Share

On4ni!

Author: Rafasya
last update Last Updated: 2025-02-09 12:57:10

Malam Hari.

Di dalam ruang kerja, Michael duduk dengan ekspresi serius, menatap layar besar yang menampilkan rekaman CCTV rumahnya.

Di sampingnya, David berdiri dengan tangan bersedekap, ikut memperhatikan setiap sudut rumah yang terekam di layar.

“Ada yang mencurigakan,” gumam Michael, matanya menyipit.

David mengangguk. “Aku juga melihatnya, Bos. Seseorang baru saja menyelinap ke pekarangan belakang. Gerakannya sangat hati-hati, sepertinya sudah berpengalaman.”

Michael mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja, lalu menggerakkan mouse untuk memperbesar tampilan. Sosok berpakaian serba hitam itu tampak berjongkok di dekat salah satu jendela, seperti sedang mencari celah untuk masuk.

“Siapkan orang-orang kita,” perintah Michael tegas. “Kita cegah dia sebelum bertindak lebih jauh.”

David segera menghubungi tim keamanan. Dalam hitungan detik, beberapa orang sudah bersiap di titik-titik strategis.

Michael tidak menunggu lebih lama. Dengan langkah tenang, ia keluar dari ruangannya dan berjalan m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)   Terlambat

    Sahira bangun di pagi hari. Dia meregangkan badan, kemudian menoleh ke arah ponselnya yang tergeletak di atas meja. Terdapat 1 pesan masuk. Dia segera membukanya. Deg!Alangkah terkejutnya dia saat membaca chat dari Michael 30 menit yang lalu. Dan sekarang jam 8 pagi.[Hari ini kita ada meeting jam 7:30, jangan sampai terlambat.]“Astaga, aku kesiangan!” pekiknya. Dia langsung berlari menuju kamar mandi, membersihkan diri dengan cepat, lalu memakai asal pakaiannya. Sahira mendengus kesal saat melihat jalanan yang tampak sepi, tak ada taksi atau transportasi umum yang lewat.“Huh! Aku harus bagaimana? Pasti datang lebih lambat hari ini,” gumamnya.Dia mencoba mengubungi Michael untuk meminta maaf, tapi nomor Bos-nya itu tidak aktif.***Di kantor.Michael menatap kursi kosong di ruang meeting. Harusnya dia sudah sampai satu jam yang lalu. Apa yang membuat asisten pribadinya itu sampai terlambat?“Aku akan memberikan hukuman,” ucapnya dalam hati sambil mengepalkan tangan.Michael masi

    Last Updated : 2025-02-10
  • HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)   Siapa yang datang?

    Bruk!“Ah, maaf, aku tak sengaja.” Sahira langsung mendongak melihat siapa orang yang tak sengaja dia tabrak.“Em, Pak ...” dia langsung menunduk saat melihat Michael di depannya.“Pulang naik apa?” tanya Michael datar.“Na-naik taksi.”“Hari ini aku yang antar.”Mata Sahira membulat, dia lekas menggeleng, “Tidak perlu, Pak.”“Tidak boleh menolak.”“Em, baiklah ...” Sahira akhirnya menurut, dia tak mau kalau Michael marah-marah lagi. Sudah cukup dia kena semprot pagi tadi, sampai mendapatkan hukuman yang masih tanda tanya.Mereka berjalan menuju parkiran di mana mobil mewah milik Michael berada.Sahira meremas roknya. Dia memang pernah menaiki mobil itu saat rumahnya kebakaran tempo lalu. Tapi saat itu ada David diantara mereka, sedangkan sekarang? Ah ...Sahira sangat takut Michael akan mengobok-obok dirinya di dalam mobil.Michael membuka pintu mobil untuk Sahira. Namun, tiba-tiba terdengar suara benturan kecil di belakangnya.Bruk!Dia menoleh dan melihat Karin terhuyung setelah m

    Last Updated : 2025-02-10
  • HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)   Hukuman kenikmatan

    Kriet!Pintu terbuka, menampakkan Michael di pintu apartemen.Huh! Sahira bernapas lega, dia pikir orang lain yang datang.“Cepat sekali. Kupikir siapa yang datang.”“Kenapa? Apa kau sedang menunggu orang lain?”Dia gelegapan sendiri, kemudian menggeleng, “Tidak, bukan begitu maksudku.”“Hmm.”Michael langsung memasuki apartemen Sahira tanpa dipersilahkan. Setiap langkahnya, menambah ketegangan dihati Sahira yang belum reda.Memang, saat pintu terbuka tadi, ekspresi Michael tidak menunjukkan keramahan sedikit pun. Wajahnya datar, seperti biasa, tapi kali ini terlihat seperti sedang menahan amarah.Sahira, yang sebelumnya berdiri di dekat meja, mendekat dengan langkah ragu. Jantungnya berdebar lebih cepat daripada sebelumnya, mencoba menenangkan diri, tapi sepertinya rasa gelisah itu semakin besar.Michael melepaskan jasnya dengan cepat dan melemparkannya ke atas kursi. Tanpa kata, dia melangkah lebih jauh ke dalam ruangan, menuju sofa besar yang ada di tengah apartemen Sahira. Tidak

    Last Updated : 2025-02-11
  • HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)   Pakai mulutmu

    “Aku sedang menstruasi, Pak.”APAH?“Jangan bercanda!” wajah Micahel tampak frustrasi.“Aku sedang tidak bercanda, Pak.” Sahira menggigit bibirnya, merasa takut. Sebelah tangannya meraih selimut lalu menutupi dadanya yang polos.Michael terdiam sejenak, menatap Sahira dengan ekspresi tak terbaca. Ucapannya barusan sukses membuat gairahnya meredup seketika.Dia menarik napas panjang, lalu bangkit dari posisi semula dan duduk di tepi ranjang. “Kenapa tidak bilang dari tadi?” tanyanya datar, menekan emosinya yang baru saja meluap.Sahira meneguk ludah, merasa bersalah karena telah membuat suasana menjadi canggung. “Aku … tak sempat. Bapak terlalu terburu-buru,” jawabnya pelan.Michael menoleh ke arah Sahira yang masih terbaring dengan napas sedikit tersengal. Dia menutup matanya sebentar, mencoba meredam gejolak dalam dirinya.Michael melirik ke arah bawah, di mana si gagah berada. Dia mendengus kesal. Kemudian ....“Kalau begitu, lakukan dengan cara lain.”Mata Sahira seketika membulat,

    Last Updated : 2025-02-11
  • HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)   Berita mengejutkan

    Sesampai di parkiran, Michael menarik napas dalam, berusaha mengendalikan emosinya sebelum akhirnya menatap Sahira. “Aku akan mengantarkanmu pulang dulu ke apartemen. Setelah itu, aku harus pergi.”Sahira mengernyit, bingung dengan perubahan sikapnya yang mendadak serius. “Ada apa, Pak? Kenapa tiba-tiba ingin pergi?”Michael tidak langsung menjawab. Dia hanya menyalakan mesin mobil dan melajukan kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi dari biasanya.“Pak?” Sahira mencoba lagi, kini nada suaranya mengandung sedikit khawatir.Michael menghela napas, lalu berkata, “Aku tak bisa menjelaskannya sekarang. Ini urusan penting.”Sahira semakin curiga, tapi melihat ekspresi Michael yang tegang, dia memilih untuk tidak banyak bertanya.Mobil berhenti di depan apartemen Sahira. Michael menoleh padanya, matanya sedikit melunak. “Tetap di dalam. Jangan keluar sampai aku menghubungimu.”Sahira semakin bingung. “Pak, ini ada hubungannya dengan pekerjaan?”Michael tidak menjawab langsung. “Ya, semacam

    Last Updated : 2025-02-12
  • HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)   Enak atau sakit?

    Sahira masih duduk di sofa, memainkan ponselnya dengan bosan.Tak berselang lama, terdengar suara pintu apartemen terbuka.Klik!Kepalanya segera menoleh, dan di sana berdiri sosok Michael dengan jas yang kini sudah dilepas, hanya menyisakan kemeja putih yang lengannya sedikit digulung.Langkahnya tenang, tapi sorot matanya tajam. Ada sesuatu dalam cara dia menatap Sahira yang membuat napas wanita itu sedikit tertahan.“Pak Michael.”Michael tidak langsung bicara. Dia berjalan mendekat, lalu berdiri di depan Sahira yang masih duduk di sofa.“Bosan?” tanyanya dengan suara pelan.Sahira menelan ludah. “E-emm … ya, sedikit.”Michael tersenyum miring, tapi matanya tetap menatap Sahira dengan intens. “Aku sudah bilang jangan keluar, kan?”Sahira mengerutkan kening. “Aku memang tidak keluar.”Michael berjongkok, kini sejajar dengannya. Wajah mereka hanya terpisah beberapa inci. Jari-jarinya terulur, menyelipkan helaian rambut Sahira ke belakang telinga dengan gerakan yang perlahan tapi penu

    Last Updated : 2025-02-12
  • HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)   Pengumuman

    Beberapa Hari Kemudian.Di kantor 'Horisson Steel' Beberapa pegawai berlalu-lalang dengan dokumen di tangan, suara telepon yang berdering dan keyboard yang ditekan dengan cepat menciptakan latar belakang khas sebuah perusahaan yang sedang sibuk.Di dalam ruangannya, Sahira sedang fokus mengerjakan laporan di depan laptopnya. Dia menggigit bibir bawahnya tanpa sadar, jari-jarinya mengetik cepat di keyboard.Sahira memang tak mengerti, tapi soal ketik mengetik, itu sangat mudah baginya.Tak berselang lama ...TING!Sebuah pesan masuk, seketika fokusnya buyar. Dia segera melihatnya.Michael, [Buatkan aku kopi.]Sahira mengerutkan kening. [Hah? Buat sendiri, Pak.]Michael, [Aku bosan.]Sahira mendengus pelan, lalu membalas, [Lalu? Apa hubungannya dengan kopi?]Michael, [Aku bosan dan ingin kamu ke sini dengan membawa kopi.]Sahira menatap layar ponselnya dengan ekspresi tak percaya. Pria itu ini benar-benar ... uh![Aku sedang kerja, Pak Bos.]Michael, [Aku juga sedang kerja. Tapi aku but

    Last Updated : 2025-02-13
  • HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)   Berangkat menuju nikmat

    Sahira masih terpaku di kursinya, mencoba mencerna apa yang baru saja didengarnya.Pulau Hidden Gem.Besok.Dua minggu sudah berlalu.Tangannya sedikit gemetar saat meletakkan cangkir kopi ke meja. Kepalanya terasa pening, napasnya sedikit tidak beraturan.“Oh, Tuhan ...” gumamnya pelan.Suasana kantor tetap berjalan seperti biasa, tak ada yang menyadari kepanikannya. Namun, tiba-tiba, langkah sepatu terdengar mendekat.Sahira reflek mengangkat wajahnya, dan langsung berdiri.Pak Michael!Pria itu berjalan dengan santai ke arahnya, tangan dimasukkan ke dalam saku celana. Tatapannya tajam, seolah bisa melihat langsung ke dalam pikirannya yang sedang kacau.Michael berhenti di depan Sahira, pria itu mencondongkan tubuhnya sedikit.“Sebentar lagi, Sayang ...,” bisiknya pelan, suaranya dalam dan menggoda.Sahira terkesiap, tubuhnya menegang.Michael tersenyum miring, lalu dengan santai mengangkat tangan dan—Ngek!Dia meremas pelan pant*t Sahira, membuat Sahira terlonjak kaget. Matanya me

    Last Updated : 2025-02-13

Latest chapter

  • HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)   Hati yang patah

    Malam ini, Michael tetap berada di sisi Alexa—atau lebih tepatnya, Sahira. Setelah berbulan-bulan meyakini bahwa wanita itu telah tiada, kini dia ada di sini, di hadapannya. Perasaan yang berkecamuk dalam dadanya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kelegaan, kebingungan, kesedihan, dan juga kemarahan bercampur menjadi satu.Dia menatap wajah wanita yang terlelap dalam tidurnya. Wajah yang dulu begitu ia cintai, kini kembali hadir dengan sedikit perbedaan. Namun, di balik semua perubahan itu, Michael tahu bahwa dia adalah Sahira. Jasmine Alexander, wanita yang telah menghancurkan hatinya sekaligus yang paling ia rindukan.Michael meraup wajahnya sendiri, matanya memerah. Dadanya sesak dengan emosi yang sulit dikendalikan. Bagaimana mungkin ini terjadi? Bagaimana mungkin dia masih hidup setelah kecelakaan jet yang begitu tragis? Selama ini, Michael telah mencoba melupakan, membangun kembali kehidupannya, tetapi luka itu tetap menganga di dalam hatinya. Dan kini, luka itu kembali terb

  • HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)   Alexa adalah Sahira?

    Michael meraih dagu Alexa dengan lembut, jarinya menyentuh kulit halus wanita itu, mencoba mengangkat wajahnya agar dia bisa menatapnya lebih jelas. Matanya mencari—mencari sesuatu yang tersembunyi di balik tatapan sayu Alexa yang menghindar.“Siapa kakakmu?” tanyanya lagi, suaranya terdengar serak, namun tegas. Pertanyaan itu keluar bukan hanya karena rasa penasaran, tapi karena dorongan kuat untuk memahami luka yang tersembunyi di balik sikap dingin wanita itu.Namun, Alexa tetap bungkam. Dia tidak berkata apa-apa. Tak ada protes, tak ada bantahan. Kepalanya justru jatuh pelan ke bahu Michael. Tubuhnya lunglai, seperti kehilangan daya hidup, seperti jiwanya telah pergi jauh, meninggalkan raga yang lelah. Michael terdiam, tubuhnya mematung beberapa detik. Helaan napasnya yang berat menyuarakan kegundahan yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata. Dia menatap wajah Alexa dengan sorot mata yang penuh keraguan dan kebingungan. Pikirannya berputar, mencoba menyusun keping-keping yang b

  • HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)   Tubuhmu menggoda

    Pagi hari.Alexa duduk di meja makan luar ruangan, menikmati sarapannya dalam keheningan. Angin sepoi-sepoi berhembus dari laut, membawa aroma asin yang khas. Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama.“Selamat pagi, Alexa.”Ughk!Alexa hampir tersedak. Dia mendongak dan mendapati Michael sudah duduk di kursi di seberangnya dengan senyum miring yang membuat darahnya mendidih.“Apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya ketus.Michael menyandarkan punggungnya dengan santai, mengambil secangkir kopi yang telah disiapkan pelayan.“Sarapan, tentu saja. Pulau ini bukan milikmu saja, kan?” ucapnya dengan nada main-main.Alexa mendengus kesal dan memilih mengabaikannya. Namun, ketenangannya kembali terusik saat Michael bersandar lebih dekat dan berbisik pelan.“Kau kelihatan lelah, sayang. Semalam tidak bisa tidur, ya? Kenapa? Masih terngiang-ngiang kejadian panas itu?”“Sialan kau Michael!”“Kamu tidak perlu repot-repot menyabotase cctv, karena aku ingat semuanya. Em ... kau mau lagi sayang?

  • HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)   Menghapus jejak

    Setelah rapat berakhir, Alexa langsung bergegas keluar dari ruang konferensi. Langkahnya cepat, hampir seperti melarikan diri. Dia tidak ingin berlama-lama di ruangan itu, apalagi dengan tatapan penuh arti yang Michael berikan sepanjang pertemuan tadi.Albert sudah menunggunya di luar. Begitu melihat Alexa, dia langsung mendekat.“Nona, Anda baik-baik saja?” tanyanya pelan.Alexa mengangguk, meskipun pikirannya masih berantakan. “Aku ingin kembali ke kamar.”Albert paham dan segera berjalan di sampingnya, mengawal Alexa keluar dari gedung utama resort mewah tempat konferensi diadakan. Udara sore di pulau pribadi ini cukup hangat, tetapi hembusan angin laut membuat suasana lebih nyaman.Mereka berjalan di sepanjang jalur batu yang dikelilingi taman tropis menuju hotel eksklusif yang disediakan untuk para investor papan atas. Alexa tidak menyadari betapa tergesa-gesanya langkahnya hingga suara berat menghentikannya.“Alexa?”Langkahnya terhenti.Darahnya langsung berdesir.Dia mengenali

  • HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)   Tanda kissmark

    “Ugh, Ya Tuhan ....”Refleks, Alexa menepis tangan pria itu dengan kasar.“Pak Michael, akhh!” teriaknya tanpa berpikir.Ruangan seketika sunyi.Semua kepala menoleh ke arahnya, ekspresi mereka penuh tanya.Alexa langsung membeku, menyadari kesalahannya.Michael, yang sejak tadi duduk tenang, kini perlahan menoleh padanya. Bibir pria itu melengkung dalam senyuman tipis, matanya menyala dengan kesenangan yang terselubung.“Ya, Nona Alexa,” suara pria yang sedang mempresentasikan bisnis di depan memecah kesunyian. “Ada yang ingin Anda sampaikan mengenai hal ini?”Deg!Alexa merasakan jantungnya mencelos.Sial!Bagaimana dia harus menjelaskan ini?Tatapan Michael semakin menantang, seolah menikmati situasi ini. Alexa bisa melihat betapa pria itu menahan tawa, menikmati kekacauan yang baru saja dia buat sendiri.Sialan, sialan, sialan!Alexa menarik napas dalam, berusaha mengendalikan ekspresi wajahnya.“Tidak, saya hanya …” dia berdeham, melirik sekilas ke Michael yang kini bersandar san

  • HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)   Michael nakal, ah!

    Alexa yang baru saja selesai mengenakan pakaian rapi sontak menegang saat ponselnya bergetar di atas meja rias. Dengan cepat, dia meraihnya dan membaca pesan dari Albert.[Nona, cepatlah. Semua orang sudah berkumpul, hanya kursi Anda yang kosong.]Ah, sial!Alexa melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan kirinya. Dia memang sedikit terlambat, tapi tidak menyangka bahwa dirinya menjadi orang terakhir yang dinanti dalam ruang rapat.Tanpa membuang waktu, dia meraih clutch dan ponselnya, lalu berjalan cepat ke luar kamar hotel. Tumit sepatunya beradu dengan lantai marmer sepanjang lorong, menciptakan suara ketukan ritmis yang seirama dengan debar jantungnya yang sedikit kacau.Bukan karena dia takut terlambat.Tapi karena seseorang ada di dalam sana.Michael ...Pria itu.Alexa menggigit bibir bawahnya. Dia harus bisa mengendalikan ekspresi dan sikapnya. Malam tadi, tidak ada yang terjadi. Tidak ada yang perlu dikenang.Napasnya sedikit memburu saat dia mencapai pintu ruang rapat.

  • HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)   Pil pencegah kehamilan

    Alexa mengunci pintu kamarnya dengan cepat sebelum menyandarkan tubuhnya ke pintu. Napasnya masih memburu, bukan karena lelah, tetapi karena pikirannya yang penuh dengan kekacauan. Dia menutup matanya, mencoba menenangkan diri, tetapi bayangan semalam terus menghantui pikirannya.Michael. Alkohol. Desahan. Sentuhan panas.Alexa membuka matanya dengan tajam, menolak membiarkan dirinya terhanyut lebih lama dalam kenangan itu. Dengan langkah tergesa, dia berjalan menuju kamar mandi. Begitu sampai di depan cermin besar, dia terdiam.Tangannya perlahan terangkat, mulai melepas gaun yang masih melekat di tubuhnya, lalu menjatuhkannya ke lantai. Dia segera melepaskan semuanya, dan kini ... terlihatlah kulitnya yang penuh jejak merah. Dengan gemetar, Alexa menyentuh jejak kemerahan tersebut.Pandangannya membeku saat dia melihat pantulan dirinya di cermin.Lehernya ...Bahunya ... Dada ... Bahkan perutnya.Penuh dengan tanda merah yang jelas ditinggalkan oleh Michael.Alexa mendengus pelan

  • HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)   Alexa shock, Michael puas

    Baru saja, dia hendak pergi dari sana tiba-tiba ...“Ahhh ... teruskan, ughh ....”“Ahhh ... Pak Michael!”Terdengar suara jeritan samar dari dalam. Membuat Albert diam mematung. Dari suaranya, dia bisa mendengar dengan jelas bahwa Nona-nya sedang mendesah hebat.Albert mendekat kembali ke kamar Alexa, menempelkan dan telinganya ke pintu.Hening.Tak ada suara apapun.“Aneh ... tadi aku dengar suara Nona?”Albert memutuskan untuk mengetuk pintunya.“Nona ... Anda baik-baik saja di dalam?”Hening.Tak ada sahutan, atau suara desahan seperti tadi.Albert menatap pintu kamar Alexa dengan sorot penuh curiga dan gelisah. Suara desahan yang ia dengar jelas bukan suara biasa—terlalu intim, terlalu menggoda. Dan suara itu ... menyebut nama Pak Michael.Tapi kenapa sekarang justru hening? Tak ada sahutan, tak ada langkah, bahkan tidak juga suara televisi.Setelah beberapa detik berdiri ragu, akhirnya Albert menguatkan diri. Dengan cepat, dia merogoh saku, mengambil kartu cadangan yang biasanya

  • HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)   Malam panas (21+)

    Di dalam kamar hotel mewah itu, suasana terasa lebih intim. Lampu-lampu temaram memberikan cahaya lembut, sementara suara ombak dari balkon terbuka berpadu dengan napas yang semakin berat.Michael mendorong Alexa perlahan ke dinding, matanya masih terpaku pada wanita itu. Mereka berdua sama-sama mabuk, tapi tidak cukup untuk melupakan apa yang sedang terjadi.Tangan Alexa naik ke dada bidang Michael, jemarinya mengusap lembut permukaan kemeja yang sedikit terbuka. "Kau benar-benar tidak bisa menahan diri, ya?" bisiknya dengan nada menggoda.Michael menyeringai, tangannya terangkat untuk menyelipkan rambut panjang Alexa ke belakang telinga. "Harusnya aku yang bertanya begitu," balasnya, suaranya serak.Mereka saling menatap sejenak, sebelum Michael kembali menunduk, mencium Alexa dengan lebih dalam, lebih menuntut. Alexa membalasnya tanpa ragu, kedua tangannya melingkar di leher pria itu, menariknya lebih dekat.Cup!Eummhh ...Ciuman mereka semakin panas, semakin liar. Michael meraih

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status