Share

Bab 228

Author: Hazel
Tirta keenakan bermesra-mesraan dengan Melati belakangan ini, sampai-sampai lupa diri. Kalau tidak, dia tidak mungkin menggoda Melati di depan Ayu.

Tirta tentu panik karena dirinya hampir ketahuan. Dia takut Ayu marah besar. Saat ini, dia tidak tahu cara menjelaskan.

"Pintar sekali kamu berbohong. Kamu kira aku nggak mendengar apa pun tadi? Cepat jawab jujur, kejahatan apa yang kamu lakukan di belakangku?" tanya Ayu dengan ekspresi suram, seolah-olah dirinya sangat marah.

"Aku nggak melakukan apa pun. Serius! Jangan sembarangan bicara!" Tirta bersikeras membantah. Dahinya sampai bercucuran keringat dingin.

"Masih nggak mau bicara jujur? Melati sudah memberitahuku semuanya! Kamu mau merahasiakan masalah ini sampai kapan?" Ayu benar-benar murka saat melihat Tirta menolak untuk jujur. Dia pun menjewer telinga Tirta, tetapi tidak terlalu kuat.

"Aduh. Bi, aku sudah salah, maaf. Kita bicara baik-baik ya," mohon Tirta. Pada saat yang sama, dia menatap Melati dengan tatapan bertanya-tanya. Bag
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Riska Love
sampe brp bab ini kk
goodnovel comment avatar
Zain Uja
sudah lama cerita nya ya
goodnovel comment avatar
hans
***** lanjut bro
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2493

    Tirta memandang ke kejauhan seraya bergumam, "Ada gejolak kekuatan spiritual, tapi nggak murni. Energinya sangat mirip dengan energi manusia burung yang kusimpan. Jangan-jangan ... Keluarga Randolph masih punya manusia burung yang lain?"Tirta melanjutkan, "Tapi, kemampuan manusia burung ini terlalu lemah. Paling-paling mereka baru memasuki tingkat pembentukan fondasi. Selain itu, sepertinya mereka itu pria. Tsk, tsk .... Sayang sekali."Ekspresi Tirta tampak kecewa.Luvia yang berdiri di samping Tirta juga menyadari keberadaan orang-orang itu. Dia menanggapi, "Mereka seperti kultivator tingkat pembentukan fondasi, jumlahnya sembilan orang. Meskipun banyak, tetap nggak bisa mengancam keselamatan kita. Biar aku yang bereskan mereka saja."Ngung! Pedang panjang muncul di tangan Luvia. Dia yang sudah tidak sabar ingin beraksi hendak terbang ke udara.Tiba-tiba, Tirta mendengar permintaan Genta. Dia berbisik kepada Luvia, "Nggak usah, Kak Luvia. Semua manusia burung itu ... um ... sebenarn

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2492

    Salah satu orang dari pasukan Negara Raigorou berkata, "Kami nggak mampu melawanmu dan kami memang berbuat salah. Kami akan minta maaf kepada Putri Linda."Mereka tidak berani bertatapan dengan Tirta. Mungkin perkataan Tirta membuat mereka merasa bersalah. Ternyata mereka benar-benar meletakkan senjata., lalu berjalan ke depan benteng emas dan bersujud seraya meminta maaf."Maaf, Putri Linda. Seharusnya kami nggak mengkhianati Putri, presiden sebelumnya, dan Negara Raigorou.""Kami memang pantas mati. Kami harap Putri Linda bermurah hati memaafkan kami ...."Awalnya hanya puluhan pasukan Negara Raigorou yang meminta maaf sambil bersujud, lalu jumlahnya terus bertambah. Akhirnya, sebagian besar pasukan Negara Raigorou bersujud.Tentu saja Linda yang bersembunyi di balik benteng mendengar suara mereka. Air matanya terus mengalir.Setelah menenangkan diri sejenak, dia baru berucap, "Kalian bukan bersalah pada aku dan ayahku, melainkan rakyat Negara Raigorou. Jangan minta maaf padaku, mint

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2491

    Di sisi lain, peperangan antara Tirta dan pasukan Negara Raigorou sudah hampir berakhir. Hal ini karena semua peluru yang mengandung besi bintang sudah habis.Namun, Tirta tetap tidak terluka. Dia melayang di langit bak gunung yang tak tergoyahkan.Puluhan ribu pasukan di darat terbengong-bengong. Ini adalah pertama kalinya mereka merasakan seseorang begitu mengerikan.Salah satu dari mereka bertanya, "Pak, kami sudah berusaha mati-matian. Tapi, nggak ada peluru khusus yang bisa ditembakkan lagi. Apa kita mau lanjut menyerangnya?"Wakil pemimpin dari Keluarga Randolph terpaksa menjawab, "Kalau nggak ada peluru khusus, tembak dengan peluru biasa saja. Kita semua nggak boleh mundur sebelum bantuan datang."Akan tetapi, kali ini tidak ada yang bertindak setelah wakil pemimpin memberi perintah. Waktu satu menit pun berlalu. Sudah jelas mereka tidak ingin menyerang lagi.Melihat sikap pasukan Negara Raigorou, wakil pemimpin itu juga tidak mendesak mereka. Bagaimanapun, dia juga tidak ingin

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2490

    Lebih baik mereka tetap bersembunyi di balik benteng supaya tidak merepotkan Tirta.....Sementara itu, di Istana Krimlin. Presiden muda Negara Raigorou berada di dalam ruangan yang tersembunyi. Dia sedang mengamati situasi peperangan.Beta meletakkan kedua tangannya di belakang punggung. Di bawah cahaya remang-remang, ekspresi Beta tampak muram. Dia terlihat sangat mengerikan. Alasannya karena situasi peperangan saat ini membuatnya kesal.Beta tidak menyangka ternyata Tirta begitu mengerikan. Bahkan senjata yang digunakan untuk menghadapi dewa juga tidak berefek untuk Tirta.Melihat pasukan di medan perang tidak bisa bertahan lagi, Beta bertanya, "Paman Jibril, kapan bantuan bisa sampai?"Wakil kepala staf angkatan darat di samping yang bernama Jibril menjawab dengan suara bergetar, "Paling cepat sepuluh menit ... ini sudah sangat cepat. Bagaimanapun, semua ini terjadi secara mendadak. Nggak ada yang menyangka pemuda Negara Darsia itu begitu hebat."Jibril juga merupakan anggota Kelua

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2489

    Setelah mendengar perintah itu, para pasukan yang panik dipaksa untuk bersatu lagi. Mereka terus melancarkan serangan ke arah Tirta.Whoosh! Whoosh! Whoosh! Dor! Dor! Dor! Peluru yang ditembak secara beruntun hampir menghancurkan tempat ini.Penduduk yang tinggal di dekat sini sangat ketakutan begitu mendengar suara tembakan. Selain itu, banyak yang penasaran dengan apa yang terjadi. Namun, tidak ada yang berani maju.Mendengar pihak lawan masih mengirim bantuan, Tirta juga tidak terlalu panik. Dia berucap, "Nggak usah pedulikan bantuan yang dikirim presiden Negara Raigorou. Aku pasti punya cara untuk menghadapi semua trik mereka. Pokoknya aku akan membunuh mereka semua."Tirta tahu jelas dia pasti kesulitan pergi dari Negara Raigorou jika tidak ada hasil yang jelas dalam peperangan ini.Swoosh ... Swoosh .... Ular api merah membesar lagi. Transformasi ular api sangat besar sehingga membuat langit tampak memerah. Energinya juga sangat menakutkan.Dengan bantuan batu matahari mentah, se

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2488

    Melihat situasi ini, senyuman bangga di wajah Harman menghilang. Namun, dia juga tidak panik. Harman lanjut memerintah pasukan, "Ledakkan semua emas itu pakai peluru artileri. Peluru kendali balistik antarbenua juga nggak bisa membuatnya mati, seharusnya nggak masalah kalau kita menembakkan peluru artileri."Saat pasukan Negara Raigorou menerima perintah dan hendak menggunakan peluru artileri untuk menghancurkan benteng emas, tiba-tiba sosok Tirta muncul di atas Harman.Tadi Tirta sedang berkomunikasi dengan Genta untuk menggunakan batu matahari mentah. Dia juga mencari keberadaan Harman.Tirta berujar, "Dasar tua bangka! Apa kamu kira trik ini bisa berefek untukku? Mati saja!"Harman melihat Tirta yang tersenyum dingin makin mendekat. Dia berteriak panik, "Jangan ... kapan kamu datang? Jangan mendekat, jangan bunuh aku! Aku lepaskan kamu!"Namun, Tirta tetap bergeming. Dia langsung memenggal kepala Harman. Kekuatan Tirta sangat dahsyat. Dia benar-benar tak tertandingi!Para pasukan N

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status