Share

Bab 1804

Penulis: Awan
Yuna tentu tahu apa risikonya menantang lawannya secara terang-terangan. Sekilas dia terlihat tenang sambil memegangi perutnya, tetapi tanpa sadar dia mengepalkan tangan bersiaga apabila sewaktu-waktu dia diracuni.

Pria pendek itu tersenyum, dengan kedua matanya yang tajam itu dia menatap Yuna. Setelah beberapa detik berlalu, dia melepaskan tawa yang menusuk telinga, dan berkata, “Ya, apa yang kamu katakan nggak salah! Di dunia ini memang nggak ada sesuatu yang pasti! Nggak akan ada yang tahu apa yang terjadi besok. Jangankan besok, kita nggak akan tahu apa yang terjadi sedetik berikutnya! Tapi aku bisa kasih tahu kamu dengan pasti, kalau kamu macam-macam denganku di sini, aku akan membuat keluargamu celaka! Kalaupun aku mati duluan, akan ada orang lain yang menggantikan posisiku!”

Andaikan situasi memungkinkan, Yuna sudah tidak sabar ingin berlari dan mencekik leher pria pendek itu dengan kedua tangannya, atau menggunakan ilmu bela diri yang Yuna kuasai untuk menyiksanya sampai mati,
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1805

    Pria pendek itu tertawa menanggapi pertanyaan Yuna dan membalas, “Soal itu kamu nggak perlu khawatir. Bisa saja kamu atau aku, atau siapa pun yang cukup pintar, tapi yang pasti bukan sekumpulan manusia bodoh di luar sana.”“Jadi kamu merasa diri kamu sendiri pintar?” tanya Yuna tanpa menutupi kebencian yang terasa dari ucapannya.“Oh, jelas! Bukankah semua kejadian yang terjadi baru-baru ini menjadi bukti? Semua itu terjadi karena buah dari pemikiranku. Dunia ini jadi kacau balau karena rencanaku. Kalau bukan kamu yang datang mengacau, percayalah, rencanaku sudah terwujudkan sejak lama!”Dipikir-pikir memang sangat disayangkan, andaikan saja dari awal dia sudah mengajak Yuna untuk bekerja sama, mungkin semuanya akan berjalan lancar tanpa kendala. Hanya saja pada saat itu dia tidak menyangka Yuna begitu berpengaruh. Dengan perginya Yuna dari lab waktu itu, mereka kekurangan orang yang bisa menggabungkan wewangian dengan obat, alhasil rencana mereka jadi terhambat hingga sekarang. Yuna a

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1806

    “Nggak bisa!” Yuna menolak tegas. “Aku masih punya pekerjaan, keluarga, dan teman di luar sana. Kalau aku serahkan HP-ku, gimana aku bisa menghubungi mereka nanti? Aku datang ke tempat ini untuk membantu kalian, bukan untuk menjadi tawanan. Lagi pula, HP itu adalah privasi setiap orang, mana mungkin aku serahkan ke orang lain, terutama kamu. Dan dari mana aku bisa tahu kalau kamu berjanji nggak akan menyakiti keluargaku. Aku harus tetap bisa memastikan keamanan mereka setiap saat!”“Nggak usah berpikir berlebihan,” kata pria itu. “Berhubung kamu sudah bersedia untuk bekerja sama dengan kami, sudah pasti kami akan memperlakukan kamu seperti rekan sendiri. Apa juga untungnya bagi kami dengan mempersulit kamu, dan kami juga nggak punya kepentingan untuk menyakiti keluargamu. Kami juga nggak mau terjadi masalah yang nggak perlu.”“Bercanda! Apa penduduk nggak bersalah yang kalian jadikan korban masih kurang banyak? Kalau kalian nggak percaya padaku, kenapa aku harus percaya pada kalian? Ka

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1807

    Yuna dan Shane turun menggunakan lift lain. Awalnya Yuna pikir dia akan langsung dibawa ke laboratorium tempat dia akan bekerja nanti, tapi ternyata Shane membawanya ke ruang istirahat terlebih dahulu.Sepanjang perjalanan, Yuna mengamati banyak kamera pengawas yang ditempatkan di setiap sudut ruangan. Yang terlihat saja entah sudah berapa banyak, belum lagi kamera yang tersembunyi. Dengan kata lain, siapa pun yang bekerja di tempat ini akan terus diawasi dan hidup berada di bawah pengawasan mereka setiap saat.Shane hanya mengantar Yuna tanpa berbicara sepatah kata pun. Dalam situasi yang sunyi senyap itu mereka berpindah lantai, lalu naik dan tibalah di sebuah kamar. Sampai momen di mana Shane membukakan pintu kamar tersebut dengan sandi, barulah dia berbicara kepada Yuna menyuruhnya untuk masuk.Dengan sedikit keraguan, Yuna melihat apa saja yang ada di dalam kamar itu. Di dalam hanya ada beberapa perabotan yang tua dan sederhana tapi bersih. Semua yang dibutuhkan ada di sana. Yuna

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1808

    “Aku sudah janji sama Brandon akan menjaga kamu. Aku nggak akan membiarkan kamu mati di tempat ini.”Shane mengucapkan janjinya kepada Brandon sekali lagi dengan tegas, walau begitu, Yuna tidak menganggap serius ucapannya itu. Yuna pun melihat sekelilingnya dan mendapati kamarnya memang tidak terlalu besar, tetapi masih lebih baik daripada kamar yang dia tempati sewatu bekerja di Departemen X. Tempat tidur dan segala kebutuhan lain sudah tersedia. Kemudian Yuna memeriksa kamar mandi untuk memastikan tidak ada kamera pengawas yang tersembunyi di sana.Setelah sekian lama berjalan, Yuna mulai merasa lelah. Dia duduk di kurs yang ada di dekatnya dan melihat Shane yang masih berdiri di sana dengan wajah murung.“Sudahlah, nggak perlu tegang begitu. Aku juga bertindak bukan berdasarkan dorongan emosi sesaat. Entah tadi aku ngomong begitu atau nggak, aku akan tetap dibunuh begitu aku nggak berguna lagi bagi mereka. Jadi untuk apa juga aku harus berhati-hati. Selama aku masih bisa berguna unt

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1809

    Setelah Shane pergi, Yuna mengamati kamarnya dengan saksama dan baru mengerti mengapa Shane melakukan itu tadi. Kamar ini dilengkapi dengan sistem pengawasan yang terhubung langsung dengan ventilasi udara. Seluruh kamar, bahkan bisa dibilang seluruh gedung ini dilengkapi pula dengan sistem pengawasan serupa, sehingga tidak ada seorang pun yang luput dari pantauan mereka.Selain sistem pengawasan, pasti mereka juga sudah memasang kamera CCTV di setiap sudut. Hidup di tempat ini bahkan lebih mengerikan daripada hidup di penjara. Akan tetapi Yuna sudah memiliki persiapan untuk menghadapi situasi ini.Dia mengeluarkan ponsel dari saku lalu ada juga selembar kartu kecil, beberapa helai benang tipis, dan juga sebuah benda yang mirip dengan korek api berukuran kecil dari tasnya. Ketika beberapa benda itu digabung menjadi satu dan dicolok ke ponsel, Yuna langsung memberikan kabar kepada Brandon.Benda itu adalah sesuatu yang Brandon berikan, perangkat berteknologi tinggi yang dibuat oleh tim i

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1810

    Namun seketika memasuki gedung tersebut, Yuna baru tahu kalau gedung itu memang berbeda dari yang lain. Pertama-tama dari bahan bangunannya saja sudah dibuat secara khusus yang tidak hanya kedap suara, tapi juga memiliki banyak saluran udara. Pencahayaan di gedung itu juga tidak cukup sehingga suasana terasa suram dan mencekam. Padahal jika dilihat dari arah gedung itu menghadap, seharusnya pencahayaannya tidak seburuk ini, yang mana berarti hanya ada satu kemungkinan, yaitu memang ada orang yang sengaja membuat sedemikian rupa.Di sepanjang koridor terdapat beberapa lampu kecil, tetapi dayanya tidak terlalu besar sehingga terlihat remang. Menelusuri koridor ini terasa seperti memasuki dunia lain. Saat mereka mendengar pintu yang ada di belakang tertutup secara mendadak, Yuna langsung menoleh dan menatap Shane.“Nanti juga kamu akan terbiasa,” kata Shane.Yuna hanya tertawa menanggapinya tanpa mengatakan apa-apa. Tidak, selamanya dia tidak akan bisa terbiasa. Dia tidak mau membiasakan

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1811

    Shane hanya mengangkat bahunya, yang secara tidak langsung mengatakan kalau dia sendiri juga tidak tahu tanaman apa itu. Sebenarnya kalau bukan karena Yuna, Shane tidak akan terlibat secara langsung dengan eksperimen ini. Dia sudah sering datang kemari, tetapi sebagian besar waktu dia habiskan hanya untuk mengawasi proses eksperimen. Dia tidak pernah tahu benda apa yang sebenarnya mereka teliti, dan bagaimana prosesnya.Mungkin karena Shane dianggap sebagai orang luar, pria pendek yang disebut “Bos” itu juga tidak terlalu peduli padanya. Ditambah lagi Shane berada di bawah ancamannya, sehingga dia tidak merasa khawatir. Selain itu, mereka juga masih membutuhkan bantuan dana dari Shane . karena alasan itulah Shane diizinkan untuk masuk ke sini, tetapi jika ditanya apa saja yang dikerjakan di sini, Shane tidak akan tahu.Karena tak kunjung mendapatkan jawaban, Yuna langsung maju untuk melihat lebih dekat tanaman raksasa yang tersimpan di balik kaca itu. Saat Yuna mengulurkan tangannya ….

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1812

    Tanpa pikir panjang, Yuna mulai membaca setiap lembaran data yang ada di tangannya itu dengan saksama, dan di situ dia menemukan adanya masalah yang sama dengan eksperimen yang dulu pernah dia jalani di lab lamanya.Pada saat itu Yuna ingin mengerahkan semua khasiat obatnya, sehingga otomatis aroma dari parfum akan tertutup. Dan apabila ingin lebih menonjolkan aroma parfum, sebaliknya, khasiat obatnya yang harus kompromi. Mustahil Yuna bisa mendapatkan efek dari keduanya secara maksimal di waktu yang bersamaan.Masalah utama dari eksperimen ini adalah untuk mendapatkan kesempurnaan di kedua aspek. Dari dulu Yuna tidak mengerti mengapa mereka bersikeras ingin mendapatkan hasil yang sempurna. Di dunia, mendapatkan sesuatu yang tidak sempurna adalah hal normal, dan sudah sepantasnya setiap orang menerima itu.Khususnya di tahap awal penelitian yang bertujuan untuk meredakan penyakit dan mengurangi rasa sakit pasien, tidak ada salahnya membuat aroma parfum sedikit berkurang. Setidaknya itu

Bab terbaru

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2391

    Ricky sudah menunggu di luar menantikan Ratu keluar dari kamar tersebut. Dia langsung memegang kursi roda tanpa mengatakan apa-apa, dan mendorongnya dalam kesunyian. Begitu pun dengan Ratu, dia juga hanya diam saja selama mereka berjalan menuju lift.“Pangeran Ross minta bertemu,” kata Ricky.Ratu memejamkan kedua matanya guna menyembunyikan perasaan yang mungkin bisa terlihat dari sorotan mata. Dia tidak menjawab dan hanya mengeluarkan desahan panjang. Walau begitu, Ricky mengerti apa yang ingin Ratu sampaikan dan dia pun tidak lagi banyak bertanya.Seiringan dengan lift yang terus naik, tiba-tiba Ratu berkata, “Bawa dia temui aku.”“Yang Mulia?”“Bawa dia temui aku.”Selesai Ratu berbicara, kebetulan lift juga sudah sampai di lantai tujuan. Ratu mendorong kursi rodanya sendiri keluar dari lift. Ricky sempat tertegun sesaat, tetapi kemudian dia kembali menekan tombol lantai di mana Ross berada.Tak lama kemudian, Ricky mengantar Ross masuk kamar tidur Ratu. Dia mengetuk pintunya, teta

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2390

    Tidak peduli apa pun yang Ratu katakan, Fred selalu punya seribu satu alasan untuk berdalih.Fred menggeleng dan berkata, “Bukan pintar beralasan, tapi karena semuanya sudah aku pikirkan demi Yang Mulia. Sejak awal sudah kubilang, mereka itu licik dan banyak akal bulusnya. Jangan mudah percaya sama omongan mereka! Mereka pasti mencoba membujukmu untuk menghentikan eksperimennya. Jangan ikuti kemauan mereka. Yang Mulia coba pikirkan, kita sudah sejak lama melakukan penelitian, lalu untuk apa? Kalau sekarang kita menyerah, bukankah semua yang kita lakukan dulu jadi sia-sia? Semua kerja keras, waktu , dan uang yang kita bayar jadi nggak ada artinya! Ini cuma akal-akalan mereka, karena kalau eksperimennya berhasil, kita bisa menguasai dunia. Cuma penduduk Yuraria saja yang bisa kemampuan hidup abadi. Itu sudah cukup untuk menggemparkan dunia, termasuk mereka. Makanya mereka nggak mau eksperimen ini berhasil. Bisa jadi … mereka membujuk Yang Mulia untuk menyerah, tapi habis itu diam-diam me

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2389

    “Karena kamu begitu setia padaku, aku kasih kamu satu kesempatan lagi,” kata sang Ratu mendesah ringan.“Mau aku jadi bahan percobaanmu? Nggak masalah!” kata Fred dengan alis terangkat. “Toh sekarang aku juga nggak bisa menolak, bukan?”“Apa kamu ada permintaan lain?”Bagaimanapun juga, mereka adalah tuan dan pelayan yang sudah bekerja bersama selama bertahun-tahun, yang sudah melewati suka dan duka bersama. Andaikan Fred memiliki niat untuk melakukan kudeta, dia sudah berkontribusi banyak dan layak untuk mendapatkan apa yang dia minta sebelum dieksekusi.“Yang Mulia tahu aku sudah nggak membutuhkan apa-apa lagi. Aku sudah lama bercerai dengan istriku dan anakku ikut dia ke luar negeri. Aku cuma sendiri mendedikasikan hidupku untukmu, Yang Mulia Ratu. Sekarang aku sudah nggak punya permintaan apa-apa lagi. Oh ya, kalau sampai ….”Fred berhenti sejenak, kemudian dia melanjutkan, “Kalau sampai eksperimen ini berhasil, aku bisa terus hidup lebih lama di dalam badan anak itu, aku berharap

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2388

    Di sebuah ruang bawah tanah yang lembap dan tidak terkena cahaya matahari, begitu masuk langsung tercium bau busuk yang menyengat hidung. Saat pintu dibuka, dan mendengar ada suara kursi roda yang mendekat, orang yang berada di dalam langsung mendongak menatap ke depan.“Ah, Yang Mulia datang untuk menemui aku juga.”Orang itu menyunggingkan senyum yang kaku. Dia yang dulu adalah seorang duta besar terhormat kini menjadi tak lebih dari seperti tawanan perang. Kursi roda berhenti, lalu sang Ratu menatapnya, orang yang sudah meneaninya selama puluhan tahun lebih.“Fred, apa kamu menyesal?” tanyanya.“Menyesal? Apa yang perlu disesali? Aku menyesal kenapa eksperimennya nggak aku lakukan lebih awal? Atau menyesal karena terlalu banyak berpikir? Ataukah menyesal karena aku nggak menyadari lebih awal kalau kamu mencurigaiku? Yang menang memakan yang kalah, itu sudah hukumnya. Nggak ada yang perlu aku sesali.”Sang Ratu sempat terdiam sesaat mendengar kata-kata Fred.“Jadi kamu nggak pernah m

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2387

    “Tapi sudah terlambat kalau terus menunggu sampai eksperimennya dimulai!” kata Shane seraya menggertakkan gigi.Dia tidak punya sisa waktu lagi untuk bertaruh. Kalau sampai ternyata eksperimennya keburu dimulai, betapa sakit hatinya Shane membayangkan tubuh Nathan yang masih kecil itu harus terbaring di atas meja operasi yang dingin dan dibedah seperti tikus percobaan. Dia tidak bisa menerima hal seperti itu terjadi. Dia tidak tega melihat anaknya yang masih kecil harus mengalami penderitaan yang sebegitu parahnya. Nathan tidak tahu apa-apa dan diculik begitu saja, terpisah dari ayahnya begitu lama. Dan sekarang, dia harus menghadapi semua ini. Bahkan … bahkan dia tidak tahu apa yang akan dia hadapi.“Tapi kalau kamu ke sana sekarang, memangnya kamu bisa menolong Nathan?” Brandon bertanya.“Aku nggak peduli. Kalaupun aku harus mati, aku bakal tetap berusaha!”“Ya sudah, terserah kamu. Pergi sana!” Brandon tak lagi membujuk Shane. Dia memukul meja yang ada di depannya dan berseru kepada

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2386

    Mau dipikir seperti apa pun, itu rasanya agak mustahil.“Aku juga berharap informasiku salah, tapi ….”Brandon tidak menyelesaikan kalimatnya, tetapi itu sudah menyiratkan intensi yang sangat jelas. Berhubung ini sudah menyangkut nasib Nathan, jika informasi yang dia dapat tidak bisa dipercaya, dia pun tidak akan memberitahukannya kepada Shane.“Jadi selama ini dia nggak mau membebaskan Nathan karena itu? Itu alasan kenapa selama ini aku nggak pernah berhasil menemukan dia. Jadi … mereka dari awal memang nggak ada niat untuk melepaskan Nathan, dan mereka menyandera dia dengan alasan membutuhkan investasi dana dariku, itu semua bohong?!”Rona wajah Shane di saat itu sudah pucat pasi. Suaranya pasti terdengar cukup datar, tetapi bisa terdengar bibirnya sedikit gemetar. Siapa pun yang menghadapi hal semacam ini pasti akan memberikan reaksi yang sama.Chermiko tidak tahu seperti apa rasanya memiliki seorang anak, tetpai dia dapat memahami perasaan Shane. Dia sendiri juga tidak keberatan di

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2385

    “Ratu mau Fred jadi bahan percobaannya?” Chermiko bertanya, tetapi dia langsung membantah pertanyaan itu. “Nggak, itu mustahil! Aku dulu pernah ada di sana dan banyak tahu tentang R10. eksperimen ini nggak pernah diuji coba karena syarat dari penerimanya terlalu ketat.”Syaratnya adalah mendapatkan dua tubuh yang cocok, dan itu jelas bukan hal yang mudah untuk dicari. Sama seperti melakukan donor organ, tubuh pendonor dan penerima donor harus cocok baru bisa dilaksanakan. Hanya dengan syarat itu terpenuhi barulah tidak terjadi reaksi penolakan. Makanya, kalaupun Ratu punya niat untuk itu, dia harus mencarikan tubuh yang cocok dengan Fred.“Kamu kira nggak ada?” Brandon bertanya balik dan seketika membuat Chermiko dan Shane kaget. Chermiko dan Shane sama-sama dibuat bertanya-tanya, siapa orang yang akan menjadi wadah baru bagi jiwa Fred.“Dan orang yang bakal menampung jiwa Fred itu bukan orang asing. Fred sendiri yang cari,” kata Brandon. “Kalau dia nggak ketemu orang yang cocok, mana

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2384

    “Sudah nggak ada lagi, itu saja. Dia bilang yang kita butuhkan sekarang cuma waktu. Sebenarnya nggak ada yang penting, sih. Mungkin dia takut karena masih diawasi. Takutnya ada orang yang mendengar percakapan, makanya dia nggak berani bilang banyak.”“Bukan. Informasi pa yang mau diasampaikan sudah semuanya dia kasih tahu ke kamu,” ucap Brandon.Chermiko, “Eh?”Shane, “Hah? Jadi yang Pak Juan mau sampaikan itu apa?”“Pak Juan bilang kita nggak bisa tangani, tapi ada orang lain yang bisa. Orang yang bisa itu maksudnya siapa?” tanya Brandon kepada mereka berdua. Tetapi baik Shane dan Chermiko di saat itu hanya bertukar pandang dan menggelengkan kepala.“Dan juga kenapa kita nggak bisa? Sebelumnya kita sudah tahu mereka ada di dalam kedutaan, terus kenapa tiba-tiba Pak Juan bilang ini di luar batas kemampuan kita?” tanya Brandon lagi.Kali ini Shane dan Chermiko lebih kompak lagi. Mereka berdua sama-sama menggelengkan kepala serentak tanpa perlu menatap satu sama lain.“Karena Pak Juan me

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2383

    Chermiko datang dengan penuh tanda tanya dan pergi dengan penuh tanda tanya pula. Dia merasa belum mengatakan atau melakukan apa-apa selama dia bertemu dengan kakeknya tadi, dan langsung disuruh pulang begitu saja. Selama perjalanan, Chermiko berulang kali memikirkan apa yang tadi Juan katakan kepadanya, tetapi dia tidak mendapatkan jawabannya. Jadi apa maksud Juan sebenarnya?Begitu Chermiko sampai ke rumah, benar saja Brandon dan Shane sudah menunggunya. Mereka langsung datang menyambut dan bertanya, “Gimana? Mereka ngundang kamu ke sana untuk apa?”Bahkan mobil yang mengikuti Chermiko dari belakang juga sudah melakukan persiapan jaga-jaga apabila terjadi sesuatu yang buruk padanya. Namun mereka bisa tenang setelah mendapat kabar kalau Chermiko sudah dalam perjalanan pulang. Namun di saaat yang sama mereka pun terheran-heran mengapa hanya Chermiko sendiri yang keluar.“Mereka mengancam kamu? Apa saja yang mereka bilang di sana?” tanya Shane. “Pasti Rainie, ‘kan? Kali ini apa lagi yan

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status