Share

Ngidam?

Author: roxxi94
last update Last Updated: 2024-10-29 19:42:56

Dahlia sudah pulang ke rumah karena kondisinya sudah membaik. Cepat sekali wanita paruh baya itu pulih, bahkan semakin semangat dan ceria karena Shera tak jadi pulang ke negara asalnya.

Jika kondisi Dahlia semakin membaik, maka tidak dengan Shera. Pagi ini, Shera bahkan merasakan pusing dan mual. Mungkin sakitnya semakin berlanjut karena istirahatnya kurang. Untung saja datang bulannya sudah selesai dan hanya berselang selama dua hari. Itupun hanya sedikit, tidak banyak seperti biasanya. Shera sendiri merasa sangat heran dengan siklus menstruasinya. Namun tampaknya Shera tak terlalu ambil pusing mengenai itu, apalagi setelah mengingat jika Kevin memang mandul, tak bisa memberikan keturunan, jadi mana mungkin dirinya bisa hamil sedangkan Selena yang menikah dengan Kevin selama tiga tahun saja tidak bisa hamil karena kemandulan Kevin. Jadi Shera tak perlu cemas, karena dirinya tidak akan mungkin mengandung anak Kevin.

"Sarapan dulu non! Non Shera kok jadi makin sakit begini?" Tanya Hesti, asisten rumah tangga Dahlia selain Yuli. Hesti adalah adik sepupu Yuli, usianya seumuran dengan Shera.

"Nggak apa-apa Hes. Masih bisa tahan kok, cuma aku lagi sensitif sama bau masakan. Eneg banget rasanya, bawaannya pengen muntah." Keluhan Shera barusan membuat Hesti tentu saja langsung termenung, keluhan yang Shera sebutkan barusan mirip sekali dengan tanda-tanda kehamilan, namun Hesti takut salah dugaan, ia tak enak dengan Shera.

"Non masuk angin kali non, kecapekan abis nungguin nyonya di rumah sakit." Ujar Hesti.

"Iya mungkin. Oh ya hes, kira-kira om Kev nanti kesini nggak?" Entah kenapa Shera tiba-tiba menanyakan Kevin pada Hesti, padahal semalam ia baru bertemu dengan pria itu saat ikut mengantarkan Dahlia pulang. Tapi kenapa sekarang Shera ingin sekali bertemu dengan Kevin lagi? Apa karena kemarin Kevin sempat meninggalkannya ke Bandung? Dua hari tidak bertemu membuat Shera benar-benar merasa sangat tersiksa.

"Iya non kayaknya, semalem tuan bilang mau kesini agak siangan." Ucapan Hesti barusan membuat Shera langsung tersenyum.

"Kalau dia bawa makanan nanti, antar ke kamarku ya Hes."

"Jadi non nggak mau sarapan dulu?"

"Enggak, maaf ya, tapi aku mual banget nyium masakan mbak Yuli. Aku mau makanan buatan om Kevin, nanti antar ke kamarku ya Hes." Hesti tampak heran dan semakin bingung.

"Ba-baik non." Angguk Hesti, lalu Shera pun segera kembali ke kamarnya. "Non Shera kenapa sih? Kayak orang lagi ngidam aja." Gumam Hesti dengan tatapan resah. Namun ia segera menghilangkan segala prasangka buruk itu dari pikirannya.

Ketika di kamar, Shera kembali merasa lemas, begitu lemah dan lunglai, sungguh rasanya ingin menangis. Ia rindu Kevin, ingin rasanya berada didalam pelukan pria itu, tapi hal itu sangat mustahil, gila saja Shera melakukannya, hubungan mereka sudah selesai. Dan semuanya sudah berlalu, Shera tak boleh mengingat-ingat Kevin lagi.

"Aku ini kenapa?" Tanya Shera entah pada siapa, wanita itu tampak sangat menyedihkan dan begitu rapuh.

Lama melamun, tiba-tiba saja ponselnya berdering menandakan panggilan masuk. Shera pun segera mengangkatnya.

'Ya mom?'

'Oma bagaimana sayang?'

'Udah sehat mom, mommy nggak usah khawatir, ada Shera disini yang selalu jagain oma.'

'Oh my dear... Maafin mommy ya sayang, setelah urusan di Moskow selesai, mommy akan segera pulang ke Indonesia. Biar mommy yang akan gantiin kamu untuk jagain oma.'

'Iya mom, tapi aku benar-benar udah memutuskan akan menetap disini, aku nggak akan pulang ke Rusia. Aku udah janji sama oma.'

'Jadi kamu serius sayang? Kamu nggak akan menyesal?'

'Nggak mom, ini udah jadi keputusanku. Aku udah memutus semua kontrak kerjaku, dan Edric menerima keputusanku. Kasihan Oma mom, Oma sangat berharga untukku, dulu Oma pernah menyelamatkan nyawaku, jadi tameng saat aku ditabrak sama mobil box waktu kecil. Mommy ingat?'

'Iya sayang, mommy ingat betul, bahkan Oma kamu sampai kritis.'

'Oleh sebab itu aku mau membalas semua kebaikan Oma, jika kehadiranku disisi Oma bisa membuat Oma bahagia, maka aku akan selalu ada untuk oma.'

'Iya sayang iya, mommy akan selalu mendukung apapun keputusan kamu. Baik-baik disana ya sayang, titip salam untuk Oma, bilang kalau mommy akan segera datang sama adik-adikmu.'

'Iya mom.'

'Mommy tutup ya! Jaga kesehatan, jangan lupa makan. Bye lovely...'

'Bye mom.'

Shera pun menutup teleponnya, lalu meletakkannya diatas laci. Rasa pusing dikepalanya masih mendera, oleh sebab itu ia memilih untuk berbaring sejenak.

***

Pukul sebelas siang Kevin baru saja datang. Tadi ia sempat ada pertemuan dengan rekan bisnisnya makanya Kevin memilih membelikan makanan untuk Dahlia, Kevin tak membuatnya sendiri karena ia tak ingin membuang banyak waktu. Padahal tanpa sepengetahuan Kevin, Shera kini tengah menanti masakannya, namun nyatanya Kevin malah tak membuatkan makanan apapun untuk Shera maupun Dahlia.

"Siang tuan, duh ganteng pisan, habis dari mana?" Tanya salah satu satpam setelah membukakan pintu untuk Kevin. Kebetulan Kevin diantar oleh salah satu anak buahnya, Kevin sedang malas menyetir sendiri, ia sedang lelah.

"Dari pertemuan bisnis pak Sapto. Saya masuk ya!"

"Silahkan tuan..."

Setelah dipersilahkan, Kevin pun segera masuk ke dalam mansion bergaya modern tersebut.

"Tuan Kevin tuh mbak, ganteng banget sih." Gumam Hesti sambil menatap Kevin dari kejauhan.

"Hush! Jangan keras-keras, malu-maluin aja kamu." Seru Yuli.

"Biarin aja, orang udah jadi duren." Ungkap Hesti tanpa malu-malu.

"Siang semua..." Sapa Kevin pada Yuli dan Hesti.

"Siang tuan." Balas mereka bersamaan.

"Mama gimana mbak Yuli?" Tanya Kevin pada Yuli.

"Sudah ceria tuan, sekarang lagi istirahat."

"Baguslah. Lalu em... Shera?"

"Eh anu... Si enon lagi di kamarnya."

"Masih nggak enak badan?" Kevin mulai gelisah.

"Makin parah tuan, tadi pagi muntah-muntah, pusing, nggak mau makan. Mungkin masuk angin karena kurang istirahat." Jelas Hesti pada Kevin.

"Benarkah?" Kevin semakin tak tenang.

"Beneran tuan, saya sampai nggak tega, non Shera nangis terus, tapi dibawa ke dokter nggak mau takut bikin nyonya khawatir katanya." Imbuh Hesti dengan nada cemas.

"Apa... Karena hormon menstruasi mungkin?" Tebak Kevin.

"Kayaknya enggak deh tuan." Ungkap Yuli.

"Kenapa enggak? Bukannya wanita yang sedang dalam masa periodenya memang suka bersikap aneh?"

"Iya sih tuan, tapi... Non Shera udah nggak mens, cuma dua hari doang. Udah selesai katanya." Ucapan Yuli barusan membuat Kevin semakin gelisah, apa mungkin... Ah tapi itu tidak mungkin, bagaimana bisa? Kevin kamu jangan ngawur, Selena saja yang berhubungan intim dengan kamu selama tiga tahun tidak kunjung hamil, apalagi dengan Shera yang hanya satu malam? Itupun kamu masih mengidap penyakit reproduksi, jadi jangan pernah berpikir yang macam-macam. Kamu jelas-jelas mandul, alias tidak bisa menghasilkan keturunan.

"Hhhh..." Kevin menghela nafas berat, mencoba bersikap biasa saja, santai Kevin santai, tidak akan terjadi apa-apa, percayalah.

"Om!" Suara itu, Kevin tiba-tiba saja menoleh kearah tangga, ada sosok Shera tengah berdiri disana sambil menatapnya dengan tatapan penuh... Kerinduan.

"Ada apa?" Tanya Kevin pada Shera, namun Shera tak menjawab, wanita itu langsung berlari kearahnya, menubruk tubuhnya.

"Hiks, om Kevin." Karena tak kuasa menahan rindu, Shera nekad memeluk Kevin didepan Yuli dan Hesti, wanita itu bahkan menangis sesenggukan karena tak tahan dengan rasa rindu yang semakin menyesakkan dadanya. Sungguh sakit.

Sedangkan Kevin kini tengah membeku, tak tahu harus bersikap seperti apa ketika Shera tiba-tiba menubruk dan memeluk tubuhnya dengan erat. Ingin membalas tapi tidak mungkin, dan sangat tidak mungkin, makanya Kevin membiarkannya begitu saja.

"Ssshhh... Jangan menangis." Ungkap Kevin pada Shera dengan lembut, suara yang berat, lembut, ngebas dan seksi, Shera benar-benar sangat menyukainya.

"Non Shera kangen Daddy-nya kali." Bisik Hesti pada Yuli.

"Bukan sama Daddy-nya, tapi beneran sama tuan Kevin." Balas Yuli dengan senyuman miring.

"Ha? Apa? Masak?" Dan Hesti pun sangat terkejut mendengarnya, wah... Gagal dong rencananya mau memikat Kevin? Saingannya model seksi seperti Shera, dia mana bisa? Lagian mimpinya terlalu ketinggian, sadar Hesti!

Dan tanpa semua orang tahu, Selena kini tengah melihat adegan itu dengan kedua tangan yang terkepal erat. Bisa-bisanya keponakannya bersikap seperti jalang didepan Kevin. Selena sungguh muak melihat wajah sok polos Shera, sok baik Shera, dan sok lembut Shera, padahal tingkahnya seperti jalang. Merayu pamannya sendiri yang merupakan mantan suami bibinya. Benar-benar sangat murahan.

Comments (1)
goodnovel comment avatar
for you
yg jalang itu ya kamu selena suami baik udah di buang knp marah bekas suami nya sama orang lain
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Dihamili Paman yang Mandul   Shera Yang Manja

    Karena tak suka melihat Shera memeluk Kevin, Selena langsung berjalan kearah Shera dan Kevin, dengan sekali hentak, Selena langsung menarik tangan Shera, menyingkirkannya dari tubuh mantan suaminya itu. Hal itupun tentu membuat Kevin dan Shera sangat terkejut. Apalagi Kevin, ia sangat tak suka jika Selena sampai bersikap kasar kepada Shera, apalagi Shera sedang dalam kondisi sakit. "Kamu udah gila ya? Ngapain kamu peluk-peluk laki-laki ini? Tante nggak suka kamu dekat-dekat sama dia Shera." Seru Selena dengan penuh amarah. "Apa hak tante larang-larang aku? Terserah aku mau dekat sama siapa. Lagian om Kevin udah cerai sama Tante, emang kenapa kalau aku deketin dia?" Meski sedang lemah, namun Shera masih sangat kuat untuk berdebat dengan Selena. Shera bukan wanita lemah yang akan diam saja jika ada orang lain ingin mengusik ketenangannya. Tak peduli meski itu Selena sekalipun Shera akan tetap melawannya. "SHERA! Tante itu peduli sama kamu, tante nggak mau kamu berhubungan sama laki-l

  • Dihamili Paman yang Mandul   Kenyataan Yang Mengejutkan

    Shera meneguk ludahnya melihat makanan yang tersaji didepan matanya. Sungguh menggoda selera, membuat perutnya meronta-ronta. Makanan buatan Kevin memang tak hanya enak, tapi juga membuat Shera selalu takjub karena tampilannya yang sangat menggoda. Sungguh beruntungnya ia bila setiap hari bisa dimasakan oleh chef terkenal seperti Kevin, sudah tampan, gagah, pandai masak, sabar meski kadang sangat menyebalkan, tapi Shera suka. "Tunggu apa lagi? Kenapa belum dimakan?" Tanya Kevin dengan tatapan heran. Shera tampak menggigit bibir bawahnya, menatap Kevin dengan ragu. "Mau disuapi." Pinta Shera dengan penuh harap. Membuat Kevin kembali tertegun. Oh, apalagi ini Shera? Shera sudah kelewat batas, Kevin tak bisa menuruti keinginan gila Shera terus-terusan. "Tangan kamu tidak sakit, yang sakit pipi kamu, kamu masih bisa makan sendiri, kamu bukan anak kecil lagi Shera." Ucapan Kevin yang menohok barusan membuat Shera langsung terdiam. Merasa kesal, lalu iapun menunduk dan memakan makananny

  • Dihamili Paman yang Mandul   Shera Hamil

    dr. Shavira kini tengah memeriksa Shera, dokter senior berusia lima puluh lebih itu tampak tersenyum hangat ketika melihat layar USG yang memperlihatkan kondisi rahim milik Shera. "Lihat! Kantong bayinya sudah terbentuk ya, sekarang kita cari dulu si kecil, duh... Sembunyi dimana anak kesayangan papa ini ya." Kalimat terakhir dr. Shavira begitu menggetarkan hati Kevin. Oh astaga, demi apa Kevin kini tengah menitikkan air matanya saat melihat layar USG itu. Cepat-cepat ia segera menghapus airmata sialannya, demi Tuhan ia sungguh malu, namun pria tampan itu juga tidak sanggup menyembunyikan perasaan luar biasa yang sedang ia rasakan sekarang. Sedangkan Shera sejak tadi hanya terdiam kaku, airmatanya tak henti mengalir, wanita itu masih tak menyangka jika dirinya kini tengah berbadan dua. Apalagi yang sedang ia kandung sekarang adalah anak Kevin. Kevin yang katanya mandul alias tak bisa memberikan keturunan kini nyatanya malah bisa membuat Shera hamil dengan begitu ajaibnya. "Ini nih

  • Dihamili Paman yang Mandul   Anak Papa?

    Setelah dari rumah sakit, kini Kevin memutuskan untuk memulangkan Shera ke mansion Gunawan. Hari sudah semakin sore, dan Kevin tadi mengajak Shera pergi tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada Dahlia. Pasti sekarang Dahlia sedang mencemaskan Shera, dan Kevin sungguh merasa tak enak dibuatnya. Mengingat sosok Dahlia membuat Kevin kembali memikirkan bagaimana cara ia bicara pada wanita paruh baya itu nanti perihal kehamilan Shera. Bagaimana reaksi Dahlia? Kevin takut Dahlia akan jatuh sakit, dan yang lebih menakutkannya lagi adalah, Dahlia akan membencinya karena ia yang telah menghamili cucu kesayangan Dahlia. "Huh..." Kevin menghembuskan nafas kasar, lalu mengusap wajahnya. Demi Tuhan semua kejadian ini masih seperti mimpi. Kevin masih tak menyangka jika sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah, apalagi wanita yang mengandung anaknya adalah Shera. Wanita yang sebenarnya sangat haram baginya. Shera kini tengah tertidur dipelukan Kevin, karena lelah menangis dan memang sejak tadi

  • Dihamili Paman yang Mandul   Ibunya Anak-anak

    Kevin tentunya langsung kelabakan saat Shera tiba-tiba saja memutuskan sambungan teleponnya. Apalagi setelah wanita itu mengatakan hal yang membuat Kevin merasa seperti kena mental. Namun Kevin yang notabene adalah pria penyabar tak akan menelan mentah-mentah ucapan Shera barusan. Kevin emosi? Oh, tentu tidak, ia hanya shock dan tak menyangka jika Shera bisa berpikir seperti itu terhadapnya. 'Pak Kevin harus banyak-banyak bersabar ya pak, ibu hamil itu sudah biasa kalau gampang emosional, gampang sensitif, gampang ngambek, dan gampang aneh-aneh lah pokoknya. Itu semua bukan dibuat-buat, tapi karena pengaruh hormon, mereka akan bertingkah seperti anak kecil, ya... Meskipun nggak semua ibu hamil seperti itu, tapi kebanyakan memang begitu. Jadi pak Kevin harus selalu bisa mengontrol emosi, jangan mudah terpancing dan akhirnya melampiaskan kemarahan ke ibunya ya pak, jangan sampailah pokoknya.'Perkataan dr. Shavira kemarin kembali berputar dimemori otak Kevin, membaut Kevin tersenyum sa

  • Dihamili Paman yang Mandul   Papa?

    Shera dan Kevin masuk ke dalam mansion, Shera terus bergelayut manja di lengan Kevin, Kevin pun tak terlalu ambil pusing, ia membiarkan Shera melakukan hal sesuka hatinya, supaya Shera senang dan tidak kecewa. Saat berjalan melewati ruang tamu, mereka bertemu dengan Selena dan juga Brandon yang tengah bermesraan. Selena memang sengaja melakukan itu untuk melihat reaksi Kevin, ia ingin membuat Kevin cemburu melihatnya bersama dengan Brandon. "Sayang... Cium pipiku!" Pinta Selena pada Brandon dengan nada manja, Brandon pun lantas mencium pipi Selena, lalu melumat bibir wanita itu sekilas. Hal itupun tak luput dari tatapan Kevin dan Shera. Jika Selena pikir Kevin akan cemburu melihatnya bersama Brandon, maka Selena salah besar, Kevin bahkan tak peduli sama sekali, pria tampan itu bahkan merasa malu melihat kelakuan Selena yang seperti ABG tua."Oh Hay... Mantan suamiku, kebetulan kamu datang, lusa aku akan bertunangan sama Brandon kekasihku, jadi aku harap kamu bisa datang ya." Selena

  • Dihamili Paman yang Mandul   Kemarahan Oma

    Dahlia, Kevin dan Shera kini tengah berada di halaman belakang. Duduk bersama, mencoba bersantai ditengah ketegangan. Kevin pun mulai berbicara, ia harus segera mengutarakan maksudnya pada Dahlia secepat mungkin. "Jadi ma... Aku ingin menikahi Shera. Saat ini aku sedang meminta Shera melalui mama." Ujar Kevin dengan jelas dan lugas. Dahlia yang mendengar itu sepertinya sangat terkejut, namun tak sampai membuatnya shock berat."Kevin apa kamu serius? Atas dasar apa kamu meminta Shera pada mama? Kalian bahkan baru beberapa kali bertemu. Jarak usia kalian bah-""Usia hanya soal angka oma, yang penting perasaan, cinta itu nggak pernah salah." Sahut Shera membuat Dahlia langsung terdiam telak."Maaf jika ini sangat mengecewakan mama, tapi... Shera sudah hamil ma, dan dia sedang hamil anakku ma." Ungkap Kevin dengan penuh kehati-hatian, takut Dahlia akan pingsan atau bahkan sampai terkena serangan jantung. Demi Tuhan, jangan sampai itu terjadi. "Apa? Kevin kamu jangan bercanda, kamu bilan

  • Dihamili Paman yang Mandul   Pertunangan Selena

    Keluarga Shera kini telah berkumpul di hotel tempat Selena mengadakan acara pertunangannya dengan Brandon. Sejak tadi, tatapan Shera tak lepas dari sosok Kevin yang tengah duduk di bangku lain. Demi Tuhan Shera tak tahan melihat penampilan maskulin Kevin hari ini, apalagi setalah seharian tidak bertemu. Kevin terlihat begitu tampan dengan pakaian formalnya, terlihat semakin gagah dan menawan. Rasa-rasanya Shera ingin segera menerjang tubuh pria itu, memeluknya, menciuminya dan menggerayangi tubuh kekar yang sangat menggoda itu. Namun apalah daya, Shera harus menahan keinginannya kuat-kuat karena disini ada kedua orangtuanya, ada Dahlia dan juga ada kedua adiknya. "Kenapa sayang? Kamu kelihatan pucat, apa kamu lagi nggak enak badan?" Tanya Farah pada sang putri dengan tatapan khawatir. Sejak tadi Shera memang hanya diam dan murung, makan pun cuma sedikit itupun Shera paksa-paksa. Kevin sudah mengiriminya sarapan tadi pagi, namun Shera tak menemukannya sama sekali. Alhasil iapun terpak

Latest chapter

  • Dihamili Paman yang Mandul   Extra Part 2

    Sembilan bulan sudah Shera berjuang mengandung sang buah hati dengan segala cobaan dan rintangan yang menghadang diawal kehidupan pernikahannya bersama dengan Kevin. Kini ia telah resmi menjadi seorang ibu setelah berhasil melahirkan buah hatinya bersama Kevin secara normal di rumah sakit Atma Medika. Bahagia tak terkira Kevin rasakan, hal yang ia impi-impikan selama ini akhirnya terwujud setelah ia mendengar tangisan keras dari bayinya yang baru saja lahir ke dunia. Selama empat puluh delapan jam, Kevin terus berada disamping Shera yang tengah mengalami kontraksi. Pria itu bahkan tak sedetikpun meninggalkan sang istri kecuali hanya ke kamar mandi. Kevin tentu saja tak ingin kehilangan momen-momen penting proses persalinan sang istri. Kevin ingin menjadi penguat Shera, ia tak mau Shera merasa sendirian dan sakit sendirian, meskipun Kevin tahu jika ia pun tak mampu menggantikan posisi Shera, tapi setidaknya dengan kehadirannya ia mampu membuat istrinya tak merasa sendirian dan kesep

  • Dihamili Paman yang Mandul   Extra Part 1

    Kevin sudah sembuh dan kini ia sudah kembali ke rumah. Masalah pekerjaan ia bisa memantau dari jauh, yang penting sekarang adalah kesehatannya dan juga kesehatan istrinya. Meskipun sudah sembuh namun lukanya masih terasa sakit jika ia terlalu banyak bergerak ataupun melakukan aktivitas yang berat. Kevin pun kini harus membatasi kegiatannya supaya cepat pulih seperti sedia kala. Mengenai kedua orangtua Shera, mereka seharusnya dijadwalkan kembali ke Rusia hari ini juga, namun karena kondisi Shera yang kurang fit, akibatnya Farah membatalkan kepulangannya dan menyuruh sang suami untuk pulang duluan. Karena kelelahan mengurus Kevin dan memang kondisi fisiknya yang lemah sejak Kevin berada dirumah sakit, akhirnya sekarang Shera tumbang karena terserang demam dan juga flu yang cukup berat. Selama Kevin tak bisa membuatkan makanan untuknya, Shera memang selalu memaksa memakan makanan apapun selain masakan Kevin. Ia memang bisa melakukannya, namun setelah itu Shera harus memakan es krim

  • Dihamili Paman yang Mandul   Akhir Yang Mengharukan

    Dua Minggu kemudian...Shera kini tengah menangis didepan makam Dahlia, wanita hamil itu tampak menatap makam sang nenek dengan wajah sendu. Setelah insiden penembakan yang Selena lakukan pada Kevin dua Minggu yang lalu, Dahlia langsung terkena serangan jantung. Kevin dan Dahlia pun segera dilarikan ke rumah sakit, dan keduanya pun sama-sama mengalami koma. Kevin mendapatkan tembakan tepat mengenai perut dan harus melakukan operasi untuk pengangkatan peluru. Saat itu Selena menembakan dua peluru, namun peluru yang satunya meleset mengenai vas bunga. Jika kedua peluru tersebut tembus ke jantung Kevin, mungkin Kevin kini sudah tidak tertolong lagi.Beruntung sekali Tuhan masih menyayanginya sehingga nyawanya masih bisa diselamatkan. Akan tetapi sampai saat ini Kevin masih koma meskipun sudah melewati masa kritisnya. Sedangkan Dahlia akhirnya harus menyerah setelah melawan penyakit jantung dan hipertensi yang ia derita.Seluruh keluarga pun sepakat mengirim Selena ke rumah sakit jiwa k

  • Dihamili Paman yang Mandul   Baby Shower Menegangkan

    Hari ini adalah hari yang sangat Shera nanti-nantikan. Acara baby shower untuk merayakan tujuh bulan kehamilannya telah dimulai. Acara yang cukup meriah dan dihadiri oleh keluarga dekat saja. Shera terlihat sangat cantik dan anggun dengan balutan gaun berwarna pink yang membalut tubuh hamilnya. Aura keibuannya pun semakin terpancar membuat Kevin semakin jatuh cinta. Kevin bahkan masih tak menyangka jika seorang wanita yang telah resmi menjadi istrinya kini adalah Shera, keponakannya, gadis yang dulunya sering sekali memanggilnya dengan sebutan 'om'. Orang yang bahkan sangat asing bagi Kevin karena mereka jarang sekali bertemu. "Papa kok diem terus dari tadi? Papa nggak enak badan? Pasti kecapekan ya karena sibuk nyiapin ini semua? Papa sih dibilangin ja-" kata-kata Shera langsung terpotong karena Kevin tiba-tiba menyentuh bibirnya dengan jadi telunjuk. "Mau jadi ibu, mulutnya makin bawel." Ujar Kevin membuat Shera langsung mengerucutkan bibirnya."Biarin aja." Ungkap Shera, Kevin

  • Dihamili Paman yang Mandul   Kecintaan Papa

    Shera mengusap-usap perutnya dengan penuh cinta, merasa sangat lega karena kandungannya kini telah berusia tujuh bulan dan besok ia akan mengadakan acara tujuh bulanan serta baby shower. Rencananya acara tersebut akan diadakan di restoran berbintang milik suaminya, dan Shera sudah tak sabar menunggu besok pagi tiba. Melihat Kevin yang semakin semangat dan begitu ceria akhir-akhir ini membuat Shera begitu terharu. Saat bertemu Bayu beberapa hari yang lalu, sepupu Kevin itu menceritakan banyak sekali hal tentang Kevin dimasa lalu. Bayu bilang jika baru sekarang ia bisa melihat kakak sepupunya sesenang ini, dan semua ini karena Shera, Shera tentu saja merasa sangat bangga dan tersentuh. "Kok senyum-senyum sendiri? Lagi mikirin apa? Ini manisannya." Tanya Farah sembari mengangsurkan manisan kepada Shera. Farah datang tiga hari yang lalu bersama dengan suami dan kedua putranya. Melihat Shera yang begitu bahagia dan antusias dengan kehamilannya, membuat Farah pun ikut merasa bahagia. "L

  • Dihamili Paman yang Mandul   Relakan Saja

    Hari ini Kevin mengajak Shera ke Dufan untuk menyenangkan hati istrinya. Meski hanya menaiki bianglala dan komedi putar hal itu sudah cukup menyenangkan bagi Shera. Karena suaminya sendiri melarangnya keras untuk menaiki wahana yang cukup ekstrim. Kevin sendiri merasa sangat senang dan bahagia melihat senyuman serta antusias Shera, karena ia sendiri tidak pernah jalan-jalan seperti ini dengan pasangannya. Baru kali ini Kevin bisa merasakannya bersama dengan Shera. Luapan kebahagiaan yang ia rasakan dalam hatinya bahkan tak mampu diungkapkan dengan kata-kata. Ini semua masih seperti mimpi, mimpi yang sangat indah, dan Kevin seolah enggan untuk bangun dari mimpinya. "Papa!" Panggilan Shera langsung membuyarkan lamunan Kevin, pria itu pun segera mendekat kearah istrinya. "Ada apa sayang? Apa yang ingin kamu beli?" Tanya Kevin. "Pah aku mau ini ya... Satu aja..." Pinta Shera seraya menunjuk gula kapas berbentuk hati yang ada didepannya. Kevin sendiri merasa heran, kenapa istrinya suk

  • Dihamili Paman yang Mandul   Karma Selena

    Setelah kejadian di rumah sakit, Kevin kini semakin memperketat penjagaannya pada sang istri. Pria itu begitu posesif dan overprotektif kepada Shera. Shera sendiri bukannya terganggu akan sikap berlebihan Kevin, tapi ia suka sekali melihat Kevin yang seperti ini, seperti biasanya, Kevin yang perhatian dan sangat mencintainya.Pria itu bahkan tak pergi ke restoran esok harinya, Kevin memilih untuk tetap di rumah sampai kondisi istrinya lebih stabil. Kevin ingin benar-benar menjaga kandungan Shera, keselamatan keduanya adalah prioritas Kevin, dan Kevin tak ingin kejadian kemarin sampai terulang kembali. Pria itu sungguh menyesal dan merasa bersalah atas sikapnya."Pa!" Panggil Shera yang baru saja keluar dari kamar mandi. "Sudah selesai sayang, ayo kemari!" Cepat-cepat Kevin segera mengangkat tubuh istrinya membawanya kembali ke sofa yang ada di ruang tengah. Shera pikir Kevin hanya akan menuntunnya, namun ketika suaminya itu membopong tubuhnya, Shera sedikit terkejut karena tidak sia

  • Dihamili Paman yang Mandul   Merasa Bersalah

    Lama Shera menangis sampai sesenggukan sekitar sepuluh menit, sampai ia lupa jika sekarang ia harus menyusul Kevin dan menggagalkan rencananya. Namun sayang sekali saat masuk ke dalam kamar rawat Selena, Shera malah disuguhi dengan pemandangan yang begitu menyayat hati. Saat ini Kevin sedang menyuapi mantan istrinya didepan istrinya sendiri. Hati istri mana yang tidak sakit saat melihatnya, namun bukankah ini memang kemauan Shera, lantas kenapa Shera malah tidak terima?"Makasih ya Kev kamu masih peduli sama aku. Kamu masih baik banget sama aku padahal selama ini aku udah jahat banget sama kamu." Ungkap Selena pada Kevin yang hanya meresponnya dengan senyuman paksa. Pria itu sebenarnya sangat malas melakukan semua ini, namun karena ia merasa sangat kesal dengan sang istri makanya ia mencoba untuk memanas-manasi Shera. "Semoga kamu lekas sembuh, setelah ini ikutilah sejumlah perawatan supaya kamu lekas pulih. Jangan bersikap egois, pikirkan juga mama, mama masih sangat sayang sama k

  • Dihamili Paman yang Mandul   Memanfaatkan Shera

    Kevin tengah membersihkan tubuhnya. Sore hari ini begitu panas sehingga membuat pria itu berkeringat begitu banyak. Shera kini tengah menunggu suaminya keluar dari kamar mandi dengan perasaan campur aduk. Bagaimana tidak, ia merasa gugup sekali menghadapi Kevin yang sedang marah padanya, karena baru kali ini suaminya itu marah pada Shera. "Bantu mama. Buat papa kamu mau maafin mama dan bersikap kayak biasa lagi. Meskipun dia nggak bentak-bentak, tapi cara marah dia dengan mendiamkan mama rasanya lebih menyeramkan. Dia nggak mau ngomong sama sekali dari tadi. Mama jadi kepikiran terus." Gumam Shera sambil mengusap-usap perut buncitnya. Sejak tadi Shera terlihat murung karena Kevin tak mau bicara dengannya. Shera juga takut mengawali pembicaraan, entahlah bibirnya seolah membisu ketika berhadapan dengan Kevin. Shera jadi tak bisa secomel biasanya.CklekSuara pintu yang terbuka membuat Shera tiba-tiba terdengar kaget, mungkin karena sejak tadi ia melamun, makanya ia sampai terkejut m

DMCA.com Protection Status