Home / Rumah Tangga / Istri Rahasia Dosen Titisan Kutub Utara / PERASAAN ANEH YANG MENGUSIK HATI

Share

PERASAAN ANEH YANG MENGUSIK HATI

Author: Shova Nst
last update Last Updated: 2024-04-16 10:44:59

Jam kosong tiba. Mengubah suasana kelas yang tenang menjadi riuh kala dosen yang mengajar telah pergi meninggalkan ruangan. Para mahasiswa juga demikian, segera keluar untuk menghirup udara segar atau mencari kesenangan lain yang dapat meredakan penat di kepala mereka.

Sementara itu, para mahasiswi yang merupakan fans dari seorang Ray, kini bersorak heboh setelah beberapa jam menahan diri untuk tetap tenang selama proses belajar berlangsung setelah mendengar cerita dari Tasya dan Amel. Tampaknya, kedua sejoli itu telah berhasil menyebar berita yang paling ditunggu-tunggu oleh seantero kampus.

“Tasya, lo harus ceritain ke gue semua yang lo tau tentang Dosen Ray. Gue gak mau tau.” Dinda dengan heboh menghampiri Tasya.

Padahal biasanya gadis berkulit sawo matang itu paling anti berdekatan dengan Tasya dan Amel. Mereka sudah seperti musuh bebuyutan yang selalu cekcok hanya karena hal sepele.

“Iya, Tas. Gue mau denger juga. Kalau benar Dosen Ray dan Miss Rahel jadian, kita harus ngerayain kabar baik ini,” imbuh mahasiswa lainnya yang berdiri di sebelah kanan Tasya.    

“Santai, guys, santai. Gue akan kasih tau semua yang gue tau tentang Dosen Ray. Mulai dari pendidikannya, mantan-mantannya sampai tipe perempuan yang bisa jadi istri Dosen Ray,” balas Tasya dengan senyum mengembang sambil bersedekap.

            “Sekarang, Tas. Gue udah penasaran banget. Mungkin aja, gue termasuk salah satu perempuan yang jadi tipe Dosen Ray,” tukas Dinda, lagi.

            “Bener tuh. Cepetan kasih tau kita gimana tipe istrinya Dosen Ray.”

            Tasya tertawa senang melihat para temannya yang berjumlah sekitar 20 orang begitu antusias mengetahui semua hal tentang Ray. Sejenak, gadis berponi itu melirik Ana lalu berujar,    

            “Oke, tak kenal maka tak sayang. Jadi pertama-tama, kalian harus tau kalau Dosen Ray itu anak tunggal dari keluarga kaya raya. Mamanya pemilik butik yang paling terkenal di kota ini dan setahu gue papanya seorang direktur di perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, tapi gue lupa apa namanya. Kalau kalian menikah dengan Dosen Ray, udah pasti kalian jadi menantu kesayangan Nyonya Maya dan Om Robi.” Tasya mulai membeberkan beberapa hal dasar yang ia ketahui tentang Ray.

“Dan setahu gue, Ray itu paling suka sama cewek yang imut kecil kayak Amel gini. Putih, cantik, rajin, pintar, sholehah dan jago masak, karna Dosen Ray juga jago masak. Menurut informasi yang gue dapat, Dosen Ray juga pernah jadi juri di sebuah acara perlombaan memasak di luar negeri yang ditanyangkan di TV sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu. Kalau kalian pengen liat, kalian bisa tonton sendiri di TV online, mungkin masih ada,” lanjut gadis itu.

 Sementara para mahasiswi lainnya mendengarkan perkataan Tasya, Ana dan Ratna bergegas pergi dari ruangan itu setelah sebelumnya berpamitan kepada Dinda. Keduanya tetap bungkam saat mendengar pernyataan Tasya hingga mereka keluar dari kelas dan sampai ke lantai dasar bagian belakang fakultas yang berhadapan langsung dengan taman dan pepohonan rimbun.

Mood Ana benar-benar hancur. Lagi-lagi, ia mendengar perihal Ray yang sangat tidak ingin ia ketahui. Mengetahui fakta yang dikatakan oleh Tasya hanya semakin membuat moodnya rusak. Imut kecil? Rajin? Solehah? Pandai memasak?

Ayolah, memangnya ada perempuan spek bidadari yang nyaris sempurna seperti itu? Ray mau cari kemana tipe wanita seperti itu? Sialnya lagi, Ana merasa beberapa dari tipe ideal itu tidak ada pada dirinya. Pandai memasak? Jangan ditanya. Sudah pasti ia hanya akan membakar dapur kesayangan Ray kalau mencobanya, seperti dua tahun yang lalu saat berada di rumah Ratna. 

“Menikah saja dengan chef atau ustadzah. Kenapa malah sama Miss Rahel kalo tipenya memang begitu?” sarkas Ana, kesal.

Ratna yang mendengar gerutuan tersebut tersenyum kecil. Ia tahu betul apa yang menyebabkan temannya itu kesal.

“Udah, An, jangan dipikirin. Mau kayak apapun tipe istri idaman Ray, tetap kamu pemenangnya. Urusan memasak, kamu bisa belajar pelan-pelan,” ucapnya, mencoba menghibur Ana.

“Gue lagi gak mikirin apapun kok, Na. Cuma bete aja liat Dinda mau dibohongi sama Mak Lampir itu.” Ana mengeles, sekaligus mengatai Tasya dengan sebutan aneh yang lagi-lagi berhasil membuat Ratna tertawa.

“Iya deh iya. Kalo gitu lo mau makan apa? Biar sekalian gue pesan.”

Ana memberitahu Ratna menu apa yang sedang ingin ia makan, lalu melanjutkan langkah menuju tempat di mana Agung, Roy dan Nicho berada.

“Hai, Guys,” sapanya seraya tersenyum tipis, yang dibalas oleh ketiga pria itu dengan senyum pula.

“Gimana situasi di kelas? Udah aman?” tanya Agung begitu Ana duduk di bangku kosong yang ada di depannya.

“Masih sama. Meraka lagi dengerin cerita Tasya,” jawab Ana, seadanya.

Tidak heran pria itu bertanya demikian, karena tadi suasana di kelas memang cukup berisik dan heboh sebelum mereka pergi. Roy dan Agung bahkan sempat mengingatkan para fans Dosen Ray itu untuk tidak heboh dan bersikap biasa saja. Sayangnya, kedua pria itu malah mendapat amukan dari para mahasiswi yang tidak terima ditegur oleh mereka.

“Cewe-cewe zaman sekarang memang rada aneh. Udah gak punya urat malu. Sampai segitunya mengidolakan seseorang,” timpal Roy, yang duduk di antara Agung dan Nicho.

“Zaman sekarang emang mulai susah nyari cewe yang bagus.” Nicho ikut menambahi.

“Mereka hanya mengidolakan Dosen Ray, bukan berarti mereka gak bagus,” sanggah Ana, cepat.

Sepasang mantan kekasih itu lalu saling menatap selama beberapa detik, sebelum akhirnya Ana memutus kontak mata mereka dan menyibukkan diri dengan ponsel.

Agung dan Roy saling pandang lalu mengedikkan bahu melihat percikan-percikan aneh yang mulai terpancar di antara mantan sepasang kekasih itu. Mereka lantas mengalihkan pembicaraan agar suasana tidak memanas. Tentu saja, ketiga pria itu membahas perihal debat para calon presiden yang sedang menjadi topik hangat sejak kemarin malam.

Beberapa saat kemudian, Ratna ikut bergabung bersama mereka bersamaan dengan datangnya makanan yang dipesan. Alhasil, kelima mahasiswa semester pertama itu menikmati makanan mereka sambil membahas topik sebelumnya dan saling melempar argument serta mendukung kubu masing-masing.

“An, lo udah nemu buku yang lo cari waktu itu?”

Di saat yang lainnya asik mengobrol dan berdebat, Nicho mengajak Ana membicarakan topik lain yang menurutnya lebih menyenangkan.

Merasa dirinya sedang diajak bicara, Ana lantas menoleh pada Nicho setelah menghabiskan suapan terakhir di piringnya.

“Belum. Kenapa?” tanyanya, setelah meneguk jus jeruk.

“Gue juga belum ketemu. Gimana kalau kita beli online aja? Biar gue yang checkout.”

“Boleh. Kasih tau aja berapa harganya, biar gue bayar.”

“Oke, nanti gue kabari lagi.” Kemauan Nicho terpenuhi, membuat senyumnya seketika mengembang seraya membiarkan pandangannya menatap Ana dengan teduh.

Ana jelas tau kalau saat ini Nicho sedang menatapnya dengan lekat. Tapi, ia mengabaikan hal tersebut dan menyibukkan diri dengan memandangi setiap sudut kantin dan sesekali memperhatikan mahasiswa atau mahasiswi yang menarik perhatiannya.

Niat hati ingin merilekskan pikiran setelah sebelumnya kacau balau karena persoalan Ray dan Rahel, Ana malah dibuat mematung begitu melihat kedua dosen itu memasuki area kantin. Tatapaan Ana terpaku melihat kedekatan Ray dan Rahel yang sedang berjalan berdampingan menuju stand penjual minuman yang berada cukup jauh dari tempatnya duduk.

Sudah pasti, Ray tidak melihat ataupun menyadari keberadaannya, sehingga Ana bisa memanfaatkan hal tersebut untuk memantau sejauh mana kedekatan kedua dosennya itu.

Dasar munafik. Ternyata lo lebih suhu dari gue. Semua kepedulian lo ternyata gak ada artinya, Ana membatin tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok Ray dan Rahel yang entah sedang menertawakan apa.

Kedua orang itu duduk di bangku kantin yang berada di pojok, yang berbatasan dengan dinding beton bercat putih.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Related chapters

  • Istri Rahasia Dosen Titisan Kutub Utara   BENCI DAN PENYESALAN

    Puluhan pasang mata tertuju pada kedua dosen itu. Bisikan demi bisikan terus mengalir seiring dengan datang dan perginya Ray dan Rahel dari tempat tersebut. Kedua dosen yang dirumorkan sedang berkencan itu pergi setelah menghabiskan minuman mereka tanpa menghiraukan tatapan penuh arti yang dilayangkan oleh para mahasiswa pada mereka.Tidak lama setelah itu, Ana dan teman-temannya juga tampak bergegas meninggalkan kantin. Selanjutnya, mereka naik ke lantai 3 untuk kembali mengikuti pembelajaran yang dibawakan oleh Pak Syamsuddin, atau yang sering disapa dengan Pak Syam.Tidak terasa, kelas tersebut akhirnya selesai dan dilanjutkan oleh mata kuliah lain yang dibawakan oleh dosen lain yang usianya sudah cukup tua. Mungkin, tidak lama lagi beliau akan segera pensiun. Lagi-lagi, para mahasiswa dengan tertib menyelesaikan perkuliahan tersebut hingga tibalah saatnya mereka pulang ke rumah masing-masing. Para mahasiswa dari berbagai kelas tampak meninggalkan ruangan mereka, tapi tid

    Last Updated : 2024-04-16
  • Istri Rahasia Dosen Titisan Kutub Utara   RASA YANG TIDAK PERNAH BERUBAH

    Langit sudah gelap dan Ana mulai merasa keroncongan menahan lapar. Tapi gadis itu tidak ambil pusing, karena Nicho akan segera datang mengantarkan makanan untuknya. Sepertinya keberuntungan sedang berpihak kepada gadis itu, karena satu jam yang lalu Nicho menghubunginya dan menanyakan apakah Ana ingin makan sesuatu atau tidak, karena ia sedang luar membeli makanan untuk kedua orangtuanya. Alhasil, Ana memberitahu makanan apa yang sedang ingin ia makan tanpa rasa sungkan. Lebih tepatnya, ia sedang memanfaatkan situasi yang terjadi. “Kalau kamu bisa, kenapa aku nggak,” imbuhnya, pada Ray yang entah sedang dimana. Tidak lama kemudian, bell di rumah mewah itu terdengar hingga ke ruang tamu, sehingga Ana lekas-lekas beranjak dari sofa dan menyambut kedatangan Nicho dengan senyum mengembang. Ternyata, Nicho sangat pandai dalam mencari alamat rumahnya yang sekarang. Pintu terbuka. Sepasang mantan kekasih itu refleks saling melempar senyum terba

    Last Updated : 2024-04-16
  • Istri Rahasia Dosen Titisan Kutub Utara   SUPRISE UNTUK RAY DAN RAHEL

    Hari-hari berlalu, sepasang suami istri itu belum juga menampakkan perubahan yang signifikan dalam hubungan mereka. Ray masih tetap memperlakukan Ana dengan baik, seperti biasanya. Sedangkan Ana masih menyimpan dendam dan amarah yang sebisa mungkin ia sembunyikan dari siapapun sehingga ia terlihat baik-baik saja.Bahkan sampai detik ini, tidak ada penjelasan yang Ana terima dari Ray mengenai hubungan pria itu dengan Rahel. Ia juga tidak bertanya apapun mengenai hal tersebut. Ana tidak mau ribet. Toh, ia juga tidak memiliki perasaan apapun kepada suaminya itu.“Kamu gak papa kalau saya tinggal? Gimana kalau nanti Ratna gak jadi datang jemput kamu? Kita ada kelas pagi ini dan kamu gak boleh terlambat.” Ray berujar seraya memakai sepatu hitam kulitnya di teras rumah, sementara Ana berdiri di ambang pintu sambil bersedekap dada.“Gak papa. Nanti aku bisa naik taksi kalau Ratna gak jadi jemput. Tapi, kayaknya gak mungkin deh, dia kan udah janji,” tukas gadis itu sembari memperhatikan Ray y

    Last Updated : 2024-04-16
  • Istri Rahasia Dosen Titisan Kutub Utara   Pertengkaran Suami Istri

    Ruangan kelas seketika hening saat Ray bangkit dari kursinya dengan ekspresi yang tidak santai. Dosen titisan kutub itu langsung melayangkan tatapan elangnya kepada Tasya, Amel dan seluruh penghuni kelas. Ray nampak jelas menahan emosi. “Siapa yang meminta kalian melakukan semua ini?” desis pria itu, tajam. Sementara Rahel masih tampak bingung dan sedikit terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Tasya barusan. “Maaf, Dosen Ray. Ini semua inisiatif kami karena kami sangat senang Dosen Ray dan Miss Rahel akhirnya berkencan. Kami melakukan semua ini dengan tulus dan berharap kalian akan terus bersama,” imbuh Tasya, mulai merasa takut melihat ekspresi marah dosennya itu. “Kami mohon maaf kalau ternyata apa yang kami lakukan ini salah." Amel mengulum bibirnya membentuk sebuah garis lurus. “Saya tidak perlu permohonan maaf kalian. Saya pikir, apa yang kalian lakukan ini sudah kelewat batas. Memangnya kalian tahu pasti kalau saya dan Miss Rahel memiliki hubungan khusus? Memang

    Last Updated : 2025-03-09
  • Istri Rahasia Dosen Titisan Kutub Utara   Air Mata Yang Tersembunyi

    “Bagus, Ana, bagus. Teruslah benci saya tanpa sebab.” Setelah berujar demikian, Ray mundur satu langkah menjauhi Ana seraya mengusap wajahnya kasar. “Tanpa sebab? Okey, teruslah berpikir kalau aku membencimu tanpa sebab, Ray!” “Mulai sekarang, kamu tidak perlu peduli padaku lagi. Lakukan apapun yang kamu mau dan aku juga akan melakukan apapun yang ku mau. Persetan dengan orang ketiga yang katamu gak boleh masuk dalam hubungan kita!” lanjut Ana, sedikit keras. “Okay, silahkan. Saya juga tidak akan peduli lagi pada pembohong sepertimu!” bentak Ray. Kedua bola mata gadis itu mulai berkaca-kaca. Sungguh, Ana tidak menyangka Ray akan semarah ini. Andai saja Ray tahu, ia tidak akan bersikap sejauh ini kalau bukan Ray yang lebih dulu bermain api di belakangnya. Tapi sepertinya, pria itu sama sekali tidak menyadari kesalahan yang telah ia lakukan. “Kalau kamu benar-benar berniat merusak pernikahan ini dengan kembali bersama Nicho, silahkan. Saya tidak akan halangi. Kamu bebas memilih

    Last Updated : 2025-03-16
  • Istri Rahasia Dosen Titisan Kutub Utara   Rasa Sakit

    Siapa yang tidak suka bolos? Mungkin sebagian dari mahasiswa sangat menyukai hal tersebut. Bahkan, tidak sedikit juga yang rela pura-pura sakit agar bisa menghindari tugas atau dosen yang akan mengajar di kelas saat itu. Namun berbeda dengan Ana yang semakin merana karena sengaja bolos untuk menghindari berbagai pertanyaan teman-temannya. Bagaimana tidak, Ana sendiri saja sangat syok melihat wajahnya yang terlihat bengkak dan jelek karena kebanyakan menangis, apa lagi teman-temannya. Mereka pasti heran dan bertanya-tanya apa yang telah terjadi padanya. Sungguh, Ana belum bisa menerima serangan pertanyaan rudal yang mungkin akan ditujukan kepadanya. Terlebih lagi, dosen yang mengajar kali ini adalah miss Rahel, yang membuatnya semakin membulatkan tekat untuk bolos. Setelah seharian mengurung diri di dalam kamar, Ana akhirnya bangkit dari tempat tidur dan turun ke lantai dasar untuk mencari sesuatu yang bisa ia makan. Sungguh, ia merasa sangat lapar dan kepalanya terasa pusing, sepe

    Last Updated : 2025-03-16
  • Istri Rahasia Dosen Titisan Kutub Utara   Kekhawatiran Yang Nyata

    “Ana, bangun, An. Ana, sadar.” Ray panik, buru-buru mengangkat tubuh Ana yang terkulai lemas ke atas tempat tidur. “Ana, kamu dengar suaraku? Tolong sadarlah, An.” Ray menepuk-nepuk lembut pipi Ana agar gadis itu segera membuka matanya. Ray bingung. Bertanya-tanya apa yang telah terjadi kepada gadis itu. Seraya berupaya menyadarkan Ana, Ray mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar tersebut. Tatapannya kemudian tertuju pada kaleng-kaleng dan kotak minuman yang ada di atas meja depan sofa. “Kita harus ke rumah sakit sekarang.”Tidak buang-buang waktu, Ray langsung menggendong Ana ala bridal style dan membawa gadis itu keluar kamar. Sepertinya, Ray mulai tahu apa yang sedang terjadi kepada istrinya itu.Takut, cemas dan khawatir menjadi satu memenuhi perasaan dan tubuh Ray. Dengan rasa gelisah, ia mengendari mobil dan membelah kegelapan malam agar segera sampai ke rumah sakit terdekat. Ray yang sedang mengemudi sesekali menoleh ke belakang, melihat Ana yang terkulai lemas di ba

    Last Updated : 2025-03-20
  • Istri Rahasia Dosen Titisan Kutub Utara   Rumah Sakit

    Ray kembali memasuki ruangan serba putih itu setelah kembali dari rumah mengambil ponsel dan perlengkapan yang mungkin akan dibutuhkan oleh Ana. Kali ini, pria itu tidak datang sendiri, melainkan bersama kedua orangtua Ana yang juga baru tiba. Ray sudah mewanti-wanti dirinya akan menerima amarah dari keluarga Ana, tapi hal itu tidak kunjung terjadi setelah hampir setengah jam mereka berada di ruangan tersebut.“Ray, kamu sudah makan malam, Nak?” Lela, mama Ana, mendekati Ray yang duduk di sofa sudut lalu ikut bergabung bersama pria itu sebelum melontarkan pertanyaan. “Sudah, Ma, tadi sore di kantin kampus.”Ray kembali khawatir, takut mama mertuanya bertanya lebih lanjut.“Kamu gak perlu takut. Kami tidak akan menyalahkan kamu atas apa yang terjadi pada Ana. Ini bukan yang pertama kalinya dia seperti ini, tapi mungkin ini yang paling parah. Sejak kecil, Ana memang susah diatur dalam urusan makan, hingga membuatnya terkena mag dan jadi separah ini.”Ray menatap wajah mertuany

    Last Updated : 2025-03-20

Latest chapter

  • Istri Rahasia Dosen Titisan Kutub Utara   Beruntungkah Ana?

    Beberapa hari telah berlalu sejak Ana kembali dari rumah sakit. Kini, kondisi gadis itu benar-benar pulih dan kembali fit. Ana dan Ray juga kembali melanjutkan aktivitas mereka sebagai dosen dan mahasiswi. Mereka pergi dan pulang bersama ke tempat tujuan yang sama pula, yaitu rumah dan kampus yang menjadi saksi bisu hubungan mereka yang seperti roller coaster, naik turun yang menimbulkan rasa takut juga menyenangkan. Langit sore tampak begitu indah dari biasanya, entah itu hanya perasaan Ana saja atau apa, yang jelas kini senyum gadis itu tampak indah menghiasi wajahnya yang cantik dan mulus berseri. Ray yang sedang menyetir bahkan juga ikut tersenyum melihat hal tersebut. Pikiran Ana lagi-lagi melayang mengingat percakapannya dengan Sasa beberapa waktu lalu saat di rumah sakit. Pertanyaan Sasa mengenai apakah dirinya tidak merasa beruntung menikah dengan Ray kembali Ana tanyakan pada dirinya sendiri. Jujur saja, Ana mulai merasa sedikit bangga dan beruntung, setelah tadi ia lagi

  • Istri Rahasia Dosen Titisan Kutub Utara   Keraguan

    Setelah mengenakan pakaiannya, Ray kembali melirik Ana yang sedang memainkan ponsel. Gadis itu tampak asik dengan benda pipih itu sehingga tidak menyadari kehadirannya. Lebih tepatnya, Ana sengaja mengabaikan Ray karena masih kesal pada pria itu. Ray berhemem, membasahi tenggorokannya yang kering lalu berdiri di samping kanan ranjang.“Berhenti main ponsel. Kamu harus istrirahat,” ujarnya tegas, lalu mengambil ponsel tersebut dari tangan Ana. “Ray, apa-apaan sih kamu? Balikin!” “Kamu harus istirahat.” Ulang Ray lagi, penuh penekanan. “Gak mau. Balikin dulu ponsel aku.” “Nggak.”“Balikin, Ray.”“Gak. Kamu istirahat dulu.”Ana menghembuskan napas kasar. Kedua tangannya terkepal kuat melihat kelakuan Ray. Pria itu mengabaikannya. “Menyebalkan,” gerutu Ana seraya memalingkan wajahnya.Bertepatan dengan Ana dan Ray yang saling mengabaikan, pintu di ruangan itu tampak terbuka dan menampilkan dua sosok yang begitu Ana kenal. Sontak, senyum di wajah gadis itu mengembang sempurn

  • Istri Rahasia Dosen Titisan Kutub Utara   Rumah Sakit

    Ray kembali memasuki ruangan serba putih itu setelah kembali dari rumah mengambil ponsel dan perlengkapan yang mungkin akan dibutuhkan oleh Ana. Kali ini, pria itu tidak datang sendiri, melainkan bersama kedua orangtua Ana yang juga baru tiba. Ray sudah mewanti-wanti dirinya akan menerima amarah dari keluarga Ana, tapi hal itu tidak kunjung terjadi setelah hampir setengah jam mereka berada di ruangan tersebut.“Ray, kamu sudah makan malam, Nak?” Lela, mama Ana, mendekati Ray yang duduk di sofa sudut lalu ikut bergabung bersama pria itu sebelum melontarkan pertanyaan. “Sudah, Ma, tadi sore di kantin kampus.”Ray kembali khawatir, takut mama mertuanya bertanya lebih lanjut.“Kamu gak perlu takut. Kami tidak akan menyalahkan kamu atas apa yang terjadi pada Ana. Ini bukan yang pertama kalinya dia seperti ini, tapi mungkin ini yang paling parah. Sejak kecil, Ana memang susah diatur dalam urusan makan, hingga membuatnya terkena mag dan jadi separah ini.”Ray menatap wajah mertuany

  • Istri Rahasia Dosen Titisan Kutub Utara   Kekhawatiran Yang Nyata

    “Ana, bangun, An. Ana, sadar.” Ray panik, buru-buru mengangkat tubuh Ana yang terkulai lemas ke atas tempat tidur. “Ana, kamu dengar suaraku? Tolong sadarlah, An.” Ray menepuk-nepuk lembut pipi Ana agar gadis itu segera membuka matanya. Ray bingung. Bertanya-tanya apa yang telah terjadi kepada gadis itu. Seraya berupaya menyadarkan Ana, Ray mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar tersebut. Tatapannya kemudian tertuju pada kaleng-kaleng dan kotak minuman yang ada di atas meja depan sofa. “Kita harus ke rumah sakit sekarang.”Tidak buang-buang waktu, Ray langsung menggendong Ana ala bridal style dan membawa gadis itu keluar kamar. Sepertinya, Ray mulai tahu apa yang sedang terjadi kepada istrinya itu.Takut, cemas dan khawatir menjadi satu memenuhi perasaan dan tubuh Ray. Dengan rasa gelisah, ia mengendari mobil dan membelah kegelapan malam agar segera sampai ke rumah sakit terdekat. Ray yang sedang mengemudi sesekali menoleh ke belakang, melihat Ana yang terkulai lemas di ba

  • Istri Rahasia Dosen Titisan Kutub Utara   Rasa Sakit

    Siapa yang tidak suka bolos? Mungkin sebagian dari mahasiswa sangat menyukai hal tersebut. Bahkan, tidak sedikit juga yang rela pura-pura sakit agar bisa menghindari tugas atau dosen yang akan mengajar di kelas saat itu. Namun berbeda dengan Ana yang semakin merana karena sengaja bolos untuk menghindari berbagai pertanyaan teman-temannya. Bagaimana tidak, Ana sendiri saja sangat syok melihat wajahnya yang terlihat bengkak dan jelek karena kebanyakan menangis, apa lagi teman-temannya. Mereka pasti heran dan bertanya-tanya apa yang telah terjadi padanya. Sungguh, Ana belum bisa menerima serangan pertanyaan rudal yang mungkin akan ditujukan kepadanya. Terlebih lagi, dosen yang mengajar kali ini adalah miss Rahel, yang membuatnya semakin membulatkan tekat untuk bolos. Setelah seharian mengurung diri di dalam kamar, Ana akhirnya bangkit dari tempat tidur dan turun ke lantai dasar untuk mencari sesuatu yang bisa ia makan. Sungguh, ia merasa sangat lapar dan kepalanya terasa pusing, sepe

  • Istri Rahasia Dosen Titisan Kutub Utara   Air Mata Yang Tersembunyi

    “Bagus, Ana, bagus. Teruslah benci saya tanpa sebab.” Setelah berujar demikian, Ray mundur satu langkah menjauhi Ana seraya mengusap wajahnya kasar. “Tanpa sebab? Okey, teruslah berpikir kalau aku membencimu tanpa sebab, Ray!” “Mulai sekarang, kamu tidak perlu peduli padaku lagi. Lakukan apapun yang kamu mau dan aku juga akan melakukan apapun yang ku mau. Persetan dengan orang ketiga yang katamu gak boleh masuk dalam hubungan kita!” lanjut Ana, sedikit keras. “Okay, silahkan. Saya juga tidak akan peduli lagi pada pembohong sepertimu!” bentak Ray. Kedua bola mata gadis itu mulai berkaca-kaca. Sungguh, Ana tidak menyangka Ray akan semarah ini. Andai saja Ray tahu, ia tidak akan bersikap sejauh ini kalau bukan Ray yang lebih dulu bermain api di belakangnya. Tapi sepertinya, pria itu sama sekali tidak menyadari kesalahan yang telah ia lakukan. “Kalau kamu benar-benar berniat merusak pernikahan ini dengan kembali bersama Nicho, silahkan. Saya tidak akan halangi. Kamu bebas memilih

  • Istri Rahasia Dosen Titisan Kutub Utara   Pertengkaran Suami Istri

    Ruangan kelas seketika hening saat Ray bangkit dari kursinya dengan ekspresi yang tidak santai. Dosen titisan kutub itu langsung melayangkan tatapan elangnya kepada Tasya, Amel dan seluruh penghuni kelas. Ray nampak jelas menahan emosi. “Siapa yang meminta kalian melakukan semua ini?” desis pria itu, tajam. Sementara Rahel masih tampak bingung dan sedikit terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Tasya barusan. “Maaf, Dosen Ray. Ini semua inisiatif kami karena kami sangat senang Dosen Ray dan Miss Rahel akhirnya berkencan. Kami melakukan semua ini dengan tulus dan berharap kalian akan terus bersama,” imbuh Tasya, mulai merasa takut melihat ekspresi marah dosennya itu. “Kami mohon maaf kalau ternyata apa yang kami lakukan ini salah." Amel mengulum bibirnya membentuk sebuah garis lurus. “Saya tidak perlu permohonan maaf kalian. Saya pikir, apa yang kalian lakukan ini sudah kelewat batas. Memangnya kalian tahu pasti kalau saya dan Miss Rahel memiliki hubungan khusus? Memang

  • Istri Rahasia Dosen Titisan Kutub Utara   SUPRISE UNTUK RAY DAN RAHEL

    Hari-hari berlalu, sepasang suami istri itu belum juga menampakkan perubahan yang signifikan dalam hubungan mereka. Ray masih tetap memperlakukan Ana dengan baik, seperti biasanya. Sedangkan Ana masih menyimpan dendam dan amarah yang sebisa mungkin ia sembunyikan dari siapapun sehingga ia terlihat baik-baik saja.Bahkan sampai detik ini, tidak ada penjelasan yang Ana terima dari Ray mengenai hubungan pria itu dengan Rahel. Ia juga tidak bertanya apapun mengenai hal tersebut. Ana tidak mau ribet. Toh, ia juga tidak memiliki perasaan apapun kepada suaminya itu.“Kamu gak papa kalau saya tinggal? Gimana kalau nanti Ratna gak jadi datang jemput kamu? Kita ada kelas pagi ini dan kamu gak boleh terlambat.” Ray berujar seraya memakai sepatu hitam kulitnya di teras rumah, sementara Ana berdiri di ambang pintu sambil bersedekap dada.“Gak papa. Nanti aku bisa naik taksi kalau Ratna gak jadi jemput. Tapi, kayaknya gak mungkin deh, dia kan udah janji,” tukas gadis itu sembari memperhatikan Ray y

  • Istri Rahasia Dosen Titisan Kutub Utara   RASA YANG TIDAK PERNAH BERUBAH

    Langit sudah gelap dan Ana mulai merasa keroncongan menahan lapar. Tapi gadis itu tidak ambil pusing, karena Nicho akan segera datang mengantarkan makanan untuknya. Sepertinya keberuntungan sedang berpihak kepada gadis itu, karena satu jam yang lalu Nicho menghubunginya dan menanyakan apakah Ana ingin makan sesuatu atau tidak, karena ia sedang luar membeli makanan untuk kedua orangtuanya. Alhasil, Ana memberitahu makanan apa yang sedang ingin ia makan tanpa rasa sungkan. Lebih tepatnya, ia sedang memanfaatkan situasi yang terjadi. “Kalau kamu bisa, kenapa aku nggak,” imbuhnya, pada Ray yang entah sedang dimana. Tidak lama kemudian, bell di rumah mewah itu terdengar hingga ke ruang tamu, sehingga Ana lekas-lekas beranjak dari sofa dan menyambut kedatangan Nicho dengan senyum mengembang. Ternyata, Nicho sangat pandai dalam mencari alamat rumahnya yang sekarang. Pintu terbuka. Sepasang mantan kekasih itu refleks saling melempar senyum terba

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status