Home / Romansa / Dibeli Mafia Kejam / Bab.122 Bertemu dengan sang ayah setelah sekian lama

Share

Bab.122 Bertemu dengan sang ayah setelah sekian lama

last update Last Updated: 2025-03-21 10:26:16

"Ada apa sayang?"Alex kembali ke dalam kamarnya dan berpura-pura tidak tahu tentang Istrinya. Pemimpin Black Dragon itu ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh Istrinya.

"Sayang."Panggil Alona tapi wanita itu tidak berani menatap wajah suaminya.

"Ada apa sayang?"

"Apa aku boleh menemui ayah ku?"Alona tampak ragu untuk mengatakannya kepada suaminya tapi dia juga memiliki keinginan yang kuat untuk menemui ayahnya.

"Tentu saja sayang. Aku tahu jika kamu merindukannya tapi aku ingin kamu kembali dalam keadaan baik baik saja. "Ucap Alex tersenyum kecil menatap wajah istrinya.

"Terima kasih. "Alona terlihat begitu bahagia mendengar ucapan suaminya."Aku akan segera bersiap dan aku tidak akan lama."Ucap Alona kembali yang terlihat begitu antusias. Alex yang melihat hal itu hanya tersenyum tipis. Dia merasa bahagia ketika wanita yang di cintainya bahagia.

Sementara di dalam mobil,tuan Mahardika sedang menuju ke sebuah restoran.Meskipun dia tidak yakin,apakah putrinya akan datang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Dibeli Mafia Kejam   Bab.123 Aku kecewa dengan ayah

    "Apa perusahaan ayah lebih berharga dari pada aku yang tidak lain adalah putri mu?"Alona bertanya meskipun ia sudah bisa menebak apa jawaban ayahnya. "Maafkan ayah." Jawaban ayahnya bagaikan pedang yang menusuk ke jantungnya. Alona sudah bisa menebak jawabannya tapi tetap saja dia merasakan sesak dan sakit hati. Entah kenapa dia masih saja berharap jika ayahnya masih memiliki rasa kasih sayang kepada dirinya. "Aku kecewa dengan ayah.Selama ini Alona selalu berharap jika ayah mau memperlakukan ku sama seperti Aghata tapi nyatanya aku tidak pernah merasakan hal itu. Bukan kah aku terlihat begitu menyedihkan ayah?Aku juga putri ayah sama seperti Aghata. "Mata Alona tampak berkaca-kaca mengatakan semua hal itu. Alona meninggalkan ayahnya begitu saja.Dia sudah tidak bisa menahan diri lagi.Wanita itu memilih pergi.Tuan Mahardika yang melihat kepergian putrinya hanya bisa menghela nafas kasar. Tatapan pria paruh baya itu tidak bisa di artikan. Dia terus menatap putrinya hingga

    Last Updated : 2025-03-22
  • Dibeli Mafia Kejam   Bab.124 Kehancuran perusahaan Tuan Mahardika

    "Apa yang kalian bicarakan?"Tanpa basa basi,Alex langsung bertanya kepada istrinya. "Tidak ada hal yang penting. Apa yang kamu pikirkan sayang?"Alona melerai pelukan suaminya dan menatap wajah yang terlihat sedang menahan cemburu buta. "Tidak ada apa-apa. "Alex tidak ingin mengakui apa yang ada di dalam pikirannya saat ini. "Jangan memikirkan sesuatu yang tidak akan pernah terjadi sayang. Aku hanya menganggap Louis seperti saudara. Entah kenapa tapi dia memberi ku rasa nyaman itu. Aku seperti merasakan sosok saudara ketika aku bersama dengan Louis. " "Benarkah. Tapi sepertinya itu mustahil sayang. Louis tidak memiliki orang tua dan kami sudah berusaha untuk mencarinya tapi tetap saja kami tidak menemukan informasi Apa pun terkait dengan kedua orang tuanya. "Bagaimana dengan pertemuan mu dengan ayah mu sayang?"Alex kembali bertanya kepada istrinya yang membuat raut wajah istrinya seketika berubah menjadi sendu. "Aku sepertinya terlalu banyak berharap. "Alona tersenyum tipis

    Last Updated : 2025-03-22
  • Dibeli Mafia Kejam   Bab.125 perdebatan hebat tuan Mahardika dan Laura

    "Ayah menampar ku?Ini pertama kalinya kamu melakukan ini kepada ku Mahardika. "Laura semakin kesal kepada suaminya. "Kamu sendiri yang memulainya. Kamu hanya menambah masalah bukan membantu.Seharusnya Kamu membantu ku menyelesaikan masalah bukan malah semakin membuat suasana semakin runyam saja."Tuan Mahardika juga semakin tersulut emosi. "Lihatlah,kamu sudah menunjukkan jika kamu mulai menyayangi putri mu itu." "Kenapa aku tidak boleh menyayangi nya?Dia juga putri ku Laura. Aku selama ini begitu buta karena dirimu.Aku selalu saja melakukan apa yang kamu katakan sehingga aku sama sekali tidak menyadarinya jika aku telah melukai putri ku selama ini.Nyatanya dia lebih peduli terhadap ku daripada kalian."Tuan Mahardika terlihat begitu murka saat ini hingga dia mengeluarkan kata-kata yang semakin menyulut emosi istrinya. "Kalau dia peduli pada mu,seharusnya dia bisa membujuk suaminya untuk tidak menghancurkan perusahaan. Bukan justru melihat mu hancur seperti ini. Bukan begitu?S

    Last Updated : 2025-03-23
  • Dibeli Mafia Kejam   Bab.126 Kemarahan Laura

    "Brengsek kamu Mahardika. Kamu membuat ku kesal sekarang. Kemana kamu pergi setiap kali kita bertengkar?Kamu kira aku tidak menyadari sikap mu ini."Laura menghancurkan seizi kamarnya. Bahkan dia menghancurkan foto pernikahan mereka. "Kamu bahkan selalu meninggalkan ku setiap kali kita berdebat."Laura semakin tersulut emosi. Wanita paruh baya itu semakin kesal tapi dia hanya bisa menahan amarahnya saat ini.Dia tidak bisa membuat suaminya semakin murka karena suaminya bisa saja mengusir mereka. Sementara itu di mansion Alex,pria itu baru saja mendapatkan laporan dari tangan kanannya.Alex tersenyum tipis mendengar laporan itu. "Rupanya tuan Mahardika tetaplah seorang laki-laki. "Ucap Alex tersenyum menyeringai. "Apa itu mungkin?Sampai sekarang Laura tidak tahu tentang tempat itu tapi aku yakin jika dia curiga dengan sikap suaminya. "Louis menatap ke arah Alex yang terlihat begitu santai. "Untuk sekarang jangan sampai istri ku tahu tentang hal itu. " "Baik tuan. " Tok...t

    Last Updated : 2025-03-23
  • Dibeli Mafia Kejam   Bab.127 Aku menang Laura

    "pergilah,karena ayahmu tidak akan pernah datang. Jangan membuat malu dirimu sendiri. "Ucap Laura yang masih meremehkan Alona. "Kita lihat saja siapa yang akan menjadi pemenangnya. "Alona tersenyum kecil menatap ke arah ibu tirinya. Tidak berselang lama kemudian sebuah mobil berhenti di depan.Alona tersenyum tipis memandangi wajah ibu tirinya yang terlihat begitu kesal. "Sepertinya aku menang ibu."Ucap Alona tersenyum penuh kepuasan menatap ke arah ibu tirinya yang terlihat begitu kesal. "Jangan terlalu merasa puas Alona.Kali ini mungkin kamu menang tapi setelah ini mungkin kamu tidak akan pernah menginjakkan kaki mu di sini." "Kenapa aku tidak boleh menginjakkan kaki ku?Ingat ibu,aku juga berhak atas rumah ini.Apa ibu lupa jika rumah ini sudah berdiri sebelum ibu datang?Jadi aku juga berhak untuk datang ke sini sesuka hati ku."Jawab Alona tersenyum kecil. "Kamu datang nak. "Tuan Mahardika tersenyum ke arah putrinya. Laura yang melihat hal itu terlihat begitu kesal. D

    Last Updated : 2025-03-24
  • Dibeli Mafia Kejam   Bab.128 Kebahagiaan Alona

    Sementara itu di depan mansion,Alona baru saja tiba.Terlihat jelas kebahagiaan yang terpancar di wajah wanita cantik itu. Alona berjalan masuk ke dalam mansion dan menuju ke kamar miliknya. Setibanya di dalam kamar,wanita cantik itu tidak melihat keberadaan putranya. Alona segera mengganti pakaiannya dan berjalan keluar dari kamar dan mencari keberadaan putranya. "Kamu sudah kembali sayang?"Begitu ia hendak menuruni tangga,Suaminya bertanya kepada dirinya. Alona menoleh dan tersenyum kecil kepada suaminya. Wanita cantik itu mendekat dan memeluk erat pria yang merupakan suaminya tanpa mempedulika para pelayan yang berada di sekitar mereka berdua. "Sepertinya rencana mu berjalan lancar sayang. Kamu tidak bisa menyembunyikannya kebahagiaan mu itu." "Benarkah. "Alona tersenyum kecil menatap wajah suaminya."Ngomong-Ngomong di mana Kelvin?"Alona kembali bertanya dan menatap wajah suaminya. "Kelvin bersama dengan Lily di taman." "Aku akan ke sana.Sekali lagi terima kasih sa

    Last Updated : 2025-03-24
  • Dibeli Mafia Kejam   Bab.129 Alex terluka

    Tok...tok.. Alona melangkahkan kakinya untuk membuka pintu.Begitu membuka pintu,Alona melihat kehadiran Paman Jack yang sedang tersenyum kecil kepadanya. "Paman. "Alona tersenyum kepada pria paruh baya yang sudah di anggap seperti ayah baginya. "Tuan berpesan jika beliau akan pulang malam nona." "Dia tidak mengabari ku Paman." "Katanya nomor ponsel anda tidak aktif." "Benarkah. Yah sudah Paman,terima kasih. "Ucap Alona tersenyum kecil dan kembali masuk ke dalam. Alona mengambil ponselnya di dalam tas dan menemukan ponselnya dalam keadaan mati.Wanita cantik itu tersenyum kecil dan mulai mengisi daya ponsel miliknya. "Ada apa nona?" "Paman Jack mengatakan jika Alex akan pulang malam. " Sementara itu di mansion tuan Mahendra. Bibi Alice sedang memasak bersama dengan pelayan untuk menyiapkan makan siang. Wanita paruh baya itu tidak membuang kebiasaannya sejak dulu. Bibi Alice sangat senang melakukan pekerjaan yang satu itu.Meskipun dia sudah menjadi nyonya tapi di

    Last Updated : 2025-03-25
  • Dibeli Mafia Kejam   Bab.130 peluru beracun

    "Sepertinya luka tuan Alex cukup serius. Peluru yang mengenainya adalah peluru beracun Seperti yang dikatakan oleh Louis. "Ucap dokter pribadi Alex setelah mengeluarkan peluru tersebut. Brakkk... "Nona!"Teriak Paman Jack setelah melihat Alona terjatuh ke lantai. Alona ketakutan ketika melihat suaminya yang tidak sadarkan diri dengan luka tembak di perutnya dengan bercucuran darah. Dengan cepat Paman Jack,membopong tubuh Alona ke sofa.Paman Jack sedikit bersyukur ketika melihat Kelvin yang masih tertidur pulas. Sementara Alex masih belum ada kemajuan. Hal itu membuat Paman Jack dan Louis khawatir. Tidak berselang lama kemudian,tuan Mahendra dan bibi Alice juga tiba di mansion Alex. "Bagaimana keadaannya?"Bibi Alice dan tuan Mahendra tampak begitu khawatir. "Lukanya sudah di Bersihkan sekarang tuan tapi tuan Alex masih belum sadarkan diri karena peluru yang mengenainya mengandung racun."Ucap Louis dengan tatapan yang tidak pernah beralih dari Alex. Pria itu terlihat be

    Last Updated : 2025-03-25

Latest chapter

  • Dibeli Mafia Kejam   Bab.151 Melihatnya setelah puluhan tahun

    "Tuan kami ingin mentraktir kalian."Ucap pria yang menghampiri Aghata dan teman temannya. Aghata dan teman temannya menoleh ke arah pria yang sedang menatap ke arah mereka. Aghata membalas senyuman pria itu dan menghentikan kegiatannya. "Sepertinya dia tertarik kepada mu Aghata. Aku melihat dia sedari tadi mengamati wajah mu."Ucap teman Aghata tersenyum kecil. "Kita lihat. "Aghata menghampiri pria tersebut dan tersenyum kecil. "Duduklah nona yang manis.Aku akan mentraktir kalian malam ini.Kalian bebas minum sepuasnya."Ucap pria itu tersenyum tipis. Aghata mengamati penampilan pria di hadapannya itu. Sepertinya pria itu memiliki usia yang sama dengan Alex.Di lihat dari barang barang yang dia kenakan Sepertinya dia cukup kaya. Aghata tersenyum kecil dan mengangkat gelasnya bersulang kepada pria di hadapannya itu.Pria itu tentu saja akan menerimanya dengan senang hati. Sementara itu di mansion Alex,Louis tengah berdiri di depan pintu kamar Lily. Tangan kanan Alex itu sa

  • Dibeli Mafia Kejam   Bab.150 Kepergian Lily

    Tiga puluh menit berlalu,Lily meninggalkan mansion milik Alex.Wanita itu terlihat memiliki begitu banyak beban pikiran saat ini. Paman Jack mengantar kepergian keponakannya dengan tatapan penuh kekhawatiran. Pria paruh baya itu tampaknya mengkhawatirkan sesuatu hal. Di dalam kamarnya,Alona memandang kepergian Lily melalui jendela kamarnya. Wanita itu yakin jika sesuatu terjadi kepada Lily tapi wanita itu tidak ingin mengatakannya. "Ada apa sayang?Aku dengar dari Paman Jika Lily meninggalkan mansion. Apa ada sesuatu hal yang penting?"Alex memeluk erat istrinya. "Entahlah sayang.Tapi aku yakin jika Lily memiliki masalah. Hanya saja dia tidak ingin mengatakannya. "Ucap Alona tersenyum kecil menatap ke arah luar jendela. "Mungkin paman Jack tahu." "Mungkin saja." Obrolan Alex dan Alona berlangsung cukup lama.Pasangan itu membicarakan tentang kehidupan mereka sebelum bertemu. Malam harinya.... Di sebuah rumah yang berada di sebuah pulau. Seorang wanita paruh baya tengah

  • Dibeli Mafia Kejam   Bab.149 Mata mata

    Obrolan tuan Jhon dan tangan kanannya teralihkan ketika mendengar bunyi ponselnya. Tuan Jhon menatap ke arah tangan kanannya yang sedang bersiap untuk mengangkat panggilan teleponnya. "Tuan Mahardika meninggalkan kediaman nya dan sepertinya dia menuju ke sebuah pulau terpencil. "Tangan kanan tuan Jhon memberikan laporan begitu selesai mengangkat panggilan telepon dari anak buahnya. "Ikuti pria paruh baya itu. Apa mungkin dia menyembunyikan Angelina di sana?" Angelina adalah nama ibu kandung Alona dan Louis. Selama ini tuan Jhon ingin melupakan nama itu dan tidak ingin menyebut nama itu lagi tapi nyatanya dia mengharapkan wanita itu setelah dia mengetahui jika tuan Mahardika menyia-nyiakannya. "Apa aku bisa berharap dengan mu?"Batin tuan Jhon dengan harapan yang besar. Sementara itu di sebuah jalan raya,tuan Mahardika melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju ke suatu tempat.Pria itu datang sendirian tanpa di temani oleh sekertarisnya yang begitu setia menemaninya.

  • Dibeli Mafia Kejam   Bab.148 Ibu masih hidup

    Mobil Alona berhenti di depan mansion. Wanita itu tidak segera turun tapi dia menatap bangunan mewah di hadapannya itu sebelum turun dari mobil.Ada rasa sakit hati yang dia simpan di dalam hatinya. Tok...tok... Alona turun dari mobil dan hal yang pertama dia lihat adalah wajah Lily yang sedang tersenyum ke arahnya. Pelayan pribadinya itu menyambut kedatangan dirinya dengan ramah. "Anda baik-baik saja?"Lily menghampiri Alona dengan senyuman yang tidak pernah luntur. "Bagaimana kalau kita berjalan jalan ke taman?"Ajak Alona yang langsung di iyakan oleh Lily.Keduanya pun menuju ke taman sambil mengobrol.Lily menyadari kesedihan yang di rasakan oleh Alona tapi dia juga tidak ingin bertanya lebih dulu. Di belakang mereka,ada Louis yang mengikuti mereka sedari tadi.Sepertinya pria itu ingin mengatakan sesuatu. "Boleh aku bergabung?" Kedatangan Louis yang secara tiba-tiba mengalihkan perhatian kedua wanita cantik itu. Lily menatap ke arah Louis dengan tatapan yang begitu dal

  • Dibeli Mafia Kejam   Bab.147 Dia masih hidup atau sudah meninggal?

    "Paman,Kelvin lelah. "Bocah laki-laki itu berbaring di depan Louis di lantai yang dingin. "Apa Kelvin mau masuk ke kamar?"Louis melihat jika bocah laki-laki itu terlihat lelah dan ngantuk. Kelvin tidak menjawabnya tapi Louis tahu jika bocah laki-laki itu begitu lelah. Louis segera menggendong Kelvin masuk ke dalam kamar dan membaringkan bocah laki-laki itu. Louis menidurkan putra tuannya yang merupakan keponakannya.Louis terus menatap wajah Kelvin yang terlihat begitu menggemaskan saat tidur. "Apa yang kamu lakukan di sini?"Alex menatap tajam ke arah tangan kanannya. "Maaf tuan,Aku menidurkan Kelvin. Aku menawarkan diri menjaga Kelvin tapi ternyata Lily ketiduran. Makanya aku membawa Kelvin ketika aku melihatnya kelelahan. "Jawab Louis tersenyum tipis. Alex berjalan mendekat dan menatap wajah bocah laki-lakinya terlihat begitu kelelahan setelah bermain.Alex melirik ke arah tangan kanannya. "Kenapa menyiksa diri seperti itu?Jika kamu menyukainya kenapa tidak jujur sa

  • Dibeli Mafia Kejam   Bab.146 Di mana ibu ku?

    "Bisa tidak,kamu jangan mengungkit hal itu lagi.Ayah tahu kesalahan ayah Alona.Ngomong ngomong,kamu pasti datang karena sesuatu yang penting. "Ucap Mahardika menatap wajah putrinya. "Kenapa ayah?Itu adalah kenyataannya. Dan benar sekali jika aku datang karena sesuatu yang penting. Di mana ibu ku?"Pertanyaan Alona membuat tuan Mahardika diam. "Ada apa dengan mu Alona?Kamu jelas tahu jika ibu mu sudah meninggal?Apa kamu tahu,ibu mu itu adalah wanita yang tidak tahu malu.Dia mengandung anak dari laki-laki lain tapi malah menikah dengan ayah.Benar benar tidak tahu malu sama seperti putrinya. " Plak....plak.. "Katakan sekali lagi?"Alona meninggikan suaranya di depan mereka semua.Ssudara tirinya itu benar benar menguji kesabarannya. "Kamu berani menampar ku?"Aghata bersiap untuk membalas Alona tapi tuan Mahardika menghentikan tangan putrinya. "Kamu membela Alona daripada Aghata?"Laura menatap tajam ke arah suaminya. "Aku tidak membela siapa pun. Duduklah,jangan ada yang me

  • Dibeli Mafia Kejam   Bab.145 Kunjungan Alona ke kediaman ayahnya

    "Bukan kah aku terlihat begitu menyedihkan?"Alona tersenyum kecil menghampiri putranya yang sedang melihat ke arah dirinya. "Semua orang punya cerita masa lalu nona. " "Kamu benar sekali Lily.Semua orang tidak memiliki keberuntungan yang sama. " Kedua wanita itu tersenyum kecil dan mengingat kenangan di masa lalu mereka .Kedua wanita itu memiliki kenangan mereka sendiri.Lily juga tumbuh bersama dengan pengasuhnya. Dia juga tidak memiliki kenangan bersama dengan kedua orang tuanya.Bahkan bisa di bilang jika dirinya sama sekali tidak tahu menahu wajah orang tuanya. Nasibnya tidak beda jauh dengan Alona. "Mommy."Kelvin mengecup pipi wanita yang melahirkannya dan tersenyum di hadapanya.Bocah laki-laki itu menunjukkan senyuman termanisnya di hadapan sang Mommy. "Ada apa sayang?Mommy sangat senang melihat mu tumbuh besar. Mommy tidak akan pernah membiarkan siapa pun menyakiti mu nak.Mommy kekurangan kasih sayang dan bahkan aku tidak tahu bagaimana rasanya di sayang oleh orang tua

  • Dibeli Mafia Kejam   Bab.144 Ibu masih ada di suatu tempat

    "Aku sadar akan kesalahan ku nak.Tapi Aku berharap kamu bisa mengerti posisi ku saat itu.Di mana aku masih belum memiliki apa apa."Ucap tuan Jhon. "Sekarang anda memiliki segalanya tapi satu hal yang anda harus tahu.Aku hanya butuh sosok orang tua ku.Masalah uang,kita bisa mencarinya tapi apakah waktu bisa di putar kembali?Jawabannya tidak." Tuan Jhon terdiam mendengar ucapan dari sang putra. Apa yang di ucapkan putranya memang benar adanya tapi saat itu tuan Mahendra tidak ingin menyerahkan Louis kepadanya. "Masalah itu,sepertinya kamu sudah tahu jawabannya nak.Ayah tidak pernah ingin melepaskan mu tapi kamu tahu orang seperti aku tidak bisa berbuat apa-apa. "Tuan Jhon menundukkan pandangannya mengatakan hal itu. "Apa ibu masih hidup?"Louis bertanya kepada pria yang merupakan ayah kandungnya. "Sepertinya begitu." "Ibu masih hidup di suatu tempat dan orang yang melakukan semua itu adalah tuan Mahardika. "Ucap Louis menatap wajah ayahnya yang terlihat begitu menyedihkan

  • Dibeli Mafia Kejam   Bab.143 Tiggallah bersama ku

    Obrolan mereka berdua terhenti oleh suara bunyi ponsel Louis. Louis berjalan ke arah meja di samping tempat tidurnya,di mana ponselnya berada. "Keraskan suaranya. "Perintah Alex yang sudah bisa menebak siapa yang menghubungi Alex. Louis mengangkat panggilan telepon yang sudah bisa ia tebak,Begitu ia mengangkat teleponnya. Louis sudah tahu siapa yang menelpon dirinya.Pria itu terlihat tidak bersemangat. "Temui aku di restoran. Aku akan mengirimkan alamatnya. "Ucap pria paruh baya itu di sebrang telepon,yang tidak lain adalah tuan Jhon. "Aku tidak bisa janji."Jawab Louis mengakhiri panggilan teleponnya. "Sepertinya dia begitu menginginkan mu."Ucap Alex tersenyum kecil. Alex sama sekali tidak mempermasalahkan jika Louis ingin menjalin hubungan baik dengan tuan Jhon. Dia bisa mengerti bagaimana rasanya tidak memiliki sosok orang tua. Alex tahu dengan baik bagaimana rasanya. Hal itulah yang membuat Alex tidak melarang Louis berhubungan dengan tuan Jhon meskipun mereka ada

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status