Share

Bab 38 Mahar Pernikahan

Author: Zia Ivy
last update Last Updated: 2024-12-27 23:49:16

"Itu tidak mungkin dia kan?" Arumi bertanya-tanya dalam hati dengan wajah tertunduk dan terus berpikir. Baginya itu tidak mungkin jika Dewangga. Mengingat lelaki yang telah resmi menjadi suaminya tengah sibuk mengurus pekerjaannya di kantor.

Petugas security komplek itu spontan memuji Arumi di depan pak Harun, sebagai gadis yang paling beruntung karena bisa membuat seorang pria terhormat mencarinya.

Pak Harun dan Marisa semakin penasaran sebenarnya pria mana yang di maksud, terlebih lagi Rania yang terlihat kesal karena di saat hari bahagia malah seperti terjadi kesalahan pahaman malah Arumi yang menjadi pusat perhatian untuk semua orang.

Karena penasaran mereka semua berjalan menuju ke arah gerbang pintu, lalu membukanya tanpa ragu dan melihat ke jalan yang raya yang tepat berada di depan rumah.

Melihat pemandangan beberapa mobil mewah limited edition yang telah berjejer terparkir di depan rumah. Yang berjumlah kurang lebih lima belas unit mobil dari Mercedez, bentley bah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sumini Mini
gimana nih kok nggak ada lanjutannya
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 39 Hampir Tak Percaya

    Marisa mendengus kesal saat melihat Arumi yang terus di sanjung oleh para tengga dan orang-orang di sana di bandingkan dengan putrinya Rania. Belum lagi semua rombongan Dewa terlihat membawa beberapa kotak kado yang terlihat mewah dan mahal. Rania yang masih mematung saat melihat kedatanganya Daniel yang bersamaan dengan Dewa. Membuat dia terlihat sangat badmood saat penampilan mereka berdua bagaimana bumi dan langit. Padahal susah payah Rania bisa merebut Daniel dari Arumi, tapi sekarang malah Arumi terlihat lebih beruntung lagi darinya. Daniel yang masih belum mengerti apa yang sedang terjadi di depan rumah Rania, dengan cepatnya ia menghampiri dan mencecar beberapa pertanyaan. "Sayang! maaf aku dan keluarga ku sedikit terlambat sedikit tadi kami terkena macem," Jelas Daniel sembari meraih dan memegang erat tangan Rania. Rania yang sangat kesal, dia mencoba untuk menghindar, setelah dia tahu jika ternyata ada pria lebih kaya dari Daniel. "Rania!" Rania mendelik, saa

    Last Updated : 2024-12-29
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 40 Sekarang Kau Milikku

    Arumi menutup pintu, setelah Dewa masuk. Untuk pertama kalinya lelaki tampan itu menatap ke semua penjuru ruang kamar yang terlihat sederhana tapi terasa sangat hangat. "Apakah ini kamar mu Arumi?" Dewa melontarkan satu pertanyaan memecah keheningan dan suasana canggung di antara mereka berdua. Arumi terlihat sangat gugup, tapi ia berusaha untuk tetap tenang lalu menjawab. "Iya, ini kamar ku ada yang ingin aku katakan pada mu tuan Dewa," jelas Arumi memulai topik pembicaraan dengan perasaan ragu. Dewa berjalan melihat-lihat isi kamar Arumi sembari memberi perintah agar Arumi to the point untuk mengatakan beberapa hal yang ingin di sampaikan. "Mengajak aku sampai ke kamar pribadi mu sebenarnya apa yang ingin di bicarakan?" bisik Dewa menyeringai. Arumi mengerutkan kening, saat melihat ekspresi wajah Dewa yang terlihat seperti tengah sengaja meledek dirinya. Tapi wanita cantik itu berusaha untuk tetap tenang lalu mengungkapkan beberapa hal yang membuatnya sangat kecewa. "

    Last Updated : 2024-12-30
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 41 Tidak Seperti Biasanya

    Arumi menelan saliva menahan rasa takut yang ada di dalam hati, saat mendengar perkataan dan tatapan tajam penuh penekan, setelah Dewa baru tahu ternyata Daniel adalah mantan kekasihnya. "Tuan Dewa! Lepaskan aku sakit!" Arumi menepis tangan Dewa saat lelaki itu tanpa sadar mencengkram erat lehernya. Dewa tersentak, dengan cepatnya ia melepaskan tangan dan memastikan keadaan Arumi yang hampir tercekik. Dia juga tidak sungkan untuk mengingatkan jika Arumi tidak di perbolehkan lagi untuk bergaul atau pun berkomunikasi dengan pria lain atau pun mantan pacarnya karena akan mempengaruhi statusnya sebagai seorang cucu menantu keluarga Wijaya. Bahkan tanpa sungkan Dewa meraih dan melempar bingkai foto yang istrinya peluk dan membuangnya ke luar jendela. Melihat sikap Dewa yang sangat marah, Arumi tersentak lalu dia mulai protes. "Tuan Dewa! apa yang kamu lakukan? jangan hanya karena orang kaya bisa bersikap semena-mena pada orang lain!" protes Arumi kesal sampai membuat manik mata c

    Last Updated : 2024-12-31
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 42 Menagih Janji

    Siang berganti malam, setelah acara keluarga Rania terlihat masih kesal saat mengingat acara pentingnya dengan Daniel tertunda karena keluarga Wijaya lebih dulu membahas tentang status pernikahan Arumi dan Dewa. "Mah, gara-gara Yumna acara ku gagal malah semua orang memuji dia hanya karena tuan Dewa kaya dan banyak membawa beberapa emas kawinnya. Mana jumlahnya banyak di bandingkan dengan mas Daniel jauh banget," rengek Rania. Yang sangat iri dan tak terima. Marisa menegur putrinya, agar berbicara pelan karena dia tidak ingin suaminya mendengar obrolan mereka berdua. "Hust! Rania! pelankan suara mu sedikit jangan membuat ayah mendengar mu," peringat nya Rania menutup mulut dengan kedua tangannya, lalu duduk dan menatap semua barang-barang mewah milik Arumi yang telah di berikan pada Pak Harun. "Habis aku kesal Bu, kenapa sih dia selalu mendapatkan yang lebih. Apa lagi sekarang dia mendapatkan pria seperti tuan Dewa. Pokonya aku tidak ingin Arumi lebih beruntung dari aku Bu,"

    Last Updated : 2025-01-01
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 43 Rasa Penasaran Arumi

    "Ayah! kenapa bengong?" Pertanyaan Marisa membuyarkan pak Harun yang terlihat sangat di lema dengan janji yang telah dia buat dan janjikan "Ah iya Bu, ayah dengar. Tentu saja nanti kita bicarakan lagi. Sekarang ayah sedikit tenang karena ternyata pria yang bersama Arumi malam itu tuan Dewangga. Setidaknya keluarga Wijaya akan menjadi masa depan yang cerah untuk Arumi," Ungkap Pak Harun bernafas lega. Rania dan Marisa saling menatap kesal, saat membahas tentang Arumi yang membuat mereka muak dan tidak senang. Apa lagi sekarang keberuntungan seolah tengah berpihak padanya Arumi. Membuat Marisa tak sungkan untuk mengingatkan sang suami untuk menepati semua janjinya pada Rania dan Daniel. "Ayah! Rania juga putri ku kan? ibu harap ayah tidak ingkar janji dengan perkataan ayah. Rania rela menjadi pengganti Arumi untuk Daniel jadi saham perusahaan sudah tepat untuk menjadi kado pernikahan mereka," peringat Marisa dengan nada sinis dan meninggi. Pak Harun menghela nafas panjang,

    Last Updated : 2025-01-02
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 44 Harga Mahal Yang Harus Dibayar

    Tangan mungil Arumi masih mengalung erat di rahang tegas Dewa, begitu juga dengan Dewa yang masih memeluk erat pinggang ramping sang istri. Suasana di antara mereka berdua terasa canggung. Dengan cepatnya Arumi melepaskan tangannya, lalu segera menjaga jarak. "Maafkan aku tuan, karena sudah ceroboh," sesal Arumi yang tak berani menatap wajah Dewa. Dewa menghela nafas kasar, saat mengingat jelas bagimana tadi Arumi hampir terjatuh, dan membuatnya benar-benar sangat sulit untuk mentolerir nya. "Bisakah kamu berhati-hati? jangan sampai terjadi apa-apa pada calon bayinya," Dewa berdecak kesal, hampir saja tadi Arumi jatuh dia tidak bisa membayangkan entah apa yang akan terjadi jika dirinya tidak sigap. Arumi tertegun, dia baru sadar di balik sikap arogan Dewa ternyata terselip sebuah perhatian namun sayangnya, ia mulai berpikir jika perhatian itu hanya untuk calon bayinya yang ada di dalam kandungannya bukan untuk dirinya. "Arumi! sebaiknya kamu jangan berpikir yang tidak-tidak

    Last Updated : 2025-01-03
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 45 Ngidam

    Daniel mencerna semua perkataan Rania yang ada benarnya, dan akan menjadi keuntungan mereka berdua. "Kamu benar sayang, aku akan menekan om Harun lagi, dan dia akan merasa bersalah karena Arumi terang-terangan mengkhianati ku," seringai Daniel dengan rencana liciknya. "Tepat sekali sayang, itu maksud ku," Rania tersenyum lalu dia menyodorkan kedua gelas wine yang ada di atas meja mereka. Lalu kedua insan itu pun bersulang untuk merayakan rencana mereka berdua yang tinggal satu langkah lagi akan berhasil. Ciiis! Dua gelas wine saling beradu, mereka meneguknya sampai habis tanpa menyisakan satu tetes pun. Terlihat wajah bahagia dari mereka. "Sayang, aku tidak mengerti kenapa Arumi bisa tidur dengan Dewa. Bukankah kamu sendiri yang menyuruh pria itu untuk meniduri Arumi tapi ko bisa dia bersama Dewa?" Daniel terheran. Rania berpikir sejenak padahal dia juga Masih ingat jelas jika waktu itu memberikan kartu dan kunci kamar hotel yang benar yang sengaja dia booking. "Entahl

    Last Updated : 2025-01-04
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 46 Kejutan Pahit

    Dewa menatap tajam pada Arumi, membuat wanita cantik itu pun seketika terdiam. Karena dia paham jika pria yang sudah menjadi suaminya itu seolah menunjukkan jika dirinya tidak senang. "Pelayan! tolong kamu siapkan beberapa menu terbaik di Resto ini," Titah Dewa dengan nada bariton yang terdengar angkuh dan dingin. Dengan sigap, Rasti pun segera melaksanakan perintah tamu VIP yang begitu di segani di resto mereka. "Baik, tuan nyonya. Makanan akan segera tersaji beberapa menit lagi," ujar Rasti yang segera undur diri. Setelah tidak ada orang lagi di meja mereka, Dewa tanpa Ragu menegur Arumi atas sikapnya tadi. "Arumi! aku harap kamu tidak lupa dengan peran mu saat ini, sebagai nyonya dan cucu menantu keluarga Wijaya. Aku tidak suka kamu begitu mudah untuk bergaul dengan sembarang orang jadi tolong jaga image mu!" peringat Dewa kesal. Arumi tersentak, saat mendengar kata-kata Dewa yang terdengar tidak enak di dengar. "Maaf tuan Dewa, aku tahu sekarang aku sedang menyandang st

    Last Updated : 2025-01-04

Latest chapter

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 143 Kecurigaan Arumi

    "Arumi! aku tahu kamu masih belum bisa melupakan Dewa, tapi lebih baik kamu mencoba untuk membuka hati bagi pria lain yang lebih menghargai mu, termasuk aku. Aku sudah lama menyukai mu jadi maukah kamu menerima cinta ku," Adrian mengungkapkan perasaannya untuk yang kesekian kalinya. Arumi menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkanya pelan. Sebenarnya dia merasa sangat risih setiap kali Adrian mengungkapkan perasaannya. Karena bagi Arumi kepercayaan bagi seorang pria untuk saat ini sangatlah sulit. "Arumi! bagaimana apakah kamu mau menjadi pacar ku. Aku tidak peduli jika kamu hanya memanfaatkan aku demi menghindari Dewa jika kalian bertemu suatu hari nanti," Celetuk Adrian yang berusaha meyakinkan Arumi agar mau menerima cintanya. Arumi terdiam merenung sejenak, saat mendengar Adrian yang terus memohon agar mau menerima ungkapan cintanya. "Kamu setuju kan?" Adrian memastikan lagi, Arumi merasa tidak enak hati padahal sudah beberapa kali dia menjelaskan jika dirinya tidak in

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 142 Dinner Spesial

    Disebuah kafe, Adrian mengajak Arumi masuk ke sana, setelah singgah ke restoran tempat favoritnya sudah tutup membuat mereka terpaksa memilih kafe yang masih buka di pusat kota. "Arumi, gimana kalau kita makan di sini saja apa tidak apa-apa?" tanya Adrian memastikan lebih dulu. Arumi yang masih mengedarkan pandangan di area luar kafe, dia merasa sedikit tidak enak hati berharap jika dirinya tidak akan bertemu Dengan orang-orang yang telah menjadi bagian dari masa lalunya. Melihat Arumi yang masih berdiri mematung seolah terlihat bimbang, membuat kedua alis Adrian terangkat penuh keheranan. Lalu memberanikan diri bertanya apa yang wanita cantik yang ada di depannya itu terlihat resah Arumi pun menyahut dan menyanggah pertanyaan Adrian. "Aku tidak apa hanya saja tempat ini amankan?" Arumi memastikan lagi. Adrian hanya menarik nafas dalam-dalam, lalu dia berusaha meyakinkan pada Arumi, jika dia tidak perlu sungkan lagi selama masih ada dirinya di samping. "Arumi! selama aku

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 141 Terlalu Gengsi

    Setelah menunggu sekitaran dua puluhan menitan, Adrian sangat terkejut saat Arumi mulai membuka pintu dan terlihat sudah siap untuk berangkat. "Mas Adrian! maafkan aku, pasti sudah menunggu lama ya?" Arumi merasa tidak enak hati. Tentu saja Adrian menjawab jika dia tidak keberatan sama sekali. Tak ingin rencananya gagal Adrian tanpa ragu segera mengajak Arumi pergi ke Resto yang sudah dia booking. "Sudah siap kan? sekarang lebih baik kita pergi keburu malam." "Iya, mas. Tapi aku tidak bisa lama-lama karena beberapa contoh desain untuk besok belum selesai," Arumi sengaja mewanti-wanti lebih dulu. Sebagai teman dan bos pun Adrian setuju, dan berjanji jika mereka tidak akan lama berada di luar. Setelah sepakat mereka berdua bergegas masuk ke dalam mobil saat supir pribadi Adrian membukakan pintu untuk sang tuan. "Tuan, nona silahkan," ujar sang supir sembari membungkukkan badan dengan penuh hormat. Adrian dan Arumi duduk di jok belakang. Suasana di antara mereka terlihat sa

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 140 Obsesi Adrian

    Nyonya Retha menatap tajam Dewa, dia tidak pernah menyangka jika putranya begitu lancang melawan dirinya. Padahal selama ini selalu patuh dan selalu memprioritaskan dirinya. "Dewa! jangan membantah ibu, apa yang ibu pilihkan itu yang terbaik untuk mu," Bentaknya. Dewa yang saat ini tengah merasakan kekacauan di dalam hatinya, kini dia memilih untuk pergi keluar tanpa menghiraukan lagi perintah yang sudah membuatnya sangat muak. "Dewa! tunggu, ibu belum selesai berbicara," panggil nyonya Retha dengan nada tinggi dan menatap tajam pada putra sulungnya. Saat perkataan tidak di gubris. Nyonya Rima yang baru keluar dari kamarnya, wanita tua itu di dampingi kedua pelayan lalu menghampiri Margaretha dan menegurnya karena menurutnya sikapnya terlalu berlebihan. "Retha! lebih baik kamu jangan selalu menekan Dewa, bagaimana pun juga dia sudah dewasa dan tahu kebahagiaan untuk dirinya sendiri," Protes Nyonya Rima menatap kesal putrinya. Margaretha mendelik, dia merasa jika dirinya

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 139 Seribu Kali Lebih Baik

    Suster Rini mencoba untuk melihat sosok pria yang ada di dalam foto yang di pegang oleh Excel, terlihat sangat tampan dan gagah. "Pria ini kenapa terasa tidak asing ya?" gumam Suster Rini sembari memutar kedua bola matanya. Excel menatap suster Rini, lalu jagoan kecil itu bertanya karena penasaran. "Suster!" panggil Excel dengan nada gemasnya. Seketika suster Rini terbuyar dari lamunannya, lalu duduk dan jongkok. "Iya ada apa Excel?" sahut suster Rini sembari mengelus kepala jagoan kecil itu. "Suster kenal tidak sama om tampan ini? ko bisa ada di lemari mommy ya?" tanya Excel penasaran. Suster Rini tersenyum lalu dia menjawab, jika tidak mengenal pria itu akan tetapi wanita itu sedikit mulai menatap jelas foto sang pria dengan wajah Excel yang memiliki kemiripan. "Suster gak tahu anak manis, tapi nanti akan coba suster cari tahu ya, sekarang makan dulu biar cepat besar dan nanti bisa cari dady gimana?" bujuk suster Rini sembari menyodorkan makanan di atas sendok. Excel

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 138 Rasa Penasaran Excel

    "Cukup Laura! berhenti berteriak di depan ku!" Dewa menghardik Laura, di saat kekasih di masa kecilnya itu terus menuntut untuk menikah membuatnya semakin emosi sampai memegang kepala yang masih terasa sakit dan pusing karena pengaruh alkohol yang belum sepenuhnya hilang. Laura tergugu, baru kali ini dia melihat ekspresi Dewa yang sangat marah. Padahal selama mereka pacaran dulu tidak pernah membentak membuat wanita berprofesi sebagai model itu semakin tidak tenang. "Tidak bisa! jangan menyuruh aku untuk diam, kesabaran aku sudah habis mas. Aku kembali hanya untuk kami demi meneruskan impian masa depan kita," Ungkap Laura dengan keinginannya. Semakin di desak Dewa semakin emosi, apa lagi dia yang tidak suka di atur oleh seorang wanita membuatnya terpaksa mengucapkan peringatan untuk uang kedua kalinya di saat mereka berdua beradu argument. "Berhenti! atau aku tidak akan mengijinkan mu menemui ku di mana pun berada," Ancam Dewa terlihat serius. Seketika Laura terdiam dan

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 137 Rindu Yang Menyiksa

    Arumi tercengang, saat melihat dan mendengar pertanyaan cinta Adrian yang membuatnya tak habis pikir dan sulit untuk di percaya, karena selama ini sosok lelaki yang ada di depannya itu telah ia anggap sebagai Kaka senior tidak lebih dari itu. "Arumi! apa kamu mendengar ku?" Adrian memegang erat tangan Arumi, sembari menatap dalam tanpa berkedip sedikit pun. Keduanya saling menatap satu sama lain, terutama Adrian, seolah tak ingin melepaskan pandanganya walaupun sebentar saja. Berbeda hal dengan Arumi. Wanita cantik itu berusaha memalingkan wajah ke samping. Rasanya begitu berat untuk menjawab tapi ia memberanikan diri walaupun tidak tahu jawabannya akan di terima atau tidak oleh Adrian. Setelah menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya pelan, Arumi memberikan sebuah jawaban. "Mas Adrian! kamu adalah pria baik, rasanya sangat cocok jika mencari seorang gadis di luar sana yang masih single, tidak seperti aku." Lirih Arumi yang merasa sangat insecure. Namun yang jelas dalam

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 136 Jadilah Pacar Ku

    Adrian tidak yakin saat mendengar perkataan Arumi, yang sudah tidak peduli lagi pada Dewa. Karena terdengar dari nada suaranya yang penuh dengan keterpaksaan. "Benarkah seperti itu? apa kamu tidak marah melihat berita skandal tentang mereka?" Adrian memastikan kembali. Arumi rasanya sangat sesak setiap kali ada orang yang membahas tentang Dewa, yang sudah pelan dia lupakan meskipun ada luka hati yang sangat sulit untuk dia sembuhkan. "Cukup tuan, tolong jangan bahas tentang mereka lagi," Pinta Arumi dengan nada sedikit tinggi. Untuk yang pertama kalinya, Adrian sangat terkejut saat melihat Arumi sampai marah dan terlihat sangat serius. "Baiklah, maafkan aku. Aku tidak akan membahas tentang dia lagi," Sesal Adrian. Arumi tidak banyak bicara lagi, satu panggilan dari baby sisternya membuat dia begitu antusias, karena pasti jagoan kecilnya yang ingin menelpon. Setelah menjaga jarak di saat mengangkat telepon dari Excel, Arumi terlihat sangat senang mengingat beberapa jam y

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 135 Aku Tidak Mau Peduli Lagi

    Dewa menghela nafas jengah, saat Laura terus menuntut agar segera menikahinya. Tak ingin banyak bicara lelaki tampan itu pun keluar dari kamar tanpa bicara lagi. "Mas Dewa! tunggu," Laura tidak terima di tinggal begitu saja. Dia berjalan mengikuti Dewangga. Hingga terlihat beberapa kelompok paparazi yang sudah sigap mencari bahan berita terutama seorang Dewa, selain di kenal sebagai CEO muda yang tengah jadi perbincangan hangat di khalayak umum. Terutama sejak berita sang istri pergi. Dewa terkejut, saat melihat para wartawan itu menghadang dirinya dengan beberapa bidik kamera, dan mereka juga melontarkan beberapa pertanyaan padanya. "Tuan Dewa! kenapa anda dan nona keluar dari ruangan kamar yang sama? jangan bilang kalian berdua sudah merajut tali kasih kembali?" celetuk salah satu wartawan tanpa ragu. "Iya benar, apa kalian sudah bersama lagi? lalu bagaimana dengan nona Arumi?" sambung karyawan lainnya. Dewa semakin kesal saat melihat dan mendengar pertanyaan para war

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status