Tyr Summers juga memperhatikan patung itu ketika dia melirik ke arah yang ditunjuk Xyris Labelle.Itu adalah patung yang memiliki ketinggian hampir sepuluh meter, berdiri di tengah alun-alun dengan gaya yang sangat mencolok.Melihat lebih dekat untuk memastikan bahwa patung itu mengenakan pakaian seorang marshal dari seabad yang lalu, dan dipersenjatai dengan pisau dan pistol. Patung itu berbentuk seorang pria yang memiliki kumis dan tubuhnya tampak kekar seperti sikap seorang pahlawan.Tyr sepertinya tengah memikirkan sesuatu saat dia mendekati patung itu. Benar saja, ada sebuah plakat di bawah patung yang bertuliskan deskripsi singkat tentangnya.Disebutkan bahwa pria ini bernama Nonius Jade, dan dia telah menjadi raja Rafinesque Utara seabad yang lalu. Itu, juga telah menggambarkan beberapa tindakan heroik dari Nonius semasa hidupnya.Intinya adalah ketika daratan sedang berperang seratus tahun yang lalu, Rafinesque Utara tidak terpengaruh olehnya. Alasan utamanya adalah karena
Tidak terlalu memikirkannya, Tyr Summers tanpa sadar menatap langit malam yang tak berujung. Bulan purnama menggantung tinggi di atas langit. Cahayanya tampak sangat cerah dan jelas.Tidak lama setelah itu, Tyr melihat sekumpulan burung gagak yang sedang memburu mangsanya di langit malam. Namun, tiba-tiba sosok mereka menghilang ditelan cahaya bulan di atas langit yang cerah."Anehnya," Tyr tidak bisa menahan diri untuk tidak bergumam pada dirinya sendiri ketika dia menyaksikan adegan itu.Saat ini, firasatnya menjadi buruk dan tiba-tiba sesuatu keluar dari dalam lubuk hati Tyr, dan aroma kecurigaan itu muncul dengan rasa yang sangat kuat.Saat sekumpulan gagak terbang melewati bulan purnama, bulan yang awalnya terang dan cerah itu secara mengejutkan berubah menjadi berwarna kemerahan dan dalam hitungan detik. warna itu berubah menjadi kekuningan, sama sekali berbeda, seolah-olah bulan telah dilapisi dengan genangan darah."Apa yang sedang terjadi?" Jantung Tyr berdebar kencang.
Tanpa berlama-lama lagi, Tyr Summers mengeluarkan Ormr Dagger-nya dan menebas kepala mayat itu.Namun, tepat ketika belati Tyr hendak menembus mayat itu, pintu kamar Tyr dibuka dengan tendangan paksa.Suara Xyris Labelle terdengar dari arah belakang, "Bos, jangan!"Mendengar suaranya, Tyr sontak menarik belati itu kembali. Sayangnya, karena benda itu sangat tajam, bilahnya masih meninggalkan luka di tubuh mayat tersebut.Detik berikutnya, beberapa gas berwarna hitam segera muncul dari luka yang ditimbulkan. Setelah diperiksa lebih jauh, informasi yang didapat mengatakan bahwa gas hitam itu sebenarnya terdiri dari beberapa serangga kecil. Seketika, serangga-serangga itu mulai menyerbu ke arah Tyr."Hati-hati bos!"Membiarkan raungan rendahnya terdengar, Xyris melambaikan tangannya dan seketika sinar cahaya pirus bersinar di antara kedua telapak tangannya. Detik berikutnya, cahaya pirus itu melahap serangga hitam sebelum menarik kembali lengan bajunya."Pergi!" Xyris meraih tangan
Tyr Summers dan Xyris Labelle sedang berada di luar saat ini, keduanya tidak mengetahui dengan persis apa yang sebenarnya terjadi di dalam penginapan.Sekitar lima atau enam menit kemudian, ekspresi wajah Xyris tiba-tiba berubah menjadi suram. Tepat setelah itu, seekor ular emas kecil muncul di lengannya. Detik berikutnya, mata ular kecil itu berubah menjadi kemerahan."Xyris, apa yang terjadi dengan ular emas kecilmu itu?" tanya Tyr.Xyris mengerutkan keningnya dan menjelaskan, “Bos, Goldie memiliki perasaan yang sangat sensitif. Tadinya aku ingin mempergunakan kemampuannya untuk menghilangkan kutukan Kodoku. Tetapi ketika melihat sikapnya menjadi gelisah, itu tandanya ular ini telah merasakan sesuatu yang sangat jahat.”“Ini berita buruk, bos! Kita harus segera menyingkir, benda yang diciptakan oleh mantra pembangkit mayat itu akan segera keluar.”Usai Xyris mengucapkan kalimat itu, dia terus menarik Tyr kearah belakang hingga mereka tiba di luar jalan.Tanpa menunggu lebih lam
Kekuatan tinju Tyr Summers tidak membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Ketika dia menghancurkan tinjunya, sebuah lubang muncul di dada mayat Kodoku. Pemandangan itu sangat mengerikan untuk dilihat.Jika mayat itu masih hidup, maka dia akan terbunuh oleh pukulan Tyr. Namun sayangnya, mayat Kodoku ini masih saja hidup. Meskipun pukulan dari Tyr itu telah menghancurkan dadanya, ia masih tetap hidup dan menendangnya."B * sat," Tyr mengutuk dalam hati.Mengeluarkan raungan rendah yang rendah, dia melepaskan serangkaian pukulannya, menghantamkan tinjunya ke tubuh mayat Kodoku. Dengan setiap pukulan yang mendarat di tubuh mayat tersebut, sebuah lubang diciptakan oleh Tyr. Namun, mayat itu tidak terpengaruh sedikit pun oleh luka fatal yang di deritanya.Sebaliknya, efek dari serangan tersebut membuat sekumpulan parasit hitam itu berterbangan keluar dari tubuh mayat dan mengerumuni Tyr. Xyris Labelle segera melepaskan lebih banyak ngengat hijau untuk melahap parasit hitam itu."Xyris, apa
"Gaib dalam Kegelapan?" Xyris Labelle tampak bingung dengan penjelasan yang diberikan. “Mengapa aku belum pernah mendengar tentang Ilmu ini sebelumnya? Itu tidak tercatat dalam buku mantra yang ditinggalkan oleh kakekku.”Xanthus Meryem menjawab, “ilmu ini baru muncul dalam beberapa tahun terakhir. Pada awalnya, pemimpin mereka adalah seorang tetua di desa kami.”“Beberapa tahun yang lalu, diam-diam dia telah mempelajari buku mantra terlarang dari desa kami dan mempersenjatai dirinya dengan Ilmu Gaib Kegelapan. Kemudian, ketika masalah ini ditemukan oleh tetua lain di desa kami, dia merasa akan hukuman yang diberikan lalu dia pergi dan membunuh tetua yang mengetahui tentang dirinya.”“Setelah dia melarikan diri dari desa kami, dia memulai sekte barunya dan mendirikan Ilmu Gaib dalam Kegelapan. Selama bertahun-tahun, organisasi itu telah menerima banyak murid di wilayah Rafinesque Utara, menjadi kekuatan jahat yang cukup berpengaruh. Uskup Ilmu Gaib dalam Kegelapan bahkan menunjuk li
Karena telah mengalami berbagai macam pengalaman hidup yang unik, Xyris Labelle memiliki kerinduan yang mendalam akan kasih sayang keluarga. Dan, ketika dia bergabung dengan Istana Kerajaan, dia dikelilingi oleh banyak saudara dan saudari. Namun, kasih sayang itu benar-benar berbeda dari apa yang dia rasakan dari penduduk desa Maddox ini.Dulu, Xyris memiliki kepribadian yang dingin dan acuh ketika dia berada di Istana Regal. Dia selalu memberikan kesan kepada orang lain seolah-olah dirinya berkata 'jauhi aku'. Sebaliknya, saat dia berada di Desa Maddox, getaran yang memancar darinya tampak lebih polos dan hidup.Berdiri di samping Tyr, Xyris berbisik padanya dengan suaranya yang rendah, "Bos, aku ingin pergi berdansa dengan mereka."Tyr tersenyum ringan dan mencoba memberi sedikit peringatan, "Xyris, ingat, kedatangan kita ke sini bukan untuk bermain."Saat itu, sekelompok anak muda dengan cepat berjalan ke arah mereka. Masing-masing dari mereka memiliki tubuh yang kuat. Pemimpinn
Saat ini, waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam. Bulan purnama menggantung tinggi di langit. Beberapa kelelawar terlihat melintas di tengah cahaya rembulan.Tyr Summers dan Xyris Labelle tetap terdiam saat mereka berjalan. Tujuan mereka kali ini adalah untuk menemukan Ulat Sutera Es Suci dan membawanya pulang. Karena itu, bahkan jika pemimpin desa tidak memanggil mereka untuk mengikuti audiensi, mereka pasti akan mengetuk pintunya sendiri.Mungkin saja, hanya pemimpin desa yang tahu mengenai keberadaan Ulat Sutera Es Suci.Tak lama, mereka tiba di sebuah gedung dan memasuki aula yang luas. Ada lebih dari lusinan orang yang duduk di dalam aula. Masing-masing dari mereka adalah para senior yang berusia lebih dari enam puluh tahun. Mungkin juga mereka dikenal sebagai para tetua Desa Maddox.Duduk di kursi tengah adalah seorang pria berusia lima puluhan. Meskipun usianya hampir memasuki enam puluh tahun, namun fisiknya masih terlihat bugar. Kepalanya dililit dengan sorban sambil