jika dibanding dengan yang terisi dengan beberapa orang. Kean dan Kenaya masuk ke dalam kapsul. Saat baru masuk, Kenaya dikejutkan dengan meja makan yang terdapat di dalamnya. Tadi dia melihat kapsul lain, tetapi tidak ada meja makan seperti yang dipesan Kean. “Kamu memesannya khusus?” tanya Kenaya memastikan. “Tentu saja. Ini adalah bulan madu kita. Jadi aku ingin yang spesial.” Kean mengulas senyum di wajahnya. Kenaya merasa beruntung sekali karena Kean menyiapkan bulan madu mereka dengan sempurna. Tentu saja ini akan diingatnya sampai kapan pun. “Ayo, masuk.” Kean mengulurkan tangan, mengajak Kenaya untuk masuk ke dalam kapsul tersebut. Kenaya segera masuk.

  • Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali   Bab 160 Bulan Madu Part 1

    Waktu sudah menunjukan jam dua belas, tetapi dua insan manusia itu masih asyik saling memeluk di bawah selimut. Kegiatan semalam yang menguras tenaga membuat keduanya begitu lelah sekali. Hingga sesiang ini mereka masih belum mau bangun. Kenaya yang membuka mata lebih dulu melihat Kean yang masih tertidur pulas. Melihat Kean membuat Kenaya membelai lembut wajah Kean. Kenaya merasa bersyukur sekali karena ada Kean di hidupnya. Apalagi kini mereka sudah menjadi pasangan suami dan istri. Tangan halus Kenaya yang membelai lembut wajah Kean membuat Kean yang tidur terbangun. Hal pertama yang dilihat saat membuka mata adalah wajah cantik Kenaya. Senyum manis dari Kenaya menyambutnya, hingga menularkan senyum di wajahnya. “Apa aku sedang bermimpi?” tanya Kean. “Kamu tidak sedang bermimpi. Memangnya kenapa?” Kenaya begitu penasaran sekali.“Karena aku melihat bidadari di depanku. Jadi aku pikir aku bermimpi.” Kenaya langsung tersenyum mendengar ucapan Kean. “Coba aku cek dulu.” Kean men

  • Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali   Bab 159 Malam Panas

    Kenaya membenarkan apa yang dikatakan oleh Kean. Kamar mandi begitu tampak romantis. Apalagi tampak begitu indah dengan pemandangan kota yang terlihat dari atas. “Kaca itu transparan?” tanya Kenaya ketika menyadari pemandangan kota terlihat dari dalam. “Kaca itu memang memperlihatkan pemandangan dari luar, tetapi ketika melihat dari luar, pemandangan dari sini tidak terlihat.” Kean mencoba menjelaskan pada Kenaya. Kenaya mengangguk mengerti. “Tapi, aku tetap tidak nyaman.” Kenaya merasa tidak leluasa. “Aku akan menutupnya.” Kean tidak mau sampai Kenaya tidak nyaman. Karena itu, dia segera mengambil remote dan menutup jendela tersebut. Kenaya lebih lega ketika melihat kaca kini tertutup. Paling tidak dia akan lebih nyaman. Kean segera beralih kembali pada sang istri. Memutar tubuh sang istri untuk dapat meraih ritsleting gaun yang dipakai. Perlahan Kean menurunkan ritsleting gaun tersebut. Kenaya memejamkan matanya ketika tangan Kean terasa menurunkan ritsleting gaunnya. Jantung

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status