Share

Tak Ada Pilihan

Author: Komalasari
last update Last Updated: 2025-03-23 22:14:38

“Helena?” ulang Kirei. “Kenapa aku harus ….” Wanita muda itu menatap tak mengerti. Dia berusaha mencerna maksud dan tujuan Hernan melakukan itu.

“Mari bicara sebentar,” ajak Hernan. seraya menuntun Kirei ke kamar. Dia harus memberikan penjelasan kepada wanita itu.

Setelah berada di kamar, Hernan mendudukkan Kirei di ujung tempat tidur. Setelah itu, dia mengambil kursi, lalu meletakkannya di hadapan calon istri Dev tersebut.

“Dengarkan aku, Kirei,” ucap Hernan, setelah duduk di kursi. “Kamu membutuhkan dokumen perjalanan untuk berangkat ke Kanada. Aku tidak memiliki ide selain ini. Kamu akan menjadi Helena ,” jelasnya singkat.

“Bagaimana bisa? Para petugas imigrasi tak sebodoh itu. Mereka tidak mungkin bisa dikelabui ____”

“Aku sudah mengatur semuanya. Ada orang dalam yang bersedia membantu. Namun, kamu harus tetap mengubah penampilan, agar lebih mirip dengan Helena. Setidaknya, itu bisa sedikit menyamarkan pandangan.”

“Aku tidak mau. Ini terlalu berisiko. Selain itu, kau juga pasti
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Kanada

    Dev memeriksa foto lain, lalu memperbesar di bagian wanita yang sekilas mirip Kirei. Namun, ada beberapa perbedaan dari ciri-cirinya. Tak ingin terus dilanda rasa penasaran, Dev langsung membuka laptop, lalu mencari profil Hernan Morales di internet. Dia memeriksa dengan sangat detail, tentang pengusaha asal Argentina tersebut. Ada beberapa artikel yang memuat berita tentang Hernan Morales. Salah satunya adalah yang mengulas tentang keluarga. Di sana, tertera bahwa Hernan sudah kehilangan ibunya sejak berusia remaja. Dia juga memiliki seorang adik perempuan. “Itukah adik Hernan Morales?” gumam Dev, seraya mengamati gambar seorang wanita muda, dengan ciri-ciri seperti yang dilihat di foto tadi. “Oh, begitu. Adik,” gumam Dev, seraya mengetuk-ngetukkan telunjuk di permukaan meja. “Adik.” Dev mengempaskan punggung ke sandaran kursi, lalu memejamkan mata. Dia terus memikirkan ke mana kira-kira Kirei pergi. Ini sesuatu yang tidak masuk akal karena calon istrinya tersebut langsung mengh

    Last Updated : 2025-03-23
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Tidak Terlihat

    “Kenapa kau memanggilku Helena. Di sini tidak ada orang lain selain kita.” Kirei menatap aneh Hernan, yang terlihat sangat bahagia. “Tidak apa-apa. Aku hanya membiasakan diri memanggilmu dengan nama itu. Helena. Aku sangat menyukainya.”Kirei menautkan alis. Dia mulai merasakan ada sesuatu yang berlebihan dari Hernan. “Ya, tapi … tapi, aku bukan Helena. Kau tahu itu,” bantahnya.“Tak masalah. Aku sudah sangat bahagia dengan kehadiranmu dalam penampilan seperti ini.” Hernan mendekat ke hadapan Kirei sehingga hanya menyisakan sedikit jarak di antara mereka. Namun, Kirei segera mundur, memberi jarak antara dirinya dengan Hernan. Dia mulai tak nyaman, meskipun rasa itu tidak diperlihatkan secara jelas. “Aku akan membelikanmu pakaian serta perlengkapan lain. Dengan begitu, kau tidak perlu keluar rumah,” ucap Hernan begitu tenang. “Ya, sudah. Mari kuantar ke kamarmu,” ajaknya. Dia melangkah terlebih dulu, barulah diikuti Kirei yang berjalan sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling.Ked

    Last Updated : 2025-03-24
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Lebih Buruk dari Sebelumnya

    Kirei terbangun mendengar seseorang masuk ke kamarnya. Dia bangkit perlahan, lalu duduk bersandar pada kepala tempat tidur, seraya menatap lurus ke depan.“Selamat pagi, Helena,” sapa Hernan, seraya menyibakkan kelambu yang menutupi tempat tidur. Pengusaha tampan 40 tahun itu tersenyum kalem. “Aku membawakanmu sarapan,” ucapnya.Kirei tidak segera menanggapi. Dia hanya menatap lekat pria, yang berdiri di dekat ujung tempat tidur.“Kenapa?” Hernan berpindah ke sebelah kanan. Tanpa banyak bicara, dia mengikat kelambu itu ke tiang.“Apa kau ingin mandi sekarang? Akan kusiapkan air hangat untukmu,” ucap Hernan, seraya duduk di tepian tempat tidur dengan posisi menghadap Kirei.

    Last Updated : 2025-03-25
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Harvest Beautie

    “Kau tahu kenapa bisa begitu?” tanya Dev.“Itu yang sedang kuselidiki, Tuan,” sahut Ernesto. “Aku juga sudah melihat kondisi ibunda Hernan Morales.”Dev menautkan alis, mendengar ucapan Ernesto. “Kenapa dengan ibunda Hernan Morales? Apakah ada sesuatu yang terjadi?”“Ya, Tuan. Ibunda Hernan Morales dirawat di rumah sakit jiwa, sejak Helena dinyatakan menghilang. Kurasa, wanita itu mengalami guncangan mental yang sangat hebat,” terang Ernesto.Dev terdiam beberapa saat. Ini merupakan berita yang sangat mengejutkan, berhubung Hernan tidak mengatakan apa pun ketika mereka bertemu untuk urusan jual-beli

    Last Updated : 2025-03-25
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Tak Lama Lagi

    “Apa-apaan ini? Kau menggertakku?” protes Miranda tak suka.“Terserah kau anggap apa,” balas Dev datar. “Aku sudah mencarinya ke mana-mana.”“Aku tidak mengenal calon istrimu. Kenapa menanyakannya padaku?” Miranda berpura-pura tak mengetahui apa-apa.“Kau yakin tidak pernah melihat wanita dalam foto itu?” Dev menatap lekat penuh selidik.Miranda menggeleng tegas, meskipun dalam hati mengakui sebaliknya.Namun, Dev tidak percaya begitu saja. Dia tersenyum sinis, diiringi tatapan penuh intimidasi. “Tiga detikmu sudah habis,” ucapnya datar.“Aku tidak peduli karena tak mengetahui apa pun t

    Last Updated : 2025-03-26
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Kegilaan Hernan

    Setelah membaca pesan yang dikirimkan Miranda, Hernan langsung menghubungi waria itu.“Bagaimana?” tanya Hernan serius.“Dev Aydin datang menemuiku di Harvest Beautie. Ya, Tuhan. Dia sangat tampan, tapi menakutkan,” sahut Miranda.“Bukan itu yang kutanyakan.”“Hm.” Miranda menggumam pelan. “Pria itu mengancam akan meratakan Harvest Beautie, jika aku tidak berkata jujur padanya.”“Bukan begitu, Miranda. Yang ingin kutahu adalah kenapa Dev Aydin tiba-tiba mendatangimu dan menanyakan tentang Kirei. Dia bisa ber

    Last Updated : 2025-03-26
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Melarikan Diri (Lagi)

    “Kau benar-benar gila!” Kirei langsung menjauh dari Hernan. “Menjijikan!" Wanita muda itu menggeleng tak percaya.“Apanya yang menjijikan? Tidak ada cinta yang menjijikan, Helena.”“Aku bukan Helena!” tegas Kirei tak suka. “Kau pria tidak normal.” Kirei mundur demi memberi jarak karena Hernan terus mendekat.“Tidak normal?” Hernan tertawa renyah. “Aku jatuh cinta pada seorang wanita. Apanya yang tidak normal?”“Cintamu salah sasaran, Hernan! Tak sepantasnya kau melakukan itu kepada adik sendiri. Benar-benar memalukan!” cerca Kirei.Hernan tertegun, dengan tatapan terus tertuju kepada Kirei. Sorot matanya tiba-tiba berubah sen

    Last Updated : 2025-03-27
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Pukulan Bertubi-tubi

    Refleks, Kirei berpegangan pada permukaan pintu gerbang sehingga menggantung di sana. Untuk menjatuhkan diri pun terlalu berbahaya. Risiko cedera patah tulang pasti akan dialaminya.Tak ingin panik, Kirei bergerak ke samping. Sayang sekali, tangannya tidak cukup kuat menahan bobot tubuh dalam posisi bergelantungan seperti itu. Mau tak mau, dia harus menjatuhkan diri sebelum Hernan mendekat. Beruntung, tak jauh dari pintu gerbang ada bak sampah besi yang menempel pada dinding. Kirei memaksakan diri mendekat, meskipun tangannya sudah benar-benar tidak kuat. Dia merentangkan kaki agar dapat meraih penutup bak sampah itu. Kaki kanan Kirei berhasil menapak di tepian penutup bak sampah. Dia langsung melepaskan pegangan karena tangannya sudah benar-benar lemas. Kirei kehilangan keseimbangan, lalu terjatuh. “Aduh!” rintihnya tertahan. Namun, Kirei tak memiliki waktu. Dia langsung berlari, meskipun sambil tertatih. Bersamaan dengan itu, Hernan muncul dari balik pintu gerbang. Dia melihat K

    Last Updated : 2025-03-27

Latest chapter

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Bukan Omong Kosong

    Kirei menoleh, menatap dengan sorot tak dapat diartikan. Namun, dia tak tahu harus berkata apa untuk menanggapi ucapan Dev. Akhirnya, dia lebih memilih diam, lalu memalingkan muka.Beberapa saat kemudian, mobil yang Dev dan Kirei tumpangi sudah tiba di halaman parkir belakang rumah perkebunan milik Maitea. Kedatangan mereka disambut senyum hangat ibunda Dev tersebut.Bahasa tubuh Maitea masih terlihat sama. Dia tidak menunjukkan kemarahan atau semacamnya, meskipun Kirei sudah melakukan kesalahan dengan melarikan dari sang putra. Entah kesalahan atau bukan yang Kirei lakukan. Namun, sepertinya Maitea berusaha memahami situasi yang dihadapi wanita muda itu.“Apa kabar, Nak? Selamat datang kembali di rumah ini,” sambut Maitea hangat dan penuh kasih. Dipeluk serta diciumnya kening Kirei, bagai seorang ibu te

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Terbayar

    Dev mengepalkan tangan mendengar ucapan Kirei. Tanpa banyak bicara, dia berlalu keluar kamar. Dev mengunci pintu, agar Kirei tidak bisa melarikan diri.Dengan langkah gagah penuh percaya diri, dia menuju kamar Luis.“Ada yang bisa kubantu, Tuan?” tanya Luis.Dev tidak segera menjawab. Dia menatap sang ajudan, dengan sorot tajam penuh makna. Namun, hanya lewat tatapan seperti itu, Luis sudah mengetahui apa yang akan Dev katakan.“Owen Wyatt,” ucap Dev dingin.Luis mengangguk. “Siap, Tuan.”“Ingat. Jangan meninggalkan jejak sedikit pun.”

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Kembali ke Tangan Dev

    Kirei terbelalak lebar, lalu mundur. Namun, Owen langsung pindah ke belakang sehingga dia tak bisa ke mana-mana. “Owen … kau ….” Suara Kirei begitu lirih. Bibirnya pun bergetar menahan kemarahan yang bisa dilampiaskan.“Luis akan memberikan bayaranmu,” ucap seseorang, yang tak lain adalah Dev. Pria tampan berkemeja putih itu tersenyum kalem, dengan sorot tak dapat diartikan yang terus tertuju kepada Kirei.“Terima kasih, Tuan Dev,” sahut Owen tanpa beban.“Ayo, pulang,” ajak Dev, seraya maju ke hadapan Kirei yang menatap ketakutan. “Kita akan kembali ke Meksiko.”Kirei menggeleng kencang, menolak keras ajakan Dev. Namun, dia tidak bisa melarikan diri, berhubung Owen menahannya dari bela

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Sama Saja

    “New York?” Kirei menatap tajam Owen yang langsung mengangguk. “Kenapa? Kenapa kau ingin membawaku ke sana?” tanya Kirei penuh selidik.“Bukankah kau tidak ingin kembali pada Dev Aydin? Pria itu ada di kota ini. Jika kau juga masih di sini, bukan tak mungkin dia akan menemukanmu dalam waktu dekat,” jelas Owen.Namun, Kirei langsung menggeleng kencang. “Tidak!” tolaknya tegas, seraya berdiri dan menjauh dari Owen. “Aku tidak akan mengulangi kebodohan yang sama, dengan langsung percaya pada pria yang belum kukenal baik.”“Apa yang salah dariku? Aku tidak punya niat buruk padamu. Aku justru ….” Owen yang sudah beranjak dari duduk, berjalan ke hadapan Kirei. “Kau sangat menarik,” ucapnya, seraya menyentuh pipi wanita itu.“Jangan merayuku!” Kirei menepiskan kasar tangan Owen dari wajahnya. “Aku tidak mengenalmu dan tak tahu apa yang kau inginkan.”“Jika aku punya niat buruk, aku pasti sudah memberitahukan keberadaanmu sejak awal kepada Dev Aydin. Aku juga tidak akan mengakui telah ditugas

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Pembohong Sialan

    Kirei tersenyum lebar, diiringi gelengan tak percaya. “Kupikir, kau tidak selucu ini, Tuan Wyatt.”“Aku serius.”Perlahan, senyuman Kirei memudar. Raut wajahnya berubah aneh.“Kenapa?”“Seharusnya, aku yang bertanya kenapa.”Owen tidak menjawab. Dia berbalik, menghadapkan tubuh sepenuhnya kepada Kirei. Pria tampan berambut cokelat gelap itu makin mendekat. “Anggap saja sebagai salam pertemuan dan perpisahan.”“Maksudmu?” Kirei menatap tak mengerti.“Aku tak tahu apakah kita akan bertemu lagi atau tidak. Kau wanita yang sangat menarik, Helena.&rdqu

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Sebentar Saja

    Kirei duduk di hadapan Owen, yang menatapnya dengan sorot tak dapat diartikan. “Sejak kapan kau ada di sini?” “Aku baru masuk.” “Aku tidak percaya.” Kirei menatap ragu.“Sungguh menyedihkan jadi Owen Wyatt. Kenapa sulit sekali mendapat kepercayaan dari orang lain?” Owen menggeleng tak mengerti, lalu berdecak pelan. “Ya, ampun. Apakah kata-kataku telah menyinggung perasaanmu?” Kirei menatap tak enak. “Aku tidak bermaksud begitu, mengingat semalam kau ….” Kirei tak melanjutkan kalimatnya.Owen justru tersenyum kalem menanggapi ekspresi tak enak yang Kirei tunjukkan. “Aku hanya sedang membutuhkan teman bicara,” ucapnya. “Kau pikir, aku adalah orang yang tepat untuk dijadikan teman bicara?”Owen kembali tersenyum kalem. “Ayo. Temani aku jalan-jalan. Anggap saja sebagai balas budi atas pertolonganku kemarin malam,” ujarnya enteng. Kirei mengembuskan napas pelan bernada keluhan. Wanita muda berkulit eksotis itu menatap aneh.“Ayolah, Nona.” Owen beranjak dari duduk, seakan tak menerima

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Tuan Pemaksa

    Kirei tak langsung menyetujui ajakan Owen. Dia terpaku menatap pria tampan bermata biru itu. Kali ini, dirinya harus lebih berhati-hati. Jangan sampai kejadian seperti terhadap Hernan terulang kembali.“Aku bisa pulang sendiri,” tolak Kirei halus.“Kenapa?” Owen tersenyum kalem. “Jangan khawatir. Aku bukan penjahat yang akan menculikmu,” candanya, meskipun terdengar tidak lucu.Namun, Kirei tetap menanggapi dengan senyuman. Ucapan Owen cukup menghibur, walau tak tahu apakah itu murni candaan atau bukan.Owen melangkah makin dekat ke hadapan Kirei. “Aku tahu siapa kau sebenarnya,” ucap pria itu pelan dan dalam.“Maksudmu?” Kirei menautkan

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Sang Pahlawan

    “Apa maksudmu, Tuan?” Kirei menatap tak mengerti.“Kami akan memberikan uang tips sesuai yang kau inginkan. Bagaimana?” Si pria tersenyum culas. “Kau tidak akan terlalu kewalahan melayani kami bertiga secara bersamaan ____”“Maaf. Aku tidak bisa,” tolak Kirei segera. Dia langsung berbalik, tak ingin meladeni para pria gila yang sedang berahi.“Hey, Sayang. Tunggu sebentar.” Pria itu meraih tangan Kirei, menahannya agar tidak pergi.Kirei yang merasa terancam, langsung berbalik. Tanpa segan, dia memukulkan nampan stainless yang dipegangnya ke kepala si pria hingga melepaskan cengkraman dan mundur beberapa langkah.Melihat temannya diperlakukan

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Tawaran Gila

    “Hai, Kawan. Apa kabar?” sapa Luis, seraya menyalami Owen.“Seperti yang kau lihat,” jawab Owen kalem, kemudian mengalihkan perhatian kepada Dev.“Ini Tuan Dev Aydin,” ucap Luis memperkenalkan.“Apa kabar, Tuan Dev,” sapa Owen, seraya mengulurkan tangan mengajak bersalaman.“Baik,” balas Dev datar. “Langsung saja ke inti dari pertemuan ini,” ucapnya tanpa basa-basi.Owen mempersilakan duduk, lalu memanggil pramusaji untuk memesan minuman. “Jadi, bagaimana? Apa yang bisa kubantu?” tanyanya.Dev tidak langsung menjawab. Dia mengeluarkan selembar foto dari dalam saku jake

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status