Beranda / Romansa / ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA / BAB 43_MENCARI YANG HILANG

Share

BAB 43_MENCARI YANG HILANG

Penulis: Rora Aurora
last update Terakhir Diperbarui: 2023-10-08 16:07:57
Dua hari yang lalu ....

"Papa!" teriak Eldor dari luar. Aleksei yang sudah menunggu langsung membuka pintu. Ia cukup terkejut melihat kehadiran Eldor dan istrinya.

"Istana bawah tanah baik-baik saja?"

"Tidak. Ada monster di sana. Aku yakin, dia bukan ibuku lagi," jawab Eldor menyeret tangan Aletha masuk.

"Aku tidak mengerti ucapanmu."

"Ibuku sudah menjadi seperti kawannya itu, Bella," ucap Eldor memilih tetap berdiri. Aleksei mempersilakan Aletha duduk. Di depan mereka sudah ada meja kaca berisi makanan dan minuman soda. "Aku seperti melihat orang lain. Menjadi sangat aneh, dia ibuku tapi seperti wanita yang akan menggodaku."

"Aku tidak mengerti. Dari tadi kamu membicarakan apa?" tanya Aleksei yang masih kebingungan.

"Jelaskan kepadanya! Kepalaku pusing!" ujar Eldor menoleh kepada Aletha sembari memijit pelipisnya kasar.

Aletha mengangguk samar. Otaknya berpikir cepat untuk menyusun kalimat yang tepat sebab yang dia ucapkan ini akan terdengar tidak masuk akal.

"Hampir tiga minggu,
Rora Aurora

🌹Sudah sore tapi panasnya masih seperti jam 12 siang🥵 Apakah di sana juga begitu wahai wargaah🥵🥲

| 3
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Rora Aurora
wkwkwk bisa aja kk ah besok pagi yaaa
goodnovel comment avatar
Iin Handayani
sama panasnya ....menunggu kelanjutan nya ...woow makin seruu
goodnovel comment avatar
Rora Aurora
haredang ya kak......
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA   BAB 44_PERDEBATAN

    "Mengapa sampai bisa seperti ini? Aku takut dan sangat takut, ini akan sangat berbahaya untukmu, Sofia.""Harusnya kamu bahagia, karena kamu menemukanku dalam keadaan terbaik. Kembali muda dan tidak cacat. Meskipun kau sudah tua, aku siap melayanimu dengan tampilanku ini. Anggap aku terlahir kembali untukmu, Aleksei."Aleksei menggeleng. Ia sekarang mengusap air matanya sendiri. "Aku teramat sangat menyayangkan tindakanmu ini, Sofia. Apakah kamu sudah memastikan pada Bella tentang konsekuensi dari perbuatan kalian ini? Tidak mungkin tidak ada efek kerasnya, Sofia. Sebab ini di luar nalar logika.""Aku siap dengan semua konsekuensinya. Daripada hidup lumpuh dan habis waktu dengan kursi roda, semakin payah dengan rapuhnya kulit dan tulang. Tidak, Aleksei. Tampilanku yang lama sudah hilang. Aku yang menjijikkan di matamu, yang tua dan lumpuh itu sudah mati. Jangan cari-cari lagi."Aleksei mengusap tengkuknya menahan rasa frustasinya. Merah padam wajah Aleksei menatap Sofia. Ia seperti me

    Terakhir Diperbarui : 2023-10-09
  • ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA   BAB 45_MENARIK

    Farid masih mengawasi rumah besar di depannya. Hatinya cukup berdebar. Ia akhirnya memutuskan untuk mengklakson. Seorang pria kurus tinggi keluar dan mengetuk kaca mobilnya. "Cari siapa, Mas?""Ayahku. Sayudha Wistara.""Oooh. Sebentar ya, saya konfirmasi dulu sama Nyonya," ujarnya. Farid mengangguk. Beberapa saat, pria ringkih itu kembali. "Silahkan, Mas."Farid mengangguk. Setelah mobilnya terparkir, ia diantar masuk dan dipersilakan duduk di sofa. "Farid?" sapa Yudha yang langsung menghambur memeluknya. "Kenapa gak kabari dulu kalau mau ke sini? Siapa yang kasih tahu alamatnya?""Dari hp Mama," jawab Farid datar. Yudha hanya mengangguk. "Bagaimana keadaan kalian?""Kami masih hidup seperti tidak bernyawa karena Papaj sedang menjauh. Kenapa Papa bisa berubah begini?""Apa Mamamu yang menyuruhmu ke sini?""Tidak. Bahkan Mama tidak tahu aku mencuri alamat rumah Tante Karmila dari ponselnya."Yudha hanya diam. "Kenapa tidak tinggal di tempat lain? Kenapa harus satu rumah dengan w

    Terakhir Diperbarui : 2023-10-09
  • ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA   BAB 46_SESEORANG YANG MENGINTAI

    Setelah berhasil menenangkan Farid, Luna kembali turun. Matanya menyipit melihat Bella yang sedang membaca katalog. "Maaf membuatmu menunggu.""Aku merasa tidak menunggu. Kau bisa melanjutkan kegiatanmu," timpal Bella tersenyum. "Aku sudah selesai. Biasalah, anak muda masih sangat labil," ujar Luna kembali duduk. "Jadi, apakah kau sudah menentukan pilihan?" tanya Luna. "Iya. Aku ingin model kalung seperti ini sekaligus antingnya," ujar Bella memilih secara acak. "Baik," jawab Luna. "Kapan siap? Mungkin aku bisa memakainya saat pernikahan putramu. Siapa namanya? Fa ....""Farid Abdullah. Ya. Aku akan usahakan sebab waktunya cukup singkat," tanggap Luna. "Empat belas hari lagi," potong Bella. Luna mengernyitkan kedua alisnya. Darimana Bella tahu? "Aku harus pergi sekarang. Ada urusan," ucap Bella membuyarkan kebingungan Luna. Saat wanita yang nampak muda itu menghilang dari garasi dengan mobil mewahnya, Luna menurunkan cadarnya. "Darimana Bella tahu acaranya empat belas hari lag

    Terakhir Diperbarui : 2023-10-10
  • ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA   BAB 47_MUNGKIN HANYA ILUSI

    Tanpa ragu, Bella mendekati Yudha. Langkahnya begitu ringan tanpa adanya keraguan sedikit pun. Yudha kembali terdengar mendengkur. Efek obat benar-benar membuatnya tak bisa terus sadar meski dia ingin menemani Karmila bicara. Wanita itu selalu senang menjadi pendengarnya, tidak seperti istrinya yang selalu mendominasi. Meski Luna tidak menunjukkannya, namun pembawaan wanita itu selalu membuat Yudha tunduk. "Kukira hanya perasaanku saja, kau begitu amat mirip dengan suamiku. Aura kalian seperti satu. Mata, bibir ini, postur tubuh juga kulit ini ... satu lagi, cara bicaramu ... ah kalian terasa sangat sama."Bella tersenyum lembut menatap Yudha dan membayangkan jika pria di depannya itu menyatu dengan suaminya. Tapi tidak, Bella menepisnya. Itu terlalu cepat."Selama ini, aku tak pernah bergairah pada pria lain selain suamiku. Dan saat ini, aku mulai merasa menghangat dan dingin secara bersamaan. Apakah aku sedang menyukaimu? Hemmm ... ini sangat menyenangkan."Masih dengan menutup mata

    Terakhir Diperbarui : 2023-10-11
  • ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA   BAB 48_TANDA LAHIR

    Silsilia masih gemetar ketakutan. Ia bersumpah tidak akan menghadapkan matanya pada akuarium itu. Tidak akan. Sepanjang waktu, Silsilia hanya terus meringkut di atas kasur. Bahkan saat kandung kemihnya terasa penuh, Silsilia berjalan mundur, demi untuk tidak melihat ke arah akuarium. "Oh Tuhan, jika KAU benar-benar ada dan mengatur takdirku, kenapa KAU begitu kejam padaku dengan menghukumku seperti ini?! Aku takut sekali bahkan untuk sekedar bernapas," lirih Silsilia menggenggam tangannya, mencari keberanian untuk keluar dari kamar mandi. Namun keberaniannya sudah terkuras, karena saat akan keluar dari dalam kamar mandi, ia mendengar suara gelembung air. Ia tahu, gelembung itu sering terdengar. Bahkan hari itu, saat matanya menangkap kedua mata Zaenal terbuka, itu setelah dia mendengar suara gelembung itu. Silsilia memilih diam di dalam kamar mandi meski rasanya tulang-tulangnya seperti akan menjadi batu. Dingin sekali sampai ke sum-sumnya. Ia beberapa kali mengumpat, mengapa kamar m

    Terakhir Diperbarui : 2023-10-11
  • ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA   BAB 49_RASA KECEWA

    Luna berhenti di depan mobilnya tepat ketika dia mendengar suara klakson dan Jono bergegas membuka pintu gerbang. Luna menyender di pintu mobil, santai melihat mobil Bella masuk."Kenapa wanita ini senang sekali datang? Aku yakin, dia tidak sekedar berkunjung," gumam Luna sendirian. Terlihat Bella keluar dari mobil dengan senyum yang mekar. Dia membawa sebuah tas berwarna orange di tangannya. Jelas, itu pasti berisi benda yang memiliki brand ternama. Luna hanya sedikit melengkungkan alis, seperti sedang bersiap dengan tindakan wanita itu. "Apa kamu akan keluar sekarang?" tanya Bella menutup pintu mobilnya. "Ya, ada sedikit pekerjaan di luar. Tapi, tidak masalah jika aku menundanya untuk beberapa jam," jawab Luna sembari menerima uluran tangan Bella. Mereka berpelukan seperti kawan yang sudah lama tidak bertemu. "Terima kasih. Aku sedang bosan di laboratorium jadi aku ke sini untuk menghilangkan kepenatan.""Dimana Silsilia? Aku ingin bertemu dengannya.""Dia sedang melakukan tugas,

    Terakhir Diperbarui : 2023-10-12
  • ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA   BAB 50_INGIN MATI

    Yudha sedang berusaha merayu Karmila agar mau membuka pintu. Sedari kemarin pagi, wanita itu tak mau keluar kamar. Dia hanya mau menerima makanan dari balik pintu dan langsung mendorong pintu itu jika Yudha berusaha untuk masuk. Tentu saja, hal itu membuat Yudha bingung hingga menunda untuk pindah. "Kom! Kamu kenapa sih? Kamu kumat atau gimana?!" seru Yudha terus menggedor. "Aku akan gila sekarang, Yudha! Wajahku membengkak dan bintik-bintik penuh jerawat!""Kok bisa?! Coba aku lihat!""Tidak! Aku malu!""Ayolah, kamu jangan begini. Aku ini bukan orang lain. Aku adalah bagian darimu, Kom! Ayo! Buka pintumu! Kalau kamu begini terus, kita berdua bisa sama-sama kolaps. Kita harus bisa saling jaga apa pun kondisinya," ujar Yudha dengan suara lembut, berharap kali ini Karmila luluh. Setelah beberapa saat hening, terdengar suara pintu yang dibuka. Yudha langsung menangkap pintu itu dan secara spontan, Karmila menutupnya dengan keras. "Aaaaaaaakh!!! Sakiiit!!!" teriak Yudha menjerit-jerit

    Terakhir Diperbarui : 2023-10-12
  • ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA   BAB 51_TAK PERLU BERTANYA

    Eldor mengamuk di dalam kamarnya sebab untuk kali pertama, Sofia menguncinya di dalam kamar. Persis seperti seorang bocah laki-laki yang nakal lalu sedang dihukum oleh ibunya. Eldor melempar barang apapun yang ada di sekitarnya tanpa peduli itu bisa melukai dirinya sendiri. Seperti dia telah menghancurkan dinding kaca yang menjadi ruangan favoritnya. Pria itu tak mampu menahan dirinya untuk tidak melempar benda rapuh itu dengan botol wine yang berjejer masih utuh dengan isinya. "Biarkan aku keluar dari sini! Aletha masih di luar! Aku meninggalkannya!""Dia sudah dewasa dan bisa menjaga dirinya sendiri. Aku ingin kau mengetahui bahwa yang masih berkuasa di sini adalah aku, Queen Sofia! Jadi, bersikaplah baik jika kau ingin aku segera membebaskanmu," ujar Sofia dari luar. Bosan juga dari tadi dia mendengar suara dentuman barang dan sedikit ada rasa khawatir dalam dirinya, Eldor akan nekat. Sofia menjilat bibir atasnya merasa puas karena selama ini dia sangat memendam perasaan untuk men

    Terakhir Diperbarui : 2023-10-13

Bab terbaru

  • ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA   ENDING

    Kini villa itu sudah sepi, bahkan tempat sesepi itu tidak memiliki penjaga. Aleksei mondar-mandir tak karuan. Sedari tadi dia berusaha sibuk, merapikan hal yang remeh temeh padahal penjaga catring sudah merapikan semuanya. Sumpah demi apa pun, jantungnya dari tadi berdegup kencang seperti ditabuh keras-keras. Ia mencari apa lagi yang dia bisa kerjakan asal tidak masuk ke dalam kamar itu. Bahkan melihat ke arah pintu kamar saja dia tidak sanggup karena dia tahu, di dalam sana ada seseorang yang menjadi pujaannya seumur hidup. "Sial, aku harus apa lagi?!" Aleksei melihat jam dinding, dan terlihat sudah jam dua dini hari. Semua sudah rapi, sudah pada di tempatnya. Pria itu kembali mondar mandir. Menyesal dia menyimpan laptop dan ponselnya di kamar tempat Luna berada. "Ya, aku tahu," ucap Aleksei sendirian membuka laci dan membungkuk mencari gunting tanaman dan sabit. "Aku bersihkan taman saja," desisnya mantap. Crinnnng!!! Kedua benda itu jatuh karena pria itu terkejut luar biasa seba

  • ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA   BAB 127_ABANG dan ADIK

    "Maaf, aku mengganggu waktumu," ucap Yudha di depan Aleksei yang memperbaiki posisi kacamata hitamnya. Mereka bertemu di sebuah cafe di pinggir pantai. Ombak di sore hari terlihat lebih besar. "Tidak masalah. Maaf juga aku harus membuatmu menunggu. Aku benar-benar harus meeting tadi."Yudha tersenyum lalu menegak kopinya. Ia mengeluarkan rokok dan menyodorkannya pada Aleksei. "Rokok favoritmu," ucap Yudha menawarkan namun yang cukup membuat Aleksei terkejut, Yudha pun menyalakan putung rokok itu untuk dirinya sendiri. "Sejak kapan kau merokok?""Sejak tidak ada paru-paru lain yang kujaga," jawab Yudha santai menyesap asap. Aleksei hanya menoleh lalu membuang wajah, memilih menatap ombak yang berdebur. "Kau pasti tidak merokok lagi sekarang, karena ada paru-paru lain yang kau jaga, bukan?" lanjut Yudha. Aleksei kebingungan dan salah tingkah. Ia meraih rokok itu lalu akan membakarnya. Yudha menahan tangan pria itu. "Tidak perlu. Its oke. Aku tahu, kau tidak merokok lagi sejak operas

  • ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA   BAB 126_PERJANJIAN

    Aleksei merasa seperti sedang diguyur berton-ton tumpukan bunga. Harum, lembut tapi terlalu banyak. Ia tidak bisa bernapas. Pria itu melihat ke bawah, ke samping, bahkan ia harus mendongak ke atas untuk mencari udara. Tak .... Tak .... Langkah Luna mendekat, dan itu membuat Aleksei refleks mundur. Wanita itu justru tersenyum melihat ekspresi Aleksei sekaget itu. "Jangan main-main kamu, Angel. Kita sudah berumur, jangan bicara yang tidak-tidak," ucap Aleksei mengusap wajahnya. "Kenapa memangnya? Kalau kita bersama terus, tanpa ada hal yang urgent, jatuhnya fitnah, lo!""Untuk bertemu denganmu meski hanya satu menit, itu sudah ranah urgent."Luna berhenti dan justru menutup mulutnya tertawa. "Ya sudah, mari kita menikah supaya tiap menit bisa bertemu," goda Luna. "Memang pandai sekali kamu mempermainkan hati," ucap Aleksei menghembuskan kasar napasnya. "Jadi kau menolakku? Tak ingin menikahiku?""Eiih?!"Aleksei hanya melongo. Dia seperti tidak menapak lagi di bumi mendengar ucap

  • ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA   BAB 125_DEBARAN

    Dua minggu kemudian .... "Katakan padaku, kenapa Angel tidak pernah datang mengunjungiku?" tanya Aleksei ketika Daniel sedang memeriksa tensi darahnya. "Syukurlah, semuanya berjalan lancar dan kondisi Anda juga semakin baik, Tuan.""Jangan alihkan pembicaraan, katakan kemana Angel? Apa dia baik-baik saja?" "Ya, Nyonya Angel baik-baik saja. Jika transplantasi Anda berhasil, Anda akan bisa melihatnya lagi meski mungkin tidak seterang penglihatan Anda sebelumnya.""Aku lega dia baik-baik saja. Tapi kenapa dia tidak mendatangiku sejak aku operasi? Wanita itu," gerutu Aleksei mengelus perban di matanya. "Perban Anda sudah bisa dibuka. Apa Anda siap?""Tolong panggilkan aku Angel, saat mataku terbuka, aku ingin melihat dia pertama kali."Dokter Daniel terenyuh mendengar semua ucapan Aleksei. Jelas sekali dari getaran suara pria itu, Aleksei benar-benar sangat mencintai sosok Angel Gracelia. "Maaf, Tuan. Nyonya Angel belum bisa menemui Anda kemari. Tapi tidak masalah, Anda yang bisa mene

  • ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA   BAB 124_KEPUTUSAN

    "Bagaimana keadaannya?" tanya Luna dengan wajah tegang. "Selama Anda pergi, kami sudah tiga kali menyuntikkan obat penahan rasa sakit dan antibiotik.""Suntikan cairan ini pada bahu Aleksei."Luna menyerahkan tabung itu pada dokter Daniel. Pria itu melihat benda yang di tangannya itu lamat-lamat. "Cairan apa ini? Dingin sekali sampai menembus tulang.""Penawar racun itu. Cepat suntikan sekarang, Daniel."Dokter Daniel mengangguk dan matanya menangkap keberadaan Farid yang sedang dibersihkan lukanya. Nampak luka itu jauh lebih segar, tidak bengkak lagi dan tidak hitam. Sudah seperti daging biasa. "Bagaimana itu terjadi?""Racun dan penawar itu diciptakan oleh sosok yang paling hebat. Sudah, suntikan segera dan agar kau tenang kembali bekerja."Tak menunggu lagi, dokter yang berpostur tinggi itu langsung bergegas menuju ruang perawatan Aleksei. "Siapa?! Angel, kau kah itu?" tanya Aleksei terkejut saat terdengar suara pintu terbuka. "Bukan, Tuan. Saya, Daniel. Bagaimana perasaan Anda

  • ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA   BAB 123_MENGHILANGKAN EGO

    Helena menggeleng sembari menutup mulutnya yang sudah tertutup cadar. "Helena! Berikan sandi itu! Kasihan putraku kesakitan seperti itu. Apa pun yang kau inginkan dariku, aku akan memberikannya!"Helena terus menggeleng dan membuat Luna semakin putus asa. Gadis itu justru mundur, mundur dan berbalik arah, seperti melarikan diri. Kakinya berlari sangat kencang masuk ke dalam rumahnya. "Helena! Helena!!!" teriak Luna sekencang-kencangnya. Wanita itu sampai memukul tanah tempatnya mengesot hingga kotor pakaiannya. Berdentam tanah itu karena amukan Luna. Suara tangisan Luna menyeruak penuh ketakutan dan kemarahan. "Wanita sialan! Awas kau! Akan kumakan kau hidup-hidup!" seru Eldor sudah berdiri akan mengejar Helena tapi langkahnya tertahan melihat Farid muntah darah. Silsilia sedari tadi menahan pemuda itu agar tidak terlalu mengamuk sebab banyak juga pot bunga, dan batu di sekitar tempat itu. "Oooh demi leluhur Razoore! Aaah sial!" Eldor memukul kosong di udara. Urat-urat tangannya ti

  • ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA   BAB 122_PERDEBATAN

    Di dalam mobil, Karmila masih diam. Sama sekali tak bicara setelah beberapa menit berada di samping Yudha yang saat ini fokus menyetir."Luna tidak mau rujuk," ucap Yudha tiba-tiba."Oh ya? Hmm ... mungkin dia butuh lebih banyak waktu lagi," sambut Karmila salah tingkah. Sedari tadi pikirannya dipenuhi dengan banyak pertimbangan. "Entahlah. Dia bukan jenis wanita yang mudah goyah setelah mengambil keputusan," timpal Yudha mengembuskan napasnya kasar. "Jadi kau menyesal telah menceraikannya?""Ya. Aku terlalu mengikuti emosiku. Aku tidak memandang jernih setiap sisi masalah. Menyesal, aku sangat menyesal."Karmila tidak berkata apa-apa lagi. Ia pernah menyerah, lalu kembali mencoba dan sekarang hempas lagi. Suasana menjadi hening kembali. Yudha menoleh sekilas pada Karmila yang terlihat kosong. "Tadi, Farid makan buah-buahan yang kamu bawa. Dia memang suka sekali dengan anggur, sama seperti ibunya," lanjut Yudha kembali bicara mencairkan suasana. "Syukurlah. Dia memang pemuda yang b

  • ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA   BAB 121_ANCAMAN

    "Nona! Nooooon!" teriak Rumayah menggedor pintu Helena. "Kenapa, Mbok?!"Helena keluar tetap menggunakan hijabnya namun kali ini, ia menggunakan cadarnya. Bekas cakaran Sofia belum bisa dihilangkan meskipun ia rutin merawatnya. "Ada ... ada banyak orang yang sedang nyari Nona! Salah satunya, pria besar yang dulu pernah ke sini!"Helena terhenyak sebentar lalu memperat simpul tali cadarnya. "Tenanglah Mbok. Yang akan terjadi, biarlah terjadi."Helena melangkah tanpa ragu. Wajahnya yang rusak adalah hal yang membuatnya tidak memiliki rasa takut lagi. Bahkan, beberapa kali ia berpikir untuk mengakhiri saja hidupnya tapi dia tahu, itu hal yang paling dibenci Allah. Setidaknya, ia tidak ingin mati bunuh diri, lebih baik dibunuh saja. Gadis itu sudah pada puncak putus asa. "Katakan pada Amang, jangan keluar, jangan ikut campur. Ini urusanku. Apa pun yang terjadi padaku, kalian jangan terlibat," ujar Helena datar. "Tapi, Non ....""Tinggallah di sini, biar aku sendiri yang menghadapi mer

  • ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA   BAB 120_RACUN

    Farid mendorong kursi roda yang diduduki Luna dengan sangat tergesa-gesa. "Kami sudah memindahkannya ke dalam ruangan steril, tidak bisa dimasuki kecuali tenaga medis yang berpakaian lengkap," ucap dokter Daniel sembari terus melangkah cepat. "Kau harus melakukan yang terbaik, Daniel. Aku akan membayar berapa pun jumlah yang kau butuhkan.""Jangan dipikirkan, Nyonya. Anda bisa menemuinya. Kami memberikan waktu lima menit. Sekarang, pakailah alat pelindung ini," ucap Daniel sampai di sebuah ruangan kecil. Luna memakai baju pelindung dan masker juga penutup kepala lengkap. Daniel mempersilakannya masuk dan menunjukkannya jam tangan sebagai tanda dia tidak memiliki waktu yang banyak. "Apakah mereka akan baik-baik saja?" tanya Farid mengintip dari kaca. Terlihat Luna mendekati Aleksei dengan memutar kursi rodanya dengan cepat. "Aku harap semua baik-baik saja," ujar Daniel berdebar. Untuk pertama kali dia menangani kasus sedahsyat itu. Ada bakteri jahat yang aneh dan cepat sekali berege

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status