Austin sedang duduk di atas sofa sembari menghela napas lega karena tidak langsung diusir oleh Danzel. Bisa dikatakan bahwa dirinya sudah diterima. Hanya saja, Austin merasa sikap seperti ini sangat canggung. Dia tidak tahu bahwa dirinya sedang diperhatikan oleh Danzel dan Meghan."Tuan Austin, saat itu bagaimana kamu bisa mengenal ibu dari istriku?" tanya Danzel. Mendengar Danzel menyebut Meghan sebagai istrinya, tatapan Austin sedikit berbinar sejenak. Dia meletakkan sikunya di atas lutut sambil melipat kedua telapak tangannya. Setelah ragu untuk beberapa saat, dia tampak sedang bernostalgia, lalu menjawab, "Sebenarnya aku memang seharusnya kenal. Lagi pula, aku memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga ibunya."Melihat ekspresi Austin yang sedikit khawatir, Meghan duduk di sebelah dengan tenang, tetapi hatinya merasa gelisah. Meskipun sudah jelas, semua ini mungkin adalah tipuan Austin. Di sisi lain, masalah ini berhubungan dengan ibunya, jadi bagaimanapun juga Meghan tidak bis
Mendengar ini, Danzel tertegun saat melihat Meghan yang tampak puas sambil tertawa. Wanita di depannya memang bisa menipu dirinya, jadi bagaimana mungkin Meghan bisa tertipu oleh tipuan rendahan Austin?Setelah memeriksa semua data pembukuan yang ada di tangannya, Meghan segera menghubungi Austin. Pembicaraan kali ini sangat singkat. Meghan hanya memberi tahu Austin bahwa dirinya menerima kompensasi yang ditawarkan oleh Austin. Di ujung telepon, Austin jelas tercengang. Dia sama sekali tidak menyangka Meghan akan memberinya jawaban secepat ini. Dia tentu saja sangat senang, tetapi dia tidak tahu bahwa Meghan dan Danzel sudah menemukan kelemahannya.Selanjutnya, Meghan menghubungi Winda. Dia berucap, "Winda, beberapa hari ini tolong perhatikan saham perusahaan milik Austin. Kalau pria ini mau menjual sahamnya, kamu langsung beli saja semuanya.""Apa kamu mau menunjukkan identitas?" Winda sudah mengikuti Meghan untuk waktu yang lama. Dia juga sudah terbiasa langsung melakukan pekerjaann
Leona terhuyung. Namun, Danzel tetap bergeming. Bagaimanapun, Leona sudah sering berpura-pura jatuh seperti ini.Alhasil, Leona terjatuh ke sofa, lalu dia berkata dengan terisak-isak, "Danzel, aku tahu kamu nggak percaya kepadaku. Tapi, aku tiba-tiba merasa capek sekali. Kelak, aku nggak mau rebutan lagi."Danzel tidak menduga Leona akan berbicara seperti ini. Hal ini karena Danzel sudah banyak melihat orang-orang yang berniat jahat. Namun, orang yang bertobat sangat jarang ditemui.Tak lama kemudian, Leona pun tertidur di sofa. Danzel memperhatikan ekspresi Leona. Anehnya, Danzel merasa Leona tidak berpura-pura sedih. Danzel juga tidak berlama-lama lagi, dia langsung pergi meninggalkan apartemen Leona.Setelah itu, Danzel menyuruh Remy untuk menyelidiki masalah yang diceritakan Leona. Sesudah Danzel kembali ke vila, Remy menelepon, "Tuan Danzel, seperti yang dikatakan Nona Leona, masalah keuangan perusahaan Austin memang bermasalah. Perusahaan Austin hampir bangkrut."Danzel tidak mer
Sebenarnya, para dewan direksi tidak menentang keputusan Austin yang menyatakan bahwa perusahaan bangkrut karena mereka ingin segera mendapatkan uang. Sekarang, tiba-tiba ada seorang wanita yang muncul bersedia menyelamatkan perusahaan. Tentu saja, hal ini tidak ada ruginya bagi mereka.Selain itu, saham milik mereka sudah tidak berguna. Jadi, jika ada yang ingin mengakuisisi semua saham perusahaan, ini adalah hal yang menguntungkan. Para dewan direksi diam-diam sudah setuju, tetapi masih berpura-pura ragu-ragu. Winda juga tidak mendesak mereka, dia hanya terdiam sambil menyaksikan sandiwara mereka.Sementara itu, raut wajah Austin sangat masam. Sesungguhnya, dia masih tidak mengerti apa yang terjadi.Setelah beberapa saat, suara diskusi di ruang rapat pun terhenti. Salah satu dewan direksi memandang Winda seraya bertanya, "Oke, kami setuju dengan keputusan ini. Tapi, bagaimana kalau kamu menipu? Kapan kita menandatangani kontrak akuisisi?"Sebenarnya, para dewan direksi hanya memikirk
Sebelum Austin sempat membantah, Meghan dan Winda langsung pergi. Austin dipaksa untuk tinggal dan berhadapan dengan para pengacara ini. Namun, saat Meghan menunggu lift, terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa dari belakang.Meghan yang sama sekali tidak berbalik bisa menebak siapa orang-orang itu. Mereka adalah para dewan direksi di ruang rapat tadi. Satu per satu dari mereka memanggil Meghan."Nona Meghan!""Bu Meghan, tunggu dulu!"Meghan tersenyum melihat Winda yang berusaha menahan tawanya, lalu dia berbalik dan bertanya kepada dewan direksi, "Ada apa kalian mencariku? Untuk masalah transaksi saham, kalian tidak perlu khawatir."Biasanya, dewan direksi perusahaan sudah berumur. Rata-rata usia mereka di atas 50 tahun. Sekarang, wajah mereka tampak sangat pucat setelah mengalami masalah yang mengejutkan seperti ini.Sesudah mendengar ucapan Meghan, salah satu dewan direksi menggeleng dan membujuk, "Bu Meghan, jangan marah kepada kita. Sebenarnya, ini hal yang biasa."Meghan
Setelah mendengar kabar bahwa Austin telah kabur, Meghan tidak merasa kaget. Sebaliknya, jika pria itu pergi ke pengadilan dengan nurut, Meghan justru akan merasa aneh.Usai mengakhiri panggilan dengan pengacara, Meghan bersiap untuk pergi. Namun, pintu kantornya diketuk pada saat ini. Hal ini membuat Meghan tanpa sadar tertegun. Sebelum dia sempat merespons, pintunya telah dibuka.Setelah itu, Leona tampak berjalan masuk. Dia berkata dengan ekspresi yang sangat tenang, "Meghan, kamu masih nggak berniat memaafkanku, ya?"Jujur saja, perubahan sikap Leona terhadap masalah Austin memang membuat Meghan agak goyah. Namun, hanya dari hal ini saja tidaklah cukup. Meskipun buktinya valid, Austin malah telah kabur sekarang, bahkan tidak ada kabar sedikit pun. Hal ini membuat Meghan sedikit ragu-ragu.Melihat Meghan yang tetap diam, Leona telah memahami maksudnya. Dia melanjutkan sambil tersenyum getir, "Meghan, sebenarnya aku nggak pernah berharap kamu bisa memaafkanku. Aku tahu betul semua pe
Begitu mendengar perkataan Wesley, Winda pun tertegun sejenak. Kemudian, dia menyadari bahwa perkataan rekannya itu tidak salah.Saat ini, Meghan berdiri di atas panggung. Dia melihat orang-orang di bawah panggung, lalu berkata sambil tersenyum, "Terima kasih kepada semua yang bisa menghadiri acara ulang tahun Grup Oswald di tengah kesibukan kalian. Aku mewakili seluruh staf Grup Oswald untuk mengucapkan terima kasih atas kehadiran kalian semua. Aku harap kita semua bisa bersenang-senang malam ini."Usai Meghan melontarkan kata-kata sambutan, pencahayaan di atas panggung tiba-tiba berubah dari cahaya terang menjadi sorotan kecil yang hanya fokus pada panggung. Kemudian, beberapa pelayan terlihat mengangkat piano dari sisi panggung ke bagian tengah.Meghan tidak ingin memberi pengantar lebih lanjut sehingga hanya mengangguk ke arah para hadirin. Setelah itu, Danzel perlahan berjalan keluar dari kerumunan dan naik ke atas panggung. Keduanya pun duduk bersama.Saat ini, orang-orang baru m
Meghan tidak memiliki kewaspadaan apa pun. Sebab, orang-orang ini adalah keluarganya sendiri. Akan tetapi, dia melupakan bahwa pemikiran anggota Keluarga Oswald tidak dapat dipahami oleh orang normal.Saat Monica mendekatinya, dia sengaja meraih pisau oles dari meja, lalu langsung menusuknya ke arah jantung Meghan tanpa ragu-ragu. Hal ini terjadi begitu tiba-tiba, bahkan pelayan di sekitar pun tidak menyadarinya.Ketika Meghan melihat kilatan cahaya dingin di depannya, dia sontak merasa ada sesuatu yang tidak beres. Meghan memang sangat lincah, tetapi nyawanya tetap akan terancam jika responsnya lebih lambat satu detik.Begitu melihat tikaman tersebut, Meghan langsung menggerakkan tubuhnya secara refleks. Kalaupun akan terluka, dia tidak akan membiarkan pisau itu mengenai titik vitalnya.Alhasil, tubuh Meghan tiba-tiba didorong dengan keras pada momen genting ini. Segera setelah itu, terdengar suara beberapa orang yang terperanjat. Begitu menoleh, Meghan mendapati Leona yang mendekat d