Mendapati kursi itu nyaris menghantam anak perempuannya sendiri yang begitu disayanginya, Tomi bergegas berjalan ke depan dan menghampiri Rania. "Apa kamu tidak apa-ара? Ара kursi ini menghantam kakimu? Apa ada bagian yang sakit? Semua ini salah anak gadis pembangkang itu, sampai membahayakan anak perempuan berhargaku yang nyaris menderita karena kecelakaan ini. Ini semua karena ulahnya!"Rania menggelengkan kepalanya, lalu berkata, "Ayah, aku tidak apa-apa, tidak terhantam sama sekali. Ayah mengatakan apa soal Lirea? Apa yang terjadi dengannya?"Raut wajah Tomi langsung berubah kecut lagi dan tidak enak dilihat "Apalagi yang bisa aku lakukan? Dari sisi keluarga Lesmana mereka setuju untuk membuat Lirea bertunangan dengan Rega. Tapi anak gadis pembangkang yang tidak tahu terima kasih itu malah lebih memilih bersama dengan seorang pria liar yang nggak jelas dan nggak mau untuk dinikahkan dengan Rega. Dan sekarang, dia bahkan memutus teleponku!""Apa?! Jadi Lirea tidak bersedia dinikahk
Harusnya dia beruntung kalau dinikahi oleh Rega. Nantinya akan sangat susah jika ingin menemukan sebuah keluarga yang begitu terhormat dan kaya-raya seperti itu."Tomi terdiam, tampak memikirkan sesuatu. "Kamu tidak perlu mengurusi itu. Aku memiliki cara untuk menghadapinya. Dimataku, dia hanyalah sebuah alat untuk mendapatkan kontrak dari keluarga Lesmana, bagaimana bisa aku membiarkan sebuah alat tidak mematuhi keinginanku? Ibaratnya kalau misalkan aku terikat, maka aku juga akan membuatnya terikat dengan keluarga Lesmana juga!"Rania menundukkan kepalanya, dia tersenyum sinis dan ada kilatan kekejaman yang tersembunyi di matanya.***Jam yang berdering di pagi-pagi buta menandakan saatnya lari pagi bersama Shaka. Lirea rasanya seperti ingin menangis. Setiap harinya, di pagi pagi buta, dia selalu menghabiskan waktunya di tengah-tengah suasana hati yang tidak tenang dan depresi.Kedua orang itu sekarang sudah menyantap sarapan di sebuah restoran yang merupakan tempat khusus untuk sar
Shaka menatap penampilan Lirea dengan rasa puas karena tempat-tempat yang seharusnya tertutup telah tertutup dan yang seharusnya tidak tertutup pun juga tertutup. Lagi pula, wanita miliknya tidak pergi keluar untuk mempertontonkan tubuhnya. Tapi itu tergantung, wanitanya hanya boleh mempertontonkannya pada dirinya seorang. Dalam hal godaan, juga hanya boleh dia yang menggodanya seorang.Shaka langsung menarik dan menuntun tangan Lirea lalu membawanya untuk naik ke atas mobil Maybach miliknya. Hanya dalam sekejap mata, mereka tiba di sebuah bar terbesar yang ada di ibu kota. Begitu turun dari mobil, langsung terdapat pelayan berpakaian formal yang berlari menghampiri dan membukakan pintu."Tuan Muda Shaka, selamat datang di tempat kami!"Shaka langsung melemparkan kunci mobilnya ke udara dan pelayan itu dengan tangkasnya melompat untuk menangkapnya. Kemudian secara otomatis dan sukarela dia pergi mengendarai mobil itu ke sebuah parkiran khusus untuk memarkirkannya.Setelahnya, datang l
"Bahkan kamu juga masih berkata kalau ingin menikah, kamu harus menemukan seorang wanita elegan yang terhormat dari keluarga kaya dan berkuasa. Yah, sekarang kebetulan kamu mendapat keberuntungan yang tidak diduga-duga dan kamu sendiri yang merusak semuanya. Kamu juga mengacaukan satu per satu dari kami yang gara-gara hal itu bahkan sampai tidak berani untuk mencari pasangan. Kamu sudah membuat kami membuang-buang seluruh masa muda kami. Dan sebagai hasilnya, di sinilah aku sekarang, menua sendirian dengan rasa penyesalan karena hal itu," lanjut Rendra.Prinsip yang tertanam di dalam grup mereka ini adalah menikah bukanlah hal yang akan dilakukan sebelum berusia 30 tahun. Dan bahkan meskipun menikah sebelum umur 30 tahun, pasangan mereka juga merupakan seorang anak perempuan dari keluarga besar yang berpengaruh, terkenal dan kaya raya. Kumpulan lelaki ini, pada akhirnya pun dicurangi oleh Shaka.Wajah Shaka tampak sedikit kehilangan kontrol atas emosinya. "Kenapa kalian menganggap ser
Rio terkenal dalam hal menjaga tangannya agar tetap bersih dan tidak suka campur tangan agar terhindar dari masalah. Biasanya, dia akan bergabung di acara pesta makan malam yang terhitung penting atau pesta ulang tahun temannya dan semacamnya, tapi dia tidak akan muncul di acara yang selain itu. Namun, hari ini dia muncul dan alasannya untuk bertemu dengan calon istri Shaka.Hari ini, Shaka membawa Lirea keluar untuk bertemu dengan temanbaiknya. Biasanya, ada hanyak anak bengal yang bersenang-senang bersama mereka, akan tetapi teman yang benar-benar dianggap dekat adalah kedua orang yang bernama Rendra dan Dani. Dan ini juga bisa dianggap sebagai kegiatan membawa gadis itu untuk melihat dunia luar.Rendra dan Dani secara bersamaan merasa kalau Lirea adalah seorang wanita dengan pemikiran yang dalam. Tapi, dengan Shaka yang membawanya keluar seperti ini, bahkan mengumumkan soal pertunangan dan status, maka itu artinya status gadis itu sebagai wanita keluarga Brahmana telah jelas dan t
Rendra lalu meletakkan ponsel yang ada di genggaman tangannya, kemudian menatap Shaka dan membahas masalah itu dengan sangat serius. "Shaka, dari kecil, kita tumbuh dewasa bersama-sama sampai-sampai berapa ekor jumlah cacing gelang yang ada di dalam perutmu itu pun aku bisa tahu dengan jelas. Tapi kali ini aku tidak paham. Di mana sisi bagus gadis itu sampai membuatmu ngotot ingin menikah dengannya?"Tanpa status, tanpa posisi dan tanpa wajah. Bukan berarti Lirea tidak cantik, akan tetapi ada banyak sekali wanita yang lebih cantik jika dibandingkan dengannya. Jadi, poin manakah yang bisa membuat Shaka menyukainya? Inilah pemikiran Rendra.Shaka kemudian duduk. Dia menyilangkan kakinya diatas kaki lainnya, lalu ekspresi wajahnya berubah menjadi terlihat bangga. "Kalau aku ingin menikahinya, ya tinggal menikahinya saja.""Ya, aku tahu itu. Tapi bagaimana kamu bisa mengawalinya?" tanya Rendra .Shaka mengingat-ingat pertemuannya dengan Lirea, kemudian tanpa sadar sebuah senyum lembut men
Rendra sebelumnya tidak pernah diacuhkan seperti ini oleh apapun apalagi seorang wanita.Melihat aku membuat suasana hatinya jadi buruk? Tiba-tiba, Rendra memukul meja dan bangkit berdiri dengan wajah yang kecut dan tidak sedap dipandang. Dia menatap Lirea dengan tajam seperti ingin menjepit gadis itu sampai mati.Pada saat itu, Shaka muncul membawa semangkuk mie yang panas dan berasap. Lirea pun segera berlari ke sisi pria itu dan mencengkeram lengan bajunya. "Shaka, temanmu sangar menyeramkan, dia ingin memukul aku..."Rendra yang berada di sebelah mereka begitu depresi, rasanya tertekan dan dongkol di tenggorokannya. Dia bahkan belum melakukan apapun padanya, tapi Lirea sudah berlari ke Shaka dan mengadu. Kalau misalkan dia benar-benar melakukan sesuatu sedikit saja, dia berpikir mungkin saja gadis itu bakal membuat keributan sampai ke langit. Saat ini, kesannya terhadap gadis itu semakin memburuk. Dia langsung meletakkan gadis itu di dalam daftar orang yang tidak akan disukainya
Tentu saja, meskipun menyukainya, Lirea juga bukanlah seorang ahli dalam hal itu. Dia bahkan tidak bisa membedakan dengan jelas keaslian barang tersebut dan juga tidak mengetahui kualitasnya. Secara gampangnya dia hanya menyukai macam batu mulia yang berwarna gelap dan dalam. Lirea memang tidak mengetahui cara membedakan barang yang bagus dan jelek. Namun, sebuah benda yang dipasangkan oleh Shaka di tangannya, rasanya benar-benar tidak sama. Saat baru dipasangkan dia langsung bisa merasakan terdapat udara dan aura dingin di pergelangan tangannya. Dan saat menyentuh kulitnya, perasaan itu berubah, kemudian muncul rasa lembut dan nyaman. Ini adalah sebuah perasaan spiritual.Ditambah lagi, warna emerald ini sangat dalam dan gelap. Saat melihatnya, siapa pun akan mengetahui kalau benda ini adalah barang dengan kualitas tinggi. Emas itu berharga, tapi emerald itu tidak ternilai.Lirea mengayun-ayunkan gelang emerald di tangannya yang dibuatkan khusus untuknya. Gelang itu melingkari tang
Kemudian, dia mencari ponsel dari ransel di kursi belakang untuk menelepon Rendra."Gunakan pakaian perang untuk meratakan dunia, gunakan riasan merona untuk keadilan yang tidak bijaksana, aku sangat tergila-gila dan tidak pernah menyesali..."Musik yang mengalir perlahan di ruang sempit itu mengalun merdu. Seketika tubuh Lirea terhenyak, lalu dengan kaku melirik ke luar jendela, mencubit pahanya, dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak tertawa!Jangan tertawa!Namun sudut mulutnya mulai tertarik ke atas tak terkendali.Akhirnya, dia tidak bisa menahannya.Seketika itu juga dia memberi gestur kemenangan, "Yes!"Sementara Shaka langsung mengeluarkan tas punggungnya. Benar saja, ponsel Rendra tergeletak di sana, begitu pula ponsel Dani. Melihat itu, dengan tenang dia bertanya pada Lirea, "Apa ini?"Lirea berkedip, dan senyum di sudut mulutnya telah mengungkapkan sesuatu."Ya, aku mencuri ponsel mereka," jawabnya.Dalam beberapa detik, ada semburat ketakutan di wajah tampan Shaka, namun t
Saat itu juga, Lirea langsung berlari ke pelukan Shaka dan memeluknya dengan sangat erat, bahkan dia tidak ingin melepaskannya barang sejenak.Air mata masih menggantung di bulu matanya yang lentik. Kali ini, mata besar itu menunjukkan kepanikan luar biasa dengan jantung yang berdebar keras. Sejauh ini, dia sama sekali belum bisa tenang.Sementara Shaka memeluknya dengan perasaan sakit hati. Meskipun dia menikmati penampilan lembut dan imut dari ketergantungan Lirea padanya saat ini, tapi dia juga merasa tertekan.Dari sudut matanya, dia melihat Dani dan Rendra yang berbaring di tanah dengan ekspresi gembira, membuat amarahnya sedikit tersulut.Melihat gadis kecilnya menangis ketakutan, bagaimana bisa mereka justru tampak bahagia?Meskipun sebenarnya... dia sendiri juga merasa seperti itu!Tapi dia sama sekali tidak bisa membiarkan kekasihnya tahu. Jika tidak, entah bagaimana gadis itu akan membuat perhitungan padanya."Tenanglah, tenanglah. Tidak apa-apa. Alex tidak akan menggigit,
Shaka melirik mata kekasihnya yang tampak cerah, "Yah, setiap tahun kami akan datang untuk bermain-main."Mendengar itu, mata Lirea menjadi lebih cerah, "Tolong bawa aku, ajaklah aku! Ajaklah aku saat bermain-main yaaa!"Dia paling suka bermain dengan Shaka. Terakhir kali saat menyelamatkan Shaka di Kota X, Shaka memberinya banyak hadiah tetapi Lirea tidak menginginkannya. Alhasil, dia menghentikannya di depan pintunya setiap hari, menyeretnya ke dalam mobil dan membawanya terbang ke luar negeri selama beberapa hari.Bungee jumping, terjun payung, mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.Permainan yang benar-benar memicu adrenalin.Oleh karena itu, meskipun dia tidak berdaya untuk semua jenis perlakuan tirani Shaka, tapi dia bersemangat setiap kali Shaka membawanya keluar untuk bermain.Mendaki gunung mungkin dianggap pekerjaan berat di mata orang lain, tapi bagi Lirea ini sangat menarik.Tidak bisa dipungkiri jika dia paling suka saat diajak bermain dengan Shaka.Tak lama, Shaka me
Marah!Murka!Saking marahnya, dia bahkan memiliki dorongan untuk menguliti seseorang!Shaka pasti sangat murah hati untuk mengakui jika dia cemburu!Gunung biša terbalik dan bumi berguncang!Dia marah!Marah setengah mati!Namun, Shaka tidak akan menanyakan apa pun pada Lirea. Dia bukan orang bodoh. Pukul berapa sekarang? Bukankah mempertanyakannya sama saja dengan mengungkit keberadaan pria di hadapannya lagi?Dia juga tidak memiliki masalah mental! Selain itu, Shaka dapat melihat jika Lirea telah berusaha untuk melupakannya. Dalam hal ini, kenapa dia harus menyebut pria di depan gadis itu untuk kepentingan dirinya sendiri?Tak bisa dipungkiri jika biasanya Shaka terlihat sombong dan angkuh, tidak bisa menyembunyikan sesuatu, dan tidak ada yang bisa ditutupi darinya. Namun, jika dipikir-pikir dengan hati-hati, Shaka dapat berdiri tegak di ibu kota dan memiliki gelar "Tuan Muda", jelas itu bukan hanya karena latar belakang keluarganya, tetapi juga sarana, keberanian, dan otaknya send
Rendra hanya merasa, ketika dia mendengar penegasan dari Shaka ini, sesuatu di hatinya seperti tiba-tiba terkoyak.Kenapa Lirea?Kenapa harus Lirea?Sebenarnya pemikiran itu hanya terlintas di benaknya, tetapi tiba-tiba dia menanyakannya begitu saja, bahkan dia sendiri sama sekali tidak menyadarinya.Sementara Shaka juga sempat terhenyak dengan pertanyaan yang diajukan Rendra, namun setelahnya dia tersenyum tanpa daya. Ya, hanya senyuman. Senyuman yang bahkan lebih cerah dan murni daripada sinar bulan di langit."Aku sendiri juga tidak yakin kenapa harus dia. Yah... ini seperti setiap kali kamu mendesain game baru, kamu selalu harus membuat NPC terpenting untuk Peri Bungamu. Sebelumnya, aku juga bertanya kenapa kamu harus memilihnya, tapi saat itu kamu juga sangat keras kepala dan mengatakan kalau pengisi suara itu Harus dirinya. Hanya dia yang cocok. Sekarang, tiba-tiba aku dapat memahami perasaanmu. Begitulah aku sekarang."Diam.Rendra hanya bisa terdiam.Betapa pentingnya Peri Bun
Lirea hanya bergumam dalam pelukan Shaka, suaranya lembut dan imut.Shaka menyukai suaranya saat dia sedang bingung. Suaranya terdengar renyah dan indah, bahkan terdengar tajam dan murni di saat yang bersamaan. Ini berbeda dari yang biasa dia lakukan, yang mampu meluluhkan hati Shaka.Bahkan Shaka masih bisa memikirkan.Ketika mereka benar-benar mulai melakukan malam pertama nanti, betapa indah suara erangannya Lirea. Itu akan sulit untuk dihentikan, bukan?Saat memikirkan ini, Shaka merasakan bagian bawah perutnya menegang. Seketika itu juga dia mengutuk dirinya sendiri.Tapi melihat gadis itu dalam pelukannya dengan napas teratur dan tak berdaya, ini benar-benar menggemaskan. Shaka merasa dirinya begitu menderita dan tersiksa melihat ini semua!"Sayangku, kapan kamu bisa tumbuh dewasa…?" Shaka hanya bisa mengeluh, mengeluh dan mengeluh saja tanpa biša protes.Dia benar-benar tersiksa setengah mati!Faktanya, dia benar-benar merasakan itu. Apa yang terjadi dua bulan sebelumnya atau d
Shaka berbalik menatapnya dengan tatapan yang tak kalah lembut. Lampu di ruangan itu telah padam, hanya cahaya lilin hati merah bertanda "22" di kue yang menerangi ruangan itu.Lalu Shaka menyentuh kepala Lirea dengan tatapan penuh kasih yang tak berujung."Bukan tugas laki-laki untuk membuat permohonan."Karena sebenarnya perayaan dengan kue hari ini hanya untuk membuat Lirea bahagia.Lirea tertegun sejenak, "Lilin sudah dinyalakan. Ayo buatlah permohonan.""Kalau begitu, bantu aku membuatnya.""Ini hari ulang tahunmu, bukan ulang tahunku. Bagaimana bisa aku membuatnya untukmu?""Kamu akan menjadi istriku nantinya dan keinginanmu adalah keinginanku juga. Ayo, buatlah permohonan!"Akhirnya, Lirea hanya duduk dengan tangan menengadah dan benar-benar mulai membuat permohonan. Segera setelah membuka matanya, dia menatap Shaka, "Kita tiup sama-sama."Mata Shaka tetap menunjukkan kelembutan yang dalam, "Oke."Saat lilin padam, ruangan menjadi gelap. Seketika, Lirea ditarik dari kursinya da
Melihat ruam merah di wajahnya malam itu, sebenarnya Shaka juga ketakutan. Tapi sekarang dia dapat melihat bahwa gadis itu sangat manis. Wajahnya sangat putih dan lembut, dan tidak ada cacat sama sekali.Tapi ruam di wajahnya, meski mengejutkan, sebenarnya juga cukup indah.Mungkin setelah ini, dia bisa menumbuhkan beberapa bintik merah di wajahnya, dan yang pasti akan terlihat sangat menarik.Jika saja Lirea tahu apa yang sedang dipikirkan Shaka saat ini, dia yakin dirinya pasti akan muntah darah. Mana ada pria yang menyukai bintik-bintik di wajah kekasihnya?Sepertinya hanya Shaka saja yang benar-benar memiliki pemikiran aneh seperti itu!Untuk beberapa saat, Shaka terus memeluk Lirea dan berusaha keras untuk membujuknya. Dia juga mengoleskan salep di tubuh Lirea, lalu meraih tangannya, "Sudah hampir jam sebelas. Ayo kita main game dan potong kue tepat di jam dua belas."Mendengar itu, Lirea mengerutkan bibirnya, "Oh."Ketika turun, dia tidak lagi menutupi wajahnya karena penampilan
Seketika itu juga Lirea memelototi Dani. Jika dipikir-pikir, ini juga salah Dani.Jika dia tidak mengeluh dan mengadu pada Shaka, Lirea tidak akan berpura-pura menderita dan menangis dengan getir, dan dia tidak akan mengatakan tentang keinginannya makan kepiting.Jika dia tidak mengatakannya, tentu saja Shaka tidak akan mengajaknya makan kepiting.Tidak akan ada tumis kepiting, tidak akan ada kacang, yang terpenting tidak akan ada alergi! Itu tidak akan merusak wajahnya!Semua ini disebabkan oleh Dani.Ketika Lirea menatapnya, di balik lapisan kacamata hitam itu, Dani bisa merasakan bagian belakangnya dingin!"Aahh..."Tiba-tiba, Lirea berteriak karena syal di kepalanya ditarik oleh Shaka yang ada di belakangnya, dan dia mengerutkan dahi, "Anak manis, Dokter Lia mengatakan kalau kulitmu perlu bernapas. Tidak ada orang luar di sini, jadi kamu bisa membukanya!""Aaah, tidak mau!"Namun, sudah terlambat. Tidak hanya syalnya yang ditarik oleh Shaka, kacamata hitamnya juga dilepas oleh pri