Share

Bujuk Rayu

Penulis: Renita April
last update Terakhir Diperbarui: 2024-04-11 13:18:35

"Sayang!" panggil Rere dengan manjanya.

Rere masuk ke dalam ruangan Aldo. Dia membawa berkas yang akan diperiksa dan ditanda tangani oleh Aldo sebagai atasan.

Terlihat Aldo tengah berkutat dengan laptop yang ada di depannya. Saat ini perusahaan Aldo tengah membangun sebuah hotel di luar kota.

"Lagi apa?" tanya Rere seraya meletakkan berkas di atas meja.

"Lagi buat design hotel," jawab Aldo.

Dahi Rere berkerut. "Kamu bisa gambar?"

Aldo mengangguk. "Bisa. Kalau aku tidak suka rancangan arsitek kita, aku akan membuatnya sendiri."

"Aku bawa berkas yang harus kamu tanda tangan." Rere melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami.

"Aku periksa dulu," kata Aldo.

Aldo membuka berkas yang dibawa oleh sang istri. Rere mendaratkan kecupan di pipi tak kala Aldo ingin membaca berkas itu.

Aldo menoleh lalu berganti mengecup bibir penuh milik istrinya. Bibir keduanya bertautan. Rere duduk di pangkuan sang suami.

"Tanda tangan dulu," pinta Rere dengan suara manjanya.

"Iya ...."

Tanpa me
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

  • I Hate U, Boss   Kerja Sama

    Pagi harinya Aldo, Rere dan Kenan, tengah sarapan bersama. Tidak ada yang bicara. Semuanya makan dalam diam.Aldo melirik Rere yang dari bangun tidur, tidak berbicara padanya. Rere seakan sibuk sendiri dengan kegiatannya."Kenan ... kamu perginya sama Mommy saja. Hari ini Mommy akan mengunjungi gurumu," ujar Rere. Kenan mengangguk. "Iya, Mom."Memang setiap sebulan sekali, Rere akan pergi menemui guru Kenan. Itu dilakukan Rere untuk mengetahui perkembangan putranya di sekolah. Rere menyeka bibirnya dengan sapu tangan. Dia bangkit dari kursi. Rere mengulurkan tangannya pada Aldo. Rere mengecup punggung tangan suaminya. "Aku pergi dulu."Segera saja Rere meraih tangan Kenan dan membawanya keluar dari rumah. Aldo menghela napas. Dia tahu Rere marah padanya. Aldo baru pulang ke rumah saat jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi. Aldo tertidur di rumah Celine. "Rere pasti marah. Kenapa juga aku pakai ketiduran," kesal Aldo pada dirinya sendiri. Rere mengendarai mobilnya menuju sekolah Ke

    Terakhir Diperbarui : 2024-04-11
  • I Hate U, Boss   Setuju

    Dion keluar dari dalam mobilnya. Dia merapikan dahulu jas mewah yang telah melekat di tubuh bidangnya. Dion melangkah masuk ke kantor Aldo. Hari ini dia ada temu janji pada Rere dan juga Aldo. Dion melangkah menuju bagian receptionist. "Pagi ... saya Dion. Saya sudah ada temu janji dengan ibu Rere."Dion menampilkan senyum manis. Karyawan wanita itu salah tingkah. Dion terlalu mempesona baginya. Dia lalu mengangkat telepon, namun pandangan matanya tidak lepas dari memperhatikan raut tampan dihadapannya. Karyawan itu selesai bicara dan menutup teleponnya kembali ke tempat semula. "Anda silakan saja langsung menuju lantai 8. Ibu Rere sudah menunggu Anda di sana," jelas karyawan itu."Baiklah. Terima kasih," ucap Dion dengan senyum manisnya. Dion berjalan menuju lift. Dia masuk dan menekan angka 8 menuju lantai di mana Rere berada. Dion keluar dari lift. Di luar lift sudah ada karyawan wanita yang mengantarkan Dion masuk keruangan Rere. Pintu dibuka dan Dion dipersilakan untuk ma

    Terakhir Diperbarui : 2024-04-14
  • I Hate U, Boss   Gangguan

    Aldo sudah tidak sabar untuk menanti malam yang bergelora bersama istrinya. Membayangkannya saja sudah membuatnya panas.Jika bersama dengan Rere, sungguh tidak ada duanya. Istrinya sangat mengairahkan. Membuat desakan dalam dirinya ingin meledak. Aldo mengendarai mobilnya menuju rumah. Dia harus pulang agak malam. Itu dikarenakan Ryan tidak ada di tempat. Jam menunjukkan pukul 7 malam. Aldo mempercepat laju mobil. Dia akan makan malam bersama keluarga kecilnya. Perutnya juga sudah meronta pinta diisi. Aldo keluar dari mobil. Dia masuk dan disambut oleh putra kecilnya Kenan. "Sayang." Aldo mengacak-acak rambut Kenan dan mengendongnya. "Di mana Mommy?" tanya Aldo."Mommy ada di ruang makan," jawab Kenan."Kita temui Mommy." Aldo memberikan tas kerjanya pada pelayan. Dia menemui istrinya yang tengan menyiapkan makan malam.Rere menghampiri Aldo dan mendaratkan kecupan ringan di bibir. "Cuci tangan dulu. Baru kita makan bersama."Aldo mendudukkan Kenan di kursi. Dia menuju wastafel d

    Terakhir Diperbarui : 2024-04-14
  • I Hate U, Boss   Ritual

    Pagi harinya Aldo sudah membawa Kenan ke rumah orangtuanya. Rencana semalam gagal dan Aldo tidak mau malam ini gagal lagi. Aldo dan Kenan keluar dari mobil. Keduanya masuk ke rumah. Kenan sudah berlari menghampiri kakek dan neneknya. "Kakek, nenek ... Kenan datang nih," teriaknya. Kedua orangtua Aldo menuruni anak tangga, sesaat melihat cucu pertama mereka datang. "Cucu Nenek datang." Rina mengecup kedua pipi cucunya. "Kenan sayang," ucap Wijaya seraya mengangkat tubuh Kenan."Ma ... malam ini Kenan menginap di sini saja. Aku dan Rere ingin pergi," kata Aldo."Memangnya kalian mau kemana?" tanya Rina. Aldo mengaruk kepalanya. "Hmm, itu ... mau-""Daddy mau buat adik, Nek," sahut Kenan.Aldo terkesiap mendengarnya. Dia memasang senyum paksa di bibir. Wijaya dan Rina geleng-geleng kepala. "Kalian pergi sana. Biar Kenan bersama Nenek dan Kakek," kata Rina. Keempatnya duduk di sofa. Kenan sudah bermain bersama kakeknya. Rina menatap Aldo secera seksama."Apa kamu masih menginginka

    Terakhir Diperbarui : 2024-04-14
  • I Hate U, Boss   Kejutan Kecil

    Dengan perlahan-lahan Rere bangkit dari ranjang tidur. Aldo tertidur lelap karena telah menguras habis tenaganya. Rere memakai pakaiannya kembali. Dengan perlahan dia mengambil kotak dari bawah ranjang. Rere melirik ke arah sang suami. Aldo masih tertidur. Rere mengembuskan napas leganya. Rere mengambil ponsel dari kotak itu. Dia membuka pintu dan keluar. Rere menuruni anak tangga. Dia menuju taman belakang. Rere mendial nomor pria suruhannya. "Halo ... aku perlu foto-foto mesra Dion dan Celine." ~ Rere."Akan aku kirimkan sekarang." "Foto itu sudah kamu blur, kan?" ~ Rere."Tenang saja. Aku sudah melakukan sesuai permintaanmu." "Aku akan tunggu paketnya." ~ Rere.Rere mematikan sambungan teleponnya. Dia mengeluarkan kartu itu, mematahkannya dan membuangnya di tempat sampah. Rere kembali ke atas menuju kamar tidur. Aldo masih tertidur pulas. Rere mengembalikan ponsel di kotak hitam itu. Rere kembali merebahkan tubuhnya di samping Aldo. Dia mengusap lembut wajah sang suami. A

    Terakhir Diperbarui : 2024-04-14
  • I Hate U, Boss   Murka

    Celine membuka amplop itu dan melihat isi didalamnya. Matanya terbelalak melihat foto mesranya bersama dengan seorang pria di cafe. Foto itu adalah dia yang tengah menyatukan bibir dengan seorang pria yang tak lain adalah Dion. "Al ... ini tidak seperti yang kamu kira," lirih Celine. Plaakk ... plaakk ... !Dua tamparan keras mendarat di pipi mulus Celine. Sisi kanan dan kiri mendapat cap lima jari. Aldo mencekik leher kekasihnya itu. "Kamu bilang apa? Tidak seperti yang aku kira. Lalu seperti apa, huh?""L-lepaskan Aldo. Kamu menyakiti diriku." Celine memukul-mukul lengan Aldo agar melepas tangan dari lehernya. Aldo mendesis. "Kamu tahu bagaimana sifatku, Celine. Apa yang akan aku lakukan kepada seorang penghianat."Aldo melepas cengkraman tangannya. Celine terbatuk-batuk dan menarik napas sebanyak-banyaknya. "Siapa pria itu? Apalagi yang kalian lakukan, huh?" tanya Aldo marah. Rere yang melihat dan mendengar itu, ikutan panik. Dia takut Celine memberitahu nama pria itu. Jika

    Terakhir Diperbarui : 2024-04-14
  • I Hate U, Boss   Pacaran

    Rere menoleh ke sisi kiri dan kanan. Seperti biasanya. Rere memakai kacamata serta kerudung untuk menutupi kepalanya. Rere membuka pintu mobil dan masuk. Dia masuk ke dalam mobil Dion. Keduanya saling berpelukan. Dion mengecup kening dan pipi Rere, sesaat wanita yang dia cintai telah duduk di sampingnya. Rere mengeluarkan cek dari dalam tasnya. "Ini cek sebesar 25 milyar. Ambillah. Ini untukmu.""Apa ini hasil dari merampok suami?" Dion mengambil cek uang itu. Rere tersenyum. "Begitulah.""Kapan kita akan kabur dari kota ini?" tanya Dion. "Secepatnya," jawab Rere. "Aku masih belum mengeruk habis hartanya." Dion terkekeh. "Kamu memang pintar, Sayangku."Rere merebahkan kepalanya di lengan kekar Dion. Tangan Dion mengusap lembut kepala Rere dan mendaratkan kecupan di kening. Rere mengangkat kepalanya. Dia melirik jam di pergelangan tangannya. "Sayang ... aku harus menjemput putraku. Aku pergi duluan.""Iya ... kamu jemput putra kita. Titip salam untuknya dariku," kata Dion yang s

    Terakhir Diperbarui : 2024-04-17
  • I Hate U, Boss   Terakhir

    Keduanya kini sudah berada di kamar hotel. Setelah piknik singkat di pantai. Rere mengajak sang suami untuk bermalam di hotel. Rere tengah menghias dirinya. Memakai gaun malam yang belum sempat dia pakai, pada malam sebelumnya. Sesuai permintaan Aldo waktu itu. Rere memakai gaun malamnya tanpa dalaman. Kali ini Rere memakai gaun malam berwarna maroon. "Al ... bersihkan dulu dirimu," kata Rere.Aldo melangkah mendekati Rere. Dia membelai rambut halus serta menghirup aroma wanginya. "Malam ini kamu sangat cantik.""Mandi dulu, Sayang," bisik Rere seraya mengigit cuping telinga Aldo. Aldo tersenyum. "Tunggu aku, Sayang."Aldo masuk ke kamar mandi. Rere menuangkan minuman pada gelas tinggi berbentuk ramping. Rere menoleh kearah kamar mandi. Dia meraih tasnya. Lalu mengambil sebutir pil dari dalam botol obat dan sebotol jus. Rere memberi satu butir pil itu kedalam minuman berwarna merah. Rere membuka tutup botol pada jus delima. Dia menuangkan sedikit jus itu kedalam gelas satunya la

    Terakhir Diperbarui : 2024-04-17

Bab terbaru

  • I Hate U, Boss   Kebahagian

    "Pinggangku," rintihnya. Kenan meraih handycam yang tadi ia letakkan di kursi rotan di dalam kamar. Ia memutar isi dalam rekaman itu. Kenan bernapas lega karena Liora tidak sempat dilecehkan oleh keempat pria jahat itu. Kenan keluar dari dalam kamar kapal. Masih ada beberapa anak buah Aldo yang menunggu majikannya keluar. "Kalian siapkan mobil. Aku mau pulang," kata Kenan. "Siap, Tuan," ucap salah satu pria yang bertubuh kekar dan alisnya tebal. Pintu kamar diketuk oleh pengawal tadi. Kenan beranjak membuka pintu. "Sudah siap mobilnya?""Sudah, Tuan." "Tolong bawa istriku ke mobil," pinta Kenan dengan mempersilakan pria itu masuk ke dalam kamar. "Baik, Tuan." Pria itu masuk dan sedikit heran dengan kondisi Liora. Pria itu ingin tertawa namun ia menahannya. "Cepat bawa," kata Kenan kesal karena pengawal itu memperhatikan istrinya. "B-baik, Tuan." Mata tajam Kenan tidak lepas dari pengawal yang membawa istrinya. Takutnya pria itu mencuri kesempatan yang ada. Pintu mobil sudah

  • I Hate U, Boss   Usaha Penyelamatan

    "Jangan mendekat," lirih Liora dengan memegang pecahan kaca di tangannya. Ia harus tetap sadar. Liora harus mempertahankan segala kehormatannya. "Cepat lakukan sebelum wanita ini ditemukan," perintah Angel. Dua pria lain sudah membuka celana yang mereka kenakan. Keduanya menunggu giliran. Liora bergeser untuk menjauh dari dua pria itu. Namun dua pria itu semakin mendekat. "Ayo, Sayang. Kita bermain-main," ucap keduanya. Pria yang mempunyai gambar bintang di lehernya mendekat. Ia hendak meraih rambut Liora namun dengan cepat Liora melayangkan pecahan kaca ke tangan pria itu. "Ish ... kurang ajar. Berani sekali wanita ini. Sudah terluka masih bisa melukai lengan tanganku," berangnya. Liora mengacungkan pecahan kaca yang ia pegang. "Jangan ada yang mendekat.""Hei ... kenapa kalian lamban sekali," kesal Angel. "Cepat lakukan." Dua pria itu menendang tangan Liora yang mengacungkan pecahan gelas kaca. Pecahan itu terlempar dan keduanya memegang lengan Liora. "Lepaskan." Liora mero

  • I Hate U, Boss   Oh Ternyata

    Kenan dan Aldo telah sampai di perusahaan. Keduanya langsung saja masuk ke dalam lift menuju lantai paling teratas gedung perusahaan. Di atas sana Doni dan beberapa anak buah Aldo sudah menunggu. Pintu lift terbuka. Kenan dan Aldo keluar. Keduanya menuju pintu darurat. Kenan bersama Aldo menaiki anak tangga hingga tibalah mereka di atas atap gedung. Angin berhembus kencang meniup rambut para pria yang berada di atap. Itu disebabkan karena baling-baling helikopter tengah berputar. "Semuanya sudah siap?" tanya Aldo. "Sudah, Tuan," jawab Doni. "Kapan bantuan datang?""Bantuan sudah dalam perjalanan.""Kita berangkat sekarang. Aku takut istriku terluka."Kenan, Aldo, serta Doni serta satu anak buah mereka naik ke dalam helikopter yang bermuatan enam orang. Setelah semuanya naik dan bersiap. Helikopter pun lepas landas. *****Angel duduk di pangkuan Ardi. Ia memegang segelas minuman berwarna coklat. Tangannya menjelajahi tubuh bidang Ardi yang polos. "Malam ini aku tidak mau bermain

  • I Hate U, Boss   Usaha Kenan

    "Mau kalian bawa ke mana aku?" tanya Liora. "Diam saja. Nanti kamu juga akan tahu," kata pria yang duduk di kursi depan mobil. Liora terdiam namun jantungnya berdegup kencang saat ini. Rasa takut tentu saja ada dalam benaknya. Liora paham maksud dari arti penuturan Kenan tadi. Suaminya itu menyiratkan kata-kata dalam sebuah adegan film action. Meski Kenan mengajak keempat pria tadi berkelahi. Tentu saja Kenan akan kalah dan pasti tubuhnya akan babak belur. Pada akhirnya pun Liora akan tertangkap juga. Kenan memberinya kode agar menyerahkan diri saja. Liora menuruti perintah suaminya dan percaya jika Kenan akan secepatnya menyelamatkan dirinya. Mobil sampai ke sebuah pelabuhan. Keempat pria itu turun begitu juga dengan Liora. Ia digiring menuju kapal. Sepertinya Ardi memang memiliki kapal itu. "Ayo naik," perintah pria yang sudah membuka topeng wajahnya. Liora dapat melihat jika pria itu memiliki lukisan tubuh bintang di lehernya. Liora naik ke kapal bersama keempat pria itu. Se

  • I Hate U, Boss   Tertangkapnya Liora

    Kenan membawa tubuh Liora yang kelelahan. Keduanya keluar dari kamar mandi. Telapak jari Liora berkerut karena kedinginan. Kenan seakan tidak ada hari esok untuk mengempur sang istri. Bibir Liora bergetar karena kedinginan. Kenan membungkus tubuh istrinya dengan selimut tebal. Rambut Liora yang basah juga ia bungkus dengan handuk."Kamu mau makan apa? Biar aku pesankan," ucap Kenan. "Terserah!""Kamu masih marah?" tanya Kenan. Bagaimana Liora tidak marah. Kenan tidak membiarkannya istirahat. Pinggangnya saja terasa sakit. Belum lagi air dingin yang menguyur tubuhnya. Perutnya juga terasa sangat lapar. Namun Kenan malah menunda-nunda keinginannya untuk makan. Suaminya itu semakin mengila saja menghujam dirinya. Kenan memeluk Liora yang terbungkus oleh selimut tebal. "Maaf, Sayang. Namanya juga pengantin baru."Liora mendengus. "Biarkan aku istirahat dulu dan makan. Semua tubuhku sakit, perutku lapar dan aku mengantuk ingin tidur."Kenan terkekeh. "Iya, Sayang."*****Ardi mengge

  • I Hate U, Boss   Minta Nambah

    Kenan menoel-noel lengan Liora. Istrinya tengah tertidur pulas. Liora sempat membersihkan dirinya sebelum tidur. Kenan juga meminta kepada pelayan hotel untuk menganti seprai mereka yang sudah kotor."Sayang ... ayo bangun. Kita main lagi," bisik Kenan di telinga sang istri.Liora tidak bergeming. Ia tertidur pulas dengan memeluk guling dalam dekapannya. Kenan kembali menoel-noel pipi Liora. Berharap istri tercintanya itu mau bangun dan melayani hasratnya."Sayang ... ayo," ajak Kenan dengan kata lirih.Kenan mendusel wajahnya di tengkuk belakang Liora. Ia memberi gigitan kecil supaya istrinya itu terbangun. Liora mengeliat karena merasa terganggu."Ayo tidur, Ken. Aku sudah lelah." Liora menarik selimut tebalnya dan meringkuk dengan memeluk bantal guling."Jangan tidur. Aku masih ingin bermain," rengek Kenan bagai anak kecil."Besok masih bisa. Malam ini tidur dulu. Kamu tidak capek apa?" tanya Liora dengan mata terpejam."Sayang ... ayo," rayu Kenan.Liora membalik tubuhnya menghada

  • I Hate U, Boss   Liora Canduku

    Liora membersihkan wajahnya dari segala make up yang menempel. Sedang Kenan sudah berada di dalam kamar mandi membersihkan diri. Pintu kamar mandi terdengar dibuka. Kenan keluar dengan rambutnya yang basah. Ia melirik Liora yang masih berkutat membersihkan wajahnya. Sanggul di rambutnya saja belum ia buka. "Belum selesai juga bersihin wajahnya?" Liora menyengir. "Riasannya banyak ditimpa, Ken. Jadi agak susah bersihinnya."Kenan mendekat kemudian membantu melepas jepitan sanggul yang masih belum Liora buka. Ia melepas jepitan hitam dari rambut Liora dengan pelan. "Rambutnya sudah selesai. Kamu cepetan mandi.""Terima kasih, Sayang ... udah bantuin buka jepitan rambutku," ucap Liora seraya bangkit dari duduknya.Kenan memejamkan matanya seraya menunggu Liora dari kamar mandi. Tidak lama Liora keluar. Ia mengosok-gosok rambutnya yang basah dengan handuk kecil. "Sudah tidur rupanya," gumam Liora tak kala melihat Kenan sudah memejamkan matanya. Liora berjalan menuju jendela kamar ho

  • I Hate U, Boss   Bahagia

    Gaun pengantin berwarna putih dipakaikan ke tubuh indah Liora. Rambut yang panjang itu juga sudah ditata. Riasan tipis di wajahnya membuat Liora semakin mempesona. Sepatu high heel berwarna putih dengan taburan batu permata terpasang di kaki Liora. Sebuket bunga juga sudah ia pegang. Liora tinggal menunggu datangnya seseorang yang akan menjemputnya untuk dibawa ke Altar pernikahan. Hari ini Liora dan Kenan akan mengikat janji sehidup semati. Karena masalah video itu. Pernikahan Kenan malah ditunggu-tunggu oleh khalayak ramai. Mereka penasaran dan ingin menyaksikan sepasang kekasih itu saling mengikat janji.Kenan dijuluki sebagai pangeran yang telah menolong seorang gadis miskin bernama Liora. Kisah cinderella terjadi dalam kehidupan nyata. Tiba-tiba saja pasangan Liora dan Kenan menjadi idola. Permen lolipop yang menjadi saksi bisu kedekatan Kenan dan Liora banyak dijual oleh para pedagang dan laris manis. Mereka menamainya permen Kenli. Dalam waktu yang singkat semuanya beruba

  • I Hate U, Boss   Simpati

    "Sayang ... apa kamu yakin?" tanya Kenan.Liora mengangguk. "Iya. Kita adakan saja klarifikasi dan juga umumkan tentang tanggal pernikahan.""Kita pulang saja dulu ke rumah. Kita bicarakan ini bersama daddy dan mommy," ucap Kenan."Iya ... kita pulang saja dulu." Liora meraih tasnya dan Kenan memasukkan kembali laptop ke dalam tas kerja. Keduanya keluar dari dalam ruangan. Kenan mengengam erat jemari tangan calon istrinya itu. Para pengawal yang berada di luar, tetap berjaga-jaga. Kenan dan Liora keluar dari dalam cafe. Para pengunjung sudah dibubarkan oleh pengawal yang Kenan perintahkan. Liora bergegas masuk ke dalam mobil. Begitu juga dengan Kenan.Di dunia maya sosok Kenan kembali diungkap. Angel diseret-seret dan menjadikan namanya dikenal kembali. Skandal Aldo juga sempat disinggung. Namun berita itu segera ditutup oleh Kenan dan orang suruhan Aldo. Kenan mengendarai mobilnya menuju kediaman Aldo. Di sana keluarganya sudah menunggu kedatangannya bersama dengan Liora. Di sepa

DMCA.com Protection Status