Share

Bab 44

Author: Cececans
last update Last Updated: 2025-03-01 19:05:58

Tangan si pelayan bergetar menghitung uang sepuluh ribu dolar milik Marko.

"Bagaimana? Uangnya pas kan?!" tanya Marko membentak si pelayan.

"I-iya," jawab si pelayan dengan terbata-bata. Dia hendak membungkus kalung pilihan Marko. Tapi, Carla kembali bersuara.

"Sebentar!" kata Carla, berjalan cepat ke arah si pelayan. "Aku yakin dia tidak punya uang segitu. Dia pasti mencurinya dari orang lain!"

Marko menghela napas geram. Dia hanya ingin membeli kalung ini, dan segera pulang. Tapi, ada saja yang membuat masalah dengannya.

Pelayan itu tampak bimbang sejenak, lalu mengangguk mengiyakan ucapan Carla. "Nona, benar juga. Nyaris saja aku tertipu."

"Jadi, apa lagi yang kau tunggu? Cepat panggil polisi sana!" tukas Carla membuat si pelayan segera berlari menuju pesawat telepon untuk memanggil polisi.

Marko berdeham keras. "Dengar! Aku tidak mencuri uang dari siapa pun. Ini uangku."

"Lihatlah dirimu!" ucap Gaston dengan nada merendahkan. "Kau masuk ke sini dengan seragam kurir Fast Food, lalu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 45

    "Aku tidak akan sudi menjilat sepatu bututmu itu, Gembel!" balas Gaston geram. Dia tidak suka Marko menginjak-injak harga dirinya di depan Carla, kekasihnya. Jadi, dia berniat untuk memukul Marko dan membuat pria itu menyesal karena sudah membuatnya marah.Tapi, baru saja dia bergerak untuk meninju perut Marko. Marko sudah lebih dulu menyambar tangannya, dan membantingnya ke lantai cukup keras.Brakk!!Gaston meringis kesakitan karena tangan kanannya terkilir. "Sialan!"Pria itu tak menyerah. Dia berusaha bangkit berdiri, dan menjulurkan sebelah kakinya untuk menendang Marko.Tapi, lagi-lagi gerakan Marko lebih cepat darinya.Marko memberikan pukulan secepat kilat ke perut Gaston. Alhasil pria sombong itu terdorong ke belakang dan jatuh menimpa ujung etalase. Untungnya etalase kaca itu tidak pecah, hanya bagian pinggirnya saja yang retak karena terkena benturan kepala Gaston.Gaston meraba kepalanya, dan dia berteriak marah saat melihat tangannya berlumuran darah. "Sialan kau! Dasar

    Last Updated : 2025-03-01
  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 46

    Carla menelan ludahnya saat melihat Marko dan Miska bergelut mesra di atas tempat tidur tanpa pakaian. Sementara dirinya masih menunggu giliran.Miska tampak terengah-engah saat Marko menghujamnya dari atas."Ahh ... Marko. Aku mau keluar." Miska mendesah nikmat sambil melirik kewanitaannya yang dimasuki batang Marko.Kini Miska tidur telentang. Sedang, Marko berada di atas tubuhnya.Marko semakin memacu gerakannya lebih cepat lagi. Sampai keduanya mencapai klimaksnya bersamaan. Marko mengeluarkan batangnya, dan menyemburkan cairan kenikmatannya di luar.Carla menggigit bibir bawahnya melihat batang Marko yang luar biasa besar. Bahkan milik pria itu lebih besar dari milik Gaston!Carla mengusap ujung sprei yang terkena cairan Marko. Dia mengendusnya, lalu menjilatnya. "Tidak baik kau membuang-buangnya seperti itu," gumam Carla merasakan bagian bawahnya sudah berdenyut-denyut.Carla sudah telanjang sedari tadi, tapi Marko sama sekali belum menyentuhnya. Dia jadi kesal dan berpikir Ma

    Last Updated : 2025-03-02
  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 47

    Marko mendapatkan pesan misterius saat dia tiba di tempat kerja. [Kekuatan bertambah].[Tantangan meniduri sepuluh wanita: Berjalan 35 %].Marko kemudian menyimpan hp jadulnya lagi dengan tersenyum senang. Dia tadi sengaja tidak pulang ke rumah, dan langsung berangkat bekerja.Rencananya nanti malam, Marko akan memberikan kejutan pada Stella, dengan begitu dia bisa mendapatkan jatah untuk menyentuh Stella.Marko sudah tidak sabar meniduri Stella. Setelah menunggu sekian purnama, akhirnya waktunya akan segera tiba! Marko akan jadi lelaki sepenuhnya untuk Stella!"Marko," panggil Martha tiba-tiba, meruntuhkan lamunan Marko."Iya, Nona Martha?" "Bisa kau ke ruanganku sekarang?" tanya Martha tampak tak bersemangat."Bisa, Nona Martha."Marko kemudian berjalan di belakang Martha menuju ruangan atasannya itu.Saat sudah ada di dalam ruangan, Martha menyuruh Marko menutup pintunya."Jadi, hari ini adalah hari terakhirku di sini. Aku akan dipindah tugaskan ke Chicago untuk mengurus cabang F

    Last Updated : 2025-03-03
  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 48

    Setelah seks dengan Marko, Martha akhirnya berangkat ke Chicago.Sementara, Marko pulang ke rumah sambil membawa hadiah perhiasan yang sudah dibungkus cantik dengan pita pink untuk Stella.Stella pasti menyukainya. Batin Marko senang. Dia jadi bersemangat menghasilkan uang lebih banyak lagi agar dia bisa memberikan hadiah untuk Stella setiap hari. Setibanya di rumah. Marko masuk ke kamar Stella. Dia meletakkan kotak perhiasan ke atas kasur, lalu dia pergi untuk mandi.Marko harus wangi saat Stella pulang nanti agar istrinya itu senang tidur dengannya. Membayangkan kewanitaan Stella, membuat kejantanan Marko langsung menggeliat bangun.Marko menyalakan shower dan mulai mengurut miliknya."Ahh ... Stella." Marko mendesah panjang sambil menyebut nama Stella.Sudah banyak wanita yang Marko tiduri. Tapi, dia tetap menginginkan Stella. Lima menit berlalu, Marko keluar dari kamar mandi dengan memakai pakaian santai peninggalan Tuan Dawson. Marko kemudian duduk di atas kasur, menunggu Stel

    Last Updated : 2025-03-03
  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 49

    Melihat Stella dan Nyonya Dawson terpana pada kalung itu, Kevin segera mengambil alih situasi. Dia tidak ingin Marko terlihat lebih unggul darinya.Sambil mencibir, Kevin mengambil kalung itu. "Hah! Ini kalung palsu. Aku tidak menduga kau akan memberikan hadiah seperti ini pada Stella. Apa bagimu Stella tidak berharga sampai kau berniat memberikan sampah ini?!"Ucapan Kevin membuat Stella kecewa. Awalnya Stella sempat tersanjung karena kalung dari Marko tampak sangat indah. Namun, ternyata kalung itu palsu. Marko mengepalkan kedua tangannya erat-erat. "Jangan asal ngomong! Aku membeli yang asli!"Kevin mendengus. "Tahu apa kau dengan kalung Liffany and Co yang asli. Kau kan miskin, tidak pernah tahu barang mewah, jadi kau pasti tidak bisa membedakan yang asli dengan yang palsu," ucapnya percaya diri.Nyonya Dawson merasa ucapan Kevin ada benarnya. Dia mengangguk mengiyakan perkataan Kevin, dan semakin memojokkan Marko."Marko, kau tidak hanya tidak berguna, tapi kau juga pembohong be

    Last Updated : 2025-03-04
  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 50

    Brukk!!!Tubuh Kevin terpelanting ke lantai cukup keras. Hidungnya berdarah, dan pandangannya mulai mengabur.Tapi, sebelum dia pingsan di rumah keluarga Dawson dan menanggung malu seumur hidupnya, dia berusaha bangkit berdiri."Awas saja! Aku akan membalasmu, Gembel!" ancam Kevin meringis menahan sakit. Dia lalu menatap Stella. "Kau dipecat, Stella. Karena suamimu sudah memukulku. Kau juga harus membayar biaya rumah sakit untuk luka-lukaku ini."Stella langsung memucat. Dia berhambur ke kaki Kevin untuk meminta maaf.Hanya Stella yang bekerja di keluarga Dawson setelah ayahnya tiada. Dia adalah satu-satunya tulang punggung keluarga. Kalau dia kehilangan pekerjaan, dia tidak tahu nasib keluarganya bagaimana."Maafkan Marko, Pak Kevin," ucap Stella memegang kaki Kevin. "Aku akan menanggung kesalahannya. Tapi, jangan pecat aku. Aku mohon."Kevin tersenyum miring. "Aku akan memaafkannya kalau kau mau berkencan denganku, Stella."Marko tak tega melihat istrinya sujud di kaki Kevin. Dia ya

    Last Updated : 2025-03-04
  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 51

    "Bukannya kau tadi ingin makan di luar saja?" tanya Miska pada Kevin, adik tirinya itu. Dia begitu takut Kevin tahu dirinya mengizinkan Marko masuk ke rumah. Karena Kevin pasti akan bilang pada ayah tiri Miska, dan Miska akan dihajar lagi."Kau kan sudah memesan seafood. Aku sarapan saja di rumah," tukas Kevin tanpa curiga duduk di meja makan. Jarak meja makan dan meja dapur hanya sejauh satu meter. Dan tubuh besar Marko tidak bisa tertutupi sempurna oleh meja dapur.Marko yang berjongkok di depan selangkangan Miska menelan ludahnya dengan susah payah. Bagian intim Miska begitu menggairahkan di depan kedua matanya. Dia sampai tak bisa menahannya, dan memilih menurunkan celana Miska.Miska sempat terhenyak. Tapi, dia berusaha bersikap biasa agar tidak ketahuan Kevin.Marko mulai mengocok kewanitaan Miska dengan jarinya. Lalu menjilatinya.Miska menggigit bibirnya kuat-kuat agar desahannya tidak lepas. Dia lalu berucap pada Kevin."Seafood ini milikku. Aku tidak akan membagikannya deng

    Last Updated : 2025-03-05
  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 52

    Brakk!!!Mendadak pintu depan dibuka dengan sangat keras. Lalu pria paruh baya melangkah penuh kemarahan ke arah Miska.Dengan sebelah tangannya, pria itu langsung menyambar rambut Miska dan menyeretnya menuju depan rumah."Sini kau, Jalang! Kau apakan anakku? Kau menyuruhnya makan di luar sementara kau membeli makanan enak sendiri?" tanya pria itu dengan menarik rambut Miska lebih kuat lagi sehingga kepala Miska menengadah kesakitan."Dad, maafkan aku. Aku tidak akan mengulanginya," balas Miska dengan berurai air mata."Kau harus diberi pelajaran agar bersikap baik!"Sebelum ayah tiri Miska menyeret Miska keluar rumah untuk mempermalukan wanita itu, Marko segera menghentikannya."Jadi kau yang membuat tangan mulus Nona polisi yang cantik terluka?" tanya Marko menatap ayah tiri Miska tanpa takut.Pria paruh baya itu sangat jelek, persis seperti Kevin."Siapa kau?" Ayah tiri Miska mengerutkan dahinya. Dia lalu melirik Miska."Oh, sekarang kau sudah berani membawa pria ke rumah ya? Sepe

    Last Updated : 2025-03-05

Latest chapter

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 108 (TAMAT)

    Seminggu kemudian. Marko Hubert dan Victor akhirnya bertemu untuk pertama kalinya di turnamen UFC. Meski, bagi Marko ini tidak benar-benar pertama kalinya.Marko Hubert kini berdiri di belakang panggung arena UFC, mengenakan celana pendek pertarungan hitam dengan garis emas di sisi. Tangannya telah dibalut dengan perban putih, siap untuk menghadapi tantangan terbesar dalam hidupnya. Victor.Sorakan dari ribuan penonton menggema di dalam arena. Lampu sorot menerangi oktagon di tengah stadion, sementara layar raksasa menampilkan wajah Marko dan Victor berdampingan.Di sisi lain ruangan, Victor tengah melakukan pemanasan, tubuhnya penuh dengan otot keras hasil latihan bertahun-tahun. Dia adalah juara bertahan, seorang petarung dengan rekor tak terkalahkan. Mata tajamnya menatap lurus ke arah layar, lalu beralih ke Marko yang berdiri di seberang lorong.Seorang official menghampiri mereka. "Saatnya masuk."Marko menarik napas panjang, lalu melangkah ke dalam lorong panjang yang akan memba

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 107

    Marko berjalan dengan langkah mantap di antara mayat-mayat yang berserakan di markas Rio Davies. Tangannya masih berlumuran darah, tapi bukan darahnya sendiri, melainkan darah para lawannya yang telah dia habisi tanpa ampun. Tubuhnya terasa ringan, tidak ada luka yang berarti, meskipun dia baru saja menghadapi pasukan pembunuh bayaran terbaik yang dimiliki Rio Davies.Di gendongannya, Stella menggeliat pelan. Matanya yang masih sedikit sayu menatap wajah Marko dengan kebingungan."Marko, kau mau membawaku ke mana?" Suara Stella lemah, tapi masih terdengar jelas di tengah keheningan yang mencekam ini.Marko tidak langsung menjawab. Dia hanya mempererat genggamannya pada tubuh Stella dan terus berjalan keluar dari bangunan yang kini dipenuhi oleh mayat.Di luar, udara malam terasa dingin, berbeda dengan panasnya pertarungan brutal yang baru saja dia lalui. Bintang-bintang bertaburan di langit, seolah mengamati setiap langkahnya dengan diam.Marko menemukan sebuah mobil yang masih dalam

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 106

    Dorrr!!!Peluru itu melesat cepat menuju kepala Marko.Rio Davies tersenyum penuh kemenangan.Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi.Clangg!!!Peluru itu mengenai kulit Marko, namun bukannya menembus, peluru itu justru terpental seolah menabrak baja yang tak terlihat.Mata Rio Davies membelalak. "Apa-apaan ini?!"Marko hanya tersenyum miring. Dia menurunkan kepalanya sedikit, menatap Rio dengan sorot mata dingin. Level legendanya membuat Marko mendapatkan kemampuan baru yang membuat dirinya tidak mempan ditembak ataupun ditusuk pisau.Rio menembak lagi.Dorr!!! Dorr!!! Dorrr!!!Satu, dua, tiga peluru ditembakkan, semuanya mengenai tubuh Marko.Namun, hasilnya sama.Peluru itu tak mampu melukai Marko."Bajingan!" Rio Davies melompat dari kursinya, menggertakkan giginya. Dia memutar badannya, memberikan kode dengan tangannya.Dari balik pintu samping, muncul delapan orang berpakaian hitam dengan wajah tanpa ekspresi.Mereka bukan anak buah biasa.Mereka adalah Shadow Unit, unit pembun

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 105

    Malam ini. Angin bertiup kencang di sekitar pelabuhan tua. Markas Rio Davies berdiri megah di atas tanah luas yang menghadap langsung ke lautan hitam yang bergelombang. Bangunan beton itu lebih mirip benteng daripada gudang biasa, dengan penjagaan ketat di setiap sudutnya.Dari kejauhan, Marko bisa melihat para penjaga bersenjata mondar-mandir di sekitar gerbang. Mereka semua terlihat waspada, seolah tahu bahwa bahaya bisa datang kapan saja.Marko menarik napas dalam. Dia tahu bahwa menerobos ke dalam akan menjadi hal yang mustahil.Tapi Marko tidak perlu menerobos karena dia memiliki sesuatu yang mereka inginkan. Yaitu sertifikat pulau. Marko akan memancing Rio Davies menggunakan sertifikat itu.Dengan langkah mantap, Marko berjalan ke depan gerbang, sengaja membiarkan dirinya terlihat oleh para penjaga.Butuh waktu kurang dari sepuluh detik sebelum seseorang menyadari kehadirannya."Hei! Siapa yang di sana?! Pergi sebelum kutembak kepalamu!" Salah satu penjaga mengangkat senjatanya,

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 104

    "Kau ...."Marko berdiri mematung melihat pria yang kini berdiri tegap di depannya.Jantung Marko berdegup semakin kencang, tapi tubuhnya terasa membeku.Di hadapannya seorang pria yang sama sekali tidak asing menatapnya dengan sorot mata tak terbaca. Pria itu adalah tubuhnya sendiri. Marko Davies.Jika sekarang Marko Davies yang sebenarnya berada di tubuh Marko Hubert. Lalu, siapa yang ada di dalam tubuhnya itu?Marko buru-buru bergeleng. "Tidak. Tidak mungkin," gumamnya tidak ingin percaya dengan apa yang ada di hadapannya.Pria di depan Marko itu mengulas senyum. "Apanya yang tidak mungkin?"Marko menatap tajam pria itu. "Siapa kau?! Kenapa kau memakai tubuhku, Sialan?!"Si pria tertawa kecil. "Padahal aku telah lama menunggu waktu bertemu denganmu. Tapi, reaksimu ini sungguh membuatku kecewa, Marko."Marko semakin geram. "Siapa kau, Keparat?! Bagaimana bisa kau memakai tubuhku?! Dan, apa yang kau lakukan di apartemenku?! Apa kau juga yang mengirimkan pesan misterius?!"Si pria ber

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 103

    "Sialan!"Marko memukul setir mobilnya dengan geram. Mobil yang membawa Jake, Daniel, dan Arnold sudah menghilang di tengah lalu lintas.Dia telah kehilangan jejak mereka.Lalu lintas di kota begitu padat, membuat pengejarannya sia-sia. Rio Davies jelas sudah merencanakan semuanya dengan rapi. Pria itu sangat licik dan memiliki segala taktik untuk melancarkan keinginannya.Marko menarik napas panjang, menenangkan pikirannya. Tidak ada gunanya mengutuk keadaan. Dia harus bergerak cepat.Mata tajamnya menyapu jalanan yang dipenuhi mobil-mobil dan lampu kota yang berkedip. Jika dia tidak bisa mengejar mereka sekarang, dia harus mencari kelemahan lain dalam rencana Rio Davies.Dan ada satu hal yang muncul dalam pikirannya. Sertifikat pulau.Marko lalu berbalik arah, dan menginjak pedal gas. Mobilnya langsung melesat cepat ke arah apartemen milik Marko Davies. Itu adalah satu-satunya tempat yang memiliki sesuatu yang diinginkan Rio Davies selama bertahun-tahun.Sebuah sertifikat pulau yang

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 102

    Dinginnya malam merayap ke dalam jaket Marko saat dia berdiri di depan kantor Stella. Matanya masih menatap tajam simbol ular melingkar di dinding luar gedung. Nafasnya berat, uap hangat keluar dari bibirnya saat amarah menggelegak di dadanya.Stella diculik orang-orang yang ada di organisasi mafia yang dipimpin oleh Rio Davies, raja mafia yang merupakan kerabat dekat Marko Davies. Nama Rio Davies dulu hanya sekadar legenda di dunia kriminal. Sebuah bayangan yang mengendalikan segalanya dari balik layar terutama di dunia MMA. Namun kini, bayangan itu merayap ke hidup Marko Hubert. Padahal Marko paling menghindari berurusan dengan Rio Davies.Jantung Marko berdebar kencang. Tangannya mengepal begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Stella telah diculik, dan dia tahu ini bukan sekadar penculikan. Ini adalah perangkap.Rio Davies dan anak buah pria itu pasti ingin menarik Marko masuk ke perangkapnya dan membuat Marko tidak bisa lagi kembali ke dunia MMA. Seperti yang dulu terjadi

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 101

    Di tengah malam yang dingin, sebuah limusin hitam meluncur melewati jalanan sepi. Mobil itu melaju ke arah sebuah bangunan besar di pusat kota yang tidak memiliki plang atau tanda identitas apa pun. Dari luar, gedung itu tampak seperti kantor biasa, tetapi di dalamnya adalah pusat kendali organisasi mafia terbesar di Amerika.Di lantai paling atas, terdapat sebuah ruangan eksklusif dengan pemandangan langsung ke arah kota. Ruangan itu luas, dengan kaca besar yang mencerminkan cahaya lampu kota di kejauhan. Sebuah meja panjang dari kayu hitam berdiri megah di tengah ruangan, dikelilingi oleh kursi kulit mahal.Di ujung meja, seorang pria duduk dengan tenang. Rio Davies.Sosok itu adalah Don, pemimpin tertinggi mafia di seluruh Amerika Serikat. Dia mengenakan setelan hitam yang sempurna, rambutnya rapi, dengan wajah yang dingin tanpa ekspresi. Di tangannya ada sebuah cincin emas dengan lambang keluarga Davies, simbol kekuasaannya.Di hadapannya, Vladimir Ivanov berdiri dengan penuh horm

  • Hasrat Terkuat Marko yang Melegenda   Bab 100

    Kemenangan Marko membuat para petinggi MMA sedikit terusik. Mereka segera melakukan pertemuan khusus untuk membahas atlet bernama Marko Hubert itu.Suasana mencekam di sebuah ruangan eksklusif, tempat para petinggi MMA berkumpul.Ruangan itu luas, dengan desain klasik yang dipenuhi ornamen kayu mahal. Lampu gantung kristal menggantung di langit-langit, menciptakan pencahayaan redup yang menambah kesan eksklusif dan rahasia. Asap rokok melayang di udara, menciptakan atmosfer yang berat dan menekan.Di tengah ruangan, sebuah meja panjang dari kayu mahoni berdiri megah, dikelilingi oleh beberapa pria berjas hitam. Mereka bukan sembarang orang. Mereka adalah mafia yang selama ini menguasai dunia pertarungan MMA di balik layar.Mereka adalah orang-orang yang mengatur segalanya dari hasil pertandingan, petarung mana yang boleh naik, siapa yang harus jatuh, hingga taruhan ilegal yang menghasilkan miliaran.Dan malam ini, mereka semua memiliki satu masalah yang sama.Yaitu atlet dari club Bla

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status