"Aku tahu pernikahanmu pasti tidak bahagia kan?" tebaknya.
"Jangan sok tahu kamu, lepaskan tanganku!"
"Kalau kamu bahagia dengan pernikahanmu, Ana. Kamu pasti tidak akan pernah melepas cincin kawinmu, atau lupa mengenakannya lagi setelah mandi. Dan tidak akan ada mata panda di kedua mata indahmu itu. Apa kamu menangis setiap malam, Ana?" tanya Davin lembut.
"Apapun yang terjadi di dalam rumah tanggaku, itu bukan urusanmu, Vin! Berani kamu menahanku lagi, aku akan menyuruh kedua bodyguardku itu untuk menenggelamkanmu ke laut itu!" geram Aliana sambil menepis tangannya sebelum balik badan meninggalkan Davin.
Sepertinya Davin mengira Aliana tidak main-main dengan ancamannya, karena pria itu tidak menahan langkahnya lagi.
Setelah melewati perjalanan udara kurang lebih sebelas jam untuk mencapai Seoul dari Paris, Elrick harus menelan kekecewaannya, karena ternyata Aliana tidak berada di Seoul.Elrick harus mengancam pengawal Alson terlebih dahulu, barulah pengawal itu mau mengatakan di mana Aliana berada sekarang. Dan Elrick harus terbang lagi ke Pulau Jeju, untuk mengejar istrinya itu."Ingat, Boss. Jangan memarahi Nona Aliana karena meninggalkan anda. Seorang introvert sangat ... Sangat sensitif!" saran Jack, dalam perjalanan ke Pulau Jeju."Iya, saya tahu!" sungut Elrick."Seharusnya anda ingat apa yang pernah saya jelaskan ke anda mengenai pribadi introvert. Berbeda dengan kita, seorang introvert harus berjuang untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Terkadang mereka menunj
"Leon ikut Daddy yaa. Kita jalan-jalan, Ok?" tanya Elrick dengan suara lembut, dan Leon mengangguk."Gendong Leon dan bawa masuk ke dalam mobil!" perintah Elrick pada suster Cici.Suster Cici meminta persetujuan Aliana lewat tatapan matanya, setelah Aliana mengangguk baru ia mengambil Leon dari gendongan Aliana."Aku akan membawa Leon, sedang kau dengan anak yang sedang kau kandung itu, setelah sampai di tempat aman, baru aku akan melepaskan kefua bodyguardmu dan juga mantan kekasihmu itu!" tegas Elrick sebelum balik badan dan bersiap naik ke mobilnya meninggalkan Aliana."Rick, tunggu Rick!" cegah Aliana sambil menarik tangan Elrick."Apa lagi?" tanya Elrick dengan tidak sabar.
"Kamu yang membuatku seperti ini, kamu yang jahat!""Apa aku jahat karena menginginkan istri dan anakku kembali? Apa aku jahat karena tidak ingin terpisah dari istri dan anakku?"Dengan kedua tangannya yang mengepal, Aliana terus memukuli dada Elrick, atau berusaha mendorongnya menjauh, yang keduanya terasa sia-sia, karena Elrick tetap saja tidak bergeming."Apa kamu mau hidup dengan wanita yang sudah membencimu? Karena saat ini aku sudah membencimu dengan sepenuh hatiku!”"Tidak masalah, selama kamu selalu berada di dekatku. Kamu dan anak kita Leon, juga anak yang di dalam kandunganmu saat ini, My Luv!" timpal Elrick sambil mengusap lembut perut Aliana, sebelum membopongnya dan memindahkannya ke tempat tidur.Aliana langsung balik badan memunggungi Elrick, dan Elrick duduk di pinggir tempat tidur menghadap ke punggung istrinya yang sedang merajuk itu."Maaf kamu harus mendengar semuanya, tapi tidak ada niat sedikitpun di hatiku untuk menikahi Gwen. Aku berkata seperti itu semata-mata
Elrick bangun dari tidur lelapnya setelah hampir dua malam ia tidak bisa tidur, dan langsung mengerang pelan saat merasakan nyeri di kepalanya. Elrick teringat semalam ia minum terlalu banyak, hingga salah satu bodyguardnya harus memapah Elrick ke kamarnya yang terkunci. Yang untungnya Elrick menyimpan kunci cadangan kamar itu di saku celananya, karena ia sudah bisa menebak kalau Aliana akan mengunci kamar mereka.Setelah mengunci pintu kamarnya lagi, Elrick langsung menghampiri Aliana yang tengah tertidur pulas. Dan ia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menyentuh istrinya itu. Awalnya Elrick hanya ingin sekedar memeluk aliana, tapi ternyata gairahnya langsung naik, dan ia tidak dapat menahannya lagi."Ya Tuhan, apa aku bermain kasar semalam?"Ellrick segera duduk, Aliana sudah tidak berada di sana. Wanita itu mungkin sedang bermain dengan Leon, atau mungkin bertambah marah padanya sekarang. Membayangkan Elrick bermain kasar dan membuat Alian
Sesampainya di Amsterdam, Elrick tidak membawa Aliana ke Penthousenya, melainkan ke rumah pribadi Elrick. Meski begitu Aliana tetap bersyukur karena mereka tidak kembali ke rumah Granny.Setelah kejadian di ruang makan tadi, mereka sebisa mungkin saling menghindari satu sama lain, bahkan dari bandara ke rumah Elrick pun mereka menaiki mobil terpisah, Aliana dengan suster Cici, sementara Leon satu mobil dengan Elrick. Membuat Aliana khawatir di sepanjang jalan, Aliana takut Leon dibawa kabur suaminya itu. Dan sesampainya mereka di rumah Elrick, Aliana pun berdoa di dalam hatinya, semoga saja mereka tidur di kamar terpisah juga.Dibanding rumah di sekitarnya, desain rumah Elrick terlihat lebih modern, tidak ada jendela besar khas rumah di Belanda pada umumnya, dan Elrick memakai gordyn bukan untuk menutupi area dalam rumahnya dari luar, tapi lebih untuk hiasan di daun jendelanya. Untuk warna cat dinding dan furniturenya tidak jauh berbeda dengan d
Ini hari kedua Jack menemani Elrick di Penthousenya. Bukan karena tuannya itu yang meminta Jack untuk menemaninya, tapi Jack yang merasa khawatir dengan kondisi Elrick saat ini.Elrick beralasan banyak kerjaan di kantornya hingga tidak pulang ke rumahnya, tempat anak dan istrinya berada. Yang bisa Jack tebak, Elrick hanyalah mau menghindar dari Aliana, sekaligus menjernihkan kembali pikirannya. Mungkin ada baiknya juga mereka tidak bertemu selama tiga hari, supaya masing-masing dari mereka saling introspeksi diri.Sambil terus menegak Vodka langsung dari botolnya, Elrick menceritakan kejadian di ruang makan pesawat pribadinya. Saat ia bersikap seperti orang bar-bar, bahkan menuduh Aliana berselingkuh dengan Davin."Lukai tubuhnya, maka luka itu akan sembuh dalam beberapa hari. Tapi kalau anda melukai hatinya, itu akan membekas selamanya, Tuan.""Apa kau pikir saya sangggup melayangkan tangan saya padanya? Bodoh kau, Jack!" geram Elrick l
"Benar ini alamat rumahnya?" tanya appa Alex pada Keanu, yang menemaninya ke rumah Oma Altra, neneknya Elrick. "Iya, Om!" jawab keanu mantap. "Bunyikan klakson biar pengawal itu membuka pintu untuk kita!" perintah appa Alex pada supirnya, yang langsung menekan klakson mobil berkali-kali sampai seorang pengawal keluar dan menghampiri mereka. "Maaf, mau mencari siapa?" tanya pengawal itu. "Apa Oma Tiara ada di rumah?" tanya Keanu. "Sudah buat janji dengan beliau?" "Cepat buka saja pagar ini atau saya akan menerobos masuk secara paksa!" geram appa Alex dengan tidak sabar. Pengawal itu menjulurkan kepalanya untuk melihat penumpang di kursi belakang, dan wajahnya seketika memucat, "Buka pagar, Tuan Alex mau bertemu dengan Nyonya Altra!" seru pengawal itu pada rekannya, lalu kembali mengalihkan perhatiannya ke appa Alex, "Maaf, untuk ketidak nyamanannya,
Cornelia mendengar dengkuran Oma Altra, lalu menghitungnya dalam hati, sekali, dua kali, hingga sampai lebih dari sepuluh kali, barulah dengan perlahan-lahan Cornelia turun dari tempat tidur yang ia tempati bersama dengan Omanya itu.Sambil berjinjit ia melangkah pelan ke arah pintu, dan sama pelannya saat membuka dan menutupnya kembali.Matanya langsung tertuju ke arah Keanu yang sedang tertidur di sofa panjang, Cornelia bergegas mendekatinya."Sstt Ken, bangun," bisiknya, tapi Keanu masih juga terlelap.Cornelia menundukan sedikit badannya untuk meniup telinga Keanu, lalu memekik kaget saat Keanu terbangun dan dengan sigap meraih pundak Cornelia lalu mengunci Cornelia di bawahnya,"Lia?" tanyanya setelah terbangun sepenuhnya.Keanu berniat menjauh tapi Cornelia menahannya dengan melingkarkan kedua tangannya di leher Keanu, "Mau ke mana, Sayang?" tanyanya sambil tersenyum menggoda."Lepas , Lia. Ini tidak lucu
"Oo, jadi ini cucu ganteng Opa," sapa daddy Aldrick saat Aliana dan yang lainnya sampai di rumah Granny.Leon semakin mengeratkan pelukannya di leher Elrick, karena baru sekali melihat daddy Aldrick, anak itu masih sedikit merasa takut, atau malu."Leon, ayo sapa Opa," ujar Elrick, alih-alih menyapa, Leon malah menyurukkan wajahnya ke leher Elrick sambil menggelengkan kepalanya."Maafkan Leon, Dad," desah Elrick."Tidak apa-apa. Biasa anak kecil lebih pemilih pada seseorang," balas daddy Aldrick lalu beralih ke Aliana,"Nah, ini menantu Daddy kan? Senang bertemu denganmu, Sayang," lanjutnya menyapa Aliana sambil mengulurkan tangannya, dan Aliana langsung membalasnya."Iya, Dad. Senang bertemu denganmu juga." Daddy Aldrick lanjut menyapa eomma Sonya dan appa Alex, mereka langsung terlibat percakapan serius.Elrick kembali merangkul pinggang Aliana, dan membimbingnya masuk ke dalam rumah, "Ayo kita temui Granny
"Mommy, Daddy!" pekik Leon sambil lari ke arah Aliana dan Elrick.Kali ini Aliana mengalah, ia membiarkan Leon memeluk Elrick terlebih dahulu, membiarkan anak dan daddy melepas rindu setelah berhari-hari tidak bertemu."Waahh baru berapa hari Daddy tidak melihat Leon, sekarang kamu sudah tumbuh besar saja yaa... Sudah bisa jaga Mommy yaa?" tanya Elrick dan Leon mengangguk,"Eon jaga Mommy. Jaga daddy juga." jawabnya."Leon bisa jaga Daddy juga? Pintarnya anak Daddy. Daddy bangga sekali sama Leon." Leon mengangguk sebelum melepas pelukannya, lalu beralih ke Aliana yang langsung jongkok dan memeluk Leon,"Leon tidak nakal kan, Sayang?" tanyanya, dan Leon menggelengkan kepalanya."Bagus, sekarang siap-siap kita jalan-jalan lagi, Ok?"'Kemana, Mommy?" tanya Leon sambil memainkan rambut Aliana,"Ke tempat Granny. Yang banyak bebeknya itu," jawab Aliana dan Leon langsung memekik girang,"Yeeyy. Eon
Aliana dan Elrick duduk santai di balkon kamar mereka, yang menghadap langsung ke ke teluk Tigullio, di salah satu resor di Nozarego, yang masih masuk ke dalam bagian dari Santa Margherita Ligure, yang terletak diantara resor tepi laut Portofino dan Chiavari. Mereka memutuskan bermalam di resor ini untuk melepas rindu, dan berbicara dari hati ke hati demi kelangsungan kehidupan pernikahan mereka."Apa kamu mau ke kota Genova, My luv? Jaraknya tidak terlalu jauh dari sini," tanya Elrick, sebelah tangannya di lampirkan di atas pundak Aliana."Kota Genova yang mempesona dan bersejarah. serta desa kecil yang menghiasi pantai dan juga perbukitan. Aku mau menjelajahi desa-desa itu, Rick. Tapi tidak sekarang. Aku belum tenang kalau masalah Leuis belum selesai," jawab Aliana sambil menyandarkan kepalanya di bahu Elrick."Ya, sekarang kamu juga sedang hamil. Mungkin kalau anak-anak kita sudah menikah semua, dan sudah memberikan cucu untuk kita, baru kita
"Boss, ada Tuan Elrick di sini!" lapor Ekram ke appa Alex."Mau apa begundal itu?" tanya appa Alex."Katanya mau menyelesaikan masalah dengan Nona Aliana, Boss," jawab Ekram."Siapkan speed boat, saya akan menyusul ke sana!""Baik, Boss.""Ada apa, Lex?" tanya eomma Sonya."Bersiaplah, My Queen. Kita akan menyusul anak dan menantu kita," jawab appa Alex sambil mencubit gemas hidung eomma Sonya."Kemana? Bukannya Elrick sedang di Amsterdam?""Ke Santa Margherita Ligure. Elrick sudah berada di sana.""Santa Margherita? Aku belum pernah ke sana. Baiklah aku siap-siap dulu!" pekik eomma Sonya senang, lalu bergegas ke kamarnya."Sus, tetap di resor ini dan jangan keluar. Kalau perlu apa-apa, jangan sungkan-sungkan meminta bantuan mereka!" seru appa Alex sambil menunjuk ke empat bodyguard yang sedang berjaga-jaga di depan resor."Ya, Tuan." "Opal mo ke mana?" tanya Leon.S
"Katakan dulu dimana Daddymu? Kenapa dia tidak mendatangiku?" tanya mommy Gisya. "Aku meninggalkannya di rumah Granny," jawab Elrick sambil menyeringai lebar, dan mengusap leher belakangnya. "Ya Tuhan, Rick. Apa yang ada dipikiranmu hingga meninggalkan Daddymu?" Elrick merangkul bahu aliana sebelum menjawab, "Tentu saja pikiranku saat itu sedang dipenuhi istri cantikku ini, Mom. Aku dan Jack baru saja menemukan jejakmu, dan kami langsung terbang ke Italia." Mommy Gisya memicingkan kedua matanya, "Bagaimana kamu bisa tahu Aliana sedang bersama Mommy?" "Kau dan Daddy, kalian tidak pernah terpisahkan satu dengan yang lainnya, lalu tiba-tiba Daddy berada di Amsterdam dan kau di Portofino. Sudah pasti aku langsung mencurigai kalian." "Apa saat kamu pergi, Daddy tidak sedang bersamamu?" "Daddy sedang berbicara dengan Granny." Melihat wajah Elrick yang tiba-tiba kembali
Setelah melihat tanda keluarganya ada di punggung belakang Leuis, Elrick langsung mengumpat pelan, dan segera bergegas ke luar rumah dengan amarah yang memuncak. Ia memang dalam keadaan mabuk dan tidak sadar saat bersama Bella malam itu, tapi Elrick yakin mereka tidak melakukan apapun selain tidur bersama. Karena mereka dalam keadaan sama-sama mabuk.Selain itu Elrick hafal betul dengan perilaku Bella. Wanita itu tidak berga*rah dengan pria yang pasif, ia baru mau melakukannya saat sama-sama berga*rah. Dan Elrick semakin yakin, masalahnya dengan Bella tidak sesederhana kelihatannya.Elrick butuh Aliana. Ia membutuhkan dukungan dari wanita yang sangat ia cintai itu. Seandainya Aliana percaya sedikit saja padanya, mereka pasti akan bisa melewati masalah rumah tangganya ini dengan baik.Ya, rasa percaya dan dukungan tanpa batas dari Aliana untuknya. Itulah yang Elrick butuhkan saat ini."Jack, kesini kau!" panggil Elrick, Jack pun langsung
Santa Margherita Ligure, kota tepi pantai yang indah. Salah satu dari sekian banyak daya tarik di wilayah Portofino ini. Dengan perahu layar yang terombang ambing di marina yang penuh warna, dan pantainya yang berkerikil.Pelabuhannya yang dilapisi pohon palem berbatasan dengan tepi laut. Sementara di belakangnya, rumah-rumah bercat pastel seperti merangkak ke atas bukit. Yang dipenuhi dengan hutan hijau nan subur dan perkebunan zaitun. Seperti halnya pada kota-kota Riviera lainnya, Santa Margherita Ligure menawarkan daya tarik Portofino dengan tata letaknya yang indah, bangunannya yang berwarna-warni, dengan pohon palem yang menaungi kawasan pejalan kaki di tepi laut.Aliana dan mommy Gisya masuk semakin ke dalam, mereka menyusuri jalan-jalan abad pertengahan yang sempit dan berliku-liku itu, yang diapit restoran, kafe dan pertokoan dengan arsitektur yang menarik."Kamu suka?" tanya mommy Gisya.Sebenarnya kali ini Aliana kurang menikma
Sementara itu, daddy Aldrick menerima pesan pendek dari istrinya, sebuah foto keluarga. Lebih tepatnya foto mereka yang di ambil wartawan tadi, yang sudah di diedit sedemikian rupa hingga terlihat seperti foto keluarga yang sebenarnya."Bisa kalian jelaskan apa maksud dari foto ini? Dan kenapa bisa Gwen langsung mengirim foto ini ke Aliana?" tanya daddy Aldrick, membuat wajah Gwen seketika memucat, dan bertanya-tanya di dalam hatinya, bagaimana bisa daddy Aldrick mengetahuinya?Daddy Aldrick melayangkan tatapan menuduh pada granny, "Kau baru saja berbohong, Mama. Kalau wartawan itu bukan atas perintahmu, lantas atas perintah siapa Gwen mengirim foto ini ke Ana? Apa Gwen bertindak sendiri tanpa sepengetahuanmu?" "Mama benar-benar tidak menyuruh siapapun untuk memanggil wartawan, Al! Demi Tuhan, Mama tidak melakukan itu!" jawab granny.Tatapan menuduh daddy Aldrick beralih dari granny ke Gwen, "Berikan ponselmu, Gwen!" serunya sambil mengulurkan
"Hai, kalian bertiga lihat sini!" teriak seseorang, bukan hanya Elrick, Bella, Leuis saja yang melihat ke arah orang itu, tapi yang lainnya juga, mereka semua melihat ke arah wartawan yang sedang mengarahkan kameranya ke mereka dan langsung memotretnya dengan cepat, sebelum akhirnya melarikan diri."Jack! Cepat tangkap pria itu!" raung Elrick dengan suara yang menggelegar, membuat tangis Leuis langsung pecah."Dan kau! Suruh anakmu itu diam!" bentaknya pada Bella, membuat napas wanita itu tercekat, dan langsung membawa Leuis menjauh dari Elrick.Tatapan tajam Elrick beralih ke granny dan Gwen, "Ini ulah kalian. Ya kan?" tanyanya dingin.Seperti biasa granny hanya mengangkat dagunya, dan Gwen bersembunyi di balik granny, "Kalau iya, kenapa?" tantang granny."Kau dengar sendiri, Dad? Granny sudah mengakuinya. Itu berarti mulai detik ini juga, putus hubunganku dengannya!" seru Elrick.Daddy Aldrick memegang pundak Elrick, lalu menu